Anda di halaman 1dari 12

PROPOSAL TUGAS AKHIR

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KONTRUKSI BERORIENTASI


SISTEM MANAJEMEN KESEHATAN dan KESELAMATAN KERJA LINGKUANGAN
(SMK3L) DI PT ENERTA PRIMA SOLUSINDO
Tugas Akhir
Untuk Memenuhi sebagian persyaratan Mencapai
Gelar Sarjana (S1)

Oleh :
Agung Triatmojo
12.10195

FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK INDUSTRI


UNIVERSITAS PASUNDAN BANDUNG
2014

HALAMAN PERSETUJUAN
Proposal Tugas Akhir yang berjudul : Perancangan Sistem Informasi Manajemen Proyek
Berorientasi Sistem Manajemen Kesehatan, Keselamatan Kerja & Lingkungan (SMK3L) Di
PT Enerta Prima Solusindo.
oleh Mahasiswa :
Nama

: Agung Triatmojo

NPM

: 12.10195

Telah diperiksa dan di koreksi dengan baik dan cermat. Karena itu pembimbing setuju
untuk di seminarkan.

Bandung,_____ Maret 2012


Calon Pembimbing I

Calon Pembimbing II

Ir. Dedeh Kurniasih M.Sc


NIK : ________________

Mohammad Nurdin, ST, MBA


NIK : __________________
Ka. Program Studi
Teknik Industri,

Ir. Toto Ramadhan, M.Sc


NIK :

A. Judul Penelitian

Perancangan Sistem Informasi Manajemen Proyek Konstruksi Berorientasi Sistem


Manajemen Kesehatan, Keselamatan Kerja & Lingkungan (SMK3L) Di PT Enerta Prima
Solusindo
B. Latar Belakang Masalah
PT ENERTA PRIMA SOLUSINDO tempat penulis bekerja adalah perusahaan konstruksi
yang bergerak dalam bidang, diantaranya :
1. Pengadaan, Pemasangan Scaffolding
2. Pengadaan & Pemasangan sistem insulasi
3. Perancangan & pembuatan peralatan pengolahan air minum.
Pada tahun 2013 PT Enerta mengelola Proyek pengadaan & pemasangan Insulasi di
pabrik Indocement-Citereup-Gunung Putri-Bogor, Insulasi adalah sistem yang digunakan
untuk mengurangi dan menurunkan perpindahan panas pada suatu sistem baik secara
Konveksi, Radiasi dan Konduksi. Adapun detail mengenai proyek adalah sebagai berikut :
a) Nama Proyek
: Indocemet PCC Improvement & Expansion
b) Pemilik Proyek
: PT. INDOCEMENT MANUNGGAL TBK
c) Lokasi Proyek
: Citereup-Gn. Putri, Bogor, Jawa Barat
d) Sub. Pemilik Proyek
: PT. HTC
e) Pemberi Kerja
: PT. TRUBA JAYA ENGINEERING
f) No. Proyek
: T-5097
g) Nilai Proyek
: Rp x.xxx.xxx.xxx
h) Scope Of Work
: Supply Material, Install Insulation
Proyek tersebut yang telah diselesaikan mengalami beberapa masalah yakni
keterlambatan pekerjaan, diantara penyebab terjadinya keterlambatan yakni :

Man

Methods

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
1.
2.
3.
4.
5.

Turn Over Karyawan Yang tinggi


Korupsi yang dilakukan oleh Project Manager
Skill yang rendah
Krisis kepemimpinan Site Manager
Konflik antara Site Manager dengan Tenaker
Motivasi & Produktivitas yang rendah
Tidak adanya HRD Manager
Delay pekerjaan Mechanical
Kekurangan Material Scaffolding
Bekerja di ketinggian diatas 20 meter
Loading & Unloading Material
Sistem Informasi yang buruk mengakibatkan keterlambatan
pengajuan invoice
Mesin Roll yang masih Manual
Kekurangan Bor Tangan
Kerusakan Mesin Las

Machine

1.
2.
3.

Environment

1. Lingkungan Kerja yang berdebu


2. Daerah Citereup termasuk daerah dengan temperatur tinggi
3. Kemacetan yang tinggi menuju lokasi kerja

Material

1. Pembelian material pre order 1 bulan


2. Material Alumunium tebal 0,9 mm sebagai proteksi rockwool
tidak tersedia di pasaran sehingga harus special order pada
pabrikan
3. Dikarenakan Kurs meningkat pada bulan september dari
9.500 hingga 12.000 mengakibatkan kenaikan harga
menjadi 56 %
4. User (Konsultan) cenderung tendensius dan subjektif pada
material (Like Dislike) pada merk tertentu, sehingga ketika
brand material Wire Blanket/Rockwool/Isolator diganti
dengan merk lain User mereject tanpa karena alasan brand.
5. Terbatasnya working capital dan keterlambatan pembayaran
invoice

Dari masalah-masalah tersebut, dapat diurutkan penyebab dan dan dampak pada
keterlambatan proyek adalah sebagai berikut :
1.
Sumber Daya yang terbatas dan tidak berpengalaman
2.
Metode Kerja yang konvensional dan peralatan scaffolding
yang terbatas
3.
Sistem Informasi & manajemen proyek yang buruk
4.
Cash Flow yang bermasalah dan berakibat pada delivery
material
5.
Manajemen persedian yang buruk
Dari faktor-faktor tersebut diambil kesimpulan bahwa Sistem Informasi dan Manajemen
Proyek sangat krusial dalam keberhasilan proyek. Oleh karena itu PT ENERTA PRIMA
SOLUSINDO menempatkan perbaikan sistem Informasi dan Manajemen Proyek sebagai
bagian dari rencana strategis untuk menghindari kegagalan proyek pada masa yang akan
datang.
Selain itu terdapat keterkaitan perbaikan Sistem Informasi Manajemen dengan usaha
peningkatan daya saing perusahaan diantaranya adalah :
1. Sistem Informasi Manajemen Proyek dengan TENAKER > 100 orang harus
mengacu pada UU Republik Indonesia yakni Sistem Manajemen Kesehatan,
Keselamatan Kerja Lingkungan (SMKL) atau Contractor Safety Management
System (CSMS) atau Contractor Health Safety Enviromental Management
(CHSEM)
2. Sistem Informasi Manajemen Proyek harus adaptif untuk selanjutnya ditingkatkan
dan diintegrasikan dengan Sistem Manajemen seperti ISO 2001.
3. Sistem Informasi Manajemen Proyek harus mempunyai struktur data yang jelas
agar mudah untuk dikonversi menjadi software.
C. Batasan Masalah

Penelitian akan dibatasi sebagai berikut :


1.
Pembuatan SIM akan mengacu pada Sistem Manajemen
Kesehatan & Keselamatan Kerja (SMK3L= Permenaker No 5:1996)
2.
Penelitian akan dibatasi hanya pada pembuatan Sistem
Manajemen Proyek di PT Enerta Prima Solusindo diantaranya :
- Pemetaan Proses bisnis di PT ENERTA PRIMA SOLUSINDO
- Pembuatan Prosedur-prosedur pada manajemen proyek : Perencanaan,
Pelaksanaan, Pengendalian, Penutupan Proyek
- Pembuatan Alir Informasi dengan tools : Flow Chart
- Pembuatan Data Flow Diagram (DFD)
- Pembuatan IDEF
- Pembuatan Formulir-formulir
3.
Penelitian tidak membahas pembuatan software sebagai
luaran dari sistem Informasi.
D. Rumusan Masalah
Masalah yang diambil dalam pembuatan Tugas Akhir ini bagaimana merancang
Sistem Informasi Manajemen proyek konstruksi yang efektif & efisien di PT Enerta Prima
Solusindo.
E. Manfaat Penelitian
1.
Mengimplementasikan ilmu yang telah didapat di bangku
kuliah.
2.
Sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Strata 1.
3.
Standarisasi sistem Informasi Manajemen Poyek PT. Enerta
Prima Solusindo untuk proyek selanjutnya.
4.
Peningkatan & Perbaikan berkelanjutan sistem Manajemen
PT ENERTA PRIMA SOLUSINDO.
5.
Meningkatkan efisiensi dan efektifitas pengelolaan Proyek
oleh PT ENERTA PRIMA SOLUSINDO.
6.
Peningkatan daya saing PT ENERTA PRIMA SOLUSINDO.
F. Tujuan Penelitian
1.
Tujuan Tugas Akhir ini untuk merancang Sistem Informasi
Manajemen proyek konstruksi yang efektif & efisien di PT Enerta Prima Solusindo
yang tahap selanjutnya dapat dikembangkan sebagai software.
2.
Tujuan Tugas Akhir ini untuk merancang Sistem Informasi
Manajemen proyek konstruksi yang efektif & efisien di PT Enerta Prima Solusindo
yang tahap selanjutnya untuk proses sertifikasi ISO dan Sertifikasi Sistem Manajemen
Kesehatan & Keselamatan Kerja Lingkungan ( SMK3L)

G. Kajian Teori

1.

Pengantar Manajemen
Manajemen adalah proses merencana, mengorganisasi,
mengarah-kan, mengoordinasikan serta mengawasi kegiatan mencapai secara efisien
dan efektif tujuan organisasi.
Proses manajemen dilakukan oleh manajemen bawah,
menengah dan puncak.
Manajemen dalam pengertian orang menjalankan peranan
melakukan hubungan pribadi, pemberi informasi dan pengambil keputusan.
Manajemen harus berketerampilan konseptual, manusiawi,
dan teknis.

2.

Sistem Manajemen Kesehatan & Keselematan Kerja


Lingkungan

Pengertian (Definisi) Sistem Manajemen K3 (Keselamatan


dan Kesehatan Kerja) secara umum merujuk pada 2 (dua) sumber, yaitu Permenaker
No 5 Tahun 1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan
pada Standar OHSAS 18001:2007 Occupational Health and Safety Management
Systems.

Pengertian (Definisi) Sistem Manajemen K3 (Keselamatan


dan Kesehatan Kerja) menurut Permenaker No 5 Tahun 1996 tentang Sistem
Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja ialah bagian dari sistem secara
keseluruhan yang meliputi struktur organisasi, perencanaan, tanggung-jawab,
pelaksanaan, prosedur, proses dan sumber daya yang dibutuhkan bagi
pengembangan, penerapan, pencapaian, pengajian dan pemeliharaan kebijakan
Keselamatan dan Kesehatan Kerja dalam rangka pengendalian resiko yang
berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman, efisien
dan produktif.
OHSAS 18001:2007
4. Elemen Sistem
Manajemen Keselamatan dan
Kesehatan Kerja
4.1.Persyaratan Umum
4.2.Kebijakan K3
4.3.Perencanaan
4.3.1. Identifikasi Bahaya,
Penialaian Resiko dan
Pengendalian Resiko
4.3.2. Peraturan
Perundangan dan
Persyaratan Lainnya
4.3.3. Tujuan dan ProgramProgram K3
4.4.Penerapan dan Operasi
4.4.1. Sumber Daya, Peran,
Tanggung-Jawab, Fungsi dan

ILO-OSH:2001
Sistem Manajemen
Keselamatan dan
Kesehatan Kerja di Dalam
Organisasi
Kebijakan
3.1. Kebijakan K3
3.2. Partisipasi Tenaga
Kerja
Pengorganisasian
3.3. Tanggung-Jawab dan
Fungsi
3.4. Kompetensi dan
Pelatihan
3.5. Dokumentasi Sistem
Manajemen Keselamatan
dan Kesehatan Kerja
3.6. Komunikasi

Permenaker No 5:1996
Panduan Penerapan Sistem
Manajemen Keselamatan dan
Kesehatan Kerja
1. Komitmen dan Kebijakan
1.1. Kepemimpinan dan
Komitmen
1.2. Tinjauan Awal K3
1.3. Kebijakan K3
2. Perencanaan
2.1. Perencanaan Identifikasi
Bahaya, Penilaian dan
Pengendalian Resiko
2.2. Peraturan Perundangan
dan Persyaratan Lainnya
2.3. Tujuan dan Sasaran
2.4. Indikator Kinerja
2.5. Perencanaan Awal dan

Wewenang
4.4.2. Kompetensi, Pelatihan
dan Pengetahuan
4.4.3. Komunikasi, Partisipasi
dan Konsultasi
4.4.4. Dokumentasi
4.4.5. Pengendalian
Dokumen
4.4.6. Pengendalian Operasi
4.4.7. Persiapan Tanggap
Darurat
4.5. Pemeriksaan
4.5.1. Pengukuran dan
Pemantauan Kinerja
4.5.2. Evaluasi
Penyimpangan
4.5.3. Investigasi Insiden,
Tindakan Perbaikan dan
Tindakan Pencegahan
4.5.3.1. Investigasi Insiden
4.5.3.1. Ketidaksesuaian,
Tindakan Perbaikan dan
Tindakan Pencegahan
4.5.4. Pengendalian Catatan
4.5.5. Audit Internal
4.6. Tinjauan Manajemen

Perencanaan dan
Implementasi
3.7. Tinjauan Awal
3.8. Perencanaan,
Pengembangan dan
Penerapan Sistem
3.9. Tujuan K3
3.10. Pencegahan Bahaya
3.10.1. Pencegahan dan
Pengukuran Pengendalian
3.10.2. Manajemen
Perubahan
3.10.3. Pencegahan dan
Persiapan Tanggap
Darurat
3.10.4. Pembelian
3.10.5. Kontrak
Evaluasi
3.11. Pemantauan dan
Pengukuran Kinerja
3.12. Investigasi
Kecelakaan Kerja dan
Penyakit Kerja dan
Dampaknya terhadap
Kinerja K3
3.13. Audit
3.14. Tinjauan Manajemen
Tindakan Peningkatan
3.15. Tindakan
Pencegahan dan
Perbaikan
3.16. Peningkatan
Berkelanjutan

Perencanaan Kegiatan yang


Sedang Berlangsung
3. Penerapan
3.1. Jaminan Kemampuan
3.1.1. Sumber Daya Manusia,
Sarana dan Dana
3.1.2. Integrasi
3.1.3. Tanggung-Jawab dan
Tanggung-Gugat
3.1.4. Konsultasi, Motivasi dan
Kesadaran
3.1.5. Pelatihan dan
Kompetensi Kerja
3.2. Kegiatan Pendukung
3.2.1. Komunikasi
3.2.2. Pelaporan
3.2.3. Pendokumentasian
3.2.4. Pengendalian Dokumen
3.2.5. Pencatatan dan
Manajemen Informasi
3.3. Identifikasi Sumber
Bahaya, Penilaian dan
Pengendalian Resiko
3.3.1. Identifikasi Bahaya
3.3.2. Penilaian Resiko
3.3.3. Tindakan Pengendalian
3.3.4. Perancangan dan
Rekayasa
3.3.5. Pengendalian
Administratif
3.3.6. Tinjauan Ulang Kontrak
3.3.7. Pembelian
3.3.8. Prosedur Menghadapi
Keadaan Darurat atau Bencana
3.3.9. Prosedur Menghadapi
Insiden
3.3.10. Prosedur Rencana
Pemulihan Keadaan Darurat
4. Pengukuran dan Evaluasi
4.1. Inspeksi dan Pengujian
4.2. Audit Sistem Manajemen
K3
4.3. Tindakan Perbaikan dan
Pencegahan
5. Tinjauan Ulang dan
Peningkatan Oleh Pihak
Manajemen

3.

Sistem Informasi Manajemen


Sistem informasi manajemen (SIM) (bahasa Inggris: management information
system, MIS) adalah sistem perencanaan bagian dari pengendalian internal suatu bisnis
yang meliputi pemanfaatan manusia, dokumen, teknologi, dan prosedur oleh akuntansi
manajemen untuk memecahkan masalah bisnis seperti biaya produk, layanan, atau suatu
strategi bisnis. Sistem informasi manajemen dibedakan dengan sistem informasi biasa
karena SIM digunakan untuk menganalisis sistem informasi lain yang diterapkan pada
aktivitas operasional organisasi. Secara akademis, istilah ini umumnya digunakan untuk
merujuk pada kelompok metode manajemen informasi yang bertalian dengan otomasi atau
dukungan terhadap pengambilan keputusan manusia, misalnya sistem pendukung
keputusan, sistem pakar, dan sistem informasi eksekutif.
SIM merupakan kumpulan dari sistem informasi:

Sistem informasi akuntansi (accounting information systems), menyediakan


informasi dan transaksi keuangan.

Sistem informasi akademik (academic information systems), menyediakan


informasi tentang proses pendidikan yang sedang berjalan di suatu
akademi/sekolah/perguruan.

Sistem informasi pemasaran (marketing information systems), menyediakan


informasi untuk penjualan, promosi penjualan, kegiatan-kegiatan pemasaran,
kegiatan-kegiatan penelitian pasar dan lain sebagainya yang berhubungan dengan
pemasaran.

Sistem informasi manajemen persediaan (inventory management information


systems).

Sistem informasi personalia (personal information systems).

Sistem informasi distribusi (distribution information systems).

Sistem informasi pembelian (purchasing information systems).

Sistem informasi kekayaan (treasury information systems).

Sistem informasi analisis kredit (credit analysis information systems).

Sistem informasi penelitian dan pengembangan (research and development


information systems).

Sistem informasi analisis software

Sistem informasi teknik (engineering information systems).

Sistem informasi Rumah Sakit (Hospital information system


4.
Manajemen Proyek

Manajemen Proyek adalah merencanakan (planning), mengorganisasikan


(organizing), memimpin (leading), dan mengendalikan (controlling) sumber daya
perusahaan untuk melaksanakan suatu kegiatan jangka pendek dengan sasaran
yang telah ditentukan secara spesifik. (H. KERZNER, 1982)
Manajemen proyek menggunakan pendekatan vertikal dan horisontal.
Manajemen Proyek adalah pengelolaan suatu pekerjaan khusus melalui proses
perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan untuk mencapai
target tertentu dengan dana dan waktu yag terbatas. Suatu proyek mempunyai awal
dan akhir yang jelas
Manajemen proyek meliputi pengaturan setiap detil dari suatu proyek, teredapat 3
fase utama :
Management Decision : Menentukan apa proyek tersebut

Perencanaan Proyek
pelaksanaan proyek
Pengendalian proyek
Siklus Proyek

: Pelaksanaan sebenarnya

SUMBER DAYA

: Bagaimana melaksanakan proyek/rancangan

N
TUHA
KEBU

D
BER
SUM

AYA

WAKTU

TAHAP I
KONSEPSIONAL

TAHAP II
DEFENISI PROYEK

Sasaran
Lingkup
Keperluan
Kelayakan

Rencana
Anggaran
Jadwal
Tender dokumen
Komitmen manajemen

TAHAP III
PENYUSUNAN
ORGANISASI
Struktur orgnisasi
Pembentukan tim
Tanggung jawab/
wewenang
Rencana pelaksanaan
terinci

TAHAP IV
PELAKSANAAN
PROYEK
Pengelolaan
Pengendalian
Merencanakan kembali
Pemecahan masalah

TAHAP V
PENUTUP
Penyusunan dokumen
Demobilisasi/
penugasan kembali
Pembubaran organisasi
Penutupan proyek

Karakteristik Proyek Dibandingkan Keg. Operasional


KEGIATAN PROYEK
KEGIATAN OPERASIONAL

Bersifat Dinamis

Bersifat Rutin

Berlangsung dalam kurun

Berlangsung
terus-menerus
waktu terbatas (siklus proyek
dalam jangka panjang
relatif pendek)

Intensitas
kegiatan
relatif

Dalam kurun waktu tersebut


sama / mendatar
intensitas kegiatan berubah-ubah

Batasan tidak setajam seperti


naik turun
proyek, diatur dalam anggaran

Kegiatan harus diselesaikan


tahunan
dengan anggaran dan jadwal yang

Tidak terlalu banyak macam


telah ditentukan
kegiatan

Terdiri dari bermacam-macam


Karena sudah rutin terjadi
kegiatan
yang
memerlukan
berulang-ulang, maka relatif
berbagai disiplin ilmu
mudah menyusun anggaran dan

Pada tahap awal, karena


jadwal kegiatan
banyak faktor yang belum
menentu,
sulit
mengadakan
prakiraan berapa biaya dan waktu
yang sesungguhnya diperlukan
untuk penyelesaian proyek

H. Metodologi Penelitian
Tahap penelitian merupakan sebuah kerangka penelitian yang memuat langkahlangkah yang akan ditempuh untuk memecahkan masalah. Diataranya adalah :
1.
Identfikasi Masalah
Pada tahapan ini identifkasi masalah yang dihadapi perusahaan dalam mengelola
proyek yakni tidak adanya sistem Informasi Manajemen Proyek yang berorientasi
pada Sistem Manajemen Kesehatan & Keselamatan Kerja
2.
Perumusan Masalah & Tujuan Penelitian
Dari identifikasi masalah dirumuskan masalah yang akan dipecahkan yakni tidak
adanya sistem Informasi Manajemen Proyek, sehingga dirumuskanlah tujuan
sebagai berikut :

Memetakan proses bisnis yang ada


dan sistem informasi manajemen yang saat ini digunakan

Mengidentifikasi jenis/karakteristik
proyek yang dikelola oleh PT ENERTA PRIMA SOLUSINDO.

Memetakan elemen-elemen dan


panduan sistem Informasi Manajemen Proyek berbasis pada Sistem
Manajemen Kesehatan & Keselamatan Kerja Lingkungan.

Merancang Alir Informasi dengan


tools Flow Chart, IDEF dan DFD

Merancang Prosedur, Formulir.


3.
Studi Pustaka
Pada tahap ini dilakukan studi pustakan untuk mengembangkan konsep dan
metode yang berhubungan dengan masalah dan tujuan penelitian.
4.
Pengumpulan Data
Pada tahap ini dilakukan pengumpulan data sebagai berikut :
a.
Profil perusahaan
b.
Organisasi Perusahaan
c.
Proses Bisnis yang sudah dijalankan
d.
Sistem Informasi Manajemen secara umum yang
tersedia di Perusahaan
e.
Sistem Informasi Manajemen Proyek (Existing)
f.
Elemen-elemen Prosedur, mekanisme, dan tools
pada pengelolaan proyek berbasis sistem Manajemen Keselamatan &
Kesehatan Kerja Lingkungan.
g.
Case Study : Proyek Insulation TRUBA T5097
h.
Case Study : Provision Scaffolding RSCF001
5.
Pengolahan Data
Pada tahap ini dilakukan pengolahan data sebagai berikut :
a.
Analisis interaksi yang terjadi di PT Enerta Prima
Solusindo dan mengidenifikasi elemen-elemen keputusan yang diperlukan.
b.
Analisis Perbandingan elemen-elemen keputusan
yang diperlukan dibandingkan dengan standar elemen Sistem Manejemen
Kesehatan & Keselamatan Kerja Lingkungan

c.

Perancangan sistem Informasi dengan tools flow


Chart & DFD :
Level 1 : Manajemen Proyek Secara Umum
Level 1.1 : Project Planning
Level 1.2 : Material Take Off
Level 1.2 : Mobilisasi & Demobilisasi
Level 1.3 : Pelaksaanaan Proyek
Level 1.4: Penggunaa Sub Kontraktor
Level 1.5: Penanganan produk tidak sesuai
Level 1.6: Inspeksi
Level 1.7: Prosedur Tambah Kurang Pekerjaan
Level 1.8: Serah terima Proyek
Level 1.9: Pemeliharaan Proyek
Level 1.10: Penutupan Proyek
d.
Merancang Standar Operasional Prosedur
e.
Merancang Formulir formulir
f.
Merancang Rencana Implementasi di PT ENERTA
PRIMA SOLUSINDO
6.

I.

Jadwal penelitian

Kesimpulan & Saran

J. DAFTAR PUSTAKA
Bin Ladjamudin, Al-Bahra. 2005. Aplikasi & Desain Sistem Informasi Manajemen.
Jakarta. Graha Ilmu.
Lela Ellita, Phd, dkk. 2005.Sistem Informasi Manajemen-Konsep & Praktis, Jakarta.
Alphabeta.
Dipohusodo , Istimawan, 2004. Manajemen Proyek & Konstruksi Jilid 1. Kanisius,
Yogyakarta
Sultan Syah, Mahendra .2004. Manajemen Proyek.Gramedia.Jakarta
Ir. Abdul Kadir, dkk. 2011. Panduan Menyusun Laporan Tugas Akhir, Skripsi, dan Tesis
Menggunakan Microsoft Word.Media kom.Jakarta
Toto, Asep. Modul Manajemen Proyek FT TEKNIK Industri.Universitas Pasundan
http://sistemmanajemenkeselamatankerja.blogspot.com/2013/10/pengertian-dan-elemensistem-manajemen.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi_manajemen