Anda di halaman 1dari 5

RANGKUMAN SEJARAH KERAJAAN ISLAM

KELAS VII
SEMESTER II

I.KERAJAAN SAMUDRA PASAI

Apa kerajaan samudra pasai itu? Samudra Pasai adalah kerajaan Bercorak Islam I di Indonesia
Dimana letaknya? Samudra Pasai terletak di pantai utara Aceh, tepatnya di muara Sungai Pasangan
Bagaimana sejarahnya? Samudra Pasai adalah penggabungan dua kota , yaitu kota Samudra dan kota
Pasai
Siapa pemimpin pertamanya ? Meurah Silau dengan gelar Sultan Malik al saleh pusat
pemerintahannya berada di Pasai , karena terletak di dekat Pantai sehingga lebih
strategis dibanding di Kota Samudra
Siapakah Raja setelah Sultan malik al Saleh? Malik al Zhahir yang kemudian digantikan oleh
Putranya. (Malik al Mahmud dan Malik al Mansyur)
Bagaimana perkembangan Samudra Pasai ? Samudra Pasai berhubungan dengan Kesultanan
Delhi(India) yang menyebabkan rasa tidak senang bagi majapahit , karena
Majapahit takut apabila nantinya Samudra Pasai lebih maju dibandingkan
Majapahit.
Hal yang menyebabkan kemunduran Majapahit: - Serangan majapahit tahun 1350
-banyak para pedagang yang beralih dagang dari
samudra pasai ke Aceh dan Bintan
Akibat : Samudra pasai menjadi Lemah dan dengan mudah dapat dikuasai aceh

II. KERAJAAN ACEH


a. Masa Pertumbuhan aceh
Abad ke 16 dan 17 aceh menjadi pangkalan dagang utama di Asia Tenggara
Aceh terletak di ujung utara Pulau Sumatra , perkembangan Aceh menjdi baik setelah jatuhnya
Malaka dan Pasai jatuh ke Portugis
Faktor yang menyebabkan aceh berkembang dengan pesat adalh sebagai berikut:
1. Letak Ibu kota kerajaan aceh Strategis berada di pintu gerbang pelayaran
2. Akibat jatuhnya malaka ke tangan portugis yang menyebabkan para pedagang Islam banyak
yang singgah di Aceh.
3. Pelabuhan Aceh mempunyai persyaratan yang baik untuk pedagang dari luar.
4. Daerah Aceh kaya akan lada sebagi mata dagangan yang penting .

b. Masa Kejayaan aceh di bawah pemerintahan Sultan Iskandar Muda (1607-1636)


- Aceh terdesak oleh kerajaan Johor
- Perdagangan dan pelayaran di Aceh berkembang pesat
- Aceh berusaha menguasai daerah-daerah yang dikuasai oleh Portugis dan daerah di Pantai barat
Sumatra dikuasai aceh
- Aceh mengalami puncak kejayaan.
- Aceh dapat menembus perdagangan Portugis mulai dari Selat Malaka sampai Teluk Persia

- Aceh berhasil membendung Ekspansi bangsa Eropa


- Sistem pemerintahan yang digunakan Oleh Sultan Iskandar Muda adalah pemerintahan sipil
berdasarkan Agama
- Hukum adat yang digunakan adalah adat Makuto Alam , di aceh seseorang bisa menjadi Raja
apabila memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan dalam hukum adat dan hukum Islam.
- Aceh banyak memunculkan ahli-ahli Tasawuf ( Hamsyah fansyuri)
c. Aceh di bawah Sultan Iskandar Thani (1636-1641)
- Pemerintahannya sangat lemah
- Daerah yang jauh dari pengawasannya semakin menjauh dan melepaskan diri
- Melahirkan ahli tasawuf ( Nurrudin ar Raniri)
d. Aceh di bawah pimpinan Syafiatuddin Syah.
e. Masa keruntuhan Aceh:
- Tidak ada pengganti yang cocok setelah Sultan Iskandar Muda
- Aceh kalah melawan Portugis di Malaka th 1629 menyebabkan korban jiwa dan harta benda.
- Adanya persaingan antara ulama dan pejabat
- Terjadinya permusuhan yang besar antara 2 tasawuf terkenal
- Perekonomian melebah karena desakan Erpoa dan bangsa Eropa
- Banyak daerah yang melepaskan diri

III. KERAJAAN DEMAK


Kerajaan Demak adalah bagian dari kerajaan Majapahit, raja yang memerintah kerajaan Demak
adalah:
a. Raden Patah
Adalah keturunan dari Brawijaya V dengan Putri dari Cina, Kerajaan Demaka adalah kerajaan
kerajaan bercorak Islam di Jawa, dia dinobatkan dengan gelar Senapati Jimbung
Ngabdulrrahman panembahan Pelembang. Demak adalah kerajaan Agraris dengan hasil komoditi
berasnya. Demak menjadi pelabuhan dan pelabuhan Jepara sebagai pelabuhan penting yang
menyebabkan Demak menjadi Kerajaan Besar
Faktor-faktor pendukung kebesaran Demak:
-Jatuhnya Majapahit tahun 1478
-Demak didukung oleh kota-kota perdagangan di sepanjang pantura
-Kota pantura menguasai jalur perdagangan.
-Jatuhnya bandar Malaka ke tangan Portugis tahun 1511
-Pemerintahan di Demak didukung oleh Para Wali

b. Pati Unus (1518-1521)


-Mendapat gelar Pangeran Sabrang Lor
-terjadi permusuhan antara Demak dan portugis yang menyebabkan para pedagang lain tidak mau
berdagang di Malaka
c. Sultan Trenggana (1521-1546)

-Berhasil membendung ekspansi portugis ke wilayah Indonesia bagian barat


-berkat usaha faletehan kerajaan demak berhasil tumbuh sebagai pusat perdagangan dan pelayaran
baru sebagai tandingan bandar Malaka
-berhasil menyatukan kota-kota di Pantura
-Agama Islam mulai masuk dan berkembang di daerah pedalaman
d. Keruntuhan kerajaan Demak
- Terjadinya perebutan tahta kerajaan antara Arya Penangsang dan Pangeran Sekar seda Lepen)
- Situasi politik di demak semakin Kacau
Faktor penyebab keruntuhan Kerajaan demak:
a. Berpindahnya pusat pemerintahan dari demak ke Pajang sehingga memunculkan kerajaan Agraris
b. Di Indonesia tidak ada lagi kerajaan maritim
c. Terjadi perebutan tahta kerajaan setelah wafatnya Sultan Trenggana
d. Kekacauan di demak sehingga banyak bangsawan demak yang pindah ke Jepara
e. Kelemahan sistem pemerintahan yang diterapkan oleh kerajaan Demak.
f. Banyak wilayah taklukan Demak melepaskan diri.
e.Akhir Kerajaan Demak
Setelah terjadi kekacauan di Demak menyebabkan banyak bangsawan yang ke Jepara, dipimpin
Ratu Kalinyamat ingin membalas dendam Aria Penangsang atas kematian Suami dan saudaranya,
dengan bantuan Hadiwijaya pembalasan dapat dilakukan yang menyebabkan berakhirlah kerajaan
Demak dan berdirilah Kerajaan Pajang (1568
IV. KERAJAAN PAJANG

Setelah Aria Penangsang Hadiwijaya memindahkan Pusat Kerajaan Demak ke Pajang, dia
dibantu oleh Ki Ageng Pemanahan dan Sutawijaya, dia menghadiahkan daerah Mataram dan
mengangkat Ki Ageng Pemanahan menjadi Bupati dan setelah meninggal digantikan oleh
Sutawijaya.demak diserahkan kepada Aria Pangiri sebagai Adipati di bawah kerajaan Pajang., Sutawijaya
menjadi Bupati Mataram.Setelah Sutawijaya mangkat digantikan Putranya pangeran Benawa.. Aria
Pangiri sebagai Bupati demak berusaha merebut kekuasaan dari Aria Pangiri tetapi dia tidak disukai
rakyat, pangeran Benawa meminta bantuan kepada Sutawijaya untuk menyerang Aria Pangiri dan misi ini
berhasil. Tahta pajang diserahkan kepada Sutawijaya, dan olehnya dipindahkan ke Mataram tahun 1586,
dan berdirilah kerajaan Mataram Islam yang bercorak Islam.
V. KERAJAAN MATARAM ISLAM
Kerajaan Mataram adalah kerajaan mataram Hindhu dan mataram Islam, yang memerintah
Kerajaan mataram Islam Adalah:
a. Sutawijaya (1586-1601)
Pendiri kerajaan Mataram Islam dan bergelar Panembahan Senopati Ing Alaga Sayidin Panatagama.
Wilayahnya terletak di mataram Hindhu.Para Bupati yang di pesisir Jawa yaitu Demak dan pajang
memberontak dan ingin lepas dari Mataram Islam.dimulai dengan timbulnya perselisihan dengan Bupati
surabaya dan hampir berperang , yang akhirnya nanti bupati Surabaya mengakui kesalahannya. Tahun
1595, Cirebon dan Galuh di Jawa Barat dapat ditundukkan mataram , pada akhir pemerintahannya
Matram telah berhasil meletakkan landasan kekuasaanya , tahun 1601 panembahan Senapati Mangkat dan
dimakamkan di Kotagede yogyakarta.
b. Mas Jolang (1601-1613)
Bergelar Sultan Hanyokrowati pada saat memerintah banyak sekali Bupati pesisir yang memberontak.
Dia gugur di daerah Krapyak tahun 1613 dan mendapat sebutan pangeran Seda krapyak., pada masa
pemerintahnnya tidak dap meluaskan daerah karena disibukkan oleh pemberontak.
c. Sultan Agung Hanyakrakusuma(1613-1645)

Nama kecilnya Mas Rangsang , dan bergelar Sultan Agung senapati ing Alaga Ngabdurrachman
Kalifatullah atau Sultan Agung Hanyakrakusuma, dan raja pertama kali yang menggunakan gelar
Sultan. Sebagai lambang keberanian dan kebesaran jiwa dalam menghadapi rintangan dan untuk
melanjutkan cita-cita Penembahan Senapati.
Rintangan yang harus dihadapi:
1. Para bupati di pesisir tidak mau tunduk kepada Mataram Islam
2. Kerajaan Cirebon dan Banten tidak bersedia tunduk pada Mataram
3. Kekuatan VOC di Batavia
Dua Periode masa pemerintahan Sultan Agung
a. Periode penyatuan Negara(1613-1629)
Adalah masa peperangan untuk mewujudkan cita-cita menyatukan Pulau jawa.
Sultan agung berusaha membatasi pemberontakan yang dilakukan oleh Bupati di daerah
pesisir.Pada tahun 1628 dan 1629 Sultan agung , Mataram Islam menyerang Belanda di
Batavia namun penyerangannya gagal.
b. Periode pembangunan negara(1630-1645)
Adalah usaha Mataram Islam untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Usaha yang
dilakukan adalah:
1. Mataram Islam menjadikan dirinya menjadi Negara agraris dengan komoditas utamanya
beras.
2. Masyarakatnya bersifat Feodal
3. Timbulnya kebudayaan Kejawen contohnya perayaan maulud.
4. Memajukan Kesusastraan Jawa.
Tahun 1645 Sultan Agung wafat dan dimakamkan di Imogiri yang sampaia sekarang
digunakan sebagai makan keturunan raja-raja Surakarta dan Yogyakarta. Dan sepeninggal
Sultan Agung Mataram Islam mengalami kemunduran.

VI KERAJAAN CIREBON
Kerajaan Cirebon didirikan oleh Fatahillah atau Faletehan, Kerajaan Cirebon menjalin hubungan
baik dengan Kerajaan Mataram Islam, Fatahillah memerintah tidak lama karena beliau a menekuni
keagamaan, tahta diserahkan kepada cucunya Panembahan Ratu, fatahillah menyepi ke Gunung jati
tahun 1570 fatahillah meninggal di desa Gunung Jati , maka Fatahillah mendapat gelar Sunan Gunung
Jati. Cirebon akhirnya terbagi dua Kasepuhan dan Kanoman, tidak berkembang sebagai pusat
pemerintahan tetapi sebagai pusat budaya kerajaan Islam.

VII KERAJAAN BANTEN


Kerajaan Banten muncul sebagai negara merdeka setelah melepaskan diri dari Demak, Raja
pertamanya adalah Sultan Hassanudin (1511-1570)
Faktor yang menyebabkan Perkembangan Kerajaan Banten :
1. Banten mempunyai pelabuhan yang terlindungi Pulau panjang.
2. Kedudukan Banten di tepi Selat Sunda yang sangat strategis
3. Jatuhnya Malaka ke tangan Portugis
4. Banten memiliki Lada sebagai bahan Ekspor penting.
Tahun 1570 Sultan Hassanudin meninggal tahta digantikan Putranya Panembahan Yusuf, tahun
1579 dapat menaklukkan kerajaan Pajajaran, yang mempunyai dua arti :

1. Banten memerlukan daerah pedalaman untuk penghasil bahan makanan.


2. Islam dapat berkembang sampai daerah pedalaman Jawa Barat.
Tahun 1580 Panembahan Yusuf Meninggal tahta digantikan oleh anaknya Maulanan Muhammad,
setelah Maulana Muhammad tahta digantikan anaknya yang masih anak-anak yaitu abdul Mufakir, dia di
dampingi oleh Pangeran Ranamenggala yang menyebabkan banten Berkembang Pesat,tahun 1624 Banten
mengalami kemunduran . tahta digantikan oleh Sultan Ageng Tirtayasa, pada pemerintahan ini sering
terjadi perang saudara, yang mengakibatkan banten di bawah komando VOC.