Anda di halaman 1dari 9

PERANCANGAN TATA LETAK MATERIAL

PADA GUDANG PT. PEMBANGKITAN JAWA BALI


UNIT PEMBANGKITAN GRESIK
Daonil, Sritomo Wignjosoebroto, dan Arief Rahman
Jurusan Teknik Industri
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya
Kampus ITS Sukolilo Surabaya 60111
Email: onil_tiers@yahoo.com: sritomo@ie.its.ac.id: arief@ie.its.ac.id
Abstrak
Gudang adalah suatu tempat/bangunan untuk penyimpanan material yang memiliki peranan penting
dalam suatu sistem produksi. Walaupun tidak memberikan nilai tambah dan membutuhkan biaya yang cukup
besar, keberadaan gudang akan sangat menunjang peningkatan performansi dari suatu sistem produksi
perusahaan. Oleh karena itu, diperlukan pengaturan dan sistem yang baik untuk meningkatkan utilitas gudang
dan mengurangi biaya atau kerugian yang terjadi pada gudang. PT. Pembangkitan Jawa Bali (PJB) - Unit
Pembangkitan (UP) Gresik adalah salah satu unit dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang memproduksi
energi listrik untuk kawasan pulau Jawa dan Bali. Saat ini pada gudang PT. PJB - UP Gresik terjadi beberapa
masalah pergudangan. Walaupun sistem inventori pergudangan pada perusahaan sudah terkomputerisasi,
namun tata letak serta operasional dalam gudang masih belum baik, sehingga mengakibatkan kesulitan dalam
hal identifikasi lokasi material, proses material handling, dan terkadang terjadi kerusakan pada material. Selain
itu, perusahaan juga belum memiliki aturan yang jelas dalam penempatan material dalam gudang. Dalam
penelitian ini, akan dievaluasi tata letak dan operasional pergudangan saat ini. Berdasarkan hasil evaluasi
maka dilakukan perancangan tata letak material yang optimal meliputi perancangan rak sebagai media
penyimpanan dan alokasi material dalam gudang. Dari hasil perancangan tata letak material pada gudang
didapatkan peningkatan utilitas sebesar 5.69% dan efisiensi proses material handling sebesar 23.2% dari
kondisi saat ini. Selain itu, dengan rancangan tata letak material akan meningkatkan faktor keamanan dan
estetika pada gudang.
Kata kunci : tata letak, material handling, utilitas dan efisiensi.

Abstract
Warehouse is a building to store materials that drive important rule in a production system. Inspite of not
giving an added value and spend much cost, the existence of warehouse will support performance improvement
in that plant production system. Therefore, a good arrangement and system to improve warehouse utility and
cost reduction or all losses in warehouse is needed. PT. Pembangkitan Jawa Bali Unit Pembangkitan Gresik is
one unit of Perusahaan Listik Negara (PLN) that produce electric power to Java and Bali district. Recently,
there are many problems in PT. PJB - UP Gresik warehouse. Although there is computerized warehousing
inventory system in a company, the layout and operational system in the warehouse is not good enough. So, it
causes difficulty to identify materials location, material handling process, and sometimes materials flaw occur.
Besides that, company does not have brief rules in allocating materials in warehouse. This research aim to
evaluate layout and warehouse operational at present. Based on the evaluation research, optimal materials
layout design is then done including rack design as storage equipment and allocating materials in warehouse.
This materials layout design will result increasing utility as 5.69% and material handling efficiency as 23.2%
from the existing condition. Moreover, materials layout design will improve safety factor and warehouse esthetic
view.
Keywords : layout, material handling, utility and efficiency

1. Pendahuluan
Kemampuan suatu sistem produksi akan sangat
ditentukan
oleh
performansi
sistem
penunjangnya. Gudang merupakan salah satu
penunjang dan bagian penting dari suatu sistem
produksi. Kondisi dan pengaturan yang baik
dalam gudang diharapkan dapat menghindari
kerugian perusahaan dan meminimalisasi biaya

yang terjadi serta mempercepat operasional


dan layanan pada gudang. Tata letak gudang
yang baik adalah yang mampu memanfaatkan
ruang untuk penyimpanan secara efektif untuk
meningkatkan
utilitas
ruang
dan
meminimalisasi biaya material handling
(Heragu, 1997). Secara garis besar, beberapa
faktor penting dalam merancang gudang
1

adalah tinggi gudang, docking area, media


penyimpanan, bentuk dan ukuran aisle (gang),
tata letak dalam gudang dan tingkat otomasi
yang digunakan untuk penyimpanan dan
pengambilan material. PT. PJB UP Gresik
adalah perusahaan negara yang memproduksi
energi listrik. Untuk menunjang performansi
proses produksi maka perusahaan mendirikan
gudang yang berfungsi sebagai tempat
penyimpanan spare part mesin dan material
consumable. Pada PT. PJB UP Gresik
terdapat 7 buah gudang yang fungsi dan
karakteristiknya sama serta satu buah gudang
limbah (open storage) untuk material yang
sudah rusak atau tidak digunakan lagi. Sistem
inventori pergudangan perusahaan sudah
terkomputerisasi. Namun demikian, tata letak
dan operasional di dalam gudang masih belum
baik dan terkesan tidak tertata dengan rapi.
Pihak perusahaan belum memiliki aturan yang
jelas dalam menempatkan material dalam
gudang. Hal ini mengakibatkan terjadinya
beberapa permasalahan, antara lain adalah
kesulitan dalam mengidentifikasi material,
kesulitan dalam akses dan mengangkut
material (material handling) dan terkadang
terjadi kerusakan pada material. Oleh karena
itu, perlu dilakukan penelitian untuk
merancang tata letak material yang optimal
pada gudang agar dapat meningkatkan utilitas
dan efisiensi operasional pada gudang.
Perancangan tata letak material meliputi
perancangan rak sebagai media penyimpanan
dan alokasi material dalam gudang. Penelitian
difokuskan
pada
gudang
2
dengan
pertimbangan:
1. Gudang 2 memiliki tata letak material
yang paling buruk.
2. Gudang 2 memiliki tingkat transaksi
material yang paling tinggi.
3. Rekomendasi dari pihak perusahaan.
2. Metode Penelitian
Metode penelitian memberikan gambaran
proses penelitian secara menyeluruh yang
dirancang secara sistematis. Tahapan pertama
adalah identifikasi awal penelitian berfungsi
sebagai kerangka dasar dalam pelaksanaan
penelitian.Pada penelitian diidentifikasi bahwa
masalah yang terjadi pada obyek penelitian
adalah aktivitas operasional pergudangan
menjadi tidak efektif dan efisien karena tata
letak gudang yang tidak baik. Oleh karena itu,

maka harus dilakukan perancangan tata letak


material dalam gudang. Perancangan tata letak
material bertujuan untuk meningkatkan utilitas
gudang dan efisiensi operasional dalam
gudang.
Tahapan pengumpulan dan pengolahan data
terdiri dari pengumpulan data, penentuan
parameter
performansi
gudang,
tahap
perancangan, evaluasi performansi hasil
rancangan. Tahapan akhir penelitian adalah
tahapan analisa dan kesimpulan
3. Perancangan Tata Letak Material
3.1 Analisa Kondisi Saat ini
Dari hasil pengamatan, wawancara terhadap
personal gudang dan analisis diketahui bahwa
beberapa fakta dan permasalahan pergudangan
yang terjadi antara lain:
Jumlah material yang disimpan melebihi
kapasitas ruang penyimpanan yang
tersedia, sehingga material terpaksa
diletakkan bertumpukan dan menempati
gang (aisle).
Tumpukan material yang menempati area
lantai dan gang menyebabkan petugas
kesulitan dalam mengidentifikasi lokasi
material, mengakses dan mengangkut
material. Selain itu, kondisi ini juga
mengakibatkan material rawan mengalami
kerusakan.
Penerapan sistem pengambilan First In
First Out (FIFO) untuk material yang
diletakkan di lantai tidak dapat dilakukan.
Perusahaan mencoba mengatasi masalah
diatas dengan melakukan penambahan rak.
Namun spesifikasi rak yang ada saat ini
tidak dapat mengakomodasi material baik
dari sisi dimensi maupun bobot material.
Terdapat beberapa material yang berupa
bahan kimia yang sebagian besar
berbahaya, tetapi belum ada perlakuan
khusus untuk sistem keamanannya.
Saat perhitungan stok (stock opname)
setiap tahun ada beberapa material yang
rusak atau hilang.

3.2
Perhitungan
Penyimpanan

Kebutuhan

Ruang

3.3.2 Perancangan selective pallet rack


Diagonal
brace
Horizontal
brace

Tabel 1. Perbandingan kebutuhan dan ketersedian


ruang penyimpanan pada gudang
No.
1
2
3
4

Media
Penyimpanan
Rak Elektrik
Rak
Rak Pipa
Lantai

Kebutuhan Ruang Penyimpanan


Elektrik
Reguler
141
--2010
73
199

Ruang Penyimpanan
Keterangan
Tersedia
150
Cukup
2025
Cukup
50
Kurang
96
Kurang

Beams

Upright

3.3 Perancangan Rak


Berdasarkan hasil perhitungan diatas maka
untuk penyimpanan material berupa pipa
dirancang cantilever rack, sedangkan untuk
penyimpanan di lantai akan diganti dengan
merancang selective pallet rack.
3.3.1 Perancangan cantilever rack
Upright
tower

Diagonal
brace

Horizontal
brace

Gambar 2. Rancangan selective pallet rack

Konstruksi utama selective pallet rack


adalah sisi tegak (upright) dan sisi
mendatar (beams).
Material konstruksi rak adalah baja.
Penempatan
material
pada
rak
menggunakan palet yang terbuat dari
kayu. Selain itu, material harus dikemas
dengan
menggunakan
peti
kayu
(container) sebelum diletakkan diatas
palet.
5

90

10

10
90

90

Panjang beams = 300 cm


3 unit muatan dalam 1 beams

Gambar 3. penempatan material pada beams


Safety
locking

Base

Tapered
arm

Gambar 1. Rancangan cantilever rack

Konstruksi utama cantilever rack terdiri


atas bagian upright tower, tapered arm,
horizontal brace, diagonal brace dan base.
Material konstruksi rak adalah baja.
Bagian terpenting dari konstruksi adalah
upright tower dan base, sehingga untuk
bagian ini digunakan material dengan
struktur dan penampang yang lebih kuat.
Pada setiap ujung tapered arm dilengkapi
kunci pengaman (safety locking) berupa
batangan alumunium yang dapat dibukatutup.
Dari hasil pengecekan konstruksi dengan
software SAP 2000 seperti disyaratkan
didapatkan bahwa rancangan dapat
menahan beban sebesar 300 kg untuk tiap
ruang penyimpanannya.

Bagian terpenting dari konstruksi terletak


pada bagian upright .
Untuk mengurangi tekanan atau gaya
yang terjadi maka pada upright dilengkapi
dengan horizontal brace dan diagonal
brace.
Bagian beams berfungsi sebagai wadah
tempat peletakan palet dan container.
Beams merupakan bagian yang rentan
mengalami defleksi sehingga diperlukan
konstruksi yang kuat.
Dari
hasil
pengecekan
konstruksi
menggunakan software SAP 2000 seperti
disyaratkan didapatkan bahwa rancangan
dapat menahan beban sebesar 1200 kg
untuk tiap levelnya.

Penentuan kelompok material fast moving

3.3.3 Tata letak rak dalam gudang


Tabel 2. Ukuran gang media penyimpanan
No

Media Penyimpanan

1
2
3
4
5

Rak elektrik
Rak
Rak pipa dan cantilever rack
Selective pallet rack
Lantai

Tipe lalu lintas /


Ukuran
material handling
gang (cm)
Personil
90
Personil/Lifter
90
Personil/Lifter
90
Forklift
420
Personil/Hydraulic Stacker
90

Oleh karena selective pallet rack dengan alat


material handling forklift membutuhkan gang
yang cukup luas maka digunakan gang utama
dengan lebar 600 cm, sehingga rak tersusun
vertikal terhadap dinding terpanjang. Selain
itu, efisiensi gang dilakukan dengan cara
menyatukan rak yang bersebelahan, sehingga
satu gang dapat digunakan untuk mengakses
rak sisi kiri dan rak sisi kanan.
3.3.4 Utilitas gudang
Tabel 3. Perbandingan utilitas gudang
Media penyimpanan

Kapasitas

Rak elektrik
Rak
Rak pipa
Cantilever rack
Lantai
Selective pallet rack
Total

50
75
50
12
6
24

Kondisi Awal
Kondisi Perbaikan
Total ruang
Total ruang
Jumlah
Jumlah
penyimpanan
penyimpanan
3
150
3
150
27
2025
27
2025
1
50
1
50
----2
24
16
96
2
12
----8
192
2321
2453

Peningkatan utilitas pada gudang yaitu sebesar


24 ruang penyimpanan untuk material pipa dan
108 untuk material yang berukuran besar atau
secara keseluruhan terjadi peningkatan sebesar
132 ruang penyimpanan atau meningkat 5.69%
dari kondisi awal.
3.4 Perancangan Alokasi Material
3.4.1 Pengelompokkan material
Pengelompokkan material dibuat dengan
mengacu pada slotting decision tree (Frazelle,
2001)
Tabel 4. Pengelompokkan material
Temperature
Kel
Families
A Refrigerated
B Ambient
C Ambient
D Ambient
E
F
G
H
I

Ambient
Ambient
Ambient
Ambient
Ambient

Chemical
Families
Regular
Regular

Storage Mode
Families

Rak Elektrik
Rak
Rak Pipa dan
Regular
Cantilever Rack
Selective Pallet
Regular
Rack
Corrosive Rak
Flammable Rak
Flammable Lantai
Oxydizer
Rak
Toxic
Rak

Total
Jumlah
Transaksi Material

Rata-rata % Rata-rata
%
frekuensi frekuensi
Kumulatif
transaksi
transaksi
12.25
23.57
23.57
8.29
15.95
39.52
7.07
13.60
53.12
6.95
13.37
66.49
4.08
7.85
74.34
3.66
7.04
81.38
3.36
6.46
87.84
3.25
6.25
94.09
3.07
5.91
100

Kel

Rata-Rata
Acvtivity
Frekuensi
Zone
Transaksi
Families
3.25
Slow moving
3.66
Slow moving

406
5671

125
1549

215

70

3.07

Slow moving

434

129

3.36

Slow moving

106
116
147
49
139

15
14
12
12
20

7.07
8.29
12.25
4.08
6.95

Fast moving
Fast moving
Fast moving
Fast moving
Fast moving

G
F
E
I
H
B
D
A
C

Jumlah
material

% Material

%
Kumulatif

12
14
15
20
12
1549
129
125
70

0.62
0.72
0.77
1.03
0.62
79.60
6.63
6.42
3.60

0.62
1.34
2.11
3.13
3.75
83.35
89.98
96.40
100

Acvtivity
Zone
Families
Fast
moving

Slow
moving

Dari hasil perhitungan diatas didapatkan


bahwa:
Fast moving : 74.34 % transaksi dari 3.75
% material
Slow moving : 25.66 % transaksi dari
96.25% material
Pengelompokkan material refrigerated dan
reguler
Untuk material kelompok refrigerated (A) dan
material reguler (B, C, dan D) dikelompokkan
lebih lanjut berdasarkan atas kesamaan jenis
atau keterkaitan fungsi dari material-material
tersebut.
Tabel 5. Pengelompokkan material refrigerated - A
Kel
A1
A2
A3
A4

Material
Card, Chart dan Circuit
Capacitor, Condensor, Conductivity dan Semiconductor
Fuse, Solenoid dan Thermocouple
Cell, Control, Photoelectric, Thermometer dan Transmitter

Jumlah Ruang
Penyimpanan

Rata-Rata
Transaksi

72
16
25
28

3.04
5.00
4.16
1.91

Tabel 6. Pengelompokkan material reguler (rak) - B


Kel
B1
B2
B3
B4
B5
B6
B7
B8
B9
B10
B11
B12
B13
B14
B15
B16
B17
B18

Material
Bolt, Nut, Ring, Screw dan Stud
Komponen Otomotif
Komponen Piping System
Diaphragm, Element, Filter, Strainer dan Strip
Hose, Clamp, Strap Rope, Trap dan Wire
Seal
Blade, Fan dan Vane
Plate
Komponen Elektrik dan Lampu
Instrumen dan Kontrol
Alat Ukur dan Peralatan Teknis
Material Consumable
Anode, Cathode dan Electrode
Bottle, Pipette, Powder, Compound dan Penetrant
Peralatan Mekanik dan Perkakas
Mesin
Peralatan Keamanan
Gland Packing dan Packing Material

Jumlah Ruang
Penyimpanan

Rata-Rata
Transaksi

245
370
329
71
46
80
61
22
123
111
121
112
17
32
79
21
9
30

3.96
3.04
2.68
5.59
5.25
5.00
3.47
5.47
4.38
3.70
2.24
5.79
3.50
3.54
3.59
2.50
5.20
5.12

Tabel 7. Pengelompokkan material reguler


(rak pipa dan cantilever rack) - C
No.

Jumlah Ruang
Penyimpanan
61
12

Kelompok

C1 Pipe Metallic dan Tube Metallic


C2 Pipe Fibre dan Pipe Plastic

Rata-Rata
Transaksi
2.84
5.12

Tabel 8. Pengelompokkan material reguler


(selective pallet rack) - D
Kel
D1
D2
D3
D4
D5
D6
D7
D8
D9
D10

Jumlah Ruang
Penyimpanan
38
15
24
18
13
20
17
12
13
17

Material
Komponen Piping System
Blade, Propeller dan Rotor
Pump
Belt dan Chain
Gasket dan Motor
Mesin dan Peralatan
Filter, Radial dan Seal
Bracket, Grating dan Sheet
Rubber sheet, Plywood dan Wood
Cylinder, Packing Material dan Tarpaulin

Rata-Rata
Transaksi
2.88
3.82
2.00
4.17
1.44
2.83
6.31
3.58
2.27
4.89

3.4.2 Activity Relationship Chart (ARC)


Activity Relationship Chart (ARC) dibuat
berdasarkan pengelompokkan karakteristik
material diatas. Tujuan dari ARC adalah untuk
mengetahui hubungan kedekatan antar
kelompok material dan menghindari terjadinya
kontradiksi antar material yang dapat
mengakibatkan kerugian
Refrigerated
U
4

Regular
X
2

U
4

Corrosive
Flammable
1

Oxydizer
O

U
4
O

U
4

Toxic

Gambar 4. ARC berdasarkan karakteristik material

moving akan diletakkan lebih dekat dengan


pintu I/O (Input/Output). Sementara dari ARC
didapatkan bahwa material flammable harus
dijauhkan dari material oxydizer dan material
reguler harus dijauhkan dari material corrosive.
Untuk alokasi kelompok material refrigerated
dan reguler pada rak penyimpanan dibuat
dengan bantuan software LINDO dengan
fungsi tujuan adalah meminimasi total jarak
perpindahan (material handling distance).
Selain itu juga dipertimbangkan kelompok
material.

f ik d kj xij
i 1 j 1 k 1

Minimize

Subject to
1. Semua material harus dialokasikan
n

x
j 1

ij

Si

i = 1,2,...,m

2. Kapasitas ruang penyimpanan


m

x
i 1

ij

Cj

j = 1,2,...,n

Dimana :
m = jumlah material
n = jumlah ruang penyimpanan
p = jumlah pintu input/output (I/O) (docking)
Si = jumlah ruang penyimpanan material i
Cj = kapasitas ruang penyimpanan j
fik = frekuensi keluar/masuk material i melalui
pintu I/O k
dkj = jarak ruang penyimpanan j dari pintu I/O
k
xij = integer, jika material i dialokasikan ke
ruang penyimpanan j; sebaliknya, 0

Tabel 9. Keterangan derajat kedekatan dan alasan


Derajat Kedekatan
A Mutlak perlu dekat
E Sangat penting
I Penting
O Biasa
U Tidak perlu
X Dijauhkan

Alasan
1
2
3
4
5

Dapat bereaksi menimbulkan bahaya kebakaran


Dapat bereaksi menyebabkan kerusakan pada material
Tidak ada kontrakdiksi
Material refrigerated membutuhkan ruang tersendiri
Memiliki karakteristik yang hampir sama

Tabel 10. Alokasi material refrigerated


Media
Penyimpanan
RE1
RE2
RE3
Total

Jumlah Ruang Penyimpanan


A1
A2
A3
A4
9
16
25
--50
------13
----28
72
16
25
28

Total
50
50
41
141

3.4.3 Alokasi Material


Penempatan atau alokasi material dalam
gudang dibuat berdasarkan frekuensi transaksi
material
dengan
mengacu
pada
pengelompokkan material dan Activity
Relationship
Chart.
Berdasarkan
pengelompokan karakteristik material maka
untuk kelompok material yang tergolong fast
5

Tabel 11. Alokasi usulan material reguler (rak)

Kel

Jumlah Ruang Penyimpanan

Media
Penyimpanan

B1

B2

B3

B4

B5

B6

B7

B8

B9

R1
R2
R3
R4
R5
R6
R7
R8
R9
R10
R11
R12
R13
R14
R15
R16
R17
R18
R19
R20
R21
R22
R23
R24
R25
R26
Total

--------75
75
75
20
------------------------------------245

----------------------------70
75
75
75
----36
39
--------370

--------------24
75
75
75
75
5
--------------------------329

--------------------------------------------44
27
----71

--6
40
----------------------------------------------46

----------------------------------------------17
63
--80

------------------------------------61
--------------61

----------------------------------------------22
----22

------------------------------------------36
----12
75
123

B10 B11 B12 B13 B14 B15 B16 B17 B18

----5
75
------31
------------------------------------111

------------------------70
51
------------------------121

43
69
------------------------------------------------112

--------------------------------------17
------------17

------------------------------------14
18
------------32

--------------------------------------40
39
----------79

--------------------------21
------------------------21

----------------------------------------------9
----9

Jumlah Ruang Penyimpanan


C1
C2
11
----12
50
--61
12

D1
--18
20
----------38

D2
----------1
14
--15

D3
----4
20
--------24

Total

Jumlah ruang penyimpanan


D4 D5 D6 D7
18 --- --- ----- --- --- ----- --- --- ----- --- --- ----- 11 --- ----2
20 ----- --- --- ----- --- --- 17
18 13 20 17

11
12
50
73

D8
6
6
------------12

D9 D10
--- ----- ----- ----- --13 ----- ----- 10
--7
13 17

3.5 Perhitungan Jarak Perpindahan


Perhitungan jarak perpindahan dilakukan
dengan cara mengalikan jumlah transaksi
dengan jarak dari lokasi penyimpanan ke pintu
input/output (I/O) untuk seluruh material.

Total jarak perpindahan = f ik d kj


i 1 j 1 k 1

A Material Refrigerated
Material Regular (Rak)
Material Regular (Rak Pipa & Cantilever Rack)
Material Regular (Selective Pallet Rack)
Material Corrosive (Rak)
Material Flammable (Rak)
Material Flammable (Lantai)
Material Oxydizer (Rak)
Material Toxic (Rak)
Total

Tabel 14. Perbandingan total jarak perpindahan

Total
24
24
24
20
24
23
24
24
187

Total Jarak Perpindahan (m)


Alokasi Saat ini Alokasi Perbaikan
6854.6
6111.4
173884.0
129660.8
4214.0
7853.6
9736.8
7220.3
2826.9
1833.8
3167.6
1740.0
3605.6
2232.6
787.5
686.0
2972.4
2404.7
208049.4
159743.2

3.6 Analisa Harga Pokok Produksi


Penentuan harga pokok produk untuk kedua
jenis rak menggunakan data biaya kegiatan dan
harga material tahun 2005. Berikut ini adalah
rincian harga pokok produk dari cantilever
rack dan selective pallet rack.
Cantilever rack
Tabel 15. Perhitungan harga pokok produksi
cantilever rack

1 Biaya material
Konstruksi rak
Upright tower
Horizontal brace
Diagonal brace
Tapered arm
Base
Safety locking
Mur dan baut

Tabel 13. Alokasi usulan material reguler


(selective pallet rack)
Media
Penyimpanan
SR1
SR2
SR3
SR4
SR5
SR6
SR7
SR8
Total

Total

--- 43B
--- 75
C
30 75
--- 75D
--- 75E
--- 75F
--- 75G
--- 75H
--- 75
I
--- 75
--- 75
--- 75
--- 75
--- 72
--- 70
--- 75
--- 75
--- 75
--- 75
--- 75
--- 75
--- 75
--- 44
--- 75
--- 75
--- 75
30 1879

Tabel 12. Alokasi material reguler


(rak pipa dan cantilever rack)
Media
Penyimpanan
CR1
CR2
Rak Pipa
Total

Kelompok Material

Material Jumlah
Baja
3
Baja
6
Baja
8
Baja
30
Baja
3
Aluminium
30
--36
Total

Satuan
142.87 kg
27.48 kg
18.02 kg
15.31 kg
129.53 kg
1250 cm
unit

2 Biaya non material


Biaya fabrikasi (pemotongan, pengeboran dan pengelasan)
Biaya pengecatan
Biaya loading dan unloading
Biaya transportasi
Total
Harga Pokok Produksi

Harga
Rp. 6.750/kg
Rp. 6.750/kg
Rp. 6.750/kg
Rp. 6.750/kg
Rp. 6.750/kg
Rp. 80.358/6750 cm
Rp. 1500/unit

Total (Rp)
2893118
1112738
972851
3099769
2622881
446433
54000
11201789

Rp. 800/kg
Rp. 200/kg
Rp. 100/kg
---

1268309
317077
158539
200000
1943925
13145713

Selective pallet rack


Tabel 16. Perhitungan harga pokok produksi
selective pallet rack

1 Biaya material
Konstruksi rak
Upright
Beams
Horizontal brace
Diagonal brace

Material
Baja
Baja
Baja
Baja

Jumlah
6
12
12
9
Total

Satuan
59.29 kg
38.86 kg
5.65 kg
10.53 kg

2 Biaya non material


Biaya fabrikasi (pemotongan, pengeboran dan pengelasan)
Biaya pengecatan
Biaya loading dan unloading
Biaya transportasi
Total
Harga Pokok Produksi

Harga
Rp. 6.750/kg
Rp. 6.750/kg
Rp. 6.750/kg
Rp. 6.750/kg

Total (Rp)
2401129
3147458
457812
639506
6645904

Rp. 800/kg
Rp. 200/kg
Rp. 100/kg
---

787663
196916
98458
200000
1283036
7928940

Dengan investasi rak diharapkan akan dapat


mengurangi terjadinya kerugian material Hal
ini dikarenakan dengan sistem penyimpanan
menggunakan rak material akan tertata lebih
baik, lebih mudah dikontrol, dan memudahkan
petugas melakukan perhitungan stok. Selain
itu, dengan penggunaan rak waktu siklus untuk
pencarian dan pengangkutan material menjadi

lebih cepat karena kemudahan


identifikasi dan akses material.

dalam

4. Kesimpulan
1. Berdasarkan hasil perhitungan kebutuhan
ruang penyimpanan didapatkan bahwa
terjadi kekurangan 23 ruang penyimpanan
untuk material pipa dan 103 ruang
penyimpanan pada lantai untuk material
berukuran besar.
2. Untuk mengakomodasi seluruh material
dalam gudang maka dibutuhkan 2 unit
cantilever rack dan 8 unit selective pallet
rack.
3. Dari hasil perancangan gudang secara
keseluruhan
didapatkan
peningkatan
utilitas gudang sebesar 5.69% dan efisiensi
material handling sebesar 23.2% dari
kondisi saat ini.
5. Saran
1. Perusahaan sebaiknya menerapkan sistem
penyimpanan dengan menggunakan rak,
karena penyimpanan dengan media lantai
sudah tidak efektif dan efisien.
2. Perusahaan
sebaiknya menjadwalkan
kegiatan untuk pengawasan keamanan dan
kebersihan gudang secara rutin.
Daftar Pustaka
Ardhiyanto, Novy dan I.E Marie.(2004).
Perancangan Rack System Warehouse
di PT. X. Prosiding Seminar Nasional
Facilities Planning Between Science &
Art in Applied Industry. 4 Mei 2004,
Universitas Trisakti, Jakarta.

Frazelle,
E.H.(2001).
World-Class
Warehousing and Material Handling.
Mc Graw-Hill.
Fairuzi, D.(2006). Perancangan Ulang
Alokasi Penyimpanan Produk untuk
Meningkatkan Performansi Gudang
(Studi Kasus Divisi Distribusi dan
Pergudangan Gudang Phosfat I PT.
Petrokimia Gresik). Tugas Akhir
Jurusan Teknik Industri Institut Teknologi
Sepuluh Nopember, Surabaya.
Heragu, Sunderesh (1997). Facilities Design.
PWS Publishing Company.
Meyers, F.E dan M. P. Stephens (2000).
Manufacturing Facilities Design and
Material Handling, Second Edition.
Prentice Hall, Inc.
Moore, J.M.(1962). Plant Layout and Design.
The Macmillan Company.
Sumamur P.K M.Sc (1987). Keselamatan
Kerja dan Pencegahan Kecelakaan. CV
Haji Masagung. Jakarta
Suwarsono (1999). Perancangan Warehouse
untuk
Meningkatakan
Utilitas
Warehouse
dan
Meminimalkan
Material Handling (Studi kasus : PT.
OTS, Lawang). Tugas Akhir Jurusan
Teknik Industri Institut Teknologi
Sepuluh Nopember, Surabaya.
Tompkins, White, Bozer, dan Tanchoco
(2003). Facilities Planning, Third
Edition. John Wiley and Sons, Inc.
Wigroho,
H.S.(2001).
Analisa
dan
Perancangan
Struktur
Frame
Menggunakan SAP 2000. Penerbit Andi
Yogyakarta.

GAMBAR EXISTING LAYOUT GUDANG 2


300

300

300

300

R18

R16

R19

R15

R20

70
70

50

L5

100

110
110

R21

L6

70

100

50

70

50

70

50

R17

70

300

50

70

300

L7

110

Area Lantai - Belakang

70

L8

110

100

Area Lantai - Belakang

R12

R23

R11

R24

70

R22

70
50
70
50

R26

50

Area Lantai - Tengah

70

L3

70

100

100

R27

70

110
110

R25

L4

70

100

50

70

50

70

50

R13

50

70

50

100

R14

Area Lantai - Tengah

R9

70

50

L10

110

70

L9

110

50

R10

70

50

100

R8

300

70

50

R7

70

50

R6

R5

70

50

Rak Pipa

70

50

300

R4

70

50

R3

L11

L13

110

L14

110

Area Lantai - Depan

100

L1

Area Lantai - Depan

80

100

500

400

Area Elektrik (t < 20 C)

RE3

L15

L16

RE1

RE2

110

110

100

L12

110

L2

110

110

100

50

R1

110

70

50

100

R2

Keterangan :
RE1 - RE3 : Rak Elektrik/Refrigerated 1-3
R1 - R27
: Rak Regular 1-27
L1 - L16
: Lantai 1-16
Refrigerated
Reguler
Semua ukuran dalam satuan cm

70

80

70

80

70

80

150

100

400

100

300

300

GAMBAR LAYOUT PERBAIKAN GUDANG 2 BESERTA ALOKASI MATERIAL


70

90

70

70

90

70

110

330

330

110

70

90

70

70

90

70

100

C1

300

C1
C1
150

C1

CR 1
C1

C1

B11

B11

B11

B11

B11

B11

B11

B11

B11

B11

B11

B16

B11

B16

B11

B16

B11

B16

B3

C1
C1

D3

D3
C2

CR 2
D3

C2

SR5

D3

R11
B3

B3

B3

B3

B3

B3

B3

B3

B3

B3

B3

B3

B3

B3

B3

B3

B3

B3

B3

B3

B3

B3

B3

B3

B3

B3

B3

B3

SR3

R9

B3

B3

B3

D1

D5

B3

R15

R16

R17

R18

B2

B2

B2

B2

B2

B2

B2

B2

B2

B2

B2

B2

B2

B2

B2

B2

B2

B2

B2

B2

B2

B2

B2

B2

B2

B2

B2

B2

B2

B2

B2

B2

B2

B2

B2

B2

B2

B2

B2

B2

B2

B2

B2

B2

B3

B3

B3

B2

B2

B2

B2

B3

B3

B3

B3

B2

B2

B2

B2

B3

B3

B3

B3

B2

B2

B2

B2

B3

B3

B3

B3

B2

B2

B2

B2

B3

B3

B3

B3

B3

B3

B3

B3

B3

B3

B3

B3

R19

R20

R21

R22

B14

B14

B2

B2

B14

B14

B2

B2

B14

B14

B2

B2

B7

B14

B2

B2

B7

B13

B2

B2

B7

B13

B2

B2

B7

B13

B2

B2

B7

B15

B15

B2

B7

B15

B15

B9

B7

B15

B15

B9

B7

B15

B15

B9

R8

R7

R6

R5

B3

B1

B1

B1

B3

B1

B1

B1

B3

B1

B1

B1

B3

B1

B1

B1

B3

B1

B1

B1

B1

B1

B1

B1

B1

B1

B1

B1

B1

B1

B1

B1

D5

D1

D5

D1

90

B3

SR6

D1

D5

SR2

D6

D1

D6

D1

D1

D6

B1

B1

B1

B1

B7

B15

B15

B9

B10

B1

B1

B1

B7

B15

B15

B9

B10

B1

B1

B1

B7

B15

B15

B9

B7

B15

B15

B9

R23

R24

R25

R26

B4

B4

B9

B9

B4

B4

B9

B9

B4

B4

B9

B9

B4

B4

B9

B9

B4

B4

B9

B9

B4

B8

B6

B9

B4

B8

B6

B9

B8

B6

B9

B8

B6

B9

B17

B6

B9

B17

B6

B9

B6

B6

B9

B10

B1

B1

B1

B10

B1

B1

B1

B10

B1

B1

B1

B10

B1

B1

B1

R4

R3

R2

R1

B10

B5

B5

B12

B10

B5

B12

B12

B10

B5

B12

B12

B10

B5

B12

B12

B10

B5

B12

B12

B10

B5

B12

B12

B10

B5

B12

B12

B10

B5

B12

B12

D6

D1

D2

D8

SR7

D8

D2

SR1

D2

D8

D2

D8

90

300
300

D9

D1

90
300
300

D9

D3

90

300

R10

D9

D2

D4

B10

B18

B12

B10

B18

B12

B6

B6

B9

B10

B18

B12

B6

B6

B9

B10

B18

B12

B6

B6

B9

B10

B18

B12

B10

B18

B12

B10

B10

B12

D10

D4

D10

D4

SR8

D4

L1

90

300

R12

300

B11

C1
D3

90

B11

150

B11

B11

90

B11

C1

D3

300

B11

300

B11

B11

300

B11

C1

300

B11

300

B11

Rak Pipa

SR4

300

R13

90

300

300

90

C1
R14

L2

R27

A3

A1

A3

A4

A1

A3

A4

A1

A3

A4

A1

A3

A4

A1

A2

A4

A1

A2

A1

A1

A2

A1

A1

A1

A1

A1

A1

RE3

RE2

RE1

300

A1

A4

D10

D7

Keterangan :
RE1 -RE3
L1 - L2
R1 - R27
SR1 - SR8
CR1 - CR2

: Rak Elektrik/Refrigerated 1-3


: Lantai 1-2
: Rak Regular 1-27
: Selective Pallet Rack 1-8
: Cantilever Rack 1-2
Refrigerated
Reguler

D7

Corrosive
300

500
80

A4

Area Elektrik (t < 20 C)

400

90

D10

D7

Flammable
Oxydizer
Toxic

D7

Semua ukuran dalam satuan cm


70

90

70

90

70

90

120

100

400

120

110

90

110

110

90

70