Anda di halaman 1dari 1

DAFTAR PUSTAKA

1. Marcdante KJ, Kliegman RM, Jenson HB, dan Behrman RE. 2011..
Nelson: Ilmu Kesehatan Anak Esensial. Terjemahan oleh: IDAI. Elsevier,
Singapore. Ed. VI. Hal. 271-280.
2. Dorland. 2012. Kamus Saku Kedokteran Dorland. Terjemahan oleh :
Mahode, AA. EGC. Jakarta, Indonesia. Ed 28. Hal. 589.
3. Tazami, Reisa Maulidya, Mustarim dan Shalahudden Syah. 2013. The
Jambi Medical Journal: Gambaran Faktor Risiko Ikterus Neonatorum
pada Neonatus di Ruang Perinatologi

RSUD Raden Mattaher Jambi

Tahun 2013. Vol 1. No. 1. (http://online-journal.unja.ac.id, diunduh


tanggal 13 April 2016)
4. Price, S.A dan Wilson, L.M. 2012. Patofisiolgi: Konsep Klinis Prosesproses Penyakit. Terjemahan oleh: Pendit, Brahm dkk. EGC. Jakarta,
Indonesia. Vol 1. Hal. 477-509.
5. Wells Lousie. 2013. Management of Prolonged Neonatal jaundice.
Guidelines. Nottingham University Hospital. (http://www.nuh.nhs.uk,
diunduh tanggal 13 April 2016)
6. Etika R, Harianto A, Indrianto

F, dan

Damanik

SN.

2011.

Hiperbilirubinemia pada Neonatus. Artikel. Divisi Neonatologi IKA


UNAIR. (http://www.unair.ac.id, diunduh tanggal 13 April 2016)
7. Muray RK, dkk. 2012. Biokimia Harper. Terjemahan oleh: Andy Hartono.
EGC. Jakarta, Indonesia. Ed. 27. Hal. 288-302.
8. Saifudin AB, dkk. 2009. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan
Maternal dan Neonatal. PT Bina Pustaka Sarwono Praworohardjo. Jakarta,
Indonesia. Hal. 381-385
9. Farida Siti. 2007. Gambaran Ikterus Neonatorum Patologis pada Bayi
Aterm. (http://www.saripediatri.idai.or.id, diunduh tanggal 13 April 2016)

20