Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Asuhan pada ibu hamil merupakan proses untuk mencari kesimpulan yang
baik, antara konselor dan mereka yang memerlukan dalam hal ini sebelum hamil,
sehingga tercapai kesepakatan tentang waktu hamil, boleh hamil dan bagaimana
hamil itu dapat dipertahankan atau diterminasi.( Manuaba 2007).
Letak sungsang terjadi dalam 3-4% dari persalinan yang ada. Terjadinya letak
sungsang berkurang dengan bertambahnya umur kehamilan. Letak sungsang
terjadi pada 25% dari persalinan yang terjadi sebelum umur kehamilan 28minggu,
terjadi pada 7% persalinan yang terjadi pada minggu ke 32 dan terjadi pada 1-3%
persalinan yang terjadi pada kehamilan aterm. Faktor-faktor lain yang memegang
peranan dalam terjadinya letak sungsang diantaranya adalah multiparitas,
kehamilan kembar, hidramnion, hidrosefalus, plasenta previa, panggul sempit, dan
kadang-kadang letak sungsang disebabkan oleh kelainan uterus dan kelainan
bentuk uterus, Sebagai contoh, 3,5 persen dari 136.256 persalinan tunggal dari
tahun 1990 sampai 1999 di Parkland Hospital merupakan letak sungsang. Letak
janin dalam uterus bergantung pada proses adaptasi janin terhadap ruangan dalam
uterus. Pada kehamilan sampai kurang lebih 32 minggu, jumlah air ketuban relatif
lebih banyak, sehingga memungkinkan janin bergerak dengan leluasa. Dengan
demikian janin dapat menempatkan diri dalam presentasi kepala.
Letak sungsang atau letak lintang. Pada kehamilan triwulan terakhir janin
tumbuh dengan cepat dan jumlah air ketuban relatif berkurang. Karena bokong
dengan kedua tungkai terlipat lebih besar daripada kepala, maka bokong dipaksa
untuk menempati ruang yang lebih luas di fundus uteri, sedangkan kepala berada
ruangan yang lebih kecil di segmen bawah uterus. Dengan demikian dapat
dimengerti mengapa pada kehamilan belum cukup bulan, frekuensi letak sungsang
lebih tinggi, sedangkan pada kehamilan cukup bulan, janin sebagian besar
ditemukan dalam presentasi kepala. Sayangnya, beberapa fetus tidak seperti itu.
Sebagian dari mereka berada dalam posisi sungsang. Dikenal beberapa jenis letak
sungsang, yakni : Presentasi bokong (frank breech) (50-70%). Pada presentasi

bokong akibat ekstensi kedua sendi lutut, kedua kaki terangkat ke atas sehingga
ujungnya terdapat setinggi bahu atau kepala janin. Dengan demikian pada
pemeriksaan dalam hanya dapat diraba bokong. Presentasi bokong kaki sempurna
( complete breech ) ( 5-10%). Pada presentasi bokong kaki sempurna disamping
bokong dapat diraba kaki. Presentasi bokong kaki tidak sempurna dan presentasi
kaki ( incomplete or footling ) ( 10-30%). Pada presentasi bokong kaki tidak
sempurna hanya terdapat satu kaki di samping bokong, sedangkan kaki yang lain
terangkat ke atas. Pada presentasi kaki bagian paling rendah adalah satu atau dua
kaki. Angka kejadiannya adalah 3-4% dari seluruh kehamilan.
Angka kematian neonatal dini berkisar 9-25%, lebih tinggi dibandingkan pada
presentasi kepala yang hanya 2,6%, atau tiga sampai lima kali dibandingkan janin
presentasi kepala cukup bulan (Mbah Yat, 2009 Asuhan Kebidanan dengan
Multigravida Letak Sungsang).
1.2 Tujuan
1.3.1 Tujuan Umum
Mahasiswa dapat melakukan asuhan kebidanan dengan pola pendekatan
manajemen Varney dan dokumentasi SOAP pada ibu hamil dengan letak
sungsang.
1.3.2 Tujuan Khusus
1) Mahasiswa dapat mengumpulkan data dan dapat melakukan pengkajian
data pada ibu hamil dengan letak sungsang pada Ny P.
2) Mahasiswa dapat mengidentifikasi diagnosa, masalah kebutuhan pada
ibu hamil dengan letak sungsang Ny P.
3) Mahasiswadapat mengidentifikasi diagnosa dan masalah potensialpada
ibu hamil dengan letak sungsang Ny P.
4) Mahasiswa dapat mengidentifikasi kebutuhan segera pada ibu hamil
dengan letak sungsang Ny P.
5) Mahasiswa dapat mengembangkan rencana tindakan pada ibu hamil
dengan letak sungsang Ny P.
6) Mahasiswa dapat melaksanakan tindakan sesuai dengan rencana pada
ibu hamil dengan letak sungsang Ny P.
7) Mahasiswa dapat mengevaluasi tindakan yang telah dilakukan pada ibu
hamil dengan letak sungsang Ny P.

1.3 MetodePenulisan
Adapun

dalam penulisan

asuhan

kebidanan

pada

ibu

inpartu,

pengumpulan data dilakukan dengan cara sebagai berikut :


1.3.1 Anamnesa
Pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan secara langsung oleh
pewawancara (respon) dan jawaban jawaban langsung di catat.
1.3.2 Observsi
Dilakukan dengan pengamatan yang berarti setiap kegiatan untuk
melakukan pengukuran dengan indera penglihatan
1.3.3 Pemeriksaan
Pemeriksaan yang dilakukan secara langsung oleh bidan mulai dari
inspeksi,palpasi,auskultasi dan perkusi serta pemeriksaan penunjang
lainnya.Untuk mendapatkan data objektif yang diperlukan dalam
pembuatan

asuhan

kebidanan

kebidanan.

serta

untuk

menegakkan

diagnose