Anda di halaman 1dari 47

SKIZOFRENIA

(Schizophrenia)
BENOSTHIAN ERSANDO
10310079
Pembimbing : dr.Silvy A.Hasibuan, Sp.KJ
RSUD Dr.R.M. Djoelham kota Binjai

Sekilas tentang skizofrenia


Dalam bahasa Inggris: Schizophrenia
Asalnya dari bahasa Yunani: schizein
(terpisah/pecah) dan phrenia (jiwa)
Menunjukkan adanya ketidakselarasan antara kognisi
(pikiran), emosi (perasaan) dan perilaku
Oleh karenanya sering disalahartikan sebagai
kepribadian ganda

Merupakan gangguan jiwa berat, dengan ciri


utama kegagalan dalam reality testing

Sejarah perkembangan istilah


skizofrenia

Emil Kraepelin: dementia preacox


Morel : demence precoce
Eugene Bleuler: schizophrenia (menunjukkan
terpisahnya pikiran, emosi dan perilaku) dengan ciri
4A:
Asosiasi
Afek
Autisme
Ambivalensi
Ditambah dengan halusinasi dan delusi

Epidemiologi
Kondisi di Amerika:
Prevalensi seumur hidup ~ 1%
Sedikit lebih sering terjadi pada laki-laki daripada
perempuan, meskipun secara umum seimbang
Muncul pertama kali biasanya pada remaja akhir atau awal
masa dewasa
Banyak laki-laki yang didiagnosis pada usia sedikit lebih
muda
Lebih banyak didiagnosis pada African-American
mungkin merefleksikan bias diagnosis

Bagaimana situasi di Indonesia?

Perkembangan gangguan
Seringkali diawali dengan fase prodromal; yaitu
periode dimana mulai terjadinya penurunan
fungsi dalam kehidupan. Ditandai dengan:
Hilangnya minat terhadap aktivitas sosial
Meningkatnya kesulitan dalam memenuhi tanggung
jawab/tuntutan hidup sehari-hari

Kemunculan biasanya secara gradual, jarang


disadari oleh orang lain hingga masuk fase akut

Kriteria diagnosis
Untuk dapat menegakkan diagnosis skizofrenia, kriteria A-F
harus terpenuhi:

Kriteria A: karakteristik simtom (dua atau lebih, menonjol


dalam kurun waktu 1 bulan):
Delusi
Halusinasi
Disorganized speech
Grossly disorganized or catatonic behavior
Negative symptoms: affective flattening, alogia, avolition
Cat: hanya 1 kriteria yang diperlukan bila delusi dan
halusinasi bizzare

Kriteria diagnosis (2)


Kriteria B: ada disfungsi sosial atau pekerjaan
Kriteria C: durasi terus-menerus selama 6 bln
Kriteria D: bukan termasuk gangguan skizoafektif
atau gangguan mood
Kriteria E: bukan karena penyalahgunaan obat
atau kondisi medis tertentu
Kriteria F: tidak berhubungan dengan
gangguan perkembangan pervasif

Gangguan perkembangan pervasif


Pervasive developmental disorder:
severe childhood problems marked by profound disturbances in
social relations and oddities in behavior
Examples: autistic disorder, aspergers disorder, retts disorder,
childhood disintegrative disorder

Mungkin ada anak yang dianggap mengalami gangguan


autistik, namun sesungguhnya mengalami skizofrenia
usia dini. Cara membedakannya: pada gangguan
skizofrenia delusi/halusinasi sangat menonjol

Deskripsi klinis
Tidak memiliki simtom esensial: manifestasi
gangguan dapat berbeda dari orang ke orang
Tidak memiliki gejala yang patognomonik
(gejala khas yang membedakan dengan
gangguan lain).
Misalnya : halusinasi, salah satu simtom utama
skizofrenia, mungkin saja dialami seseorang
yang mengalami demam tinggi atau pasien
demensia.

Deskripsi Klinis (2)

Simtom positif
Tanda-tanda yang berkelebihan, yang biasanya tidak ada
pada kebanyakan orang:
Delusi (Waham)
Pengertian: keyakinan salah yang

Halusinasi

Pengertian: pengalaman sensoris


yang dialami tanpa adanya stimulasi
dipegang teguh, tidak sesuai dengan
sensoris; bedakan dengan ilusi
kenyataan, dan tidak dapat diubah
(resisten) meskipun diberikan bukti-bukti Bentuk yang umum: halusinasi
visual, halusinasi auditorik: mendengar
yang menunjukkan kebalikannya
suara, percakapan-saling bersahutan,
Bentuk yang umum: persecutory
suara yang mengomentari perilaku
(misal: dikejar-kejar intel/Densus 88),
thought insertion, thought broadcasting, Ditemukan peningkatan aktivitas di
waham kebesaran (grandiose), ideas of daerah Broca di otak, ketika halusinasi
terjadi
reference

Simtom negatif
Simtom yang defisit; perilaku yang seharusnya dimiliki
orang normal, tapi tak dimiliki pasien:
avolition/apathy (hilang minat/tidak mampu melaksanakan
aktivitas rutin)
alogia (miskin kuantitas dan/atau isi pembicaraan)
anhedonia (tidak mampu menikmati kesenangan)
abulia (kehilangan kehendak)
asosialitas (gangguan/buruk dalam hubungan sosial)
afek datar

Semakin banyak simtom negatif yang muncul,


merepresentasikan prognosis yang semakin buruk terkait
kualitas hidup setelah perawatan rumah sakit

Simtom disorganisasi
Disorganisasi bicara (gangguan pemikiran
formal) :
Inkoherensi
Ketidakmampuan untuk mengorganisir ide-ide

Asosiasi longgar (derailment)


Rambles, Kesulitan untuk mempertahankan suatu topik
pembicaraan

Disorganisasi perilaku
Perilaku yang aneh
Agitasi, silliness, memakai pakaian yang tidak umum
Misalnya memakai pakaian berlapis-lapis dan tebal pada cuaca panas

Simtom lainnya
Katatonia
Abnormalitas motorik
Gerakan-gerakan yang repetitif dan kompleks
Biasanya pada tangan dan jari-jari tangan

Kegembiraan berlebih, sambil mengepak-kepakkan


tangan secara berlebihan

Imobilitas katatonik
Mempertahankan postur tubuh yang tidak biasa dalam
jangka waktu yang cukup panjang
Misalnya berdiri di atas satu kaki

Waxy flexibility
Lengan dapat dimanipulasi dan dibentuk oleh orang lain

Simtom lainnya (2)


Afek yang tidak sesuai
Respons emosional tidak sesuai dengan situasi
Misalnya tertawa keras dan terbahak-bahak ketika
menceritakan tentang kematian keluarga

Subtipe menurut DSM IV


Paranoid
Ada preokupasi dengan satu atau lebih waham, atau
halusinasi auditorik yang sering
Tidak menonjol: disorganisasi bicara, perilaku, afek datar
atau tidak sesuai
Tidak tergolong tipe katatonik

Disorganized ( dulu hebefrenik)


Muncul semua simtom disorganized: pembicaraan,
perilaku, afek datar, afek tak sesuai
Tidak tergolong tipe katatonik

Subtipe menurut DSM IV (2)


Katatonik; menonjol pada:

Imobilitas motorik: katalepsi ( juga waxy flexibility), stupor


Aktivitas motor berlebih tanpa stimulus eksternal
Negativisme ekstrim (resistensi) atau mutism
Keanehan gerakan volunter, gerakan stereotip
Echolalia (latah) atau echopraxia (gerakan)

TAK TERGOLONGKAN
Muncul simtom kriteria A, tapi tak dapat dimasukkan dalam
tipe paranoid, disorganized atau katatonik

Subtipe menurut DSM IV (3)


RESIDUAL
Hilangnya delusi atau halusinasi yg menonjol, disorganized
speech, behavior
Ada bukti gangguan terus berlanjut karena ada simtom
negatif, 2 atau lebih simtom kriteria A yang muncul dalam
bentuk yang lebih lemah (seperti keyakinan aneh,
pengalaman persepsi yang luar biasa)

Evaluasi terhadap subtipe


Pada kenyataannya, tidak mudah untuk
menegakkan diagnosis subtipe skizofrenia:
Reliabilitasnya rendah
Validitas prediktifnya rendah
Adanya overlap simtom pada subtipe yang berbeda

Gangguan psikotik lainnya


Gangguan skizofreniform:
Simtom skizofrenia berlangsung lebih dari 1 bulan
namun kurang dari 6 bulan

Gangguan psikotik singkat (brief psychotic


disorder):
Simtom skizofrenia berlangsung antara 1 hari dan 1
bulan
Kebanyakan dipicu oleh stres yang ekstrem

Gangguan skizoafektif:
Munculnya simtom-simtom gangguan mood maupun
skizofrenia sekaligus

Gangguan psikotik lainnya (2)


Gangguan delusional
Delusi mungkin mencakup kecemburuan,
erotomania, dan delusi somatik
Tidak ada simtom lain dari skizofrenia yang muncul

Penggolongan lain dari


Schizophrenia (Non DSM-IV):
Buffee Delirante:
Konsep Perancis, durasi simtom kurang dari 3 bulan

Latent Schizophrenia:
Gangg. kepribadian skizoid atau skizo-tipal pada
DSM-IV: Ada perilaku aneh dan gangguan proses
pikir, tetapi tidak konsisten.
Dahulu: borderline schizophrenia

Oneiroid:
Keadaan seperti mimpi, pasien sangat tenang, tidak
punya orientasi waktu dan tempat. Sangat terikat
halusinasi

Paraphrenia:
Sinonim dengan paranoid schizophrenia:
Ada kemunduran progresif dan waham sangat sistematis

Pseudoneurotic:
Ada free-floating anxiety
Jarang jadi psikotik parah
Sering didiagnosis sebagai gangguan kepribadian
ambang

Simple Schizophrenia:
Simtom utama menarik diri dari hubungan
interpersonal dan lingkungan kerja.
Hilangnya ambisi dan dorongan secara bertahap
Tidak ada halusinasi atau waham yang menetap

Etiologi:

Faktor genetik
Faktor neurotransmitter
Faktor struktur dan fungsi otak
Faktor stres psikologis
Faktor keluarga

Hasil penelitian

Faktor genetik
Tidak disebabkan oleh gen tunggal
Ilmu genetika tidak sepenuhnya dapat
menjelaskan kemunculan gangguan ; bagaimana
pola penurunan masih belum diketahui
Model diatesis stres:
Ada faktor genetik yang menjadi predisposisi
Stres memicu kemunculan gejala

Teori Neurotransmitter
Teori dopamin:
Gangguan terjadi karena tingkat dopamin
berlebihan
Tidak hanya itu, namun bisa juga karena reseptor
dopamin berlebihan atau sangat sensitif
Terutama terpusat pada jalur mesolimbik
Abnormalitas dopamin utamanya terkait dengan
simtom positif

Selain dopamin, ada neurotransmitter lain yang


berperan: serotonin, GABA, Glutamate

Teori struktur dan fungsi otak


Hilangnya sel-sel otak
Berkurangnya aktivitas di korteks prefrontal
Faktor congenital:
Kerusakan pada saat pembentukan otak janin atau
kelahiran
Serangan virus pada otak janin

Faktor perkembangan otak

Faktor stres psikologis


Reaksi terhadap stres:
Lebih reaktif terhadap stres: mood yang positif sangat
menurun dan mood negatif meningkat

Status sosial ekonomi:


Jumlah rata-rata penderita skizofrenia lebih tinggi pada
masyarakat miskin kota
Hipotesis sosiogenik: stres karena kemiskinan
menyebabkan gangguan
Teori seleksi sosial: penurunan pada status sosial
ekonomi; hubungan terbalik antara status sosial dengan
skizofrenia

Banyak riset yang mendukung teori seleksi sosial

Faktor keluarga
Ibu yang skizofrenogenik:dingin, mendominasi, menimbulkan
konflik tidak ada bukti yang mendukung teori ini
Communication deviance (CD) : hostilitas dan komunikasi
yang buruk
Lingkungan keluarga juga berdampak pada seringnya
penderita keluar masuk rumah sakit kekambuhan
Ekspresi emosi keluarga:
Hostilitas, komentar yang bernada kritik, keterlibatan emosi yang
terlalu dalam
Hubungan dua arah:
Pikiran aneh/tidak biasa dari pasien meningkatkan komentar
yang penuh dengan kritik
Meningkatnya kritik menimbulkan pikiran aneh/tidak biasa

Faktor keluarga ..

Ada disfungsi keluarga, dan perilaku keluarga


yang patologis.
A. Double-bind communication:
Ada pesan bertolak belakang dari ortu sehubungan
dengan perilaku, sikap maupun perasaan (an
interpersonal situation in which an individual is
confronted over long periods of time by mutually
inconsistent messages to which he or she must
respond)

Faktor keluarga ..

B. Schismatic:
bentuk keluarga patologis: konstan ada konflik di
antara anggota keluarga, tapi sekaligus ada
aliansi spesifik yang patologis (mis. Ibu-anak
perempuan, bapak-anak laki), sedangkan antara
ibu-bapak: absen
C. Skewed:
bentuk keluarga patologis: keterlibatan berlebihan
dengan salah satu anggota, perebutan
kekuasaan dan dominasi antara orangtua.

Faktor keluarga ..
D. Pseudomutual & pseudohostile:
keluarga yang pola komunikasinya penuh kepurapuraan, terdapat supresi emosi
E. Ekspresi emosi yang patologis:
Ortu terlalu banyak kritik, kejam, ingin ikut campur
urusan anak. Keluarga dengan ekspresi emosi
tinggi relapse tinggi pada pasien
schizophrenia.

Kesulitan hidup bersama penderita


skizofrenia

Halusinasi, delusi, dan paranoia yang dialami pasien sulit


dipahami/diterima orang lain
Adanya defisit dalam keterampilan sosial pasien:
menyendiri, kontak sosial yang sangat terbatas (sebagai
bagian dari penyakitnya)
Penyakit tidak bisa sembuh total, melainkan sembuh
terkontrol: mungkin kambuh pada situasi tertentu (misal:
stres tinggi). Oleh karenanya harus dipastikan pasien
patuh terhadap pengobatan

Terapi Medis
Terapi medis:
Obat-obatan antipsikotik untuk menghilangkan
simtom
Dosis pemeliharaan (maintenance dosage) untuk
mencegah kekambuhan

Terapi psikologis
Intervensi psikososial sebagai pendamping
pengobatan medis:
Pelatihan keterampilan sosial:
Membantu penderita mengatasi masalah
interpersonal melalui bermain peran dan latihanlatihan
Bisa dalam kelompok maupun secara individual

Terapi psikologis (2)


Terapi keluarga untuk mengurangi ekspresi emosi:

Mengajarkan pada keluarga mengenai skizofrenia


Menekankan pentingnya pengobatan medis
Membantu keluarga agar tidak menyalahkan pasien
Meningkatkan komunikasi dan pemecahan masalah
dalam keluarga
Mendorong pengembangan dukungan sosial: support
group
Menumbuhkan harapan

Terapi psikologis (3)


Cognitive behavioral therapy
Mengenali dan men-challenge keyakinan yang
sifatnya delusional
Mengenali dan men-challenge harapan terkait
dengan simtom negatif
Misal: saya toh tidak bisa sembuh, jadi buat apa
berobat?

Cognitive enhancement therapy (CET)


Meningkatkan perhatian, ingatan, pemecahan
masalah dan simtom-simtom lain yang dasarnya
kognitif

Benar atau Salah?


Gangguan skizofrenia disebut juga
gangguan kepribadian ganda
Skizofrenia adalah penyakit keturunan
Pria lebih banyak yang mengalami
skizofrenia dibandingkan wanita
Orang yang mengaku diri sebagai titisan
Nabi Muhammad dan anak Tuhan adalah
seorang skizofrenik

Benar atau Salah ? (2)


Gangguan skizofrenia tidak bisa
disembuhkan
Sebaiknya pasien skizofrenia dirawat di
rumah oleh keluarga, daripada di rumah
sakit
Kebanyakan penderita skizofrenia tidak
berbahaya bagi orang lain

Benar Atau Salah (1)


Salah. Dalam skizofrenia memang dikenal istilah
perpecahan, namun bukan perpecahan
kepribadian, melainkan antara pikiran, emosi dan
perilaku.
Gangguan kepribadian ganda adalah nama lain
dari gangguan identitas disosiatif (Dissociative
Identity Disorder/DID)

Benar Atau Salah (2)


Benar. Penelitian menunjukkan adanya
pewarisan genetik pada kemunculan gangguan
skizofrenia. Meskipun demikian, hingga kini
belum dapat dipastikan pola penurunannya.
Walaupun seseorang yang kedua orang tuanya
skizofrenia memiliki kerentanan yang lebih besar
daripada orang lain, belum tentu ia mengidap
skizofrenia pula.

Benar Atau Salah (3)


Salah. Meskipun kecenderungan untuk
mengidap skizofrenia pada pria sedikit lebih
tinggi dibandingkan wanita, namun secara umum
jumlah penderita pria dan wanita diperkirakan
seimbang.

Benar Atau Salah (4)


Salah. Merasa diri nabi dan Tuhan adalah salah
satu contoh delusi. Namun tidak berarti orang
tersebut mengalami skizofrenia. Untuk dapat
menegakkan diagnostik, kriteria A-F dari DSM IV
harus terpenuhi.

Benar Atau Salah (5)


Salah. Meskipun sangat sedikit jumlahnya, ada
orang-orang yang berhasil sembuh dari
skizofrenia. Sementara bagi sebagian besar
lainnya, sembuh berarti penyakit dapat
dikontrol. Mungkin terjadi kekambuhan di
kemudian hari, terutama bila pasien menghadapi
stresor yang berat.

Benar Atau Salah (6)


Benar. Penelitian menunjukkan bahwa
pengobatan hanya membantu sekitar 10% dari
kesembuhan. Lainnya tergantung pada terapi
pendukung serta dukungan keluarga. Oleh
sebab itu, lebih baik penderita dirawat oleh
keluarga yang bisa memberikan dukungan.
Perawatan rumah sakit disarankan hanya pada
keadaan dimana penderita cenderung menyakiti
diri sendiri atau orang lain.

Benar Atau Salah (7)


Benar. Sedikit sekali pasien skizofrenia yang
membahayakan orang lain. Jika hal ini terjadi,
biasanya pada fase akut, terutama apabila
mereka mendapat halusinasi perintah
(mendengar suara-suara yang memerintahkan
mereka melakukan suatu tindakan).