Anda di halaman 1dari 35

SISTEM

KARDIO VASKULER
Oleh :
Muhammad Yahya

Pendahuluan
Jantung terletak didalam rongga mediastinum
dari ronga dada (toraks) diantara kedua paru.
Selaput yang melapisi jantung disebut
perikardium yang terdiri atas 2 lapisan:
Perikardium parietalis, yaitu lapisan luar yang melekat
pada tulang dada dan selaput paru.
Perikardium viseralis, yaitu lapisan permukaan dari
jantung itu sendiri yang juga disebut epikardium.

Diantara kedua lapisan tersebut terdapat cairan


perikardium sebagai pelumas yang berfungsi
mengurangi gesekan akibat gerak jantung saat
memompa.

Struktur Jantung
Dinding jantung terdiri dari 3 lapisan:
1. Lapisan luar disebut epikardium atau
perikardium.
2. Lapisan tengah merupakan lapisan
berotot, disebut miokardium.
3. Lapisan dalam disebut endokardium.

Ruang Jantung
Jantung terdiri dari 4 ruang, yaitu dua ruang yang
berdinding tipis disebut atrium (serambi), dan 2 ruang
yang berdinding tebal disebut ventrikel (bilik).

Atrium

Atrium kanan berfungsi sebagai penampungan darah


yang rendah oksigen dari seluruh tubuh. Darah
tersebut mengalir melalui vena kava superior, vena
kava inferior, serta sinus koronarius yang berasal dari
jantung sendiri. Dari atrium kanan kemudian darah di
pompakan ke ventrikel kanan.
Atrium kiri menerima darah yang kaya akan oksigen
dari paru melalui 4 buah vena pulmonalis. Kemudian
darah dialirkan ke ventrikel kiri.
Antara kedua atrium dipisahkan oleh sekat yang
disebut septum atrium

Ventrikel

Ventrikel kanan, menerima darah dari


atrium kanan yang kemudian
dipompakan ke paru melalui arteri
pulmonalis.
Ventrikel kiri, menerima darah dari atrium
kiri kemudian memompakannya ke
seluruh tubuh melalui aorta.
Kedua ventrikel dipisahkan oleh sekat
yang disebut septum ventrikel

Katup Jantung
1. Katup Atrioventrikuler
Katup Tricuspidalis
Katup Bicuspidalis / Mitral

2. Katup Semilunar
Katup Pulmonal
Katup Aorta

Arteri Koroner
Sirkulasi koroner terdiri dari: arteri koroner
kanan dan arteri koroner kiri. Arteri koroner
bermuara di sebelah atas daun katup aorta yang
disebut sinus valsava.
Vena Jantung
Distribusi vena koroner sesungguhnya paralel
dengan distribusi arteri koroner. Sistem vena
jantung terdiri dari 3 bagian: vena tebesian,
vena kardiaka anterior, sinus koronaria.

Pembuluh Darah
Keseluruhan sistem peredaran (sistem
kardiovaskuler) terdiri dari arteri, arteriola,
kapiler, venula dan vena

Arteri

Arteri berfungsi untuk transportasi darah dengan


tekanan yang tinggi ke seluruh jaringan tubuh.
Dinding arteri kuat dan elastis (lentur), kelenturannya
membantu mempertahankan tekanan darah diantara
denyut jantung. Dinding arteri banyak mengandung
jaringan elastis yang dapat teregang saat sistol dan
mengadakan rekoil saat diastol.

Arteriola
Merupakan cabang paling ujung dari sistem
arteri, berfungsi sebagai katup pengontrol untuk
mengatur pengaliran darah ke kapiler. Arteriol
mempunyai dinding yang kuat sehingga mampu
kontriksi atau dilatasi beberapa kali ukuran
normal, sehingga dapat mengatur aliran darah
ke kapiler. Otot arteriol dipersarafi oleh serabut
saraf kolinergik yang berfungsi vasodilatasi.
Arteriol merupakan penentu utama
resistensi/tahanan aliran darah, perubahan
pada diameternya menyebabkan perubahan
besar pada resistensi.

Kapiler
Merupakan pembuluh darah yang halus dan
berdinding sangat tipis, yang berfungsi sebagai
jembatan diantara arteri (membawa darah dari
jantung) dan vena (membawa darah kembali ke
jantung).
Kapiler memungkinkan oksigen dan zat makanan
berpindah dari darah ke dalam jaringan dan
memungkinkan hasil metabolisme berpindah dari
jaringan ke dalam darah.
Venula
Dari kapiler darah mengalir ke dalam venula lalu
bergabung dengan venul-venul lain ke dalam vena,
yang akan membawa darah kembali ke jantung.

Vena
Vena memiliki dinding yang tipis, tetapi
biasanya diameternya lebih besar
daripada arteri, sehingga vena dapat
mengangkut darah dalam volume yang
sama tetapi dengan kecepatan yang lebih
rendah dan tidak terlalu dibawah tekanan.
Karena tekanan dalam sistem vena
rendah maka memungkinkan vena
berkontraksi sehingga mempunyai
kemampuan untuk menyimpan atau
menampung darah sesuai kebutuhan
tubuh.

Sirkulasi Sistemik
Mengalirkan darah ke berbagai organ
tubuh.
Memenuhi kebutuhan organ yang
berbeda.
Memerlukan tekanan permulaan yang
besar.
Banyak mengalami tahanan.
Kolom hidrostatik panjang.

Sirkulasi Pulmonal
Hanya mengalirkan darah ke paru.
Hanya berfungsi untuk paru-paru.
Mempunyai tekanan permulaan yang
rendah.
Hanya sedikit mengalami tahanan.
Kolom hidrostatiknya pendek.

Sirkulasi Koroner
Sirkulasi koroner meliputi seluruh
permukaan jantung dan membawa
oksigen untk miokardium melalui cabangcabang intramiokardial yang kecil-kecil.

Aliran darah koroner meningkat pada:


Peningkatan aktifitas
Jantung berdenyut
Rangsang sistem saraf simpatis

Siklus Jantung
Depolarisasi
Merupakan rangsang listrik yang
menimbulkan kontraksi otot. Respon
mekanik dari fase depolarisasi otot
jantung adalah adanya sistolik.
Repolarisasi
Merupakan fase istirahat/relaksasi otot,
respon mekanik depolarisasi otot jantung
adalah diastolik.

Fase Siklus Jantung


Mid Diastole
Merupakan fase pengisian lambat
ventrikel dimana atrium dan ventrikel
dalam keadaan istirahat. Darah mengalir
secara pasif dari atrium ke ventrikel
melalui katup atrioventrikuler, pada saat
ini katup semilunaris tertutup dan
terdengar sebagai bunyi jantung
kedua.

Diastole Lanjut
Gelombang depolarisasi menyebar melalui atrium
berhenti pada nodus atrioventrikuler (nodus AV). Otot
atrium berkontraksi memberikan 20%-30% pada isi
ventrikel.

Sistole Awal
Depolarisasi menyebar dari sinus AV menuju
miokardium ventrikel. Ventrikel berkontraksi
menyebabkan tekanan dalam ventrikel lebih tinggi dari
tekanan atrium sehingga menyebabkan katup
atrioventrikuler menutup yang terdengar sebagai
bunyi jantung satu. Dalam keadaan ini tekanan
dalam aorta dan arteri pulmo tetap lebih besar,
sehingga katup semilunar tetap tertutup. Kontraksi
ventrikel ini disebut sebagai kontraksi isovolumetrik.

Sistole Lanjut
Tekanan ventrikel meningkat melebihi tekanan
pembuluh darah sehingga menyebabkan katup
semilunaris membuka. Setelah katup
semilunar terbuka, terjadi ejeksi isi ventrikel
kedalam sirkulasi pulmoner dan sistemik.
Diastole Awal
Gelombang repolarisasi menyebar ke ventrikel
sehingga ventrikel menjadi relaksasi. Tekanan
ventrikel turun melebihi tekanan atrium
sehingga katum AV membuka. Dengan
terbukanya katup AV maka ventrikel akan terisi
dengan cepat, 70%-80% pengisian ventrikel
terjadi dalam fase ini

Faktor Penentu kerja Jantung

Jantung sebagai pompa fungsinya


dipengaruhi oleh 4 faktor utama yang
saling terkait dalam menentukan isi
sekuncup (stroke volume) dan curah
jantung (cardiac output) yaitu:
Beban awal (pre load)
Kontraktilitas
Beban akhir (after load)
Frekuensi jantung

Hukum Frank Starling

Makin besar isi jantung sewaktu diastol,


semakin besar jumlah darah yang
dipompakan ke aorta.
dalam batas-batas fisiologis, jantung
memompakan ke seluruh tubuh darah
yang kembali ke jantung tanpa
menyebabkan penumpukan di vena.
jantung dapat memompakan jumlah
darah yang sedikit ataupun jumlah darah
yang besar bergantung pada jumlah
darah yang mengalir kembali dari vena.

Riwayat Keperawatan
Keluhan Utama :
Nyeri dada
Dyspnea
Orthopnea
PND
Mudah lelah
Palpitasi
Syncope
Penambahan berat badan, dll

Riwayat Keperawatan Masa Lalu :


Penyakit infeksi dan penyakit pada usia
anak
Penggunaan obat-obatan
Riwayat penyakait dalam keluarga
Riwayat kesehatan
Riwayat Psikososial dan Gaya Hidup:
Stress
Kebiasaan Klien
Riwayat sosial

Pemeriksaan Fisik
Tujuan :
Mengetahui ketidaknormalan denyut
jantung
Mengetahui ukuran dan bentuk
jantung secara kasar
Mengetahui bunyi jantung normal
atau abnormal
Mendeteksi gangguan kardiovaskuler

INSPEKSI DAN PALPASI


Posisikan pasien supinasi dan
pemeriksa berada di sebelah kanan
pasien
Tentukan sudut Louis (sudut sternal)
dengan palpasi
Lanjutkan dengan inspeksi dan palpasi
pada prekordial (area aorta, pulmonal,
trikuspid, ) apakah terdapat pulsasi atau
tidak

Lanjutkan ke bagian apikal untuk


memeriksa ictus cordis
Palpasi frekwensi jantung selama 1
menit (HR) bandingkan dengan
denyut nadi yang lain

PERKUSI
Tentukan Batas jantung dengan
melakukan perkusi dari sisi kanan ke kiri
untuk mengetahui batas kanan jantung
Lakukan perkusi dari atas kebawah untuk
menentukan batas atas jantung
Suara redup menunjukkan jantung dibawah
area yang diperkusi

Apeks cordis : IC 5, LMCS


Basic Cordis : IC 2, 1 jari / 1 cm
LSD
Bagian Sinistra : 2 jari / 2 cm
kearah dextra LMCS
Bagian Dextra : sejajar basic
cordis

AUSKULTASI
Anjurkan klien bernafas secara normal dan
kemudian tahan nafas saat ekspirasi untuk
mendengarkan adanya splitting
S1
Pada awal sistole dengarkan bunyi jantung
tambahan (bising jantung / murmur)
Pada periode diastole, dengarkan juga
apakah adanya murmur

Anjurkan klien bernafas normal,


dengarkan S 2 saat inspirasi,
apakah ditemukan adanya
splitting
BJ II
BJ III (dengan sisi bell) dpt
didengar pada daerah Mitral

Derajat murmur / grade murmur :


Nilai 1 : Hampir tak terdengar
Nilai 2 : terdengar lemah
Nilai 3 : Agak keras
Nilai 4 : Keras
Nilai 5 : Sangat keras
Nilai 6 : Sampai saat stetoskop
diangkat sedikit masih terdengar

Kualitas / Tinggi rendahnya nada :


Cresendo : Makin keras terdengar
Decresendo : Makin melemah
Musikal : Berirama teratur

Interpretasi :
BJ I sangat keras : klien cemas,
hipertiroid, hipertensi, anemia, mitral
stenosis
BJ I lemah : DC, pericardial effusion,
MCI, AV blok derajat I

BJ I split : Bundle Branch Block


BJ II A keras : Hipertensi sistemik,
aneurisme, aorta insufisiensi,
BJ II A lemah : Aorta stenosis
BJ II P keras : Mitral stenosis, DC kiri,
hipertensi pulmonal, atrial septal defek
BJ II P lemah : Pulmonal stenosis, atrial
septal defek
BJ III pada anak kecil dan wanita hamil :
bukan kelainan

Pemeriksaan Diagnostik
1. Prosedur Grafik :

EKG, Echocardiografi, Treadmill test

2. Pemeriksaan Lab :

Darah Lengkap, Enzim jantung, Pembekuan


darah, Seum Lipid, Serum Elektrolit, BUN,
Glukosa Darah

3. Pemeriksaan Radiologi :

X-ray dada, MRI, Kateterisasi jantung