Anda di halaman 1dari 51

LAPORAN KASUS

ILMU KESEHATAN ANAK


MENINGOENCHEPALITIS TB
Disusun oleh
Nila Mahardika Tiara Nindy
102011101034
Dokter Pembimbing:
dr. H. Ahmad Nuri, Sp.A
dr. Gebyar Tri Baskara, Sp.A
dr. Ramzy Syamlan, Sp.A
dr. Saraswati, Sp.A
dr. Lukman Oktadianto, Sp.A

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JEMBER


SMF/LAB ILMU KESEHATAN ANAK RSD Dr.
SOEBANDI JEMBER
2015

Identitas Pasien

Nama
: By. Fr
Umur
: 10 bulan
Jenis kelamin : Laki-laki
Alamat
: Sumber Jeding Seputih
Mayang 00/00 Seputih
Suku
: Jawa
Agama
: Islam
Tanggal MRS
: 12-03-2015
Tggl pemeriksaan : 13-03-2015
No RM
: 069880
2

Identitas Keluarga
IBU

AYAH

Nama Ayah : Tn. M


Umur : 30 tahun
Jenis kelamin: Laki-Laki
Alamat : Sumber
Jeding , Mayang
Suku
: Jawa
Agama : Islam
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Petani

Nama
: Ny. F
Umur
: 28 tahun
Jenis kelamin: perempuan
Alamat
: Sumber
Jeding,
Mayang
Suku
: Jawa
Agama
: Islam
Pendidikan
: SMA
Pekerjaam
: Ibu rumah
tangga

ANAMNESIS
Heteroanamnesis dilakukan kepada
ibu dan ayah pasien pada hari kedua
MRS di Ruang Kanak-Kanak RSD dr.
Soebandi Jember

Riwayat Penyakit
1. Keluhan Utama : Kejang
2. Riwayat Penyakit Sekarang
Ibu pasien mengatakan pasien mengalami kejang kurang lebih
selama 10 menit, setelah kejang pasien tidak sadar, dibawa ke
RS Kalisat, kemudian dari RS Kalisat pasien dirujuk ke
RS.Soebandi, ketika di ambulance pasien kejang lagi selama
5 menit , di IGD pasien kejang lagi,badan kaku selama 15
menit, setelah kejang tidak sadar, di IGD diberi stecolid IV.
RIWAYAT PENYAKIT :
H8 SMRS:
Ibu pasien juga mengatakan bahwa pasien mengalami batuk,
batuk grok-grok, dahak tidak bisa keluar ,selain itu pasien
juga pilek, muntah 1 x, muntah susu, badan sumer-sumer, dan
5
tidak kunjung turun panasnya.

H5 SMRS :
pasien dikeluhkan panas, badan gemetar lalu kejang,
tangan dan kaki kaku. Setelah kejang pasien sadar
menangis lalu menyusu, kejang terjadi selama 5
menit, setelah itu pasien kejang lagi, setelah kejang
pasien tidak sadar , mual (-), muntah (-), pasien dibawa
ke RS Bali, di RS Bali, pasien kejang lagi selama 5
menit, kejang seluruh tubuh, setelah kejang tidak
sadar.
H4 SMRS :
Di RS Bali dilakukan pemeriksaan CT-Scan kepala di
Bali dikatakan terdapat cairan di kepala, pasien masih
demam, BAK, BAB (+) normal

HMRS :
pasien pulang paksa dari RS Bali di perjalanan pasien
kejang seluruh tubuh selama 10 menit, setelah kejang
pasien tidak sadar, dibawa ke RS Kalisat, pasien
mengalami kejang kurang lebih selama 10 menit, setelah
kejang pasien tidak sadar, dibawa ke RS Kalisat,
kemudian dari RS Kalisat pasien dirujuk ke RS.Soebandi,
ketika di ambulance pasien kejang lagi selama 5 menit,
di IGD pasien kejang lagi,badan kaku selama 15 menit,
setelah kejang tidak sadar, di IGD diberi stecolid IV.
.

4/27/16

Saat kejang mata pasien melotot menghadap ke atas, mulut


tidak berbusa, kaki dan tangan pasien spastis, pasien tidak
merespon terhadap panggilan orang sekitar
Setelah kejang pasien sering tidak sadar
Menurut ibu pasien, pasien tampak apatis dan sebelumnya
badan sumer terus menerus, panas tidak turun-turun, selama
MRS di RSD.dr.Soebandi sehari-hari pasien mengalami penurunan
kesadaran, tampak mengantuk, pasien demam setiap hari dan
tidak turun-turun, kadang muntah, susah untuk minum susu, batuk
pilek dan sering kejang spastis , tangan dan kaki kaku, mata
melihat keatas, kejang dialami kurang lebih 1-2 menit berhenti
dan sering kambuh lagi, pasien juga mengalami penurunan berat
badan, buang air kecil dan buang air besar (+) normal
8

Perjalanan Penyakit
4-3/2015
(H8 SMRS)

1
Ibu pasien juga
mengatakan bahwa
pasien mengalami
batuk, batuk grokgrok, dahak tidak
bisa keluar ,selain
itu pasien juga
pilek, muntah 1 x,
muntah
susu,
badan
sumersumer, dan tidak
kunjung
turun
panasnya.

7-3/2015
(H 5MRS)

2
pasien dikeluhkan panas,
badan gemetar lalu
kejang, tangan dan kaki
kaku. Setelah kejang
pasien sadar menangis
lalu menyusu, kejang
terjadi selama 5
menit, setelah itu
pasien kejang lagi,
setelah kejang pasien
tidak sadar , mual (-),
muntah (-), pasien
dibawa ke RS Bali, di RS
Bali, pasien kejang lagi
selama 5 menit,
kejang seluruh tubuh,
setelah kejang tidak
sadar.

8-3/2015
(H4 SMRS)

12-3/2015
(HMRS)

pasien pulang paksa dari RS Bali di


Di RS Bali
perjalanan pasien kejang seluruh
dilakukan
pemeriksaan CT-tubuh selama 10 menit, setelah
kejang pasien tidak sadar, dibawa ke
Scan kepala di RS Kalisat, pasien mengalami kejang
Bali dikatakan kurang lebih selama 10 menit,
terdapat cairan setelah kejang pasien tidak sadar,
di kepala, pasien dibawa ke RS Kalisat, kemudian dari
masih demam, RS Kalisat pasien dirujuk ke
RS.Soebandi, ketika di ambulance
BAK, BAB (+)
pasien kejang lagi selama 5 menit,
normal
di IGD pasien kejang lagi,badan kaku
selama 15 menit, setelah kejang
tidak sadar, di IGD diberi stecolid
IV.

Riwayat Penyakit
pernah Kejang sebelumnya

Tidak ada keluarga


pasien
yang
memiliki riwayat kejang, riwayat epilepsi
(-),ayah batuk-batuk lama (+)

Inf. D5 NS
02 nasal
Stesolid supposituria, IV
Riwayat Lingkungan
sekitar tempat
tinggal

10

Tetangga disamping rumah pasien


tidak ada yang menderita hal yang
sama
10

Silsilah Keluarga
62

36

52

53

30

Laki-laki

25

28

47

14

10
bula
n

Perempuan
Pasien

11

11

Riwayat Pribadi
Riwayat Kehamilan
Pasien
merupakan anak pertama dari kehamilan pertama. Saat ini, Ibu berusia 28
.
tahun dan pada saat hamil ibu berusia 23 tahun. Tidak ada riwayat keguguran
sebelumnya (G1P0A0). Usia kehamilan hingga 9 bulan. Ibu pasien rutin memeriksakan
kehamilannya sebulan sekali ke bidan dan posyandu sejak usia kehamilan 4 minggu.
Selama kehamilan ibu pasien tidak pernah mengalami tekanan darah tinggi, tidak
kejang, tidak muntah berlebih, tidak demam, tidak pernah mengalami pendarahan
melalui jalan lahir, tidak minum jamu, tidak merokok dan tidak pernah minum-minuman
yang mengandung alkohol.

Riwayat Persalinan
Anak lahir dari ibu G1P0A0 secara spontan ditolong bidan, usia kehamilan cukup bulan, lahir kepala
dulu, air ketubannya jernih, bayi langsung menangis, berat badan 3000 gram, panjang badan lahir
51 cm, tidak terdapat trauma saat kelahiran, tidak cacat dan perawatan tali pusat dilakukan baik.

12

12

Riwayat Pribadi
Riwayat Pasca Kelahiran
Tali pusat dirawat dengan baik oleh bidan dan dipotong
dengan gunting steril, ASI ibu keluar dan langsung bisa
menyusui setelah melahirkan, tidak terjadi pendarahan pada
tali pusat, bayi tidak kuning dan tidak kejang.

13

Riwayat Makan dan


Minum
Umur

Jenis Makanan

0-6 bulan

Susu
Umur
0-6 bulan

6-10 bulan

6-10 bulan
ASI

ASI, pasien
minum ASI dengan baik 8-10x /hari
Jenis Makanan
Susu ASI, pasien minum ASI dengan baik 8-10x /hari

ASI setiap
pasien ingin
minum, minum,
pasien tidak mau
susu formula,
setiap
pasien
ingin
pasien
tidak mau susu
bubur halus/nasi lumat 2x/hari

formula, bubur halus/nasi lumat 2x/hari

10 bulan

10 bulan- 1

ASI setiap pasien ingin minum, bubur kasar 3x sehari, pasien

tahun

tidak mau susu formula

> 1 tahun

ASI sampai umur 23 bulan, pasien tidak mau susu formula,

ASI setiap
ingin
bubur
makananpasien
rumah tangga
3-4x/hariminum,
(nasi dengan lauk
tempe /kasar 3x sehari,
ayam / tahu / ayam / sayur bayam / sop) - 1 piring.
pasien telur
tidak
terlalu suka susu formula, ketika sakit pasien

susah untuk minum ASI atau susu

14

14

Status Gizi
BB sekarang : 6,4 kg
Umur
: 10 bulan
BB Ideal
: 9 kg
Status Gizi : 71 % ( kep ringan)

15

Riwayat Pertumbuhan
Ibu pasien pasien tidak mengeluhkan tentang berat
badan serta tinggi badan anaknya. Pasien tidak
pernah kurus maupun berat badannya berlebih,
namun ketika sakit pasien mengalami penurunan
berat badan sedikit-sedikit
BB lahir : 3 kg
PB lahir : 51 cm

16

BB sekarang : 6,4 kg
TB sekarang : 70 cm

16

Riwayat
Perkembangan
Usia

Motorik

Motorik Halus

Berbaha

Sosial dan

Kasar

sa

Emosi

0-3 bulan

Mengangkat

Mengikuti benda

Sering

Bisa tersenyum

kepala

dengan matanya

mengoceh

ketika melihat
orang

3-6

Mengangkat

Memegang mainan

Sering

Tertawa saat

bulan

dada dan mulai

dan memainkannya

mengoceh

bermain

tengkurap
6-9

Belajar duduk

Memegang mainan

Mengeluarkan

Bisa diajak main

bulan

dan bisa

dan memainkannya

kata tanpa

tepuk tangan

tengkurap

arti

berbalik sendiri

17

17

Riwayat Imunisasi
Imunisasi PPI
Hepatitis B : dilakukan 3 kali (usia 0, 1, dan
6 bulan)
BCG
: dilakukan 1 kali (usia 1 bulan)
Polio
: dilakukan 4 kali (usia 0, 2, 4, dan 6
bln)
DPT
: dilakukan 3 kali (usia 2, 4, dan 6
bulan)
Campak
: dilakukan 1 kali (usia 9 bulan)
Imunisasi non-PPI
Tidak ada

18

18

Riwayat Sosial, Ekonomi dan Lingkungan

Sosial, Ekonomi:
Ayah bekerja sebagai petani dengan penghasilan
sekitar Rp.500.000,-1.000.000 per bulan. Ibu adalah
seorang ibu rumah tangga, dan tidak bekerja
Lingkungan
Anak tinggal bersama ayah, ibu. Rumah terdiri dari 3
kamar dinding tembok semen, lantai semen, atap
genting, ventilasi dan pencahayaan kurang, dapur di
dalam rumah, sumber air minum dari sumur, kamar
mandi/WC sendiri di dalam rumah.
19

Anamnesis Sistem
No

Sistem

Gejala klinis

Serebrospinal

kesadaran somnolen, kejang (+), demam (+)

Kardiovaskular

denyut jantung dalam batas normal

Pernapasan

batuk (+), pilek (+), sesak (-), pch (-)

Gastrointestina

BAB 1x, konsistensi lembek, berwarna kuning, lendir (-), darah (-), perut

kembung (-), nyeri tekan (-), muntah 1x, diare (-)

Urogenital

BAK (+), nyeri saat BAK, warna kuning pekat, jumlah sedikit-sedikit dan

frekuensi sering, pasien mengompol saat malam


6

Integumentum

kulit tidak pucat, bengkak (-), ikterus (-), sianosis (-), ptekiae (-),
purpura (-), CRT < 2 detik

20

Muskuloskletet

Deformitas (-), atrofi (-), hipertrofi (-), tonus otot normal, nyeri otot

al

dan sendi (-)

20

Pemeriksaan Umum
Keadaan Umum
Kesadaran
Status Gizi

:somnolen

BB sekarang : 6,4 kg
Umur
: 10 bulan
BB Ideal
: 9 kg

Status Gizi
: 71 % ( kep
ringan)

21

Tanda Vital

Nadi
:160 x/menit, regular, kuat
angkat

Pernafasan :48 x/menit, regular,


tipe abdominal
Suhu aksila :37,5o C
Waktu pengisian kapiler:< 2detik

Kulit : turgor kulit normal, ptekiae (-),


purpura (-), ikterus (-), sianosis (-)
Kelenjar Limfe : pembesaran kelenjar
getah bening (-)
Otot : tonus otot meningkat, atrofi otot
(-), kekakuan otot (-), nyeri otot (-)
Tulang : deformitas (-)
Sendi : deformitas (-), tanda-tanda
peradangan (-), nyeri sendi (-)

21

Pemeriksaan Khusus

22

22

Pemeriksaan Khusus

23

23

Pemeriksaan Khusus

24

Diameter Zona Hambat (mm)


Pengulangan

Serial
Konsentrasi
(mg/ml)

II

III

IV

K (+)

5,00 X

5,00 X

5,00 X

5,00 X

5,00 X

7,81

6,70 R

7,60 R

8,00 R

7,00 R

7,30 R

15,26

8,40 R

7,70 R

8,40 R

7,60 R

8,00 R

31,25

8,30 R

8,30 R

7,60 R

10,00 R

8,50 R

62,50

8,50 R

9,00 R

8,30 R

8,80 R

8,70 R

125

10,00 R 10,90 R

12,10 S

12,30 S

11,30 S

250

10,90 R

11,60 S

11,90 S

13,50 S

12,00 S

500

11,00 S

13,10 S

12,30 S

14,00 S

12,60 S

1000

12,60 S

14,60 S

15,80 S

13,90 S

14,20 S

K (+)

18,00 S

17,50 S

20,80 S

19,00 S

18,80 S

Rata-rata

24

Pemeriksaan Khusus
Paru

Kanan

Kiri
Tests of Normality

I : simetris, retraksi(-)
Kolmogorov-Smirnova

Depan
trans_diameter

P : fremitus
raba
(+)Sig.dbn
Statistic
df
P : Sonor

.091

40

.200*

*. This is a lower bound of the true significance.

25

Shapiro-Wilk

P : fremitus
raba
(+) dbn
df
Sig.

Statistic

P : Sonor
.969

40

.326

A :Ves + ;Rh - ; Wh -

A :Ves + ;Rh - ; Wh -

I : simetris, retraksi (-)

I : simetris, retraksi (-)

P : fremitus raba (+) dbn

P : fremitus raba (+) dbn

P : Sonor

P : Sonor

A :Ves + ;Rh - ; Wh -

A :Ves + ;Rh - ; Wh -

a. Lilliefors Significance Correction

Belakang

I : simetris, retraksi (-)

25

Pemeriksaan Khusus
Correlations
Konsentrasi
Pearson Correlation
Konsentrasi

Pearson Correlation
Sig. (2-tailed)
N

26

.954**
.000

Sig. (2-tailed)
N

trans_diameter

trans_diameter

40

40

.954**

.000
40

40

26

Pemeriksaan Khusus
Correlations
Konsentrasi
Pearson Correlation
Sig. (2-tailed)
Akral hangat

Konsentrasi

Atas
+/+

Oedem
trans_diameter

Sianosis
Atrofi
Hemiparesis

27

Pearson Correlation
Sig. (2-tailed)
N

-/-

trans_diameter
1

Bawah

.954**
.000

40

40

.954**

+/+
-/-

.000

-/-

40

40

-/-

-/-

-/-

-/-

-/-

27

Status Neurologis
Pemeriksaan
Nervus Kranialis
N I : sensasi bau (+)
N II : ketajaman
penglihatan (+)
N III, IV, VI :
Konsentrasi
gerakan bola mata (+)
N, isokor, reflex
cahaya (+)
N V : uji sensasi (+)
trans_diameter

N VII : mata dan


sudut mulut normal
N VIII : pendengaran
(+)
N IX : reflex muntah
(+)
N X : reflex menelan
(+)
NXI : mengangkat
bahu (+)
N XII : deviasi lidah
(-)

28

Tanda
Rangsang
Meningeal

Refleks
Fisiologis

Refleks
Patologis

Correlations
Refleks

biceps (+/
Kaku Kuduk
+)Konsentrasi
Refleks
triceps
(+)
1
(+/+)
Pearson Correlation
Refleks patella
(+/+)

Sig. (2-tailed)

Brudzinski
I
N
(-)

Pearson Correlation
Sig. (2-tailed)
N

Brudzinski II
(-)

Kernique (-)

Hoffman (-)
trans_diameter

Tromner (-)
.954**
.000

40

.954**

Refleks Achilles
.000
(+/+)

40

Pemeriksaan
Kekuatan Otot

Babinski (-)
40

Normal
meningkat

Normal
mening
kat

Normal
meningkat

Normal
mening
kat

Oppenheim (-)
40
Chaddock
(-)

Gordon (-)
Gonda (-)
Schaeffer (-)

Laseque (-)
28

Thorax foto

29

SKOR TB
Demam > 2 minggu : 1
Batuk > 3 minggu
:1
Kontak TB
:0
Atralgia
:0
Pembesaran KGB
:0
Status Gizi
:1
TF
:0
Tes Mantoux : 0
Total: 3

30

Pemeriksaan Penunjang
Darah Lengkap, tanggal 13 maret
2015
Model Summaryb

R
R Square
Jenis pemeriksaan

Model

Hasil

Adjusted R Square

Nilai Normal

Std. Error of the


Estimate

.954

.910

.908

L; 14,0- 17,4

a. Predictors: (Constant), Konsentrasi


b. Dependent Variable: transform_diameter

Hemoglobin

.11264

10,1

gr/dL
P; 12,3 15,3

31

Lekosit

8,1

4,4 11.3

109/L

Hematokrit

32,6

33-39

Trombosit

549

150-450

109/L

31

Pemeriksaan Penunjang
Hasil laboratorium pada tanggal 13 maret 2015
GDA = 183
GDA = 183
Na= 133,0
Na= 133,0
K = 3,47 K = 3,47
Chlorida = 100,9
Chlorida= Ca
100,9
= 20,8

Ca = 20,8

Hasil laboratorium LCS pada


tanggal 13 maret 2015 :
Warna = kuning
Kejernihan = jernih
Koagulasi = (-)
Nonne = (+)
Pandy = (+)

Hasil laboratorium pada tanggal 21-3-2015

Jenis pemeriksaan

Hasil

Nilai Normal

L; 14,0- 17,4
Hemoglobin

10,8

gr/dL
P; 12,3 15,3

Lekosit

8,3

4,4 11.3

109/L

Hematokrit

37,6

33-39

Trombosit

588

150-450

109/L

34

SGOT = 110
SGPT = 23
Elektrolit =
- Na 124,7
-Kalium 4,62
Chlorida 90,6
Calsium 2,12
Magnesium 1,01
Fosfor 1, 45

35

il laboratorium pada tanggal 26-3-2015


Gula Darah =
- Glukosa Sewaktu 172
Hasil laboratorium pada tanggal 27-3- 2015
Hb = 11,5
Leukosit = 14,9
Hematokrit = 38,0
Trombosit = 658

36

Hasil laboratorium pada tanggal 31-3-2015

Hb = 9,7
Leukosit = 3,9
Hematokrit = 31,7
Trombosit = 381

37

Hasil lab kultur (27-03-2015)


Hasil biakan = tidak ada pertumbuhan kuman

RESUME
Pasien Laki-laki Berusia 10 bulan
Keluhan Utama : Kejang
Ibu pasien mengatakan pasien mengalami kejang
kurang lebih selama 10 menit, setelah kejang pasien
tidak sadar, dibawa ke RS Kalisat, kemudian dari RS
Kalisat pasien dirujuk ke RS.Soebandi, ketika di
ambulance pasien kejang lagi selama 5 menit , di IGD
pasien kejang lagi,badan kaku selama 15 menit,
setelah kejang tidak sadar, di IGD diberi stecolid IV.
Ibu pasien juga mengatakan bahwa pasien sebelumnya
mengalami batuk, batuk grok-grok, dahak tidak bisa
keluar , selain itu pasien juga pilek, muntah 1 x,
muntah susu, badan sumer-sumer keluhan ini sudah
dirasakan semenjak 8 hari yang lalu.
4/27/16

39

5 hari sebelum opname di RS Soebandi pasien dikeluhkan


panas, badan gemetar lalu kejang, tangan dan kaki kaku.
Setelah kejang pasien sadar menangis lalu menyusu, kejang
terjadi selama 5 menit, setelah itu pasien kejang lagi,
setelah kejang pasien tidak sadar , mual (-), muntah (-),
pasien dibawa ke RS Bali, di RS Bali, pasien kejang lagi
selama 5 menit, kejang seluruh tubuh, setelah kejang
tidak sadar. Di RS Bali dilakukan pemeriksaan CT-Scan
kepala di Bali dikatakan terdapat cairan di kepala, pasien
pulang paksa dari RS Bali di perjalanan pasien kejang
seluruh tubuh selama 10 menit, setelah kejang pasien
tidak sadar, dibawa ke RS Kalisat.
40

Menurut ibu pasien, pasien tampak apatis dan


sebelumnya badan sumer terus menerus, panas
tidak
turun-turun,
selama
MRS
di
RSD.dr.Soebandi sehari-hari pasien mengalami
penurunan kesadaran, tampak mengantuk, pasien
demam setiap hari dan tidak turun-turun, kadang
muntah, susah untuk minum susu, batuk pilek dan
sering kejang spastis , tangan dan kaki kaku,
mata melihat keatas, kejang dialami kurang lebih
1-2 menit berhenti dan sering kambuh lagi
41

RPK : kejang demam (-), epilepsi (-)


RPO : Inf. D5 NS
02 nasal
Stesolid supposituria, IV

Riwayat Kehamilan, persalinan dan pasca persalinan baik


Riwayat tumbuh kembang : sesuai dengan anak seusianya
Riwayat makan dan minum cukup
Riwayat Imunisasi PPI dasar lengkap
Riwayat sosial ekonomi dan lingkungan cukup baik
42

Pemeriksaan Fisik :

Keadaan Umum
Kesadaran
:somnolen
Tanda-tanda vital
: febris , Tax : 37,5o C
Status Gizi
: baik
Anus dan Genital : laki-laki genital (+); anus (+) dalam batas
normal

Pemeriksaan Penunjang

4/27/16

:
DL terakhir ; hb turun, hct turun, trombosit turun, leukosit
turun
Hasil laboratorium LCS : warna kuning, jernih, koagulasi (-),
Nonne = (+), Pandy (+)
Hasil kultur : Hasil biakan tidak ada pertumbuhan kuman

43

DIAGNOSIS
Diagnosis Kerja :
Meningoenchepalitis TB

4/27/16

44

PENATALAKSANAAN
Diagnostik : DL, GDA, motivasi LP,
kultur darah
Monitoring :

tanda-tanda vital, tanda kejang

4/27/16

45

PENATALAKSANAAN
Kebutuhan Kalori: 686 Kkal/hari
Kebutuhan Cairan: 875 cc/hari
Kebutuhan Protein: 10,5 gr/hari

4/27/16

46

Penatalaksanaan
Medikamentosa
- Inf. D5 NS 7 tpm
-Inj.meropenem 3x200 mg
- Inj.Kutoin 2x20 mg
P/O :
- Prednison 2x1 mg
- etambutol 200 mg 1x1
- pirazinamid 200 mg 1x1
- rifampisin 200 mg 1x1
- INH 75 mg 1x1/B6 1/5 tab 1x1
Paracetamol 4x
Buclofen 3x1,5 mg

47

47

Hufalisin syr 1x1


Prokinetik domperidon syr 3x cth
Sistenol 3 x 70 mg
Diet Tinggi kalori, tinggi protein

48

Penatalaksanaan
Edukasi
Menjelaskan tentang penyakit yang diderita : penyebab, perjalanan
penyakit, perawatan, dan prognosis.
Edukasi kepada orangtua bahwa penyakit kejang dapat berulang
dalam sebagian kasus dan jika demam segera berikan obat penurun
panas .
Edukasi kepada orang tua pasien bila kejang kembali menyerang
maka ada beberapa hal yang dapat dikerjakan, yaitu
Tenang dan tidak panik, kendorkan pakaian yang ketat terutama
disekitar leher
Bila tidak sadar, posisikan anak terlentang, kepala miring.
Bersihkan muntahan atau lendir di mulut atau hidung.
Sebaiknya jangan memasukkan sesuatu kedalam mulut
Ukur suhu, observasi dan catat lama dan bentuk kejang
Tetap bersama pasien selama kejang
Bawa ke dokter atau RS bila kejang berlangsung lebih dari 5
menit

49

49

Prognosis
Dubia

50

50

TERIMAKASIH

51

51