Anda di halaman 1dari 3

CHLAMYDIA TRACHOMATIS

C.trachomatis merupakan bakteri obligate intraseluler dan manusia adalah satu-satunya


hospes dari bakteri ini. Penyebaran bakteri ini umumnya melalui hubungan seksual. Seseorang
dikatakan beresiko tinggi terinfeksi bakteri ini bila memiliki aktivitas seksual yang aktif dan
memiliki pasangan seks lebih dari satu1.
I. MORFOLOGI
C.trachomatis memiliki bentuk sel yang bulat dengan diameter sekita 0,3 1 m. Bakteri ini
memiliki kapsul yang terdiri dari 3 lapisan yang tersusun dari substansi yang berbeda yaitu,
lipopolisakarida, protein, dan lapisan tipis peptidoglikan diantaranya2.
II. SIKLUS HIDUP

Dalam perkembangannya C.trachomatis mengalami dua fase3:


1. Fase I
Disebut fase noninfeksiosa, terjadi keadaan laten yang dapat ditemukan pada genitalia
maupunkonjungtiva. Pada saat ini kuman sifatnya intraseluler dan berada di dalam
vakuol yang letaknya melekat pada inti sel hospes, disebut badan inklusi.
2. Fase II
Fase penularan, bila vakuol pecah kuman keluar dalam bentuk badan elementer yang
dapat menimbulkan infeksi pada sel hospes yang baru.
III. PATOGENESIS2

C.trachomatis masuk melalui luka pada kulit atau mukosa epitel yang terinfeksi
mengeluarkan sitokin proinflamasi (misal, IL-8) terjadi infiltraasi dari PMN yang diikuti oleh
limfosit, makrofag, plasma sel, dan eosinofil.
Jika dibiarkan tanpa penangan, akan terjadi agregasi limfosit dan makrpfag di submukosa dan
bisa berlanjut menjadi proses nekrosis yang diikuti oleh terbentuknya jaringan ikat dan
meninggalkan bekas luka.
IV. MANIFESTASI KLINIK
Manifestasi klinis yang dapat di timbulkan oleh C.trachomatis cukup banyak, antara lain:
1.

Infeksi Mata4
Infeksi mata yang ditimbulkan antara lain trakoma dan konjuntivitis inklusi.
TRAKOMA

KONJUNGTIVITIS INKLUSI

Asal infeksi

Kontak langsung

Melalui ibu yang terinfeksi

Masa inkubasi

5 14 hari

Bayi : 3 5 hari setelah lahir


Dewasa: 5 10 hari

Gambaran klinis

Kasus dini: papula kecil atau


bercak merah bertaburan dengan
bintik-bintik putih-kuning (folikel
trakoma) pada konjungtiva tarsal.
Kasus lanjut: granula (menyerupai
butir sago) dan parut, terutama
konjungtiva tarsal atas.

Bayi: konjungtivitis purulen


Dewasa: konjungtiva hiperemik,
kemotik, pseudomembran, folikel
yang nyata terutama pada kelopak
bawah dan tak jarang memberikan
gambaran seperti hipertrofi papil
disertai
pembesaran
kelenjar
preurikel.

Pengobpadatan

Tetrasilkin topikal dan sulfonamid Tetrasiklin atau sulfisoksasol topikal


bila ada penyulit
dan sistemik

2.

Infeksi Genital1
Pada umumnya gejala klinis yang diberikan hampir sama dengan gonorrhea. Gejala yang
ditimbulkan antara lain:

Sensasi terbakar saat urinasi

Keluar cairan dari penis atau rektum

Nyeri tekan pada testis (testicular tenderness or pain)

Pada wanita, infeksi bisa tidak disertai dengan gejala atau asimptomatik. Adapun gejala
yang dapat tibul pada wanita:

Sensasi terbakar saat urinasi

Nyeri saat sedang berhubungan seksual

Keluar cairan vagina

V. DIAGNOSIS2
Pemeriksaan diagnostik yang dapat dilakukan antara lain kultur sel dan imunofluoresense.

Pemeriksaan ini dilakukan dengan mengambil sampel dari sel epitel tempat infeksi (serviks
untuk wanita, kerukan uretra untuklaki-laki, maupun kerokan konjungtiva) atau bisa dengan
sampel cairan yang keluar dari genital penderita.
VI. PENATALKSANAAN
Medikamentosa5
Untuk uncomplicated infeksi dapat diberikan:

Azithromycin 1 gr per-oral, atau

Doxycycline 100 mg per-oral 2 x sehari

Untuk pasien yang sedang hamil, tidak boleh diberikan golongan quinolon, maka bisa diberikan
Erythromycin atau Amoxicillin.
Non-Medikamentosa2

Operasi
Operasi dilakukan untuk mencegah kebutaan pada penderita trakoma.

Edukasi
Edukasi yang diberikan antara lain tentang kebersihan dan berhubungan seks yang sehat
(hubungan hanya dilakukan dengan satu orang yang sama dan gunakan kondom).

DAPUS:
1. Chlamydia. Available at: http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/001345.htm.
Updated at: June 6th, 2010. Accessed on: April 1st, 2011
2. Sumber Michelle (hehehe sorry gw ga tau gimana cara nulisnya)
3. Daili S.F. Infeksi Genital Nonspesifik. In: Djuanda A, Hamzah M, Aisah S, editors. Ilmu
Penyakit Kulit dan Kelamin. 4th ed. Jakarta: Balai Penerbit FKUI; 2009; p. 366-7
4. Ilyas S. Ilmu Penyakit mata. 3th ed. Jakarta: Balai Penerbit FKUI; 2009; p.130, 137-9
5. Chlamydia Trachomatis. Available at:
http://www.health.am/sex/more/chlamydia_trachomatis/. Updated at: April 4th, 2006.
Accessed on: April 1st, 2011
NB: dika, diatas ada yg warnanya orange hurufnya itu gw bingung translatenya gimana. Kayaknya
gw salah deh, hehehe..

Anda mungkin juga menyukai