Anda di halaman 1dari 12

JOB SHEET

Mata Kuliah

: ASUHAN KEBIDANAN II

Topik

: INTRANATAL CARE (INC)

Keterampilan

: PEMERIKSAAN DALAM (VT) DAN AMNIOTOMI

Waktu

: JUMAT / 26-02-2016 / 15:00- 17:00 WIB

Dosen

: INDRIYANI SITI FATIMAH

OBYEKTIFITAS PERILAKU SISWA

1. Setelah melakukan kegiatan di laboratorium mahasiswa mampu melakukan pemeriksaan


dalam( VT) dan Amniotomi pada ibu bersalin dengan baik sesuai dengan daftar tilik.
2. Setelah mengikuti kegiatan di laboratorium mahasiswa mampu menerapkan
kegiatanpemeriksaan dalam (VT) dan Amniotomi pada ibu bersalin.
REFERENSI
1. Depkes RI, MNH, JNPK-KR. Modul Buku Acuan Asuhan Persalinan Normal. 2008.
Jakarta. JNPK-KR.
2. Saifuddin Abdul Bari. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan
Neonatal. 2008. Jakarta. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
DASAR TEORI SINGKAT
Vaginal toucher (VT) adalah memasukan tangan kejalan lahir ibu bersalin untuk
memantau perkembangan proses persalinan. VT (periksa dalam) bukanlah sesuatu yang
mudah, diperlukan pengetahuan, keterampilan, pengalaman, tetapi juga butuh perasaan.
Karena jari pemeriksa masuk, maka jari itu tidak boleh dikeluarkan sebelum pemeriksaan
dalam selesai. Tujuan VT adalah untuk mengetahui apakah pasien sudah sungguhsungguh in partu atau belum, untuk menentukan keadaan yang menjadi tolak ukur dari
rencana pimpinan persalinan.
Amniotomi adalah tindakan untuk membuka selaput amnion dengan jalan
membuat robekan kecil yang kemudian akan melebar secara spontan akibat gaya berat
cairan dan adanya tekanan didalam rongga amnion. Tindakan ini pada umumnya
dilakukan pada saat pembukaan lengkap atau hampir lengkap agar penyelesaian proses

persalinan berlangsung sebagaimana mestinya. Pada kondisi selektif, amniotomi


dilakukan pada fase aktif awal, sebagai akselerasi persalinan. Penilaian yang salah, dapat
menyebabkan cairan amnion sangat berkurang sehingga menimbulkan distosia dan
meningkatkan morbidilitas/mortalitas ibu dan bayi.
PETUNJUK
1. Pemeriksaan VT dan Amniotomi pada ibu bersalin dilakukan oleh mahasiswa secara
individu
2. Baca dan pelajari jobsheet yang tersedia
3. Ikuti petunjuk instruktur
4. Tanyakan pada instruktur jika ada hal-hal yang tidak dimengerti
KESELAMATAN KERJA
1.
2.
3.
4.

Pastikan privasi klien bener-bener terjaga


Lakukan teknik secara benar
Jangan menggunakan perhiasan pada tangan
Lakukan tindakan pada ruangan yang nyaman pada klien.

ALAT
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Apron
Kacamata google
Sepatu bot
Handscoon dua pasang
kocher
Bengkok
Linex
Bak instrumen
Kapas DTT dalam tempatnya

10. Larutan clorin 0,5% dalam baskom


11. Selimut
12. Tempat Sampah
13. Alat tulis
14. Jam tangan
BAHAN
1. Phantom panggul
2. Phantom janin
3. Tempat tidur
PERLENGKAPAN

1. Buku catatan
2. Partograf

PROSEDUR KERJA

No
LANGKAH KERJA
1. Persiapan alat :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Handscoon 2 pasang
kocher
Bengkok
Linex
Bak instrumen
Kapas DTT dalam

tempatnya
7. Larutan clorin 0,5%
dalam baskom
8. Apron
9. Kacamata
10. Sepatu bot
11. Selimut
12. Tempat Sampah
13. Alat tulis
14. Jam tangan
15. Partograf

GAMBAR

Key point :
Susun peralatan secara ergonomis

2.

Mengenali tanda dan gejala kala II


Key point :
Mendengar dan melihat tanda kala
dua persalinan

Ibu merasa ada dorongan kuat

dan meneran
Ibu merasakan tekanan yang
semakin meningkat pada

rectum dan vagina


Perienium tampak menonjol
Vulva dan sfingter ani
membuka.

3.

Pastikan kelengkapan peralatan,


bahan obat-obatan esensial untuk
menolong persalinan dan
menatalaksana komplikasi segera
pada ibu dan bayi baru lahir. Untuk
asuhan bayi baru lahir atau resusitasi
Key point :
Alat, bahan dan obat-obatan terususn
secara ergonomis dan mudah
dijangkau oleh penolong

4.

Pakai APD

5.

Melepaskan dan menyimpan semua


perhiasan yang dipakai, cuci tangan
dengan sabun dan air bersih mengalir
kemudian keringkan tangan dengan
tissue atau handuk pribadi yang
bersih dan kering.
Key point :
Cuci tangan efektif dengan 6 langkah

6.

Tutupi badan ibu dengan sarung atau


selimut
Key point :
Pastikan ibu dalam posisi nyaman
dan privasi pasien terjaga

7.

Pakai sarung tangan DTT pada


tangan yang akan digunakan untuk
periksa dalam
Key point :
Gunakan teknik septic antiseptic

8.

dalam memakai handscoon


Masukkan oksitosin ke dalam tabung
suntik
Key point :
Gunakan tangan yang memakai
sarung tangan DTT atau steril dan
pastikan tidak terjadi kontaminasi
pada alat suntik

9.

Minta ibu berbaring terlentang


dengan lutut ditekuk dan paha
dibentang
Key point :
Akan membantu jika ibu
menempelkan kedua telapak kakinya
satu sama lain

10. Membersihkan vulva dan perienium,


menekannya dengan hati-hati dari
anterior (depan) ke posterior
(belakang) sampai bartolin
menggunakan kapas atau kasa yang
dibasahi air DTT.
Key point :

Jika perineum atau anus


terkintaminasi oleh tinja,
bersihkan dengan seksama

dari arah depan ke belakang.


Periksa genetalia eksterna,
perhatikan apakah ada luka
atau massa (benjolan)
termasuk kondiloma,
varikositas vulva atau rektum,

atau luka parut diperineum.


Buang kapas atau kasa
pembersih (terkontaminasi)

dalam wadah yang tersedia.


Jika terkontaminasi, lakukan
dekomentasi, lepaskan dan
rendam sarung tangan

tersebut dalam larutan klorin


0,5%. Pakai sarung tangan
DTT/steril untuk
melaksanakan langkah
lanjutan.
11. Nilai cairan vagina dan tentukan
apakah ada bercak darah, perdarahan
per vaginam atau mekonium
Key point :

Jika ada perdarahan


pervaginam, jangan lakukan

pemeriksaan dalam
Jika ketuban sudah pecah,
lihat warna dan bau air
ketuban. Jika terlihat
mekonium, nilai apakah
kental apa encer dan periksa

DJJ
12. Lakukan pemeriksaan dalam (VT)
Key point :

Pisahkan labium mayus

dengan jari manis dan ibu jari


Porsio teraba atau tidak,
pembukaan, ketuban,
presentasi, posisi bayi,

penurunan, dan molase.


Bila selaput ketuban masih
utuh saat pembukaan sudah
lengkap maka lakukan

amniotomi.
13. Ambil kocher dengan tangan kiri

dan masukkan setengah kocher


(ujung yang tajam menghadap
kedalam) dengan menelusuri telapak
tangan kanan,setelah kocher sudah
sampai di ujung jari tengah, putar
180o sehingga kocher ujungnya
menghadap ke luar.
Key point :
Tunjukan cara memegang dan
memasukkan kocher sampai
menyentuh selaput ketuban.
14. Tangan kiri pindah ke fundus (untuk
menoreh apakah ada kontraksi atau
tidak), bila kontraksi mulai
mereda/tidak ada kontraksi lakukan
torehan 1-2cm dengan kocher di
selaput amnion.
Key point :

Tunjukan cara menorehkan


gigi kocher pada selaput

ketuban.
Sampaikan kapan waktu
memecahkan ketuban.

15. Keluarkan kocher dengan memutar


180o terlebih dahulu sehingga bagian
ujungnya menghadap ketelapak
tangan kanan penolong.

Key point :
Tunjukan cara memegang dan
mengeluarkan kocher dari vagina.

16. Letakan kocher di bengkok, tangan


kiri kembali di fundus dan tangan
kanan melebarkan robekan selaput
amnion.

Key point :

Evaluasi bau ketuban, warna

dan banyaknya air ketuban.


Memastikan tidak ada bagian
kecil janin yang menjungkit
atau tali pusat menumbung
(jika ada tali pusat
menumbung segera lakukan
rujuk).

17. Dekontaminsasi sarung tangan.


Key point :

Celupkan tangan yang masih


memakai sarung tangan ke
dalam larutan klorin 0,5%

selama 10 menit.
Cuci tangan dengan sabun
dan air bersih yang mengalir
setelah sarung tangan
dilepaskan

18. Periksa denyut jantung janin

Key point :

Pemeriksaan DJJ setelah

kontraksi uterus mereda.


Memastikaan DJJ masih
dalam batas normal (120-

160x/menit).
19. Menjelaskan pada ibu dan keluarga
bahwa pembukaan sudah lengkap
dan keadaan janin cukup baik,
kemudian bantu ibu menemukan
posisi yang nyaman sesuai
keinginannya.
Key point :
Gunakan bahasa yang mudah
dimengerti dan mendengarkan
keluhan ibu dan jawab pertanyaan.
20. Lepaskan APD

21. Dokumentasi hasil tindakan yang


sudah dilakukan.
Key point :

Sampaikan keutamaan

pendokumentasiaan.
Sampaikan hal apa saja yang
perlu dicatat dalam patrograf.

APLIKASI

Meminta mahasiswa mempraktekan kembali sehingga mahasiswa dapat lebih terarah dalam
melakukan praktek dikemudian hari.

EVALUASI

1.
2.
3.
4.

Setiap langkah dilakukan mahasiswa secara sistematis


Memperhatikan privasi dan respon pasien dalam setiap prosedur.
Memperhatikan keamanan dan kenyamanan pasien dalam setiap prosedur.
Instruktur membimbing dan menilai langkah-langkah sesuai job sheet dan daftar tilik.