Anda di halaman 1dari 27

LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI II

PERCOBAAN II
UJI ORGANOLEPTIS HAKSEL

OLEH:
NAMA

:SITTI SUHARTIN

NIM

:O1A1 14 168

KELOMPOK

:II (DUA)

KELAS

:C

ASISTEN

:ASMAN SADINO

LABORATORIUM FARMASI
JURUSAN FARMASI
FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2016

Uji Organoleptis Haksel

Page | 1

KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan atas kehadirat Allah SWT. karena atas berkah,
rahmat, taufik dan inayah-Nya penulis dapat menyelesaikan penyusunan Laporan
Farmakognosi II ini.
Terima kasih yang sebesar-besarnya penulis ucapkan kepada dosen
pembimbing praktikum beserta asisten pembimbing yang telah memberikan
bimbingannya sehingga penulis dapat melakukan praktikum dan menyusun laporan
ini dengan baik.
Kritik dan saran yang bersifat membangun tentu saja penulis sangat
membutuhkannya demi peningkatan kualitas penulisan.

Kendari, April 2016

Penulis

SITTI SUHARTIN
O1A1 14 168

ASMAN SADINO

Uji Organoleptis Haksel

|1

A. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Pengujian organoleptik adalah pengujian yang didasarkan pada
proses

penginderaan. Bagian

organ

tubuh

yang

berperan

dalam

penginderaan adalah mata, telinga, indera pencicip, indera pembau dan


indera perabaan atau sentuhan. Kemampuan alat indera memberikan kesan
atau tanggapan dapat dianalisis atau dibedakan berdasarkan jenis kesan.
Luas daerah kesan adalah gambaran dari sebaran atau cakupan alat indera
yang

menerima

rangsangan.

Kemampuan

memberikan

kesan

dapat

dibedakan berdasarkan kemampuan alat indra memberikan reaksi atas


rangsangan yang diterima. Kemampuan tersebut meliputi kemampuan
mendeteksi

(detection),

mengenali

(recognition),

membedakan

(discrimination), membandingkan (scalling) dan kemampuan menyatakan


suka atau tidak suka (hedonik) (Saleh, 2004).
2. Tujuan
Tujuan dari percobaan ini adalah untuk dapat mengidentifikasi
beberapa macam haksel yang biasa digunakan dalam ramuan untuk
pengobatan.
3. Rumusan Masalah
Rumusan masalah

dari

percobaan

ini

adalah

Bagaimana

mengidentifikasi beberapa macam haksel yang biasa digunakan dalam


ramuan untuk pengobatan?

4. Manfaat

SITTI SUHARTIN
O1A1 14 168

ASMAN SADINO

Uji Organoleptis Haksel

|2

Manfaat dari percobaan ini yaitu agar mahasiswa/praktikan dapat


mengidentifikasi beberapa macam haksel yang biasa digunakan dalam
ramuan untuk pengobatan.

SITTI SUHARTIN
O1A1 14 168

ASMAN SADINO

Uji Organoleptis Haksel

|3

A. Bahan

Klasifikasi Tanaman
1. Cengkeh (Syzygium aromaticum)
Regnum :Plantae
Divisio
:Spermatophyta
Kelas
:Dicotyledonae
Ordo
:Myrtales
Familia
:Myrtaceae
Genus
:Syzigium
Spesies :Syzigium aromaticum L.
2. Hoppe (Hopea sp.)
Regnum :Plantae
Divisio
:Magnoliophyta
Kelas
:Magnoliopsida
Ordo
:Theales
Familia
:Dipterocarpaceae
Genus
:Hopea
Spesies :Hopea sp.
3. Jambu biji (Psidium guajava L.)
Regnum :Plantae
Divisio
:Magnoliophyta
Kelas
:Magnoliopsida
Ordo
:Myrtales
Familia
:Myrtaceae
Genus
:Psidium
Spesies :Psidium guajava
4. Asam (Tamarindus indica L.)
Regnum :Plantae
Divisi
:Magnoliophyta
Kelas
:Magnoliopsida
Ordo
:Fabales
Famili
:Fabaceae
Genus
:Tamarindus
Spesies :Tamarindus indica L.
5. Kasumba (Bixa orellana)
Regnum : plantae
Divisi
: magnoliophyta

SITTI SUHARTIN
O1A1 14 168

ASMAN SADINO

Uji Organoleptis Haksel

|4

Class
: magnoliopsida
Ordo
: violales
Famili
: bixaceae
Genus
: bixa
Spesies : Bixa orellana
6. Kembang sepatu (Hibiscus rosa sinensis L.)
Regnum :plantae
Divisi
:Spermatophyta
Kelas

: Dicotyledonae

Ordo

: Malvales

Famili

: Malvaceae

Genus

: Hibiscus

Spesies : Hibiscus rosa sinensis L.


7. Mengkudu (Morindae citrifoliae fructus)
Regnum : Plantae
Divisio
: Spermatophyta
Class
: Dicotyledoneae
Ordo
: Rubiales
Familia
: Rubiaceae
Genus
: Morinda
Spesies : Morinda citrifolia L.
8. Alpukat (Persea americana Mil)
Regnum : Plantae
Divisi
: Spermatophyta
Kelas
: Dicotyledoneae
Ordo
: Ranales
Famili
: Lauraceae
Genus
: Persea
Spesies : Persea americana Mil
9. Brotowali (Tinospora crispa L.)
Regnum : Plantae
Divisi
: Magnoliophyta
Kelas
: Magnoliopsida
Ordo
: Ranunculales
Famili
: Menispermaceae
Genus
: Tinospora

SITTI SUHARTIN
O1A1 14 168

ASMAN SADINO

Uji Organoleptis Haksel

Spesies

|5

: Tinospora crispa (L.)

10. Jahe (Zingiber officinale)


Regnum : Plantae
Divisi

: Spermatophyta

Kelas

: monocotyledonae

Ordo

: zingiberales

Famili

: zingiberaceae

Genus

: zingiber

Spesies :Zingiber officinale


11. Pepaya (Carica papaya L.)
Regnum : Plantae
Divisi
: Magnoliophyta
Kelas
: Magnoliopsida
Ordo
: Violales
Famili
: Caricaceae
Genus
: Carica
Spesies : Carica papaya L.
12. Jarak (Jatropha curcas )
Regnum : plantae
Divisi
: Spermatophyta
Kelas
: Dicotyledonae
Ordo
: Euphorbiales
Famili
: Euphorbiaceae
Genus
: Jatropha
Spesies : Jatropha curcas

SITTI SUHARTIN
O1A1 14 168

ASMAN SADINO

Uji Organoleptis Haksel

|6

13. Lada hitam (Piper nigrum)


Regnum

: Plantae

Divisi

: Spermatophyta

Kelas

: Monocotyledoneae

Ordo

: Piperales

Famili

: Piperaceae

Genus

: Piper

Spesies

: Piper nigrum Linn.

14. Kayu manis (Cinnamomum burmannii)


Regnum : Plantae
Divisi
: Magnoliophyta
Kelas
: Magnoliopsida
Ordo
: Laurales
Famili
: Lauraceae
Genus
: Cinnamomum
Spesies :Cinnamomum burmannii
15. Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb)
Regnum : Plantae
Divisi
: Magnoliophyta
kelas
: Liliopsida
Ordo
: Zingiberales
Famili
: Zingiberaceae
Genus
: Curcuma
Species : Curcuma xanthorrhiza Roxb

SITTI SUHARTIN
O1A1 14 168

ASMAN SADINO

Uji Organoleptis Haksel

|7

16. Daun ubi (Manihot utilissima)


Regnum : Plantae
Devisio : Spermatophyta
Class
: Dicotyledoneae
Ordo
: Euphorbiales
Familia : euphorbiaceae
Genus
: Manihot
Species : Manihot utilissima
17. Kacang hijau (Vigna radiata L.)
Regnum

: Plantae

Divisi

: Spermatophyta

Kelas

: magnoliophyta

Ordo

: Rosales

Famili

: leguminasae

Genus

: vigna

Spesies

: Vigna radiata L.

18. Lengkuas (Alpinia galangal)


Regnum : plantae
Divisi
: magnoliophyta
Kelas
: liliopsida
Ordo
: zingiberales
Family
: Alpinieae
Genus
: Alpinia
Spesies : Alpinia galanga

SITTI SUHARTIN
O1A1 14 168

ASMAN SADINO

Uji Organoleptis Haksel

|8

19. Belimbing (Averrhoa bilimbi)


Kingdom : Plantae
Divisi
: Magnoliophyta
Kelas
: Magnoliopsida
Ordo
: Geraniales
Famili
: Oxalidaceae
Genus
: Averrhoa
Spesies : Averrhoa bilimbi
20. Kunyit (Curcuma domestica val.)
Regnum : plantae
Divisio
: Spermatophyta
Kelas

: Monocotyledoneae

ordo

: Zingiberales

Famili

: Zungiberacceae

Genus

: curcuma

Species : Curcuma domestica val.


21. Kelor (Moringa oleifera L.)
Regnum

: Plantae

Divisio

: Magnoliophyta

Class

: Magnoliopsida

Ordo

: Brassicales

Famili

: Moringaceae

Genus

: Moringa

Spesies

: Moringa oleifera L.

SITTI SUHARTIN
O1A1 14 168

ASMAN SADINO

Uji Organoleptis Haksel

|9

22. Ketumbar
Regnum

: Plantae

Divisi

: Spermatophyta

Kelas

: Dicotyledonae

Sub kelas : Rosidae


Ordo

: Apiles

Famili

: Apiaceae

Genus

: Coriandrum

Spesies

: Coriandrum

23. Kumis kucing (Orthosiphon aristatus)


Regnum : Plantae
Divisio
: Spermatophyta
Kelas
: Dicotyledoneae
Ordo
: Lamiales
Famili
: Lamiaceae
Genus
: Orthosiphon
Spesies : Orthosiphon aristatus
24. Kangkung (Ipomoea reptans)
Regnum : Plantae
Divisio
: Magnoliophyta
Kelas
: Magnoliapsida
Ordo
: Solanales
Famili
: Convovulceae
Genus
: Ipomea
Spesies : Ipomoea reptans
25. Kencur (Kaempferia galangal L.)
Regnum : Plantae
Divisio
: Tracheopyta
Kelas
: Magnoliopsida
Ordo
: Zingiberales
Familia : Zingiberaceae
Genus
: Kaempferia

SITTI SUHARTIN
O1A1 14 168

ASMAN SADINO

Uji Organoleptis Haksel

| 10

Spesies : Kaempferia galangal L.


26. Jambu mete (Anacardium occidentale L)
Regnum : Plantae
Divisi
: Magnoliophyta
Kelas
: Magnoliopsida
Ordo
: Sapindales
Famili
: Anacardiaceae
Genus
: Anacardium
Spesies : Anacardium occidentale L

SITTI SUHARTIN
O1A1 14 168

ASMAN SADINO

Uji Organoleptis Haksel

| 11

B. Deskripsi Tanaman

Klasifikasi Tanaman

1. Cengkeh (Syzygium aromaticum)


Bunga dan buah cengkeh akan muncul pada ujung ranting daun
dengan tangkai pendek serta bertandan.Pada saat masih muda bunga
cengkeh berwarna keungu-unguan, kemudian berubah menjadi kuning
kehijau-hijauan dan berubah lagi menjadi merah muda apabila sudah
tua. Sedang bunga cengkeh kering akan berwarna coklat kehitaman
dan berasa pedas sebab mengandung minyak atsiri.
2. Hope
Pohon yang sedang ukurannya dengan tinggi hingga 40 m, bulung
tanpa cabang hingga 25 m, kadang-kadang lebih, diameter mencapai 90
cm dengan banir yang tampak jelas, getah kuning, permukaan kulit
bergaris-garis dalam, warna coklat, kulit kayu bagian dalam kuning
dengam bintik merah muda, getah kuning muda, hati kayu coklat dan
keras.
3. Jambu biji (Psidium guajava L.)
Tanaman perdu, tinggi 5-10 meter. Batang berkayu licin,
mengelupas, bercabang, warna cokelat kehijauan. Daun tunggal. Bulat
telur, ujung tumpul, pangkal membulat, tepi rata, panjang 6-14 cm,
lebar 3-6 cm, pertulangan menyirip, warna hijau kekuningan. Bunga
tunggal di ketiak daun, mahkota bulat telur, panjang 1,5 cm, warna
putih kekuningan. Buah buni, bulat telur, warna putih kekuningan.

4. Asam
Helaian anak daun berwarna hijau kecoklatan atau hijau muda,
bentuk bundar panjang, panjang 1 cm sampai 2,5 cm, lebar 4 mm

SITTI SUHARTIN
O1A1 14 168

ASMAN SADINO

Uji Organoleptis Haksel

| 12

sampai 8 mm, ujung daun membundar, pinggir daun rata hampir sejajar
satu sama lain. Tulang daun terlihat jelas. Kedua permukaan daun halus
dan licin, permukaan bawah berwarna lebih muda.
5. Kasumba
Pohon kecil, tingginya 2 - 8 m. Bentuk daun bundar telur hampir
seperti jantung, warna merah tua keunguan. Perbungaan bentuk malai
8 - 50 bunga warna merah gelap. Buah seperti buah rambutan warna
merah tua/gelap yang umumnya bagian ujung terlihat merekah
sehingga biji-bijinya dapat keluar cepat. Manfaat tumbuhan : Biji-biji
kesumba masih dipakai untuk mewarnai bahan anyaman dan kipas,
mengandung zat pewarna yang disebut bixin. Zat ini dapat diekstraksi
dengan merendam biji dalam air. Biji biasa digunakan untuk mewarnai
produk-produk makanan.
6. Kembang sepatu
Batang berbentuk Bulat, berkayu, keras, diameter 9 cm, masih
muda ungu setelah tua putih kotor.Daun : Tunggal, tepi beringgit,
ujung runcing, pangkal tumpul, panjang 10-16 cm, lebar 5-11 cm, hijau
muda, hijau.Bunga : Tunggal, bentuk terompet, di ketiak daun, kelopak
bentuk lonceng, berbagi lima, hijau kekuningan, mahkota terdiri dari
lima belas sampai dua puluh daun mahkota, merah muda, benang sari
banyak, tangkai sari merah, kepala sari kuning, putik bentuk tabung,
merah.
7. Mengkudu (Morindae citrifoliae fructus)
Tumbuhan ini berbentuk pohon dengan tinggi 4-8cm. Batang
berkayu, bulat, kulit kasar, percabangan monopoidal. Daun tunggal,
bulat telur, ujung dan pangkal runcing. Panjang 10-40 cm. Bunga
majemuk, bentuk bongkol, bertangkai, benang sari 5. Buah bongkol,

SITTI SUHARTIN
O1A1 14 168

ASMAN SADINO

Uji Organoleptis Haksel

permukaan

tidak

| 13

teratur,

berdaging,

panjang

5-10

cm,

hijau

kekuningan.
8. Alpukat
jenis pohon kecil dengan tinggi 3 sampai 10 m, berakar tunggang,
batang berkayu, bulat, warnanya coklat kotor, banyak bercabang, dan
ranting berambut halus. Daun pada tanaman alpukat ini berbentuk
tunggal dengan tangkai yang panjangnya 1,5-5 cm, kotor, letaknya
berdesakan di ujung ranting, bentuknya jorong sampai bundar telur
memanjang, tebal seperti kulit, ujung dan pangkal runcing, tepi rata
kadang-kadang agak menggulung ke atas, bertulang menyirip, panjang
10-20 cm, lebar 3-10 cm.
9. Brotowali
Tanaman brotowali ini mempunyai ciri fisik daunnya berbentuk
seperti hati. Tanaman brotowali ini mempunyai rasa yang pahit.
Kegunaan tanaman brotowali tertanyata tidak hanya bisa digunakan
untuk tanaman hias saja namun juga bisa dijadikan tanaman obat
brotowali yang mana herbal dari tanaman ini bisa digunakan untuk
mengobati berbagai macam penyakit yang ada di tubuh.

10. Jahe (Zingiber officinale)


Tanaman ini berbatang semu, tinggi 30 cm sampai 1 meter,
rimpang bila dipotong berwarna kuning atau jingga. Daun sempit,
panjang 15 mm sampai 23 mm, lebar 8 mm sampai 15 mm. Tangkai
daun berambut, panjang 2-4 mm. bentuk lidah daun memanjang,
panjang 7,5 mm-1 cm, tidak berambut, seludang agak berambut.
Perbungaan berupa mulai tersembul dipermukaan tanah, berbentuk
tongkat atau bulat telur yang sempit 2,75-3 kali lebarnya, sangat

SITTI SUHARTIN
O1A1 14 168

ASMAN SADINO

Uji Organoleptis Haksel

| 14

tajam, panjang mulai 3,5 cm sampai 5 cm, lebar 1,5 cm-1,75 cm.
Gagang bunga hampir tidak berambut, panjang 25 cm, rahis
berambut jarang sisik pada ganggang terdapat 5 buah sampai 7
buah, berbentuk lanset, berdekatan atau rapat, hampir tidak
berambut, panjang sisik 3 cm 5 cm. Daun pelindung berbentuk
bundar telur terbalik, bulat pada ujungnya, tidak berambut,
berwarna hijau cerah, panjang 2,5 cm, lebar 1 cm - 1,75 cm; mahkota
bunga berbentuk tabung, panjang tabung 2 cm-2,5 cm, helainya agak
sempit, berbentuk tajam berwarna kuning kehijauan, panjang 1,5 mm
- 2,5 mm, lebar 13 mm, kepala sari berwarna ungu, panjang 9 mm,
tangkai putik 2.
11. Pepaya
Pepaya merupakan

tanaman

herba.

Batangnya

berongga,

biasanya tidak beracun, dan tingginya dapat mencapai 10 m. Daunnya


merupakan daun tunggal, berukuran besar, dan bercangkap. Tangkai
daun panjang dan berongga. Bunganya terdiri dari tiga jenis, yaitu
bunga jantan, bunga betina, dan bunga semurna. Bentuk buah bulat
sampai lonjong. Batang, daun, dan buahnya mengandung getah yang
memiliki daya enzimatis, yaitu dapat memecah protein. Pertumbuhan
tanaman papaya termasuk cepat karena antara 10-12 bulan setelah
ditanam buahnya telah dapat dipanen.
12. Jarak
Tanaman jarak pagar termasuk famili Euphorbiaceae, satu
famili dengan karet dan ubikayu. Pohonnya berupa perdu dengan
tinggi tanaman 17 m, bercabang tidak teratur. Batangnya berkayu,
silindris bila terluka mengeluarkan getah. Daunya berupa daun
tunggal, berlekuk, bersudut 3 atau 5, tulang daun menjari dengan 5

SITTI SUHARTIN
O1A1 14 168

ASMAN SADINO

Uji Organoleptis Haksel

| 15

7 tulang utama, warna daun hijau (permukaan bagian bawah lebih


pucat dibanding bagian atas). Panjang tangkai daun antara 415 cm.
Bunga berwarna kuning kehijauan, berupa bunga majemuk berbentuk
malai, berumah satu. Bunga jantan dan bunga betina tersusun dalam
rangkaian berbentuk cawan, muncul diujung batang atau ketiak daun.
Buah berupa buah kotak berbentuk bulat telur, diameter 24 cm,
berwarna hijau ketika masih muda dan kuning jika masak. Buah jarak
terbagi 3 ruang yang masing masing ruang diisi 3 biji. Biji
berbentuk bulat lonjong, warna coklat kehitaman. Biji inilah yang
banyak mengandung minyak dengan rendemen sekitar 3040 %.
13. Lada hitam
Tanaman herbal tahunan, memanjat. Batang bulat, beruas,
bercabang, mempunyai akar pelekat, warna hijau kotor. Daun
tunggal, bulat telur, pangkal bentuk jantung, ujung runcing, tepi
rata, panjang 5-8 cm, lebar 2-5 cm, pertulangan menyirip, warna
hijau. Bunga majemuk, bentuk bulir, menggantung, panjang 3,5-22
cm, warna hijau. Buah buni, bulat, buah muda berwarna hijau dan
setelah tua berwarna merah.
14. Kayu manis (Cinnamomum burmannii)
Semak atau pohon kecil, tinggi 5 m sampai 15 m, pepagangan
(kulit) berbau khas. Helaian daun berbentuk lonjong, panjang 4 cm
sampai 14 cm, lebar 1,5 cm sampai 6 cm, permukaan atas halus,
permukaan bawah berambut berwarna kelabu kehijauan yang
tertekan pada permukaan daun atau bertepung, daun muda berwarna
merah pucat; berpenulangan 3; panjang tangkai daun 0,5 cm sampai
1,5 cm. Perbungaan berupa malai, berambut halus berwarna kelabu
yang tertekan pada permukaan; panjang gagang bunga 4 mm sampai

SITTI SUHARTIN
O1A1 14 168

ASMAN SADINO

Uji Organoleptis Haksel

| 16

12 mm, juga berambut halus; tenda bunga, panjang 4 mm sampai 5


mm, helai tenda bunga sesudah berkembang tersobek secara
melintang dan terpotong agak jauh dari dasar bunga; benang sari
lingkaran ketiga, mempunyai kelenjar di tengah-tengah tangkai sari.
Buah adalah buah buni, panjang lebih kurang 1 cm.
15. Temulawak
Keping tipis, bentuk bundar atau jorong, ringan keras,
rapuh, garis tengah sampai 6 cm, tebal 2 mm 5 mm, permukaan luar
berkerut, warna coklat kuning sampai coklat, bidang irisan berwarna
coklat kuning buram, melengkung tidak beraturan. Temulawak
berbatang semu, daun berupa daun tunggal, berbentuk lonjong dan
berujung lancip. Daun muda memiliki warna cokelat pada tulang daun
bagian tengah dan hilang jika tua. Tangkai daun berujung pelepah
memeluk batang. Daun terletak berhadapan, berupa lembaran yang
tipis, permukan halus. Akar serabutnya berupa rimpang membulat,
berwarna cokelat muda atau cokelat tua. Bagian dalam rimpang
berwarna jingga tua atau cokelat kemerahan). Daun temulawak lebar
dan pada setiap helaian dihubungkan dengan pelepah dan tangkai
daun yang agak panjang. Batang temulawak berbentuk batang semu,
rimpangnya berwarna kekuningan.
16. Daun ubi
Tanaman perdu, bisa mencapai 7 meter tinggi, dengan
cabang agak jarang. Akar tunggang dengan sejumlah akar cabang
yang kemudian membesar menjadi umbiakar yang dapat dimakan.
Ukuran umbi rata-rata bergaris tengah 2-3 cm dan panjang 50-80
cm, tergantung dari klon/kultivar. Bagian dalam umbinya berwarna
putih atau kekuning-kuningan. Umbi singkong tidak tahan simpan

SITTI SUHARTIN
O1A1 14 168

ASMAN SADINO

Uji Organoleptis Haksel

| 17

meskipun ditempatkan di lemari pendingin. Gejala kerusakan ditandai


dengan keluarnya warna biru gelap akibat terbentuknya asam sianida
yang bersifat meracun bagi manusia. Umbi ketela pohon merupakan
sumber energi yang kaya karbohidrat namun sangat miskin protein.
Sumber protein yang bagus justru terdapat pada daunsingkong
karena mengandung asam amino metionina
17. Kacang hijau
Tanaman kacang hijau berbatang tegak dengan ketinggian
sangat bervariasi, antara 30-60 cm, tergantung varietasnya.
Cabangnya menyamping pada bagian utama, berbentuk bulat dan
berbulu. Warna batang dan cabangnya ada yang hijau dan ada yang
ungu. Polong kacang hijau berebntuk silindris dengan panjang antara
6-15 cm dan biasanya berbulu pendek. Sewaktu muda polong
berwarna hijau dan dan setelah tua berwarna hitam atau coklat.
Setiap polong berisi 10-15 biji. Biji kacang hijau lebih kecil dibanding
biji kacang-kacangan lain. Warna bijinya kebanyakan hijau kusam
atau hijau mengilap, beberapa ada yang berwarna kuning, cokelat dan
hitam . Tanaman kacang hijau berakar tunggang dengan akar cabang
pada permukaan.
18. Lengkuas
Lengkuas termasuk terna tumbuhan tegak yang tinggi
batangnya mencapai 2-2,5 meter. Tanaman ini memilki akar tak
teratur. Pada lapisan luar terdapat kulit tipis berwarna coklat
sedangkan dibagian tangkai yang berbentuk umbi berwarna merah.
Bagian dalam berwarna putih dan jika dikeringkan menjadi kehijauhijauan. Lengkuas mempunyai batang pohon yang terdiri atas susunan
pelepah pelepah daun. Daun-daunnya berbentuk bulat panjang antara

SITTI SUHARTIN
O1A1 14 168

ASMAN SADINO

Uji Organoleptis Haksel

| 18

daun yang terdapat pada bagian bawah terdiri atas pelepah-pelepah


saja, sedangkan bagian atas batang terdiri dari pelepah-pelepah
lengkap dengan helaian daun. Bunganya juga muncul pada bagian
ujung tumbuhan. Rimpang umbi lengkuas selain berserat kasar juga
memiliki aroma yang khas.
19. Belimbing
Pohon belimbing wuluh kecil setinggi sekitar 10 meter dengan
diameter pangkal batang mencapai 30 cm. Batangnya bergelombang
dan tidak rata, kasar dan berbenjol- benjol, percabangan sedikit,
arah condong ke atas. Cabang muda berambut halus seperti beledu
dan berwarna cokelat muda. Daun majemuk menyirip ganjil sepanjang
30-60 cm dengan 11-45 pasang anak daun. Anak daun berwarna hijau,
permukaan

bawah

berwarna

hijau

muda,

bertangkai

pendek,

berbentuk bulat telur hingga jorong dengan ujung agak runcing,


pangkal daun membulat, tepi daun rata, panjang 2-10 cm, lebar 1-3
cm. Bunga majemuk yang tersusun dalam malai, berkelompok. Bunga
belimbing asam, seperti buah kepel, tumbuh keluar dari batang atau
percabangan

yang

besar.Bunga

kecil-kecil

berbentuk

bintang,

berwarna ungu kemerahan. Buah berupa buni, bentuk bulat lonjong


bersegi, panjang 4-6,5 cm, berwarna hijau kekuningan, berair
banyak, jika masak rasa asam. Bentuk biji bulat telur, gepeng.
kuningan. Perbanyakan dengan biji dan cangkok.
20. Kunyit (Curcuma domestica val.)
Tumbuhan berbatang basah, tingginya sampai 0,75 m,
daunnya berbentuk lonjong, bunga majemuk berwarna merah atau
merah muda. Tanaman herba tahunan ini menghasilkan umbi utama

SITTI SUHARTIN
O1A1 14 168

ASMAN SADINO

Uji Organoleptis Haksel

| 19

berbentuk rimpang berwarna kuning tua atau jingga terang.


Perbanyakannya dengan anakan.
21. Kelor
Moringa oleiferaL. dapat berupa semak atau dapat pula
berupa pohon dengan tinggi 12 m dengan diameter 30 cm. Kayunya
merupakan jenis kayu lunak dan memiliki kualitas rendah. Daun
tanaman kelor memiliki karakteristik bersirip tak sempurna, kecil,
berbentuk telur, sebesar ujung jari. Helaian anak daun memiliki
warna hijau sampai hijau kecoklatan, bentuk bundar telur atau
bundar telur terbalik, panjang 1-3 cm, lebar 4 mm sampai 1 cm, ujung
daun tumpul, pangkal daun membulat, tepi daun rata. Kulit akar
berasa dan berbau tajam dan pedas, dari dalam berwarna kuning
pucat, bergaris halus, tetapi terang dan melintang. Tidak keras,
bentuk tidak beraturan, permukaan luar kulit agak licin, permukaan
dalam agak berserabut, bagian kayu warna cokelat muda, atau krem
berserabut,

sebagian

besar

terpisah .

Moringa

oleifera

L.

mengandung kombinasi senyawa yang unik yaitu isotiosianat dan


glukosinolat. Isotiosianat (ITC) merupakan zat yang terdapat dalam
berbagai tanaman, termasuk Moringa oleifera L., dan memiliki
potensi sebagai agen kemopreventif.
22. Ketumbar
Tanaman ketumbar berupa semak semusim, dengan tinggi
sekitar satu meter. Akarnya tunggang bulat, bercabang dan
berwarna putih. Batangnya berkayu lunak, beralur, dan berlubang
dengan percabangan dichotom berwarna hijau. Tangkainya berukuran
sekitar 5-10 cm. Daunnya majemuk, menyirip, berselundang dengan
tepi hijau keputihan. Buahnya berbentuk bulat, waktu masih muda

SITTI SUHARTIN
O1A1 14 168

ASMAN SADINO

Uji Organoleptis Haksel

| 20

berwarna hijau dan setelah tua berwarna kuning kecokelatan. Bijinya


berbentuk bulat dan berwarna kuning kecokelatan Ketumbar dapat
dibudidayakan di dataran rendah maupun dataran tinggi hingga
ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut. Tanaman ini dipanen
setelah berumur tiga bulan, kemudian dijemur dan buahnya yang
berwarna kecoklatan dipisahkan dari tanaman.
23. Kumis kucing (Orthosiphon folium)
Daun tunggal, bertangkai, letak berseling berhadapan, warna
hijau, rapuh; bentuk bundar telur, lonjong, belah ketupat memanjang
atau bentuk lidah tombak, ujung lancip atau tumpul; panjang 2 cm
sampai 12 cm, lebar 1 cm sampai 8 cm. Tangkai daun persegi, warna
agak ungu, panjang kurang lebih 1 cm. Helai daun: tepi bergerigi
kasar

tidak

beraturan,

kadang-kadang

beringgit

tajam

dan

menggulung ke bawah, ujung daun dan pangkal daun meruncing,


permukaan licin, pada tepi daun dan tulang daun terdapat rambut
pendek, terutama pada permukaan bawah. Tulang daun menyirip
halus, tulang cabang sedikit, warna hijau atau ungu.
24. Kangkung
Kangkung merupakan tanaman yang sangat tergolong lama
tumbuh, tanaman ini memiliki akar tunggang dan bercabang-cabang.
Perakaran ini menembus dengan kedalam 60 100 cm, dan menyebar
luas secara mendatar 150 cm hingga lebih, terutamanya tanaman
kangkung pada air. Batang pada tanaman kangkung

bult dan

berlubang, berbuku-buku, dan banyak mengandung air. Terkadang


buku-buku tersebut mengeluarkan akar tanaman yang serabut dan
juga berwarna putih dan ada juga berwrana kecoklatan tua.
Kangkung juga memiliki tangkai dauan melekat pada buku-buku

SITTI SUHARTIN
O1A1 14 168

ASMAN SADINO

Uji Organoleptis Haksel

| 21

batang dan di keiak batang terdapat mata tunas yang dapat tumbuh
cabang baru. Bentuk dauan memiliki ujung runcing dan juga tumpul,
permukaan dauan berwarna hijau tua , dan juga berwarna hijau muda.
25. Kencur

Simplisia berupa irisan pipih, bau khas, rasa pedas, bentuk

hamper bundar sampai jorong atau tidak beraturan, tebal 1-4 mm,
panjang 1-5 cm, lebar 0,5-3 cm, bagian tepi berombak dan keriput,
warna cokelat sampai cokelat kemerahan, bagian tegah berwarna
putih sampai putih kecoklatan. Korteks sempit, lebar lebih kurang 2
mm, warna putih.
26. Jambu mente
Anacardium occidentale, berbentuk pohon, berwarna coklat
tua,

batang

berkayu

(lignosus),

silindris,

permukaan

kasar,

percabangan monopodial. Arah tumbuh batang tegak lurus, arah


tumbuh cabang ada yang condong ke atas dan ada yang mendatar.
Daun merupakan daun tunggal yang hanya tumbuh di ujung-ujung
ranting. Daun pada Anacardium occidentale L. merupakan daun tidak
lengkap karena hanya memiliki tangkai daun (petiolus) dan helaian
daun (lamina), lazimnya disebut daun bertangkai. Daun bertangkai
pendek (1,5-3 cm), daun berbentuk bulat telur sungsang dan guratan
rangka daunnya terlihat jelas bulat telur terbalik, kebanyakan
dengan pangkal runcing dan ujung membulat. Helaian daun tunggal,
warna hijau kekuningan sampai hijau tua kecoklatan, panjang 4 cm
sampai 22 cm, lebar 2 cm samapai 15 cm, ujung daun membulat
(rotundatus) tidak terbentuk sudut sama sekali, pangkal daun
runcing (acutus) yakni jika kedua tepi daun di kanan kiri ibu tulang

SITTI SUHARTIN
O1A1 14 168

ASMAN SADINO

Uji Organoleptis Haksel

| 22

sedikit demi sedikit menuju ke atas dan pertemuannya pada puncak


daun membentuk suatu sudut lancip (kurang dari 90).
C. PEMBAHASAN
Farmakognosi merupakan cara pengenalan ciri-ciri atau karakteristik
obat yang berasal dari bahan alam. Farmakognosi mencakup seni dan
pengetahuan

pengobatan

dari

alam

yang

meliputi

tanaman,

hewan,

mikroorganisme, dan mineral. Perkembangan farmakognosi saat ini sudah


melibatkan hasil penyarian atau ekstrak yang tentu akan sulit dilakukan
indentifikasi zat aktif jika hanya mengandalkan mata. Dengan demikian, cara
identifikasi juga semakin berkembang dengan menggunakan alat-alat cara
kimia dan fisika.
Haksel merupakan bagian-bagian tanaman seperti akar, batang, daun,
bunga, biji dan lain-lain yang dikeringkan tetapi belum dalam bentuk serbuk.
Sedangkan simplisia merupakan bahan alami yang digunakan sebagai obat dan
belum mengalami proses perubahan apapun, dan kecuali dinyatakan lain
umumnya berupa bahan yang dikeringkan. Simplisia terbagi atas simplisia
nabati, simplisia hewani dan simplisia

mineral.

Adapun salah satu parameter yang dilakukan sebagai standar mutu


tanaman, adalah pemeriksaan organoleptis, dimana pemerikasaan ini meliputi
bau, warna dan rasa dari tanaman tersebut. Ini merupakan salah satu cara
dalam memperkenalkan tanaman karena mengingat tanaman yang bentuknya
sama belum tentu mempunyai warna, bau dan rasa yang sama pula.
Pemeriksaan uji organoleptik indra pada manusia sangat dibutuhkan
antara lain dalam hal penglihatan yang berhubungan dengan warna kilap,
viskositas, ukuran dan bentuk, volume kerapatan dan berat jenis, panjang
lebar dan diameter serta bentuk bahan, indra peraba yang berkaitan dengan

SITTI SUHARTIN
O1A1 14 168

ASMAN SADINO

Uji Organoleptis Haksel

| 23

struktur, tekstur dan konsistensi. Struktur merupakan sifat dari komponen


penyusun, tekstur merupakan sensasi tekanan yang dapat diamati dengan
mulut atau perabaan dengan jari, dan konsistensi merupakan tebal, tipis dan
halus, indra pembau, pembauan juga dapat digunakan sebagai suatu indikator
terjadinya kerusakan pada produk, misalnya ada bau busuk yang menandakan
produk tersebut telah mengalami kerusakan, serta indra pengecap, dalam hal
kepekaan rasa , maka rasa manis dapat dengan mudah dirasakan pada ujung
lidah, rasa asin pada ujung dan pinggir lidah, rasa asam pada pinggir lidah dan
rasa pahit pada bagian belakang lidah.

SITTI SUHARTIN
O1A1 14 168

ASMAN SADINO

Uji Organoleptis Haksel

| 24

D. PENUTUP
1. Kesimpulan
Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan, dari beberapa
haksel dapat diperoleh kesimpulan bahwa setiap jenis haksel memiliki ciri
khas pada identifikasinya masing-masing, diantaranya warna, bau, dan
rasa. Dimana dari ketiga aspek tersebut kita dapat mengetahui khasiat
dari masing-masing simplisia atau haksel yang dapat berguna dalam
pengobatan.
2. Saran
Sebaiknya alat dan bahan tidak disediakan oleh mahasiswa,
melainkan telah disediakan oleh pihak laboratorium agar mahasiswa tidak
terbebani apalagi dari segi biaya dan waktu agar praktiukum dapat
berjalan dengan lancar.

SITTI SUHARTIN
O1A1 14 168

ASMAN SADINO

Uji Organoleptis Haksel

| 25

DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 1978, Materia Media Indonesia Jilid I-IV, Departemen Kesehatan
Republik Indonesia: Jakarta.
Hardiyanthi, F., 2015, Pemanfaatan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Kelor
(Moringa oleifera) Dalam Sediaan Hand and Body Cream, Skripsi, Jakarta.
Rahayu, P., 2013, Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) Buah Belimbing Wuluh
(Averrhoa bilimbi L.) Terhadap Pertumbuhan Candida Alibicans, Skripsi,
Makassar.
Saleh. 2004. Evaluasi Gizi pada Pengolahan Bahan Pangan . Penerbit Institut:
Jakarta

SITTI SUHARTIN
O1A1 14 168

ASMAN SADINO