Anda di halaman 1dari 33

ANGGARAN PERUSAHAAN DAGANG

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Penganggaran


Dosen Pengampu : Drs. Sukardi Ikhsan, M.Si.

Disusun Oleh:
1. Niken Asyifaekasiwi
2. Revinda Aryandika Utari
3. Ayu Fitriyani

7211413156
7211413157
7211413158

JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2016

BAB I
1

PENDAHULAN
1.1.

Latar Belakang
Perkembangan perusahaan yang meningkat pesat mengakibatkan
semakin meluasnya unit usaha yang berada dalam jangkauan. Meluasnya
unit usaha dalam perusahaan menuntut pihak manajemen atau pemilik
untuk menentukan orang-orang tertentu yang mampu dan bersedia diberi
tanggung jawab yang lebih dalam pengelolaan unit usaha tersebut.
Manajemen membutuhkan alat untuk mengkoordinasikan dan
merencanakan sumber daya perusahaan. Alat yang dapat digunakan oleh
manajemen dalam pengelolaan perusahaan adalah anggaran. Anggaran
merupakan alat manajerial yang menjamin pencapaian sasaran organisasi
dan memberikan pedoman dalam bentuk mata uang untuk operasional
sehari-hari.
Proses penyusunan anggaran haruslah dianalisis guna mengetahui
kuat atau tidaknya unsur perencanaan keuangan. Lemahnya perencanaan
anggaran

pada akhirnya akan mempengaruhi tingkat efisiensi dan

efektifitas unit kerja

perusahaan. Anggaran sebagai alat untuk

melaksanakan strategi organisasi maka harus dipersiapkan sebaik-baiknya


agar tidak terjadi bias atau penyimpangan.
Penyusunan anggaran tidak hanya dilaksanakan pada perusahaan
manufaktur akan tetapi juga pada perusahaan dagang dan jasa. Perusahaan
dagang sendiri memiliki beberapa jenis anggaran, diantaranya meliputi
anggaran operasional (anggaran penjualan, anggaran pembelian, anggaran
biaya operasional,dan anggaran laporan laba rugi), dan anggaran keuangan
(anggaran kas dan anggaran neraca).
1.2.

1.3.

Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam makalah ini adalah:
1.2.1. Bagaimana anggaran penjualan dalam perusahaan dagang?
1.2.2. Bagaimana anggaran pembelian dalam perusahaan dagang?
1.2.3. Bagaimana anggaran operasional dalam perusahaan dagang?
1.2.4. Bagaimana anggaran laba rugi dalam perusahaan dagang?
1.2.5. Bagaimana anggaran kas dalam perusahaan dagang?
1.2.6. Bagaimana anggaran neraca dalam perusahaan dagang?
Tujuan
Tujuan dalam makalah ini adalah:
2

1.3.1.
1.3.2.
1.3.3.
1.3.4.
1.3.5.
1.3.6.

Mengetahui anggaran penjualan dalam perusahaan dagang


Mengetahui anggaran pembelian dalam perusahaan dagang
Mengetahui anggaran operasional dalam perusahaan dagang
Mengetahui anggaran laba rugi dalam perusahaan dagang
Mengetahui anggaran kas dalam perusahaan dagang
Mengetahui anggaran neraca dalam perusahaan dagang

BAB II
PEMBAHASAN
2.1.

Siklus dan Prosedur Perusahaan Dagang


2.1.1. Pengertian Perusahaan Dagang
Perusahaan dagang adalah perusahaan yang membeli barang
untuk

dijual

tanpa

mengubah

bentuk

barang

yang

dibeli

tersebut.Semua perusahaan baik jenis manufaktur, maupun perusahaan


dengan mempunyai sistem penganggaran masing-masing dan tentunya
berbeda-beda.
2.1.2. Prosedur Penyusunan Anggaran Perusahaan Dagang
Pada bab sebelumnya telah dibahas penganggaran untuk
perusahaan manufaktur dimana di dalamnya terdapat anggaran biaya
bahan baku, anggaran biaya tenaga kerja, dan anggaran BOP. Pada
bab ini akan dibahas penganggaran perusahaan dagang yang meliputi
transaksi

pembelian,

penjualan.

Transaksi

tersebut

akan

mempengaruhi kas dan persediaan barang dagangan.


Prosedur penyusunan anggaran pada perusahaan dagang
adalah sebagai berikut:

1. Penentuan Pedoman Anggaran


Sebelum penyusunan anggaran, terlebih dahulu manajemen
puncak (direktur atau komisaris) melakukan dua hal,yaitu:
a. Menetapkan rencana besar perusahaan seperti tujuan kebijakan
asumsi sebagai dasar penyusunan anggaran.
b. Membentuk panitia penyusunan anggaran yang terdiri dari
direktur sebagai ketua, manajer keuangan sebagai sekretaris,
dan manajer lainnya sebagai angggota.
2. Persiapan Anggaran
Manajer operasional sebelum menyusun anggaran penjualan
(sales budget) terlebih dahulu menyusun ramalan penjualan (sales
forecast).
a. Setelah menyusun ramalan penjualan, manajer operasional
bekerja sama dengan manajer umum dan manajer keuangan
untuk menyusun :
Anggaran penjualan
Anggaran pembelian
Anggaran beban pemasaran

b. Manajer umum bekerja sama dengan manajer keuangan


menyusun:
Anggaran beban administrasi dan umum
c. Setelah itu manajer keuangan bekerja sama dengan manajer
lainnya menyusun:
Anggaran laba rugi
Anggaran neraca
Anggarann kas
Anggaran lainnya
3. Penentuan Anggaran
Pada tahap penentuan anggaran semua manajer beserta direksi
mengadakan rapat kegiatan :
a. Perundingan untuk menyesuaikan rencana akhir setiap
komponen anggaran
b. Koordinator dan penelaahan komponen anggaran
c. Pengesahan dan pendistribusian anggaran.
4. Pelaksanaan Anggaran
Untuk kepentingan pengawasaan setiap manajer membuat
laporan realisasi anggaran. Setelah dianalisis kemudian laporan
realisis anggaran disampaikan pada direksi.
2.1.3. Anggaran Perusahaan Dagang
Perusahaan dagang adalah perusahaan yang membeli barang
untuk dijual tanpa mengubah bentuk barang yang dibeli tersebut.
Penyusunan
dibandingkan

anggaran
dengan

perusahaan
penyusunan

dagang

lebih

sederhana

anggaran

pada

perusahaan

manufaktur karena dalam perusahaan dagang tidak terdapat istilah


bahan baku, tenaga kerja langsung, overhead pabrik, produk jadi, dan
produk dalam proses. Produk jadi dan bahan baku terdapat dalam
perusahaan manufaktur sedangkan barang dagangan terdapat dalam
perusahaan dagang. Sehingga, manajemen harus mengadakan estimasi
persediaan awal dan akhir barang dagangan agar dapat dibuat
anggaran pembelian barang dagangan.
Perusahaan dagang yang besar pada umumnya memiliki tiga
divisi besar yaitu divisi operasi, divisi pemasaran dan divisi
administrasi. Divisi operasi bertugas mengadakan pembelian dan
penjualan barang dagangan serta menentukan harga pokok barang
dagang yang dijual. Divisi pemasaran mencari pelanggan atau mencari
6

order, sedangkan divisi administrasi menyajikan laporan kinerja


perusahaan.
Secara umum anggaran perusahaan dagang terdiri dari anggaran
operasional dan anggaran keuangan atau keduanya biasa disebut
anggaran induk. Berikut ini digambarkan anggaran perusahaan
dagang.

2.2.

Anggaran Penjualan
2.2.1. Pengertian Anggaran Penjualan
Kegiatan penjualan memegang

peranan

penting

dalam

meningkatkan penjualan.Tidak ada satu pun perusahaan yang mampu


bertahan apabila perusahaan tersebut tidak mampu menjual barang
atau jasa yang dihasilkannya.Menjual (sell) berarti menyerahkan
sesuatu kepada pembeli dengan harga tertentu dan pada saat tertentu.
Penjualan (selling) berarti proses menjual, yaitu dari kegiatan
penetapan harga jual sampai produk didistribusikanke tangan
konsumen (pembeli). Penjualan (sales) adalah hasil penjualan atau
hasil proses menjual.
Anggaran penjualan berarti anggaran hasil penjualan atau
anggaran hasil proses menjual. Anggaran penjualan adalah rencana
tertulis yang dinyatakan dalam angka dari produk yang akan dijual
perusahaan pada periode tertentu. Anggaran Penjualan merupakan titik
awal dari menyusun anggaran karena merupakan anggaran dasar
penyusunan anggaran lainnya. Oleh karena itu, anggaran jualan sering
7

disebut anggaran kunci.Sebelum menyusun anggaran jualan, biasanya


dibuat ramalan penjualan (sales forecast). Selain itu, perlu juga
dipertimbangkan faktor yang dapat berpengaruh terhadap penjualan
misalnya musim lebaran atau yang lainnya.
Anggaran penjualan merupakan titik awal dari menyusun
anggaran. Anggaran penjualan meliputi :
Jenis produk yang akan dijual
Volume produk yang akan dijual
Harga produk persatuan
Wilayah pemasaran
Waktu pemasaran
2.2.2. Tujuan Anggaran Penjualan
Menurut Welsch Hilton dan Gordon (2000:174), tujuan
anggaran penjualan yaitu:
a. Untuk mengurangi ketidakpastian tentang pendapatan dimasa
datang
b. Untuk memasukkan kebijakan dan keputusan manajemen ke
dalam proses perencanaan
c. Untuk memberikan informasi penting berisi pembentukan elemen
lain dari rencana laba yang menyeluruh
d. Untuk memudahkan pengendalian manajemen atas kegiatan
penjualan yang dilakukan.
2.2.3. Fungsi Anggaran Penjualan
Menurut M. Munandar (2000:50) secara umum, semua
anggaran termasuk anggaran penjualan, mempunyai tiga fungsi
pokok, yaitu :
a. Sebagai pedoman kerja
Sebagai pedoman kerja, anggaran berfungsi memberikan
arah serta memberikan target-target yang harus dicapai oleh
perusahaan dimasa yang akan datang. Sebelum anggaran disusun,
suatu perusahaan seharusnya mengembangkan rencana strategis
yang dinyatakan dalam berbagai program. Rencana strategis
mengidentifikasi aktivitas-aktivitas yang bersifat strategis yang
akan dilakukan untuk jangka waktu 5 sampai 10 tahun kedepan.
Rencana strategis ini dapat dikembangkan menjadi tujuan jangka
panjang dan jangka pendek yang harus dicapai dalam waktu
tertentu. Tujuan ini merupakan dasar penyusunan anggaran dan
8

seharusnya ada hubungan yang erat antara anggaran dan rencana


strategis.

Dalam

membangun

hubungan

ini,

manajemen

seharusnya memastikan bahwa seluruh perhatian tidak hanya


terfokus pada rencana jangka pendek saja.
b. Sebagai alat pengkoordinasian kerja
Anggaran berfungsi sebagai alat pengkoordinasian kerja
agar semua bagian yang terdapat dalam perusahaan dapat saling
menunjang, saling bekerja sama dengan baik, untuk menuju
sasaran yang telah ditetapkan. Dengan demikian kelancaran
jalannya perusahaan dapat lebih terjamin.
c. Sebagai alat pengawasan
Pelaksanaan pengendalian berkaitan erat dengan anggaran
karena dalam anggaran terdapat sasaran yang ingin dicapai oleh
setiap pelaksana anggaran. Dengan adanya pengendalian,
manajemen perusahaan dapat melakukan analisis dan penelitian
terhadap kemungkinan dari penyimpangan tersebut dilakukan
tindakan koreksi dengan segera yang disesuaikan situasi dan
kondisi intern maupun ekstern perusahaan. Dengan demikian
efektivitas penjualan dapat tercapai dengan cara membandingkan
dan menganalisis antara anggaran penjualan dengan aktualnya,
sehingga nampak penyimpangan yang terjadi. Penyimpanganpenyimpangan tersebut digunakan sebagai dasar evaluasi dan
prestasi yang dimanfaatkan sebagai umpan balik untuk perbaikan
dimasa yang akan datang.
2.2.4. Manfaat Anggaran Penjualan
Menurut Marconi dan Siegel (1983) dalam Hehanusa (2003,
p.406-407) manfaat anggaran adalah :
a. Anggaran merupakan hasil dari proses perencanaan, berarti
anggaran mewakili kesepakatan negosiasi di antara partisipan yang
dominan dalam suatu organisasi mengenai tujuan kegiatan di masa
yang akan datang.
b. Anggaran merupakan gambaran tentang prioritas alokasi sumber
daya yang dimiliki karena dapat bertindak sebagai blue print
aktivitas perusahaan.

c. Anggaran

merupakan

alat

komunikasi

internal

yang

menghubungkan departemen (divisi) yang satu dengan departemen


(divisi) lainnya dalam organisasi maupun dengan manajemen
puncak.
d. Anggaran menyediakan informasi tentang hasil kegiatan yang
sesungguhnya dibandingkan dengan standar yang telah ditetapkan.
e. Anggaran sebagai alat pengendalian yang mengarah manajemen
untuk menentukan bagian organisasi yang kuat dan lemah, hal ini
akan dapat mengarahkan manajemen untuk menentukan tindakan
koreksi yang harus diambil.
f. Anggaran mempengaruhi dan memotivasi manajer dan karyawan
untuk bekerja dengan konsisten, efektif dan efisien dalam kondisi
kesesuaian tujuan antara tujuan perusahaan dengan tujuan
karyawan.
2.2.5. Penyusunan Anggaran Penjualan
Dasar-dasar penyusunan anggaran :
a. Menyusun tujuan perusahaan
b. Menyusun strategi perusahaan
c. Menyusun forecast penjualan yaitu

semua

teknik untuk

memproyeksikan tingkat permintaan konsumen potensial pada


suatu tahun tertentu dengan asumsi tertentu.
Penyusunan anggaran penjualan disajikan dalam tabel berikut:

Kas masuk bulan Januari, Februari, Maret seperti tampak dalam


tabel diatas dihitung dari kriteria pembayaran dari penjualan kredit
yaitu 50% dari penjualan bulan yang bersangkutan, 40% dari
penjualan bulan lalu, dan 9% dari penjualan 2 bulan lalu.
10

Contoh kasus penyusunan anggaran Penjualan:


Toko Kecap Haning meupakan sebuah toko grosir yang
menjual kecap manis dan kecap asin. Haning akan menyusun
anggaran pada triwulan kedua tahun 2016 yakni bulan April, Mei, dan
Juni. Untuk keperluan penyusunan, digunakan data-data sebagai
berikut:
Unit penjualan yang dianggarkan pada bulan April yaitu: kecap
manis 510 unit dan kecap asin 360 unit. Setiap bulan, penjualan
untuk kecap manis diperkirakan naik sebesar 20 unit dan untuk

kecap asin naik sebesar 100 unit.


Harga untuk kecap manis Rp4000 per unit, dan kecap asin Rp

3000 per unit.


Seluruh Penjualan dilakukan sebagian tunai dan sebagian kredit.
Penjualan dilakukan 70% secara tunai, dan sisanya 30% secara

kredit dibayar bulan yg akan datang.


Diketahui anggaran penjualan bulan Maret 2016 sebesar
Rp3.100.000.
Toko Kecap Haning
Anggaran Penjualan
Untuk Periode Triwulan Kedua Tahun 2016
(dalam Rp)

Jenis
Kecap
Kecap
Manis
Kecap
Asin
TOTA
L

April
Qtty
(Botol
)

Mei
Qtty
(Botol
)

Harg
a

Total

510

4.000

360

3.000

Harg
a

Total

2.040.000

530

4.000

1.080.000

460

3.000

3.120.000

Juni
Qtty
(Botol
)

Harg
a

Total

2.120.000

550

4.000

2.200.000

1.380.000

560

3.000

1.680.000

3.500.000

3.880.000

Jadi secara ringkas, anggaran penjualan Toko Kecap Haning


pada triwulan kedua tahun 2016 dapat ditampilkan seperti berikut:
Keterangan

April

Mei

Juni

Triwulan ii
11

Anggaran Penjualan 3.120.000 3.500.000 3.880.000 10.500.000

Anggaran Kas Masuk yang berasal dari penjualan kecap


Perhitungan untuk membuat anggaran kas masuk yang berasal dari
penjualan kecap sebagai berikut:
Penjualan tunai: 70% x Rp3.120.000 = Rp2.184.000
Penerimaan Piutang: 30% x Rp3.100.000 (Penjualan bulan Maret) =
Rp930.000
Jadi, kas masuk bulan Aprilt: Rp2.184.000 + Rp930.000 =
Rp3.114.000
Toko Kecap Haning
Anggaran Kas Masuk
Untuk Periode Triwulan Kedua Tahun 2016
(dalam Rp)
Keterangan

April

Mei

Juni

3.120.000

3.500.000

3.880.000

2.184.000
Penjualan Tunai
Penerimaan
Piutang
(dari penjualan kredit 930.000
bulan lalu)
3.114.000
Kas Masuk

2.450.000

2.716.000

936.000

1.050.000

3.386.000

3.766.000

Penjualan

2.3.

Anggaran Pembelian
2.3.1. Pengertian Anggaran Pembelian
Anggaran pembelian adalah anggaran yang direncanakan
secara terperinci tentang pembelian barang dagang selama periode
yang akan datang yang ada didalamnya meliputi rencana tentang

12

barang dagang yang akan dibeli dan waktu atau kapan barang dagang
tersebut akan dibeli.
Faktor-faktor yang diperlukan untuk pembelian barang
dagangan sebagai berikut :
a. Jumlah barang yang akan dibeli
b. Kualitas barang dagang yang akan dibeli
c. Harga barang
d. Persediaan awal
e. Persediaan akhir
2.3.2. Penyusunan Anggaran Pembelian
Anggaran pembelian mencakup pembelian barang agangan
diwaktu yang akan datang yang didalamnya mengandung HPP (Harga
Pokok Penjualan) dan persediaan barang dagangan.
Harga pokok penjualan diperoleh dari :
Harga pokok penjualan = Persediaan awal + pembelian bersih
-persediaan akhir
Pembelian bersih = (pembelian + beban angkut pembelian)
(potongan pembelian + retur pembelian dan pengurangan harga)
Anggaran pembelian disusun beserta dengan anggaran harga
pokok penjualan dan disajikan seperti tabel berikut :
Toko ABC
Anggaran Pembelian
Tiap Bulan untuk Triwulan Pertama Tahun 2010
(Dalam RP)
Keterangan
a. Penjualan
b. Harga
pokok
penjualan (65%)
c. Persediaan
barang
dagangan akhir
d. Barang siap dijual
e. Persediaaan barang
dagang awal
f. Pembelian
g. Pembayaran
pembelian

Jan.
Xxxx
Xxxx

Feb.
xxxx
xxxx

Maret
xxxx
xxxx

April
xxxx

Xxxx

xxxx

xxxx

Xxxx
Xxxx

xxxx
xxxx

xxxx
xxxx

(b+c)

Xxxx
Xxxx

xxxx
xxxx

xxxx
xxxx

(d-e)

Mei
xxxx

Persediaan barang dagangan awal merupakan persediaan


barang dagangan akhir bulan lalu. Begitu juga dengan pembayaran
pembelian, yaitu pembelian bulan lalu dibayar bulan yang akan
13

datang. Pembelian bulan bersangkutan merupakan utang dagang pada


bulan bersangkutan.Harga pokok penjualan sesuai tabel di atas adalah
sebesar 65% dari penjualan.
Contoh Anggaran Pembelian:
Data terkait dengan anggaran pembelian Toko Kecap Haning sebagai
berikut:
Persediaan tiap akhir bulan 80% harga pokok barang terjual
(Persediaan akhir 80% dari penjualan bulan yang akan datang).

(Persediaan awal 50% dari penjualan bulan ini).


Pembelian dilakukan 60% secara tunai, dan sisanya 40% kredit
dibayar pada bulan yang akan datang. Toko Haning memiliki
utang dagang pada bulan Maret 2016 sebesar Rp520.000 dan
dibayar pada bulan April 2016 Toko Haning.
TOKO KECAP HANING
Anggaran Pembelian
Untuk Triwulan Kedua Tahun 2016
(Dalam Rupiah)

Bulan
Keterangan
Penjualan Bulan Yang
Akan Datang (Botol)
Persentase Persediaan
Akhir (Dikali)
Persediaan
Barang
Dagang Akhir
Penjualan Bulan Ini
(Botol)
Barang Siap Dijual
Persediaan
Barang
Dagang Awal
Pembelian (Botol)
Harga Pokok (Botol)
Pembelian
Total Pembelian

APRIL
Kecap Kecap
Manis Asin

MEI
Kecap
Manis

Kecap
Asin

JUNI
Kecap
Manis

Kecap
Asin

530

460

550

560

570

660

80%

80%

80%

80%

80%

80%

424

368

440

448

456

528

510

360

530

460

550

560

934

728

970

908

1006

1088

255

180

265

230

275

280

679

548

705

678

731

808

3.000

2.000

3.000

2.000

3.000

2000

2.037.000

1.096.000

2.115.000

1.356.000

2.193.000

1.616.000

3.133.000

3.471.000

3.809.000

14

Anggaran Kas Keluar untuk Pembelian Barang Dagang


Perhitungan untuk membuat anggaran kas keluar untuk pembelian
sebagai berikut:
Pembelian tunai: 60% x Rp3.133.000= Rp.1.879.800
Pembayaran Utang bulan Maret 2016 = Rp520.000
Jadi, kas masuk bulan April: Rp1.879.800+ Rp520.000= Rp2.399.800
TOKO KECAP HANING
ANGGARAN KAS KELUAR
Untuk Triwulan Kedua Tahun 2016
(Dalam Rupiah)
Keterangan

April

Mei

Juni

Pembelian

3.133.000

3.471.000

3.809.000

Pembelian Tunai (60%)

1.879.800

2.082.600

2.285.400

520.000

751.920

833.040

2.399.800

2.834.520

3.118.440

Pembayaran Utang Bulan Lalu


Pembayaran Pembelian

2.4.

Anggaran Biaya Operasional


2.4.1. Pengertian Anggaran Biaya Operasional
Anggaran biaya operasional adalah semua rencana pengeluaran
yang berkaitan dengan distribusi dan penjualan paroduk peerusahaan
serta pengeluaran untuk menjalankan roda perusahaan. Secara umum
biaya operasional meliputi biaya pemasaran serta biaya administrasi
dan umum.
2.4.1.1. Biaya Pemasaran
Menurut Edy ( 2000 : 15 ) Biaya pemasaran adalah
biaya yang meliputi semua biaya dalam rangka kegiatan
pemasaran atau kegiatan untuk menjual barang dan jasa
perusahaan kepada pembeli sampai dengan pengumpulan
15

piutang menjadi kas Penganggaran pada biaya pemasaran


adalah anggaran yang berisi biaya-biaya yang berkaitan
dengan jalannya kegiatan perusahaan dibagian penjualan. Yang
termasuk dalam biaya pemasaran seperti :
a. Gaji staf administrasi penjualan
b. Gaji manajer pemasaran
c. Biaya iklan atau promosi
d. Biaya listrik kantor
e. Biaya telepon kantor
f. Biaya depresiasi kantor
g. Biaya gudang
h. Biaya angkut
i. Biaya penagihan, dll
2.4.1.2. Biaya Administrasi dan Umum
Penganggaran pada biaya administrasi dan umum
adalah budget yang merencanakan secara lebih terperinci
tentang biaya-biaya yang terdapat di lingkungan kantor
administrasi. Anggaran penjualan dan administrasi merupakan
unsur dari beban usaha.Beban penjualan adalah beban yang
terjadi untuk kepentingan penjualan produk utama.
Sedangkan beban administrasi adalah beban yang umumnya
terjadi pada bagian personalia, bagian keuangan. Dan bagian
umum, seperti:
a. Gaji staf administrasi
b. Gaji manajer dan Direktur
c. Biaya sewa (kantor, kendaraan, dsb)
d. Biaya korespondensi.
e. Biaya alat tulis, cetak kantor
f. Biaya depresiasi kendaraan umum dan direksi
g. Biaya depresiasi gedung kantor
h. Biaya pajak
i. beban umum lainnya.
2.4.2. Penyusunan Anggaran Biaya Operasional
Contoh Anggaran Biaya Operasional
Data yang terkait dengan penyusunan Anggaran Biaya Operasional
sebagia berikut:
Perusahaan memiliki satu karyawan bagian penjualan yang digaji
Rp 100.000 per bulan, dan satu karyawan bagian kasir/administrasi

dengan gaji sama Rp150.000


Komisi penjualan sebesar Rp200 per botol yang dijual.

16

Biaya Listrik Kantor Pemasaran dianggarkan sebesar Rp50.000


pada bulan April, Rp60.000 pada Mei, dan Rp65.000 pada bulan

Juni.
PT Monalisa mengiklankan produknya dengan brosur Rp50.000

per bulan.
Untuk menagih pelanggan yang melakukan penjualan secara
kredit, dikenakan biaya penagihan sebesar Rp20.000 pada bulan

April, Rp25.000 pada bulan Mei dan Rp30.000 pada bulan Juni .
Biaya telepon administrasi untuk tiga bulan masing-masing sebesar

Rp40.000, Rp45.000, Rp50.000


Biaya Korespondensi masing-masing sebesar Rp 50.000 per bulan
Biaya ATK Rp 100.000 per bulan
Biaya Pajak Rp 40.000 per bulan.
Gedung senilai Rp1.000.000 disusutkan 10% setiap bulan
Kendaraan senilai Rp800.000 disusutkan 10% setiap bulan
Peralatan Kantor senilai Rp 300.000 disusutkan 10% per bulan

Perhitungan untuk membuat anggaran operasional sebagai berikut:


KomisiPenjualan: Rp200 x 460 botol = Rp92.000
Gedung 1% x Rp1.000.000 = Rp10.000
Kendaraan 1% x Rp800.000 = Rp8.000
TOKO KECAP HANING
Anggaran Biaya Operasional
Untuk Periode Triwulan Kedua Tahun 2016
(Dalam Rp)
Keterangan
Penjualan

April
Mei
3.120.000 3.500.000

Juni
3.880.000

100.000

100.000

100.000

92.000

100.000

112.000

50.000

60.000

65.000

50.000

50.000

50.000

25.000

30.000

150.000

150.000

Biaya Pemasaran:
Biaya Gaji bag. Penjualan
Komisi Penjualan
Biaya listrik kantor pemasaran
Biaya Iklan

20.000
Biaya Penagihan
Biaya Administrasi dan umum:
Gaji staf administrasi
150.000

17

Biaya telepon
Biaya korespondensi
Biaya ATK
Biaya pajak
Jumlah Biaya Tunai
Biaya Usaha tidakTunai:
Biaya Depresiasi Gedung
Biaya Depresiasi Kendaraan
Biaya Dep peralatan kantor
Jumlah Biaya tidak tunai
Biaya Operasional Tunai
2.5.

40.000

45.000

50.000

50.000

50.000

50.000

100.000

100.000

100.000

40.0000

40.000

40.000

692.000

720.000

747.000

100.000

100.000

100.000

80.000

80.000

80.000

30.000

30.000

30.000

210.000

210.000

210.000

482.000

510.000

537.000

Anggaran Kas
2.5.1. Pengertian Anggaran Kas
Menurut Lukman Syamsudin, dalam bukunya Manajemen
Keuangan Perusahaan menyatakan bahwa: Anggaran kas adalah
suatu alat yang dapat digunakan manajer keuangan untuk meramalkan
atau memperkirakan kebutuhan-kebutuhan dana jangka pendek dan
untuk mengetahui kekurangan atau kelebihan uang selama periode
budget.
Dari pengertian diatas dapat dikatakan bahwa anggaran kas
akan memiliki peranan yang penting dalam mengendalikan kas,
dimana kegunaannya terutama untuk mengetahui kemampuan
perusahaan dalam menambah dana dari sumber-sumber intern dan
sekaligus memperkirakan saldo kas pada setiap akhir tahun anggaran
yang ditetapkan.
Menurut Any Agus Kana, (2001:225) dalam buku Anggaran
Perusahaan engeukakan bahwa : Anggaran kas adalah perencanaan
posisi kas dalam jangka waktu tertentu yang terdiri dari dua bagian

18

yaitu perencanaan penerimaan kas (aliran kas masuk) dan perencanaan


pengeluaran kas (aliran kas keluar).
Menurut pendapat kelompok kami, anggaran kas adalah
perencanaan

kas dalam jangka waktu tertentu sebagai gambaran

tentang penerimaan kas dan pengeluaran kas.


2.5.2. Tujuan Anggaran Kas
Tujuan pokok disajikan anggaran
menyelesaikan anggaran

kas

adalah

untuk

tentang likuiditas organisasi, dan untuk

mengetahui posisi kemampuan membayar kegiatan rutin (kewajiban


jangka pendek).
2.5.3. Manfaat Anggaran Kas
Manfaat dari anggaran kas adalah:
a. Alat bantu manajemen dalam melakukan perencanaan sumber daya
yang akan diperoleh dan digunakan, serta mengendalikan
bagaimana sumber tersebut digunakan sesuai dengan rencana yang
telah ditetapkan dalam jangka waktu tertentu.
b. Anggaran dapat membantu manajemen dalam pengendalian kas,

karena anggaran kas memberikan informasi yang berguna tentang


pola penerimaan dan pengeluaran kas setiap periode operasi
perusahaan.
c. Anggaran kas dapat menjaga kelangsungan hidup perusahaan,
karena dalam menjalankan suatu perusahaan dibutuhkan suatu
efektivitas pengendalian kas terhadap setiap perusahaan dalam
kegiatan perusahaannya.
2.5.4. Fungsi Anggaran Kas
Fungsi dari anggaran kas adalah:
a. Menunjukkan jumlah dan waktu kas perusahaan dimasa yang akan
datang
b. Memberikan dasar untuk melakukan tindakan perbaikan jika
jumlah kas dalam anggaran tidak cocok dengan jumlah yang
sebenarnya terjadi
c. Anggaran kas memberikan dasar evaluasi atas kinerja manajer
keuangan
2.5.5. Penyusunan Anggaran Kas Bagi Perusahaan Dagang
Anggaran kas bagi perusahaan sangatlah penting. Dengan
menyusun anggaran kas, akan dapat diketahui kapan perusahaan
dalam keadaan defisit kas atau surplus kas karena operasi perusahaan.
19

Dengan mengetahui adanya defisit kas jauh sebelumnya, maka


dapatlah direncanakan sebelumnya penentuan sumber dana yang akan
digunakan untuk menutupi defisit tersebut. Karena masih cukupnya
waktu maka terdapat lebih banyak alternatif sumber dana, dan makin
banyaknya alternatif

sumber dana berarti, kita dapat mengadakan

pemilihan sumber dana yang biayanya paling rendah. Sebaliknya


dengan mengetahui jauh sebelumnya bahwa akan terdapat surplus kas,
maka jauh sebelumnya sudah dapat direncanakan bagaimana
menggunakan kelebihan dana secara efisien.
Penyusunan anggaran kas mencakup dua sektor, yaitu :
1) Sektor Penerimaan Kas, yang pada umumnya berasal dari:
a. Hasil penjualan produk secara tunai.
b. Hasil menagih piutang dagang.
c. Pendapatan lain-lain seperti bunga dari Bank, jasa giro,
penghasilan dividen, dan sebagainya.
d. Adanya pengurangan pada aktiva tetap, seperti menjual aktiva
yang tidak terpakai.
e. Adanya penerimaan yang bukan penghasilan, seperti kredit
dari Bank, penjualan obligasi dan lain-lain hutang jangka
pendek
f. Penambahan modal sendiri oleh pemilik.
2) Sektor Pengeluaran Kas, yang pada umumnya berupa:
a. Berbagai pembayaran untuk keperluan operasional perusahaan
sehari-hari seperti pembelian barang dagangan, membayar gaji,
dan upah tenaga kerja, biaya-biaya penjualan dan biaya
administrative, dan lain sebagainya.
b. Pembayaran pada para kreditur, baik berupa bunga maupun
angsurannya.
c. Penambahan berbagai aktiva tetap seperti pembelian aktiva
tetap.
d. Pembayaran pada pemilik modal, seperti pembayaran dividen
atau pengembalian modal.
e. Pembayaran pada pemerintah seperti membayar pajak, cukai,
meterai, restitusi, dan lain-lain.
Secara umum dana kas berasal dari penjualan.

Jika

perusahaan sudah lama berkecimpung dalam bisnisnya maka pola


penerimaannya dapat diatur berdasarkan pengalaman sebelumnya.
20

Anggaran pengeluaran kas berisi tentang seluruh pengeluaran kas


yang direncanakan pada periode anggaran yang.bersangkutan dengan
pembelian.
Bagi kelebihan atau kekurangan kas merupakan selisih antara
total kas yang tersedia dengan total kas yang diperlukan. Jika terjadi
selisih negatif yaitu total kas yang tersedia lebih kecil dari yang
dibutuhkan maka perusahaan perlu merancang penerimaan kredit dari
bank, sebaiknya jika terjadi selisih positif maka dana yang dipinjam
pada periode sebelumnya dapat dibayar kembali atau dana yang
menganggur dapat ditempatkan dalam investasi jangka pendek.
Bagian terakhir anggaran kas adalah menyediakan rata-rata terperinci
tentang proyeksi tentang pinjaman dan pelunasan kembali yang
dilakukan

selama

periode

anggaran

termasuk

didalamnya

pembayaran bunga yang jatuh tempo.


Baris terakhir dari anggaran kas adalah rencana saldo kas akhir
rencana saldo kas akhir, saldo kas akhir dikurangkan untuk
mendapatkan kelebihan atau kekurangan kas, namun saldo kas
minimum bukan pengeluaran kas sehingga jumlah tersebut harus
dimasukan kembali dalam saldo kas akhir.
2.5.6. Penyusunan Anggaran Kas
Menurut M. Nafarin (2009:312) terdapat dua pendekatan
dalam penyusunan anggaran kas, yaitu : (1) pendekatan kas masuk
dan kas keluar, (2) pendekatan akunting keuangan. Pendekatan kas
masuk dan kas keluar kadang- kadang disebut juga dengan metode
langsung. Pendekatan akunting keuangan kadang-kadang disebut juga
dengan metode ikhtisar laba rugi atau metode tak langsung.
1) Pendekatan Kas Masuk dan Kas Keluar (Metode Langsung)
Metode ini didasarkan pada analisis naik dan turun kas yang
dianggarkan yang mencerminkan semua arus kas masuk dan kas
keluar dari anggaran jualan, anggaran biaya/beban, dan anggaran
tambahan produk modal. Metode ini sering digunakan untuk
anggaran kas jangka pendek sebagai bagian dari rencana laba
tahunan. Oleh karena itu metode ini disebut juga dengan
pendekatan anggaran kas jangka pendek. Disebut pendekatan
21

anggaran kas jangka pendek, karena biasanya anggaran dengan


metode ini dibuat paling lama periodenya setahun. Selama
setahun tersebut periode anggaran dibagi dalam tiap triwulan,
bulan, minggu, atau hari.
Disebut pendekatan kas masuk dan kas keluar, karena dalam
menyusun anggaran kas lebih dahulu ditaksir sumber kas masuk,
kemudian ditaksir kas keluar. Setelah itu ditentukan apakah
terjadi kelebihan kas atau kekurangan kas. Dikatakan metode
langsung

karena

metode

ini

langsung

secara

rinci

mengidentifikasi dari transaksi sumber kas atau arus kas masuk


dan belanja kas atau arus kas keluar.

2) Pendekatan

Akunting

Keuangan

(Metode

Ikhtisar

Laba

Rugi/Metode Tak langsung)


Titik tolak dalam pendekatan ini adalah laba bersih diubah dari
dasar akrual menjadi dasar kas, artinya disesuaikan dengan
perubahan rekening penundaan rekening bukan kas, seperti:
beban/biaya terutang, beban/biaya bayar di muka, depresiasi/
penyusutan/ penghapusan/ amortisasi. Pendekatan ini tidak
membutuhkan data yang rinci dan lebih sedikit rinciannya tentang
arus kas masuk dan arus kas keluar. Metode ini lebih cocok untuk
22

anggaran kas jangka panjang. Oleh karena itu metode ini disebut
juga dengan pendekatan anggaran kas jangka panjang. Metode ini
dikatakan

pendekatan

akunting

keuangan,

karena

cara

penyusunan anggaran kas berdasarkan ikhtisar laba rugi dan


neraca yang dihasilkan akunting keuangan. Oleh karena
penyusunan anggaran kas didasarkan ikhtisar laba rugi dan neraca
maka disebut metode tak langsung.

Depresiasi menambah laba bersih, utang naik menambah laba


bersih dan sebaliknya. Piutang dan persediaan turun menambah
laba bersih, sedangkan piutang dan persediaan naik mengurangi
laba bersih. Kas akhir bulan bersangkutan adalah menjadi kas
awal bulan berikutnya.
Contoh Anggaran Kas
Toko Kecap Haning
Anggaran Kas Masuk
Untuk Periode Triwulan Kedua Tahun 2016
(dalam Rp)
Keterangan
Penjualan

April
3.120.000

Mei
3.500.000

Juni
3.880.000

Penjualan Tunai

2.184.000

2.450.000

2.716.000

930.000

936.000

1.050.000

3.114.000

3.386.000

3.766.000

Penerimaan

Piutang

(dari

penjualan kredit bulan lalu)


Kas Masuk

23

Toko Kecap Haning


Anggaran Kas Keluar
Untuk Triwulan Kedua Tahun 2016
(dalam rupiah)
Keterangan
Pembelian
Pembelian Tunai (60%)
Pembayaran Utang Bulan
Lalu
Pembayaran Pembelian

April
Rp 3.133.000

Mei
Rp 3.471.000

Juni
Rp 3.809.000

1.879.800

2.082.600

2.285.400

520.000

751.920

833.040

2.399.800

2.834.520

3.118.440

Diketahui saldo kas bulan Maret 2016 Rp 500.000, kas minumum


Rp 400.000
Toko Kecap Haning
Anggaran Kas Metode Langsung
Untuk Periode Triwulan Kedua Tahun 2016
(dalam rupiah)
Keterangan
Kas Awal
Kas Masuk:
Penjualan tunai
Penerimaan Piutang
Pendapatan sewa
Jumlah Kas masuk
Jumlah Kas Tersedia
Kas Keluar:
Pembelian tunai (60%)
Pembayaran Utang Bulan Lalu

April
500.000

Mei
102.000

Juni
130.000

2.184.000

2.450.000

2.716.000

930.000

936.000

1.050.000

300.000

300.000

300.000

3.414.000

3.686.000

4.066.000

3.914.000

3.788.000

4.196.000

738.000

810.000

882.000

520.000

492.000

540.000

24

Pengeluaran Operasional:
Biaya Pemasaran:
100.000

100.000

100.000

92.000

100.000

112.000

50.000

60.000

65.000

50.000

50.000

50.000

20.000

25.000

30.000

150.000

150.000

150.000

40.000

45.000

50.000

502.000

530.000

557.000

3.412.000

3.258.000

3.639.000

400.000

400.000

400.000

3.812.000

3.658.000

4.039.000

kas 102.000

130.000

157.000

102.000

130.000

157.000

Biaya Gaji bag. Penjualan


Komisi Penjualan
Biaya listrik kantor pemasaran
Biaya Iklan
Biaya Penagihan
Biaya Administrasi dan umum:
Gaji staf administrasi
Biaya telepon adm
Jumlah By. Operasonal Tunai
Jumlah Kas Keluar:
Kas Minimum
Kas yang diperlukan
Kelebihan (kekurangan)
yang tersedia
Jumlah kas yang tersedia
2.6.

Anggaran Laba Rugi


2.6.1. Pengertian Anggaran Laba Rugi
Anggaran laba rugi adalah suatu anggaran yang memuat
ringkasan proyeksi dari berbagai komponen pendapatan dan biaya
selama periode anggaran (M.Nafarin, 2004:62)
Menurut pendapat kelompok kami, anggaran laba rugi adalah
anggaran yang dibuat pada periode tertentu, berisi taksiran- taksiran
tentang penghasilan dan tentang biaya perusahaan secara garis besar.
2.6.2. Tujuan Anggaran Laba Rugi
Penyusunan anggaran Laba Rugi memiliki beberapa tujuan
diantarannya sebagai beikut:
a. Untuk memberikan informasi kepada pihak manajemen tentang
perkiraan laba/rugi bersih yang akan ditanggung oleh perusahaan
dalam suatu periode anggaran.
25

b. Untuk perencanaan dan penkoordinasian dari kegiatan perusahaan


dan divisi. Sebagai contoh anggaran laba rugi, dipakai sebagai
dasar untuk memastikan bahwa fasilitas produksi sesuai dengan
ramalan penjualan dan tersediannya kas sesuai dengan pengeluaran
yang perkiraan.
c. Untuk sasaran pemeriksaan yang terakhir untuk anggaran laba.
Meskipun kerangka anggaran telah dissetujui oleh manajemen
sebelumnnya, akan tetapi perlu pengkajian lebih lanjut yang
berguna dalam penyusunan anggaran tersebut.
d. Untuk melihat tanggungjawab manajer yang memimpin pusat laba,
yang dapat membandingkan prestasi dengan rencana yang telah
disusun selanjutnnya melihat sejumlah mana kontribusi yang telah
disumbangkan.
e. Untuk menilai prestasi dan keuangan bagi perusahaan dimasa
datang dan melakukan tindakan koreksi terhadap apa yang telah
dicapai.
2.6.3. Manfaat Anggaran Laba Rugi
Bagi perusahaan :
a. Sebagai pengecekan final atas wajar tidaknya anggaran.
b. Untuk perencanaan dan pengkoordinasian seluruh kegiatan
perusahaan / divisi.
c. Membebankan tanggung jawab kepada setiap manajer atas
sumbangan prestasinya untuk perusahaan /divisi.
d. Untuk alokasi sumber dana setiap pusat pertanggungjawaban.
Bagi manajemen puncak:
a. Untuk menelaah total prestasi perusahaan yang diharapkan pada
tahun yang akan datang dan untuk menentukan tindakan koreksi
jika prestasi tidak memuaskan.
b. Untuk mengendalikan divisi.
c. Untuk berpresatsi dalam perencanaan divisional.
d. Untuk perencanaan dan koordinasi kegiatan perusahaan secara
keseluruhan.
2.6.4. Penyusunan Anggaran Laba Rugi
Penyusunan anggaran laba rugi dilakasananakan setelah
menyusun anggaran beban usaha dan anggaran operasional. Anggaran
laba rugi merupakan tujuan dari penyusunan anggaran operasional.
Oleh karena itu, dalam penyusunan anggaran laba rugi diperlukan

26

beberapa unsur dari anggaran operasional seperti: anggaran penjualan,


anggaran pembelian, dan anggaran beban penjualan dan administrasi.
Anggaran laba rugi disusun dari beberapa perhitungan dan
anggaran yang baru disebutkan tadi dan disajikan seperti tampilan
berikut ini:
Toko ABC
Anggaran Laba Rugi
Tiap Akhir Bulan untuk Kuartal Pertama tahun 2010
Keterangan

Januari Februari Maret April

1. Penjualan

Xxxx

Xxxx

xxxx

Xxxx

2. Harga Pokok Penjualan

Xxx

Xxx

xxx

xxx

3. Laba Kotor (1-2)

Xxx

Xxx

xxx

xxx

4. Beban Usaha

Xxx

Xxx

xxx

xxx

5. Laba Bersih (3-4)

Xxx

Xxx

xxx

xxx

Contoh Anggaran Laba Rugi:


PT Monalisa menerima pendapatan diluar usaha yaitu menyewakan
halaman gedungnya untuk penjual sosis, harga sewa sebesar
Rp300.000 per bulan.
Perhitungan Harga Pokok Penjualan:
Persediaaan awal: (Kecap manis 255 unit x 4000) + (Kecap Asin 180
unit x 3000) = Rp 1.560.000
Persediaan Akhir: (Kecap manis 424 unit x 4000) + (Kecap Asin 368
unit x 3000) = Rp 2.800.000
Anggaran Laba Rugi
Toko Kecap Haning
Untuk Periode yang Berakhir Triwulan Kedua Tahun 2016
(dalam rupiah)
Keterangan
Penjualan
Harga Pokok Penjualan:
Persediaan Awal

APRIL
MEI
JUNI
3.120.000 3.500.000 3.880.000
1.560.000 1.750.000 1.940.000

27

Pembelian
Persediaan Akhir
Harga Pokok Penjualan
Laba Kotor
Biaya Operasional
Biaya Pemasaran:
Biaya Gaji bag. Penjualan
Komisi Penjualan
Biaya listrik kantor pemasaran
Biaya Iklan
Biaya Penagihan
Jumlah Biaya Pemasaran
Biaya Administrasi dan umum:
Gaji staf administrasi
Biaya korespondensi
Biaya ATK
Biaya pajak
Biaya telepon adm
Biaya Dep peralatan kantor
Biaya Depresiasi Gedung
Biaya Depresiasi Kendaraan
Jumlah By. Adm dan Umum
Jumlah Biaya Operasional
Laba Operasional
Pendapatan di luar usaha:
Pendapatan Sewa
Laba Bersih

3.133.000 3.471.000 3.809.000


2.800.000 3.104.000 3.408.000
1.893.000 2.117.000 2.341.000
1.227.000 1.383.000 1.539.000

100.000

100.000

100.000

92.000

100.000

112.000

50.000

60.000

65.000

50.000

50.000

50.000

20.000

25.000

30.000

312.000

335.000

357.000

150.000

150.000

150.000

50.000

50.000

50.000

100.000

100.000

100.000

40.0000

40.000

40.000

40.000

45.000

50.000

30.000

30.000

30.000

100.000

100.000

100.000

80.000

80.000

80.000

590.000

595.000

600.000

902.000

930.000

957.000

325.000

453.000

582.000

300.000

300.000

300.000

625.000

753.000

882.000
28

2.7.

Anggaran Neraca
2.7.1. Pengertian Anggaran Neraca
Anggaran neraca adalah anggaran yang menunujuk implikasi
berbagai macam anggaran pada elemen-elemen neraca yaitu
aktiva,utang dan modal tahun yang akan datang. Budget neraca adalah
budget tentang posisi finansial perusahaan pada suatu saat tertentu
yang

yang akan datang yang berisi taksiran-taksiran secara garis

besar.
Informasi dan laporan yang diperlukan dalam menyusun
anggaran neraca untuk suatu periode anggaran adalah sebagai berikut :
a. Neraca perusahaan periode lalu
b. Anggaran kas untuk periode anggaran periode mendatang
c. Anggaran laba rugi untuk anggaran periode anggaran mendatang
2.7.2. Tujuan Anggaran Neraca
Tujuan anggaran neraca adalah untuk menyajikan informasi
kepada manajemen tentang hasil akhir dari seluruh anggaran yang
telah disusun sebelumnya (anggaran penjualan sampai anggaran kas).
2.7.3. Manfaat Anggaran Neraca
Manfaat dari anggaran neraca adalah:
a. Sebagai pengungkap beberapa kondisi keuangan yang tidak
menguntungkan yang ingin di hindarkan manajemen
b. Sebagai pengecek terakhir mengenai kekuatan metematis dari
semua jadwal lain
c. Sebagai alat pengawas kerja yang membantu manajemen dalam
memimpin jalannya perusahaan
d. Sebagai alat untuk menyoroti sumberdaya dan kewajiban di masa
yang akan datang
2.7.4. Penyusunan Anggaran Neraca
Anggaran neraca disusun atas dasar neraca awal periode
disesuaikan dengan data yang termuat pada berbagai anggaran periode
yang bersangkutan. Menyusun anggaran neraca merupakan tujuan dari
anggaran keuangan. Anggaran neraca yang disusun berasal dari
anggaran kas dan anggaran operasional terdahulu.
Tampilan dari anggaran neraca adalah sebagai berikut :

29

Contoh Anggaran Neraca


Untuk menyusun anggaran neraca diperlukan anggaran depresiasi dan
anggaran perubahan modal

untuk mempermudah

penyusunan

anggaran neraca.
TOKO KECAP HANING
Anggaran Deprsiasi
Untuk Triwulan Kedua Tahun2016
(Dalam Rp)
Keterangan
Gedung
Penyusutan Gedung
Total
Kendaraan
Depresiasi Kendaraan
Total
Aset Tetap Bersih

April
1.000.000
(10.000)
990.000
800.000
(8.000)
792.000
1.782.000

Mei
1.000.000
(10.000)
990.000
800.000
(8.000)
792.000
1.782.000

Juni
1.000.000
(10.000)
990.000
800.000
(8.000)
792.000
1.782.000

Modal awal Tuan Haning untuk membeli barang dagangan, gedung


dan

lain-lain

pada

triwulan

kedua

masing-masing

sebesar

Rp3.861.080, Rp 4.097.960, dan Rp 3.723.400.


30

Toko kecap Haning


Anggaran Perubahan Modal
Untuk Periode yang Berakhir Triwulan Kedua Tahun 2016
(Dalam Rp)
Keterangan
Modal Awal
Laba
Modal Akhir

April
3.861.080

Mei
4.097.960

Juni
3.723.400

1.007.000

1.135.000

1.264.000

4.868.080

5.232.960

4.987.400

Piutang dagang dan utang dagang akan dibayar bulan yang berikutnya.
Perhitungan Piutang dagang bulan Juni diperoleh dari 40% x
Penjualan kredit bulan Mei, sedangkan Utang bulan Juni diperoleh
dari 30% x Pembelian kredit bulan Mei.
Toko kecap Haning
Anggaran Neraca
Untuk Periode yang Berakhir Triwulan Kedua Tahun 2016
(Dalam Rp)
Keterangan
ASET:
Kas
Piutang Dagang
Persediaan Barang
Dagang
Aset Tetap Bersih:
Gedung
Kendaraan
Jumlah Aset
UTANG DAN MODAL
Utang Dagang
Modal
Jumlah Utang + Modal

April

Mei

Juni

102.000

130.000

157.000

936.000

1.050.000

1.164.000

2.800.000

3.104.000

3.408.000

990.000

990.000

990.000

792.000

792.000

792.000

5.620.000

6.066.000

6.511.000

751.920

833040

1523600

4.868.080

5.232.960

4.987.400

5.620.000

6.066.000

6.511.000

31

BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Anggaran adalah suatu rencana terinci yang disusun secara sistematis
dan dinyatakan secara formal dalam ukuran kuantitatif. Anggaran untuk
perusahaan dagang
operasional

dan

merupakan anggaran yang terdiri dari anggaran

anggaran

keuangan

perusahaan

dagang.

Anggaran

perusahaan dagang terdiri dari anggaran penjualan, pembelian, biaya


operasional dan anggaran laba rugi.Sedangkan anggaran keuangan terdiri
dari anggaran kas dan anggaran neraca.
Anggaran Penjualan merupakan titik awal dari menyusun anggaran.
Anggaran pembelian adalah anggaran yang direncanakan secara terperinci
tentang pembelian barang dagang selama periode yang akan datang yang ada
didalamnya meliputi rencana tentang barang dagang yang akan dibeli dan
waktu atau kapan barang dagang tersebut akan dibeli. Anggaran biaya
operasional adalah semua rencana pengeluaran yang berkaitan dengan
distribusi dan penjualan paroduk perusahaan serta pengeluaran untuk
menjalankan roda perusahaan.
Anggaran laba rugi adalah suatu anggaran yang memuat ringkasan
proyeksi dari berbagai komponen pendapatan dan biaya selama periode
anggaran. Anggaran kas adalah anggaran yang merencanakan jumlah kas
beserta perubahan yang memuat perkiraan arus kas masuk dan arus kas
keluar. Anggaran neraca adalah anggaran yang menunujukan implikasi
berbagai macam anggaran pada elemen-elemen neraca yaitu aktiva, utang dan
modal tahun yang akan datang. Dalam perusahaan dagang masalah
penyusunan anggaran merupakan masalah penting dalam perkembangan
suatu perusahaan. Laba yang maksimal merupakan tujuan penting dalam
perkembangan suatu perusahaan khususnya perusahaan dagang.

32

DAFTAR PUSTAKA

Adisaputro, Gunawan & M. Asri. 2013. Anggaran Perusahaan Buku 1.


Yogyakarta: BPFE Yogyakarta
M.Nafarin. 2004. Penganggaran Perusahaan. Jakarta : Salemba Empat
https://sites.google.com/site/penganggaranperusahaan/anggaran-kas

33