Anda di halaman 1dari 8

Pengembangan CoManagement Taman

Nasional Karimunjawa
Hasti Parlitasari
135080101111067 M04

Pendahuluan
Taman Nasional adalah kawasan pelestarian alam yang
dikelola dengan sistem zonasi yang terdiri atas zona inti,
zona pemanfaatan dan zona lain sesuai dengan keperluan
dan dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu
pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, wisata
alam serta rekreasi
Saat ini Taman Nasional Karimunjawa mempunyai 7
(tujuh) zona yaitu zona inti, zona perlindungan, zona
pemukiman, zona rehabilitasi, zona zona budidaya, zona
pemanfaatan perikanan tradisional dan zona
pemanfaatan pariwisata

Kawasan Taman Nasional Karimunjawa mempunyai 5


(lima) tipe ekosistem yaitu ekosistem terumbu karang,
ekosistem padang lamun dan rumput laut, ekosistem
mangrove, ekosistem hutan pantai dan ekosistem hutan
hujan tropis dataran rendah
Keberadaan ekosistem terumbu karang menghadapi
berbagai ancaman secara alami dan ancaman yang
terjadi akibat aktivitas manusia/antropogenik

Co Management Taman Nasional


Karimunjawa
Co-management sering diartikan sebagai pengelolaan
kolaboratif, pengelolaan bersama, pengelolaan berbasis
kemitraan atau pengelolaan partisipatif, tetapi terdapat
distribusi tanggung-jawab pemerintah dan lembagalembaga lainnya secara formal
Delapan faktor pengembangan co-management Taman
Nasional Karimunjawa yaitu persamaan persepsi dan visi,
regulasi dan aturan main yang jelas, partisipasi aktif dan
komitmen stakeholders , mekanisme komunikasi dan
negosiasi, koordinasi lintas sektor, kepemimpinan;
pembentukan forum organisasi, dan pendanaan.

Dalam pelaksanaannya, co-management TNKJ


memerlukan kesediaan dan kerjasama berbagai pihak
untuk berbagi peran dan tanggung jawab yang diatur
dalam aturan main sebagai bentuk kesepakatan
bersama yang dituangkan diatas kertas sebagai
lampiran dari suatu MOU antara Kepala Badan Taman
Nasional Karimunjawa (BTNK) dengan Kepala Daerah
Kabupaten Jepara menggunakan prinsip-prinsip comanagement

Kendala Co- Management TNKJ


Terdapat disharmonisasi aturan hukum dalam
pengelolaan dan pemanfaaatan sumberdaya Taman
Nasional Karimun Jawa (TNKJ) dimana implementasi dari
kebijakan dan regulasi yang ada tidak cukup
mendukung mekanisme pelaksaanaan kolaborasi
Kapasitas Balai Taman Nasional Karimunjawa (BTNK)
dalam menjalankan fungsi pengelolaan kurang efektif
karena keterbatasan SDM (skill dan knowledge) dan
alokasi penggunaan dana

Terimakasih :)