Anda di halaman 1dari 2

Faktor presipitasi

Factor presipitasi adalah factor pencetus terjadinya gangguan konsep diri pada
setiap orang, jika diatas telah dijelaskan tentang factor presdiposisi atau factor
pemicu, kemudian apa bedanya factor presdiposisi dengan factor presipitasi? Factor
presdiposisi dapat dikatakan sebagai factor pemicu awal terjadinya suatu gangguan
konsep diri kemudian factor presipitasi sebagai peledak masalah awal tersebut. Di
bawah ini akan kami jelaskan contoh factor presipitasi yang sesuai dengan factor
presipitasi yang telah disebutkan diatas.
1. Ketegangan peran
adalah stress yang berhubungan dengan frustasi yang dialami individu dalam
peran atau posisi yang diharapkan. Contoh dari faktor pencetus ini adalah
ketika suatu ketika seorang anak yang mendapatkan pengharapan yang
begitu besar dari orang tuanya untuk menjadi seorang dokter. Si anak sudah
mendapatkan tekanan yang luar biasa. Kemudian ketika tes masuk dijalani
dan si anak dapat lolos hingga tahap akhir, namun ketika tes pada tahap
akhir itu ia gagal. Kegagalan ini dapat menjadi pencetus masalahawal si anak
yaitu masalah tekanan dan harapan awal yang telah ia dapatkan dari kedua
orang tuanya sehingga dapat menjadi masalah yang lebih besar.
2. Konflik peran
ketidaksesuaian peran antar yang dijalankan dengan yang diinginkan. Sesuai
yang telah dijelaskan pada factor predisposisi tentang harga diri. Dalam
faktor ini dijelaskan bahwa pada mulanya terjadi tekanan kuat yang dilakukan
orang tua pada anaknya. Setelah sekian lama tentunya ini menjadi masalah
bagi sang anak. Kemudian jika masalah ini tak segera terselesaikan dan sang
anak berfikir bahwa apa yang dipaksakan orang tua nya tidak sesuai dengan
apa yang ia inginkan,ini dapat menjadi konflik peran pada diri si anak untuk
keudian dapat mencetuskan masalah awal menjadi lebih besar.
Selain itu faktor ini juga dapat menjadi faktor pencetus untuk faktor
predisposisi penampilan peran. Ketika dalam suatu kelompok masyarakat
yang wanitanya jarang keluar dan dianggap tidak wajar oleh warga sekitar.
Tentu orang-orang tersebut mengalami tekanan batin dalam dirinya. Tekanan
yang berlarut-larut tanpa adanya penanggulangan dapat mengakibatkan
gangguan konsep diri.
3. Transisi peran sehat sakit
Faktor ini dapat menjadi poencetus untuk faktor penampilan peran. Itu dapat
terjadi karena pada faktor sehat-sakit ini berkaitan erat dengan misalnya
kehilangan bagian tubuh ketika mengalami kecelakaan. Baynagkan ketika
ada seorang artis yang biasanya tampil anggun dalam setiap penampilannya
kemudian mengalami kecelakaan dan kehilangan tangannya. Tentu dia tidak
dapat tampil seperti sedia kala. Rasa percaya diri yang berlebih pada
mulanya dapat seketika hancur dan sang artis pun dapat mengalami
dgangguan konsep diri
4. Situasi transisi peran

Transaksi peran ini dapat dijelaskan misalnya kita kehilangan orang-orang


yang kita kasihi. Contohnya ketika kita mendapatkan perhatian yang berlebih
dari kedua orang tua kita. Apakah ini termasuk sebuah masalah awal? Tentu
saja, hal yang berlebihan itu memang tidaklah baik. Kita menjadi sangat
tergantung pada kedua orang tua kita. Suatu ketika orang tua kita tiba-tiba
pergi. Itu menjadi guncangan yang besar bagi kita.