Anda di halaman 1dari 35

Pengolahan air

Pengolahan Air minum


Pengolahan Air limbah
Pengiolahan Air industri

Tujuan Pengolahan Air


Ada 3 jenis tujuan pengolahan Air:
Pengolahan Air untuk kebutuhan Air minum
Pengolahan Air untuk mengolahan air limbah

domestik supaya tidak mencemari lingkungan


Pengolahan Air untuk kebutuhan Industri

Tujuan pengolahan air minum


Adapun tujuan pengolahan air minum adalah

untuk :

menurunkan kekeruhan
menghilangkan bau, rasa dan warna
menurunkan dan mematikan mikroorganisme
(bakteri) patogen
mengurangi kadar zat kimia yang terlarut
dalam air.
menurunkan kesadahan

PERSYARATAN AIR SEHAT


Air yang sehat harus memenuhi beberapa persyaratan antara lain :

Air harus jernih atau tidak keruh. Kekeruhan pada air biasanya disebabkan
oleh adanya butir-butir tanah liat yang sangat halus. Semakin keruh
menunjukkan semakin banyak butir-butir tanah dan kotoran yang terkandung
di dalamnya.
Tidak berwarna. Air yang berwarna berarti mengandung bahan-bahan lain
berbahaya bagi kesehatan, misalnya pada air rawa berwarna kuning , air
buangan dari pabrik , selokan, air sumur yang tercemar dan lain-lain.
Rasanya tawar. Air yang terasa asam, manis, pahit, atau asin menunjukan
bahwa kualitas air tersebut tidak baik. Rasa asin disebabkan adanya garamgaram tertentu yang larut dalam air, sedangkan rasa asam diakibatkan
adanya asam organik maupun asam anorganik.Tidak berbau. Air yang baik
memiliki ciri tidak berbau bila dicium dari jauh maupun dari dekat. Air yang
berbau busuk mengandung bahan-bahan organik yang sedang didekomposisi
(diuraikan) oleh mikroorganisme air.
Derajat keasaman (pH) nya netral sekitar 6,5 8,5 . Air yang pHnya rendah
akan terasa asam, sedangkan bila pHnya tinggi terasa pahit. Contoh air alam
yang terasa asam adalah air gambut (rawa)

Persyaratan Kimia

Tidak mengandug zat kimia beracun, misalnya arsen, timbal, nitrat, senyawa raksa,
senyawa sulfida, senyawa fenolik, amoniak serta bahan radioaktif.
Kesadahannya rendah. Kesadahan air dapat diakibatkan oleh kandungan ion
kalsium (Ca2+) dan magnesium (Mg2+) .. Air sadah dapat juga mengandung ion-ion
Mangan (Mn2+) dan besi (Fe2+) yang memberikan rasa anyir pada air dan berbau, serta
akan menimbulkan noda-noda kuning kecoklatan pada peralatan dan pakaian yang
dicuci. Meskipun ion kalsium, ion magnesium, ion besi dan ion mangan diperlukan
oleh tubuh kita. Air sadah yang banyak mengandung ion-ion tersebut tidak baik untuk
dikonsumsi. Karena dalam jangka panjang akan menimbulkan kerusakan pada ginjal,
dan hati. Tubuh kita hanya memerlukan ion-ion tersebut dalam jumlah yang sangat
sedikit sedikit sekali. Kalsium untuk pertumbuhan tulang dan gigi, mangan dan
magnesium merupakan zat yang membantu kerja enzim, besi dibutuhkan untuk
pembentukan sel darah merah.Batas kadar ion besi yang diizinkan terdapat di dalam
air minum hanya sebesar 0,1 sampai 1 ppm ( ppm = part per million, 1ppm = 1
mgr/1liter). Untuk ion mangan ; 0,005 0,5 ppm, ion kalsium : 75 200 ppm dan 1on
magnesium : 30 150 ppm.

Persyaratan mikrobiologi
Tidak boleh mengandung bakteri

patogen seperti Escheria coli , yaitu


bakteri yang biasa terdapat dalam tinja
atau kotoran, serta bakteri-bakteri lain
yang dapat menyebabkan penyakit
usus dan limpa, yaitu kolera, typhus,
paratyphus, dan hepatitis. Dengan
memasak air terlebih dahulu hingga
mendidih, bakteri tersebut akan mati

Pengolahan Air minum


Pengolahan pada tingkat dasar
Penyaringan

Penyimpanan & pendiaman

Filtrasi

Desinfeksi

Pengolahan Air Limbah


Berbagai teknik pengolahan air buangan untuk menyisihkan

bahan polutannya telah dicoba dan dikembangkan selama ini.


Teknik-teknik pengolahan air buangan yang telah
dikembangkan tersebut secara umum terbagi menjadi 3 metode
pengolahan:
1. pengolahan secara fisika
2. pengolahan secara kimia
3. pengolahan secara biologi
Untuk suatu jenis air buangan tertentu, ketiga metode
pengolahan tersebut dapat diaplikasikan secara sendiri-sendiri
atau secara kombinasi.

Pengolahan Secara Fisika


Pada umumnya, sebelum

dilakukan pengolahan lanjutan


terhadap air buangan, diinginkan agar bahan-bahan tersuspensi
berukuran besar dan yang mudah mengendap atau bahanbahan yang terapung disisihkan terlebih dahulu. Penyaringan
(screening) merupakan cara yang efisien dan murah untuk
menyisihkan bahan tersuspensi yang berukuran besar. Bahan
tersuspensi yang mudah mengendap dapat disisihkan secara
mudah dengan proses pengendapan. Parameter desain yang
utama untuk proses pengendapan ini adalah kecepatan
mengendap partikel dan waktu detensi hidrolis di dalam bak
pengendap.

Proses

flotasi banyak digunakan untuk


menyisihkan bahan-bahan yang mengapung
seperti minyak dan lemak agar tidak
mengganggu proses pengolahan berikutnya.
Flotasi juga dapat digunakan sebagai cara
penyisihan
bahan-bahan
tersuspensi
(clarification)
atau
pemekatan
lumpur
endapan
(sludge
thickening)
dengan
memberikan aliran udara ke atas (air
flotation).

Proses

filtrasi di dalam pengolahan air


buangan,
biasanya
dilakukan
untuk
mendahului proses adsorbsi atau proses
reverse osmosis-nya, akan dilaksanakan
untuk menyisihkan sebanyak mungkin
partikel tersuspensi dari dalam air agar tidak
mengganggu
proses
adsorbsi
atau
menyumbat membran yang dipergunakan
dalam proses osmosa.

Proses adsorbsi, biasanya dengan karbon aktif,

dilakukan untuk menyisihkan senyawa aromatik


(misalnya: fenol) dan senyawa organik terlarut
lainnya, terutama jika diinginkan untuk menggunakan
kembali air buangan tersebut.
Teknologi membran (reverse osmosis) biasanya
diaplikasikan untuk unit-unit pengolahan kecil,
terutama
jika
pengolahan
ditujukan
untuk
menggunakan kembali air yang diolah. Biaya instalasi
dan operasinya sangat mahal.

Proses Kimia
Pengolahan air buangan secara kimia biasanya

dilakukan untuk menghilangkan partikel-partikel yang


tidak mudah mengendap (koloid), logam-logam berat,
senyawa fosfor, dan zat organik beracun; dengan
membubuhkan
bahan
kimia
tertentu
yang
diperlukan. Penyisihan bahan-bahan tersebut pada
prinsipnya berlangsung melalui perubahan sifat
bahan-bahan tersebut, yaitu dari tak dapat
diendapkan menjadi mudah diendapkan (flokulasikoagulasi), baik dengan atau tanpa reaksi oksidasireduksi, dan juga berlangsung sebagai hasil reaksi
oksidasi.

Pengendapan bahan tersuspensi yang tak mudah larut dilakukan dengan

membubuhkan elektrolit yang mempunyai muatan yang berlawanan


dengan muatan koloidnya agar terjadi netralisasi muatan koloid tersebut,
sehingga akhirnya dapat diendapkan. Penyisihan logam berat dan
senyawa fosfor dilakukan dengan membubuhkan larutan alkali (air kapur
misalnya) sehingga terbentuk endapan hidroksida logam-logam tersebut
atau endapan hidroksiapatit. Endapan logam tersebut akan lebih stabil
jika pH air > 10,5 dan untuk hidroksiapatit pada pH > 9,5. Khusus untuk
krom heksavalen, sebelum diendapkan sebagai krom hidroksida
[Cr(OH)3], terlebih dahulu direduksi menjadi krom trivalent dengan
membubuhkan reduktor (FeSO4, SO2, atau Na2S2O5).
Koagulasi & Flokulasi
Penyisihan bahan-bahan organik beracun seperti fenol dan sianida pada
konsentrasi rendah dapat dilakukan dengan mengoksidasinya dengan
klor (Cl2), kalsium permanganat, aerasi, ozon hidrogen peroksida.
Pada dasarnya kita dapat memperoleh efisiensi tinggi dengan
pengolahan secara kimia, akan tetapi biaya pengolahan menjadi mahal
karena memerlukan bahan kimia.

Cara Memperoleh Air Bersih


Air yang kita minum harus bersih sesuai standar, demikian juga air

yang kita gunakan untuk mandi, mencuci, memasak, juga harus bersih.
Bersih disini artinya bersih dari segi fisik, kimiawi dan biologis. Bersih
secara fisik artinya jernih, tidak berwarna, tawar dan tidak berbau.
Secara kimiawi air yang kualitasnya baik adalah yang memiliki pH
netral, tidak mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3) dan ionion logam, serta bahan organik. Sedangkan bersih secara biologis
artinya tidak mengandung mikroorganisme seperti bakteri baik yang
patogen/ menyebabkan penyakit atau yang apatogen.
Ada 2 cara untuk mendapatkan air bersih dalam skala terbatas yaitu :
Tanpa Bahan Kimia, dan
Dengan Menambahkan Bahan Kimia.
Kedua cara penjernihan air ini melalui 2 tahap, yaitu tahap
pengendapan dan tahap penjernihan. Media penyaring yang digunakan
adalah; pasir, arang batok, ijuk dan kerikil. Pada cara yang kedua,
ditambahkan bahan kimia berupa tawas, kapur dan kaporit ke dalam
bak pengendap untuk membantu menggumpalkan zat kimia pencemar.

Cara Memperoleh Air Bersih> Tanpa Bahan Kimia

Cara ini biasanya digunakan untuk sumber air terbuka dengan


menggunakan 3 macam bak yaitu bak pengendap, bak penyaring
dan bak penampung air bersih, yang ukurannya tergantung volume
air yang akan dialirkan. Mula-mula air dari sumbernya dialirkan ke bak
pengendap. Selanjutnya lewat saluran bambu yang pada bagian
ujungnya di beri kawat kasa, dari bak pengendap air dialirkan ke dalam
bak penyaring melalui parit yang berbelok-belok dan berbatuan untuk
mendapatkan kandungan oksigen. Atau jika tidak mungkin parit dapat
diganti dengan saluran bambu. Bak penyaring ini telah diisi dengan
media penyaring, yang disusun berturut-turut dari bagian dasar bak
berupa batu setinggi 10 cm, kerikil 10 cm, pasir halus setinggi 20 cm,
arang 5 cm, ijuk 10 cm, pasir halus 15 cm dan lapisan paling atas diisi
ijuk lagi setinggi 10 cm. Setelah melewati bak penyaring air di tampung
di dalam bak penampung air bersih.
Untuk keperluan minum dan masak, air ini tetap harus dimasak agar

kumannya mati.

Cara Memperoleh Air Bersih> Dengan Menambahkan Bahan Kimia

Pada cara kedua ini digunakan 2 buah Drum yang berukuran sama

yang dilengkapi dengan keran air, sebagai bak pengendap dan bak
penyaring. Tinggi keran air dari dasar drum kira-kira 5-10 cm (harus
lebih tinggi dari lumpur yang akan terkumpul). Tetapi drum bisa juga
diganti dengan gentong. Setelah air kotor masuk ke drum pengendap,
masukkan 1 gr tawas/ 1 gr kapur/ 2,5 gr kaporit untuk setiap 10 liter air,
lalu diaduk perlahan ke satu arah. Pengadukan sebaiknya dilakukan
pada malam hari sehingga pengendapan berlangsung sempurna pada
keesokan paginya.
Pada drum yang berfungsi sebagai bak pengendap diberi media
penyaring yang terdiri dari kerikil setinggi 5 cm di bagian dasar,
kemudian berturut-turut ke atas diberi arang batok setinggi 10 cm, ijuk
setinggi 10 cm dan pasir halus setinggi 20 cm. Ketika air yang dialirkan
dari drum pengendap melewati media penyaring ini, air akan
dijernihkan lagi melalui proses penyaringan. Sehingga ketika kran
dibuka akan diperoleh air yang bersih. Apabila air yang keluar dari drum
kedua sudah ti

Pengolahan secara biologi


Semua air buangan yang biodegradable dapat diolah secara

biologi. Sebagai pengolahan sekunder, pengolahan secara


biologi dipandang sebagai pengolahan yang paling murah dan
efisien. Dalam beberapa dasawarsa telah berkembang berbagai
metode pengolahan biologi dengan segala modifikasinya.
Pada dasarnya, reaktor pengolahan secara biologi dapat
dibedakan atas dua jenis, yaitu:
1. Reaktor pertumbuhan tersuspensi (suspended growth
reaktor);
2. Reaktor pertumbuhan lekat (attached growth reaktor).

Kelebihan Proses Kimia


Kelebihan proses kimia
Prosesnya cepat
Dapat menghilangkan total bahan pencemar

organik dan pencemar beracun yang dapat


merusak proses pengolahan biologi tapi tidak
merusak proses kimiawi
Proses kimiawi tidak perlu waktu
penyesuaian seperti pada proses biologi
Tidak membutuhkan modal yang besar

Kekurangan Proses kimia


Adanya penambahan beban effluen dengan

garam-garam logam yang terbentuk pada


lumpur yang ditimbulkan pada pengolahan
kimia.
Biaya proses yang lebih mahal

Batasan Air Limbah untuk Industri


Kepmen LH No. KEP-51/MENLH/10/1995 Dalam pengolahan air limbah itu
sendiri, terdapat beberapa parameter kualitas yang digunakan. Parameter
kualitas air limbah dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu parameter organik,
karakteristik fisik, dan kontaminan spesifik.
Pengolahan air limbah tersebut dapat dibagi menjadi 5 (lima) tahap:
1.Pengolahan Awal (Pretreatment)
.
2. Pengolahan Tahap Pertama (Primary Treatment)
3. Pengolahan Tahap Kedua (Secondary Treatment)
4. Pengolahan Tahap Ketiga (Tertiary Treatment)
.
5. Pengolahan Lumpur (Sludge Treatment)
.

Pengolahan pendahuluan
Tujuan pengolahan pendahuluan adalah pemisahan

air dari benda terapung, melayang dan yang


mengendap termasuk memisahkan lumpur dan
lemak
Alat yang dipakai : para-para atau saringan kasar,
alat pencacah untuk memotong zat padat yang besar
yang terdapat di dalam air, pompa sentrifugal
Bak pengendap dan alat penyedot pasir (grit dragger)

Pengolahan Pertama (primary treatment)

Tujuannya mengurangi beban dan

menyisihkan bahan-bahan yang mengganggu


pada proses berikutnya. Bisa dengan proses
fisika dan kimia (koagulasi dan flokulasi)
Fungsinya mengurangi bahan tersuspensi
maupun yang melayang
Alat yang digunakan : clarifier, thickner,
aerator

Pengolahan sekunder
Bertujuan untuk mengolah zat pencemar

utama dalam air limbah baik dengan proses


biologi maupun dengan proses kimia
Alat yang digunakan : aerator, clarifier, alat
penukar ion, elektrolisis, chemical
ekstraction.

Pengolahan tersier

1.
2.
3.

Bertujuan untuk penyisihkan bahan pencemar


tambahan yang tidak tersisihkan dalam pengolahan
sebelumnya.
Tujuan pengolahan tersier :
Mengurangi padatan tersuspensi
Menghilangkan dissolved organic compound
Menghilangkan dissolved inorganic compound

Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari

suatu proses produksi baik industri maupun


domestik (rumah tangga). Dimana
masyarakat bermukim, disanalah berbagai
jenis limbah akan dihasilkan. Ada sampah,
ada air kakus (black water), dan ada air
buangan dari berbagai aktivitas domestik
lainnya (grey water)

Teknik pengolahan Limbah Domestik

Septic System

Pengolahan Air industri


Air untuk kebutuhan industri dapat

digolongkan menjadi 3 yaitu :


Pengolahan untuk air boiler
Pengolahan untuk air pendingin
Pengolahan air limbah yang berasal dari
pemanasan, pendinginan, proses dan
pencucian

Tujuan pengolahan air industri


1. Mengurangi kandungan TDS
2. Mengurangi kesadahan, asiditas dan

alkalinitas
3.Mengurangi kadar Fe, silika

Ada 2 jenis pengolahan air industri


1. External treatment
Berfungsi untuk menghilangkan TDS,

kesadahan dan gas-gas terlarut


Contoh : aerasi, filtrasi dan clarifikasi
2. Internal treatment
Contoh reaksi oksidasi sulfit, penambahan
pengkelat, penambahan bahan pengendap,
penstabilan pH, penambahan inhibitor, dan
desinfeksi

Karakteristik Limbah Industri

Limbah cair biasanya dikenal sebagai entitas pencemar air. Komponen


pencemaran air pada umumnya terdiri dari bahan buangan padat, bahan
buangan organik, dan bahan buangan anorganik.
Limbah Padat
Limbah gas dan partikel
Limbah b3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Merupakan sisa suatu usaha atau
kegiatan yang mengandung bahan berbahaya dan atau beracun yang karena
sifat, konsentrasinya, dan jumlahnya secara langsung maupun tidak langsung
dapat mencemarkan, merusak, dan dapat membahayakan lingkungan hidup,
kesehatan, kelangsungan hidup manusia serta makhluk hidup lainnya.
Pengelolaan limbah b3 adalah rangkaian kegiatan yang mencakup reduksi,
penyimpanan, pengumpulan, pengangkutan, pemanfaatan, pengolahan, dan
penimbunan limbah B3. Pengelolaan Limbah B3 ini bertujuan untuk mencegah,
menanggulangi pencemaran dan kerusakan lingkungan, memulihkan kualitas
lingkungan tercemar, dan meningkatan kemampuan dan fungsi kualitas
lingkungan

Pembagian air limbah


Air limbah dapat dibagi menjadi 4 golongan, yaitu :
1.
Air kotor (black water) : air buangan yang berasal dari kloset, peturasan,
bidet dan air buangan mengandung kotoran manusia yang berasal dari
alat-alat plambing lainnya soil pipe.
2.
Air bekas (grey water) : air buangan yang berasal dari alat-alat plambing
lainnya seperti bak mandi (bath tub), bak cuci tangan, bak dapur, dsb.
waste pipe
3.
Air hujan: dari atap, halaman, dsb.
4.
Air buangan khusus : yang mengandung gas, racun atau bahan-bahan
berbahaya seperti yang berasal dari pabrik, air buangan dari
laboratorium, tempat pengobatan, tempat pemeriksaan dari rumah sakit,
rumaah pemotongan hewan, dll

Conventional Sanitation System

Sustainable Sanitation System