Anda di halaman 1dari 5

BAB IV

HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN


4.1

HASIL PERCOBAAN

Tabel 4.1 Hasil Percobaan Variabel 1 (Suspensi Pati 2%)


t(menit)

Volume
glukosa
Standart (ml)

Kadar Pati
Awal

Kadar Pati
yang
Bereaksi

X pati

-ln(1-Xpati)

15,6

0,0761

0,0379

0,498

0,689155

14,4

0,0761

0,0427

0,5611

0,823484

10

13,7

0,0761

0,0455

0,5979

0,911054

15

11,9

0,0761

0,0528

0,6938

1,183517

20

10,1

0,0761

0,0601

0,7898

1,559696

k = 0,042 menit-1
Tabel 4.2 Hasil Percobaan Variabel 2 (Suspensi 4%)
Volume
Kadar Pati
Kadar Pati
t(menit)
glukosa
Awal
yang Bereaksi
Standart (ml)

X pati

-ln(1-Xpati)

19,3

0,0328

0,01144

0,3488

0,428938

18,6

0,0328

0,0128

0,3902

0,494624

10

16,9

0,0328

0,0163

0,4969

0,686966

15

15,7

0,0328

0,0187

0,5701

0,844203

20

14,5

0,0328

0,0211

0,6433

1,03086

k = 0,0311 menit-1

10

4.2 PEMBAHASAN
4.2.1 Pengaruh Konsentrasi Pati Terhadap Konversi
0.9
0.8
0.7
0.6
0.5
X pati 0.4

Variabel Pati 2%

0.3

Variabel Pati 4%

0.2
0.1
0
0

10

15

20

25

t (menit)

Gambar 4.1 Grafik hubungan konversi pati terhadap waktu (menit)


Pada praktikum hidrolisa pati ini digunakan dua variabel yaitu suspensi pati 2% dan 4%
dengan konversi masing masing sebesar 0,7898 dan 0,6433. Berdasarkan grafik 4.2 dapat dilihat
bahwa lebih besar persen suspensi pati yang digunakan maka konversi pati yang didapat semakin
menurun. Hal ini sesuai dengan tinjauan secara teoritis bahwa suspensi pati dengan kadar rendah
memberi hasil yang lebih baik dibandingkan dengan yang kadarnya tinggi. Bila kadar suspensi
pati diturunkan dari 40% menjadi 20% atau 1% maka konversi akan bertambah dari 80%
menjadi 87 atau 99 % (Groggis, 1958).
Semakin besar konsentrasi zat pelarut akan menghasilkan konstanta kecepatan reaksi
yang lebih tinggi. Hal ini karena pada variabel suspensi pati 4% memiliki kekentalan lebih
tinggi sehingga menhyebabkan pergerakan molekul lambat dan tumbukkan yang dihasilkan lebih
sedikit daripada variabel suspensi pati 2%. Semakin banyak tumbukkan maka harga k yang
dihasilkan juga semakin besar. Hal ini sesuai dengan persamaan Arrhenius (Levenspiel, 1999 ):
k =A e

Ea
RT

Dimana k = konstanta laju reaksi


A = factor tumbukan
11

Ea = energi aktivasi
R = kecepatan gas
T = suhu

4.2.2 Pengaruh Konsentrasi Pati Terhadap Konstanta Kecepatan Reaksi Hidrolisa Pati
1.8
1.6
1.4
1.2
1
-ln(1-Xpati) 0.8
0.6

f(x) = 0.04x + 0.61


R = 0.93
f(x) = 0.03x + 0.39
R = 0.98

Variabel Pati 2%
Linear (Variabel Pati
2%)
Variabe pati 4%

0.4

Linear (Variabe pati


4%)

0.2
0
0 5 10 15 20 25
t (menit)

Gambar 4.2 Grafik hubungan ln(1-X pati) terhadap waktu (menit)


Pada praktikum hidrolisa pati digunakan dua variabel yaitu suspensi pati 2% dan 4%.
Dari gambar di atas dapat diketahui nilai k yang merupakan nilai slope dari masing masing
variabel sebesar 0,042 menit-1 pada variabel suspensi pati 2% dan 0,031 menit-1 pada variabel
suspensi pati 4%.
Nilai k yang lebih besar menunjukkan bahwa kecepaatan reaksi berjalan lebih cepat
dengan suspensi pati 2% dibandingkan dengan suspensi pati 4%. Harga k jika dihubungkan
dengan konversi akan menghasilkan persamaan :
-In (1xA) = kt + c
Sehingga semakin besar konversi maka nilai k akan semakin besar pula. Pada variabel
suspensi pati 2% memiliki konversi pati lebih besar yaitu 0,7898 dengan nilai k yang juga lebih
besar yaitu 0,042 menit-1 sedangkan variabel suspensi pati 4% memiliki konversi sebesar 0,6433
dengan nilai k 0,031 menit-1. Hali ini sesuai dengan teori bahwa apabila salah satu zat pereaksi
berlebihan jumlahnya maka keseimbangan dapat menggeser ke sebelah kanan dengan baik.
12

Sehingga, suspensi pati dengan kadar rendah memberi hasil yang lebih baik dibandingkan
dengan yang kadarnya tinggi. Bila kadar suspensi pati diturunkan dari 40% menjadi 20% atau
1% maka konversi akan bertambah dari 80% menjadi 87 atau 99 % (Groggis, 1958).

13

BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
1. Hidrolisa pati dengan variabel suspensi pati 2% menghasilkan harga konstanta kecepatan
reaksi yang lebih besar yaitu 0,042 menit-1 dibandingkan dengan variabel suspensi pati
4% sebesar 0,031 menit-1.
2. Semakin besar harga konstanta kecepatan reaksi maka konversi yang berlangsung akan
semakin besar pula. Konversi pati pada variabel suspensi pati 2% sebesar 0,7898 dan
variabel suspensi pati 4% memiliki nilai konversi sebesar 0,6433.
5.2 Saran
1. Sebelum melakukan praktikum hidrolisa pati maizena, sebaiknya mencari literatur yang
berhubungan dengan hidrolisa pati agar didapat hasil yang optimum.
2. Sebaiknya suhu operasi dijaga konstan.
3. Sebaiknya kecepatan pengadukan dikedua variabel harus sama
4. Teliti saat melakukan titrasi agar tidak melewati TAT

14