Anda di halaman 1dari 18

RESPONSI

KATARAK SENILIS IMATUR


OLEH:
Nila Mahardika Tiara Nindy
102011101034

PEMBIMBING:
dr. Iwan Dewanto Sp. M

IDENTITAS PASIEN
Nama
: Tn.M
Umur
: 54 tahun
Jenis kelamin
: Laki-laki
Suku
: Jawa
Agama
: Islam
Alamat
: Jalan Tamrin G6 Kepadang No 93
Status
: Menikah
Pekerjaan
: POLRI
No. RM
: 51137
Tanggal Pemeriksaan : 29 Desember 2015

ANAMNESA
Keluhan Utama:
Pandangan kedua mata kabur
Riwayat Penyakit Sekarang:
o ODS:
Pasien mengeluh pandangan kedua matanya kabur sejak 3 bulan yang lalu.
Penglihatan kabur dirasakan sudah mengganggu aktivitas sehari-hari. Jika
melihat sumber cahaya pasien merasa silau. Pasien mengaku ada yang
mengganjal di kedua matanya seperti ada pasir, kadang berair. Sebelum
pandangan kedua matanya kabur, pasien dulunya sering mengeluh
pandangannya sering terhalang seperti kabut putih. Pasien juga mengatakan
melihat bayangan hitam, mata pasien tidak merah, tidak nyeri, tidak cekotcekot, tidak bengkak. Saat pasien lihat lampu pasien tidak seperti melihat
pelangi, pasien juga tidak merasa melihat seperti dalam terowongan.

Riwayat Penyakit Dahulu:


Diabetes melitus (-), hipertensi (-), kacamata (-), trauma mata (-)
Riwayat Penyakit Keluarga:
Diabetes melitus (-), hipertensi (-), kacamata (-)
Riwayat Pengobatan:
ODS: (-)

PEMERIKSAAN FISIK
Status Generalis:
o Keadaan umum : Baik
o Kesadaran
: Compos mentis
o Tekanan darah : 150/100 mmHg
o Nadi : 84x/ menit
o RR : 20x/ menit
o Suhu axilla : 36. 5 C
Kepala Leher : a/i/c/d -/-/-/ Thorax :
o Cordis: S1S2 tunggal
o Pulmo : Vest +/+, Rh +/+, Wh +/+
Abdomen : Flat, bising usus (+) normal,
timpani, soepel

STATUS OFTALMOLOGI
OD

OS

VISUS

1/ 60

1/ 60

PALPEBRA

Edema (-)

Edema (-)

KONJUNGTIVA

Hiperemi (-)

Hiperemi (-)

SKLERA

Putih

Putih

KORNEA

Jernih

Jernih

BMD

Kesan dalam

Kesan dalam

PUPIL

Reguler, 3 mm, RC (+),


leukokorea (+)

Reguler, 3 mm, RC (+),


leukokorea (+)

IRIS

Warna coklat, radier

Warna colat, radier

LENSA

Keruh sebagian, iris shadow (+) Keruh sebagian, iris shadow (+)

TIO

14, 6 mmHg

14, 6 mmHg

PEMERIKSAAN TAMBAHAN
Pinhole:
OD: visus tidak membaik
OS: visus tidak membaik

OD

OS

Visus

1/ 60

1/ 60

Pupil

Reguler, 7 mm, RC
(+), leukokorea (+)

Reguler, 7 mm, RC
(+), leukokorea (+)

Lensa

Keruh sebagian

Keruh sebagian

Iris Shadow

(+)

(+)

STATUS OFTALMOLOGI
(Post Midriasil)

FOTO KLINIS
OD

OS

FOTO KLINIS (Post midriasil)

OD

OS

RESUME
o ODS:
Pasien mengeluh pandangan kedua matanya kabur sejak 3 bulan yang lalu.
Penglihatan kabur dirasakan sudah mengganggu aktivitas sehari-hari. Jika melihat
sumber cahaya pasien merasa silau. Pasien mengaku ada yang mengganjal di
kedua matanya seperti ada pasir, kadang berair. Sebelum pandangan kedua
matanya kabur, pasien dulunya sering mengeluh pandangannya sering terhalang
seperti kabut putih. Saat itu pasien lebih enak jika melihat pada malam hari. Pasien
juga mengatakan melihat bayangan hitam, mata pasien tidak merah, tidak nyeri,
tidak cekot-cekot, tidak bengkak. Saat pasien lihat lampu pasien tidak seperti
melihat pelangi, pasien juga tidak merasa melihat seperti dalam terowongan.

Status Oftalmologi:
Visus: OD 1/60, OS 1/60
Pupil: ODS reguler, 3 mm, RC (+), leukokorea +/+
Lensa: ODS keruh

DIAGNOSIS
ODS: Katarak senilis imatur

DIAGNOSIS BANDING
1. ODS Katarak senil matur
2. ODS Refleks Senil
3. ODS Katarak Komplikata
4. ODS Katarak karena penyebab lain
5. OD Katarak hipermatur
6. ODS retinopati hipertensi

TERAPI

OD ECCE + IOL

P.O.A DIAGNOSIS
Slitlamp ODS
o Melihat segmen anterior dan kekeruhan lensa sesuai dengan
penurunan visus.
o Evaluasi luas, tebal, dan lokasi kekeruhan lensa
Opthalmoskopi ODS
o Melihat dan menilai keaadaan fundus okuli
o Memeriksa red refleks (RR) menilai kejernihan sumbu
penglihatan+kelainan retina
USG OD
o Membuat diagnosis pada segmen polus posterior bola mata

P.O.A TERAPI
1. Slitlamp untuk mengetahui letak dan ketebalan lensa,
kekeruhan sebanding atau tidak dengan penurunan
visus.
2. Funduskopi untuk melihat ada tidaknya kelainan
segmen posterior. Jika terdapat kelainan atrofi dan
degenerasi lapisan luar retina maka dipantau fungsi
makula. Jika terdapat kelainan pembuluh darah retina,
maka perlu regulasi tekanan darah dan jika tidak bisa
ditemukan saat pre op maka dilakukan saat post op

P.O.A EDUKASI
Menjelaskan kepada pasien dan keluarga pasien:
Penglihatan kedua mata pasien kabur disebabkan adanya kekeruhan lensa
(katarak).
Pengobatan katarak satu-satunya adalah dengan operasi pengambilan lensa yang
keruh dan tanam lensa (IOL).
Bila setelah operasi masih terdapat keluhan kabur, bisa disebabkan adanya kelainan
pada segmen posterior mata.
Setelah operasi biasanya diperlukan bantuan kacamata untuk mengkoreksi tajam
penglihatan, karena lensa tanam tidak memiliki daya akomodasi seperti lensa
manusai.
Bila ditemukan penyakit lain diperlukan pengobatan lain maupun operasi yang
memerlukan biaya tambahan.
Setelh operasi selama 8 minggu pasien tidak boleh menunduk/ membungkuk,
mengangkat benda berat, dan mengejan berlebihan sewaktu BAB.
Mata tidak boleh terbentur atau tertekan setelah operasi.
Rutin kontrol dan mggunkan obat post op.
Operasi pada mata kiri dilakukan setelah lensa katarak benar-benar keruh (matur).

P.O.A REHABILITASI

Rehabilitasi psikis pasien dengan konsultasi intensif

ODS ad vitam : dubia ad bonam


ad functionam : dubia ad bonam
ad sanationam : dubia ad bonam

PROGNOSIS

TERIMAKASIH