Anda di halaman 1dari 33

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Keterampilan berbahasa mencakup empat segi, yaitru keterampilan menyimak,
keterampilan berbicara, keterampilan membaca, dan keterampilann menulis. Sadar atau tidak
sadar keterampilan menyimak ini tidak begitu mendapat perhatian pada sekolah-sekolah
selama ini, bahkan juga di Negara-negara yang telah maju. Suatu penelitian yang pernah
dilakukan oleh Paul T. Rankin pada tahun 1929 terhadap 68 orang dari berbagai pekerjaan
jabatan dan jabatan di Detroit sampai pada suatu kesimpulan bahwa mereka ini
mempergunakan waktu berkomunikasi: 9% buat menulis, 16% buat membaca, 30% buat
berbicara, dan 45% buat menyimak.
Setiap keterampilan itu erat sekali berhubungan dengan ketiga keterampilan lainnya
dengan cara yang beraneka ragam. Dalam memperoleh keterampilan berbahasa biasanya kita
melalui suatu hubungan urutan yang terakhir: mula-mula pada masa kecil kita belajar
menyimak bahasa, kemudian berbicara, sesudah itu kita membaca, dan menulis. Menyimak
dan berbicara kita pelajari sebelum memasuki sekolah. Sedangkan membaca dan menulis
dipelajari di sekolah.
Selanjutnya setiap keterampilan itu erat pula berhubungan dengan proses-proses
berpikir yang mendasari bahasa. Bahasa seseorang mencerminkan pikirannya. Semakin
terampil seseorang berbahasa, semakin cerah dan cerdas pula jalan pikirannya. Keterampilan
hanya dapat diperoleh dan di kuasai dengan jalan praktek dan banyak latihan. Melatih
keterampilan berbahasa berarti pula melatih keterampilan berpikir.
1.2 TUJUAN
1. Untuk mengetahui sebenarnya apa pengertian dan maksud dari menyimak itu.
2. Untuk mengetahui prinsip dasar bahasa
3. Untuk menambah wawasan tentang bahasa dan menyimak
1.3 MANFAAT
1. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Menyimak
2. Untuk menambah pengetahuan tentang bagaimana menyimak itu dan apa saja yang
menjadi dasar-dasarnya.
1

Abstrak
Menyimak sebagai Aspek Keterampilan Berbahasa erat sekali kaitannya dengan
proses berfikir yang mendasari bahasa. Menyimak sangat dekat maknanya dengan mendengar
dan mendengarkan. Mendengar mempunyai makna dapat menangkap bunyi bunyi bahasa
dengan alat pendengar tanpa unsur kesengajaan. Mendengarkan memiliki arti mendengar
akan sesuatu dengan sungguh sungguh karena ada yang menarik perhatian ; ada unsur
kesengajaan. Menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan lambang-lambang lisan
dengan penu perhatian, pemahaman, apresiasi, serta interpretasi unbtuk memperoleh
informasi, menangkap isi atau pesan serta memahami makna komunikasi yang telah
disampaikan oleh sang pembicara melalui ujaran atau bahasa lisan.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Identitas Buku


Buku Utama (buku satu)
1.

Judul buku

: Terampil Menyimak

2.

Pengarang

: Drs.H.M. Joharis Lubis, M.M.M.Pd.

3.

Penerbit

:-

4.

Tahun terbit

: 2014

5.

Kota Terbit

: Medan

6.

Tebal Buku

: 142 Halaman

7.

Ukuran

:-

Buku Pembanding (buku kedua)


1. Judul buku

: Menyimak Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa

2. Pengarang

: Prof. DR. Henry Guntur Tarigan

3. Penerbit

: Angkasa

4. Tahun terbit

: 1986

5. Kota Terbit

: Bandung

6. Tebal Buku

: 192 halaman

: 14x20,5 cm

Ukuran

Buku Pembanding (buku ketiga)


1.

Judul buku

: Listening

2.

Pengarang

: Gillian Brown

3.

Penerbit

: Longman

4.

Tahun terbit

: 1977
3

5.

Kota Terbit

: London

6.

Tebal Buku

: 175 Halaman

7.

Ukuran

: 13x21 cm

2.2 Ringkasan Buku


Ringkasan Buku Pertama (diktat menyimak)
BAB I
MENYIMAK SEBAGAI SUATU KETERAMPILAN BAHASA
Menyimak sebagai Aspek Keterampilan Berbahasa erat sekali kaitannya dengan
proses berfikir yang mendasari bahasa. Bahasa seseorang mencerminkan pikirannya. Melatih
keterampilan berbahasa berarti melatih keterampilan berpikir (Dawson, 1963: 27; Tarigan; 1).
Pengalaman berbahasa hanya didapat melalui latihan yang intensif yang dapat
mengembangkan potensi yang ada pada diri sesorang.
Dalam komuikasi berbahasa ada empat aspek keterampilan, yaitu:
1. Keterampilan menyimak
2. Keterampilan berbicara
4

3. Keterampilan membaca
4. Keterampilan menulis
Masing masing dari keempat keterampilan berbahasa ini memiliki kaitan erat satu
sama lain. Kegiatan menyimak dan berbicara merupakan proses alamiah sedangkan kehiatan
membaca dan menulis merupakan keterampilan yang didapat melalui proses pendidikan.
Keterampilan menyimak dan membaca disebut keterampilan reseptif sebab selama
berlangsung kegiatan komunkasi tersebut, penyimak atau pembaca aktif menerima,
menangkap, memahami, dan mengingat rangkaian huruf yang diterimanya.

BAB II
HAKIKAT MENYIMAK
Menyimak sangat dekat maknanya dengan mendengar dan mendengarkan.
Mendengar mempunyai makna dapat menangkap bunyi bunyi bahasa dengan alat
pendengar tanpa unsur kesengajaan. Mendengarkan memiliki arti mendengar akan sesuatu
dengan sungguh sungguh karena ada yang menarik perhatian ; ada unsur kesengajaan.
Menyimak memiliki makna mendengarkan, memperhatikan denan baik baik, karena aada
yang ingin dipahami. Secara sederhana dapat didefinisikan bahwa menyimak adalah suatu
kegiatan menerima pesan, informasi, gagasan, pikiran seorang dari orang lain, degan
menggunakan bahasa lisan, dan maksud terssebut dapat dipahami dengan baik.
Kegiatan menyimak merupakan kegiatan berbahasa yang aktif secara kejiwaan. Mental
penyimak harus aktif dan kreatif menyusun arus bunyi yang berpotensi fonologis, semantik
dan sintsksis suaatu bahasa. Pada dasarnya menyimak merupakam proses psikologis mulai
dari proses pengenalan bunyi bunyi yang didengarnya dengan penuh perhatian melalui alat
pendengar. Didalam kegiatan menyimk bahasa yang dipakai berupa bunyi bunyi bahasa
yang diidentifikasikan, dikelompokkan menjadi suku kata, kata, frase, klausa, kalimat, lalu
wacana.

BAB III
MENYIMAK EFEKTIF

Berbicara dan menyimak merupakan dua kegiatan berbahasa yang selalu berkerja
sama. Kedua kegiatan tersebt bersifat spontan, tidak memiliki kesempatan yang cukup untuk
berfikir, ingatan sangat berperan dalam kedua kegiatan ini. Situasi dalam menyimak sama
dengan situas sat berbicara. Dalam menyimak ada beberapa unsur dasar;
1. pertama pembicara. Pembiacara yang baik sangat mempengaruhi orang lain dalam
menyimak apa yang dikatakan oleh si pembicara. Pembicara yang baik memiliki:
1) Sikap mental yang positif, mencakup:
Rasa komunikasi
Rasa kepemimpinan
Rasa percaya diri
Rasa humor
2) Menguasai bahan
Seorang pembicara harus mampu menyusun materi pembicaraannya dengan rapi,
sistematis, logis, menarik agar penyimak mudah menangkapnya.
3) Memiliki pengetahuan dan pengalaman
Pengetahuan dan pengetahuan yang relevan dengan bahan simakkan akan
mempermuda prolehan pesan.
2. Penyimak yang ideal
Penyimak yang ideal itu memiliki:
1). Kondisi fisik (sehat atau prima)
2). Kondisi mental (baik)
3. Bahasa simakan
Ialah suatu konsep yang biasa berisi informasi, gagasan, pesan. Pesan tersebut harus
dikaji dengan baik. Cara mengkajinya sebagai berikut:
a. Menyimak tujuan pembicara
b. Menyimak urutan
c. Menyimak topik utama
d. Menyimak topik bawaan
e. Menyimak akhir pembicaraan
4. Bahan lisan
Alat komunikasi antara pembicara dan penyima adalah komunikasi lisan, yaitu bahasa
yang berupa lambang lambang berupa lingual, yang dilengkapi dengan gerak gerik,
mimik dan pandangan mata.

BAB IV
MENYIMAK KOMFREHENSIF
Bab IV menggunakan secara detail dasar dasar pemahaman dan esensi menyimak. Kita
perlu melihat fakta fakta dari pengalaman menyimak yang merupakan aktivitas yang sangat
penting dalam kehidupan sehari hari. Terdapat beberapa pajanan penting tentang beberapa
faktor yang dapat mempengaruhi kemampuan menyimak komprehensif, diantaranya memori,
konsentrasi, dan kosakata. Di samping hal itu diatas diuraikan pula cara cara penting yang
dapat mendukung terhadap pemahaman pesn simakan. Di bab ini juga dijelaskan beberapa
saran tentang kemampuan yang sebaiknya dimiliki oleh penyimak komprehensif, yaitu
mengingat

beberapa

hal

secara

berurutan,

mengikuti

arah

pembicaraan,

dan

memeformulasikan pertanyaan.
BAB V
PEMBELAJARAN MENYIMAK
Dalam keterampilan berbahasa kita mendengar istilah mendengar, mendengarkan dan
menyimak. Ketiga kata ini tentu mempunyai makne yang berbeda. Secara sekilas mendengar
adalah proses kegiatan menerima bunyi bahasa yang dilakukan dengan senngaja tapi belum
ada unsur pemahaman.
Sedangkan menyimak adalah suatu proses kegiatan menyimak lambang lambang
lisan dengan penuh perhatian, pemahaman, serta interpretasi untuk memperoleh informasi,
menangkap isi atau pesan serta memahami makna komunikasi yang telah disampaikan oleh
sang pembicara melalui ujaran atau lisan.

Ringkasan Isi Buku kedua


Menyimak Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa
BAB I
PENDAHULUAN
1.

Keterampilan Berbahasa

Keterampilan berbahasa dalam kurikulum sekolah biasanya mencakup empa t segi yaitu :
- Keterampilan menyimak (listening skills)
- Keterampilan berbicara (speaking skills)
- Keterampilan membaca (reading skills)
- Keterampilan menulis (writing skills)

2.

Delapan prinsip bahasa yaitu :

- Bahasa adalah suatu siste, suatu sistem pola-pola yang kompleks dan suatu struktur dasar.
Didalamnya terdapat ketentuam-ketentuan individual yang bekerja bersama-sama dengan
kesatuan-kesatuan lainnya.
- Bahasa adalah vokal, hanya ujaran sajalah yang mengandung segala tanda utama suatu
bahasa. Bagian-bagian itu merupakan bunyi yang membuat suatu perbedaan makna dan
bunyi itu kita namai dengan fonem.
- Bahasa itu arbitrer, bahwa hubungan anatara lambing dan makna juga bersifat arbiteratau
bersifat mana suka.
- Bahasa itu unik, tidak ada dua bahasa yang mempunyai perangkat pola yang sama, bunyibunyi yang sama, kata-kata atau kalimat yang sama.
- Bahasa dibangun dari kebiasaan kebiasaan. Cara cara kita mengucapkan suatu bunyi
atau menyusun kata kata menjadi kalimat kita lakukan secara otomatis, yaitu seotomatis
kita berjalan.
- Bahasa sebagai sarana komunikasi, bahsa itu haruslah dapat dipahami oleh pemakai dan
orang lain. Kalau ucapan salah dimengerti tidak dapat dipahami, berarti gagallah bahasa
mengkomunikasikan mereka.
- Bahasa berhubungan dengan budaya setempat, bahasa berada pada pembicara yang berada
pada tempat tertentu melakukan hal-hal tertentu.
- Bahasa itu dinamis, tidak ada yang tetpdi dunia ini termasuk juga dengan bahasa. Semuanya
berubah, perubahan ini mencakup kosa kata bunyi bahsa, bentuk kata, bentuk kalimat ejaan
dan lain-lain.

BAB II
MENYIMAK
8

1.

Batasan dan pengertian menyimak


menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan lambang-lambang lisan

dengan penu perhatian, pemahaman, apresiasi, serta interpretasi unbtuk memperoleh


informasi, menangkap isi atau pesan serta memahami makna komunikasi yang telah
disampaikan oleh sang pembicara melalui ujaran atau bahasa lisan.
2.
-

Tahap-tahap menyimak
Menyimak berkala, yang terjadi saat sang anak merasakan keterlibatan langsung dalam
pembicaraan mengenai dirinya.

Menyimak dengan perhatian dangkal karena sering mendapat gangguan dengan adanya
selingan-selingan.

Setengah menyimak serapan, karena sang anak keasyikan menyerap atau mengabsorpsi
hal-hal yang kirang penting.

- Menyimak sekali-sekali, menyimpan sebentar apa yang disimak.


- Menyimak asosiatif, hanya mengingat pengalaman-pengalaman pribadi secara konstan.
- Menyimak dengan reaksi berkala terhadap pembicara dengan membuat komentar.
- Menyimak secara aktif untuk mendapatkan dan menemukan pikira, pendapat dan gagasan
sang pembicara.
3.

Tujuan menyimak, ada empat fungsi utama menyimak :

- Agar dapat memberikan response yang tepat


- Memperoleh informasi yang berkaitan dengan profesi
- Membuat hubungan antar pribadi lebih efektif
- Mengumpulkan data agar dapat membuat keputusan yang masuk akal
Selain itu juga terdapat delapan tujuan dalam menyimak, yaitu menyimak untuk
meyankinkan, menyimak untuk belajar, menyimakn untuk menikmati, menyimak untuk
mengevaluasi, menyimak untuk mengapresiasi, menyimak untuk mengkomunikasikan ideide, menyimak untuk membedakan bunyi-bunyi, menyimak untuk memecahkan masalah.
4.

Hakikat menyimak
Ada terdapat enam hakikat dalam menyimak yaitu sebagai sarana atau alat, sebagai

keterampilan berkomunikasi, sebagai seni, sebagai proses, sebagai response, sebagai


pengalaman kreatif.
9

BAB III
SUASANA MENYIMAK
- Suasana defensif, biasanya suasana defensif atau bertahan biasanya dimanipulasikan dalam
pesan pesan lisan yang mengandung maksud yang bersungguh sungguh dan tersirat.
- Suasana suportif , atau suasana komunnikasi yang bersifat mendukung atau menunjang
justru timbul dari pesan pesan yang mengimplikasikan deskripsi atau pemerian. Dan
keenam butir perangsang komunikasi suportif yaitu deskripsi, orientasi permasalahan,
spontanitas, empati, ekualitas, dan prisionalisme.
6. Aneka upaya meningkatkan perilaku menyimak,
Menerima keanehan pembicara, memperbaiki sikap, memperbaiki lingkungan, jangan
dulu memberikan pertimbangan, meningkatkan mutu catatan, menentukan tujuan khusus,
memanfaatkan waktu secara bijaksana, menyimak secara rasional, berlatih menyimak materi
yang sukar.

BAB IV
FAKTOR PEMENGARUH MENYIMAK
1. Faktor pemengaruh menyimak ada delapan yaitu :
- Faktor fisik, lingkungan fisik juga ,ungkin sekali turut bertanggung jawab atas
ketidakefektifan menyimak seseorang. Kesehatan serta kesejahteraan fisik merupakan suatu
modal penting yang turut menentukan bagi setiap penyimak.
- Faktor psikologis, antara lain mencakup masalah prasangka dan kurangnya simpati terhadap
pembicara dengan aneka sebab dan alasan, keegosentrisan terhadap minat pibadi serta
masalah pribadi, kepicikan yang menyebabkan pandangan yang kurang luas. Kebosanan dan
kejenuhan yang menyebabkan tiadanya perhatian sama sekali pada pokok pembicaraan.
Sikap yang tidak layak terhadap sekolah, guru, pokok pembicaraan. Sebagian atau semua
faktor dapat mempengaruhi kegiatan menyimak kea rah yang merugikan yang tidak kita
ingini dan ini mempunyai akibat yang buruk bagi sebagian atau seluruh kegiatan belajar para
siswa. Dengan demikian disimpulkan bahwa faktor psikologis yang positif memberi
10

pengaruh yang baik dan yang negative memberi pengaruh yang buruk terhadap kegiatan
menyimak.
- Faktor pengalaman, tidak perlu diragukan lagi bahwa sikap merupakan hasil pertumbuhan
dan perkembangan pengalaman kita senidiri. Kurangnya atau tiadanya minat pun agaknya
merupakan akibat dari pengalaman yang kurang atau tidak sama sekali pengalaman dalam
bidang yang disimak itu.latar belakang pengalaman merupakan suatu faktor penting dalam
Faktor sikap, pada dasarnya manusia hidup mempunyai dua sikap utama mengenai segalahal,
yaitu sikap menerima dan sikap menolak. Orang yang bersikap menerima pada hal-hal yang
menarik dan menguntungkan baginya; tetapi bersikap menolak pada al-hal yang tidak
menarik dan tidak menguntungkan baginya. Hal ini memberikan dampak yang positif dan
negatif.
- Faktor motivasi, motivasi merupakan salah satu butir penentu keberhasilan seseorang.
Kalau motivasi kuat untuk mengerjakn sesuatau maka dapat diharapkan orang itu kn berhasil
mencapai tujuan. Begitu pula halnya dengan menyimak.
- Faktor peranan dalam masyarakat, kemauan menyimak dapat juga dipengaruhi oleh
peranan kita dalam masyarakat. Sebagai guru dan pendidik maka kita ingin sekali menyimak
ceramah, kuliah atau siaran-siaran radio dan televise yang berhubungan dengan masalah
pendidikan dan pengajaran di tanah air kita maupun luar negeri.
2. Kebiasaan jelek dalam menyimak dapat kita lihat dari :
-

Menyimak lompat tiga

Menyimak saya dapat fakta

Noda ketulian emosional

Menyimak supersensitf

Menolak suatu subjek secara gegabah

Mengkritik cara dan gaya fisik pembicara

Menghindari penjelasan yang sulit

Memberi perhatian semu

Menyerah kepada gangguan

BAB V
ANEKA SITUASI PELIBAT MENYIMAK

11

1. Menyimak dalam kehidupan kurikulum


Penelitian mengenai menyimak dalam kehidupan maupun dalam kurikulum sekolah dapat
dikatakan masih sangat langkah. Padaa tahun 1929, Paul T.Rankin dari Detroit Public School,
menyelesaikan sebuah survei mengenai penggunaan waktu dalam keempat keterampilan
berbahas. Beliau menelaah komunikasi komunikasi pribadi 68 orang dari berbagai
perkerjaan dan jabatan untuk menentukan persentasi waktu yang mereka gunakan untuk
berbicara, membaca, menulis, dan menyimak. Selama lebih kurang dari dua bulan ke 68
orang tersebut diawasi dan diteliti dalam bidang kegiatan kegiatan tadi setiap 15 menit dari
hari hari jaga, hari hari bangun mereka. Paul T. Rankin menemui bahwa mereka ini
mempergnakan waktu berkosumsi mereka sebbagai berikut:
Menulis

:9%

Membaca : 16 %
Berbicara : 30 %
Menyimak : 45 %
Dalam survei menunjukkan kita lebih sering menggunkan aktivitas menyimak setip harinya.
2. Radio, Televisi, Rekaman, Telepon
Kehidupan modern menuntut kegiatan menyimak yang lebih meningkat. Pada masa kini
kebanyakan rumah tangga memiliki satu atau lebih jenis jenis perlengkapan radio, elevisi,
reekaman, telepon. Dari ungkapan diatas dituntut beberapa situasi, diantaranya:
a) Menyimak sekunder, apabila musik dipasang pelan pelan sebagai latar belakang.
b) Menyimak sosial, kalau kita dipanggil berbicara pada telepon.
c) Meyimak apresiasif, bila drama yang baik atau musik yang merdu dipegelarkan
atau dipentaskan.
d) Menyimak eksplorasif, kalau padaa kita diberikan resep resep atau informasi
mengenai cuaca;
e) Menyimak koonsentratif dan menyimak kritis, apabila masalah penting
didiskusikan oleh para politikus dan para pakar dalam berbagai bidang ilmu
pengetahuan.

BAB VI
MENINGKATKAN DAYA SIMAK
12

1. Aneka pengalaman audio pemertinggi kemampuan menyimak


Tidak dapat disangkal bahwa audio dapat meningkatkan daya simak sesorang. Ada beberapa
pengalaman dan kegiatan kegiatan yang turut mempertinggi daya simak siswa:
A. Menyimak pada guru apabila:
a)
b)
c)
d)
e)
f)
g)
h)
i)
j)
k)
l)
m)
n)
o)

Memperkenalkan bunyi bunyi, urutan urutan bunyi, pola pola intonasi.


Memberikan petunjuk yang ada hubungannya kegiatan kelas sehari hari.
Memberiksn kalimat kalimat contoh dari ciri gramatikal.
Memberikan isyarat isyarat atau menemukakan pertanyaan.
Menceritakan suatu kisah.
Membacakan suatu paragraf, puisi.
Meniru suatu dialog.
Bercerita mengenai suat kejadian.
Menentukan suatu situasi bagi suatu dialog.
Mengadakan suatu imla atau dikte.
Memberikan latihan menyimak pemahaman.
Memberikan suatu ceramah mengenai kebudayaan.
Mempersiapkan mereka dalam suatu komposisi.
Menyambut para tamu.
Meminta mereka ikut serta dalam kegiatan praktis tertentu.

B. Menyimak pada siswa lainnya memberikan petunjuk, mengemukakan pertanyaan,


C.
D.
E.
F.
G.
H.
I.
J.
K.
L.
M.

memberikan rangkuman, mencerita aneka kejadian.


Turut serta mengambil bagian dalam suatu dramatisasi.
Menyimak padaa para pembicar yang diundang.
Menyimak pada rekaman rekaman bahan ucapan, struktur atau kosa kata.
Menyimak pada reekaman rekaman fonograf.
Menyimak pada fil film.
Ikut serta percakapan pada telpon
Mewwawanarai, mengadakan tanya jawab dengan orang tertentu.
Menghadiri kuliah, ceramah, konferensi, dan pertemuan pertemuan.
Turut berpartisipasi dalam kegiatan spontan.
Turut serta dalam kegiatan kelompok.
Pergi menonton dalam permainan bahasa.

2. Aneka kegiatan peningkatan daya simak

13

a)
b)
c)
d)

Menyimak konversasif
Menyimak apresiasif
Menyimak eksplorasif
Menyimak konsentratif

3. Sikap guru turut mempertinggi daya simak siswa


Ada beberapa saran, diantaranya:
a)
b)
c)
d)
e)
f)

Sediakan waktu untuk menyimak


Beerilah perhatian
Berikan reaksi lisan yang wajar
Jangan mengoreek ngorek fakta tambahan
Jangan menilai apa yang dilakukan
Jagan menghilangkan kepercayaan dan kemampuan si pembicara untuk
memecahkan serta menyelesaikan maslah masalah sendiri.

BAB VII
MEMILIH BAHAN SIMAKAN YANG MENARIK PERHATIAN
1. Duolog dan Dialog
Untuk melukiskan atau mengilustrasikan kurangnya keterampilan yang baik dalam
bidang menyimak padaa mayarakat modern, kita dapat menggunakan konsep Abraham
Kaplan mengenai duolog. Sebagai lawan dari dialog, makna duolog merupakan suatu situasi
kelompok dua orang atau kelompok kecil di mana masing masing memperoleh giliran
berbicara tetapi tidak seorangpun menyimaknya.
Sebaliknya, dialog yang sejati melibatkan menyimak kepada oraang lain seperti hal nya
kepada diri sendiri. Dialog menuntutan ancangan atau pendekatan terbuka, suatu ke sudian
menaruh perhatian kepada orang lain yang memberi respon secara sopan kepada mereka
tanpa latihan dan ulangan.
2. Hakikat Perhatian
Jika menyimak merupakan suatu tindakan elektif atau perbuatan fakultatif, maka perhatan,
yang sangat perlu bagi penyimakan yang baik, merupakan suatu perilaku selektif atau
14

kelakuan terpilih. Dapat disimpulka bahwa perhatian adalah suatu proses penyeleksian dari
berbagai ragam stimulus yang penting bagi sesorang pada saat tertentu. (webb, 1975 : 130).
Ada orang yang berkata bahwa mungkiin saja seseorang menaruh perhatian kepada sesuatu
tanpa menyimaknya, atau ada yang beranggapan bahwa mungkin saja sesorang memproses
stimulus awal atau perangsang lisan tanpa menyimaknya secara aktual.
Pengertian perhatian itu sendiri tidak sesederhana anggapan kebanyakan orang; justru
sangat rumit dan kita belum mengetahui banyak tentang itu. Yang kita tahu perhatian itu
beroprasi pada situasi, sikap, dan rasa. Perhatian yang diberikan terhadap suatu percakapan
pada suatu pesta beda dengan perhatian yang kita berikan pada saat ujian lisan.
Ada seorang pakar yang menyarankan bahwa konsep perhatian itu mencakup beberapa
faktor, diantaranya:
a)Konsentrasi mental
b)Kewaspadaan
c)Selektivitas
d)Mencari dan memeriksa
e)Aktif dan giat
f) Penatahan diri
Ringkasan buku keempat
Listenig to spoken english
Chapter I
1. The need to teach the comprehensip of spoken english
During the first half of this century yhe emphasis n foreign language teaching was laid
on the teaching of written language and, specifically, of literary language. A few enthusiastd
insisted that the spoken laguage should be taught as well, but it is only during the last twenty
years that this view has prevailed and become widely accepte. Most students now get some
training in the spoken language though it is still very difficult in many countries for the hard
pressed teachers of English to find a place for it on the timeable. However, a curious
imbalance has persisted in the teaching of spoken in English. All the emphasis has been laid
on the teaching of the pronunciation of English.
There seems to have been very little, if any, explicit teachingof the comprehension of
spoken English. In the situation which existed twenty years ago this imbalance was very
understanable few students had the opportunity to travel abroad to English speaking
15

countries, so they were never exposed to English spoken in an English situation. Moreover
there existed very fine descriptions of the pronunciation of English (ward, 1945;Jones, 1918)
but there were no courses available which were concerned with the teaching of students to
understand English as spoken by native English speakers. It was assumed that students would
pick up an ability to understand the spoken message naturally, as they acquired some
command of the production of English pronunciation. After all, they were exposed to their
teacher speaking English and, if they were lucky, to records and tapes of English. Just as
young English children learn to understand the spoken laguage by degrees, as they are
exposed to it, so would the foreign student.
This idealistic view is naturally attractive to teachers in that they want to teach good
English to their students. Since their main interest is in teaching their students correct
pronunciation, they naturally want to find a slow, clear model for the student to imitate. Slow
colloquial is an ideal model for their purpose for the following reasons. Each sentence is
uttered as a sequence of readily identifiabel words. It is repeatable because each word has a
very stable phonetic from in this style of English. The teacher can provide a cleaar model and
can hear wether or not the student is copying the model correctly.

Chapter II
Idea segment, syllables and words
In this chapter I disccus how our nations of the ideal form of consonants and vowels,
syllables and words, are arrived at and give a brief description of these ideal froms. In the
discription of informal speech i shall constantly refer back to the ideal forms and describe
the patterns of simplification that we shall observe in informal speech in terms of depature
from these ideal forms.

1. The phoneme
It is well know that the orthographic from of a word may not always correspond
directly with the sequence of segments which is heard when the word is spoken aloud. Thus
for example the initial consonant in no, know and gnome is n n each case despite the
orthographic veriety. On the other hand boot and foot are pronounced with different vowels
16

despite the orthograpich similarity. However, for any given accent of English it is possible to
construct a phonemic transcription, in which the same sound is always represented by the
same symbol.
2. The consinants of English
It is possible to identify each consonan by statiting there facts about it:
a) Whereabouts in the mounth it is produced
b) What sort of articulatry
c) What is happening in the larynx is the consonant voiceless or voiced.
Rather than describe each consonant separately. I shall describe the features that
identify sets of consonants. In the following table the consonants are arranged into rows and
columns. Each column hane some articulatory feature in common. Only / h / does not shere
any classificatory features with any other consonant. Each column contains a set of
consonants that have in common that fact that they are produced in the same part of the
mouth. Rowa 1 (and 1i) to 4 contain sets of consonants that are formed by similar articulatory
postures. Row 1 and 2 contain consonants that differ from those in rows Ii and 2i by being
voiceless as opposed to voiced.

Chapter III
The function of rhythm
Every languange has its own characteristic rhytm and one of the most difficult areas to
master of the spoken from of foreign language is that of rhythm. The rhythm is part of the
general look of how the speakers of their language speak it. It is intimately bound in with the
whole muscular setting which charaterizes the speakers of different languages-the way the
head is held and moved during speech, the way the lower jaw and tongue are held in relation
to the upper jaw, te great variety of bodily movement of different kinds which help us to
identify speakers of different language even without hearing them speak. It takes a great deal
of confidence to be able to put aside the identifying muscular characteristics of ones own
language and adopt those of another, and very few teaching programmes will find time to try
to teach students to master anything so difficult. It is however essential that students should
be ecouraged to be aware of these characterisic. This is because rhythm in English is not just t
17

something extra, added to the basic sequence of consonants and vowels, it is the guide to the
structure of information in the spoken message.
We will begin by disscussing what rhythm is and then go on to discuss its funcition. The
rhythm of English is based on the contrast of stressed and unstressed syllables. If you watch
an English speakers talk ing you will be able to see, without hearing what he is saying, where
the stressed syllables are. All the big muscular movements that he makes are in time with the
stressed syllables. When he waves his arms, nods his head, puts his foot down, raises his
eyebrows, frowns, opens hs jaw more widely, purses his lips ; all this is done in time with the
rhyth of speech. This is of course hardly surising. All human physical activity which is
extended in time tends to be rhythmical activity breathing, running, walking, sewing,
knitting, swimming, peeling potatoes for example.

Chapter IV
Patterns of simplification in informal speech
Hitherto we have considered he froms of speech that we expect to hear spoken in a
slow colloquial style of speech. We have described the ideal consonants and vowels as
they might occur in isolation, the ideal syllable structure and the ideal streess structure
of words as they occur in this style. We noted in discussing the ideal stress structure that
even in a very slow, formal, stayle of speech the unstressed syllables are less explicitly
pronounced than the stressed syllables. In normal informal speech when the speaker is
concentrating on what he is saying, and not on how he is sayinng it, he will tend to articulate
in the most efficient manner - he will make artculatory gestures that are suffecient to allow
the units of his message to be identified but hi will reduce any articulatory gesture whose
explicit movement is not necessary to the comprehension of his message. He will smooth out
any articulatory gestures that he can do without if his tongue is already in one position and
the next consonant but one in asequence requires the same tongue position, the intervening
consonant may be smoothed out, if it is not initial in a stressed syllable.
Chapter V
The function of intonation

18

It is very common to find a great deal of emphasis laid on the teaching of intonation. It is felt,
rightly, that the intonation of an utterance contributes in a significant way to the meaning of
the utterance. On the other hand it is frequently the case that no one is quite sure how much
has to be included within the term intonation and very frequemtly it is simply a rag bag
term for any variable that expresses the speakers attitude to what he is saying. Foreign
students working in Britain often feel that if only they could control intonation they would
understand when a native speaker is launghing with them and when he is laughing at them,
when he is being sincere and when he is being facetious, when a sequence of word like that
sounds like a very serious accident means that the speaker thinks that the accident was really
serious or when he means that a great deal of fuss is being made about nothing, that it is
hardly an accident at all.
In order to reduce the discussion to teachable deminsions i shall restrict the use of the
term intonation to refer only to the variation in direction of the pitch of the voice of the
speaker - other veriables, like loundness, speed of delivery, variation in voice quality i shall
call paralinguistic features and discuss separately from intonation on pitch moves up and
down and down and whereabouts in the voice range of the individual, high or low, the
utterances is placed, i shall also include under paralinguistic features. So in this chapter we
are simply going to talk about the organization of the rise and fall in pitch of the voice when
the speaker is speaking with a straight face, meaning what he says, and is speaking
normally loudly, normally fast and within his normal voice range.
Chapter VI
Verbal fillers in speech
In this chapter i am going ton consider what i shall rather loosely call fillers. These
are words, phrases and sometimes just noises like er which do not contribute much, if
anything, to the new information content of an utterance but perform several valuable
function in speech. The examplification will be drawn from the speech of public speakers,
informal conversations and interviews. To begin with, let us resume the discussion of how
speech is produced which we began in chapter 5. There we noted that while a speaker is
speaking, he is simultaneously planning what he is going to say next, and also monitoring
what he is saying. He must be monitoring at many different levels of organization, because
we can observe that he is capable of making different sort of correction. He must observe that
he is pronouncing in an adequately clear manner and that he is not makin any phonetic errors.
19

Sometimes people do make phonetic errors which they correct in mid sentence. So we hear
someone say
I saw there [ bring] + i mean big + dogs having a fight out there
And we say thet he has made a tongue slip. There is a nice example of a tongue slip in the
text wich were going to discuss in this chapter.
Down to fouling of [prefel] + propellors
Chapter VII
Paralinguistic features
The term paralinguistic is veriously used in the literature so i shall begin this
discussion by saying what i mean by it. I take it to include those aspects of speech which we
have not yet discussed under the heading of rhythm and intonation but which,
nonetheless, affect the meaning of the message. One reason why this area is very rarely tsught
to overseas student is because it is not yet well described-there is no generally accepted
framework that can be referred to. However for a student who wishes to cope in a native
English context it is essential to understand what his tutor means when he says i think
youre getting on very well with your English . Is it a firm, thoughtful remark, a perfunctory
comment or really an expression of the gravest doubt as to the students progresss?
The problem in discussing this area is how to establish a foundation of known and
agreed fact to build some sort of framework on. I had originally hoped to move from the
paralinguistically unmarked speech of the newsreader to study the speech of actors in radio
and television plays and to consider how they express emotion. The gratifying thing about
studying actors is that they make the expresion of emotion a little larger than life so it is
easier to see what is going on. However unless you have seen the actors that i have seen, and
unless you agree that the emotions i think they are expressing are indeed those same
emotions, we have no common base to work from. So i have decide instead to work from a
more obviously common basis quotations from English novels.
Chapter VIII
Theaching the comprehension of spoken English
I have tried to suggest some of the ways in which the pronunciation of normal
informal English, unmarked for any special attitude, may be expected to differ from that of a
very explicit slow colloquial from. I have made a tentative outline of the way in which
20

paralinguistic variables may function to modify the meaning of an utterance that is marked
for attitude. I want, in this chapter, to suggest some of the ways in which this description may
be used in teaching students to understand ordinary informal spoken English. It should hardly
be necessary to repeat that the syntactic sucture of spontaneous informal speech will be just
as different from that of a carefully prepared, carefully read text as the phonetic details are.
Ideally any programme for teaching the comprehension of spoken English should include
study of these syntactic variables as well as the differences in phonetic realization.
When they begin to learn a new language, student are always exposed to this new
language in its fullest and most explicit form. The patterns that they are required to copy and,
later, to produce are either single words or short sentences carefully and slowly enunciated. In
the early stages while the student is still struggling with an unfamiliar sound system, not to
mention exotic syntactic and lexical forms, this is clearly the only practicable approach.

ARTINYA:
Listenig untuk berbicara bahasa Inggris
Bab I 1. Kebutuhan untuk mengajarkan bahasa Inggris yang diucapkan comprehensip
Selama paruh pertama abad , penekanan bahasa asing ini mengajar diletakkan pada
pengajaran bahasa tertulis dan, secara khusus, bahasa sastra. Beberapa enthusiastd bersikeras
bahwa laguage diucapkan harus diajarkan juga, tetapi hanya selama dua puluh tahun terakhir
bahwa pandangan ini telah berlaku dan menjadi banyak accepte. Kebanyakan siswa sekarang
mendapatkan beberapa pelatihan dalam bahasa lisan meskipun masih sangat sulit di banyak
negara untuk hard - guru ditekan bahasa Inggris untuk menemukan tempat untuk itu di
timeable tersebut. Namun, ketidakseimbangan penasaran telah bertahan dalam pengajaran
berbicara dalam bahasa Inggris. Semua penekanan telah diletakkan pada pengajaran
pengucapan bahasa Inggris. Ada tampaknya telah sangat sedikit, jika ada, eksplisit teachingof
pemahaman berbicara bahasa Inggris. Dalam situasi yang ada dua puluh tahun yang lalu
ketidakseimbangan ini sangat understanable - beberapa siswa memiliki kesempatan untuk
bepergian ke luar negeri ke negara-negara berbahasa Inggris, sehingga mereka tidak pernah
terkena Inggris diucapkan dalam situasi bahasa Inggris. Selain itu ada ada deskripsi yang
sangat baik dari pengucapan bahasa Inggris (bangsal, 1945; Jones, 1918) namun tidak ada
21

program studi yang tersedia yang berkaitan dengan pengajaran siswa untuk memahami
bahasa Inggris sebagai diucapkan oleh penutur asli bahasa Inggris. Diasumsikan bahwa siswa
akan mengambil kemampuan untuk memahami pesan lisan secara alami, karena mereka
memperoleh beberapa perintah produksi pengucapan bahasa Inggris. Setelah semua, mereka
terkena guru mereka berbicara bahasa Inggris dan, jika mereka beruntung, catatan dan kaset
bahasa Inggris. Hanya anak-anak berumur English belajar memahami diucapkan laguage oleh
derajat, karena mereka terkena itu, sehingga akan siswa asing.
Pandangan idealis ini secara alami menarik bagi guru dalam bahwa mereka ingin mengajar "
baik " bahasa Inggris kepada siswa mereka . Karena kepentingan utama mereka adalah dalam
mengajar siswa mereka pengucapan yang benar , mereka secara alami ingin mencari , model
yang jelas lambat untuk siswa untuk meniru . Sehari-hari lambat adalah model ideal untuk
tujuan mereka untuk alasan berikut . Setiap kalimat diucapkan sebagai urutan kata-kata
mudah identifiabel . Hal ini berulang karena setiap kata memiliki fonetik sangat stabil dari
dalam gaya ini Inggris . Guru dapat memberikan model cleaar dan dapat mendengar cuaca
atau tidak siswa adalah menyalin model dengan benar .
Bab II
'Ide' segmen, suku kata dan kata-kata
Dalam bab ini saya disccus bagaimana bangsa kita dari bentuk 'ideal' dari konsonan dan
vokal, suku kata dan kata-kata, yang tiba di dan memberikan penjelasan singkat ini froms
'ideal'. Dalam discription dari pembicaraan informal saya terus mengacu kembali ke bentuk
'ideal' dan menggambarkan pola penyederhanaan yang akan kita amati dalam pembicaraan
informal dalam hal depature dari bentuk-bentuk yang ideal.
1. The fonem
Hal ini juga tahu bahwa ortografi dari sebuah kata tidak selalu sesuai langsung dengan urutan
segmen yang terdengar ketika kata tersebut diucapkan dengan suara keras. Jadi misalnya
konsonan awal tidak, tahu dan gnome adalah nn setiap kasus meskipun veriety ortografi.
Pada boot sisi lain dan kaki yang diucapkan dengan vokal yang berbeda meskipun kesamaan
orthograpich. Namun, untuk setiap aksen tertentu bahasa Inggris adalah mungkin untuk
membangun sebuah transkripsi fonemik, di mana suara yang sama selalu diwakili oleh
simbol yang sama.
22

2. consinants Inggris
Hal ini dimungkinkan untuk mengidentifikasi setiap consonan oleh statiting ada fakta-fakta
tentang hal itu:
a) Keberadaan di mounth itu diproduksi
b) seperti apa articulatry
c) Apa yang terjadi di laring - adalah konsonan 'bersuara' atau 'menyuarakan'.
Daripada menjelaskan setiap konsonan secara terpisah. Saya akan menjelaskan fitur yang
mengidentifikasi set konsonan. Dalam tabel berikut konsonan disusun dalam baris dan
kolom. Setiap kolom hane beberapa fitur artikulatoris yang sama. Hanya / h / tidak Shere
setiap fitur klasifikasi dengan konsonan lainnya. Setiap kolom berisi satu set konsonan yang
memiliki kesamaan fakta bahwa mereka diproduksi di bagian yang sama dari mulut. Rowa 1
(dan 1i) ke 4 berisi set konsonan yang dibentuk oleh postur artikulasi yang sama. Baris 1 dan
2 mengandung konsonan yang berbeda dari yang di baris Ii dan 2i dengan menjadi bersuara
sebagai lawan menyuarakan.
Bab III
Fungsi irama
Setiap languange memiliki ritme karakteristik sendiri dan salah satu daerah yang
paling sulit untuk menguasai dari lisan dari bahasa asing adalah bahwa irama. Irama adalah
bagian dari tampilan umum bagaimana penutur bahasa mereka berbicara itu. Hal ini erat
terikat dengan pengaturan seluruh otot yang charaterizes speaker yang berbeda bahasa-cara
kepala dipegang dan pindah selama pidato, cara rahang bawah dan lidah diadakan dalam
kaitannya dengan rahang atas, berbagai te dari tubuh gerakan dari berbagai jenis yang
membantu kita untuk mengidentifikasi penutur bahasa yang berbeda bahkan tanpa mendengar
mereka berbicara. Dibutuhkan banyak kepercayaan untuk dapat mengesampingkan
karakteristik otot mengidentifikasi bahasa sendiri seseorang dan mengadopsi mereka dari
yang lain, dan sangat sedikit program pengajaran akan menemukan waktu untuk mencoba
untuk mengajar siswa untuk menguasai sesuatu yang begitu sulit. Hal tersebut adalah penting
bahwa siswa harus ecouraged untuk menyadari characterisic ini. Hal ini karena ritme dalam

23

bahasa Inggris tidak hanya t sesuatu yang ekstra, ditambahkan ke urutan dasar konsonan dan
vokal, itu adalah panduan untuk struktur informasi dalam pesan lisan.
Kami akan mulai dengan disscussing apa ritme adalah dan kemudian pergi untuk membahas
funcition nya. Irama bahasa Inggris didasarkan pada kontras dari stres dan tanpa tekanan suku
kata. Jika Anda menonton penutur bahasa Inggris bicara ing Anda akan dapat melihat, tanpa
mendengar apa yang dia katakan, di mana suku kata stres adalah. Semua gerakan otot besar
bahwa ia membuat dalam waktu dengan suku kata stres. Ketika ia gelombang tangannya,
mengangguk kepalanya, menempatkan kaki ke bawah, mengangkat alisnya, mengerutkan
kening, membuka hs rahang lebih luas, dompet bibirnya; semua ini dilakukan dalam waktu
dengan rhyth berbicara. Hal ini tentu saja tidak surising. Semua aktivitas fisik manusia yang
diperpanjang dalam waktu cenderung aktivitas ritmis - pernapasan, berlari, berjalan,
menjahit, merajut, berenang, mengupas kentang misalnya.

Bab IV
Pola penyederhanaan dalam pembicaraan informal
Sampai sekarang kami telah dianggap dia froms pidato yang kita harapkan untuk
mendengar berbicara dalam gaya sehari-hari lambat berbicara. Kami telah menggambarkan
konsonan 'ideal' dan vokal karena mereka mungkin terjadi dalam isolasi, struktur suku kata
'ideal' dan struktur streess 'ideal' kata-kata karena mereka terjadi dalam gaya ini. Kami
mencatat dalam membahas 'ideal' struktur stres yang bahkan dalam stayle sangat lambat,
formal, berbicara suku kata tanpa tekanan kurang eksplisit diucapkan daripada suku kata
stres. Dalam pembicaraan informal normal ketika pembicara berkonsentrasi pada apa yang ia
katakan, dan bukan pada bagaimana ia sayinng itu, ia akan cenderung untuk
mengartikulasikan dengan cara yang paling efisien - ia akan membuat gerakan artculatory
yang suffecient untuk memungkinkan unit pesannya diidentifikasi tetapi hi akan mengurangi
setiap gerakan artikulatoris yang gerakan eksplisit tidak perlu pemahaman pesannya. Dia
akan memuluskan setiap gerak artikulasi yang ia dapat lakukan tanpa - jika lidahnya sudah
dalam satu posisi dan berikutnya konsonan tapi satu di asequence membutuhkan posisi lidah
yang sama, intervensi konsonan dapat merapikan, jika tidak awal dalam menekankan suku
kata.
Bab V
24

Fungsi intonasi
Hal ini sangat umum untuk menemukan banyak penekanan diletakkan pada pengajaran
intonasi. Hal ini dirasakan, benar, bahwa intonasi ucapan kontribusi secara signifikan
terhadap makna ucapan. Di sisi lain itu adalah sering terjadi bahwa tidak ada yang tahu pasti
berapa banyak yang harus dimasukkan dalam 'intonasi' jangka - dan sangat frequemtly itu
hanya kain - tas istilah untuk setiap variabel yang mengekspresikan sikap pembicara dengan
apa yang dia adalah mengatakan. Siswa asing yang bekerja di Inggris sering merasa bahwa
jika saja mereka bisa mengontrol intonasi mereka akan mengerti ketika seorang penutur asli
yang launghing dengan mereka dan ketika ia menertawakan mereka, ketika ia sedang tulus
dan ketika ia sedang bercanda, ketika urutan kata seperti itu terdengar seperti kecelakaan
yang sangat serius berarti bahwa pembicara berpikir bahwa kecelakaan itu benar-benar serius
atau ketika ia berarti bahwa banyak rewel sedang dibuat tentang apa-apa, bahwa itu adalah
hampir tidak kecelakaan sama sekali.
Dalam rangka mengurangi diskusi untuk deminsions mendidik saya akan membatasi
penggunaan istilah 'intonasi' untuk merujuk hanya untuk variasi dalam arah nada suara
pembicara - veriables lainnya, seperti loundness, kecepatan pengiriman, variasi kualitas suara
saya akan memanggil 'paralinguistik' fitur dan mendiskusikan secara terpisah dari intonasi di
lapangan bergerak naik dan turun dan turun dan keberadaan di kisaran suara individu, tinggi
atau rendah, ucapan-ucapan ditempatkan, saya akan juga mencakup di bawah fitur
'paralinguistik' . Jadi dalam bab ini kita hanya akan berbicara tentang organisasi naik dan
turun di lapangan dari suara ketika pembicara sedang berbicara dengan 'wajah lurus', yang
berarti apa yang dia katakan, dan berbicara normal keras, biasanya cepat dan dalam Kisaran
suara normal.
Bab VI
Lisan 'pengisi' dalam pidato
Dalam bab ini saya akan ton mempertimbangkan apa yang saya harus agak longgar
sebut 'pengisi'. Ini adalah kata-kata, frase dan kadang-kadang hanya suara-suara seperti er
yang tidak berkontribusi banyak, jika ada, dengan isi informasi baru dari sebuah ucapan, tapi
melakukan beberapa fungsi yang berharga dalam sambutannya. Examplification yang akan
diambil dari pidato pembicara publik, percakapan informal dan wawancara. Untuk mulai
dengan, mari kita melanjutkan pembahasan tentang bagaimana pidato diproduksi yang kami
25

mulai di bab 5. Ada kami mencatat bahwa sementara pembicara berbicara, ia secara
bersamaan merencanakan apa yang akan dia katakan selanjutnya, dan juga memantau apa
yang ia katakan . Ia harus memantau di berbagai tingkatan organisasi, karena kita dapat
mengamati bahwa ia mampu membuat semacam berbeda dari koreksi. Dia harus mengamati
bahwa ia mengucapkan secara memadai jelas dan bahwa ia tidak Makin kesalahan fonetik.
Kadang-kadang orang membuat kesalahan fonetik yang mereka benar pada pertengahan kalimat. Jadi kita mendengar seseorang berkata
Saya melihat ada [membawa] + i berarti + anjing besar memiliki perkelahian di luar sana
Dan kita mengatakan thet ia telah membuat slip lidah. Ada contoh yang bagus dari slip lidah
di Wich teks kita akan bahas dalam bab ini.
Turun ke fouling dari [prefel] + propellors
Bab VII
Fitur paralinguistik
Istilah 'paralinguistik' adalah veriously digunakan dalam literatur jadi saya akan
memulai pembahasan ini dengan mengatakan apa yang saya maksud dengan itu. Saya bawa
ke mencakup aspek-aspek pidato yang kita belum dibahas di bawah judul 'ritme' dan 'intonasi'
tetapi, tetap saja, mempengaruhi makna pesan. Salah satu alasan mengapa daerah ini sangat
jarang tsught kepada siswa di luar negeri adalah karena belum juga dijelaskan-ada umumnya
kerangka diterima yang dapat disebut. Namun untuk siswa yang ingin mengatasi dalam
konteks asli bahasa Inggris adalah penting untuk memahami apa artinya guru ketika ia
mengatakan 'saya pikir Anda mendapatkan sangat baik dengan bahasa Inggris Anda'. Apakah
itu sebuah perusahaan, komentar bijaksana, komentar ala kadarnya atau benar-benar sebuah
ekspresi dari keraguan parah untuk progresss siswa? Masalah dalam membahas daerah ini
adalah bagaimana membangun pondasi yang diketahui dan disepakati Bahkan untuk
membangun semacam kerangka kerja pada. Saya awalnya berharap untuk pindah dari
paralinguistically pidato 'tanpa tanda' dari pembaca berita untuk mempelajari pidato aktor
dalam drama radio dan televisi dan untuk mempertimbangkan bagaimana mereka
mengekspresikan emosi. Hal memuaskan tentang belajar aktor adalah bahwa mereka
membuat expresion emosi sedikit lebih besar daripada kehidupan sehingga lebih mudah
untuk melihat apa yang sedang terjadi. Namun kecuali jika Anda telah melihat aktor yang
saya lihat, dan kecuali Anda setuju bahwa emosi saya pikir mereka mengekspresikan
memang emosi yang sama, kita tidak memiliki dasar umum untuk bekerja dari. Jadi saya
26

harus memutuskan bukan untuk bekerja dari dasar yang lebih jelas umum - kutipan dari novel
bahasa Inggris.
Bab VIII
Theaching pemahaman berbicara bahasa Inggris
Saya telah mencoba untuk menyarankan beberapa cara di mana pengucapan yang
normal resmi Inggris, ditandai untuk setiap sikap khusus, dapat diharapkan berbeda dari yang
dari sehari-hari lambat sangat eksplisit dari. Saya telah membuat garis tentatif cara di mana
variabel paralinguistik dapat berfungsi untuk memodifikasi makna ucapan yang ditandai
sikap. Saya ingin, dalam bab ini, untuk menyarankan beberapa cara di mana deskripsi ini
dapat digunakan dalam mengajar siswa untuk memahami biasa informal yang berbicara
bahasa Inggris. Ini tidak harus diperlukan untuk mengulangi bahwa sucture sintaksis dari
pembicaraan informal spontan akan sama berbeda dari sebuah hati-hati disiapkan, hati-hati
membaca teks sebagai rincian fonetik adalah. Idealnya program apapun untuk mengajarkan
pemahaman berbicara bahasa Inggris harus mencakup studi ini variabel sintaksis serta
perbedaan realisasi fonetis. Ketika mereka mulai belajar bahasa baru, mahasiswa selalu
terkena bahasa baru ini dalam bentuk yang paling penuh dan paling eksplisit. Pola-pola yang
mereka diwajibkan untuk menyalin dan, kemudian, untuk menghasilkan yang baik kata-kata
tunggal atau kalimat pendek dengan hati-hati dan perlahan-lahan diucapkan. Pada tahap awal,
sementara mahasiswa masih berjuang dengan sistem suara asing, belum lagi bentuk sintaksis
dan leksikal eksotis, ini jelas satu-satunya pendekatan praktis.

2.3 PENILAIN TERHADAP BUKU


1. BAB I
Buku satu (diktat menyimak) dengan Buku dua (menyimak sebagai suatu
keterampilan berbahasa karya : Prof.DR.Henry Guntur Tarigan dengan buku
ketiga (Listening To Spoken English )

27

Buku satu dan buku dua memiliki banyak kesamaan di bab 1. Bab 1 dan bab 2 sama
sama menjelaskan tentang menyimak sebagai suatu keterampilan berbahasa. Di bab 1 dan
bab 2 sama sama di jelaskan secara detail. Sementara di buku ketiga hal hal itu tidak di
jelaskan. Sangat jauh berbeda dengan buku satu dan dua.

2. BAB II
Buku satu (diktat menyimak) dengan Buku dua (menyimak sebagai suatu
keterampilan berbahasa karya : Prof.DR.Henry Guntur Tarigan dengan buku
ketiga (Listening To Spoken English )
Buku satu lebih membahas tentang hakikat menyimak, edangkan buku dua membahas
tentang batasan batasan dalam menyimak, dan buku tiga membahas tentang sesuatu yang
tidak berhubungan degan menyimak, judul buku ketiga tidak sesuai dengan isinya.
3. BAB III
Buku satu (diktat menyimak) dengan Buku dua (menyimak sebagai suatu
keterampilan berbahasa karya : Prof.DR.Henry Guntur Tarigan dengan buku
ketiga (Listening To Spoken English )
Buku satu membahas tentang menyimak efektif sementara buku dua membahas tentang
suasana saat menyimak , sementara buku tiga memabahas tentang hal lain di luar menyimak.

4. BAB IV
Buku satu (diktat menyimak) dengan Buku dua (menyimak sebagai suatu
keterampilan berbahasa karya : Prof.DR.Henry Guntur Tarigan dengan buku
ketiga (Listening To Spoken English )
Buku satu menjelaskan tentang menyimak komfrehensif dan menjelaskannya secara
detail, sedangkan buku dua membahas tentang faktor yang mempengaruhi proses menyimak
dan buku ketiga tidak membahas tentang hal yang berhubungan dengan menyimak, tidak
sesuai dengan judul buku.
28

5. BAB V
Buku satu (diktat menyimak) dengan Buku dua (menyimak sebagai suatu
keterampilan berbahasa karya : Prof.DR.Henry Guntur Tarigan dengan buku
ketiga (Listening To Spoken English )
Buku satu menjelaskan tentang pembelajan menyimak secara mendalam, sedangkan
buku dua membahas tentang situasi saat menyimak dan buku ketiga tidak sesuai dan jauh
berbeda dengan buku satu dan dua.
6. BAB V
Buku satu (diktat menyimak) dengan Buku dua (menyimak sebagai suatu
keterampilan berbahasa karya : Prof.DR.Henry Guntur Tarigan dengan buku
ketiga (Listening To Spoken English )
Buku satu tidak terdapat bab vi, sedangkan buku dua ada bab vi dan membahas
tentang meningkakan daya simak, sedangkan buku dua membahas yang tidak berhubungan
dengan menyimak, padahal judulnya berhubungan dengan menyimak.

7. BAB V
Buku satu (diktat menyimak) dengan Buku dua (menyimak sebagai suatu
keterampilan berbahasa karya : Prof.DR.Henry Guntur Tarigan dengan buku
ketiga (Listening To Spoken English )

Buku dua menyeaskan tentang mencari bahan simakan yang menarik penyimak,
sedangkan buku dua membahas hal lain yang tidak berhubungan degan menyimak.
KELEMAHAN BUKU
Pada buku atau diktat, kata kata yang digukan cukup ringan sehinngga mudah utuk
di megerti, dan pembaca tidak perlu pusing atau lebih berkerja keras lag untuk dapat mengeri
kalimat atau kata yang ada di dalam dikatat. Pada buku Henry Guntur Tarigan, kajian konsep
kata dan kalimat yang disajikannya sulit dimengerti oleh pembaca atau tidak mudah dipahami

29

saat dibaca. Hampir banyak persaman-persamaan yang diulang-ulang. Dan kata-katanya


sangat baku.
Dalam buku Henry Guntur Tarigan, Ia menjelaskan materi secara berbelit-belit dan
membuat pusing pembaca.
Bahasa dan kalimat yang digunakan Henry Guntur Tarigan dalam bukunya tersebut
lumayan susah untuk dimengerti dan dicerna, kata-katanya tidak begitu mudah untuk
dipahami sehingga pembaca harus lebih serius dan berkonsentrasi saat membacanya.
Sedangkan pada buku Gillian Brown, kata kata atau kalimat yang di gunakan cukup bisa di
mengerti, tetapi ada juga bagian bagian yang sulit dipahami, apalagi ketika melihat isinya
masih dalam bahasa inggris dan belum di translite.
KELEBIHAN BUKU
Isi dari buku diktat, sudah baik, tetapi belum lengkap. Di buku diktat hanya terdapat V
bab tentang menyimak. Isi buku dan penjelasan dalam buku Henry Guntur Tarigan sudah
lengkap, karena ia mengupas tuntas semuanya dan Ia juga membahasnya semua satu per satu
sehingga pembaca dapat memilah-milah satu per satu dari materi tersebut. Buku karya
Michael Rost ini bisa menjadi buku pedoman yang baik bagi para mahasiswa untuk
menambah pengetahuan yang lebih baik lagi. Sampul/cover yang digunakan pada buku
Henry Guntur Tarigan kelihatan simple tetapi tetap menarik dan sederhana.
Salah satu keunikan dari buku Henry Guntur Tarigan ini adalah disertai juga dengan gambar
ataupun diagaram yang dapat memperjelas pembahasan dan mudah diketahui secara langsung
dan singkat tanpa membaca lagi isi kalimat-kalimat itu lagi. Buku ini cocok digunakan untuk
mahasiswa sebagai panduan dan pedoman untuk menambah pengetahuan tentang menyimak
dan listening. Buku ini juga bisa dijadikan sebagai dasar pengetahuan mahasiswa untuk
melanjutkan perkuliahan disemester berikutnya. Isi buku listening to spoken English tidak
sesuai dengan isi dan penjabaran isinya.
PERBEDAAN BUKU
Beda kedua buku ini adalah tampak dari segi bahasa yang digunakan dalam
membahas dan menyajikan materi dan cakupan materi yang dibahas. Karena dalam buku
Menyimak Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa materi yang dibahas berbeda cakupannya

30

dengan apa yang dibahas dalam buku listening to spoken English tidak sesuai judul buku
degan apa yang dibahas

FOTO BUKU SATU

FOTO BUKU KEDUA

31

BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Setiap keterampilan itu erat sekali berhubungan dengan ketiga keterampilan lainnya
dengan cara yang beraneka ragam. Dalam memperoleh keterampilan berbahasa biasanya kita
melalui suatu hubungan urutan yang terakhir: mula-mula pada masa kecil kita belajar
menyimak bahasa, kemudian berbicara, sesudah itu kita membaca, dan menulis. Menyimak
dan berbicara kita pelajari sebelum memasuki sekolah. Sedangkan membaca dan menulis
dipelajari di sekolah. Keempat keterampilan tersebut pada dasarnya merupakan satu kesatuan,
merupakan caturtunggal.
setiap keterampilan itu erat pula berhubungan dengan proses-proses berpikir yang
mendasari bahasa. Bahasa seseorang mencerminkan pikirannya. Semakin terampil seseorang
berbahasa, semakin cerah dan cerdas pula jalan pikirannya. Keterampilan hanya dapat
diperoleh dan di kuasai dengan jalan praktek dan banyak latihan. Melatih keterampilan
berbahasa berarti pula melatih keterampilan berpikir.
SARAN
Didalam keempat keterampilan berbahasa yaitu menyimak, membaca, berbicara dan
menulis yang paling sering ataupun banyak dilakukan seseorang persenannya yang paling
tinggi dan paling banyak adalah menyimak. Hendaklah menyimak dijadikan sebagai
keterampilan yang bagus dan diadakan pelatihan juga. Agar setap orang bisa menyimak
segala sesuatunya dengan bagus sehingga tidak salah paham dan mengandung pengertian
yang salah.

32

DAFTAR PUSTAKA

Lubis, Joharis. 2014.Terampil Menyimak.Medan


Tarigan, Henry Guntur. 1986. Menyimak Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung:
Angkasa.
Brown, Gilliam.1977. Listening to Spoken English. London: Longman

33