Anda di halaman 1dari 16

PT ASTRA INTERNATIONAL TBK

(TOYOTA AUTO 2000)


Strategi adalah pendekatan secara keseluruhan yang berkaitan dengan pelaksanaan gagasan,
perencanaan, dan eksekusi sebuah aktivitas dalam kurun waktu tertentu. Strategi perusahaan
mencerminkan penilaian manajemen terhadap situasi dan pilihannya tentang bagaimana
mengejar tujuan perusahaan. Strategi bisa diuraikan dalam beberapa cara. Sebagai contoh,
strategi bisa dijelaskan sebagai lima faktor situasi ekonomi perusahaan (Porter, 1985), yaitu:
penyuplai, pembeli, pengganti, pelanggan potensial, dan persaingan di kalangan pesaing yang
ada. Dalam pemasaran, strategi bisa dijelaskan sebagai pilihan dari 4P: Product (produk), Price
(harga), Promotion (promosi), dan Place (tempat), yakni produk mana yang harus dihasilkan
perusahaan; dan bagaimana harus didistribusikan (Kottler, 2000). Sedangkan dari segi input
perusahaan, strategi operasi adalah pilihan rantai suplai perusahaan termasuk manajemen rantai
terhadap sumber-daya dan kapabilitas-kapabilitas. Pilihan strategi untuk perusahaan anda
selalunya adalah sebuah pertanyaan tentang apa yang harus dilakukan perusahaan pada
situasinya untuk memenuhi tujuan efisiensi dan efektifitasnya.
Eksplorasi dan eksploitasi adalah dimensi-dimensi strategi yang bisa digunakan untuk
membentuk basis bagi kategorisasi strategi perusahaan menjadi empat tipe (Haakonson dkk.,
2004). Jika perusahaan adalah reaktor, maka dia akan rendah dalam hal eksplorasi dan
eksplotasi; dia akan kekurangan strategi yang ditujukan untuk inovasi. Jika perusahaan adalah
defender, dia akan tinggi dalam hal eksploitasi dan rendah dalam hal eksplorasi. Inovasinya
terbatas dan sangat terfokus. Jika perusahaan adalah prospektor, maka dia akan tinggi dalam hal
eksplorasi dan rendah dalam hal eksploitasi.

Perusahaan berstrategi reaktor


Perusahaan tipe reaktor bukan penjelajah atau pengeksploitasi peluang-peluang perusahaan.
Secara umum, strategi perusahaan tipe reaktor tidak efisien tidak juga efektif dalam hal
pencapaian tujuan-tujuan perusahaan. Perusahaan tipe reaktor bertindak tanpa sebuah fokus
terhadap eksplorasi atau eksploitasi; justru, perusahaan tipe reaktor berupaya menyesuaikan
situasi setelah memungkinkan untuk menangkap peluang-peluang apapun yang mungkin dulu
ada tapi sekarang telah hilang. Tidak ada inovasi. Eksekutif tidak secara sistematis
mengantisipasi, merencanakan, atau memproyeksikan masa depan.
Jika perusahaan anda adalah tipe reaktor, maka anda membuat keputusan sebagian besar
berdasarkan pada berita-berita buruk ketika sampai kepada anda, peristiwa-peristiwa seperti
kehilangan pelanggan-pelanggan utama, atau masalah-masalah internal seperti konflik atau
pemanfaatan sumberdaya yang tidak tepat. Jika strategi reaktor diikuti selama jangka-panjang
maka perusahaan anda pada akhirnya akan mendapatkan lebih banyak berita buruk,
kemungkinan besar dalam bentuk kinerja buruk dalam pasar atau proses internal yang tidak bisa

ditangani dalam jumlah waktu yang tersedia. Perusahaan yang memiliki strategi reaktor akan
kolaps setelah jangka panjang.

Perusahaan berstrategi defender


Jika perusahaan anda memiliki fokus yang lebih besar terhadap eksploitasi ketimbang eksplorasi,
maka strategi perusahaan adalah strategi defender. Para eksekutif dalam sebuah perusahaan tipe
defender berfokus untuk mempertahankan posisi perusahaan dalam pasar. Terdapat lebih sedikit
penekanan terhadap pengembangan ide-ide baru, produk-produk atau jasa-jasa baru. Justru,
terdapat penekanan untuk mempertahankan sebuah posisi kompetitif, yang bisa diukur dalam
bentuk pangsa pasar atau profitabilitas. Rencana-rencana dibuat untuk mempertahankan posisi
dan menolak pesaing, atau sekurang-kurangnya tidak sampai memasuki batas-batas kekuasaan
perusahaan defender. Perusahaan tipe defender biasanya memiliki harga yang sangat kompetitif
atau sebuah relung produk yang dia jaga keras agar tidak dimasuki pihak lain.
Perusahaan tipe defender mempertahankan posisinya dengan menjadi efisien dalam pemanfaatan
sumberdaya. Strategi ini membuat perusahaan tipe defender tidak peka terhadap pesaing yang
kurang efisien.

Perusahaan berstrategi prospektor


Perusahaan tipe prospektor tinggi dalam eksplorasi peluang-peluang tetapi rendah dalam hal
eksploitasi situasi terbaru. Maka jika anda memiliki fokus yang sangat tinggi terhadap eksplorasi
tetapi fokus yang sangat rendah terhadap eksploitasi, maka strategi yang dipegang perusahaan
anda adalah strategi prospektor. Perusahaan tipe ini terus mencari peluang-peluang pasar baru
dan bereksperimen secara reguler dengan ide-ide baru, teknologi baru, dan proses-proses baru.
Perusahaan tipe prospektor adalah penghasil perubahan, sehingga perusahaan-perusahaan lain
harus menyesuaikan tindakan-tindakannya dengan perubahan yang dihasilkan tersebut.
Perusahaan tipe prospektor mempertahankan posisi kompetitifnya dengan menjadi baru dan
membuat perubahan-perubahan terhadap situasi kompetitif yang harus diikuti perusahaan lain.
Perusahaan tipe prospektor berorientasi perubahan, lebih menyukai status baru daripada status
quo. Kualitas bukan pertimbangan utama, tidak juga harga yang kompetitif. Strategi semacam ini
cukup berisiko. Pada bagian atas, produk atau jasa baru bisa memiliki hasil yang besar. Pada
bagian bawah, perusahaan prospektor bisa dengan cepat kehabisan sumber-daya karena
biasanya beroperasi dalam kerangka waktu yang terbatas untuk berhasil.

Perusahaan berstrategi penganalisis tanpa inovasi


Jika anda memiliki fokus kuat terhadap eksploitasi dan fokus yang lemah terhadap eksplorasi,
maka strategi perusahaan adalah strategi penganalisis tanpa inovasi. Tipe penganalisis tanpa
inovasi sangat mirip dengan tipe defender kecuali bahwa dia memiliki strategi inovasi pasif atau
sebuah tiruan strategi. Penganalisis tanpa inovasi selalu melihat apa yang dilakukan perusahaan

lain yang berhasil dan kemudian meniru dengan produk atau jasa yang serupa untuk memenuhi
kebutuhan pelanggan. Penganalisis tanpa inovasi tinggi dalam hal eksploitasi suberdayanya dan
situasi tetapi sangat sedang dalam hal eksplorasi meniru inovasi dari perusahaan lain.
Penganalisis tanpa inovasi berfokus pada penjagaan posisi organisasi dalam pasar; disamping itu,
sangat memperhatikan apa yang dilakukan perusahaan lain. Penganalisis tanpa inovasi
mempertahankan posisinya dengan menjadi efisien dalam pemanfaatan sumberdaya dan
mengikuti perusahaan-perusahaan lain. Biasanya, perusahaan tipe penganalisis tanpa inovasi
tidak berubah banyak, tetapi bisa berubah dengan mengikuti perusahaan lain. Perusahaan tipe
penganalisis tanpa inovasi bisa berkinerja baik selama periode waktu yang lama, khususnya
dengan mengikuti apa-apa yang dilakukan orang lain dengan pencapaian yang agresif.

Perusahaan berstrategi penganalisis dengan inovasi


Jika perusahaan anda memiliki fokus terhadap eksplorasi dan eksploitasi, maka strategi
perusahaan anda adalah penganalisis dengan inovasi. Penganalisis dengan inovasi merupakan
sebuah strategi ganda yang menggabungkan aspek-aspek defender dan prospektor. Strategi ini
mengeksploitasi posisi pemanfaatan sumberdayanya di saat sekarang dan posisinya dalam pasar,
dan di saat yang sama mengadopsi strategi inovasi aktif untuk mengembangkan produk-produk
baru, pelayanan, dan proses-proses penyalurannya. Strategi penganalisis dengan inovasi efisien
dan efektif.
Penganalisis dengan inovasi aktif dalam melakukan eksplorasi dan mencari produk-produk dan
jasa-jasa baru. Dia tidak sekedar melihat apa yang dilakukan perusahaan lain tetapi justru
menyurvei lebih luas dalam hal teknologi dan pasar untuk mencari peluang-peluang yang bisa
dikembangkan menjadi produk dan jasa baru.
Manajemen strategi bermanfaat dan memegang peranan penting dalam menghasilkan :

Menentukan batasan usaha/bisnis yang akan dilakukan

Membantu proses identifikasi, pemilihan prioritas dan eksploitasi kesempatan

Memberikan kerangka kerja untuk meningkatkan koordinasi dan pengendalian

Mengarahkan dan membentuk kultur perusahaan

Menjaga kebijakan yang taat asas dan sesuai

Mengintegrasikan perilaku individu ke dalam perilaku kolektif

Meminimalkan implikasi akibat adanya perubahan kondisi

Menciptakan kerangka kerja dalam komunikasi internal

Memberikan kedisiplinan adan formalitas manajemen

Identifikasi perkembangan strategi bisnis dapat diikuti melalui empat tahap berikut :

1.

Perencanaan keuangan

Perlunya pengendalian atas bisnis yang semakin meningkat dalam ukuran dan diversifikasi.
Perencanaan anggaran, digabungkan dengan penerapan analisis cash flow untuk proposal
investasi, guna membuat kerangka kerja yang benar.
2.

Perencanaan perusahaan

Pada tingkat perusahaan, perencanaan terdorong oleh ramalan. Atas dasar ramalan permintaan
jangka menengah, rencana perusahaan dirancang dengan sasaran strategi, proyeksi penjualan dan
investasi, dan peluang-peluang yang diidentifikasi untuk pengembangan pasar, produk dan
perusahaan.
3.

Analisis industri dan posisi persaingan

Analisis penentu daya tarik industri yang berhubungan dengan strategi perusahaan dirancang
untuk menempatkan kembali portofio bisnis perusahaan melalui diversifikasi, divestasi dan
relokasi arus dan perusahaan.
4.

Mengeksploitasi keunggulan strategi khusus perusahaan

Strategi yang didasarkan pada analisis industri dan posisi pasar mendorong perusahaan
menerapkan posisi yang sama. Pada akhirnya mendorong perusahaan mencari bersaing yang
unik yang didasarkan atas pemanfaatan sumber daya dan kemampuan khusus perusahaan
Strategi perusahaan dalam menghadapi persaingan usaha tidak bisa lepas dari strategi
pengelolaan keuangan perusahaan . Dengan strategi keuangan yang baik perusahaan diharapkan
akan berhasil memenangkan persaingan . Lantas apa saja yang harus dilakukan dalam menyusun
strategi pengelolaan keuangan perusahaan?
Dalam pengelolaan keuangan, secara prinsip meliputi pengelolaan Aktiva perusahaan dan
pengelolan pasiva perusahaan. Dari kedua objek ini, muncul berbagai masalah yang terkait
dengan kedua hal tersebut. Misalnya bagaimana mengelola kas perusahaan, mengelola piutang,
mengelola hutang, mengelola hubungan dengan kreditur dan lain sebagainya. Disinilah para
praktisi keuangan dituntut untuk memilih berbagai keputusan pemilihan yang tepat dalam
menyusun strategi keuangan perusahaan. Lingkungan usaha yang terus berubah seperti tingkat
suku bunga, inflasi dan kondisi ekonomi makro, perlu menjadi bahan pertimbangan dalam
mengelola keuangan perusahaan. Selain aspek makro, para pengelola keuangan perusahaan perlu
terus meningkatkan kemampuan tehnis di bidang yang terkait dengan manajemen keuangan
seperti pengelolaan modal kerja, pengelolaan risiko, pengelolaan aset perusahaan dan masih
banyak lagi pengetahuan-pengetahuan yang harus diperdalam oleh para praktisi keuangan, agar
mampu mengelola keuangan perusahaan dengan baik.
Ada tiga dasar strategi keuangan perusahaan :
1.

Strategi Agresif

Suatu perusahaan membiayai kebutuhan modal kerja musiman/variabel (seasonal working


capital or variable) dan sebagian dari kebutuhan tetapnya dengan dana jangka pendek dan

sisanya merupakan kebutuhan modal kerja permanen. Pada strategi ini resikonya cukup tinggi
tetapi dapat menghasilkan laba yang tinggi. Modal kerja musiman/variabel adalah pembiayaan
yang dibutuhkan untuk aktiva lancar yang bersifat sementara dan selalu bervariasi sepanjang
tahun. Modal kerja permanen (jangka panjang) adalah pembiayaan yang dibutuhkan untuk aktiva
tetap ditambah bagian tertentu dari yang tetap dari aktiva lancar perusahaan dan tidak berubah
sepanjang tahun.
2.

Strategi Keuangan Konservatif

Adalah dimana suatu perusahaan membiayai seluruh proyek yang ada dengan menggunakan
dana jangka panjang, dan pengeluaran darurat yang mendadak dan tidak diharapkan
menggunakan dana jangka pendek. Pada strategi ini mempunyai resiko kecil tetapi juga hanya
dapat menghasilkan laba yang kecil.
3.

Strategi Keuangan Kombinasi

Adalah suatu perusahaan menetapkan pembiayaan campuran dengan kombinasi strategi agresif
dan strategi konservatif yaitu menggunakan dana jangka pendek dan juga menggunakan dana
jangka panjang.

SEJARAH PERUSAHAAN
Perusahaan ini pertama kali didirikan pada tanggal 20 Februari 1957 dengan nama PT. Astra
International Incorporation (AII) oleh Bapak Drs. Tjia Kian Tie, Bapak William Soerdjaya (Tjia
Kian Liong), dan Bapak E. Harman (Liem Peng Hong). Pada mulanya perusahaan ini bergerak di
bidang perdagangan umum, mulai dari menjual soft drink, merek Prem Club dan juga eksporimpor hasil bumi.
Pada tahun 1965 PT. Astra International Incorporation mengalihkan usahanya menjadi
pengimpor kendaraan bermotor, alat-alat berat, dan alat-alat teknik yang dapat menunjang
kebutuhan pembangunan nasional.
Pada tanggal 1 Juli 1969 PT. Astra International Incorporation mendapat pengakuan resmi dari
pemerintah sebagai agen tunggal mobil merek Toyota untuk seluruh wilayah Indonesia. Sebagai
kelanjutannya PT. Astra International Incorporation membentuk Toyota Division yang
menangani distributor dan pemasaran kendaraan merek Toyota.
Pada tahun 1971 didirikan perusahaan baru dengan nama PT. Toyota Astra Motor (TAM) yang
merupakan patungan antara PT. Astra International Incorporation dengan Toyota Motor
Company (TMC). PT. Toyota Astra Motor ini kegiatannya yaitu mengimpor mobil-mobil merek
Toyota dalam keadaan Completely Knock Down (CKD) dari Jepang, kemudian dirakit di PT.
Multi Astra serta menyalurkan pada dealer-dealer utama di Indonesia. Sehingga status agen
tunggal Toyota untuk seluruh Indonesia dialihkan kepada PT. Toyota Astra International
Incorporation sejak itu berubah menjadi penyaluran utama.

Tahun 1973, PT. Astra International Incorporation ditunjuk sebagai agen tunggal untuk produkproduk Daihatsu, dengan demikian Toyota Astra Motor tidak hanya memasarkan kendaraan
merek Toyota saja tetapi juga kendaraan merek Daihatsu.
Karena perkembangan yang semakin pesat, maka pada tanggal 1 Januari 1976 didirikan PT.
Astra Motor Sales (AMS) berdasarkan Akta Notaris Kartini Mulyadi, S.H. No.195 tanggal 30
Juli 1975 dan No.52 tanggal 10 Oktober 1975. Sejak saat itu PT. Astra Motor Sales menjadi
penyalur utama mobil merek Toyota dan memiliki puluhan kantor cabang.
Selanjutnya pada bulan Maret 1990, PT. Astra Motor Sales telah menjual sahamnya (go public)
terhadap masyarakat, dan pada saat bersamaan PT. Astra Motor Sales yang berada di Jl. Asia
Afrika No.125 Bandung diubah menjadi PT. All Toyota Divisions.
Dan pada tanggal 19 Februari 1991, berdasarkan Akta Notaris No.43 yang dibuat oleh Ny.
Indirani Soepojo, S.H. PT. All Toyota Division berubah menjadi PT. Astra International Tbk.
Toyota Sales Operation Cabang Bandung atau yang lebih dikenal dengan nama AUTO 2000.
AUTO 2000 ini merupakan tempat penjualan resmi Authorized Main Dealer bagi kendaraan
merek Toyota yang berkantor pusat di Jl. Gaya Motor III No.3 Jakarta 14330.
Adapun profile dari AUTO 2000 adalah sebagai berikut :
1. Focus on Customer
Pelanggan bagaikan raja yang harus selalu didahulukan. Karena itu segala upaya difokuskan
untuk memberikan layanan bernilai tambah.
2.

Reliable

Tak ada yang lebih berharga daripada kepercayaan pelanggan. Tak cukup hanya pengalaman dan
keahlian yang senantiasa diasah, namun juga perbaikan yang terus-menerus dilakukan dengan
memperhatikan suara pelanggan.
3.

Green Company

Makin tingginya polusi lingkungan saat ini, mengilhami AUTO 2000 untuk selalu
mengutamakan keselarasan lingkungan melalui fasilitas layanan prosedur, system pengolahan
limbah, serta penggunaan produk-produk yang bersahabat dengan lingkungan.
4.

Team Work

Pasar yang dinamis, hanyalah bias diantisipasi melalui suatu sinergi dari sebuah tim yang
melibatkan berbagai keahlian namun memiliki satu tujuan, yaitu memuaskan pelanggan.
5.

Strive for Exellence

Begitu cepatnya perubahan terjadi, begitu tingginya tuntutan pelanggan mendorong AUTO 2000
untuk terus-menerus meningkatkan layanan yang lebih baik dan lebih baik lagi.
6.

Ease

Situasi orang yang semakin bertambah sibuk, membuat waktu semakin berharga, itulah yang
menjadi sumber inspirasi AUTO 2000 untuk memberikan pelayanan yang mudah dan
memberikan layanan-layanan seperti Booking Service, Toyota Home Service, OK atau Gratis!
Yang mudah diakses di seluruh cabang-cabang AUTO 2000.
Visi, misi dan tujuan PT. Astra International Tbk. Toyota (AUTO 2000) adalah sebagai berikut :
1.

VISI

Visi dari AUTO 2000 adalah Menjadi Dealer Otomotif yang terbaik di Indonesia melalui proses
dan layanan pelanggan yang bertaraf international.
2.

MISI

Memberikan layanan terbaik kepada pelanggan

Mencapai pangsa pasar nomor 1 untuk kendaraan Toyota

Menyediakan lingkungan kerja yang aman dan baik bagi karyawan

Menciptakan nilai tambah ekonomis yang positif bagi shareholders

3.

TUJUAN

Market leader number one in sales, volume, and market share. Yaitu menjadi pemimpin
pasar dalam bisnis otomotif dengan volume penjualan nomor 1.

Best distribution network. Adalah memiliki jaringan distribusi yang luas

Customer satisfaction and good attitude people. Yaitu menciptakan kepuasan pelanggan
dan karyawan AUTO 2000

Highly compenence and good attitude people. Adalah karyawan AUTO 2000 memiliki
sikap, perilaku, etika kerja serta kepribadian yang tinggi

Financial soundeness. Yaitu kondisi keuangan AUTO 2000 yang sehat, mampu
menciptakan laba yang memadai untuk perkembangan dan kelangsungan hidup perusahaan di
masa mendatang.
Salah satu strategi dalam menggaet konsumen yaitu, untuk pelanggan yang mempunyai
keinginan membeli kendaraan Toyota, AUTO 2000 menyediakan layanan pembelian baik cash
maupun kredit. Untuk kredit, AUTO 2000 bekerjasama dengan anggota leasing Astra yaitu Astra
kredit Company dan Toyota Astra Finance Service menyediakan program kredit yang dapat
disesuaikan dengan keinginan dan kebutuhan pelanggan. Program kredit ini didukung pula oleh
Asuransi Astra Buana atau Garda Oto. Di AUTO 2000, pelanggan dapat mengatur sendiri
besarnya DP dan angsuran sesuai dengan kemampuannya. Seringkali AUTO 2000 juga
menawarkan program kredit khususyang berkaitan dengan adanya program penjualan yang
dibuat untuk memudahkan pelanggan dalam mengansur.
Sedangkan bagi pelanggan yang berkeinginan untuk menukar kendaraan lemanya dengan
kendaraan baru Toyota, AUTO 2000 bekerjasama dengan mobil 88 memberikan kemudahan

dengan layanan Trade In (tukar tambah). Mobil 88 akan melakukan appraisal (menghitung harga
kendaraan) dan memberikan harga yang kompetitif bagi pelanggan sehingga pelanggan tidek
repot lagi untuk menjual kendaraannya.
PT Astra International Tbk berambisi mempertahankan posisi sebagai market leader di pasar
sepeda motor nasional dan meraup 56% porsi penjualan mobil domestik, kendati suasana
kompetisi kian ketat. Presdir PT Astra International Prijono Sugiarto mengatakan seiring
pertumbuhan ekonomi nasional yang bagus sepanjang 3 bulan pertama tahun ini, permintaan
konsumen terhadap produk-produk otomotif cukup tinggi. Tahun ini, Astra memproyeksikan
volume pasar mobil domestik sekitar 600.000 unit mobil dan total penjualan kendaraan roda dua
menembus 6,7 juta-6,8 juta unit motor. Pertumbuhan pasar itu diyakini akan tercapai dengan
asumsi tidak ada kenaikan tarif pajak kendaraan bermotor. (bisnis.com,Selasa 18 Mei 2010)
Dalam menghadapi perdagangan bebas Asean Free Trade Area (AFTA) yang diberlakukan mulai
1 Januari 2010, AUTO 2000 memiliki beberapa strategi antara lain :
1.

Memperkuat pelayanan dengan menambah jaringan atau network distribusi yang luas.

2.

Memperkuat layanan aftersales

Selain program bengkel, juga dilakukan reminder bagi pelanggan, mengingatkan tentang kapan
waktunya mereka servis, melakukan follow up setelah pelanggan selesai servis, memberikan
diskon tambahan bagi pelanggan yang melakukan booking, diskon bagi member Astraworld
card, memberikan layanan servis plus secara gratis (seperti mengisi air accu, radiator, mencuci
mobil, dll), menyediakan ruang tunggu dengan beragam fasilitas (ruang yang nyaman dan
lengkap, makanan dan minuman gratis bahkan makan siang juga gratis, layanan kursi pijat gratis,
dll)
Beberapa cabang AUTO 2000 juga menerapkan strategi CRM (Customer Relationship
Management) yaitu :

Follow up 1 yaitu melakukan pendekatan melalui telepon terhadap pelanggan yang akan
melakukan pembelian pada showroom.

Apabila telah terjadi pembelian mobil, maka 3 hari setelah pengiriman mobil pelanggan
akan dihubungi melalui telepon oleh Auto 2000 TSO kertajaya, untuk menanyakan dan
memastikan kembali apakah mobil telah sampai kepada pelanggan dan kondisi kendaraan
baik.

Follow up 2 yaitu mengingatkan pelanggan untuk melakukan service perawatan pertama


yang dilakukan satu bulan setelah mobil dikirim kepada pelanggan atau mobil telah
mencapai 1000km.Dan kegiatan tersebut akan dilakukan hingga service berkala 5000km,
10000km, 20000km, dst.

Follow up 3 yaitu kegiatan yang dilakukan melalui telepon kepada pelanggan yang telah
melakukan service mobil pada Auto 2000 TSO kertajaya untuk memastikan bahwa
kendaraan yang telah di service 3 hari yang lalu telah kembali dalam kondisi yang baik,

apabila masih terdapat masalah pada kendaraan maka pelanggan dapat kembali ke
bengkel untuk perbaikan ulang.
Main dealer Toyota sepanjang 2011 ini menawarkan 12 kemudahan bagi konsumennya melalui
satu strategi bertajuk Life is Easy with Auto2000. Dengan strategi baru, kami terus melakukan
perbaikan demi meningkatkan kepuasan dan kesetiaan para konsumen, kata Jodjana J Chief
Executive Auto2000.
Kepuasan pelanggan menjadi misi utama yang diusung Auto2000 tahun ini. Di tengah laju inflasi
dan kenaikan kendaraan akibat regulasi pajak, main dealer Toyota di Indonesia itu berusaha
meningkat kepuasan pelanggan. Tahun lalu Auto2000 meraih rekor penjualan tertinggi yaitu
220.280 unit dan meraih posisi pertama survei kepuasan pelanggan JD Power. Karena itu,
Auto200 menawarkan 12 alasan kenapa konsumen bakal lebih mudah menggunakan mobil
Toyota.

Analisis SWOT PT. Astra International, Tbk


Berdasarkan analisa internal dan eksternal, diperoleh buttir butir kekuatan, kelemahan, peluang,
ancaman organisasi. maka dapat ditentukan pembobotan dari masing masing butir tersebut. bobot
setiap factor dari Strength, Weakness, Opportunity, Threaths diberi nilai = 1,00. sedangkan untuk
masing masing rating factor akan diberi criteria sebagai berikut :
Untuk rating faktor Strength diberi kriteria :

Rating 1

: Sedikit Kuat

Rating 2

: Agak Kuat

Rating 3

: Kuat

Rating 4

: Sangat Kuat

Untuk rating faktor Weakness diberi kriteria :

Rating 1

: Sedikit Lemah

Rating 2

: Agak Lemah

Rating 3

: Lemah

Rating 4

: Sangat Lemah

Untuk rating faktor Threat diberi kriteria :

Rating 1

: Sedikit Mengancam

Rating 2

: Agak Mengancam

Rating 3

: Mengancam

Rating 4

: Sangat Mengancam

Untuk rating faktor Opportunity diberi kriteria :

Rating 1

: Sedikit Peluang

Rating 2

: Agak Peluang

Rating 3

: Peluang

Rating 4

: Sangat Peluang

Matriks SWOT Kearns


Eksternal
Internal
STRENGTH
WEAKNESS

OPPORTUNITY

TREATHS

Comparative

Mobilization

Advantage
Divestment/Investment

Damage Control

PT. Astra International, Tbk berhasil membukukan kinerja finasial yang baik sampai kuartal III
pada tahun 2007, dimana laba bersih Astra naik 53% dibandingkan setahun sebelumnya menjadi
Rp 4.581 Triliun. Agar PT Astra International, Tbk dapat menganalisis situasi saat ini, maka
digunakanlah analisis SWOT dengan melakukan penilaian terhadap faktor internal dan eksternal
menggunakan pendekatan kuantitatif. Penilaian terhadap indikator digunakan nilai berskala
empat, yaitu satu = di bawah rata-rata; dua = rata-rata; tiga = di atas rata-rata; dan empat = sangat
baik.
Faktor Internal
Kekuatan

Nilai Bobot Rating Skor

Efektivitas saluran distribusi

0.16

0.64

Keberhasilan dari pengembangan produk

0.12

0.48

Penerapan teknologi

0.16

0.64

Efektivitas kegiatan promosi

0.16

0.64

Sumber Daya Manusia

0.16

0.48

Aset yang dimiliki untuk biaya operasi dan investasi 3

0.12

0.36

Penggunaan kandungan lokal sampai 75%

0.12

Total

25

1.0

Kelemahan

Nilai Bobot Rating Skor

Masa depan karyawan

0.13

0.39

Fasilitas manufaktur

0.17

0.52

Posisi global

0.13

0.26

Pengembangan merk dalam negeri 4

0.17

0.17

Informasi pasar

0.13

0.26

Tingkat kegagalan produksi

0.17

0.35

Mesin import

0.09

0.17

Total

23

1.0

0.36
3.6

2.13

Faktor Eksternal
Peluang

Nilai Bobot Rating Skor

Terbukanya pasar dalam negeri

0.2

0.8

Paket teknologi

0.2

0.8

Pengaruh social responsibilities dalam membantu perkembangan


perusahaan

0.15

0.45

Terbukanya pasar ekspor

0.15

0.45

Pengaruh penghargaan yang dapat mengangkat citra perusahaan

0.15

0.45

Pasar tenaga kerja

0.15

0.45

Total

1.0

Ancaman

Nilai Bobot Rating Skor

Pengaruh kebijakan pemerintah

0.21

0.63

3.4

Intensitas persaingan

0.15

0.32

Pengaruh kampanye produk ramah lingkungan

0.16

0.16/td>

Kelesuan ekonomi dalam negeri

0.16

0.16/td>

Pengaruh melambatnya pertumbuhan ekonomi global 3

0.16

0.16/td>

Barang subtitusi

0.16

0.16/td>

Total

19

1.0

1.58

ANALISIS MATRIKS SWOT

Berdasarkan hasil-hasil yang didapat dari analisis internal dan eksternal pada table
dituliskan diatas, hasilnya dapat dirangkum sebagai berikut :

No

Analisis faktor Skor

Kekuatan

3 62

kelemahan

2 13

Peluang

34

Ancaman

1 58

Total

10 73

Koordinat Analisis Internal


Sumbu x = (Skor Kekuatan Skor Kelemahan)/2
= (3 62 2 13)/2
= 0,745

Koordinat Analisi Eksternal

Sumbu y = (Skor Peluang Skor Ancaman)/2


= (3 4-1 58)/2
= 0,91

Jadi posis perusahaan berada di (0,745; 0,91)

Kuadaran

Posisi titik

Luas Matriks

Ranking

Prioritas Strategi

(3 62; 3 4)

13

Growth

II

(2 13; 3 4)

Kombinasi

III

(2 13; 1 58)

Penciutan

IV

(3 62; 1 58)

Stabilitas

Penjelasan diagram SWOT adalah sebagai berikut :

Pada kuadran I ( S O Strategi ) strategi umum yang dapat dilakukan oleh perusahaan adalah
menggunakan kekuatan perusahaan untuk mengambil setiap keunggulan pada kesempatan yang
ada.

Pada kuadran II ( W O Strategi ) perusahaan dapat membuat keunggulan pada kesempatan


sebagi acuan untuk memfokuskan kegiatan dengan menghindari kelemahan.

Pada kuadran III ( W T Strategi ) Meminimumkan segala kelemahan untuk menghadapi


setiap ancaman.
Pada kuadran IV ( S T Strategi ) Menjadikan setiap kekuatan untuk menghadapi setiap ancaman
dengan menciptakan diversifikasi untuk menciptakan peluang.

Kesimpulan
Berdasarkan anallisis faktor eksternal pad amatrk EFAS diperoeh hasil 0,91untuk faktor peluang,
sedangkan untuk faktor internal perusahaan pada IFAS diperoleh hasil 0,745 untuk faktor
kekuatan.
O

1
(0.745,0,91)
W
3

S
2

T
Diagram Analisis SWOT
Sesuai hasil pada diagram analisis SWOT di atas, maka strategi utama/arah pengembangan
berada pada kuadran I yaitu Growth menggunakan kekuatan perusahaan untuk mengambil
setiap keunggulan pada kesempatan yang ada.
Prioritas Strategi yang dilakukan
Prioritas I
menerapkan strategi CRM (Customer Relationship Management)
Prioritas II
Memperkuat pelayanan dengan menambah jaringan atau network distribusi yang luas

Strategi Unit
1. menerapkan strategi CRM (Customer Relationship Management)
Faktor Penentu Keberhasilan

ketersediaan peralatan ( tlpn dan lain lain)

memiliki banyak tenaga ahli dibidangnya

pelayanan pelanggan

Aktifitas Yang dilakukan

Follow up 1 yaitu melakukan pendekatan melalui telepon terhadap pelanggan yang akan
melakukan pembelian pada showroom.

Apabila telah terjadi pembelian mobil, maka 3 hari setelah pengiriman mobil pelanggan
akan dihubungi melalui telepon oleh Auto 2000 TSO kertajaya, untuk menanyakan dan
memastikan kembali apakah mobil telah sampai kepada pelanggan dan kondisi kendaraan
baik.

Follow up 2 yaitu mengingatkan pelanggan untuk melakukan service perawatan pertama


yang dilakukan satu bulan setelah mobil dikirim kepada pelanggan atau mobil telah
mencapai 1000km.Dan kegiatan tersebut akan dilakukan hingga service berkala 5000km,
10000km, 20000km, dst.

Follow up 3 yaitu kegiatan yang dilakukan melalui telepon kepada pelanggan yang telah
melakukan service mobil pada Auto 2000 TSO kertajaya untuk memastikan bahwa
kendaraan yang telah di service 3 hari yang lalu telah kembali dalam kondisi yang baik,
apabila masih terdapat masalah pada kendaraan maka pelanggan dapat kembali ke
bengkel untuk perbaikan ulang.

Output

: mempertahankan pelanggan dan menetapkan loyalitas pelanggan

Outcame

: Profit, baik financial maupun non financial, loyalitas pelanggan

Impact
: Image terhadap perusahaan akan meningkat sehingga akan Menjadi Dealer
Otomotif yang terbaik di Indonesia
2.

Memperkuat pelayanan dengan menambah jaringan atau network distribusi yang luas.

Faktor Penentu Keberhasilan

Kemudahan pelayanan

Networking

Aktifitas Yang dilakukan.

bekerjasama dengan anggota leasing Astra yaitu Astra kredit Company dan Toyota Astra
Finance Service menyediakan program kredit yang dapat disesuaikan dengan keinginan
dan kebutuhan pelanggan

bekerjasama dengan mobil 88 memberikan kemudahan dengan layanan Trade In (tukar


tambah). Mobil 88 akan melakukan appraisal (menghitung harga kendaraan) dan
memberikan harga yang kompetitif bagi pelanggan sehingga pelanggan tidek repot lagi
untuk menjual kendaraannya.

Memperkuat layanan aftersales

membuka outlet diberbagai tempat

Output

: mempermudah pelanggan untuk membeli dan menjual kendaraan

Outcame

: Profit, baik financial maupun non financial, dapat memperlebar sayap perusahaan

Impact

: Kepuasan pelanggan dan kesetiaan para konsumen AUTO 2000