Anda di halaman 1dari 14

Pengawasan Proyek (Project Monitoring)

sebagai Dasar Pencairan Kredit

Layout Bahasan
MATERI 1 : Pengantar Pengawasan Proyek (Project Monitoring)
Definisi

dan Pengertian Pengawasan Proyek (Project Monitoring)

Maksud

dan Tujuan Pengawasan Proyek

Pihak-pihak

yang Terlibat di dalam Proses Pembangunan Proyek

MATERI 2 : Pengenalan Terhadap RAB (Rencana Anggaran Biaya)


Definisi

RAB

Proses

Penyusunan RAB

Contoh-contoh

RAB

MATERI 3 : Penyusunan Laporan Pengawasan Proyek (Project Monitoring)


Data
Isi

dan Analisa

Laporan Pengawasan Proyek

Contoh

Laporan Pengawasan Proyek

Pengantar Pengawasan Proyek


DEFINISI
Pengawasan Proyek adalah suatu kajian dan evaluasi terhadap kemajuan
pembangungan proyek dan/properti, baik secara fisik maupun perkembangan
biaya nya.
FISIK :
Bentuk fisik yang telah ada dilapangan, baik yang sudah
terpasang maupun yang belum (berupa persediaan)
BIAYA :
Seluruh biaya yang sudah dikeluarkan untuk pengembangan
atau pembangunan proyek bisa berupa down payment, termin atau sudah lunas.
Pihak-pihak yang memerlukan Jasa Pengawasan Proyek :
Investor, pihak yang menanamkan modalnya untuk suatu proyek akan lebih yakin
bahwa modalnya akan kembali beserta dengan keuntungan yang telah
diproyeksikan, apabila pembangunan suatu proyek berjalan sesuai dengan
mutunya, waktunya dan anggaran yang telah ditetapkan.

Pengantar Pengawasan Proyek


Kreditur/bank, proyek yang dibangun sesuai dengan rencananya akan
memberikan rasa aman kepada pihak kreditur/bank yang memberikan pinjaman,
karena mereka mengharapkan bahwa penerimaan bunga dan angsuran pokok
atas hutang akan juga dapat dilaksanakan tepat waktu sesuai dengan yang
direncanakan.
Pemerintah, proyek yang dibangun sesuai dengan rencananya akan memberi
manfaat kepada pemerintah, baik yang berupa penghematan devisa,
menambah devisa atau memperluas kesempatan kerja.

Pengantar Pengawasan Proyek


MAKSUD DAN TUJUAN
Pada umumnya kegiatan pengawasan tersebut dimaksudkan untuk mengamankan
dana pembiayaan proyek (kredit investasi dan dana sendiri) sehingga
penggunaannya dapat lebih efisien dan efektif, di samping untuk
mengoptimalisasikan proyek agar berjalan tepat waktu, jumlah dan mutu sesuai
dengan rencana kerja dan rencana anggaran biaya. Khusus untuk perbankan
maka pengawasan proyek ini digunakan juga sebagai rekomendasi pencairan
terhadap fasilitas kredit.
Proses Pengawasan Proyek umumnya per-3 bulan (quarterly), per-6 bulan (half
year), atau per progres pekerjaan, biasanya mengikuti perjanjian pencairan kredit
dari plafon kredit yang diberikan. Untuk proyek-proyek yang sederhana biasanya
hanya 2 kali di awal dan akhir proyek (completion report)

Pengantar Pengawasan Proyek


PIHAK-PIHAK YANG TERLIBAT DALAM PROSES PEMBANGUNAN PROYEK
Pemilik: Memastikan tidak ada kesulitan selama pelaksanaan dalam pendanaan
dan keputusan
Konsultan: Perencana, supervisi, manajemen, memberikan keputusan yang
cepat dari pemilik proyek berkenaan dengan pekerjaan yang ditangani
Kontraktor: Pelaksana konstruksi, memastikan seluruh proses tepat waktu
sesuai yang direncanakan
Pemasok (Supplier): Memasok bahan atau alat, melakukan pengiriman bahan
yang telah dipesan
Tenaga Kerja: Pelaksana proses pembangunan
Masyarakat: Pengaruh proyek terhadap masyarakat sekitar, dampak lingkungan,
sosial dan lain-lain
Institusi Keuangan: Penggunaan uang pinjaman sesuai dengan jadwal
pelaksanaan proyek
Badan Pemerintah: Pelaksanaan pembangunan sesuai dengan kebijakan dan
peraturan yang berlaku secara keseluruhan

Pengenalan Terhadap RAB


DEFINISI
Rencana anggaran biaya bangunan atau sering disingkat RAB adalah
perhitungan biaya bangunan berdasarkan gambar bangunan dan spesifikasi
pekerjaan konstruksi yang akan di bangun, sehingga dengan adanya RAB dapat
dijadikan sebagai acuan pelaksanaan pekerjaan nantinya.
PROSES PENYUSUNAN RAB
Untuk menghitung RAB diperlukan data-data antara lain:
Gambar Rencana Bangunan.
Spesifikasi Teknis Pekerjaan yang biasa disebut juga sebagai RKS ( Rencana
Kerja dan Syarat-syarat )
Volume masing-masing pekerjaan yang akan di laksanakan.
Daftar harga bahan bangunan dan upah pekerja saat pekerjaan di laksanakan.
Analisa harga satuan
Metode kerja pelaksanaan.

Pengenalan Terhadap RAB


Perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB)
Sebelum dapat menghitung RAB perlu dibuat dahulu analisa harga satuan
pekerjaan (Metode BOW / Metode SNI / Metode Lapangan) yang pada prinsipnya
perhitungan ini terdiri dari komponen upah pekerja dan komponen material/bahan
bangunan
Perhitungan RAB suatu bangunan dapat dikelompokkan sebagai berikut:
Pekerjaan Persiapan

Pekerjaan Pengecatan

Pekerjaan Tanah dan Pondasi

Pekerjaan Instalasi Listrik dan Armateur

Pekerjaan Beton

Pekerjaan Instalasi Air dan Sanitair

Pekerjaan Dinding

Biaya Lain-lain

Pekerjaan Atap

Jasa Pemborong

Pekerjaan Lantai

Jasa Arsitek, Konsultan

Pekerjaan Langit-langit

Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

Pekerjaan Pintu dan Jendela

IMB, Daya Listrik, Telepon

Pengenalan Terhadap RAB


Analisa Harga Satuan
Metode BOW
(Burgerlijke Openbare
Werken)

Metode SNI
(Standar Nasional Indonesia)

Metode Lapangan

Daftar koefisien upah dan


bahan yang telah ditetapkan

Koefisien bahan dan upah


tenaga kerja didasarkan
pada gambar teknis dan
RKS

Koefisien diambil dari


kenyataan yang ada
dilapangan
(pengalaman)

Perhitungan pemakaian
bahan bangunan lebih
general.

Pemakaian bahan
bangunan lebih detail

Contoh:
Beton 1 jenis adukan
1pc:1ps:3kr
Pemakaian besi untuk
semua jenis struktur satu
ukuran
Bekisting dihitung sekali
pakai

Contoh:
Disesuaikan mutu beton K175, K-225, K-275
Pemakaian besi pada setiap
jenis struktur berbeda
Bekisting dapat dipakai
berulang-ulang

Bisa dengan metode


BOW atau SNI tetapi
dengan harga satuan
berdasarkan
pengalaman.

Pengenalan Terhadap RAB


CONTOH RAB
Contoh Perhitungan RAB
Contoh RAB.pdf
Contoh Kurva S
Kurva S.pdf
Contoh Laporan Berkala Kontraktor
Laporan supervisi mingguan.xlsx

Penyusunan Laporan Pengawasan


DATA DAN ANALISA
Dalam melakukan pengawasan proyek dan/properti, konsultan pengawas akan
melakukan evaluasi proyek secara menyeluruh dan memberikan informasi antara
lain kepada :
Realisasi pembangunan fisik proyek dengan rencananya,
Realisasi pembiayaan terhadap rencananya,
Realisasi penerimaan proyek (termasuk hasil penjualan) dengan rencananya,
Realisasi arus dana dengan rencananya,
Tingkat pemenuhan pembiayaan sendiri (self financing),
Rekomendasi pencairan kredit,
Kendala-kendala pelaksanaan proyek,
Saran dan usulan untuk kelancaran proyek.

Penyusunan Laporan Pengawasan


Bobot Pekerjaan
Uraian Pekerjaan

Biaya (Rp/m2)

Bobot

Struktur

660.000,-

26,1%

Dinding

614.000,-

24,3%

Kusen Pintu / Jendela

223.000,-

8,7%

Rangka & Penutup Atap

394.000,-

15,6%

Plafon

123.000,-

4,9%

Lantai

135.000,-

5,3%

42.000,-

1,7%

150.000,-

5,9%

Jaringan Listrik

79.000,-

3,1%

Jaringan Air

73.000,-

2,9%

IMB

30.000,-

1,2%

8.000,-

0,3%

2.531.000,-

100,0%

Sanitair
Pengecatan

Sambungan Listrik
TOTAL

Penyusunan Laporan Pengawasan


ISI LAPORAN PENGAWASAN
Surat Pengantar
Ringkasan Executive
1.Pendahuluan
Maksud dan Tujuan
Lingkup Pengawasan
2.Gambaran Umum
Profil Perseroan
Profil Proyek
3.Perkembangan Fisik Proyek
Rencana Fisik Proyek
Realisasi Fisik Proyel
4.Perkembangan Biaya Proyek
Rencana Biaya Proyek
Realisasi Biaya Proyek
Rekomendasi / Posisi Penarikan Kredit
5.Kesimpulan dan Saran

Penyusunan Laporan Pengawasan


CONTOH-CONTOH LAPORAN PENGAWASAN
Perkebunan
Contoh Laporan Monitoring - Perkebunan.docx
Industri Power Plant
Contoh Laporan Monitoring - Power Plant.doc
Perumahan Sales Monitoring
Contoh Laporan Monitoring - Perumahan.doc