Anda di halaman 1dari 113

PERANCANGAN TATA LETAK GUDANG EKSPOR PT.

HADI
BARU DENGAN METODE SHARED STORAGE

TUGAS SARJANA
Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Dari
Syarat-Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik

Oleh

MUHAMMAD ILHAM
040403047

DEPARTEMEN TEKNIK INDUSTRI


F A K U L T A S

T E K N I K

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


MEDAN
2009

Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

PERANCANGAN TATA LETAK GUDANG EKSPOR PT.


HADI BARU DENGAN METODE SHARED STORAGE

TUGAS SARJANA
Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari
Syarat-Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik

Oleh
MUHAMMAD ILHAM
040403047

Disetujui Oleh :

Dosen Pembimbing I

Dosen Pembimbing II

(Ir. Tanib S. Tjolia, M.Eng)

(Aulia Ishak, ST, MT)

DEPARTEMEN TEKNIK INDUSTRI


F A K U L T A S

T E K N I K

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


MEDAN
2009

Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan atas kehadirat Allah SWT atas rahmat,
nikmat dan karunia yang tak terhingga banyaknya dan atas kesempatan yang
diberikan kepada penulis untuk menyelesaikan Tugas Sarjana pada waktu yang
telah ditentukan.
Penelitian ini dilakukan di PT. Hadi Baru yaitu perusahaan swasta yang
bergerak di bidang pengolahan crumb rubber. Dengan objek penelitian adalah
gudang produk jadi yang disebut gudang ekspor.
Adapun judul Tugas Sarjana ini adalah Perancangan Tata Letak Gudang
Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage.
Penulis menyadari bahwa masih banyak terdapat kekurangan pada Tugas
Sarjana ini, oleh karena itu penulis mengharapkan adanya kritik dan saran dari
pembaca untuk dapat menyempurnakan Tugas Sarjana ini.

Universitas Sumatera Utara

Medan, Maret 2009

Muhammad Ilham

Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

UCAPAN TERIMA KASIH

Terlalu banyak pihak yang telah memberikan bantuan, saran dan motivasi
sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Sarjana ini dengan baik. Untuk itu
pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Bapak Ir. Tanib S. Tjolia M. Eng, sebagai Dosen Pembimbing I atas
bimbingan dan arahan yang diberikan kepada penulis untuk menyelesaikan
Tugas Sarjana ini.
2. Bapak Aulia Ishak, ST, MT,

sebagai Dosen Pembimbing II atas

bimbingan dan arahan yang diberikan kepada penulis untuk menyelesaikan


Tugas Sarjana ini.
3. Kakanda Muhammad Ikhsan, selaku Krani Produksi PT. Hadi Baru yang
telah banyak meluangkan waktu untuk membantu penulis memperoleh
data yang diperlukan.
4. Bapak Sofjan Ismail, selaku Direktur Pabrik yang telah memperbolehkan
penulis untuk melakukan penelitian.
5. Ibu Ir. Rosnani Ginting, MT selaku Ketua Departemen Teknik Industri,
Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara, yang sering mengingatkan
stambuk 2004 untuk segera menyelesaikan kewajiban perkuliahan.
6. Pegawai Departemen Teknik Industri (Bang Mijo, Kak Dina, Bu Ani,
Bang Numansyah dan terutama Bang Bowo) yang banyak membantu
penulis dalam memberikan informasi tentang situasi kampus.

Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

7. Bapak Ir. Mangara M. Tambunan M.Sc, yang telah banyak memberikan


masukan dan arahan kepada penulis untuk menyelesaikan Tugas Sarjana
ini.
8. Bapak Ir. Danci Sukatendel, Bapak Ir. Ukurta Tarigan MT dan Bapak Ir.
Parsaoran Parapat, Msi. selaku Dosen Laboratorium Tata Letak Pabrik dan
Pemindahan Bahan.
9. Kedua Orang Tua (H. Ishak Indra dan Hj. Suyati) dan saudara-saudara
(Bang Ibal, Bang Ican, Kak Indah, Bang Ikay), kakak-kakak dan abang
ipar, serta keponakan-keponakan (Balqis, Baim, Alisha, Wanda, Fira dan
Lito) yang selalu memberikan dukungan yang luar biasa besar dalam hal
materi, motivasi dan Doa selama pengerjaan Tugas Sarjana ini.
10. Yuliannisa yang selalu menjadi motivator dengan memberikan Doa,
semangat dan perhatian yang luar biasa kepada penulis.
11. Ngengeng, Bedul, Naldi, Ella, Cha-cha, Zuna, Fika, Nando dan temanteman stambuk 2004 lainnya sebagai teman penulis menjalani senang dan
susahnya kuliah.
12. Pengurus HIMTI Periode 2007-2008 atas dukungan dan kerja sama yang
cukup baik selama kepengurusan.
13. Seluruh asisten Laboratorium Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan:
Fernando, Alfen, Valent, Yuri, Fikrie, Manu, Herman, Tohap, Dame, Yetti
dan Elfrida yang memberikan bantuan pemikiran dan semangat selama
penyusunan Tugas Sarjana ini.

Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

DAFTAR ISI

BAB

HALAMAN
HALAMAN JUDUL ........................................................................

LEMBAR PENGESAHAN ..............................................................

ii

KATA PENGANTAR .....................................................................

iii

UCAPAN TERIMA KASIH ...........................................................

iv

DAFTAR ISI....................................................................................

vi

DAFTAR TABEL ...........................................................................

xii

DAFTAR GAMBAR .......................................................................

xiv

DAFTAR LAMPIRAN ....................................................................

xv

RINGKASAN ..................................................................................

xvi

PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Permasalahan ...................................................

I-1

1.2. Rumusan Permasalahan ............................................................

I-2

1.3. Tujuan da Manfaat Penelitian ...................................................

I-2

1.3.1. Tujuan Umum .................................................................

I-3

1.3.2. Tujuan Khusus ................................................................

I-3

1.3.3. Manfaat Penelitian ..........................................................

I-3

1.4. Pembatasan Masalah dan Asumsi Penelitian ...........................

I-4

1.5. Sistematika Penulisan Tugas Akhir ...........................................

I-5

Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

DAFTAR ISI (Lanjutan)

BAB

HALAMAN

II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN


2.1. Sejarah Perusahaan .................................................................... II-1
2.2. Ruang Lingkup Bidang Usaha ..................................................... II-2
2.3. Organisasi dan Manajemen ........................................................ II-3
2.3.1. Struktur Organisasi ......................................................... II-3
2.3.2. Uraian Tugas dan Tanggung Jawab ................................. II-4
2.3.3. Tenaga Kerja dan Kerja Perusahaan ................................ II-10
2.4. Proses Produksi ......................................................................... II-13
2.4.1. Spesifikasi produk........................................................... II-13
2.4.2. Bahan Baku, Bahan Tambahan dan Bahan penolong ....... II-14
2.4.2.1. Bahan Baku ........................................................ II-14
2.4.1.2. Bahan Tambahan ................................................ II-15
2.4.1.3. Bahan Penolong ................................................. II-16
2.4.3. Uraian Proses Produksi ................................................... II-17
2.4.4. Mesin dan Peralatan ........................................................ II-21
2.4.4.1. Mesin Produksi................................................... II-21
2.4.4.2. Peralatan (Equipment) ........................................ II-22

III LANDASAN TEORI


3.1. Pengertian Tata Letak Pabrik ..................................................... III-1
3.2. Tujuan Tata Letak Pabrik .......................................................... III-2
Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

DAFTAR ISI (Lanjutan)

BAB

HALAMAN
3.3. Prinsip Dasar Dalam Tata Letak Pabrik ..................................... III-4
3.4. Jenis Persoalan Tata Letak Pabrik .............................................. III-7
3.5. Tipe Tata Letak dan Dasar Pemilihannya ................................... III-9
3.6. Gudang ...................................................................................... III-11
3.6.1. Defenisi Gudang ............................................................. III-11
3.7. Perancangan Tata Letak Gudang................................................ III-16
3.8. Pengaturan Tata Letak Produk ................................................... III-17
3.9. Metode Shared Storage ............................................................. III-17
3.10.Pemindahan Bahan ................................................................... III-20

IV METODOLOGI PENELITIAN
4.1. Studi Pendahuluan .................................................................... IV-2
4.2. Studi Pustaka ............................................................................ IV-3
4.3. Identifikasi Kebutuhan Data ..................................................... IV-4
4.4. Pengumpulan Data.................................................................... IV-5
4.5. Pengolahan Data ....................................................................... IV-5
4.6. Analisis Pemecahan Masalah .................................................... IV-9
4.7. Kesimpulan dan Saran .............................................................. IV-9
4.8. Tempat dan Waktu Penelitian .................................................... IV-9

Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

DAFTAR ISI (Lanjutan)

BAB

HALAMAN

V PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA


5.1. Pengumpulan Data ................................................................... V-1
5.1.1. Data Jenis Produk ........................................................... V-1
5.1.2. Data Pengiriman Dan Volume Pemesanan ...................... V-2
5.1.3. Data Kapasitas Produksi.................................................. V-7
5.1.4. Data Gudang Ekspor ....................................................... V-7
5.1.4.1. Dimensi Produk .................................................. V-9
5.1.4.2. Dimensi Material Handling ................................ V-9
5.2. Pengolahan Data ....................................................................... V-10
5.2.1. Menentukan Jumlah Permintaan Produk
Periode ke-13 .................................................................. V-10
5.2.2. Rata-Rata Frekuensi Pemesanan Tiap Jenis Produk
Per Bulan ........................................................................ V-14
5.2.3. Jumlah Produk Per Pemesanan Tiap Jenis Produk
Per Bulan ........................................................................ V-15
5.2.4. Penentuan Kebutuhan Ruang .......................................... V-15
5.2.4.1. Penentuan Luas Area Penyimpanan Yang
Dibutuhkan ........................................................ V-16
5.2.4.2. Penentuan Allowance ruang ................................ V-16
Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

DAFTAR ISI (Lanjutan)

BAB

HALAMAN
5.3. Peletakkan Area Penyimpanan ................................................... V-17
5.4. Jarak Dari Area Penyimpanan Ke Pintu ..................................... V-19
5.5. Penetapan Area berdasarkan Jarak Terdekat ke Pintu I/O........... V-20
5.6. Jarak Tempuh Material Handling Rata-Rata
Per Bulan Menggunakan Tata letak Gudang Usulan .................. V-22
5.7. Jarak Tempuh Material Handling Rata-Rata
Per Bulan

VI.

Menggunakan Tata Letak Gudang Sebelumnya ...... V-27

ANALISIS PEMECAHAN MASALAH


6.1. Analisis Metode Shared Sharing............................................... VI-1
6.2. Analisis Kebutuhan Ruang ....................................................... VI-1
6.3. Penyusunan Tata Letak Gudang
Dengan Metode Shared Storage ............................................... VI-2
6.4. Jarak Tempuh Material Handling ............................................. VI-6
6.5. Perbandingan Tata Letak Gudang Usulan Dengan
Tata Letak Gudang Sebelumnya ............................................... VI-6

Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

DAFTAR ISI (Lanjutan)

BAB

HALAMAN

VII. KESIMPULAN DAN SARAN


7.1. Kesimpulan .............................................................................. VII-1
7.2. Saran ....................................................................................... VII-1
DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

DAFTAR TABEL

TABEL

HALAMAN

2.1. Jenis SIR Melalui Uji Labratorium (Berlaku Sejak 1977) ............... II-3
2.2. Perincian Tenaga Kerja PT.Hadi Baru
s.d. Bulan Desember 2008 ............................................................ II-11
2.3. Standart Spesifikasi Produk ............................................................ II-14
2.4. Mesin Yang digunakan ................................................................... II-21
2.5. PeralatanYang digunakan ............................................................... II-22
5.1. Spesifikasi Produk .......................................................................... V-2
5.2. Data Jumlah Produk, Tanggal Pengiriman
dan Tanggal Produksi ..................................................................... V-2
5.3. Jumlah Permintaan Bridgestone Rata-Rata Per Bulan ..................... V-10
5.4. Jumlah Permintaan Hankook Per Bulan .......................................... V-11
5.5. Jumlah Permintaan Michelin Per Bulan .......................................... V-12
5.6. Jumlah Permintaan Pirelli Per Bulan............................................... V-12
5.7. Jumlah Permintaan Sumitomo Per Bulan ........................................ V-13
5.8. Rekapitulasi Jumlah Permintaan Rata-Rata Per Bulan .................... V-14

Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

DAFTAR TABEL (LANJUTAN)

TABEL

HALAMAN

5.9. Frekuensi Jumlah Permintaan per Bulan .......................................... V-14


5.10. Jumlah Permintaan per Pemesanan ................................................ V-15
5.11. Rata-rata Pengiriman (Hari) ........................................................... V-15
5.12. jarak Tempuh Antara Pintu ke Area Penyimpanan ......................... V-20
5.13. Pengkodean dan Jarak Tempuh Antara Pintu Ke Area
Penyimpanan .................................................................................. V-21
5.14. Data Permintaan Periode ke-13...................................................... V-22
5.15. Kartu Gudang Periode ke-13 ......................................................... V-25
5.16. Jarak Tempuh Rata-Rata Material Handling
Tata Letak Usulan .......................................................................... V-27
5.17. Jarak Tempuh Material Handling Tata letak Awal ........................ V-28
6.1. Waktu Pengiriman dari Awal produksi ........................................... VI-2
6.2. Jarak Tempuh Antara Pintu ke Area Penyimpanan ......................... VI-5

Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

DAFTAR GAMBAR

GAMBAR

HALAMAN

2.1.

Struktur Organisasi PT.Hadi Baru .............................................. II-5

3.1.

Tipe Tata Letak .......................................................................... III-2

4.1.

Block Diagram Metodologi Penelitian ........................................ IV-2

4.2.

Block Diagram Pengolahan Data ................................................ IV-6

5.1.

Gambar Gudang Ekspor PT. Hadi Baru ...................................... V-8

5.2.

Dimensi Produk .......................................................................... V-9

5.3.

Forklift ....................................................................................... V-9

5.4.

Forklift Saat Membawa Produk .................................................. V-17

5.5.

Peletakkan Area.......................................................................... V-18

5.6.

Tata Letak Gudang Usulan ......................................................... V-23

6.1.

Tata Letak Gudang Usulan ......................................................... VI-3

Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

DAFTAR LAMPIRAN

LAMPIRAN

HALAMAN

1.

Surat Penjajakan Pabrik ............................................................. L-1

2.

Surat Balasan Pabrik ................................................................... L-2

3.

Surat Keputusan Tugas Sarjana .................................................. L-3

4.

Surat Permohonan Tugas Sarjana ............................................... L-4

5.

Layout Gudang Sebelumnya Per Tanggal ................................... L-5

Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

RINGKASAN
PT. Hadi Baru merupakan perusahaan swasta yang bergerak dalam bidang
industri pengolahan crumb rubber. Dimana produk yang dihasilkan sebanyak 98%
adalah SIR 20 (Standart Indonesian Rubber). Dan spesifikasi SIR 20 juga
berbeda-beda sesuai dengan permintaan dari pembeli.
Permasalahan yang dihadapi oleh PT Hadi Baru adalah ketidakteraturan
penyusunan produk jadi di dalam gudang yang disebut sebagai gudang ekspor,
dimana mengakibatkan sering terjadi back tracking yang dilakukan oleh material
handling yang digunakan, dan kesulitan dalam melakukan proses bongkar-muat
dalam pengiriman produk jadi.
Untuk meningkatkan efisiensi dari penggunaan material handling maka
dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menentukan kebutuhan luas area yang
dibutuhkan untuk gudang ekspor dan merancang tata letak ruang gudang usulan
untuk gudang ekspor di PT. Hadi Baru, sehingga dapat mempermudah proses
penyimpanan dan pengeluaran barang dari gudang ekspor, namun tetap
mempertahankan luas gudang yang sudah ada dengan menggunakan metode
Shared Storage.
Penggunaan shared storage adalah untuk lini produksi yang digunakan
untuk menghasilkan beberapa jenis produk. Dan produk yang dihasilkan secara
berurutan tidak secara serentak, pengisian kembali area penyimpanan dibagibagikan dari waktu ke waktu, tergantung dari lamanya produk berada di dalam
gudang.
Pengujian yang dilakukan terhadap tata letak usulan menghasilakan jarak
tempuh material handling rata-rata per bulan sebesar 56102,06 m per bulan.
Sedangkan pada tata letak awal jarak tempuh rata-rata per bulan adalah sebesar
81228,54 m per bulan.

Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah


Dalam suatu perusahaan manufaktur, sistem penyimpanan hasil produksi
sangatlah penting peranannya. Tidak mungkin barang produksi yang dihasilkan
akan langsung didistribusikan ke semua pelanggannya. Hal ini menyebabkan
kebutuhan adanya tempat penyimpanan dan sistem penyimpanan yang baik.
Tempat penyimpanan yang baik tidak harus berukuran sangat besar sebab jika
ditunjang dengan sistem penyimpanan atau sistem inventaris yang baik maka
pemanfaatan tempat penyimpanan bisa maksimal.
Pengaturan tata letak gudang yang baik akan mempengaruhi kelancaran
operasi pergudangan dan aktivitasaktivitas penting lainnya dalam perusahaan,
seperti fungsi marketing, purchasing, quality control, dan production planning,
juga dengan lantai produksi, pihak supplier dan customer.
Berdasarkan penelitian mengenai gudang sebelumnya oleh mahasiswa
Teknik Manajemen Industri Universitas Petra (Jurnal Internet), yang terpenting
dalam sebuah gudang adalah diusahakan sebagian besar barang harus bergerak.
Barang yang bergerak kepada konsumen akan menghasilkan pendapatan,
sedangkan barang yang tidak bergerak tidak akan menghasilkan apa-apa. Prioritas
pertama dalam gudang adalah usahakan barang itu selalu bergerak cepat dan
gerakkanlah cepat-cepat.

Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

Kondisi tata letak gudang produk jadi yang tidak berdasarkan suatu
perancangan tata letak yang menyeluruh dapat menyebabkan ketidakefisienan
waktu pengambilan material dan menyulitkan operator dalam menangani material
karena keterbatasan ruang tersebut.
Meskipun suatu perusahaan telah berhasil mencapai kesuksesan namun pada
dasarnya selalu ada jalan yang lebih baik dalam mencapai sukses, mungkin lebih
cepat, lebih murah, lebih sederhana atau juga lebih aman.
Permasalahan yang dihadapi oleh PT Hadi Baru terjadi di dalam gudang
penyimpanan produk jadi yang disebut sebagai gudang ekspor. kurang baiknya
prosedur pengisian barang pada gudang produk jadi menimbulkan beberapa
masalah pada gudang tersebut.

1.2. Rumusan Permasalahan


Pokok permasalahan yang akan dibahas adalah pengaturan alokasi ruang
simpan produk jadi yang akan keluar dari gudang ekspor tidak terkoordinasi
dengan baik. Ketidakteraturan ini menyebabkan kesulitan proses bongkar-muat
untuk

membawa

produk

jadi

masuk

dan

keluar

gudang.

Beberapa

permasalahannya adalah:
1. Kesulitan dalam proses bongkar-muat produk jadi.
2. Kesulitan melakukan pemeriksaan produk jadi
3. Kondisi gudang tidak tersusun rapi
Ketiga hal di atas disebabkan karena ketidakteraturan penyusunan produk
jadi di dalam gudang yang disebut sebagai gudang ekspor. Kesulitan melakukan
Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

pemeriksaan produk jadi diakibatkan karena tidak adanya area-area khusus untuk
penempatan produk.

1.3. Tujuan dan Manfaat Penelitian


1.3.1. Tujuan Umum
Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk menentukan kebutuhan luas
area yang dibutuhkan untuk gudang ekspor dan merancang tata letak ruang
gudang usulan untuk gudang ekspor di PT. Hadi Baru. sehingga

dapat

mempermudah proses penyimpanan dan pengeluaran barang dari gudang ekspor,


namun tetap mempertahankan luas gudang yang sudah ada dengan menggunakan
metode Shared Storage.

1.3.2. Tujuan Khusus


Tujuan khusus dari penelitian ini adalah menentukan letak area
penyimpanan produk pada gudang, menghitung jumlah permintaan rata-rata
produk per bulan, frekuensi permintaan per bulan dan menghitung jarak tempuh
material handling rata-rata per bulan.

1.3.3. Manfaat Penelitian


Manfaat yang diharapkan dapat diperoleh dari penelitian ini adalah:
a. Meningkatkan kemampuan bagi mahasiswa dalam menerapkan teori yang
didapat di bangku kuliah dengan mengaplikasikannya di lapangan.

Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

b. Mempererat kerjasama antara perusahaan dengan Departemen Teknik Industri


USU.
c. Membuat usulan sistem informasi gudang untuk kelancaran aktivitas dan
aliran informasi pergudangan.
d. Sebagai masukan dan sumbangan pemikiran bagi pihak perusahaan untuk
perbaikan layout bagian gudang produk jadi.

1.4. Pembatasan Masalah dan Asumsi


Batasan-batasan yang digunakan dalam penelitian ini antara lain:
a. Pengamatan hanya dilakukan pada gudang ekspor pada PT. Hadi Baru.
b. Waktu penelitian adalah 23 Desember 2008 s/d 23 Januari 2009.
c. Analisis yang dilakukan hanya untuk tata letak ruang simpan produk jadi di
gudang ekspor.
d. Tidak memperhitungkan biaya perencanaan tata letak gudang yang baru.
e. Penelitian hanya dilakukan pada produk permintaan oleh pembeli tetap.

Asumsi-asumsi yang digunakan dalam penelitian ini antara lain:


a. Kondisi perusahaan tidak berubah selama penelitian.
b. Tidak ada perubahan ukuran dan jenis material handling yang digunakan.
c. Proses produksi berlangsung secara normal.
d. Bahan baku selalu tersedia untuk memenuhi produksi.

Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

1.5. Sistematika Penulisan Tugas Akhir


Sistematika yang digunakan dalam penulisan tugas akhir ini adalah
sebagai berikut :
JUDUL
LEMBAR PENGESAHAN
KATA PENGANTAR
UCAPAN TERIMA KASIH
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR LAMPIRAN
RINGKASAN

BAB I

PENDAHULUAN
Bab ini berisi latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan dan
manfaat penelitian, pembatasan masalah dan asumsi penelitian, serta
sistematika penulisan tugas akhir.

BAB II

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN


Bab ini berisi sejarah dan gambaran umum perusahaan, organisasi
dan manajemen serta proses produksi.

BAB III

LANDASAN TEORI
Bab ini berisi teori-teori yang digunakan dalam analisis pemecahan
masalah.

Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

BAB IV

METODOLOGI PENELITIAN
Bab ini berisi tahapan-tahapan penelitian mulai dari persiapan hingga
penyusunan laporan tugas akhir.

BAB V

PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA


Bab ini berisi data-data primer dan sekunder yang diperoleh dari
penelitian serta pengolahan data yang membantu dalam pemecahan
masalah.

BAB VI

ANALISIS PEMECAHAN MASALAH


Bab ini berisi analisis hasil pengolahan data dan pemecahan masalah.

BAB VII

KESIMPULAN DAN SARAN


Bab ini berisi kesimpulan yang didapat dari hasil pemecahan masalah
dan saran-saran yang diberikan kepada pihak perusahaan.

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

BAB II
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

2.1. Sejarah Perusahaan


Perusahaan ini berlokasi di du tempat, yang pertama adalah pabrik Crumb
rubber PT. Hadi Baru dengan luas 10 Ha yang berlokasi di Jalan Medan-Binjai
Km 16,75 Desa Sumber Melati Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang.
Yang kedua adalah kantor pemasaran PT. Hadi Baru yang berlokasi di Jalan
Kumanggo No. 16 Medan.
PT. Hadi Baru didirikan tanggal 1 Agustus 1964 di hadapan notaris, Roesli
SH, di Medan dengan akte No. 97/HB/1/1961 tertanggal 17 Januari 1961 dengan
nama Perusahaan Dagang dan Perindustrian Hadi disingkat PT. Hadi. Sejak
tanggal 3 Oktober 1963 terjadi perubahan pengurusan dari pemegang saham yang
juga di hadapan notaris, Roesli, SH, di Medan dengan akte No. 55. Lalu terjadi
lagi perubahan pengurus serta anggaran dasar melalui akte No. 29 di hadapan
notaris Panusunan Batubara, SH di Medan pada tanggal 18 Januari 1964, nama
perusahaan menjadi PT. Hadi Baru dan telah didaftarkan pada Departemen
Kehakiman No. J.A. 5/19/8 tanggal 29 Januari 1964 dan diumumkan dalam
lembaran berita Negara Republik Indonesia No. 37 tanggal 8 Mei 1964.
Sejak hal tersebut, perusahaan bergerak dalam proses remilling, yaitu
pengolahan getah karet menjadi berbentuk lembaran lembaran (remilled brown
crape). Pada tahun 1972 status perusahaan disahkan menjadi swasta nasional
(PMDN) dan produksinya berubah dari remilling menjadi crumb rubber (karet
Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

remah) dengan mutu Standard Indonesia Rubber (SIR), setelah mendapat izin dari
Menteri Perdagangan Republik Indonesia dengan surat

keputusan No.

288/Kp/IX/1970 tertanggal 14 September 1970.


Produksi crumb rubber di PT.Hadi Baru terdiri dari SIR 5, SIR 10 dan SIR
20. Hasil produksi dari PT.Hadi Baru seluruhnya diekspor ke luar negeri seperti:
Amerika Serikat, Jerman, Kanada dan Eropa.

2.2. Ruang Lingkup Bidang Usaha


PT. Hadi Baru bergerak di bidang usaha manufacturing produk crumb
rubber dengan mutu SIR 20 mencapai 98% dari total produksi. Selain itu, PT.
Hadi Baru juga menghasilkan crumb rubber dengan mutu SIR 5 dan SIR 10.
Kualitas crumb rubber yang dihasilkan tersebut berdasarkan syarat- syarat
spesifikasi sebagai berikut:
1. Kadar kotoran (dirt content)
Kadar kotoran menjadi kriteria paling penting dalam spesifikasi mutu crumb
rubber karena berpengaruh pada ketahanan retak dan kelenturan barangbarang yang terbuat dari karet nantinya.
2. Kadar abu (ash content)
Spesifikasi kadar abu berguna untuk melindungi konsumen terhadap
penambahan bahan- bahan pengisi ke dalam karet pada waktu pengolahan.
3. Kadar zat menguap (volatile content)
Spesifikasi ini berguna untuk menjamin karet yang disajikan cukup kering.

Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

4. Plasticity Retention Index (PRI)


Spesifikasi ini menggambarkan ketahanan bahwa karet yang disajikan cukup
plastis.
5. Kadar nitrogen
Spesifikasi ini untuk menjamin jumlah maksimal nitrogen yang boleh terdapat
pada karet.
Jenis SIR melalui uji laboratorium dapat dilihat pada Tabel 2.1.
Tabel 2.1. Jenis SIR melalui Uji Laboratorium (berlaku sejak1977)
Spesifikasi

SIR 5

SIR 10

SIR 20

Kadar kotoran (dirt content) %, max

0,05

0,10

0,20

Kadar abu (ash content) %, max

0,50

0,75

1,00

Kadar zat menguap (volatile content) %, min

0,80

0,80

0,08

Plasticity retention Index (PRI),(min)

70,00

70,00

60,00

Kadar nitrogen (%, max)

0,60

0,60

0,60

Sumber : PT. HADI BARU

2.3.Organisasi dan Manajemen


2.3.1. Struktur Organisasi
Struktur organisasi yang dianut perusahaan ini adalah struktur organisasi
garis dan fungsional. PT.Hadi Baru membuat pembagian tugas berdasarkan jenis
pekerjaan atau fungsi, dimana kegiatan-kegiatan yang sejenis atau fungsi-fungsi
manajemen yang sama dikelompokkan ke dalam satu kelompok kerja. Tugas,
wewenang dan tanggung jawab berjalan vertikal menurut garis lurus mulai dari
Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

pimpinan tertinggi sampai pada bawahan masing-masing. Struktur organisasi


perusahaan seperti yang terlihat pada Gambar 2.1.
2.3.2. Uraian Tugas dan Tanggung Jawab
Menggerakkan suatu organisasi berarti dibutuhkan orang-orang yang
memegang jabatan tertentu, dimana masing-masing orang melaksanakan tugas,
wewenang dan tanggung jawab yang sesuai dengan jabatannya. Dalam uraian
tugas, wewenang dan tanggung jawab untuk masing-masing bagian sesuai dengan
struktur organisasi perusahaan. Tanggung jawab yang diberikan harus seimbang
dengan wewenang yang diterima.
Uraian tugas dan wewenang dari masing-masing bagian pada PT. Hadi
Baru adalah sebagai berikut :
1. Direktur Utama
Direktur utama bertanggung jawab atas penetapan tujuan perusahaan secara
umum, merumuskan kebijakan dasar dan mengatur pelaksanaan umum
perusahaan.
Tugas dan tanggung jawabnya adalah :
a. Memimpin direktur-direktur lain dan mengkoordinir pekerjanya dalam
memajukan perusahaan.
b. Merencanakan

strategi

perusahaan,

memimpin

aktivitas-aktivitas

pembelian, pemasaran, administrasi, serta pengkoordiniran tugas-tugas


tersebut.
c. Mewakili dewan komisaris di dalam dan luar perusahaan, berwenang
untuk serta menjalankan perusahaan dengan manajemen yang baik.
Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

Direktur Utama

Direktur Produksi

Ka. Pembelian
Ka. Eksport

Manajer Pabrik

Ka. Keuangan
Ka. Personalia

Ka. Personalia

Ka. Penerimaan

Kr. Gilingan

Ka. Produksi

Kr. Drier

Ka. Laboratorium

Kr. Gudang Ekspor

Gambar 2.1. Struktur Organisasi PT. HADI BARU

Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage, 2009.
USU Repository 2009

Ka. Bengkel

2. Kepala Keuangan
Kepala keuangan bertanggungjawab atas perumusan kebijakan-kebijakan,
mengembangkan dan mengawasi anggran belanja dan manajemen sistem
pelaporan perusahaan.
Tugas dan tanggung jawabnya adalah :
a. Merumuskan dan mengawasi pelaksanaan rencana keuangan dan anggaran
belanja, pelaporan akuntasi keuangan, pengolahan dana dan perkasiran,
serta pajak dan asuransi
b. Mengelola keuangan perusahaan untuk menjamin provosi atas dana untuk
kebutuhan jangka panjang dan jangka pendek ekonomis.
c. Memelihara hubungan kerja yang baik dengan bank atau badan-badan lain
yang berhubungan dengan aspek keuangan perusahaan.
3. Direktur Produksi.
Direktur produksi bertanggung

jawab atas pengaturan, perencanaan,

koordinasi dan mengawasi semua fasilitas pekerjaan yang berhubungan


dengan pabrik untuk menjamin tercapainya tujuan perusahaan.
Tugas dan tanggung jawabnya adalah :
a. Mempersiapkan, memonitor dan mengontrol semua anggaran biaya dan
pemakaian tenaga kerja di pabrik.
b. Mengatur pelaksanaan pekerjaan dan koordinasi bidang enginneering
sesuai dengan seksi-seksi dan prioritas pekerjaan pabrik.

Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

c. Menyelengarakan dan mengawasi kelancaran operasional pabrik agar


dapat berjalan dengan baik sesuai dengan standar.
4. Kepala Bagian Personalia Pabrik
Tugas dan tanggung jawab kepala bagian ini adalah:
a. Mengelola secara profesional dan efisien administrasi dan keuangan di
pabrik, sehingga dapat membantu pimpinan pabrik dalam pengawasan
administrasi dan memimpin pegawai di bidang administrasi, pembukuan
dan keuangan pabrik.
b. Bertanggung jawab atas tugas-tugas administrasi dan personalia.
5. Kepala Bagian Penerimaan
Kepala Bagian Penerimaan bertanggung jawab atas pengadaan material dan
pengendalian bahan menurut sistem perusahaan, serta penyimpanan material
agar semua kebutuhan perusahaan dipenuhi serta kelancaran produksi
terjamin.
6. Kepala Bagian Produksi
Kepala Bagian Produksi bertanggung jawab atas segala pelaksanaan serta
pengawasan terhadap segala kegiatan produksi mulai dari awal hingga produk
siap untuk dipasarkan seperti penerimaan bahan baku, analisa proses kontrol
kualitas produksi sehingga produk yang dihasilkan sesuai dengan yang
diinginkan.
7. Kepala Bagian Laboratorium
Kepala Bagian Laboratorium bertanggung jawab atas segala hasil penelitian
sampel dari produk yang akan dipasarkan, sehingga dapat diketahui apakah
Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

8. Kepala Bagian Bengkel


Kepala Bagian Bengkel bertanggung jawab atas pengaturan, pengawasan
terhadap perawatan seluruh peralatan dan mesin pabrik, program preventif
maintenance, menyusun laporan jadwal turn around serta sistem kontrol
anggaran dan informasi data pemakaian alat dan suku cadang.
9. Krani Gilingan
Tugas dan tanggung jawab Krani gilingan adalah:
a. Mengawasi pekerja/buruh yang sedang bekerja agar dapat bekerja secara
efektif dan efisien.
b. Bertanggung jawab atas pekerjaan yang ada pada Bagian Penggilingan.
c. Memberikan laporan tentang pekerjaan secara rutin kepada Kepala Bagian
Produksi.
10. Krani Drier
Tugas dan tanggung jawab Krani drier adalah:
a. Mengawasi pekerja/buruh yang sedang bekerja agar dapat bekerja secara
efektif dan efisien.
b. Bertanggung jawab atas pekerjaan yang ada pada Bagian Drier.
c. Memberikan laporan tentang pekerjaan secara rutin kepada Kepala Bagian
Produksi.
11. Krani Gudang Ekspor
Krani Gudang Ekspor bertanggung jawab atas pencatatan jumlah produk jadi
yang masuk dan keluar serta pemeriksaan spesifikasi barang di gudang.

Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

12. Kepala bagian Pembelian


Kepala bagian Pembelian bertanggung jawab atas pengadaan bahan baku dan
suku cadang mesin serta keperluan-keperluan umum lainnya.
13. Kepala bagian Ekspor
Kepala bagian ekspor bertangggung jawab atas semua pelaksanaan dan
pengkordinasian aktivitas pemasaran semua produk perusahaan, serta
pengembangan strategi dan kebijaksanaan yang berkenaan dengan kegiatan
ekspor, seperti: merencanakan penjualan crum rubber serta menawarkan
produk kepada pembeli, mengikuti perkembangan pasar produk dan
sebagainya.
14 Kepala Bagian Keuangan
Kepala Bagian Keuangan bertanggung jawab mengatur perencanaan keuangan
dan bertindak sebagai kasir bagi setiap pengadaan kebutuhan perusahaan.
Kepala Bagian Keuangan juga bertanggung jawab atas segala pengembangan
serta pengaturan masalah pembukuan perusahaan. Tugas dan tanggung
jawabnya adalah:
a. Mengkordinir kecukupan seluruh aktiva, keuangan dan transaksi
perusahaan.
b. Mengatur segala persiapan keadaan keuangan, mengawasi keefektifan,
efesiensi, sistem informasi manajemen, metode dan prosedurnya.
c. Menganalisa perbandingan pelaksanaan perusahaan dengan perencanaan
standar dan laporan-laporan.
Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

d. Mengarsip semua dokumen yang menyangkut administrasi keuangan.


15. Kepala Personalia Kantor
Kepala Personalia kantor bertanggung jawab atas semua perencanaan,
pengarahan, pengawasan aktivitas personil dan urutan administrasi karyawan
dalam pewrusahaan. Tugas dan tanggung jawabnya adalah:
a. Mengembangkan dan menganjurkan standar garis pedoman kebijakan dan
prosedur pengarahan personil, kenaikan golongan dan pemecatan.
b. Menetapkan dan mengurus gaji serta melakukan pengamatan dan
pengumpulan data tentang prsetasi kerja personil.
c. Mengatur penerimaan dan seleksi pegawai yang dibutuhkan perusahaan
serta hal-hal yang menyangkut perburuan.
16. Kepala Bagian Administrasi
Kepala bagian Umum bertanggung jawab atas pengurusan dan perbaikan
terhadap pengoperasian dalam bidang tata usaha administrasi, aktiva
perusahaan dalam kantor dan mengenai penyimpanan dookumen perusahaan
dan pelyanan secara umum.

2.3.3. Tenaga Kerja dan Kerja Perusahaan


Tenaga kerja pada PT. Hadi Baru pada bulan Desember 2008 berjumlah
302 orang, yang terdiri atas tenaga kerja pria dan wanita dengan tingkat
pendidikan yang bervariasi dari SD, SLTP, SMU, dan Sarjana. Karyawan di PT.
Hadi Baru rata-rata adalah lulusan SD yaitu buruh pabrik yang bertindak sebagai

Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

tenaga kasar pada perusahaan tersebut. Status kepegawaian dari keseluruhan


tenaga kerja pada perusahaan ini terdiri dari :
1. Karyawan bulanan, yaitu karyawan tidak terlibat langsung dengan proses
produksi.
Contoh : pegawai kantor, satpam, dll
2. Karyawan harian tetap, yaitu karyawan yang terlibat langsung dalam
proses produksi.
Contoh : karyawan bagian penimbangan, karyawan bagian penjemuran,
karyawan bagian penggilingan, dll.
Perincian tenaga kerja dapat dilihat pada Tabel 2.2.
Tabel 2.2. Perincian Tenaga Kerja PT. Hadi Baru s.d Bulan Desember 2008
Jabatan

Jumlah (orang)

1. Bagian Kantor
1. Komisaris

2. Direksi

3. Staf kantor

4. Karyawan

5. Kebersihan

6. Keamanan

II. Bagian Pabrik


1.Kepala bagian dan staf pabrik

21

2. Laboratorium

3. Bengkel

23

4. Gudang

10

Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

Tabel 2.2. Perincian Tenaga Kerja ..(Lanjutan)


Jabatan

Jumlah (orang)

5. Karyawan bagian produksi

79

a. Karyawan giling/jemur

38

b. Karyawan timbang

68

c. Karyawan press

d. Karyawan pallet

21

6. Keamanan

Total

302

Sumber : PT. HADI BARU

Jam kerja di PT. Hadi Baru dapat dibedakan menjadi dua bagian, yaitu :
1. Jam kerja kantor
a.Hari Senin s.d. Jumat

: Pukul 07.00 15.00 WIB

Istirahat

: Pukul 11.00 12.00 WIB

b.Hari Sabtu

: Pukul 08.00 13.00 WIB

2. Jam Kerja Pabrik


a.Karyawan Non-Shift, yaitu: karyawan bagian penimbangan bahan baku,
pembuatan pallet dan laboratorium
Hari Senin s.d. Sabtu

: Pukul 07.00 15.00

Istirahat

: Pukul 11.00 12.00

b.Karyawan Shift, yaitu karyawan bagian pencincngan dan pembersihan,


penggilingan, pembutiran, pengeringan, dan pengepressan.
Shift I

: Pukul 07.00 14.00

Shift II

: Pukul 14.00 21.00

Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

2.4. Proses Produksi


2.4.1. Spesifikasi Produk
Produk utama dari perusahaan ini adalah crumb rubber dengan mutu SIR
20 berdasarkan spesifikasi permintaan dari pembeli.
Kualitas crumb rubber yang dihasilkan tersebut berdasarkan syarat-syarat
spesifikasi sebagai berikut:
1. Kadar kotoran (Dirt Content)
Kadar kotoran menjadi kriteria penting dalam spesifikasi mutu crumb rubber
karena berpengaruh pada ketahanan terak dan kelenturan barang-barang yang
terbuat dari karet nantinya.
2. Kadar Abu (Ash Content)
Spesifikasi kadar abu dimaksudkan untuk melindungi konsumen terhadap
penambahan bahan-bahan pengisi ke dalam karet pada waktu pengolahan.
3. Kadar Zat Menguap (Volatile Content)
Spesifikasi ini berguna untuk menjamin karet yang disajikan cukup kering.
4. Plasticity Retention Index (PRI)
PRI menggambarkan ketahanan bahwa karet yang disajikan cukup plastis.
5. Kadar Nitrogen
Untuk menjamin jumlah maksimal nitrogen yang boleh terdapat pada karet
jenis SIR yang dihasilkan ditentukan dengan pengukuran kadar-kadar yang
tersebut diatas melalui uji laboratorium. Spesifikasi produk berdasarkan
permintaan pembeli dapat dilihat pada Tabel 2.3.
Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

Tabel 2.3. Standart Spesifikasi Produk


NO

Pembeli (Jenis Produk)

PRI(%)

PO

Packing

Bridgestone

32-38

Metal Box

Hankook

35-42

Metal Box

Michelin

33-41

Metal box

Pirelli

37-43

Metal Box

Sumitomo

36-42

Metal Box

Sumber : PT. HADI BARU

2.4.2. Bahan Baku, Bahan Tambahan, dan Bahan Penolong


Bahan-bahan yang digunakan dalam proses produksi pada PT. Hadi Baru
dapat dikelompokan menjadi 3 jenis, yaitu bahan baku, bahan penolong dan bahan
tambahan.
2.4.2.1. Bahan Baku
Bahan baku adalah bahan yang menjadi bahan utama dalam pembuatan
suatu produk dan jumlahnya dari waktu kewaktu tidak berubah untuk produk yang
sejenis. Bahan baku yang digunakan untuk pembuatan crumb rubber adalah getah
karet alam (slab/bokar) yang dihasilkan dari penyadapan pohon karet yang
umumnya ditanam secara massal dalam pekebunan milik pemerintah, swasta atau
dari perkebunan rakyat.
Hasil penyadapan pohon karet umumnya berupa:
1. Lateks atau susu karet

Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

Lateks mengandung kira-kira 25 40 % bahan karet mentah (crude rubber)


dan 60 70 % serum (air dan zat-zat yang larut di dalamnya).

2. Cup lump
Cup lump merupakan karet yang membeku pada mangkuk penampungan,
yang berasal dari sisa-sisa lateks yang masih menetes setelah pengutipan
lateks.
3. Getah tarik
Getah tarik merupakan kumpulan getah yang berasal dari lateks yang
membeku pada permukaan sadapan
4. Getah tanah
Getah tanah merupakan kumpulan getah yang berasal dari lateks yang tumpah
ke tanah ketika pengosongan mangkuk getah.
5. Slab
Slab merupakan bekuan lateks hasil perkebunan rakyat. Slab ada yang bersih
dengan kadar karet 60 70 % dan ada yang kotor dengan (mengandung kayu,
tanah dan bahan-bahan lain) dengan kadar karet 50 %.
PT. Hadi Baru menggunakan cup lumb dan slab sebagai bahan baku untuk
pembuatan crumb rubber, bahan baku tersebut didatangkan dari perkebunan
rakyat, PIR (Perkebunan Inti Rakyat) dan PTP (Perusahaan Terbatas Perkebunan),
yang berasal dari daerah Sumatera Utara, daerah Sumatera Barat dan daerah Aceh.

2.4.2.2. Bahan Tambahan


Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

Bahan tambahan adalah suatu bahan yang ditambahkan pada suatu proses
ke dalam proses pembuatan produk yang mana komponennya tidak jelas
dibedakan pada produk. Bahan tambahan yang digunakan pada proses produksi
crumb rubber adalah:
1. Plastik
Plastik ini berupa kemasan plastik yang digunakan untuk membungkus
bongkahan karet yang sudah selesai dipres. Kemasan plastik ini dibeli dari
toko lalu diberi merek PT. Hadi Baru.
2. Palet
Palet adalah peti yang terbuat dari kayu, yang merupakan tempat penyusunan
crumb rubber yang telah selesai diberi kemasan plastik.

2.4.2.3. Bahan Penolong


Bahan penolong adalah bahan-bahan yang digunakan dalam proses
produksi, yang sifatnya hanya membantu atau mendukung kelangsungan proses
produksi untuk mendapatkan produk yang diinginkan. Bahan penolong yang
digunakan dalam proses produksi crumb rubber adalah:
1. Air
Air yang digunakan adalah air bersih yang tidak banyak mengandung zat-zat
kimia dan kotoran.
Kegunaan air dalam proses produksi crumb rubber adalah:
a. Mencuci bahan baku dari kotoran-kotoran yang melekat antara lain pasir,
kayu, batu dan lain-lain pada proses produksi.
Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

b. Membuat larutan-larutan dari bahan-bahan kimia di laboratorium.


c. Mendinginkan motor-motor pembangkit tenaga.
d. Mencuci alat-alat yang dipakai dalam proses produksi.
Kebutuhan air dalam pabrik dipenuhi dari sebuah sungai kecil yang mengalir
di samping pabrik dengan cara mengalirkannya melalui pipa ke sebuah sumur
berdiameter 3 meter. Air dalam sumur dihisap dengan pompa untuk kemudian
ditampung pada sebuah menara air dengan ketinggian 9,5 meter, dan dari
menara air inilah seluruh kebutuhan air pada pabrik dipasok.
2. Minyak solar dan minyak tanah
Minyak solar digunakan untuk bahan bakar motor diesel penggerak generator.
Minyak tanah digunakan untuk bahan bakar kompor pemanas drier. Pasokan
dari kedua jenis minyak tersebut diantar langsung oleh agen dengan
menggunakan motor tangki.
3. Minyak pelumas
Minyak pelumas digunakan untuk memperlancar peralatan mesin/mekanik.

2.4.3. Uraian Proses Produksi


Proses pembuatan crumb rubber melalui beberapa tahapan proses produksi
yang diuraikan sesuai dengan urutan-urutan prosesnya yaitu :
1. Stasiun Kerja Penyortiran dan Penimbangan
Pada stasiun kerja penyortiran dan penimbangan ini, bahan baku yang diterima
dari pemasok diperiksa dan disortir terlebih dahulu. Bahan baku untuk
pembuatan crumb rubber ini biasanya disebut dengan BOKAR (Bahan Olah
Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

Karet). Cara penyortiran bahan baku (bokar) pertama sekali adalah bokar
disortir secara kasat mata mana yang termasuk SIR 5, SIR 10 atau SIR 20
kemudian bokar dipotong dengan coagulum cutter kemudian dibawa ke
laboratorium untuk memastikan kualitas bokar tersebut. Hasil penyortiran
kemudian ditimbang sesuai dengan kualitas masing-masing lalu ditumpuk
untuk menunggu proses selanjutnya.
2. Stasiun Kerja Pencincangan dan Pembersihan
Bahan Olah Karet (BOKAR) yang digunakan yang berasal dari tempat
penumpukan di stasiun kerja penyortiran diangkut dengan shovel loader ke
dalam bak air yang kemudian diangkut dengan shovel holder ke mesin slab
cutter I. Pada mesin slab cutter tersebut bokar dicincang menjadi potonganpotongan kecil sebesar kepalan tangan. Hasil olahan dengan mesin slab cutter
I diangkut ke bak pembersihan I dengan belt conveyor sambil disiram dengan
air agar kotorannya terpisah, fungsi bak pembersihan ini adalah supaya pasir,
tanah, batu, dan kayu yang masih bercampur dengan bahan olahan karet
tenggelam akibat berat jenisnya yang lebih besar. Setelah dicuci dalam bak
pembersihan I, bokar diangkut ke mesin slab cutter II dengan bucket elevator.
Prinsip kerja slab cutter I sama dengan slab cutter II, perbedaannya adalah
hasil olahan mesin slab cutter II berukuran lebih kecil. Butiran butiran karet
dari slab cutter II dijatuhkan di dalam Vibrating Screen dengan corong
gravitasi, vibrating Screen berfungsi untuk memisahkan kotoran dan butiranbutiran karet hasilnya ditampung oleh Belt Conveyor untuk diangkut ke bak
pembersihan II yang berfungsi untuk memisahkan kotoran. Kemudian butiranMuhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

butiran karet diangkut dengan Bucket Elevator ke mesin Hummer Mill, yang
mencincang bokar menjadi potongan-potongan kecil. Gerakan di dalam
Hummer Mill juga menyebabkan kotoran-kotoran yang berada di dalam
gumpalan karet menjadi terpisah. Hasil keluaran dari Hummer Mill dijatuhkan
ke Vibrating Screen dengan corong gravitasi, diayak di Vibrating Screen
dengan ukuran diameter lubang 0.5 cm dan disirami air secara terus menerus.
Butiran-butiran karet yang lolos dari Vibrating Screen dialirkan ke bak
pembersihan III dengan Belt Conveyor untuk memisahkan kotoran. Kemudian
butiran-butiran karet diangkut dengan Bucket Elevator ke Rotary Cutter. Hasil
olahan Rotary Cutter yang berupa potongan-potongan kecil bokar dimasukkan
ke dalam bak pembersihan IV dan terjadi pemisahan kotoran.
3. Stasiun Kerja Penggilingan dan Pembentukan Lembaran
Butiran-butiran karet diangkut ke stasiun kerja ini dengan menggunakan
Bucket Elevator. Proses awal dari tahap ini adalah pembentukan lembaran
oleh mesin Creeper I. Lembaran karet hasil dari Creeper I ini masih berbentuk
agak kasar dan kadang masih terputus-putus. Lembaran kemudian diangkut ke
Creeper II dengan Belt Conveyor untuk diproses menjadi lembaran yang lebih
panjang. Hasil olahan Creeper II ini diangkut dengan Belt Conveyor ke mesin
Shredder untuk dicincang kembali menjadi potongan-potongan kecil yang
langsung ditampung dalam bak pembersihan. Kemudian, butiran-butiran karet
diangkut dengan Bucket Elevator ke Creeper III untuk dibentuk kembali
menjadi lembaran. Proses selanjutnya adalah melalui mesin Creeper IV, V,
VI, VII dan VIII dengan pola proses yang sama. Lembaran karet yang
Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

dihasilkan oleh Creeper VIII mencapai panjang sekitar 7 m kemudian


diangkut dengan Hand Truck ke stasiun penjemuran.
4.

Stasiun Kerja Penjemuran


Lembaran karet dari stasiun kerja sebelumnya dijemur pada rak-rak
penjemuran

yang

dibuat

bertingkat-tingkat.

Fungsi

penjemuran

penyeragaman kualitas.
5. Stasiun Kerja Peremahan dan Pembutiran
Lembaran karet kering dari penjemuran dibawa ke mesin Shredder dengan
Hand Truck. Pada mesin tersebut, lembaran dicincang menjadi butiranbutiran kecil dan langsung ditampung pada bak pembersihan. Butiran-butiran
tersebut kemudian diangkut dengan Bucket Elevator ke corong pengisi yang
berfungsi untuk memudahkan pengisian butiran-butiran Bokar ke dalam Troli
Biscuit Crumb. Troli tersebut terdiri atas kotak-kotak besi yang berjumlah 24
buah. Setelah penuh, troli-troli tersebut dimasukkan ke dalam Drier.
6. Stasiun Kerja Pengeringan
Troli yang sudah terisi penuh dengan butiran-butiran Bokar dimasukkan ke
dalam Drier. Pada tahap pertama Bokar dipanaskan dengan Burner 1 dengan
suhu 1350 selama 50 menit didalam mesin Drier. Setelah itu dipanaskan lagi
di Burner 2 dengan suhu 1150 selama 50 menit dalam mesin Drier. Setelah
dipanaskan Bokar didinginkan dengan Blower dengan suhu 31 0 C selama 210
menit.
7. Stasiun Kerja Penimbangan dan Pengepresan

Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

Butiran-butiran yang keluar dari drier dikeluarkan dari dalam Troli, lalu
ditimbang dengan berat 35 kg. Kemudian Crumb Rubber tersebut dipres
menjadi berbentuk empat persegi dengan ukuran 28 in. x 14 in. x 6,5 in. Lama
pengepresan adalah kurang lebih 30 detik. Lalu dibawa ke Metal Detector
untuk mendeteksi kandungan logam pada Crumb Rubber.
8. Stasiun Kerja Pengepakan
Bongkahan Crumb Rubber yang telah dipres dibungkus dengan plastik
bermerk lalu disusun di dalam palet. Satu palet berisi 36 bal. Palet dipres
supaya rata, kemudian diangkut ke gudang produk jadi.

2.4.4. Mesin dan Peralatan


2.4.4.1. Mesin Produksi
Mesin-mesin yang digunakan dapat dilihat pada Tabel 2.3.
Tabel 2.4. Mesin Yang digunakan
No

Nama Mesin

Spesifikasi
Merek

Slab Cutter

Goldsta

Hammer Mill

Goldsta

Rotary Cutter

Goldsta

Creeper

Goldsta

Shredder

Goldsta

Tipe
GTQ 750
Gear Box
GTQ 750
Gear Box
GTQ 750
Gear Box
GTQ 750
Gear Box
GTQ 750
Gear Box

Jumlah
2

Power
motor 75 Hp, 380 V,
rpm 1470
motor 75 Hp, 380 V,
rpm 1470
motor 75 Hp, 380 V,
rpm 1470
motor 75 Hp, 380 V,
rpm 1470
motor 75 Hp, 380 V,
rpm 1500

Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

Drier

Goldsta

Mesin Press
Hidrolik

380 V, rpm 1500 (blower)


motor 75 Hp, 380 V,

ASEA

IEC 40

rpm 1500
Cylinder Pressure 1500 Psi

Sumber : PT. HADI BARU

2.4.4.2. Peralatan (Equipment)


Peralatan yang digunakan sebagian besar adalah peralatan material
handling. Peralatan Yang digunakan dapat dilihat pada Tabel 2.5.
Tabel 2.5. PeralatanYang digunakan
No

Nama

Spesifikasi
Jumlah

Fungsi
membersihkan okar dari kotoran berupa tanah, kayu.

Bak Pembersihan

batu

dan pasir dengan memanfaatkan prinsip berat

jenis.
2

Shovel Loader

Mengangkut bokar dari gudang bahan baku ke bak air

Belt Conveyor

Bucket Elevator

Mengangkut remahan karet dari bak pembersihan

Timbangan Duduk

Menimbang crumb rubber yang akan di-packing

Hand Truck

Timbangan bokar

Lift

Mengangkut remahan karet dari Slab Cutter I ke bak


pembersihan I, dari Creeper I hingga ke Creeper VIII.

Mengangkut lembaran-lembaran karet hasil pengolahan


Creeper ke stasiun kerja penjemuran
Menimbang bokar

telah disortir untuk menimbang

beratnya
Mengangkut

lembaran-lembaran karet ke tempat

Penjemuran
Mengangkut butiran karet dari tempat pencucian ke

Trolley

20

mesin pengering serta mengangkatnya ke stasiun


penimbangan

10

Forklift

Menyusun produk yang telah dipak ke gudang

Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

11

Pisau pemotong

12

Gancu

13

Solder

Memotong kelebihan-kelebihan hasil penimbangan


crumb rubber agar sesuai dengan berat yang dipak
Membantu operator mengangkat dan menurunkan
crumb rubber
Merekatkan plastik pembungkus crumb rubber

Sumber : PT. HADI BARU

Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

BAB III
LANDASAN TEORI

3.1. Pengertian Tata Letak Pabrik 1


Tata letak pabrik adalah perancangan susunan fisik suatu unsur kegiatan
yang berhubungan dengan industri manufaktur. Perencanaan Tata Letak
mencakup desain atau konfigurasi dari bagian-bagian, pusat kerja, dan peralatan
yang membentuk proses perubahan dari bahan mentah menjadi barang jadi.
Rekayasawan rancang fasilitas menganalisis, membentuk konsep, merancang dan
mewujudkan sistem bagi pembuatan barang atau jasa. Dengan kata lain,
merupakan pengaturan tempat sumber daya fisik yang digunakan untuk membuat
produk. Rancangan ini umumnya digambarkan sebagai rencana lantai yaitu suatu
susunan fasilitas fisik (perlengkapan, tanah, bangunan, dan sarana lain) untuk
mengoptimumkan hubungan antara petugas pelaksana, aliran bahan, aliran
informasi dan tata cara yang diperlukan untuk mencapai tujuan usaha secara
efesien ekonomis dan aman.
Perencanaan tata letak fasilitas produksi merupakan suatu persoalan yang
penting, karena pabrik atau industri akan beroperasi dalam jangka waktu yang
lama, maka kesalahan di dalam analisis dan perencanaan layout akan
menyebabkan kegiatan produksi berlangsung tidak efektif atau tidak efesien.
Perencanaan tata letak merupakan salah satu tahap perencanaan fasilitas yang
1

James Apple,Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan, hal. 2-4

Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

bertujuan untuk mengembangkan suatu sistem produksi yang efisien dan efektif
sehingga dapat tercapai suatu proses produksi dengan biaya yang paling
ekonomis. Studi mengenai pengaturan tata letak fasilitas selalu berkaitan dengan
minimisasi total cost. Yang termasuk dalam elemen-elemen cost yaitu
Construction cost, installation cost, material handling cost, production cost,
safety cost dan in-process storage cost. Disamping itu, perencanaan yang teliti
dari layout fasilitas akan memberikan kemudahan-kemudahan saat diperlukannya
ekspansi pabrik atau kebutuhan supervisi.

3.2. Tujuan Tata Letak Pabrik 2


Tata letak berfungsi untuk menggambarkan sebuah susunan yang
ekonomis dari tempat-tempat kerja yang berkaitan, dimana barang-barang dapat
diproduksi secara ekonomis. Sehingga tujuan utama yang ingin dicapai dari suatu
tata letak pabrik adalah:
1. Memudahkan proses manufaktur
Tata letak harus dirancang sedemikian rupa termasuk susunan mesin-mesin,
perencanaan aliran, sehingga proses manufaktur dapat dilaksanakan dengan
cara yang efesien.
2. Meminimumkan pemindahan barang
Tata letak harus dirancang sedemikian rupa sehingga pemindahan barang
diturunkan sampai batas minimum, jika mungkin komponen dalam keadaan
diproses ketika dipindahkan.

James Apple. op.cit. hal. 5-8

Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

3. Memelihara fleksibilitas susunan dan operasi


Dalam suatu pabrik ada keadaan dimana dibutuhkan perubahan kemampuan
produksi, dan hal ini harus direncanakan dari awal.
4. Memelihara perputaran barang setengah jadi yang tinggi
Keefesienan dapat tercapai bila bahan berjalan melalui proses operasi dalam
waktu yang sesingkat mungkin.
5. Menurunkan penanaman modal pada peralatan
Susunan mesin yang tepat dan susunan departemen yang tepat dapat
membantu menurunkan jumlah peralatan yang dibutuhkan.
6. Menghemat pemakaian ruang bangunan
Setiap meter persegi luas lantai dalam sebuah pabrik memakan biaya.
Sehingga tiap meter persegi tersebut harus digunakan sebaik-baiknya.
7. Meningkatkan kesangkilan tenaga kerja
Tata letak yang baik antara lain dapat mengurangi pemindahan bahan yang
dilakukan secara manual, meminimumkan jalan kaki.
8. Memberi kemudahan, keselamatan dan kenyamanan bagi pekerja dalam
melaksanakan pekerjaan.
Hal-hal seperti penerangan, kebisingan, pergantian udara, debu, kotoran, harus
menjadi perhatian perencana. Susunan mesin yang tepat juga dapat mencegah
terjadinya kecelakaan kerja.

Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

3.3. Prinsip Dasar Dalam Tata Letak Pabrik 3


Enam tujuan dasar dalam tata letak pabrik, yaitu:
1. Integrasi keseluruhan dari manusia, mesin, material, dan aktivitas pendukung
2. Jarak minimun perpindahan antar operasi.
3. Aliran logis dari material melalui urutan operasi
4. Utilisasi efektif dari ruangan
5. Kepuasan dan keamanan pekerja
6. Fleksibilitas untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan
Tujuan-tujuan tersebut juga dinyatakan sebagai prinsip dasar dari proses
perencanaan tata letak pabrik yang selanjutnya dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. Prinsip integrasi secara total
That layout is best which integrates the men, material, machinery
supporting activities, and any other considerations in way that result in
the best compromise.
Prinsip ini menyatakan bahwa tata letak pabrik adalah merupakan integrasi
secara total dari seluruh elemen produksi yang ada menjadi satu unit
operasi yang besar.
b. Prinsip jarak perpindahan bahan yang paling minimal.
Other things being equal, tha layout is best permits the materials to move
the minimum distance between operations.
Hampir semua proses yang terjadi dalam suatu industri mancakup
beberapa gerakan perpindahan dari material, yang tidak bisa dihindari

Sritomo Wignjosoebroto, Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan, hal. 72-75

Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

secara keseluruhan. Dalam proses pemindahan bahan dari satu operasi ke


operasi lain, waktu dapat dihemat dengan cara mengurangi perpindahan
jarak tersebut. Hal ini dapat dilaksanakan dengan menerapkan operasi
yang berikutnya sedekat mungkin dengan operasi sebelumnya.
c. Prinsip aliran suatu proses kerja
Other things being equal, than layout is best that arranges the work area
for each operations or process in the same order or sequence that forms,
treats, or assembles the materials.
Dengan prinsip ini, diusahakan untuk menghindari adanya gerak balik
(back

tracking),

gerak

memotong

(cross

movement),

kemacetan

(congestion), dan sedapat mungkin material bergerak terus tanpa ada


interupsi. Ide dasar dari prinsip aliran konstan dengan minimum interupsi,
kesimpangsiuran dan kemacetan.
d. Prinsip pemanfaatan ruangan
Economy is obtained by using effectively all available space-both vertical
and horizontal.
Pada dasarnya tata letak adalah suatu pengaturan ruangan yang akan
dipakai oleh

manusia, bahan baku, dan peralatan penunjang proses

produksi lainnya, yang memilki tiga dimensi yaitu aspek volume (cubic
space), dan bukan hanya sekedar aspek luas (floor space). Dengan
demikian, dalam perencanaan tata letak, faktor dimensi ruangan ini juga
perlu diperhatikan.

Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

e. Prinsip kepuasan dan keselamatan kerja


Other things being equal, that layout is best which makes works
satisfying and safe for workers.
Kepuasan kerja sangat besar artinya bagi seseorang, dan dapat dianggap
sebagai dasar utama untuk mencapai tujuan. Dengan membuat suasana
kerja menyenangkan dan memuskan, maka secara otomatis akan banyak
keuntungan yang bisa kita peroleh. Selanjutnya, keselamatan kerja juga
merupakan faktor utama yang harus diperhatikan dalam perencanaan tata
letak pabrik. Suatu layout tidak dapat dikatakan baik apabila tidak
menjamin atau bahkan justru membahayakan keselamatan orang yang
bekerja di dalamnya.
f. Prinsip fleksibilitas
Other things being equal, that layout is best that can be adjusted and
rearrange at minimum cost and inconvenience.
Prinsip ini sangat berarti dalam masa dimana riset ilmiah, komunikasi, dan
transportasi bergerak dengan cepat, yang mana hal ini akan mengakibatkan
dunia industri harus ikut berpacu mengimbanginya. Untuk ini, kondisi
ekonomi akan bisa tercapai apabila tata letak yang ada telah direncanakan
cukup

fleksibel

untuk

diadakan

penyesuaian/pengaturan

kembali

(relayout) dengan cepat dan biaya yang relatif murah.

Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

3.4. Jenis Persoalan Tata Letak Pabrik


Jenis dari persoalan tata letak pabrik antara lain:
1. Perubahan rancangan
Perubahan rancangan mungkin hanya memerlukan penggantian sebagian kecil
tata letak yang telah ada, atau berbentuk perancangan ulang tata letak. Hal ini
bergantung kepada perubahan yang terjadi.
2. Perluasan departemen
Dapat terjadi bila ada penambahan produksi suatu komponen produk tertentu.
Perubahan ini mungkin hanya berupa penambahan sejumlah mesin yang dapat
diatasi dengan membuat ruangan atau mungkin diperlukan perubahan seluruh
tata letak jika pertambahan produksi menuntut perubahan proses.
3. Pengurangan departemen
Jika jumlah peroduksi berkurang secara drastis dan menetap, perlu
dipertimbangkan pemakaian proses yang berbeda dari proses sebelumnya.
Perubahan seperti mungkin menuntut disingkirkannya peralatan yang telah
ada dan merencanakan pemasangan jenis peralatan lain.
4. Penambahan produk baru
Jika terjadi penambahan produk baru yang berbeda prosesnya dengan produk
yang telah ada, maka dengan sendirinya akan muncul masalah baru. Peralatan
yang ada dapat digunakan dengan menambah beberapa mesin baru pada tata
letak yang ada dengan penyusunan ulang minimum, atau mengkin
memerlukan penyiapan departemen baru, dan mungkin juga dengan pabrik
baru.
Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

5. Memindahkan satu departemen


Memindahkan satu departemen dapat menimbulkan masalah yang besar. Jika
tata letak yang ada masih memnuhi, hanya diperlukan pemindahan ke lokasi
lain. Jika tata letak yang ada sekarang tidak memenuhi lagi, hal ini
menghadirkan kemungkinan untuk perbaikan kekeliruan yang lalu. Hal ini
dapat berubah ke arah tata letak ulang pada wilayah yang baru.
6. Penambahan departemen baru
Masalah ini dapat timbul karena adanya penyatuan, seperti pekerjaan mesin
bor dari seluruh departemen disatukan ke dalam satu departemen terpusat.
Masalah ini dapat juga terjadi karena kebutuhan pengadaan suatu departemen
untuk pekerjaan yang belum pernah ada sebelumnya. Hal ini dapat terjadi
untuk membuat suatu komponen yang selama ini dibeli dari perusahaan lain.
7. Perubahan metode produksi
Setiap perubahan kecil dalam suatu tempat kerja seringkali mempunyai
pengaruh terhadap tempat kerja yang berdekatan. Hal ini menuntut peninjauan
kembali atas wilayah yang terlibat.
8. Penurunan biaya
Hal ini merupakan akibat dari setiap keadaan pada masalah-masalah
sebelumnya.
9. Perencanaan fasilitas baru
Merupakan persoalan tata letak terbesar. Perancangan umumnya tidak dibatasi
oleh kendala fasilitas yang ada. Perancangan bebas merencanakan tata letak
yang paling baik yang dapat dipakai. Bangunan dapat dirancang untuk
Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

menampung tata letak setelah diselesaikan. Fasilitas dapat ditata untuk


kegiatan manufaktur terbaik.

3.5. Tipe Tata Letak dan Dasar Pemilihannya 4


Susunan mesin dan peralatan pada suatu perusahaan akan sangat
mempengaruhi kegiatan produksi, terutama pada efektivitas waktu proses
produksi dan kelelahan yang dialami oleh operator di lantai produksi.
Tata letak pabrik yang baik dapat diartikan sebagai penyusunan yang
teratur dan efisien dari semua fasilitas-fasilitas pabrik dan tenaga kerja yang ada
di pabrik. Fasilitas pabrik disini tidak hanya mesin-mesin tetapi juga service area,
termasuk tempat penerimaan dan pengiriman barang, maintenance, gudang dan
sebagainya. Di samping itu juga, sangat penting diperhatikan keamanan dan
kenyamanan pekerja dalam melaksanakan pekerjaannya. Oleh karena itu,tata letak
pabrik yang baik adalah tata letak yang memiliki daerah kerja yang memiliki
interrelasi, sehingga bahan-bahan dapat diproduksi secara ekonomis.
Tata letak pabrik sangat berkaitan erat dengan efesiensi dan efektivitas
pekerjaan. Hal ini dapat diuraikan sebagai berikut :
- Kegiatan produksi akan lebih ekonomis bila aliran suatu bahan dirancang dengan
baik.
- Pola aliran bahan menjadi dasar terhadap suatu susunan peralatan yang efektif.

James Apple. op.cit. hal. 148-159

Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

- Alat pemindahan bahan (material handling) akan mengubah pola aliran bahan
yang stasis menjadi dinamis dengan melengkapinya dengan alat angkut yang
sesuai.
- Susunan fasilitas-fasilitas yang efektif disekitar pola aliran bahan akan
memberikan operasi yang efektif dari berbagai proses produksi yang saling
berhubungan.
- Operasi yang efisien akan meminimumkan biaya produksi.
- Biaya produksi yang minimum akan memberikan profit yang lebih tinggi.
Ada 4 tipe tata letak pabrik yang utama, yaitu:
1. Layout by Product (Tata letak berdasarkan produk)
Susunan mesin dan peralatan berdasarkan produk, sangat baik dugunakan
apabila jumlah volume produksi besar dan produk yang dihasilkan memiliki
karateristik yang sama. Dengan cara ini mesin dan peralatan disusun
sedemikian rupa sehingga didapatkan aliran bahan yang terus-menerus
(continuous flow), membentuk garis lurus. Mesin dan peralatan disusun sesuai
dengan urutan proses dari pembuatan produk.
2. Layout by Process (Tata letak berdasarkan proses)
Tata letak proses adalah penyusunan tata letak dimana alat yang sejenis atau
yang mempunyai fungsi yang sama ditempatkan dalam bagian yang sama.
Misalnya, mesin potong ditempatkan pada bagian pemotongan. Jadi, hanya
terdapat satu jenis proses di setiap bagian atau departemen. Tipe ini cocok
untuk proses produksi yang tidak baku yaitu perusahaan membuat berbagai

Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

macam produk yang berbeda atau suatu produk dasar yang diproduksi dalam
berbagai macam variasi.
3. Fixed Position Layout
Merupakan susunan dimana mesin-mesin dan perlatan ditempatkan pada
tempat yang tetap karena posisi benda yang dikerjakannya tidak dapat
dipindahkan. Pada umumnya digunakan untuk produk akhir yang dimensinya
besar, salah satu contohnya adalah pembuatan galangan kapal.
4. Group Technology Layout
Merupakan susunan dimana mesin-mesin dan perlatan dikelompokkan
berdasarkan bentuk komponen yang dikerjakannya, bukan berdasarkan produk
akhir. Sehingga untuk pengerjaan part/bagian yang prosesnya hampir sama
dikerjakan di satu departemen.
Gambar-gambar tipe tata letak dapat dilihat pada Gambar 3.1.

3.6. Gudang5
3.6.1. Definisi Gudang
Menurut David E Mulcahy, gudang 5 adalah suatu fungsi penyimpanan
berbagai macam jenis produk [unit-unit penyimpanan persediaan (UPS)] yang
memiliki unit-unit penyimpanan dalam jumlah yang besar maupun yang kecil
dalam jangka waktu saat produk dihasilkan oleh pabrik (penjual) dan saat produk
dibutuhkan oleh pelanggan atau stasiun kerja dalam fasilitas produksi.

David E Mulcahy, Warehouse and Distribution Operation Handbook, hal. 12

Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

Bubut

Bor

Frais

Bubut

Bor

Frais

Bubut

Bor

Frais

Bubut

Bor

Bor

Frais

Bubut

Frais

Bubut

B
C

C
(a) Process Layout

(b) Product Layout

B
A

Bubut

Bor

Bubut

Bor

Frais

Frais

Bubut

Frais

Frais

Frais

Bor

Bubut

A
C
(c) Group Technology Layout

Bubut

Frais

Produk

Bor

Gerinda

(d) Fixed Position Layout

Gambar 3.1. Tipe Tata Letak

Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage, 2009.
USU Repository 2009

Bor

Gudang sebagai tempat yang dibebani tugas untuk menyimpan barang


yang akan dipergunakan dalam produksi, sampai barang tersebut diminta sesuai
dengan jadwal produksi.
Gudang atau storage pada umumnya akan memiliki fungsi yang cukup
penting didalam menjaga kelancaran operasi produksi suatu pabrik. Disini ada tiga
tujuan utama dari departemen ini yang berkaitan dengan pengadaan barang, yaitu
sebagai berikut:
1.

Pengawasan, yaitu dengan sistem administrasi yang terjaga dengan baik


untuk mengontrol keluar masuknya material. Tugas ini juga menyangkut
keamanan dari pada material yaitu jangan sampai hilang.

2.

Pemilihan, yaitu aktifitas pemeliharaan/perawatan agar material yang


disimpan di dalam gudang tidak cepat rusak dalam penyimpanan.

3.

Penimbunan/penyimpanan, yaitu agar sewaktu-waktu diperlukan maka


material yang dibutuhkan akan tetap tersedia sebelum dan selama proses
produksi berlangsung.
Dalam suatu pabrik, gudang dapat dibedakan menurut karakteristik

material yang akan disimpan, yaitu sebagai berikut:


a. Raw Material Storage.
Gudang ini akan menyimpan setiap material yang akan dibutuhkan/digunakan
untuk proses produksi. Lokasi dari gudang ini umumnya berada di dalam
bangunan pabrik (indoor). Untuk beberapa jenis bahan tertentu bisa juga
diletakkan di luar bangunan pabrik (outdoor) yang mana hal ini akan dapat
menghemat biaya gudang karena tidak memerlukan bangunan special untuk

itu. Gudang ini kadang-kadang disebut pula sebagai stock room karena
fungsinya memang penyimpan stock untuk kebutuhan tertentu.
b. Working Process Storage.
Dalam industri manufaktur sering kita jumpai bahwa benda kerja harus
melalui beberapa macam operasi dalam pengerjaannya. Prosedur ini sering
pula harus terhenti karena dari satu operasi ke operasi berikutnya waktu
pengerjaan yang dibutuhkan tidaklah sama, sehingga untuk itu material harus
menunggu sampai mesin atau operator berikutnya siap mengerjakan. Work in
process storage ini biasanya terdiri dari dua macam, yaitu:

Small amount materials, yang akan diletakkan di antara stasiun kerja,


mesin atau pula suatu tempat yang berdekatan dengan lokasi operasi
selanjutnya tersebut.

Large amount materials, atau bahan-bahan yang akan disimpan dalm


jumlah yang besar dan waktu yang relatif cukup lama yang mana
lokasinya akan terletak di dalam area produksi.

c. Finished Goods Product Storage.


Kadang-kadang disebut juga dengan warehouse yang fungsinya adalah
menyimpan produk-produk yang telah selesai dikerjakan. Departemen ini
mempunyai tugas dan tanggung jawab sebagai berikut:

Penerimaan produk jadi yang telah selesai dikerjakan oleh departemen


produksi.

Penyimpanan produk jadi dengan sebaik-baiknya dan selalu siap pada


saat ada permintaan masuk.

Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

Pengepakan (packaging) dari produk untuk dapat dikirim dengan aman.

Menyelenggarakan administrasi pergudangan terutama untuk produk jadi.


Jelas di sini bahwa lokasi dari gudang produk jadi (dan juga departemen
pengiriman barang) haruslah direncanakan berdekatan dengan fasilitas
transportasi seperti halnya pada saat merencanakan departemen penerimaan
bahan dan raw material storage.
d. Storage For Supplies.
Gudang untuk penyimpanan non-productive items dan digunakan untuk
menunjang fungsi dan kelancaran produksi seperti packaging materials,
maintenance supplies, parts, office supplies, dan lain-lain.
e. Finished Parts Storage.
Gudang untuk menyimpan parts yang siap untuk dirakit. Gudang ini biasanya
diletakkan berdekatan dengan assembly area atau bisa juga ditempatkan
secara terpisah di dalam work in process storage.
f. Salvage.
Sebagian besar proses produksi ada kemungkinan beberapa benda kerja akan
salah dikerjakan (miss-processed), untuk ini memerlukan pengerjaan kembali
untuk membetulkannya sehingga kualitas produksi tersebut diperbaiki
kembali. Benda kerja yang tidak bisa diperbaiki akan menjadi scrap atau
buangan/limbah, untuk ini harus diletakkan dalam lokasi sendiri.

Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

g. Scrap & Waste.


Scrap adalah material atau komponen yang salah dikerjakan dan tidak bisa
diperbaiki lagi sedangkan buangan atau waste adalah normal residu dari
proses produksi seperti garam, potongan-potongan logam, dan lain-lain yang
tidak berguna lagi dalam proses produksi yang ada (meskipun dalam proses
recycling hal ini akan berguna untuk bahan produk yang lain). Material yang
berupa scrap atau buangan ini biasanya akan dikumpulkan dan diletakkan
dalam area yang terpisah dari pabrik dengan harapan akan bisa dijual ke pihak
lain yang membutuhkannya.

3.7. Perancangan Tata Letak Gudang


Gudang harus dirancang dengan memperhitungkan kecepatan gerak
barang. Barang yang bergerak cepat lebih baik diletakkan dekat dengan tempat
pengambilan barang, sehingga mengurangi seringnya gerakan bolak-balik. Dalam
gudang penyimpanan faktor yang berpengaruh sangat besar terhadap penanganan
barang ialah letak dan desain gedung dimana barang itu disimpan.
Tujuan Umum dari metode penyimpanan barang adalah:
1. Penggunaan volume bangunan yang maksimum
2. Penggunaan waktu, buruh dan perlengkapan baik
3. Kemudahan pencapaian bahan
4. Pengangkutan barang cepat dan mudah
5. Identifikasi barang yang baik
6. Pemeliharaan barang yang maksimum
Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

7. Penampilan yang rapi dan tersususun.

3.8. Pengaturan Tata Letak Produk


Yang dilakukan dalam pelaksanaan tata letak produk adalah menentukan
jumlah lahan yang akan ditempati oleh produk-produk yang disimpan di dalam
gudang, melingkupi produk-produk work in process dan finished goods. Dalam
penentuan tata letak produk ini dibutuhkan beberapa langkah, yakni:
1. Perhitungan kapasitas area di gudang
2. Pengklasifikasian produk berdasarkan customer
3. Perhitungan kebutuhan area untuk masing-masing item.
4. Penentuan urutan moving untuk masing-masing area
5. Penentuan tata letak

3.9. Metode Shared Storage 6


Di dalam usaha untuk mengurangi persyaratan ruang simpan pada
dedicated storage, beberapa manajer gudang menggunakan suatu variasi dari
dedicated storage di mana penempatan produk akhir diatur secara lebih hati-hati.
Secara khusus, dari waktu ke waktu, hasil-hasil yang berbeda menggunakan slot
ruang simpan yang sama, sekalipun produk akhir itu hanya menduduki slot itu
sekali saja.
Untuk mendukung pertimbangan atas shared storage, jika kedatangan dari
100 palet dengan jumlah besar "perpindahan yang cepat" dari produk untuk
6

Richard L. Francis, Lean f. McGinnis Jr and John A. White: Facility Layout and Location: An
Analytical Approach, 2nd Edition, Prentice-Hall Inc., New Jersey, 1992. Hal 286-293.

Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

disimpan di slot penyimpanan. Palet dengan jumlah besar tersebut akan digunakan
kembali dan akan dikirimkan sebanyak 5 palet per hari dalam rentang waktu 20
hari.
Dengan randomized storage, 100 slot ruang simpan yang kosong terpilih
"secara acak" untuk produk; tidak ada kepastian bahwa hasil itu adalah suatu
perpindahan yang cepat. Dengan dedicated storage, sebaliknya, sedikitnya 100
slot yang kosong harus tersedia di antara lokasi-lokasi utama yang terpilih agar
terjadi perpindahan yang cepat.
Jika randomized storage yang digunakan, setiap kali suatu beban palet
dipindahkan dari ruang simpan, slot tersedia untuk digunakan oleh produk yang
memerlukan ruang simpan berikutnya. Namun dengan dedicated storage, masingmasing kepindahan dari suatu palet dari ruang simpan membuat satu slot yang
kosong yang tidak akan mungkin diisi paling awal sampai kedatangan dari
pengiriman yang berikutnya dari produk yang sama.
Shared storage bisa dianggap sebagai system pemindahan barang yang
cepat terhadap suatu produk, jika masing-masing palet diisi di dalam area gudang
yang berbeda dari waktu ke waktu. Tergantung pada jumlah dari produk di dalam
gudang pada waktu pengiriman tiba, akan mungkin bahwa 5 palet yang terisi akan
berada di ruang simpan hanya 1 hari. Sedangkan 5 palet yang lain di dalam
pengiriman yang sama akan berada di gudang untuk 20 hari. Dari perspektif
terhadap posisi ruang simpan di dalam gudang, 5 palet akan bersifat sangat cepat
berpindah; palet sisa dipandang menjadi lebih lambat, mungkin perpindahan
bersifat sedang. Shared storage dapat mengambill keuntungan dari perbedaanMuhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

perbedaan yang tidak bisa dipisahkan yaitu lamanya waktu dari palet secara
individu untuk tinggal di dalam gudang. Variabel dari metode shared storage
yang harus diketahui adalah:
1.

Lama waktu work in process

2.

Waktu pengiriman masing-masing produk

3.

Jumlah produk tiap pemesanan

4.

Frekuensi pemesanan tiap periode waktu

5.

Jarak tiap-tiap area penyimpanan terhadap pintu keluar-masuk

6.

Kebutuhan ruang
Berdasarkan langkah-langkah pengaturan produk dan variable dari metode

shared storage, maka dalam proses penyusunan tata letak gudang berdasarkan
Shared storage ada beberapa tahapan yaitu:
1. Perhitungan kapasitas area di gudang (lama waktu work in process, waktu
pengiriman, jumlah produk)
2. Pengklasifikasian produk berdasarkan customer
3. Perhitungan kebutuhan area untuk masing-masing item.
4. Penentuan urutan moving untuk masing-masing area (pengurutan area
berdasarkaan jarak ke pintu keluar masuk I/O)
5. Penentuan tata letak
Kebutuhan ruang ruang simpan untuk shared storage mencakup dari yang
diperlukan untuk randomized storage dan yang diperlukan untuk dedicated
storage, tergantung pada banyaknya informasi yang tersedia mengenai tingkat
persediaan dari waktu ke waktu untuk masing-masing produk. Sebagai catatan di
Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

atas, pembedaan antara shared storage dan randomized storage adalah perencana
melibatkan spesifikasi total mengenai lokasi-lokasi ruang simpan untuk produk,
sedangkan dengan yang belakangan, lokasi-lokasi tergantung semata-mata pada
tumbuh dari slot-slot yang kosong di dalam gudang. Shared storage dan dedicated
storage berbeda karena pembedaan yang dibuat oleh perancang mengenai waktu
dari masing-masing jumlah suatu produk memenuhi tempat di dalam ruang
simpan; dedicated storage digunakan untuk pengisian kembali total kelompok
suatu produk terhadap sejumlah ruang simpan yang didasarkan pada rata-rata
waktu lamanya di dalam ruang simpan untuk melakukan pengisian kembali.
Suatu situasi yang mendasar tentu saja menyarankan pemakaian shared
storage adalah untuk lini produksi yang digunakan untuk menghasilkan beberapa
jenis produk. Karena produk yang dihasilkan secara berurutan dibanding secara
serentak, pengisian kembali inventori dibagi-bagikan dari waktu ke waktu.
Proses penempatan produk pada metode shared storage adalah dengan
menyusun area-area penyimpanan berdasarkan kondisi luas lantai gudang,
kemudian diurutkan area yang paling dekat sampai area yang terjauh dari pintu
keluar masuk I/O sehingga penempatan barang yang akan segera dikirim
diletakkan pada area yang paling dekat dan begitu seterusnya.

3.10. Pemindahan Bahan 7


Material dapat dipindahkan secara manual maupun dengan menggunakan
metode otomatis, material dapat dipindahkan satu kali ataupun beribu kali,

Hari Purnomo: Perencanaan dan Perancangan Fasilitas, Graha Ilmu, Yogyakarta, 2004, p.80-83

Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

material dapat dialokasikan pada lokasi yang tetap maupun secara acak, atau
material dapat ditempatkan pada lantai maupun di atas.
Apabila terdapat dua buah stasiun kerja/departemen i dan j yang
koordinatnya ditunjukkan sebagai (x,y) dan (a,b), maka untuk menghitung jarak
antar dua titik tengah dij dapat dilakukan beberapa metode, yaitu:
1. Rectilinear Distance
Jarak diukur sepanjang lintasan dengan menggunakan garis tegak lurus
(orthogonal) satu dengan yang lainnya. Sebagai contoh adalah material yang
berpindah sepanjang gang (aisle) rectilinear di pabrik.
dij = x a + y b
2. Euclidean Distance
Jarak diukur sepanjang lintasan garis lurus antara dua buah titik. Jarak
euclidean dapat diilustrasikan sebagai conveyor lurus yang memotong dua buah
stasiun kerja.
dij =

[(x a ) + ( y b) ]
2

3. Squared Euclidean Distance


Jarak diukur sepanjang lintasan sebenarnya yang melintas antara dua buah
titik. Sebagai contoh, pada sistem kendaraan terkendali (guided vehicle system),
kendaraan dalam perjalanannya harus mengikuti arah-arah yang sudah ditentukan
pada jaringan lintasan terkendali. Oleh karena itu, jarak lintasan aliran bisa lebih
panjang dibandingkan dengan rectilinear atau euclidean.
dij = (x-a)2 + (y-b)2

Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

BAB IV
METODOLOGI PENELITIAN

Metodologi penelitian merupakan suatu cara berpikir yang dimulai dari


menentukan suatu permasalahan, pengumpulan data baik melalui buku-buku
panduan maupun studi lapangan, melakukan penelitian berdasarkan data yang ada
sampai dengan penarikan kesimpulan dari permasalahan yang diteliti.
Penelitian harus mempunyai tujuan dan arah yang jelas. Dengan adanya
tujuan yang jelas dan terencana dengan baik maka kegiatan penelitian akan
menjadi jelas. Karena itu diperlukan sistematika kegiatan yang akan dilaksanakan
dengan metode dan prosedur yang tepat mengarah kepada sasaran atau target yang
telah ditetapkan.
Dalam metode penelitian direncanakan cara atau prosedur beserta tahapantahapan yang jelas dan disusun secara sistematis dalam proses penelitian. Tiap
tahapan merupakan bagian yang menentukan tahapan selanjutnya sehingga harus
dilalui dengan cermat. Langkah-langkah dalam pelaksanaan penelitian ini dapat
dilihat pada Gambar 4.1.
Rumusan permasalahan dan penetapan tujuan penelitian telah dijelaskan
pada sub bab sebelumnya, yaitu pada sub bab1.2. dan 1.3. pada BAB
Pendahuluan.

Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

Rumusan Permasalahan dan


Penetapan Tujuan Penelitian

Studi Pendahuluan

Studi Kepustakaan

Identifikasi Kebutuhan Data

Pengumpulan Data

Pengolahan Data

Analisis Pemecahan Masalah

Kesimpulan dan Saran

Gambar 4.1. Blok Diagram Metodologi Penelitian

4.1.

Studi Pendahuluan
Studi pendahuluan dilaksanakan bertujuan untuk memperoleh masukan

mengenai objek yang akan diteliti. Melalui studi ini, diharapkan dapat diperoleh
informasi mengenai permasalahan yang diangkat dalam penelitian dan variabelvariabel yang terkait dengan masalah tersebut.

Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

Studi pendahuluan yang dilakukan dalam penelitian ini dilakukan dengan


melakukan pengamatan, pengukuran, melihat data produksi yang lalu dan
wawancara dengan pihak perusahaan.

4.2.

Studi Pustaka
Studi pustaka sangat berguna dalam penelitian karena dapat dimanfaatkan

sebagai landasan logika berpikir dalam penyelesaian masalah secara ilmiah. Pada
dasarnya bobot atau nilai suatu penelitian ditentukan oleh seberapa cermat
landasan teori yang dipakai oleh peneliti.
Pada tahap ini, teori-teori serta konsep-konsep penelitian yang telah
dikembangkan sebelumnya dan ada hubungannya dengan masalah yang dihadapi
dikemukakan sebagai dasar menuju tahapan selanjutnya. Studi pustaka dilakukan
dengan mempelajari teori-teori yang akan digunakan untuk mencapai tujuan
penelitian yang hendak dicapai.
Studi pustaka yang dilakukan mengenai teknik tata letak gudang untuk
mengurangi jarak tempuh material handling dan mempermudah proses bongkarmuat pada gudang dan kerapian gudang. Dalam studi pustaka, peneliti
memperoleh sumber dari beberapa text book dan jurnal internet dari
http://digilib.petra.ac.id.

Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

4.3.

Identifikasi Kebutuhan Data


Setelah melakukan studi pendahuluan dan studi pustaka maka dapat

ditentukan data apa saja yang harus diperoleh dalam penggunaan metode dan
penyelesaian masalah.
Data yang diperlukan dalam penelitian ini dikumpulkan dengan cara
sebagai berikut:
1. Teknik observasi
Melakukan pengamatan langsung di pabrik terutama di gudang ekspor, untuk
menggali segala informasi atau data yang dibutuhkan untuk pemecahan
masalah. Adapun alat-alat yang digunakan dalam pengumpulan data antara
lain kereta ukur dengan merek Walking Measure dan meteran dengan merek
ATC (7.5 m / 25 mm).
2. Teknik wawancara
Melakukan wawancara dan diskusi secara langsung terhadap pimpinan atau
karyawan mengenai hal-hal yang berhubungan dengan data-data yang
diperlukan agar tercapai tujuan penelitian
3. Teknik kepustakaan
yaitu dengan mempelajari buku-buku yang berkaitan dengan tata letak pabrik
dan gudang dan juga melalui jurnal internet.

Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

4.4.

Pengumpulan Data
Jenis data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder, yaitu :

1. Data Primer
Data primer adalah data yang diperoleh dari pengamatan dan penelitian secara
langsung di lapangan. Pengumpulan data primer ini dilakukan dengan cara
mengamati langsung aktifitas yang terjadi di gudang produk jadi. Data yang
diperlukan adalah:
Luas Gudang ekspor
Bentuk dan ukuran gudang ekspor
Ukuran dimensi produk
2. Data Sekunder
Data sekunder merupakan data yang tidak diperoleh melalui pengamatan atau
pengukuran langsung terhadap objek yang diteliti. Data sekunder meliputi:
Data pengapalan 2008 (shipping)
Volume produksi
Uraian proses produksi
Data jenis produk

4.5.

Pengolahan Data
Data yang telah dikumpulkan, kemudian diolah. Metode yang digunakan

adalah Shared Storage. Berikut langkah dalam pengolahan data.

Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

1. Menentukan Jumlah Permintaan Produk Rata-rata


Data jumlah permintaan produk pada tahun 2008 diolah untuk memperoleh
data permintaan rata-rata untuk masing-masing produk.
2. Rata-Rata Frekuensi Pemesanan Tiap Jenis Produk Per Bulan
3. Jumlah Produk Per Pemesanan Tiap Jenis Produk Per Bulan
4. Penentuan Kebutuhan Ruang
5. Penentuan Luas Area Penyimpanan Yang Dibutuhkan
6. Penentuan Allowance ruang
7. Peletakkan Area Penyimpanan
8. Menghitung jarak tempuh tiap area gudang ke masing-masing pintu keluar
(dkj).
9. Menentukan dan pengkodean area penyimpanan secara bertingkat berdasarkan
jarak yang paling dekat antar area penyimpanan dengan pintu keluar.

4.1. Tempat dan Waktu Penelitian


Penelitian dilakukan di PT. Hadi Baru yaitu pabrik pengolahan crumb
rubbe yang berlokasi di jalan Medan-Binjai km 16,5 Kecamatan Medan Sunggal
Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara. Kantor pusatnya berada di
jalan Kumango No. 16 Medan. Penelitian dilaksanakan selama 1 bulan, yaitu dari
tanggal 23 Desember 2008 sampai dengan tanggal 23 Januari 2009.

4.2. Objek Penelitian


Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

Objek pada penelitian ini adalah Susunan peletakkan produk jadi pada
gudang ekspor PT. Hadi Baru.

4.3. Instrumen Penelitian


Instrumen/alat yang digunakan untuk melakukan penelitian dalam
pengumpulan data adalah : pena, pensil, serta alat ukur yang berupa kereta ukur
dengan merek Walking Measure dan meteran dengan merek ATC (7.5 m / 25
mm).

4.4. Pelaksanaan Penelitian


Penelitian dilaksanakan dengan terlebih dahulu melakukan penelitian
pendahuluan pada perusahaan. Tujuannya adalah untuk mengetahui masalah yang
sedang dihadapi oleh perusahaan, yaitu masalah ketidakteraturan penyusunan
produk jadi di dalam gudang yang disebut sebagai gudang ekspor, dimana
mengakibatkan sering terjadi back tracking yang dilakukan oleh material handling
yang digunakan, dan kesulitan dalam melakukan proses muat dalam pengiriman
produk jadi.
Kemudian, penelitian dilanjutkan dengan mengumpulkan informasi
tentang perusahaan dan proses pembuatan produk serta informasi mengenai
lamanya waktu pengerjaan produk (work in process), luas gudang ekspor, dimensi
dari produk serta mesin dan peralatan yang dipakai oleh perusahaan. Dengan
mengetahui ukuran gudang ekspor dan ukuran produk maka ditentukan area-area
penempatan produk berdasarkan tingkatan jarak terdekat ke pintu keluar-masuk.
Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

Penelitian dilanjutkan dengan menghitung jarak perpindahan material


handling dalam proses bongkar-muat produk.

4.5. Pengumpulan dan Pengolahan Data


Data yang dibutuhkan dalam tugas sarjana ini diperoleh dari data primer
dan data sekunder, yaitu:

b. Data primer
Data primer adalah data yang diperoleh dari pengamatan dan penelitian secara
langsung di lapangan. Data yang diperlukan adalah:
Luas Gudang ekspor
Bentuk gudang ekspor
Ukuran dimensi produk
b. Data Sekunder
Data sekunder merupakan data yang tidak diperoleh melalui pengamatan atau
pengukuran langsung terhadap objek yang diteliti. Data sekunder meliputi:
Data pengapalan 2008 (shipping)
Volume produksi
Uraian proses produksi
Data jenis produk
Data yang diperlukan dalam penelitian ini dikumpulkan dengan cara
sebagai berikut:
Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

4. Observasi
Melakukan pengamatan langsung di pabrik terutama di gudang ekspor, untuk
menggali segala informasi atau data yang dibutuhkan untuk pemecahan
masalah. Adapun alat-alat yang digunakan dalam pengumpulan data antara
lain: Alat pengukur jarak (meteran)

5. Wawancara
Melakukan wawancara dan diskusi secara langsung terhadap pimpinan atau
karyawan mengenai hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaan mereka di
perusahaan tersebut.

4.6. Pengolahan dan Pemecahan Masalah


Data yang telah dikumpulkan, kemudian diolah agar dapat digunakan
dalam penelitian. Metode yang digunakan adalah Shared Storage.

Berikut

langkah dalam pengolahan data.


10. Menentukan Jumlah Permintaan Produk Rata-rata
11. Rata-Rata Frekuensi Pemesanan Tiap Jenis Produk Per Bulan
12. Jumlah Produk Per Pemesanan Tiap Jenis Produk Per Bulan
13. Penentuan Kebutuhan Ruang
14. Penentuan Luas Area Penyimpanan Yang Dibutuhkan
15. Penentuan Allowance ruang
Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

16. Peletakkan Area Penyimpanan


17. Menghitung jarak tempuh tiap area gudang ke masing-masing pintu keluar
(dkj).
18. Menentukan dan pengkodean area penyimpanan secara bertingkat berdasarkan
jarak yang paling dekat antar area penyimpanan dengan pintu keluar.

4.7. Analisis Hasil dan Kesimpulan


Dari pengolahan data dan hasil analisa maka dilakukan penyajian hasil
pengolahan data dengan menggunakan metode shared storage. Block diagram
penelitian dan Blok Diagram pengolahan data dapat dilihat pada Gambar 4.1 dan
Gambar 4.2.

Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

Pengumpulan
Data

Data Pengiriman Dan Volume Pemesanan

Jumlah Pemesanan

Tanggal Produksi

Tanggal Pengiriman

Jumlah Permintaan Ratarata Per Bulan


(Menggunakan MS. Excel)

Data Gudang Ekspor

Ukuran Gudang

Dimensi Produk

Dimensi material Handling

Rata-Rata Frekuensi
Pemesanan Tiap Jenis
Produk Per Bulan
(Menggunakan MS. Excel)

Pengolahan Data

Jumlah Produk Per


Pemesanan Tiap Jenis
Produk Per Bulan
(Menggunakan MS. Excel)

Penentuan Kebutuhan
Ruang

Penentuan Luas Area Penyimpanan Yang


Dibutuhkan
(Luas 1 Area x Jumlah Area yang dibutuhkan )

Penentuan Allowance ruang


(Kebutuhan Gang = Diagonal forklift)

Peletakkan Area
Penyimpanan
(berdasarkan kapasitas
gudang)
Menghitung Jarak Dari Area
Penyimpanan Ke Pintu
(Dengan menggunakan
Rectlinier Distance)
Penetapan Area
berdasarkan Jarak Terdekat
ke Pintu I/O

Tata Letak Gudang Usulan

Gambar 4.2. Blok Diagram Pengolahan Data

BAB V
PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

5.1. Pengumpulan Data


Pengumpulan data berdasarkan penelitian

yaitu

pengukuran dan

pengamatan langsung dan juga berdasarkan wawancara dengan kepala produksi di


pabrik PT. Hadi Baru.

5.1.1. Data Jenis Produk


Adapun jenis produk yang dihasilkan oleh PT. Hadi Baru adalah
berdasarkan dari pembeli yang merupakan pabrik ban dari luar negeri, yaitu:
1. Bridgestone
2. Sumitomo
3. Hankook
4. Michellin
5. Pirelli
.

Kelima perusahaan tersebut memiliki spesifikasi produk yang berbeda.

Dan perlakuan produksi untuk membedakan spesifikasi produk tersebut


berdasarkan lamanya proses pemanasan dan suhu di drier. Sementara bahan baku
yang digunakan sama dan proses yang di lalui sampai dengan penjemuran sama.
Spesifikasi masing-masing produk dapat dilihat pada Tabel 5.1.

Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

Tabel 5.1. Spesifikasi Produk


NO

Pembeli

PRI

(Jenis Produk)

(%)

PO

Packing

Bridgestone

32-38

Metal Box

Hankook

35-42

Metal Box

Michelin

33-41

Metal box

Pirelli

37-43

Metal Box

Sumitomo

36-42

Metal Box

Sumber: PT. Hadi Baru

5.1.2. Data Pengiriman Dan Volume Pemesanan


Pabrik PT. Hadi Baru hanya berproduksi sesuai dengan pesanan yang ada,
pesanan tersebut diperoleh dari kantor pusat, dan biasanya sampai ke pabrik dua
minggu sebelum barang tersebut harus dikirimkan (pengapalan). Data Pembeli
beserta tanggal pengiriman dan tanggal diproduksi dapat dilihat pada Tabel 5.2.
Tabel 5.2. Data Jumlah Produk, Tanggal Pengiriman dan Tanggal Produksi
No

Pembeli

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Bridgestone
Hankook
Michelin
Pirelli
Pirelli
Bridgestone
Sumitomo
Pirelli
Pirelli
Michelin

Jumlah
Produk
80
128
80
80
80
120
128
128
80
80

Tanggal
Pengiriman
11-1-2008
14-1-2008
16-1-2008
19-1-2008
20-1-2008
22-1-2008
23-1-2008
28-1-2008
29-1-2008
30-1-2008

Tanggal Produksi
5-1-2008
7-1-2008
9-1-2008
11-1-2008
13-1-2008
16-1-2008
18-1-2008
21-1-2008
23-1-2008
25-1-2008

Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

Tabel 5.2. Data Jumlah Produk, (Lanjutan)


No

Pembeli

11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42

Hankook
Bridgestone
Pirelli
Pirelli
Michelin
Pirelli
Sumitomo
Michelin
Sumitomo
Bridgestone
Hankook
Hankook
Pirelli
Bridgestone
Michelin
Pirelli
Pirelli
Hankook
Hankook
Pirelli
Pirelli
Sumitomo
Michelin
Sumitomo
Pirelli
Bridgestone
Bridgestone
Pirelli
Pirelli
Sumitomo
Sumitomo
Pirelli

Jumlah
Produk
80
96
64
80
80
80
80
80
80
80
80
128
128
80
40
80
80
128
80
144
80
80
80
80
80
80
120
40
160
80
80
40

Tanggal
Pengiriman
31-1-2008
2-2-2008
8-2-2008
11-2-2008
12-2-2008
14-2-2008
15-2-2008
16-2-2008
17-2-2008
20-2-2008
24-2-2008
28-2-2008
1-3-2008
3-3-2008
6-3-2008
8-3-2008
12-3-2008
15-3-2008
17-3-2008
20-3-2008
23-3-2008
24-3-2008
26-3-2008
27-3-2008
29-3-2008
30-3-2008
2-4-2008
5-4-2008
6-4-2008
7-4-2008
7-4-2008
10-4-2008

Tanggal Produksi
26-1-2008
27-1-2008
29-1-2008
31-1-2008
2-2-2008
4-2-2008
8-2-2008
9-2-2008
10-2-2008
12-2-2008
14-2-2008
16-2-2008
22-2-2008
25-2-2008
27-2-2008
28-2-2008
2-3-2008
4-3-2008
8-3-2008
11-3-2008
15-3-2008
17-3-2008
18-3-2008
19-3-2008
21-3-2008
23-3-2008
25-3-2008
28-3-2008
29-3-2008
30-3-2008
1-4-2008
3-4-2008

Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

Tabel 5.2. Data Jumlah Produk, (Lanjutan)


No

Pembeli

43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65
66
67
68
69
70
71
72
73
74

Michelin
Pirelli
Hankook
Hankook
Pirelli
Bridgestone
Pirelli
Hankook
Sumitomo
Michelin
Pirelli
Michelin
Sumitomo
Pirelli
Hankook
Pirelli
Bridgestone
Pirelli
Pirelli
Pirelli
Michelin
Bridgestone
Bridgestone
Michelin
Hankook
Hankook
Pirelli
Pirelli
Sumitomo
Pirelli
Bridgestone
Pirelli

Jumlah
Produk
160
144
128
80
144
120
60
80
80
40
40
40
80
40
120
128
90
128
80
144
80
40
40
80
128
40
96
80
128
40
90
128

Tanggal
Pengiriman
17-4-2008
21-4-2008
24-4-2008
25-4-2008
28-4-2008
1-5-2008
2-5-2008
8-5-2008
11-5-2008
12-5-2008
14-5-2008
15-5-2008
16-5-2008
17-5-2008
20-5-2008
25-5-2008
1-6-2008
3-6-2008
8-6-2008
10-6-2008
13-6-2008
14-6-2008
16-6-2008
20-6-2008
20-6-2008
26-6-2008
27-6-2008
28-6-2008
29-6-2008
30-6-2008
1-7-2008
5-7-2008

Tanggal Produksi
4-4-2008
11-4-2008
15-4-2008
18-4-2008
21-4-2008
24-4-2008
27-4-2008
29-4-2008
30-4-2008
2-5-2008
4-5-2008
8-5-2008
9-5-2008
10-5-2008
12-5-2008
15-5-2008
28-5-2008
30-5-2008
1-6-2008
7-6-2008
8-6-2008
9-6-2008
9-6-2008
13 -6-2008
15-6-2008
17-6-2008
17-6-2008
18-6-2008
20-6-2008
21-6-2008
23-6-2008
25-6-2008

Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

Tabel 5.2. Data Jumlah Produk, (Lanjutan)


No

Pembeli

75
76
77
78
79
80
81
82
83
84
85
86
87
88
89
90
91
92
93
94
95
96
97
98
99
100
101
102
103
104
105
106

Sumitomo
Bridgestone
Pirelli
Pirelli
Pirelli
Hankook
Hankook
Pirelli
Michelin
Michelin
Bridgestone
Pirelli
Michelin
Sumitomo
Hankook
Sumitomo
Hankook
Michelin
Pirelli
Pirelli
Pirelli
Bridgestone
Bridgestone
Michelin
Pirelli
Pirelli
Pirelli
Hankook
Bridgestone
Sumitomo
Pirelli
Michelin

Jumlah
Produk
128
80
80
80
112
80
120
128
40
40
80
40
80
40
120
80
80
80
96
128
128
120
96
40
128
80
128
128
80
128
144
80

Tanggal
Pengiriman
7-7-2008
8-7-2008
10-7-2008
15-7-2008
15-7-2008
17-7-2008
20-7-2008
22-7-2008
24-7-2008
31-7-2008
1-8-2008
5-8-2008
10-8-2008
15-8-2008
22-8-2008
22-8-2008
22-8-2008
23-8-2008
25-8-2008
26-8-2008
28-8-2008
28-8-2008
1-9-2008
5-9-2008
8-9-2008
17-9-2008
18-9-2008
19-9-2008
20-9-2008
21-9-2008
23-9-2008
25-9-2008

Tanggal Produksi
28-6-2008
1-7-2008
4-7-2008
5-7-2008
8-7-2008
11-7-2008
13-7-2008
16-7-2008
18-7-2008
23-7-2008
24-7-2008
28-7-2008
1-8-2008
3-8-2008
4-8-2008
10-8-2008
13-8-2008
15-8-2008
16-8-2008
18-8-2008
21-8-2008
23-8-2008
27-8-2008
30-8-2008
1-9-2008
5-9-2008
7-9-2008
10-9-2008
13-9-2008
14-9-2008
16-9-2008
18-9-2008

Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

Tabel 5.2. Data Jumlah Produk, (Lanjutan)


No

Pembeli

107
108
109
110
111
112
113
114
115
116
117
118
119
120
121
122
123
124
125
126
127
128
129
130
131
132
133
134
135
136
`137
138

Michelin
Hankook
Bridgestone
Sumitomo
Pirelli
Pirelli
Michelin
Sumitomo
Bridgestone
Hankook
Pirelli
Hankook
Michelin
Michelin
Pirelli
Pirelli
Pirelli
Bridgestone
Sumitomo
Pirelli
Michelin
Pirelli
Pirelli
Hankook
Hankook
Michelin
Pirelli
Sumitomo
Pirelli
Pirelli
Bridgestone
Michelin

Jumlah
Produk
80
80
120
80
64
128
40
80
64
120
144
80
40
40
64
40
80
120
80
64
40
64
64
80
120
80
64
80
64
64
80
40

Tanggal
Pengiriman
27-9-2008
28-9-2008
3-10-2008
9-10-2008
9-10-2008
11-10-2008
11-10-2008
12-10-2008
17-10-2008
18-10-2008
22-10-2008
24-10-2008
24-10-2008
25-10-2008
28-10-2008
31-10-2008
31-10-2008
5-11-2008
7-11-2008
10-11-2008
12-11-2008
15-11-2008
17-11-2008
21-11-2008
22-11-2008
24-11-2008
25-11-2008
26-11-2008
28-11-2008
30-11-2008
1-12-2008
3-12-2008

Tanggal Produksi
20-9-2008
22-9-2008
23-9-2008
24-9-2008
25-9-2008
28-9-2008
2-10-2008
3-10-2008
5-10-2008
8-10-2008
12-10-2008
15-10-2008
17-10-2008
18-10-2008
20-10-2008
22-10-2008
23-10-2008
27-10-2008
31-10-2008
2-11-2008
3-11-2008
5-11-2008
8-11-2008
10-11-2008
13-11-2008
15-11-2008
17-11-2008
20-11-2008
23-11-2008
25-11-2008
26-11-2008
27-11-2008

Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

Tabel 5.2. Data Jumlah Produk, (Lanjutan)


No

Pembeli

139
140
141
142
143
144
145
146
147
148

Hankook
Pirelli
Pirelli
Hankook
Hankook
Michelin
Sumitomo
Bridgestone
Pirelli
Sumitomo

Jumlah
Produk
40
144
128
80
80
80
80
80
128
80

Tanggal
Pengiriman
8-12-2008
12-12-2008
13-12-2008
15-12-2008
20-12-2008
23-12-2008
23-12-2008
24-12-2008
26-12-2008
29-12-2008

Tanggal Produksi
29-11-2008
1-12-2008
4-12-2008
6-12-2008
11-12-2008
12-12-2008
15-12-2008
18-12-2008
20-12-2008
23-12-2008

Sumber: PT. Hadi Baru

5.1.3. Data Kapasitas Produksi


Kapasitas produksi PT. Hadi Baru adalah 50 produk per hari.
Jadi untuk kapasitas per bulan dengan jam kerja normal (26 hari kerja) adalah 26
x 50 = 1300 produk per bulan.

5.1.4. Data Gudang Ekspor


PT. Hadi Baru memiliki gudang ekspor yang sangat luas dengan ukuran
dimensinya 50 m x 23 m. Dengan 1 pintu selebar 5 m. Bentuk gudang dapat
dilihat pada. Gambar 5.1.

Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

Gambar 5.1. Gambar Gudang Ekspor PT. Hadi Baru


Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

Prosedur pengisian Gudang sebelumnya tidak teratur, daerah yang kosong


diisi sesuai dengan kapasitas jumlah permintaan masing-masing produk, dan jika
tidak muat baru dilakukan penumpukan, maksimal penumpukan adalah 2 tingkat.

5.1.4.1. Dimensi Produk


Produk terdiri dari 36 bal yang disusun pada 1 buah metal box dengan
ukuran 1,5 m x 1,15 m. Gambar produk tampak atas dapat dilihat pada
Gambar 5.2.

1.15 m

1.5 m

Gambar 5.2. Dimensi Produk

5.1.4.2. Dimensi Material Handling


Material Handling yang digunakan adalah forklift sebanyak 2 buah dengan
dimensi 3 m x 1,5 m. Gambar forklift dapat dilihat pada Gambar 5.3.

1.5 m

3m

Gambar 5.3. Forklift


Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

5.2. Pengolahan Data


Setelah semua data yang dibutuhkan telah dikumpulkan, maka selanjutnya
data tersebut diolah berdasarkan teori yang digunakan untuk memperoleh
masukan teori yang digunakan yaitu shared storage.

5.2.1. Menentukan Jumlah Permintaan Produk Rata-Rata Per Bulan


Untuk memperoleh jumlah permintaan rata-rata masing-masing produk
per bulan adalah dengan rumus:

1. Bridgestone
Jumlah Permintaan produk Bridgestone per bulan dapat dilihat pada
Tabel 5.4.
Tabel 5.3. Jumlah Permintaan Bridgestone Rata-Rata Per Bulan
Bulan
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

Jumlah Permintaan (Produk)


200
176
160
120
120
170
170
200
179
120
120
160

Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

Total

1895

2. Hankook
Jumlah Permintaan produk Hankook per bulan dapat dilihat pada
Tabel 5.4.
Tabel 5.4. Jumlah Permintaan Hankook Per Bulan
Bulan
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
Total

Jumlah Permintaan (produk)


208
208
208
208
200
168
200
200
208
200
208
200
2416

3. Michelin
Jumlah Permintaan produk Michelin per bulan dapat dilihat pada
Tabel 5.5.
Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

Tabel 5.5. Jumlah Permintaan Michelin Per Bulan


Bulan
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
Total

Jumlah Permintaan (produk)


160
160
120
160
160
120
120
160
120
120
120
120
1640

4. Pirelli
Jumlah Permintaan produk Pirelli per bulan dapat dilihat pada
Tabel 5.6.
Tabel 5.6. Jumlah Permintaan Pirelli Per Bulan
Bulan
1
2
3
4
5
6
7

Jumlah Permintaan (produk)


368
352
464
528
348
488
528

Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

392

Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

Tabel 5.6. Jumlah Permintaan .....(Lanjutan)


Bulan
9
10
11
12
Total

Jumlah Permintaan (produk)


480
520
384
400
5252

5. Sumitomo
Jumlah Permintaan produk Sumitomo per bulan dapat dilihat pada
Tabel 5.7.

Tabel 5.7. Jumlah Permintaan Sumitomo Per Bulan


Bulan
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
Total

Jumlah Permintaan (produk)


128
160
160
160
160
128
128
120
128
160
160
160
1752

Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

Rekapitulasi jumlah rata-rata permintaan masing-masing produk per bulan


dapat dilihat pada Tabel 5.8.
Tabel 5.8. Rekapitulasi Jumlah Permintaan Rata-Rata Per Bulan
Pembeli

Jumlah Permintaan Rata-

(Jenis Produk)

Rata per Bulan

Bridgestone

158

Hankook

201

Michelin

138

Pirelli

438

Sumitomo

146

NO

Total

1081

5.2.2. Rata-Rata Frekuensi Pemesanan Tiap Jenis Produk Per Bulan


Dilihat dari Tabel 5.1 dapat ditentukan berapa banyak pemesanan untuk
tiap-tiap produk dalam 1 bulannya. Kemudian ditentukan rata-rata frekuensi
permintaan per bulan, dapat dilihat pada Tabel 5.9.
Tabel 5.9. Frekuensi Jumlah Permintaan per Bulan
Produk
Bridgestone
Hankook
Michelin
Pirelli
Sumitomo

1
2
2
2
4
1

2
2
2
2
4
2

Frekuensi Jumlah Permintaan Per Bulan


3
4
5
6
7
8
9 10 11
2
1
1
3
2
2
2
2
1
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
1
2
2
2
2
3
3
2
5
5
4
6
5
4
4
6
6
2
2
2
1
1
2
1
2
2

12
2
3
3
3
2

Ratarata
2
2
2
5
2

Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

5.2.3. Jumlah Produk Per Pemesanan Tiap Jenis Produk Per Bulan
Dengan mengetahui rata-rata frekuensi permintaan per bulan maka dapat
ditentukan jumlah produk tiap pemesanan untuk masing-masing produk. Dapat di
lihat pada Tabel 5.10.
Tabel 5.10. Jumlah Permintaan per Pemesanan

No

Produk

Bridgestone

Jumlah Permintaan
Per Bulan (produk)
(1)
158

Hankook

201

100

Michelin

138

69

Pirelli

438

88

Sumitomo

146

73

Total

1081

Frekuensi Permintaan
Per bulan
(2)

Jumlah Permintaan
Per Pemesanan
(1 : 2)

79

5.2.4. Penentuan Kebutuhan Ruang


Lamanya waktu antara produksi dengan tanggal pengiriman dapat
ditentukan sebagai lamanya satu jenis produk berada di dalam gudang (lead time).
Lama rata-rata waktu awal produksi sampai dengan dikirim dapat dapat dilihat
pada Tabel 5.11.
Tabel 5.11. Rata-rata Pengiriman (hari)
No

Produk

1
2
3

Bridgestone
Hankook
Michelin

Rata-rata
Pengiriman (hari)
6
7
7

Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

4
5

Pirelli
Sumitomo

7
7

Lead time terbesar adalah 7 hari, jadi kebutuhan ruang yang diperlukan
adalah untuk 7 hari, yaitu: 7 x 50 = 350 produk.

5.2.4.1. Penentuan Luas Area Penyimpanan Yang Dibutuhkan


Untuk menghemat pemakaian area maka dilakukan penumpukan 2 tingkat.
Satu area penyimpanan terdiri dari 18 produk, dengan penyusunan 3x3 yang
terdiri dari 2 tingkat, dilakukan untuk memudahkan penyusunan produk ke area
penyimpanan dan juga untuk menghemat pemanfaatan ruang. Jadi luas 1 area
penyimpanan adalah:

Banyaknya area penyimpanan yang dibutuhkan adalah:

Kebutuhan ruang untuk 20 area = 20 x 15, 525

= 310,5

5.2.4.2. Penentuan Allowance ruang


Allowance dimanfaatkan sebagai gang atau jalur pergerakkan material
handling, adapun material handling yang digunakan adalah forklift. Jadi
allowance yang dibutuhkan berdasarkan kebutuhan untuk jalur sesuai dengan
Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

ukuran dimensi forklift. Penentuan luas gang yang diperlukan adalah berdasarkan
dimensi terpanjang yaitu diagonal yang ada pada forklift saat membawa produk.
Gambarnya dapat dilihat pada Gambar 5.4.

1.5 m

3m

Gambar 5.4. Forklift Saat Membawa Produk

Dengan mengetahui allowance yang diperlukan maka dapat ditentukan


lebar gang adalah 3,4 m.

5.3. Peletakkan Area Penyimpanan


Setelah mengetahui kebutuhan ruang maka dapat ditentukan jumlah area
yang dapat di peroleh. Luas gudang adalah 50 m x 23 m = 1150

Maka dapat diatur dengan sedemikian rupa susunan peletakkan area


penyimpanan pada gudang berdasarkan data kebutuhan ruang (Lebar gudang dan
luas area penyimpanan). Peletakkan area dapat dilihat pada Gambar 5.5.

Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

5.4. Jarak Dari Area Penyimpanan Ke Pintu


Jarak tempuh antara material handling adalah mulai dari pintu (I/O)
menuju ke area penyimpanan. Perhitungan jarak dilakukan dengan menggunakan
metode

Rectilinear

Distance.

Jarak

diukur

sepanjang

lintasan

dengan

menggunakan garis tegak lurus (orthogonal) satu dengan yang lainnya terhadap
titik tengah dari masing-masing area penyimpanan dengan rumus:
dij = x a + y b
Keterangan:
dij

= jarak slot ij ke titik I/O

= titik awal perhitungan I/O pada sumbu x (horizontal)

= jarak titik tengah tujuan terhadap sumbu x

= titik awal perhitungan I/O pada sumbu y (vertical)

= jarak titik tengah tujuan terhadap sumbu y

contoh:
d1

= xa + y b
= 0 9,25 + 0 5,125 = 14,375 m

d2

= xa + y b
= 0 3,95 + 0 5,125 = 9,075 m
Perhitungan jarak tempuh tiap-tiap area penyimpanan terhadap titik I/O

dapat dilihat pada Tabel 5.12.

Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

Tabel 5.12. Jarak Tempuh Antara Pintu Ke Area Penyimpanan


No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28

5.5.

Jarak (m)
14.375
9.075
9.075
14.375
21.225
15.925
15.925
21.225
28.075
22.775
22.775
28.075
34.925
29.625
29.625
34.925
41.775
36.475
36.475
41.775
48.625
43.325
43.325
48.625
55.475
50.175
50.175
55.475

Penetapan Area berdasarkan Jarak Terdekat ke Pintu I/O

Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

Dalam metode shared storage pengisian area penyimpanan dilakukan


berdasarkan urutan area kosong yang paling dekat dengan pintu keluar masuk.
Untuk mempermudah penempatan maka dilakukan pengkodean. Penetapan area
yang dari yang paling dekat hingga terjauh paling dapat dilihat pada Tabel 5.13.
Tabel 5.13. Pengkodean dan Jarak Tempuh Antara Pintu Ke Area
Penyimpanan
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27

Area Penyimpanan
A1
A2
A3
A4
B1
B2
B3
B4
C1
C2
C3
C4
D1
D2
D3
D4
E1
E2
E3
E4
F1
F2
F3
F4
G1
G2
G3

Jarak (m)
9.075
9.075
14.375
14.375
15.925
15.925
21.225
21.225
22.775
22.775
28.075
28.075
29.625
29.625
34.925
34.925
36.475
36.475
41.775
41.775
43.325
43.325
48.625
48.625
50.175
50.175
55.475

Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

28

G4

55.475

Setelah melakukan peletakkan area, pengukuran jarak dan pengkodean


berdasarkan jarak terdekat dengan pintu maka tata letak gudang usulan telah
selesai, dapat dilihat pada Gambar 5.6.

5.6. Jarak Tempuh Material Handling Rata-Rata Per Bulan Menggunakan


Tata letak Gudang Usulan.
Perhitungan jarak tempuh material handling dilakukan pada periode yang
dianggap memiliki permintaan rata-rata dan pengiriman rata-rata (periode 13)
yang diperoleh dari data sebelumnya.
Hari kerja diasumsikan 26 hari per bulan, data yang digunakan (jumlah
produk per pemesanan, waktu antara pengiriman) merupakan hasil rata-rata.
Dan penetapan hari pengiriman berdasarkan dapat dilihat pada Tabel 5.14.
Tabel 5.14. Data Permintaan Periode ke-13
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Jumlah
(unit)
Bridgestone
79
Pirelli
88
Michelin
69
Pirelli
88
Sumitomo
73
Hankook
100
Pirelli
88
Bridgestone
79
Sumitomo
73
Pirelli
88
Pembeli

Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

11
12
13

Hankook
Pirelli
Michelin

100
88
69

Dalam Penerapan penyusunan berdasarkan metode shared storage,


dirancang sebuah kartu gudang untuk mempermudah penempatan produk pada
periode waktu tertentu berdasakan mana yang terlebih dahulu dikirim FIFO.
Prosedur Pengisian Produk ke Area Penyimpanan:
1. Produk yang pertama kali tiba dan yang terlebih dahulu dikirim diletakkan
pada area penyimpanan kosong terdekat dengan pintu. (dengan tingkatan dari
yang paling dekat sampai terjauh adalah A, B, C kemudian D)
2. Untuk memudahkan identifikasi produk di gudang tidak boleh ada 2 jenis
produk atau lebih terdapat pada 1 area penyimpanan.
3. Standart penumpukan produk maksimal 2 tingkat, dimana pada saat
penempatan produk diletakkan pada slot kosong pada area yang paling dekat
kemudian ditumpuk selanjutnya baru slot yang lain diisi dengan ketentuan
yang sama.
Proses penempatan produk pada periode ke-13 dapat dilihat pada Tabel 5.15.

Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage,
2009.
USU Repository 2009

Tabel 5.15. Kartu Gudang Periode ke-13

Hari
1

Keluar
Pengiriman
Kontrak
Area Terpakai
-

Bridgestone

A1,A2,A3,A4,B1(4)

Pirelli

B2,B3,B4,C1,C2

10

Michelin

C3,C4,D1,D2(8)

11
12

Pirelli
-

D3,D4,E1,E2,E3(8)
-

Jumlah
(unit)
Bridgestone 79 50
Bridgestone
29
88 21
Pirelli
Pirelli
50
Pirelli
17
69 33
Michelin
Michelin
36
88 14
Pirelli
Pirelli
50
Pirelli
24
Sumitomo 73 26
Sumitomo
47
Hankook 100 3
Kontrak

Masuk
Kapasitas Produksi
Terpasang Terpakai Sisa
50
50
50
29
21
21
21
50
50
50
17
33
33
33
50
36
14
14
14
50
50
50
24
26
26
26
50
47
3
3
3
-

Hankook

50

50

50

Hankook
Pirelli
Pirelli
Pirelli

47
3
50
35

50
3
50
50

47
3
50
35

3
15

88

Pengisian Gudang
Jumlah Area Tersedia
Alokasi Area
(slot)
(4)
25
A1,A2,A3,A4
A1,A2,A3(7)
15
A3(2),A4,B1,B2
A3(2),A4,B1(4)
11
B2,B3,B4,C1
B2,B3(2)
25
B3(7),B4,C1,C2
B3(7),B4,C1
9
C2,C3,C4,D1
C2
17
C3,C4,D1,D2
C3,C4(8)
18
C4(1),D1,D2,D3
C4(1),D1,D2(8)
7
D3,D4,E1,E2
D3(7)
25
D3(2),D4,E1,E2 D3(2),D4,E1,E2(5)
12
E2(4),E3,E4,F1
E2(4),E3(8)
13
A1,A2,A3,A4
A1.A2(4)
24
A2(5),A3,A4,B1 A2(5),A3,A4,B1(1)
2
B2,B3,B4,C1
B2(2)
B2(7),
25
B2(7), B3,B4
B3,B4,C1
24
C1,C2,C3,C4
C1,C2,C3(6)
2
C4,D1,D2,D3
C4(2)
25
C4(7),D1,D2,D3
C4(7),D1,D2
18
D3,D4,E1,E2
D3,D4

Tabel 5.15. Kartu Gudang (Lanjutan)

12
13

Keluar
Pengiriman
Kontrak
Area Terpakai
Sumitomo
A1,A2,A3,A4,B1(1)

14

Hankook

B2,B3,B4,C1,C2,C3(6)

15

16

Pirelli

C4,D1,D2,D3,D4

17

Bridgestone

E1,E2,E3,E4,F1(4)

18

20

Sumitomo

A1,A2,A3,A4,B1(1)

21

Pirelli

B2,B3,B4,C1,C2

22
23
24
25
26

Hankook
Pirelli
Michelin

C3,C4,D1,D2,D3,D4(6)
E1,E2,E3,E4F1,F2(1)
A1,A2,A3,A4(8)

Hari

19

Jumlah
(unit)
Bridgestone 79 15
Bridgestone
50
Bridgestone
14
Sumitomo 73 36
Sumitomo
37
88 13
Pirelli
Pirelli
50
Pirelli
25
Hankook 100 25
Hankook
50
Hankook
25
88 25
Pirelli
Pirelli
50
Pirelli
13
69 37
Michelin
Michelin
32
Kontrak

Masuk
Kapasitas Produksi
Terpasang Terpakai Sisa
15
15
50
50
50
14
36
36
36
50
37
13
13
13
50
50
50
25
25
25
50
50
50
25
25
25
25
50
50
50
13
37
37
37
50
32
18

Muhammad Ilham : Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor PT. Hadi Baru Dengan Metode Shared Storage, 2009.
USU Repository 2009

Pengisian Gudang
Jumlah Area Tersedia
Alokasi Area
(slot)
(4)
8
E1,E2,E3,E4
E1(8)
25
E1(1),E2,E3,E4 E1(1),E2,E3,E4(6)
7
E4(3),F1,F2,F3
E4(3),F1(4)
18
A1,A2,A3,A4
A1,A2
19
A3,A4,B1,B2
A3,A4,B1(1)
7
B2,B3,B4,C1
B2(7)
25
B2(2),B3,B4,C1 B2(2),B3,B4,C1(5)
13
C1(4),C2,C3,C4
C1(4),C2
13
C3,C4,D1,D2
C3,C4(4)
25
C4(5),D1,D2,D3 C4(5),D1,D2,D3(2)
13
D3(7),D4,E1,E2
D3(7),D4(6)
13
E1,E2,E3,E4
E1,E2(4)
25
E2(4),E3,E4,F1 E2(4),E3,E4,F1(3)
7
F1(6),F2,F3,F4
F1(6),F2(1)
19
A1,A2,A3,A4
A1,A2,A3(1)
16
A3(8),A4,B1,B2
A3(8),A4(8)

Jarak tempuh forklift untuk periode ke-13 dapat diperoleh dengan


menghitung kumulatif jarak area terpakai dengan pintu keluar pada saat
pengiriman dikali 2, perhitungannya dapat dilihat pada Tabel 5.16.
Tabel 5.16. Jarak Tempuh Rata-Rata Material Handling Tata Letak Usulan

No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13

Area Pengiriman

Pembeli

A1,A2,A3,A4,B1(4)
Bridgestone
B2,B3,B4,C1,C2
Pirelli
C3,C4,D1,D2(8)
Michelin
D3,D4,E1,E2,E3(8)
Pirelli
A1,A2,A3,A4,B1(1)
Sumitomo
B2,B3,B4,C1,C2,C3(6)
Hankook
C4,D1,D2,D3,D4
Pirelli
E1,E2,E3,E4,F1(4)
Bridgestone
A1,A2,A3,A4,B1(1)
Sumitomo
B2,B3,B4,C1,C2
Pirelli
C3,C4,D1,D2,D3,D4(6)
Hankook
E1,E2,E3,E4F1,F2(1)
Pirelli
A1,A2,A3,A4(8)
Michelin
TOTAL

Jarak Tempuh
Saat Pengiriman
(m)
971.6
1870.65
2017.95
3238.8
876.05
2712.9
2829.15
3163.6
876.05
1870.65
3124.95
3683.5
815.45

Jarak
Tempuh Total
(m)
1943.2
3741.3
4035.9
6477.6
1752.1
5425.8
5658.3
6327.2
1752.1
3741.3
6249.9
7367
1630.9
56102,06

5.7. Jarak Tempuh Material Handling Rata-Rata Per Bulan Menggunakan


Tata Letak Gudang Sebelumnya.
Dengan menggunakan jumlah permintaan rata-rata pada Tabel 5.14 maka
disusun pengaturan gudang berdasarkan prosedur dan tata letak gudang awal
untuk memperoleh jarak tempuh material handling pada tata letak gudang usulan,
perhitungan dilakukan dengan metode Rectilinear Distance.

Peletakkan Area pada tata letak gudang sebelumnya dapat dilihat pada
lampiran 5. Data jarak tempuh dapat dilihat pada Tabel 5.17.
Tabel 5.17. Jarak Tempuh Material Handling Tata letak Awal

No

Pembeli

Jarak Tempuh Saat Pengiriman (m)

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13

Bridgestone
Pirelli
Michelin
Pirelli
Sumitomo
Hankook
Pirelli
Bridgestone
Sumitomo
Pirelli
Hankook
Pirelli
Michelin

3835.45
4312
2330.82
2433.2
3586.125
4825
2442
2271.25
3586.125
2794
3295
1474
3429.3

Jarak
Tempuh Total
(m)
7670.9
8624
4661.64
4866.4
7172.25
9650
4884
4542.5
7172.25
5588
6590
2948
6858.6
81228,54

BAB VI
ANALISIS PEMECAHAN MASALAH

6.1. Analisis Metode Shared Storage


Shared storage merupakan metode pengaturan tata letak ruang gudang
dengan menggunakan prinsip FIFO (First In First Out) dimana barang yang
paling cepat dikirim diletakkan pada area penyimpanan yang terdekat dengan
pintu keluar-masuk (I/O).
Metode ini akan lebih baik digunakan pada jenis pabrik yang memiliki
ukuran dimensi produk yang sama atau tidak jauh berbeda, karena setiap area
penyimpanan bisa saja ditempati oleh jenis produk yang berbeda-beda
berdasarkan waktu produksi dan tanggal pengiriman produk tersebut.

6.2. Analisis Kebutuhan Ruang


Dalam menentukan kebutuhan ruang yang dibutuhkan untuk gudang
adalah dengan mengetahui berapa lama waktu antara masing-masing pengiriman
dari tiap-tiap produk. Data lama pengiriman rata-rata dari masing produk dapat
dilihat pada Tabel 6.1.

Tabel 6.1. Waktu Pengiriman Dari Awal Produksi

No

Produk

1
2
3
4
5

Bridgestone
Hankook
Michelin
Pirelli
Sumitomo

Waktu
Pengiriman (hari)
6
7
7
7
7

Dari data tersebut maka dapat ditentukan berapa banyak kebutuhan ruang
untuk dengan cara mengalikan kapasitas produksi (50 per hari) dengan lama
pengiriman terbesar (7 hari) yaitu 350 produk di dalam gudang.
Ukuran produk 1,5 m x 1,15 m = 1,725 m2, sehingga kebutuhan ruang
untuk produk dengan lama pengiriman rata-rata adalah:
Kebutuhan ruang untuk produk dalam 7 hari = 350 x 1,725 m2 = 603,75 m2
Kemudian kebutuhan ruang untuk pergerakkan material handling (forklift)
adalah dengan dimensi terpanjang dari forklift ketika membawa produk yaitu
diagonalnya (3,4 m). Maka dibutuhkan gang selebar 3,4 m untuk pergerakkan
forklift.

6.3. Penyusunan Tata Letak Gudang Dengan Metode Shared Storage


Selanjutnya diatur dengan sedemikian rupa susunan tata letak area
penyimpanan, gambar tata letak gudang usulan dapat dilihat pada Gambar 6.1.
Berikut ini adalah prosedur penempatan produk, prosedur ini bertujuan
agar penyusunan produk teratur dan proses bongkar-muat menjadi mudah sebagai
berikut:
1. 1 area terdiri dari 18 produk (dua tingkat)

2. Produk yang pertama kali tiba diletakkan pada area penyimpanan kosong
terdekat dengan pintu. (dengan tingkatan dari yang paling dekat sampai
terjauh adalah A, B, C kemudian D)
3. Tidak boleh ada 2 jenis produk atau lebih terdapat pada 1 area penyimpanan.
4. Pencatatan produk di dalam gudang menggunakan kartu gudang.

G3

G1

G2

G4

F3

F1

F2

F4

E3

E1

E2

E4

D3

D1

D2

D4

C3

C1

C2

C4

B3

B1

B2

B4

A3

A1

A2

A4

Gambar 6.1. Tata Letak gudang Usulan

Jarak area yang paling dekat pintu keluar-masuk (I/O) dapat dilihat pada
Tabel 6.2.
Tabel 6.2. Jarak Tempuh Antara Pintu Ke Area Penyimpanan
Jarak
No Area Penyimpanan
(m)
1
A1
9.075
2
A2
9.075
3
A3
14.375
4
A4
14.375
5
B1
15.925
6
B2
15.925
7
B3
21.225
8
B4
21.225
9
C1
22.775
10
C2
22.775
11
C3
28.075
12
C4
28.075
13
D1
29.625
14
D2
29.625
15
D3
34.925
16
D4
34.925
17
E1
36.475
18
E2
36.475
19
E3
41.775
20
E4
41.775
21
F1
43.325
22
F2
43.325
23
F3
48.625
24
F4
48.625
25
G1
50.175
26
G2
50.175
27
G3
55.475
28
G4
55.475

Dengan tata letak gudang usulan seperti di atas yang terdiri 28 area
penyimpanan maka tata letak gudang usulan akan mampu menampung produk
dengan jumlah 504 produk, atau 10 hari penyimpanan.

6.4. Jarak Tempuh Material Handling Rata-Rata Per Bulan


Penghitungan Jarak tempuh forklift diuji pada periode ke-13, dimana
periode ke-13 merupakan data rata-rata data permintaan tahun 2008 untuk
masing-masing produk, frekuensi permintaan rata-rata per bulan dan waktu
pengiriman rata-rata. Sehingga diperoleh jarak tempuh rata-rata per bulan.
Metode perhitungan jarak tempuh adalah menggunakan rectlinier distance
dan hasil yang diperoleh adalah sebesar 56102,06 m.

6.5. Perbandingan Tata Letak Gudang Usulan Dengan Tata Letak Gudang
Sebelumnya.
1. Jarak tempuh material handling rata-rata perbulan untuk tata letak gudang
usulan adalah sebesar 56102,06 m, sedangkan jarak tempuh untuk tata letak
gudang yang lama sebesar 81228,54 m.
2. Dengan pengaturan menggunakan tata letak gudang usulan maka akan
diperoleh kemudahan dalam pengecekan barang yang ada di gudang. Dengan
melihat kartu gudang seperti pada Tabel 5.14. maka Pengaturan bongkar muat
akan lebih mudah karena dapat diketahui area mana yang kosong untuk
ditempati produk dan letak dari produk yang akan dikirim mudah
diidentifikasi.

BAB VII
KESIMPULAN DAN SARAN

7.1. Kesimpulan
1. Jumlah kebutuhan area penyimpanan adalah sebanyak 19,44

20 area.

Jumlah area yang dapat dibentuk sebanyak 28 area.


2. Satu area terdiri dari 18 produk yang disusun bertingkat 2 dengan ukuran 4,5
m x 3,45 m. jadi luas total kebutuhan ruang untuk produk adalah 434,7 m2
3. Lebar gang yang diperlukan adalah 3,4 m, sehingga total kebutuhan ruang
untuk gang adalah sebesar 575 m2.
4. Luas Area yang tidak terpakai adalah 140,3 m2.
5. Jarak tempuh material handling rata-rata per bulan adalah 56.102,06 m,
sedangkan jarak tempuh rata-rata pada kondisi gudang sebelumnya adalah
81228,54 m per bulan.

7.2. Saran
1. Luas gudang sudah cukup, hanya saja diperlukan prosedur yang baik dalam
proses penempatan produk, sehingga pemanfaatan forklift lebih efektif.
2. Penerapan metode shared storage sangat baik diterapkan pada perusahaan,
karena dapat menghemat jarak tempuh forklift dengan kata lain dapat
menghemat biaya operasional material handling.
3. Penggunaan kartu gudang juga dapat mempermudah proses penempatan
produk pada area-area kosong yang terdekat dengan pintu, dan juga

memberikan informasi yang memudahkan proses bongkar-muat dan


pengecekan produk.
4. Jarak tempuh forklift dapat lebih diminimalkan apabila perusahaan membuat
pintu tambahan pada tiap gang.

DAFTAR PUSTAKA

1. Apple, James M., Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan, Penerjemah:
Nurhayati Mardiono. ITB, Bandung, 1990
2. Francis, Richard L., McGinnis Jr,, Leon F. and White, John A., Facility
Layout and Location: An Analitytical Approach, Prentice Hall, New Jersey,
1992.
3. Mulcahy, David E., Warehouse and Distribution Operation Handbook
International Edition, McGraw Hill, New York, 1994
4. Purnomo, Hari, Perencanaan dan Perancangan Fasilitas, Edisi Pertama.
Penerbit Graha Ilmu, Yogyakarta, 2004.
5. Wignjosoebroto, Sritomo, Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan,
Penerbit Guna Widya, Surabaya, 1996
6. http://www.digilib.petra.ac.id
7. http://www.digilib.its.ac.id