Anda di halaman 1dari 16

MATERI I

EKONOMI PERTANIAN :
Sistem Usahatani

UNIVERSITAS BRAWIJAYA
FAKULTAS EKONOMI

USAHATANI SEBAGAI
SUATU SISTEM
UNSUR-UNSUR USAHATANI :
1. TANAH
2. TENAGA KERJA
3. MODAL
4. MANAJEMEN

KOMERSIALISASI USAHATANI :
1. SUBSISTEN
2. SEMIKOMERSIAL
3. KOMERSIAL
II
TRANSISI

I
STATIS
100 %

0%

SUBSISTEN

III
DINAMIS
KOMERSIAL

KOMERSIAL

100 %

SUBSISTEN
0%
USAHATANI INDONESIA

INDIKATOR KOMERSIALISASI USAHATANI :


1. NILAI UMUM, SIKAP DAN MOTIVASI
2. TUJUAN BERPRODUKSI
3. PENGAMBILAN KEPUTUSAN
4. TINGKAT TEKNOLOGI
5. TINGKAT KEUNTUNGAN
6. SUMBANGAN PERTANIAN DALAM
KESELURUHAN TINGKAT EKONOMI

FAKTOR-FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI KEBERHASILAN
USAHATANI
SOEHARJO (1973) DALAM BUKUNYA SENDISENDI POKOK USAHATANI, MENYATAKAN
SETIDAKNYA ADA 4 (EMPAT) HAL YANG PERLU
DIPERHATIKAN DALAM PEMBINAAN USAHATANI
:
1. Organisasi usahatani - pengelolaan
unsur-unsur produksi dan tujuan
usahanya
2. Pola kepemilikan tanah usahatani
3. Kerja usahatani, perhatian pada
distribusi kerja dan pengangguran dalam
usahatani
4. Modal usahatani, sumber permodalan
usahatani

LEBIH JAUH MEMAHAMI FAKTOR YANG


MEMPENGARUHI USAHATANI :

I.

Faktor internal usahatani :


Pengelolaan usahatani
Tanah usahatani
Tenaga kerja usahatani
Modal usahatani
Tingkat teknologi
Pengelolaan keuangan usahatani
Jumlah keluarga usahatani

II. Faktor Eksternal usahatani:


Ketersediaan sarana dan prasarana
transportasi dan komunikasi
Ketersediaan input usahatani (saprodi)
Sarana prasarana pemasaran usahatani
Fasilitas kredit
Sarana penyuluhan usahatani

USAHATANI
SKALA KECIL
Perilaku ekonomi
rumah tangga
peasant

Peasant (Petani Kecil)

Kharakteristik Peasant (Petani Kecil)

Petani Kecil tidak


berorientasi pada
kegiatan bisnis

Tidak profit oriented,


akses wilayah sulit

Petani Kecil sebagai


produsen sekaligus
konsumen

Respon petani atas perubahan


lingkungan ekonomi unpredicable
secara individu

Pengelolaan usahatani :
keuangan, pengambilan
keputusan usahatani

Petani Kecil sebagai


keluarga sekaligus
perusahaan

Model Usahatani Rumah-Tangga Chayanov


I1

I2

TVP

Output/ Income Y

Ye

Y2min

Y2min
Y1min

Y1min

L1e

Lmax
L2e
Labour days (L)

Output/ Income Y

KETERANGAN
GRAFIK
Keseimbangan baru di titik B menunjukkan adanya
peningkatan income karena digunakannya tambahan TK
dalam keluarga dimana dalam fungsi produksi yang given
tersebut juga berimplikasi pada marginal produk dari TK
(MVPL) adalah lebih rendah di B daripada di A.
Dalam analisis ini keluarga akan menggunakan TK lebih
intensif dengan tingkat upah yang lebih rendah (upah
relatif per TK turun karena jumlah TK yang digunakan
meningkat saat produktifitasnya terjadi deminishing
return). Chayanov menyebutnya dengan self exploitation
dan lagi-lagi hal ini bertentangan dengan perusahaan
kapitalis yang cenderung eksploitasi TK dengan kapital dan
bukannya melakukan eksploitasi atas dirinya sendiri.
Hal inilah yang juga membedakan peasant economic
dengan perusahaan kapitalis umumnya.

APAKAH PETANI KECIL


(PEASANT) SEPERTI TEMUAN
CHAYANOV TERJADI DI
INDONESIA ????????
APA YANG SAUDARA
PIKIRKAN ??

The Farm Firm


Environment Concept

The environment of the farm firm has four


dimensions :
(1) the physical environment composed of
seasonal weather conditions and variability
of these condition,
(2) the economic environment which
determines the relative, as well as the
obsolute, level of input and product prices,

Lanjutan
(3) the institutional environment which prescribes :
(a) rules for the use of debt capital, (b) rules of
payment of taxes, (c) limits on water, ground, and
air pollution, (d) conditions under which the
government will purchase farm products above
open market prices, (e) legal rights and
obligations, and (f) conditions to transfer wealth
and capital assets between generations;
(4) the social environment which provides
additional constrains on the business operation

The Design of
management for farm
business `
Input

Process

Outputs

Land
Crop
production
subsystem

Labor
Machinery
Buildings
Purchased
operating
inputs
Data

Crop marketing
subsystem

Runoff
Machine
and
facilities
services
subsystem

Capital
Prices
Institutions
Weather

Crops

Livestock
production
subsystem

Livestock
marketing
subsystem

Data

Livestock

Existing Condition Pertanian


Indonesia

Secara nasional, seorang petani rata-rata mengolah satu hektar


sawah, termasuk lahan kering. Jumlah buruh tani sekitar 40
persen, dan rata- rata petani di Jawa yang mengolah sawah
hanya antara 0,25- 0,30 hektar Kesejahteraan ???? (kompas,
april 2004).
Hasil sensus pertanian (BPS, 2003) mengungkapkan, jumlah
petani gurem (luas lahan kurang dari 0,5 ha) meningkat dari 10,8
juta rumah tangga menjadi 13,6 juta rumah tangga selama
periode 19932003. Ini berarti sekitar 56% dari petani Indonesia
tergolong petani gurem.
Menurut survei BPS (2001), sekitar 75% petani di Pulau Jawa telah
berusia di atas 50 tahun, dan hanya 12% yang berusia di bawah
30 tahun. Bila tidak ada terobosan baru, upaya memberi makan
penduduk 215 juta orang akan menjadi masalah besar ke depan.

Existing Condition perikanan


Indonesia

Ekonomi nelayan juga tidak jauh berbeda,


bahkan semakin tidak terurus dan tidak
tersentuh kebijakan

Sumber: Dep. Perikanan dan kelautan

Existing Condition perkebunan


Indonesia

Share luas areal perkebunan rakyat sebesar 77,14%, sementara


perkebunan besar negara dan swasta masing-masing sebesar 6,11%
dan 16,75% (berdasarkan angka tetap tahun 2000). Sedangkan pada
sisi produktivitas, perkebunan rakyat masih tertinggal dibandingkan
perkebunan besar negara dan swasta.
Rendahnya produktivitas ini disebabkan kurangnya permodalan dan
penguasaan teknologi, sehingga perkebunan rakyat umumnya
ditandai dengan jarak tanam yang kurang teratur, tidak ada
perencanaan penggantian tanaman yang teratur sesuai umur
tanaman dan sebagainya.

Anda mungkin juga menyukai