Anda di halaman 1dari 3

KEPUTUSAN

KEPALA RSPAD GATOT SOEBROTO DITKESAD


NOMOR SK/AOP/022/II/2014
TENTANG
KEBIJAKAN PELAKSANAAN SKRINING GIZI DAN KEBUTUHAN FUNGSIONAL
RSPAD GATOT SOEBROTO DITKESAD
Menimbang :
a. Bahwa dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan RSPAD Gatot Soebroto
Ditkesad, maka diperlukan penyelenggaraan pelaksanaan skrining gizi dan
kebutuhan fungsional yang efektif.
b. Bahwa agar pelaksanaan asesmen pasien rawat Jalan dan rawat inap di
RSPAD Gatot Soebroto Ditkesad dapat terlaksana dengan baik, perlu adanya
kebijakan RSPAD Gatot Soebroto Ditkesad sebagai landasan bagi
penyelenggaraan pelaksanaan skrining gizi dan kebutuhan fungsional di
RSPAD Gatot Soebroto Ditkesad.
c. Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam a dan b,
perlu ditetapkan dengan Keputusan RSPAD Gatot Soebroto Ditkesad.
Mengingat :
1. Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit;
2. Undang-undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang praktik kedokteran;
3. Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan;
4. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 tentang tenaga kesehatan;
5. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 269/Menkes/Per/III/2008 tentang Rekam
Medis;
M E M U TU S KAN :
Menetapkan :
Pertama

: KEPUTUSAN RSPAD GATOT SOEBROTO DITKESAD TENTANG


KEBIJAKAN PELAKSANAAN SKRINING GIZI DAN KEBUTUHAN
FUNGSIONAL RSPAD GATOTSOEBROTO DITKESAD

Kedua

: Kebijakan pelaksanaan skrining gizi dan kebuhtuan fungsional


RSPAD Gatot Soebroto Ditkesad sebagaimana tercantum dalam
Lampiran Keputusan ini.

Ketiga

: Pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan skrining gizi dan


kebutuhan fungsional pasien RSPAD Gatot Soebroto Ditkesad
dilaksanakan oleh Direktur Pembinaan Pelayanan Medik RSPAD
Gatot Soebroto Ditkesad.

Keempat

: Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkannya, dan apabila di


Kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam penetapan ini
akan diadakan perbaikan sebagaimanamestinya

Ditetapkan di J a k a r t a
Pada tanggal
Februari 2014
Kepala RSPAD Gatot Soebroto Ditkesad

dr. Douglas S Umboh, MARS


Brigadir Jenderal TNI

Lampiran
Keputusan
Kepala RSPAD Gatot Soebroto Ditkesad
Nomor
: SK/AOP/022/II/2014
Tanggal
:
KEBIJAKAN PELAKSANAAN SKRINING GIZI DAN KEBUTUHAN FUNGSIONAL
RSPAD GATOT SOEBROTO DITKESAD
Kebijakan Umum
Semua Pasien di skrining untuk status gizi dan kebutuhan fungsional dan
dikonsultasikan untuk di asesmen lebih lanjut apabila dibutuhkan
Kebiajakan Khusus
1. Pasien disaring untuk resiko kekurangan gizi sebagai bagian dari
asesmen awal oleh perawat
2. Dokter spesialis gizi dan ahli gizi mengidentifikasi pasien yang memerlukan
asesmen nutrisional lebih lanjut
3. Pasien dengan resiko masalah gizi dengan kriteria:
a. Pasien anak dengan skore > 1
b. Pasien Obstetri dengan skore > 1
c. Pasien Ginekologi, pasien Jiwa, dan Medikal bedah dengan skore > 2,
dan atau dengan tambahan diagnosis khusus
akan mendapat asesmen gizi dalam waktu 24 jam
4. Pasien disaring untuk menilai kebutuhan asesmen fungsional lebih lanjut
sebagai bagian dari asesmen awal oleh perawat, asesmen fungsional
pasien anak usia 3 tahun s/d 18 tahun menggunakan WeeFim, bila hasil
skor status fungsional anak didapatkan nilai dibawah normal dari usia
anak, maka perawat akan melaporkan ke DPJP, pasien medikal bedah
dan pasien obstetri ginekologi (usia lebih dari 18 tahun) menggunakan
barthel index, bila didapatkan skore kurang dari 8 (ketergangtungan total)
pasien dikonsultasikan ke Rehabilitasi Medik melalui DPJP
5. Dokter spesialis Rehab Medik dan Fisioterapis mengidentifikasi pasien
yang memerlukan asesmen fungsional lebih lanjut
6. Pasien yang memerlukan asesmen fungsional sesuai kriteria diatas di
konsultasikan untuk penanganan lebih lanjut dalam waktu 24 jam
7. Pasien dengan resiko masalah gizi diidentifikasi terhadap risiko jatuh
Kepala RSPAD Gatot Soebroto Ditkesad,

dr. Douglas S Umboh, MARS


Brigadir Jenderal TNI