Anda di halaman 1dari 4

LAPORAN TEKNIK DIGITAL

PROGRAM STUDI TEKNIK BROADBAND MULTIMEDIA

SHIFT REGISTER

NAMA PRAKTIKAN

: FIRMANSYAH

NAMA REKAN KERJA

: 1. FIRMANSYAH

2. FIRMANSYAH

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO


POLITEKNIK NEGERI JAKARTA
2016

1. Tujuan
-

Menjelaskan konsep rangkaian register


Menjelaskan prinsip kerja SIPO
Merangkai rangkaian register Serial In Paralel Out

2. Dasar Teori
2.1 Shift Register
Register geser (Shift register) merupakan salah satu piranti fungsional yang banyak
digunakan di dalam sistem digital. Pada sistem digital register geser digunakan untuk
menggeser suatu data. Pergeseran data pada register dapat dilakukan dalam dua arah yaitu
ke arah LSB (Low Significant Bit) dan ke arah MSB (Most Significant Bit). Register geser
dikelompokkan sebagai rangkaian logika, dan oleh sebab itu suatu register disusun dari
flip-flop. Register geser digunakan sebagai memori sementara dan untuk pergeseran data
ke kiri atau ke kanan. Register geser dapat juga digunakan untuk mengubah format data
seri ke paralel atau dari paralel ke seri.
Dalam pengertian lainnya, register adalah rangkaian logika yang digunakan untuk
menyimpan data. Dengan kata lain, register adalah rangkaian yang tersusun dari satu atau
beberapa flipflop yang digabungkan menjadi satu.
Flipflop disebut juga sebagai register 1 bit. Jadi untuk menyimpan 4 bit data,
register harus terdiri dari 4 buah flipflop. Untuk menyimpan data pada register, dapat
dilakukan dengan dua cara :
1. Disimpan secara sejajar (Parallel In) :
Pada cara ini semua bagian register atau masingmasing flipflop diisi
(dipicu) pada saat yang bersamaan.
2. Disimpan secara seri (Serial In) :
Pada cara ini, data dimasukkan bit demi bit mulai dari flipflop yang paling
ujung (dapat dari kiri atau dari kanan), dan digeser sampai semuanya terisi. Bila
data digeser dari kanan kekiri disebut Register geser kiri (Shift Left Register),
sebaliknya bila data digeser dari kiri kekanan disebut Register geser kanan
(Shift Right Register).
Seperti pada penyimpanan data, untuk mengeluarkan data juga dapat dilakukan dengan dua
cara :
1. Dikeluarkan secara sejajar (Parallel Out)
2. Dikeluarkan secara seri (Serial Out)

Serial In Paralel Out (SIPO)


SIPO adalah register geser dengan masukan berurutan keluaran serentak.
IC pembentuk : 74LS164
Berikut adalah contoh penerapan rangkaian Serial In Paralel Out 4 bit

Cara kerja:
Masukan-masukan data secara deret akan dikeluarkan oleh D-FF setelah masukan denyut
lonceng dari 0 ke 1. Keluaran data/informasi serial akan dapat dibaca secara paralel setelah
diberikan satu komando (Read Out). Bila dijalan masuk Read Out diberi logik 0, maka
semua keluaran AND adalah 0 dan bila Read Out diberi logik 1, maka pintu-pintu AND
menghubung langsungkan sinyal-sinyal yang ada di Q masing-masing flip-flop.
Contoh: Bila masukan data 1101
TABEL KEBENARAN
Read Out

Clock

Input

Q1 Q2 Q3 Q4 A B C D

0 0

0 0

0 0

0 0

0 0

0 0

0 0

0 0

0 0

0 0

1 0

1 1

KOMPONEN YANG DIGUNAKAN PADA MULTISIM


NO
1
2
3
4
5
6

Nama Komponen
IC 74LS164N
VCC
Ground
Switch (DIPSW 1)
Probe
Digital Clock

Jumlah
1
1
1
1

Langkah Kerja:
1. Siapkan semua komponen
2. Hubungkan input A dengan VCC sebagai input 1. Hubungkan input B dengan
switch dan VCC sebagai input 0 atau 1.
3. Hubungkan input clock dengan Digital Clock.
4. Hubungkan semua output dengan probe.
5. Apabila lebih dari 8 bit (1 IC), dapat dengan menambahkan IC. Hubungkan
output terakhir pada IC pertama dengan input B dan hubungkan input A dengan
VCC.
6. Hubungkan semua IC dengan dengan digital Clock apabila terdapat banyak IC.
Data Hasil Percobaan

Analisis Data
Berdasarkan data hasil percobaan diatas, apabila input B adalah 1 maka output akan
langsung menjadi logik 1 dan probe akan hidup, sedangkan apabila input B adalah 0 maka
output akan langsung menggeser logik 1 dengan logik 0 yang menyebabkan probe mati.

Kesimpulan
Jadi SIPO adalah rangkaian penggeser atau register yang mempunyai satu input serial dan
output paralel. Untuk hasil dari outputnya maka probe akan bergeser dari kiri ke kanan. IC
yang dijelaskan diatas dapat dikosongkan isinya dengan memberi logik 0 pada input B
sehingga pada semua keluaran output = 0. Setelah B diberi logik 1, clock diberikan data
input, misalnya 1101 maka data yang tak berarti akan tersimpan pada flip flop di dalam
IC berturut turut menuju kiri.