Anda di halaman 1dari 8

Pemindahan Tanah Mekanis (PTM) atau Alat-alat Berat

Umum
Pada umumnya setiap pekerjaan pembangunan sipil apabila diperhitungkan masalah
efisiensi waktu dan efektifitas kegiatan pada proyek yang berskala besar, maka perlu
dilakukan dengan cara mekanis atau dengan menggunakan bantuan tenaga mesin atau
peralatan.
Peralatan berat biasanya digunakan untuk :
Penggalian, pengupasan, pembongkaran, dan penimbunan.
Perataan atau penyebaran.
Pembuatan profil permukaan.
Pemindahan atau pengangkutan.
Pemadatan.
Untuk mencapai tingkat efisiensi dan efektifitas pekerjaan perlu dilakukan perencanaan
secara cermat dan teliti yang dilakukan oleh orang yang mempunyai keahlian,
pengalaman yang baik dan memiliki kemampuan manajerial. Sasaran utama proyek
adalah bagaimana dapat melakukan efisiensi terhadap biaya, mutu, dan waktu (BMW).
Dalam pelaksanaan pekerjaan PTM yang perlu diperhatikan :
1. Perhitungan volume pekerjaan
a. Volume tanah (tanah asli, tanah lepas, tanah padat)
b.

Jenis tanah.

2. Spesifikasi pekerjaan
a.

Jenis pekerjaan (galian, timbunan, lean clearing, stripping, pemadatan)

b.

Hasil pekerjaan.

3. Pemilihan jenis peralatan atau alat yang digunakan


a.

Jenis dan tipe alat

b.

Kapasitas alat

c.

Kemampuan dan suku cadang alat

4. Perencanaan sumber daya manusia (SDM) = man power.


5. Mobilisasi peralatan
6. Perencanaan metode kerja

a.

Organisasi pelaksanaan

b.

Prosedur operasi kerja

c.

Prosedur perawatan peralatan

d.

Prosedur keselamatan kerja

e.

Prosedur pelaporan administrasi dan keuangan

7. Sarana pendukung di lapangan


a.

Sistim perawatan alat-alat barat

b.

Sistim logistik perawatan

c.

Sistim komunikasi dan informasi kerja

Pengertian Dasar PTM


Pekerjaan PTM adalah suatu pekerjaan dimana sejumlah volume tanah tertentu
dipindahkan dengan bantuan alat-alat mekanis. Pekerjaan ini melibatkan banyak variable
yang perlu dimengerti dan dipahami, antara lain pengertian terhadap tanah.
Yang perlu diperhatikan dalam pekerjaan pemindahan tanah mekanis (PTM) yang
berhubungan dengan sifat fisik tanah antara lain:
1.

Berat jenis dan volume tanah.

2.

Tingkat kekerasan

3.

Tingkat kohesifitas

4.

Bentuk tanah

5.

Tingkat kepadatan

6.

Gradasi tanah

7.

Kadar air

8.

Liquid limid, plastis limid, dan plestis indeks

Pengertian Dasar Pengoperasian Alat


Ada tiga hal perlu diperhatikan dalam manajemen alat-alat berat.

Kepemilikan Alat
Kepemilikan alat merupakan investasi bagi suatu perusahaan baik dengan cara menyewa
atau membeli.
Kemampuan Kerja Alat Adalah kemampuan alat dalam melakukan kegiatan mengeruk
menggusur, mengangkut, atau memindahkan tanah dari satu tempat ke tempat lain yang
diukur dengan satu satuan waktu (m3 /jam)
Kapasitas kerja alat : kemampuan kerja satu kali operasi
Produksi kerja alat : kemampuan kerja dalam satu jam
Perhitungan Biaya Operasi Alat.

1. Kemampuan produksi dipenganruhi oleh :


a.

Pengaruh ketinggian.

b.

Pengaruh temperatur

c.

Pengaruh tekanan udara

d.

Keadaan tanah yang dikerjakan

e.

Percepatan alat.
2. Biaya pengoprasian alat berat dipengaruhi oleh :

a.

Factor harga alat, umur alat, bunga modal, asuransi, dan nilai sisa.

b.

Biaya operasi dipengaruhi oleh penggunaan bahan bakar, pelumas, perbaikan

sukucadang , dan operator


c.

Biaya mobilisasi alat

Persiapan Pekerjaan PTM

1. Survei lapangan (site Survey)


Hal- hal yang perlu dilakukan dalam survey lapangan, antara lain
Keadaan lapangan
Kondisi tenaga kerja
Kondisi transportasi dan akomodasi.
2. Perencanaan
Berdasarkan hasil survey lapangan, dapat dibuat rencana kerja yang akan menjadi acuan
kerja yang meliputi
Persiapan kerja
Struktur organisasi proyek
Penentuan metode dan prosedur kerja
Jadwal kerja (time schedule)
Penentuan jenis, type dan kombinasi peralatan yang akan dipergunakan
Penentuan jumlah alat-alat berat dan tenaga kerja yang akan digunakan
System logistik dan maintenance
3. Pelaksanaan Pekerjaan
Pada tahap pelaksanaan pekerjaan merupakan tahapan yang menentukan terhadap
keberhasilan dari sasaran yang hendak dicapai oleh tim manajemen proyek, yang perlu
diperhatikan dalam memulai pelaksanaan pekerjaan adalah
Penentuan starting point (penentuan titik dimulainya pekerjaan)
Analisa terhadap keadaan lokasi dari peta topografi yang ada
Pengaturan pentahapan areal yang akan dikerjakan
Pengaturan dan pembuatan jalan akses bagi lalu lintas alat-alat berat, sehingga tidak
terjadi hambatan
Pengamanan lokasi dari orang-orang yang tidak berkepentingan dengan pekerjaan
Pengawasan dan pengendalian pelaksanaan pekerjaan.
Klasifikasi Alat

Alat berat dapat dikategorikan kedalam beberapa klasifikasi. Klasifikasi tersebut adalah
klasifikasi fungsional alat berat dan klasifikasi operasional alat berat.
Klasifikasi Fungsional Alat Berat.
Yang dimaksud dengan klasifikasi fungsional alat adalah pembagian alat tersebut
berdasarkan fungsi-fungsi utama alat. Berdasarkan fungsinya alat berat dapat dibagi atas
berikut ini.
a. Alat Pengolah Lahan
Kondisi lahan proyek kadang-kadang masih merupakan lahan asli yang harus
dipersiapkan sebelum lahan tersebut mulai diolah. Jika pada lahan masih terdapat semak
atau pepohonan maka pembukaan lahan dapat dilakukan dengan menggunakan dozer.
Untuk pengangkatan lapisan tanah paling atas dapat digunakan scraper. Sedangkan untuk
pembentukan permukaan supaya rata selain Dozer dapat digunakan juga motor grader.
b. Alat Penggali
Jenis alat ini dikenal juga dengan istilah excavator. Beberapa alat berat digunakan untuk
menggali tanah dan batuan. Yang termasuk didalam kategori ini adalah front shovel,
backhoe, dragline, dan clamshell.
c. Alat Pengangkut material.
Crane termasuk didalam kategori alat pengangkut material karena alat ini dapat
mengangkut material secara vertical dan kemudian memindahkannya secara horizontal
pada jarak jangkauan yang relative kecil. Untuk pengangkutan material lepas dengan
jarak tempuh yang relative jauh, alat yang digunakan dapat berupa belt, truck, dan wagon.
Alat-alat ini memerlukan alat lain yang membantu memuat material ke dalamnya.
d. Alat pemindahan material
Yang termasuk dalam kategori ini adalah yang biasanya tidak digunakan sebagai alat
transportasi tetapi digunakan untuk memindahkan material dari satu alat kealat yang lain.
Loader dan dozer adalah alat pemindahan material.
e. Alat Pemadat.
Jika pada suatu lahan dilakukan penimbunan maka pada lahan tersebut perlu dilakukan
pemadatan. Pemadatan juga dilakukan untuk pembuatan lapangan terbang dan jalan, baik
itu jalan tanah dan jalan dengan perkerasan lentur maupun perkerasan kaku. Yang
termasuk sebagai alat pemadat adalah tamping roller, pneumatic tire, compactor, dan lain-

lain.
f.

Alat Pemroses Material.

Alat ini dipakai untuk mengubah batuan dan mineral alam menjadi suatu bentuk dan
ukuran yang diinginkan. Hasil dari alat ini misalnya adalah batuan bergradasi, semen,
beton, dan aspal. Yang termasuk di dalam alat ini adalah stone crusher. concrete batch
plant dan asphalt mixing plant.
g. Alat Penempatan Akhir Material.
Alat digolongkan pada kategori ini karena fungsinya yaitu untuk menempatkan material
pada tempat yang telah ditentukan. Di ternpat atau lokasi ini material disebarkan secara
merata dan dipadatkan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Yang termasuk di
dalam kategori ini adalah concrete spreader, asphalt paver, motor grader, dan alat
pemadat.
Klasifikasi Operasional Alat Berat
Alat-alat berat dalam pengoperasiannya dapat dipindahkan dari satu tempat ke tempat
lain atau tidak dapat digerakkan atau statis. Jadi klasifikasi alat berdasarkan
pergerakannya dapat dibagi atas berikut ini :
Alat dengan Penggerak, merupakan bagian dari alat berat yang menerjemahkan hasil dari
mesin menjadi kerja. Bentuk dari alat penggerak adalah crawler atau roda kelabang dan
ban karet. Sedangkan belt merupakan alat penggerak pada conveyor belt.
Alat Statis, yang termasuk dalam kategori ini adalah tower crane, batching plant, baik
untuk beton maupun untuk aspal serta crusher plant.
1.6

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemilihan Alat Berat

Pemilihan alat berat dilakukan pada tahap perencanaan, dimana jenis, jumlah, dan
kapasitas alat merupakan faktor-faktor penentu. Tidak setiap alat berat dipakai untuk
setiap proyek konstruksi, oleh karena itu pemilihan alat berat yang tepat sangatlah
diperlukan. Apabila terjadi kesalahan dalam pemilihan alat berat maka akan terjadi
keterlambatan di dalam pelaksanaan, biaya proyek yang membengkak, dan hasil yang
tidak sesuai dengan rencana.
Di dalam pemilihan alat berat, ada beberapa faktor yang harus diperhatikan sehingga
kesalahan dalam pemilihan alat. dapat dihindari. Faktor-faktor tersebut antara lain sebagai

berikut :
1.

Fungsi yang harus dilaksanakan. Alat berat dikelompokkan berdasarkan fungsinya,

seperti untuk menggali, mengangkut, meratakan permukaan, dan lain-lain.


2.

Kapasitas peralatan. Pemilihan alat berat didasarkan pada volume total atau berat

material yang harus diangkut atau dikerjakan. Kapasitas alat yang dipilih harus sesuai
sehingga pekerjaan dapat diselesaikan pada waktu yang telah ditentukan.
3.

Cara operasi. Alat berat dipilih berdasarkan arah (horizontal maupun vertikal) dan

jarak gerakan, kecepatan, frekuensi gerakan, dan lain-lain.


4.

Ekonomi. Selain biaya investasi atau biaya sewa peralatan, biaya operasi dan

pemeliharaan merupakan faktor penting di dalam pemilihan alat berat.


5.

Jenis proyek. Ada beberapa jenis proyek yang umumnya menggunakan alat berat.

Proyek-proyek tersebut antara lain proyek gedung, pelabuhan, jalan, jembatan, irigasi,
pembukaan hutan, dam, dan sebagainya.
6.

Lokasi proyek. Lokasi proyek juga merupakan hal lain yang perlu diperhatikan :

dalam pemilihan alat berat. Sebagai contoh lokasi proyek di dataran tinggi memerlukan
alat berat yang berbeda dengan lokasi proyek di dataran rendah.
7.

Jenis material yang akan dikerjakan dapat mempengaruhi alat berat yang akan

dipakai. Tanah dapat dalam kondisi padat, lepas, keras, atau lembek.
8.

Kondisi lapangan. Kondisi dengan medan yang sulit dan medan yang baik

merupakan faktor lain yang mempengaruhi pemilihan alat berat.


Alat Berat Pada Proyek Proyek Konstruksi
Pada setiap proyek ada keunikan/kehususan dimana tidak semua alat berat perlu dipakai
di proyek tersebut. Jenis-jenis proyek yang pada umumnya menggunakan alat berat
adalah proyek gedung, pelabuhan, jalan, dam, irigasi, pengerukan dan lain-lain.
1.

Proyek Gedung

Alat berat yang umum dipakai di proyek - proyek gedung adalah alat tiang pancang (pile
driving), alat penggali (backhoe) , crane , truck mixer, car mix, concrete batching plant,
Concrete pump, stone crusher. Alat pemadat juga sering digunakan untuk memadatkan
tanah di sekitar basement.
2.

Proyek Jalan

Alat berat yang umum dipakai pada proyek jalan baik jalan aspal maupun jalan beton

pada umumnya menggunakan alat gali (excavator), dump truck, dozer, motor grader, alat
pemadat ( vibrating roller, Tandem roller, Pneumatic tire roller), loader, air compressor,
asphalt mixing plant, asphalt finesher, asphalt distributor/sparyer, air compressor,
concrete baching plant, truck mixer, concrete pump, trailler, dan stone crusher.
3.

Proyek Jembatan

Alat berat yang digunakan untuk proyek jembatan antara lain adalah alat pemancangan
tiang pondasi, dump truck, alat penggali, crane, truck mixer, concrete mixer atau concrete
batching plant, alat pemadat vibrating roller, dan lain-lain.
4.

Proyek Irigasi

Alat berat yang digunakan untuk proyek irigasi antara lain adalah alat penggali, truck,
concrete mixer, Loader, Bulldozer, Motor Grader, alat pemadat, dan lain-lain.
5.

Proyek Dam

Proyek dam pada umumnya menggunakan alat penggali tanah, crane, truck, concrete
mixer truck, alat pemadat tanah, Ioader, bulldozer, grader. Alat penggali tanah yang
umum dipakai untuk proyek dam berupa backhoe atau front shovel. Concrete mixer
digunakan untuk mencampurkan bahan pembuatan beton yang dipakai untuk pembuatan
dinding penahan tanah.
6.

Proyek Pengerukan

Proyek pengerukan pada umum menggunakan alat pengeruk misalnya grab dredger,
bucket dredger, dipper dredger, rock cutter, suction dredger, clamshell dredger, sand
pump, excavator, whell loader, bulldozer dan dump truck.