Anda di halaman 1dari 5

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sistem tenaga tenaga listrik yang paling dekat dengan konsumen atau
pelanggan adalah sistem distribusi. Secara umum jaringan pada sistem
distribusi ini lebih panjang dibandingkan dengan jaringan pada sistem
transmisi, selain itu jumlah gangguan pada sistem distribusi juga cenderung
lebih banyak dibandingkan dengan sistem transmisi. Sistem distribusi tenaga
listrik merupakan suatu sistem penyalur energi listrik dari saluran transmisi
melalui gardu Induk 150 kVA kemudian didistribusikan melalui Tegangan
Menengah 20 kV selanjutnya tegangan diturunkan pada transformator
distribusi 220 V/ 380 V untuk disalurkan ke rumah-rumah pelanggan. Dalam
proses penyaluran energi yang panjang tersebut tentu akan banyak
kemungkinan terjadinya gangguan, salah satu penyebabnya adalah gesekan
dahan atau ranting pohon dengan jaringan tegangan menengah.
Permasalahan itu lah yang sering terjadi pada PT. PLN (Persero)
Rayon Semarang Tengah yang sebagian besar gangguan pada saluran udara
tegangan menengah ini terjadi dikarenakan oleh gesekan ranting-ranting
pohon apalagi melihat saluran pada jaringan tegangan menengah di daerah
Rayon Semarang Tengah ini terletak di kawasan perkotaan yang memiliki
bangunan-bangunan tinggi dan pohon-pohon yang tingginya melebihi tiang
saluran udara tegangan menengah.
Melihat begitu pentingnya kelangsungan penyaluran tenaga listrik
demi ketersediaan listrik di kawasan kota yang padat dengan aktivitas, untuk
itu PLN melakukan pemeliharaan jaringan secara rutin. Perawatan dan
pemeliharaan jaringan yang dijadikan judul oleh penulis yaitu Pemeliharaan
Kawat Penghantar dengan Penggantian Kabel (Rekonduktor) AAAC
Menjadi AAAC-S Pada Jaringan 20 kV Area Semarang-Rayon Semarang
Tengah karena kondisi jaringan tegangan menengah di daerah Semarang

Tengah ini masih banyak yang menggunakan konduktor telanjang (bare


conductor).
1.2 Ruang Lingkup
Untuk menjaga agar topik yang dibahas dalam penulisan ini tidak
meluas dari pokok permasalahan, penulis membatasi pembahasan dengan
hanya memilih bidang garapan pemeliharaan distribusi jaringan SUTM
mengenai penggantian konduktor (rekonduktor) AAAC menjadi AAAC-S
pada jaringan 20 kV Area Semarang-Rayon Semarang Tengah.
Sesuai dengan jadwal ini, maka ruang lingkup penulisan laporan hanya
meliputi kegiatan selama penulis melakukan kerja praktek di PT. PLN
(Persero) Rayon Semarang Tengah. Selain itu penulis tidak membahas topik
yang tidak tertulis di laporan ini.

1.3 Maksud dan Tujuan


Tujuan dari pelaksanaan praktikum kerja lapangan ini adalah sebagai
berikut:
1. Mengetahui maksud diadakannya kegiatan pemeliharaan sistem jaringan
distribusi.
2. Dapat menjelaskan jenis-jenis pemeliharaan yang dilakukan pada jaringan
Tegangan Menengah 20 kV.
3. Dapat menjelaskan faktor utama yang mempengaruhi penggantian
penghantar pada JTM (Jaringan Tegangan Menengah) 20 kV Area
Semarang-Rayon Semarang Tengah.
4. Dapat mengetahui peralatan apa saja yang digunakan dalam kegiatan
rekonduktor (penggantian konduktor) di PT. PLN (Persero) Rayon
Semarang Tengah.

1.4

Waktu dan Lokasi Kerja Praktek


Pelaksanaan Praktikum Kerja Lapangan (PKL) dilaksanakan di PT.
PLN (Persero) Area Semarang- Rayon Semarang Tengah , Jl. Pemuda No. 93

Semarang, Jawa Tengah. Praktikum Kerja Lapangan dimulai dari tanggal 14


Juli 2014 sampai dengan 14 Agustus 2014. Adapun jadwal Praktikum Kerja
Lapangan (PKL) di PT. PLN (Persero) Rayon Semarang Tengah yaitu: hari
Senin sampai dengan hari Kamis pukul 07.30-15.30 WIB, dan hari Jumat
pukul 07.30-15.00 WIB. Kegiatan Praktikum Kerja Lapangan (PKL) secara
rinci terlampir.
1.5 Metode Pengumpulan Data
Dalam pembuatan laporan ini, metode pengumpulan data yang penulis
gunakan adalah sebagai berikut:
1. Metode Wawancara
Metode ini dilakukan dengan cara tanya jawab dan konsultasi
mengenai berbagai masalah yang dihadapi dalam penulisan laporan ini
dengan dosen pembimbing yang ditunjuk dan kepada para ahli unit operasi
distribusi di PT.PLN (Persero) Rayon Semarang Tengah.
2. Metode Studi Kepustakaan
Dalam metode ini, penulis membaca dan mempelajari teori yang
berkaitan dengan laporan Praktek Kerja Lapangan.
3. Metode Observasi
Metode ini dilakukan untuk mendapatkan data-data penunjang yang
dilakukan dengan cara pengamatan langsung pada obyek dan mencatat halhal yang diperlukan.
4. Metode Data Sekunder
Metode ini yaitu berupa pengambilan data dari media internet yang
berhubungan dengan pemeliharaan Jaringan Tegangan Menengah 20 Kv.

1.6 Sistematika Penulisan Laporan


Laporan kerja praktikum ini disusun sedemikian rupa sehingga
diharapkan dapat disajikan secara sistematis. Penyusunan laporan kerja
praktek ini terdiri dari lima bab, masing-masing bab diuraikan sebagai berikut:

BAB I : PENDAHULUAN
Bab ini berisi uraian mengenai latar belakang masalah, ruang
lingkup, maksud dan tujuan kerja praktek, waktu dan lokasi kerja
praktek, metode pengumpulan data dan sistematika penulisan
laporan.
BAB II : GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
Berisi tentang sejarah singkat terbentukanya PT. PLN (Persero),
makna lambang, organisasi PT. PLN (Persero) Rayon Semarang
Tengah, wilayah kerja PT. PLN (Persero) Rayon Semarang Tengah,
struktur oraganisasi PT. PLN (Persero) Rayon Semarang Tengah,
serta visi dan misi PT. PLN (Persero) Rayon Semarang Tengah.
BAB III: HASIL PELAKSANAAN PKL
Bab

ini

berisi

tentang

deskripsi

kegiatan

harian

selama

melaksanakan Praktikum Kerja Lapangan di PT. PLN (Perero)


Rayon Semarang Tengah.
BABIV:

SISTEM

DISTRIBUSI

TENAGA

LISTRIK

DAN

PEMELIHARAAN PENGHANTAR JARINGAN DISTRIBUSI


TEGANGAN MENENGAH 20 kV DI PT. PLN (PERSERO)
RAYON SEMARANG TENGAH
Membahas

mengenai

sistem

distribusi

tenaga

listrik

dan

pemeliharaan penghantar Jaringan Distribusi Tegangan Menangah


20 kV dengan penggantian konduktor (rekonduktor) AAAC
menjadi AAAC-S meliputi peralatan yang digunakan dan langkahlangkah yang dilakukan.
BAB V: PENUTUP

Berisi tentang kesimpulan yang dapat ditarik dari kerja praktek


yang telah dilaksanakan dan saran untuk PT. PLN (Persero) sebagai
tempat kerja praktek.