Anda di halaman 1dari 21

LAPORAN KASUS

KATARAK IMATUR
Moh. Nur Humaidi Zulmi
102011101069
SMF/LAB ILMU KESEHATAN MATA
RSD DR. SOEBANDI JEMBER
2015

IDENTITAS PASIEN

Nama
Umur

: Ny. D
: 61 th

Jenis Kelamin: Perempuan


Alamat
: Ajung
Pekerjaan : Suku
: Madura
Tgl Pemeriksaan : 3 November 2014

IDENTITAS PASIEN

Keluhan Utama:
Mata kanan berkabut sejak 8 bulan yang lalu

Riwayat Penyakit Sekarang :


Sekitar 8 bulan yang lalu pasien mengeluh mata kanan berkabut.
Sensasi berkabut dirasakan perlahan-lahan. Pasien berkabut ketika
melihat jauh saja. Pasien pernah mengalami trauma pada mata
kanannya. Beberapa bulan sebelumnya. Setelah trauma itu, pasien
merasakan terdapat kilatan cahaya pada matanya hilang timbul.
Sebelumnya pasien masih bisa melihat jelas. Mata pasien tidak merah,
tidak berair, tidak nyeri disekitar mata, tidak pusing, tidak mual muntah,
dan tidak silau. Pasien tidak seperti berjalan di dalam terowongan. Bila
melihat benda, benda tersebut tidak berubah-ubah ukurannya, dan tidak
melihat benda melayang-layang. Pasien sebelumnya tidak pernah
mengalami benturan pada mata kiri maupun kepalanya.

Sekitar 3 bulan yang lalu pasien tiba-tiba merasakan


melihat pelangi sesekali memandangi lampu. Pasien juga
mengeluh silau bila melihat cahaya terang. Pasien tidak
seperti berjalan dalam terowongan. Bila melihat benda,
benda tersebut tidak berubah-ubah ukurannya, dan tidak
melihat benda melayang-layang. Mata pasien tidak merah,
tidak berair, tidak merasa matanya cekot-cekot, dan tidak
ada nyeri kepala.
Sekitar 1 minggu yang lalu pasien melihat kabut pada
jarak jauh kemudian sesekali jarak dekat, lalu pasien
berobat ke poli mata RSUD dr Soebandi.

Riwayat Penyakit Dahulu:


Pasien mempunyai riwayat riwayat tekanan darah tinggi.
Riwayat Penyakit Keluarga:
Tidak ada keluarga yang mempunyai keluhan yang sama
dengan penderita.
Riwayat Pemberian Obat:
Adalat Oros 30 mg
Riwayat Penggunaan Kacamata:
Pasien tidak pernah menggunakan kacamata

PEMERIKSAAN FISIK

Status Generalis:
VS: TD
:130/80 mmHg
N
: 70 x/menit
t: 36,5C
RR : 20 x/menit

STATUS
OFTALMOLOGI
OD

OS

Visus

2/60

1/60
PH tidak membaik

palpebra

dbN

dbN

Hiperemi (-)

Hiperemi (-)

Sklera

putih

putih

kornea

Jernih

Jernih

BMD

dalam

dalam

Pupil

reguler, RC (+), 3 mm, isokor,

reguler, RC (+), 3 mm, anisokor,

iris

Cokelat reguler,

Cokelat reguler,

Agak keruh

Jernih

konjungtiva

Lensa

Tonometri : OD : 5/5,5 = 17,3 mmHg


OS : 5/5,5 = 17,3 mmHg

DIAGNOSIS BANDING

OD KATARAK SENILIS IMATUR


OD RETINOPATI HIPERTENSI
OD UVEITIS POSTERIOR

DIAGNOSIS

OD KATARAK SENILIS IMATUR

TERAPI

OD Pro ECCE + IOL


Medikamentosa:
Karyuni drop 4x1
Eyefresh drop 4x1
TGF 0-1-0
As. Mefenamat 1-0-1
Asthimbond 0-1-0

PROGNOSIS

Dubia ad bonam

POA
Diagnosis
Slit Lamp ODS
Funduskopi ODS post Operasi ECCE+IOL

TERAPI

Pemeriksaan slit lamp digunakan untuk melihat


apakah
kekeruhan
lensa
sebanding
dengan
penurunan visus. Jika tidak sebanding, maka perlu
dicurigai adanya penyakit penyerta. Misalnya uveitis
anterior (diterapi dg Siklopegik homatropin 2% 3 tts
sehari, kortikosteroid prednison 2 tab 3 kali sehari,
antibiotika sesuai indikasi) atau sinekia posterior
(diterapi dg siklopegik, dan bila gagal lakukan
iridektomi)

Apabila pada saat operasi ECCE terjadi penyulit maka


diterapi sesuai penyebab. Misalnya jika terjadi prolaps
iris bersih maka dilakukan reposisi bila kotor
dilakukan iridektomi, bila terjadi prolaps vitreus
dilakukan vitrektomi.
Bila pada post OP ECCE terdapat penyulit seperti:
a. uveitis anterior (sikloplegik+kortikosteroid)
b. endoftalmitis cari penyebab infeksi dan terapi
dengan
antibiotik.
Apabila BMD dangkal lakukan bebat tekan, jika 2x24
jam tidak membaik dapat diterapi acetazolamid.

EDUKASI

Kedua mata pasien kabur disebabkan karena lensa


mata yang keruh (katarak)
Satu-satunya pengobatan katarak adalah operasi
Katarak yang terlalu matang sebaiknya segera
dilakukan
operasi
karena
bila
terlambat
akan
menimbulkan komplikasi.
Operasi ini dilakukan pada mata kiri lebih dahulu
karena penurunan tajam penglihatan lebih parah pada
mata kiri.
Selama operasi ada kemungkinan pemasangan lensa
pengganti untuk mata yang dioperasi. Hal ini untuk
memperbaiki ketajaman penglihatan.
Ketajaman penglihatan setelah dioperasi tergantung
ada tidaknya kelainan mata bagian depan atau belakang
dan diterapi sesuai penyebabnya.

Hal-hal yang tidak boleh dilakukan setelah OP:


Mengucek mata
Membungkuk terlalu dalam
Mengangkat berat
Mengedan terlalu keras sewaktu BAB
Karena hal ini dapat melepas jahitan
Hal-hal yang boleh dilakukan dirumah:
Memakai dan meneteskan obat seperti yang dianjurkan
Bekerja dan beraktivitas yang tidak berat
Memakai penutup mata
Setelah operasi penglihatan pasien dapat betambah baik

REHABILITASI
Untuk membaca menggunakan addisi
sferis positif 3,00 D ini dilakukan 2-3
bulan setelah operasi.

Terima Kasih