Anda di halaman 1dari 1

BAB IV

ANALISA KASUS
Dari hasil anamnesis pada pasien ini didapatkan adanya, sesak saat aktivitas,
sesak tidak dipengaruhi cuaca, suhu dan debu, perut cepat penuh, nafsu makan
menurun, nyeri perut kiri bawah, terasa ada benjolan dalam perut yang semakin
membesar. Keluhan disertai dengan rasa nyeri, senap dan perut terasa cepat
penuh. BAB sulit mengedan. BAK di akui os normal seperti biasa. BAB hitam
disangkal, BAK warna seperti teh disangkal os. Riwayat sakit pembengkakan
jantung dan hati (+). Riwayat hipertensi dan pelebaran jantung tidak terkontrol
(+). Riwayat konsumsi obat lama (+). Pada palpasi abdomen didapatkan cembung,
lemas, nyeri tekan (+), Ballotement (-), hepar teraba 3 jari dibawah arcus costae,
lien teraba schuffner 3, Hal ini sesuai dengan teori pada gejala klinis dari
Leukemia.
Diagnosis pasti leukemia ditegakkan melalui aspirasi sumsum tulang yang
akan memperlihatkan keadaan yang hiperseluler dengan sel blas leukemik lebih
dari 30%. Leukemia perlu dibedakan dengan reaksi leukemoid dimana hanya
terjadi peningkatan leukosit tanpa ada perubahan morfologi. Perlu juga
disingkirkan penyebab demam dan kegagalan sumsum tulang.
Pengobatan dengan kemoterapi bertujuan mengeradikasi sel blas dari
darah dan sumsum tulang untuk mencapai remisi, juga melakukan profilasis
terhadap relaps di SSP yang dilanjutkan kemoterapi rumatan selama 2 tahun.
Transplantasi sumsum tulang bisa dilakukan bila relaps gagal dengan terapi
konvensional. Komplikasi yang timbul dapat akibat dari penyakitnya atau
terapinya. Prognosis dari pasien leukemia tergantung dari respon terapi awal,
jumlah leukosit awal, usia dan jenis kelamin.

24