Anda di halaman 1dari 31

Makalah Perkembangan Peserta Didik

Masa Dewasa Awal

Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial A 2015


Fakultas Ilmu Sosial
Universitas Negeri Jakarta

Makalah Ini Disusun oleh:


Paramitha Dewi
Dyah Ayu Wahyuni
Bellinda Rizki
Aulia Istitoah Zahriani
Mella Sintia Dewi

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT karena atas berkat rahmat dan
karunia-Nya kami dapat menyelesaikan makalah

PerkembanganPeserta Didik ini. Kami

berharap dengan adanya makalah ini dapat menambah wawasan bagi kita semua

tentang

Perkembangan Dewasa Awal. Kami juga berterimakasih kepada Ibu Ade Dwi Utami selaku
dosen pembimbing kami dalam mata kuliah Perkembangan Peserta Didik yang telah memberi
tugas makalah ini kepada kami.
Makalah ini jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu kami minta maaf jika ada
kesalahan dalam penulisan makalah ini dan kami sangat mengharapakan masukan, kritik dan
saran demi kesempurnaan makalah ini.Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kami sendiri
dan pihak lain yang membacanya.

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ................................................................................... i
DAFTAR ISI .................................................................................................. ii
BAB. I PENDAHULUAN ............................................................................. iv
A. Latar Belakang ........................................................................................ iv
B. Rumusan Masalah ................................................................................... iv
C. Tujuan Masalah ....................................................................................... iv
BAB. II PEMBAHASAN .............................................................................. v
1.1 Pengertian Dewasa Awal .......................................................................... v
1.2 Ciri-ciri dari Dewasa Awal ....................................................................... v
1.3 Perkembangan Fisik masa Dewasa Awal ................................................... vi
a.

Perkembangan Fisik ........................................................................... vi

b.

Seksualitas ...................................................................................... vi
2.1 Perkembangan Kognitif masa Dewasa Awal ............................................... vii
c. Perkembangan Kognitif ....................................................................... vii
d. Berfikir Realistis & Pragmatis .............................................................. vii
e. Kreativitas ......................................................................................... vii
f. Karier & Pekerjaan ................................................................................ viii
2.2 Perkembangan Sosio-Emosional masa dewasa awal ....................................... viii

g. Stabilitas dan Perubahan selama remaja ke dewasa awal ........................... ix


h. Ketertarikan, Cinta, dan Relasi yang akrab .............................................. ix
i. Gaya Hidup Orang Dewasa ..................................................................... ix
j. Pernikahan dan Keluarga ........................................................................ x
k. Gender, Relasi dan Perkembangan Diri ................................................... x

BAB. II PENUTUP ............................................................................................. xi


A.

KESIMPULAN .................................................................................. xi

B.

SARAN ......................................................................................... xi

DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... xii

BAB. I PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang
Manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan antara orang satu dengan

orang lainnya, sehinggan mereka akan berkelompok menjadi sebuah komunitas yang besar.
Dalam komunitas tersebut mereka akan saling berinteraksi satu sama lain dan di dalam interaksi
tersebut akan adanya sebuah aturan-aturan yang bisa mengubah atau menjadikan kelompok yang
buruk menjadi lebih baik. Kelompok interaksi tersebut juga dibedakan atas faktor usia, kelompok
interaksi dewasa berbeda dengan kelompok interaksi anak-anak.
Dewasa awal adalah masa transisi dari masa remaja menuju masa dewasa awal atau
dewasa muda. Rentang usia dewasa awal banyak perbedaannya seperti secara hukum rentang
usia dewasa awal biasannya seseorang yang menginjak usia 21 tahun, sedangkan dari segi
pendidikan dewasa awal dimulai sejak usia 18 tahun - 25 tahun yang biasannya ditandai adanya
kematangan dari segi kognitif, afektif dan psikomotor.
Salah satu karakteristik dari dewasa awal adalah dikatakan bahwa dewasa awal
merupakan suatu masa dimana individu tersebut menyesuaikan diri dengan lingkungannya
dengan cara hidup baru dan kebebasan yang telah ia dapatkan. Seperti mendapatkan pekerjaan,
menikah, dll. (Hurlock : 1993)
Dewasa awal adalah masa peralihan dari masa remaja menuju masa dewasa. Peralihan
dari ketergantungan kemasa mandiri baik dari ekonomi, kebebasan menentukan diri, dan
pandangan masa depan lebih realistis.Secara hukum dewasa awal sejak seseorang menginjak usia
21 tahun (meskipun belum menikah) atau sejak seseorang menikah (meskipun belum berusia 21
tahun). Sedangkan dari lingkup pendidikan yaitu masa dicapainya kemasakan kognitif, afektif
dan psikomotor sebagai hasil ajar latih yang ditunjang kesiapan. (Mappiare 15:1983).
Orang dewasa muda termasuk masa transisi baik secara fisik, intelektual, peran sosial dan
psikologis yang menyertai berkurangnya kemampuan reproduktif.
Beberapa karakteristik dewasa awal dan pada salah satu nantinya dikatakan bahwa
dewasa awal dan pada salah satu intinya dikatakan bahwa dewasa awal merupakan suatu masa
penyesuaian diri dengan cara hidup baru dan memanfaatkan kebebasan yang diperoleh. (Hurlock
: 1993)

Dewasa awal merupakan masa dari perkembangan fisik yang mengalami degradasi
mengikuti umur seseorang. Pada masa dewasa awal motivasi untuk meraih sesuatu hal sangat
besar yang diduking oleh kekuatan fisik yang prima.

B.

Rumusan Masalah

1.

Apakah yang dimaksud dengan Dewasa Awal ?

2.

Bagaimanakah ciri-ciri dari Dewasa Awal ?

3.

Bagaimana Perkembangan Fisik dan Kognitif di masa Dewasa Awal ?

C.

Tujuan Masalah

1.

Mengetahui maksud dari Dewasa Awal

2.

Mengetahui ciri-ciri dari dewasa awal

3.

Mengetahui Perkembangan Fisik dan Kognitif di masa Dewasa Awal

BAB. II PEMBAHASAN

1.1

Pengertian Dewasa Awal


Dewasa Awal merupakan masa transisi dari masa remaja menuju masa dewasa awal atau

dewasa muda. Rentang usia dalam dewasa awal sangat bervariasi, dilihat dari segi hukum
rentang usia dewasa awal biasanya dimulai sejak usia 21 tahun, sedangkan dari segi pendidikan
dewasa awal dimulai dari usia 18 tahun 25 tahun yang biasanya ditandai adanya kematangan
dari segi kognitif, afektif dan psikomotor.
Dewasa awal juga merupakan masa dimana seseorang mulai bekerja, jatuh cinta terhadap
lawan jenis dan mulai berkomitmen pada kehidupan yang lebih stabil atau baik. Seks dan Cinta
adalah salah satu gairah yang kuat dalam kehidupan manusia terutama untuk masa Dewasa Awal
yang kadang menyenangkan kadang menyiksa mereka. Dalam status dewasa awal ada beberapa
ciri-cirinya seperti mulai dari mandiri secara ekonomi, bertanggung jawab atas tindakan dan
perilaku yang telah dia lakukan sebelumnya.
Dewasa awal adalah masa peralihan dari masa remaja yang ditandai dengan pencarian
identitas diri yang didapat sedikit-demi sedikit sesuai dengan umur kronologis dan mental egenya.
Dewasa awal merupakan suatu masa penyesuaian terhadap pola-pola kehidupan yang
baru, dan harapan-harapan sosial yang baru. (H. S. Becker)
Seseorang yang digolongkan dalam usia dewasa awal berada dalam tahap hubungan
hangat, dekat dan komunikatif dengan atau tidak melibatkan kontak seksual. Bila gagal dalam
bentuk keintiman maka ia akan mengalami apa yang disebut isolasi yaitu merasa tersisihkan dari
orang lain, kesepian, menyalahkan diri krena berbeda dengan orang lain. ( Erickson dalam
Monks, Knoers dan Haditono : 2001)
Menurut Havighurst ( dalam Monks, Knoers dan Haditono : 2001) tugas perkembangan
dewasa awal adalah menikah atau membangun suatu keluarga, mengelola rumah tangga,
mendidik atau mengasuh anak, memikul tanggung jawab sebagai warga negara, membuat
hubungan dengan suatu kelompok sosial tertentu, dan melakukan suatu pekerjaan.

Masa dewasa awal atau early adultood terbentang sejak tercapainya kematangan secara
hukum sampai kira-kita umur usia empat puluh tahun ( dialami seseorang sekitar dua puluh
tahun). (E. B. Hurlock, 1993)
Masa dewasa awal adalah masa kelanjutan dari masa remaja, sehinnga ciri-ciri masa
remaja tidak jauh berbeda dengan perkembangan remaja.
Dewasa awal adalah masa peralihan dari masa remaja. Masa remaja yang ditandai dengan
pencarian identitas diri, pada masa dewasa awal, identitas diri ini didapat sedikit-demi sedikit
sesuai dengan umur kronologis dan mental ege-nya.
Berbagai masalah juga muncul dengan bertambahnya umur pada masa dewasa awal.
Dewasa awal adalah masa peralihan dari ketergantungan kemasa mandiri, baik dari segi
ekonomi, kebebasan menentukan diri sendiri, dan pandangan tentang masa depan sudah lebih
realistis.
Erickson (dalam Monks, Knoers & Haditono, 2001) mengatakan bahwa seseorang yang
digolongkan dalam usia dewasa awal berada dalam tahap hubungan hangat, dekat dan
komunikatif dengan atau tidak melibatkan kontak seksual. Bila gagal dalam bentuk keintiman
maka ia akan mengalami apa yang disebut isolasi (merasa tersisihkan dari orang lain, kesepian,
menyalahkan diri karena berbeda dengan orang lain).
Hurlock (1990) mengatakan bahwa dewasa awal dimulai pada umur 18 tahun samapi
kira-kira umur 40 tahun, saat perubahan-perubahan fisik dan psikologis yang menyertai
berkurangnya kemampuan reproduktif.
Secara umum, mereka yang tergolong dewasa muda (young ) ialah mereka yang berusia
20-40 tahun. Menurut seorang ahli psikologi perkembangan, Santrock (1999), orang dewasa
muda termasuk masa transisi, baik transisi secara fisik (physically trantition) transisi secara
intelektual (cognitive trantition), serta transisi peran sosial (social role trantition).
Perkembangan sosial masa dewasa awal adalah puncak dari perkembangan sosial masa
dewasa. Masa dewasa awal adalah masa beralihnya padangan egosentris menjadi sikap yang
empati. Pada masa ini, penentuan relasi sangat memegang peranan penting. Menurut Havighurst
(dalam Monks, Knoers & Haditono, 2001) tugas perkembangan dewasa awal adalah menikah

atau membangun suatu keluarga, mengelola rumah tangga, mendidik atau mengasuh anak,
memikul tangung jawab sebagai warga negara, membuat hubungan dengan suatu kelompok
sosial tertentu, dan melakukan suatu pekerjaan. Dewasa awal merupakan masa permulaan
dimana seseorang mulai menjalin hubungan secara intim dengan lawan jenisnya. Hurlock (1993)
dalam hal ini telah mengemukakan beberapa karakteristik dewasa awal dan pada salah satu
intinya dikatakan bahwa dewasa awal merupakan suatu masa penyesuaian diri dengan cara hidup
baru dan memanfaatkan kebebasan yang diperolehnya.
Dari segi fisik, masa dewasa awal adalah masa dari puncak perkembangan fisik.
Perkembangan fisik sesudah masa ini akan mengalami degradasi sedikit-demi sedikit, mengikuti
umur seseorang menjadi lebih tua. Segi emosional, pada masa dewasa awal adalah masa dimana
motivasi untuk meraih sesuatu sangat besar yang didukung oleh kekuatan fisik yang prima.
Sehingga, ada steriotipe yang mengatakan bahwa masa remaja dan masa dewasa awal adalah
masa dimana lebih mengutamakan kekuatan fisik daripada kekuatan rasio dalam menyelesaikan
suatu masalah.

1.2 Ciri- Ciri dari Dewasa Awal


Dalam dewas awal terdapat ciri-ciri kematangannya, salah satunya adalah menurut pendapat
Anderson (dalam Mappiare : 17)
a.

Individu tidak lagi mementingkan egonya sendiri tapi sudah mulai berorientasi dan

bertanggung jawab terhadap tugas-tugas apa yang telah dia lakukan.


b.

Individu telah mempunyai tujuan-tujuan yang jelas dan mempunyai kebiasaan-kebiasaan

yang efesien yang bisa dicermati serta dapat melakukan pekerjaan secara terarah.
c.

Individu sudah bisa mengendalikan perasaan pribadinya, Mereka tidak akan egois, tetapi

mereka akan mempertimbangkan juga perasaan orang lain.


d.

Individu mampu menerima kritik dan saran

e.

Berorientasi pada tugas, bukan pada diri atau ego; minat orang matang berorientasi pada

tugas-tugas yang dikerjakannya, dan tidak condong pada perasaan-perasaan diri sendiri atau
untuk kepentingan pribadi
f.

Tujuan-tujuan yang jelas dan kebiasaan-kebiasaan kerja yang efisien; seseorang yang

matang melihat tujuan-tujuan yang ingin dicapainya secara jelas dan tujuan-tujuan itu dapat
didefinisikan secara cermat dan tahu mana yang pantas dan tidak serta bekerja secara terbimbing
menuju arahnya.
g.

Mengendalikan perasaan pribadi; seseorang yang matang dapat menyetir perasaan-

perasaan sendiri dan tidak dikuasai oleh perasaan-perasaannya dalam mengerjakan sesuatu atau
berhadapan

dengan

orang

lain.

Dia

tidak

mementingkan

dirinya

sendiri,

tetapi

mempertimbangkan pula perasaan orang lain.


h.

Keobjektifan; orang matang memiliki sikap objektif yaitu berusaha mencapai keputusan

dalam keadaan yang bersesuaian dengan kenyataan.


i.

Menerima kritik dan saran; oarang matang memiliki kemauan yang realistis, paham

bahwa dirinya tidak selalu benar, sehingga terbuka terhadap kritik dan saran orang lain demi
peningkatan dirinya.
j.

Pertanggungjawaban terhadap usaha-usaha pribadi; orang yang matang mai memberi

kesempatan pada orang-orang lain membantu usaha-usahanya untuk mencapai tujuan. Secara
realistis diakuinya bahwa beberapa hal tentang usahanya tidak selalu dapat dinilainya secara
sungguh-sungguh, sehingga untuk itu dia menerima bantuan orang lain. Tetapi tetap dia
bertanggung jawab secara pribadi terhadap usaha-usahanya.
k.

Penyesuaian yang realistis terhadap situasi-situasi baru; oarang yang matang memiliki

ciri fleksibel dan dapat menempatkan diri seirama dengan kenyataan-kenyataan yang
dihadapinya dalam situasi-situasi baru.
l.

Banyak di antara ciri penting dalam masa dewasa ini merupakan kelanjutan dari ciri-ciri

yang terdapat dalam masa remaja. Beberapa di antaranya menunjukkan penonjolan ciri yang
membedakan dengan masa-masa sebelumnya.

Ciri-ciri yang menonjol dalam masa dewasa awal yang membedakannya denag masa
kehidupan yang lain, nampak dalam peletakan dasar dalam banyak aspek kehidupan,
melonjaknya persoalan hidup yang dihadapi dibandingkan denga remaja akhir dan terdapatnya
ketegangan emosi.

Selain ciri-ciri di atas ada juga ciri khas dari Dewasa Awal, yakni :
1. Usia Reproduktif
Siap untuk berumah tanggan seperti jadi orang tua dan mengasuh anak.
2. Usia pemantapan kedudukan dalam hidup
Usia pemantapan kedudukan dalam hidup adalah yang menjadi ciri khas seseorang
sampai akhir hayat. Banyak pula situasi yang membutuhkan perubahan dapat Dengan
pemantapan kedudukan, seseorang berkembang pola hidupnya secara individual, -perubahan
dalam pola hidup tersebut. Sebaliknya, jika seseorang memperoleh kedudukan yang tidak selaras
dengan apa yang diingininya, kemampuan-kemampuannya dan minat-minatnya, maka sangat
mungkin akan mendatangkan ketidakpuasan terhadap kedudukan bagi yang bersangkutan.Misal
dalam dunia pekerjaan, pernikahan dan peran sebagai orang tua.
3. Usia banyak Masalah
Persoalan-persoalan baru yang dialami seperti masalah dengan keluarga, hubungan
dengan orang lain, pekerjaan, dan lain-lain.
4. Usia tegang dalam Emosi
Banyak diantaranya dewasa muda ini mengalami ketegangan emosi yang berhubungan
dengan persoalan-persoalan yang dialami seperti masalah keuangan, jabatan perkawinan dan
sebagainya. Menurut R. J. Havighurst dalam Human Development and Education (1953),
bahwa seseorang dalam seseorang dalam usia awal atau pertengahan tiga puluhan telah akan

dapat memecahkan persoalan-persoalan serta cukup dapat mengendapkan ketegangan emosinya,


sehingga seseorang dapat mencapai emosi yang stabil.
5. Usia reproduktif
Masa ini ditandai dengan membentuk rumah tangga, maka orang dewasa yang
bersangkutan mempersiapkan diri mengambil peranannya sebagai orang dewasa. Ada pula
beberapa orang dewasa awal yang tidak kawin sampai mereka menyelesaikan pendidikan tau
karier, keadaan ini terjadi pula bagi beberapa pria.

6. Kesimpulan dan pengharapan


Masa dewasa awal merupakan usia pemantapan letak kedudukan adalah benar. Akan
tetapi pemantapan kedudukan itu akan dapat dicapai seseoarang jika sejak masa remajanya
mempersiapkan diri dalam banyak kemampuan
Menurut R. J. Havighurts dalam Human Development and Education (1953), pada usia
awal individu telah mampu memecahkan

masalah serta konflik-konflik dan cukup dalam

menjaga emosinnya sehingga mereka dapat berada dalam emosi yang stabil.

1.3 Perkembangan Fisik masa Dewasa Awal


a.

Perkembangan Fisik
Perkembangan fisik seorang dewasa awal biasanya mulai muncul ketika mereka berusia

19 26 tahun. Perkembangan fisik usia tersebut biasa ditemukan keadaan fisik yang kurang baik.
Dalam masa dewasa awal juga biasa mengalami kesehatan yang cukup parah yang dapat
meningkatkan angka kematian yang tinggi, hal tersebut bisa terjadi karena beberapa faktor
seperti pola makan yang kurang sehat, obesitas yang sangat tinggi dan bisa jadi juga karena
faktor lingkungan . 33 persen orang Amerika mengalami masalah yang sama yaitu mengalami
Obesitas atau kelebihan berat badan. Namun, persoalan di atas dapat diimbangi dengan olah
raga yang teratur misal, dengan melakukan jogging tiap pagi atau sore hari selama 3 kali

seminggu atau olah raga ringan lainnya. Dari sini kita akan mendapatkan keuntungannya untuk
tubuh dan kesehatan psikologis kita.
b.

Seksualitas
Masa dewasa awal adalah masa di mana seseorang aktif dalam aktivitas seksualnya.

Mereka mulai tertarik kepada lawan jenis dan mereka mampu melakukan hubungan seks dengan
banyak orang tapi tingkat keseringan mereka melakukan seks jarang. Orientasi seksual dan
perilaku seksual dewasa awal biasanya dipengaruhi oleh faktor gen, hormon, kognitif dan faktor
lingkungan. Orang yang

banyak melakukan seks dan kurangnya pemahaman tentang seks

mereka akan terjangkit AIDS ,yaitu orang yang terkena virus dan penurunan sistem kekebalan
tubuhnya akan berkurang dan bisa menyebabkan kematian.
Perilaku seks ada yang disengaja dan tidak disengaja, seperti contoh perilaku seks yang
dilakukan dengan pemaksaan atau yang biasa disebut pemerkosaan. Pemerkosaan adalah
aktivitas seks yang dilakukan dengan memaksa dan menggunakan tehknik pengancaman dan
korbannya biasanya orang yang sudah dikenal oleh pelaku. Pemerkosaan tersebut akan
menimbulkan dampak psikologis atau bahkan trauma yang serius terhadap korbannya.

2.1 Perkembangan Kognitif masa Dewasa Awal


c.

Perkembangan Kognitif
Perkembangan kognitif merupakan proses meningkatnya kemampuan berfikir seseorang

dalam

mengolah informasi atau imajinasi yang mereka punya yang kemudian akan

dieksplorasikan pada lingkungannya. Menurut pendapat piaget, seorang remaja berusia 11-15
tahun mereka mampu berfikir secara kualitatif sama dengan orang dewasa. Pada usia 11-15
tahun adalah tahap formal operasional untuk remaja yang biasa ditandai dengan cara berfikir
logis, abstrak dan idealistik.
Namun pemikiran orang dewasa yang secara kuantitatif berbeda dengan cara berfikirnya
anak remaja, maksutnya di sini adalah orang dewasa lebih berpengalaman mengenai
pengetahuan dalam memproses informasi dibanding remaja. Seperti contoh dalam bidang ahli

psikologis mengenai kejiwaan seseorang atau seorang ahli bedah syaraf mengenai syaraf-syaraf
pada manusia. Dari pendapat Piaget tersebut dapat dikatakan bahwa pemikiran formal yang ada
di atas adalah merupakan tahap yang terakhir dalam perkembangan kognitif dan juga merupakan
ciri khas dari orang dewasa maupun seorang remaja.
d.

Berfikir Realistis & Pragmatis


Masa dewasa awal adalah masa dimana individu tersebut mulai memasuki dunia kerja

dengan cara berfikir yang dilakukan karna adanya paksaan, sehingga cara berfikir orang dewasa
terkadang tidak ilmiah atau logis. Namun walaupun begitu, mereka tetap bisa menggunakan
otaknya yaitu dengan menggunakan intelektual mereka yang tidak kalah dengan remaja. Mereka
lebih menerapkan apa yang mereka tahu dalam mencapai karier yang mereka inginkan untuk
meraih kesuksesan di dunia kerjanya.
e.

Kreativitas
Ketika kita berusia 30 atau 40 tahun itu adalah masa dimana kita sebagai orang dewasa

mencapai kesuksesan dalam berkreativitas. Karena banyak peneliti yang mengatakan bahwa
puncak kesuksesan berkreativitas adalah ketika seseorang telah dewasa. Dan 80 persen dari
kontribusi kreativitas terpenting diselesaikan di usia 50 tahun. (Lehman, 1960)
Meskipun tingkat kontribusi kreativitas mengalami penurunan itu tidak menghalangi
seorang tokoh kehidupan Henri Chevreul untuk berkreativitas. Dia menjadi seorang ahli fisika
terkenal pada usia 90 tahun, kemudian dia beralih lagi menjadi seorang pakar riset gerontologi
dan di situ dia berhasil mempublikasikan hasil risetnya hanya dalam waktu satu tahun sebelum
ajal menjemputnya di usia 103 tahun. Oleh karena itu, menurut Csikszent mihalyi jika ingin jadi
manusia kreatif maka kita harus banyak melatih rasa ingin tahu kita dan minat apa yang kita
punya.

f.

Karier dan Pekerjaan


Sebelum individu mengalami perkembangan dewasa awal mereka pernah ada di masa

anak-anak yang pada umumnya mereka selalu bermimpi menjadi sesuatu yang hebat, berangan-

angan tentang cita-citanya kelak. Mereka juga bermimpi tentang karier dan pekerjaannya kelak.
Pada masa dewasa awal ini seseorang sudah mengalami penambahan usia dan mereka memulai
memikirkan dan memulai karier dan pekerjaanya lebih serius lagi, beda pada saat mereka masih
anak-anak yang hanya membayangkannya saja. Dari masa dewasa awal mereka memulai
kariernya dan mulai menjalani hidup untuk menemukan jalan hidupnya dengan baik. Namun,
Damon berpendapat bahwa sebagian individu tidak dapat menemukan jalan hidupnya, itu
dikarenakan karena mereka sering hanya berfokus pada tujuan hidup yang jangkannya pendek
dan tidak memperlihatkan hasilnya dan mereka berfikir kalau apa yang ingin mereka lakukan itu
adalah jangka panjangnya.
Saat ini mencari suatu pekerjaan tidaklah gampang, butuh waktu dan pendidikan yang
lebih tinggi untuk bisa memiliki pekerjaan yang mapan dan bisa menjamin kehidupan. Siapa
yang memiliki pendidikan tertinggi dialah yang akan digaji paling tinggi pula. Seperti sekarang
ini di bidang pekerjaan seperti pendidikan Guru, kesehatan dan profesional bisnis adalah suatu
lowongan yang menyediakan lapangan pekerjaan paling banyak. Dalam dunia pekerjaan status
kerja yang dibidangi juga dapat mempengaruhi identitas seseorang tersebut. Sekarang juga
banyak mahasiswa yang kuliah sambil bekerja, hal itu bisa berdampak positif dan juga negatif
bagi si pelaku. Dan jika tidak mendapatkan pekerjaan seseorang akan jadi pengangguran dan hal
itu bisa menimbulkan setress terhadap jiwanya. Banyak wanita juga yang sekarang lebih memilih
jadi wanita karier dibanding mengurus anak di rumah, itu sebabnya sekarang banyak anak-anak
yang kurang kasih sayang karena kedua orang tuanya yang sama-sama bekerja mencari nafkah.

2.2 Perkembangan Sosio-Emosi masa Dewasa Awal


g.

Stabilitas dan Perubahan yang Berlangsung dari masa kanak-kanak hingga masa Dewasa
Keadaan emosi anak-anak berbeda dengan remaja dan dewasa , emosi anak-anak

biasanya bersifat lembut, ramah, dibanding dengan remaja yang mempunyai suasana emosi yang
tidak mudah berubah, mereka kadang lebih bertanggung jawab atas tindakan yang telah mereka
lakukan, mereka pintar menyembunyikan perasaan. Tempramen remaja dan dewasa awal
berbeda pada dewasa awal mereka tidak banyak memperlihatkan suasana hati yang mereka

rasakan. Kelekatan juga pada dewasa awal juga bisa dilihat ,seperti ketika kita melihat orang
yang mempunyai kelekatan yang aman atu baik mereka akan menjalin sebuah hubungan yang
positif dan sangat baik begitu juga sebaliknya orang yang kelekatannya negatif relasi
hibungannyapun akan negatif.

h.

Ketertarikan, Cinta, dan Relasi dekat


Sebagai manusia dewasa selayaknya kita mulai tertarik terhadap lawan jenis, dalam

ketertarikan tersebut pasti ada sesuatu yang membuat kita cinta terhadap lawan jenis, entah karna
budaya yang sama, karena penampilan fisik atau di saat kita bertemu di suatu tempat yang
membuat kita tertarik untuk mengenalnya. Dalam hubungan cinta seseorang ada beberapa tipetipe cinta yang berbeda mulai dari cinta akan sahabat, cinta yang menimbulkan gairah seks dan
cinta yang memiliki kasih sayang yang berlebihan. Dari tipe-tipe cinta itulah suatu hubungan
cinta bisa berakhir, berakhirnya cinta tidak semuanya menjadi beban hidup atau beban jiwa yang
harus di tanggung. Namun, berakhirnya cinta bisa membuat seorang dewasa jadi lebih baik untuk
menjalin percintaan di kemudiah hari karena adannya pengalaman cinta sebelumnya.
i.

Gaya Hidup Orang Dewasa


Banyak orang dewasa yang hidup sendiri, bagi mereka hidup sendiri tidaklah buruk

melainkan ada keuntungannya yaitu adannya otonom. Meraka yang hidup sendiri biasanya
mempunyai sebuah tantangan seperti kesepian, kurangnya perhatian oleh suami, melihat identitas
positif ketika mereka berada di tengan masyarakat. Itulah yang menyebabkan kebanyakan para
dewasa melakukan hubungan seks pranikah atau berzinah dengan orang yang bukan
pasangannya secara agama. Orang dewasa yang menikah lebih banyak ditemukan di Amerika
karena disana mereka lebih mementingkan kesehatan fisik dan mental. Dari orang dewasa yang
menikah ada juga yang bercerai, dari perceraian itu biasannya akan menimbulkan kecemasan dan
trauma untuk menjalin hubungan lagi. Keluarga atau orang dewasa yang menikah lagi mereka
akan lebih berpengalaman namun keluarganya akan lebih tidak stabil dari sebelumnya. Dari
berbagai gaya hidup dewasa diatas ada juga yang dinamakan orang dewasa gay mereka yang gay
biasanya dipengaruhi oleh pengalam terdahulu ketika mereka heteroseksual.

j.

Pernikahan dan Keluarga


Pernikahan adalah merupakan tugas-tugas dari dewasa awal. Sebuah pernikahan yang

langgeng, yang penuh cinta dan saling melengkapi adalah pernikahan yang dapat menyelesaikan
konflik-konflik rumah tangga dengan baik. Dalam keluarga pasti kita akan jadi orang tua untuk
anak-anak. Memiliki anak di saat dewasa sangatlah beruntung karena jika kita menunda ingin
memiliki anak untuk karier terlebih dulu kita akan ketinggalan waktu istimewa tersebut karena
belum tentu jika kita tua nannti masih bisa memiliki anak.
k.

Gender, Relasi, dan Perkembangan


Dalam gender terdapat sebuah komunikasi yang biasa dipilih banyak wanita yaitu rapport

talk dan untuk laki-laki report talk. Dalam perkembangan wanita mereka cenderung lebih
berorientasi terhadap hubungan dibanding interaksi dengan orang lain. Namun, seharusnya para
wanita lebih memperhatikan minat dan memotivasi diri sendiri. Berbeda hal dengan
Perkembangan Pria mereka lebih banyak mengalami tekanan hidup yang dapat mengurangi
kesehatannya. Dan membuat perbedaan dalam relasi dengan wanita dan itu akan menimbulkan
dampak hubungan negatif yang menimbulkan emosi jika bertemu dengan laki-laki lainya.

Tugas tugas Perkembangan Dewasa Awal


Optimalisasi perkembangan dewasa wal mengacu pada tugas tugas perkembangan
dewasa awal menurut R. J.Havigurst(1953:9) mengemukakan rumusan tugas tugas
perkembangan dalam masa dewasa awal sebagai berikut :
1.Memilih teman bergaul (sebagai calon suami atau istri )
2.Belajar hidup bersama dengan suami atau istri
3.Mulai hidup dalam keluarga atau hidup berkeluarga
4.Belajar mengasuh anak anak
5.Mengelola rumah tangga

6.Mulai bekerja dalam suatu jabatan


7.Mulai bertanggung jawab sebagai warga negara secara layak
8.Memperoleh kelompok sosial yang seirama dengan nilai nilai pahamnya
9.Penunjang tugas tugas penguasaan perkembangan

Faktor yang sangat penting dalam menunjang penyesuaian terhadap tugas perkembangan
meliputi efisiensi fisik, kemampuan motorik dan kemampuan mental:
1)

Efisiensi fisik
Efisiensi fisik dicapai dalam usia usia pertengahan 20an. Setelah itu kemampuan

kemampuan fisik secara umum mulai menurun sampai usia sekitar 40 sampai 45 tahun. Dalam
masa dewasa awal, terutama pada tahun tahun pertamanya keadaan fisik yang fit dapat
mengatasi persoalan yang ti
2)

Kemampuan motorik
Kemampuan motorik yang mencapai kesempurnaan dalam masa dewasa awal adalah satu

diantara faktor yang menunjang pelaksanaan tugas tugas perkembangan. Dengan keadaan fisik
yang kuat dan tatarata kesehatan yang baik memungkinkan mereka melatih keterampilan
keterampilannya secara lebih baik dibandingankan dengan masa remaja mereka.
3)

Kemampuan mental
Kemampuan mental yang dimiliki dalam masa dewasa awal sangat penting dalam

menyesuaikan diri terhadap tugas tugas perkembangan. (Arthur T. Jersild,1978 )Kemampuan


mental tersebut mencakup penalaran dengan menggunakan analogi, mengingat kembali
informasi yang telah dipelajari, berfikit secara kreatif.

Penghambat penghambat dalam menguasai tugas perkembangan

Ada banyak penghambat dalam usaha menguasai tugas tugas perkembangan. diantara
penghambat yang sangat penting sehingga menyukarkan penguasaan tugas tugas
perkembangan adalah :
1)

Latihan yang tidak berkesinambungan


Salah satu penghambat penguasaan tugas tugas perkembangan dewasa awal,

berhubungan erat dengan pengalaman pengalaman belajar dan latihan masa lalu.
2)

Adanya perlindungan yang berlebihan


Dalam lingkungan kebudayaan negara manapun selalu terdapat orang tua yang memiliki

pola mendidik anak terlalu melindungi. Anak kurang mendapat kesempatan untuk
mengeksplorasi lingkungan mencoba coba sesuatu dan melatih kemampuan dan keterampilan
keterampilannya, tidak sempat belajar mengambil keputusan sendiri sehingga menimbulkan
berbagai kesukaran bagi anak jika mereka dewasa.
3)

Adanya perpanjangan pengaruh pengaruh peer grup


Sejak remaja awal seseorang yang normal membentuk kelompok kelompok teman

sebaya. Dalam kelompok tersebut para remaja saling berinteraksi dan saling mempengaruhi. Para
anggotanya sangat takut jika ditolak oleh kelompok jika memiliki nilai yang berbeda dengan
nilai kelompok.
4)

Aspirasi aspirasi yang tidak realistis


Kesukaran penyesuaian dalam masa dewasa awal dapat ditimbulkan oleh konsep

konsep yang tidak realistis dalam benak para dewasa awal tentang apa yang diharapkan dengan
apa yang dapat dicapainya.Orang orang dewasa awal akan mengalami hambatan untuk
memperolah pasangan atau teman hidup dalam melaksanakan tugas tugas perkembangannya.

. HASIL HASIL PENELITIAN PSIKOLOGI DEWASA AWAL

Hasil penelitian dewasa awal lebih banyak mengarah pada hubungan sosial, dan perkembangan
intelektual, pekerjaan dan perkawinan di usia dewasa awal, dan pengoptimalan perkembangan
dewasa awal serta perilaku penghayatan keagamaan. Beberapa hasil penelitian, diantaranya:
1. Persepsi seks maya pada dewasa awal
Hasil penelitian oleh Ida Ayu Putu Sri Andini, menunjukkan bahwa baik pria maupun
wanita memiliki sikap yang negatif terhadap seks maya. Hal tersebut dipengaruhi oleh faktor
kebudayaan Indonesia yang masih memegang teguh adat dan istiadat budaya timur, dimana
manusia harus memperhatikan aturan dan nilai budaya di dalam bersikap dan berperilaku.
Menurut Azwar (dalam Riyanti dan Prabowo, 1998) kebudayaan yang berkembang dimana
seseorang hidup dan dibesarkan mempunyai pengaruh besar terhadap pembentukan sikap, tanpa
disadari kebudayaan telah menanamkan pengaruh yang kuat dalam sikap seseorang terhadap
berbagai macam hal.
2. Penundaan usia perkawinan dengan Intensi Penundaan Usia Perkwaninan
Dari hasil penelitian didapatkan hubungan yang positif dan sangat signifikan antara sikap
terhadap penundaan usia perkawinan dengan intensi penundaan usia. Hal ini berarti mereka
memiliki keyakinan yang tinggi bahwa penundaan usia perkawinan akan memberikan
keuntungan bagi mereka, baik keuntungan dari segi biologis, psikologis, sosial dan ekonomi.
Penundaan perkawinan akan memberikan waktu lebih banyak bagi mereka untuk membentuk
identitas pribadi sebagai individu yang matang secara biologis, psikologis, sosial dan ekonomi.
3. Kesiapan Menikah pada Wanita Dewasa Awal yang Bekerja
Adanya ketakutan menghadapi krisis pernikahan dan berujung perceraian merupakan
hal/kondisi yang membuat wanita bekerja ragu tentang kesiapan menikah mereka. Ditambah lagi
maraknya perceraian yang dipublikasikan di media massa saat ini sehingga dianggap menjadi
menjadi fenomena biasa. Salah satu penyebab wanita yang bekerja memutuskan untuk menunda
pernikahan adalah keraguan dapat berbagi secara mental dan emosional dengan pasangannya.
Ketidaksiapan menikah yang dimiliki wanita bekerja termanifestasi dengan adanya ketakutan
menghadapi krisis perkawinan serta ragu tentang kemampuan mereka berbagi secar mosional
dengan pasangannya kelak. Selain kesiapan psikis juga ketidak siapan fisik. Individu yang

merasa memiliki kondisi kesehatan yang tidak prima (sakit, misal DM) cenderung ragu
melangkah menuju jenjang pernikahan.

Untuk mengetahui apakah seseorang siap menikah atau tidak, ada beberapa criteria yang
perlu diperhatikan:
o Memiliki kemampuan mengendalikan perasaan diri sendiri.
o Memiliki kemampuan untuk berhubungan baik dengan orang banyak.
o Bersedia dan mampu menjadi pasangan menjadi pasangan dalam hubungan seksual.
o Bersedia untuk membina hubungan seksual yang intim.
o Memiliki kelembutan dan kasih saying kepada orang lain.
o Sensitif terhadap kebutuhan dan perkembangan orang lain.
o Dapat berkomunikasi secara bebas mengenai pemikiran, perasaan dan harapan.
o Bersedia berbagi rencana dengan orang lain.
o Bersedia menerima keterbatasan orang lain.
o Memiliki kapasitas yang baik dalam menghadapi masalah-masalah yang berhubungan dengan
ekonomi.
o Bersedia menjadi suami isteri yang bertanggung jawab.
Individu yang memiliki kematangan emosi akan memiliki kesiapan menikah yang lebih
baik, artinya mereka mampu mengatasi perubahan-perubahan dan beradaptasi setelah memasuki
pernikahan.
4. Kemandirian Dewasa Awal
Penelitian dengan judul Kemandirian Mahasiswi UIN Suska Ditinjau dari Kesadaran
Gender ini, membuktikan bahwa bahwa perbedaan perlakuan yang diterima anak laki-laki dan

perempuan sejak lahir akan mempengaruhi tingkat kemandirian. Semakin tinggi kesadaran
gender maka semakin tinggi kemandirian pada Mahasiswa UIN Suska Riau. Dengan makin
tingginya kesadaran gender yang dimiliki mahasiswi UIN Suska Riau lebih mandiri
dibandingkan dengan mahasiswi yang tidak memiliki kesadaran gender atau memiliki kesadaran
gender yang rendah. Mahasiswi yang memiliki kemandirian tinggi akan lebih mudah
menghadapi kehidupan, tantangan yang dihadapinya, serta menjalin hubungan yang mantap
dalam kehidupan sosialnya.
5. Perilaku Perkembangan penghayatan Identitas dan Nilai-Nilai Agama dalam Kehidupan
Sehari-Hari
a. Perkembangan Identitas Diri dalam Area Agama
Penelitian dengan judul Perkembangan Identitas Diri Dalam Area Agama pada Remaja
Akhirini adalah studi deskriptif pada mahasiswa di Fakultas Psikologi UIN Suska Riau, dengan
usia sample 18 22 tahun Menurut Hurlock, usia ini sudah memasuki usia Dewasa Awal.
Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa remaja akhir yang berstatus sebagai mahasiswa
Fakultas Psikologi berada pada status identitas diri yang ideal.
b. Perilaku Penghayatan Nilai-Nilai Agama
Penelitian dengan judul Hubungan Antara Sikap Terhadap Aspek Kehalalan dengan
perilaku Membeli produk Makanan dan Minuman Halal pada Mahasiswa Fakultas Syariah IAIN
SUSQA Pekanbaru , membuktikan bahwa semakin positif sikap terhadap aspek kehalalan, maka
semakin meningkat perilaku membeli produk makanan dan minuman halal. Subjek memiliki
pengetahuan tantang masalah kehalalan, sehingga subjek memiliki persepsi dan keyakinan
bahwa kehalalan adalah hal yang mendasar dalam kaitannya dengan produk makanan dan
minuman yang dikonsumsinya. Subjek meyakini bahwa bahan yang terkandung dan proses yang
dilalui dalam pembuatan produk tersebut memiliki titik kritis untuk kehalalan pangan. Subjek
juga membentuk afek yang mendukung keyakinan tersebut, serta reaksi fisiologis yang sesuai
dengan kepercayan dan keyakinan yang dimilikinya. Selanjutnya juga muncul keinginan dan
kecenderungan untuk melakukan sesuatu yang selaras dengan kepercayaan dan perasaan
tersebut.

OPTIMALISASI PERKEMBANGAN DEWASA AWAL


Dewasa awal adalah masa dimana seluruh potensi sebagai manusia berada pada puncak
perkembangan baik fisik maupun psikis. Masa yang memiliki rentang waktu antara 20 40
tahun adalah masa-masa pengoptimalan potensi yang ada pada diri individu. Jika masa ini
bermasalah, akan mempengaruhi bahkan kemungkinan individu mengalami masalah yang paling
serius pada masa selanjutnya.
Menurut Vailant (1998)[8], membagi masa dewasa awal menjadi tiga masa, yaitu masa
pembentukan (20 30 tahun) dengan tugas perkembangan mulai memisahkan diri dari orang tua,
membentuk keluarga baru dengan pernikahan dan mengembangkan persahabatan. Masa
konsolidasi (30 40 tahun), yaitu masa konsolidasi karir dan memperkuat ikatan perkawinan.
Masa transisisi (sekitar usia 40 tahun), merupakan masa meninggalkan kesibukan pekerjan dan
melakukan evaluasi terhadap hal yang telah diperoleh.

Tugas-Tugas Perkembangan Dewasa Awal


Optimalisasi perkembangan dewasa awal mengacu pada tugas-tugas perkembangan
dewasa awal menurut R.J. Havighurst (1953)[9], telah mengemukakan rumusan tugas-tugas
perkembangan dalam masa dewasa awal sebagai berikut:
a. Memilih teman bergaul (sebagai calon suami atau istri)
Setelah melewati masa remaja, golongan dewasa muda semakin memiliki kematangan
fisiologis (seksual) sehingga mereka siap melakukan tugas reproduksi, yaitu mampu melakukan
hubungan seksual dengan lawan jenisnya. Dia mencari pasangan untuk bisa menyalurkan
kebutuhan biologis.
Mereka akan berupaya mencari calon teman hidup yang cocok untuk dijadikan pasangan
dalam perkawinan ataupun untuk membentuk kehidupan rumah tangga berikutnya. Mereka akan

menentukan kriteria usia, pendidikan, pekerjaan, atau suku bangsa tertentu, sebagai prasyarat
pasangan hidupnya. Setiap orang mempunyai kriteria yang berbeda-beda.
b. Belajar hidup bersama dengan suami istri
Dari pernikahannya, dia akan saling menerima dan memahami pasangan masing-masing,
saling menerima kekurangan dan saling bantu membantu membangun rumah tangga. Terkadang
terdapat batu saandungan yang tidak bisa dilewati, sehingga berakibat pada perceraian. Ini lebih
banyak diakibatkan oleh ketidak siapan atau ketidak dewasaan dalam menanggapi masalah yang
dihadapi bersama.
c. Mulai hidup dalam keluarga atau hidup berkeluarga
Masa dewasa yang memiliki rentang waktu sekitar 20 tahun (20 40) dianggap sebagai
rentang yang cukup panjang. Terlepas dari panjang atau pendek rentang waktu tersebut,
golongan dewasa muda yang berusia di atas 25 tahun, umumnya telah menyelesaikan
pendidikannya minimal setingkat SLTA (SMU-Sekolah Menengah Umum), akademi atau
universitas. Selain itu, sebagian besar dari mereka yang telah menyelesaikan pendidikan,
umumnya telah memasuki dunia pekerjaan guna meraih karier tertinggi. Dari sini, mereka
mempersiapkan dan membukukan diri bahwa mereka sudah mandiri secara ekonomis, artinya
sudah tidak bergantung lagi pada orang tua. Sikap yang mandiri ini merupakan langkah positif
bagi mereka karena sekaligus dijadikan sebagai persiapan untuk memasuki kehidupan rumah
tangga yang baru. Belajar mengasuh anak-anak.

d. Mengelolah rumah tangga


Setelah menjadi pernikahan, dia akan berusaha mengelolah rumah tangganya. Dia akan
berusaha membentuk, membina, dan mengembangkan kehidupan rumah tangga dengan sebaikbaiknya agar dapat mencapai kebahagiaan hidup. Mereka harus dapat menyesuaikan diri dan
bekerja sama dengan pasangan hidup masing-masing. Mereka juga harus dapat melahirkan,
membesarkan, mendidik, dan membina anak-anak dalam keluarga. Selain itu, tetap menjalin
hubungan baik dengan kedua orang tua ataupun saudara-saudaranya yang lain.

e. Mulai bekerja dalam suatu jabatan


Usai menyelesaikan pendidikan formal setingkat SMU, akademi atau universitas,
umumnya dewasa muda memasuki dunia kerja, guna menerapkan ilmu dan keahliannya. Mereka
berupaya menekuni karier sesuai dengan minat dan bakat yang dimiliki, serta memberi jaminan
masa depan keuangan yang baik. Bila mereka merasa cocok dengan kriteria tersebut, mereka
akan merasa puas dengan pekerjaan dan tempat kerja. Sebalik-nya, bila tidak atau belurn cocok
antara minat/ bakat dengan jenis pekerjaan, mereka akan berhenti dan mencari jenis pekerjaan
yang sesuai dengan selera. Tetapi kadang-kadang ditemukan, meskipun tidak cocok dengan latar
belakang ilrnu, pekerjaan tersebut memberi hasil keuangan yang layak {baik), mereka akan
bertahan dengan pekerjaan itu. Sebab dengan penghasilan yang layak (memadai), mereka akan
dapat membangun kehidupan ekonomi rumah tangga yang mantap dan mapan. Masa dewasa
muda adalah masa untuk mencapai puncak prestasi. Dengan semangat yang menyala-nyala dan
penuh idealisme, mereka bekerja keras dan bersaing dengan teman sebaya (atau kelompok yang
lebih tua) untuk menunjukkan prestasi kerja. Dengan mencapai prestasi kerja yang terbaik,
mereka akan mampu memberi kehidupan yang makmur-sejahtera bagi keluarganya.
f. Mulai bertangungjawab sebagai warga Negara secara layak
Warga negara yang baik adalah dambaan bagi setiap orang yang ingin hidup tenang,
damai, dan bahagia di tengah-tengah masyarakat. Warga negara yang baik adalah warga negara
yang taat dan patuh pada tata aturan perundang-undangan yang ber-laku. Hal ini diwujudkan
dengan cara-cara, seperti (1) mengurus dan memiliki surat-surat kewarganegaraan (KTP, akta
kelahiran, surat paspor/visa bagi yang akan pergi ke luar negeri), (2) mem-bayar pajak (pajak
televisi, telepon, listrik, air. pajak kendaraan bermotor, pajak penghasilan), (3) menjaga
ketertiban dan keamanan masyarakat dengan mengendalikan diri agar tidak tercela di mata
masyarakat, dan (4) mampu menyesuaikan diri dalam pergaulan sosial di masyarakat (ikut
terlibat dalam kegiatan gotong royong, kerja bakti membersihkan selokan, memperbaiki jalan,
dan sebagainya). Tugas-tugas perkembangan tersebut merupakan tuntutan yang harus dipenuhi
seseorang, sesuai dengan norma sosial-budaya yang berlaku di masyarakat. Bagi orang tertentu,
yang menjalani ajaran agama (rnisalnya hidup sendiri/selibat), mungkin tidak mengikuti tugas
perkembangan bagian ini, yaitu mencari pasangan hidup dan membina kehidupan rumah tangga.

Baik disadari atau tidak, setiap orang dewasa muda akan melakukan tugas perkembangan
tersebut dengan baik.
g. Memperoleh kelompok sosial yang seirama dengan nilai-nilai pahamnya
Masa dewasa awal ditandai juga dengan membntuk kelompok-kelompok yang sesuai
dengan nilai-nilai yang dianutnya. Salah satu contohnya adalah membentuk ikatan sesuai dengan
profesi dan keahlian.

Masalah Perkembangan pada Dewasa Awal


Dengan

bertambahnya

usia,

semakin

bertambahpula

masalah-masalah

yang

menghampiri. Dewasa awal adalah masa transisi, dari remaja yang huru-hara, kemasa yang
menuntut tanggung jawab. Tidak bisa dipungkiri bahwa banyak orang dewasa awal mengalami
masalah-masalah dalam perkembangannya. Masalah-masalah itu antara lain:
a. Penentuan identitas diri ideal vs kekaburan identitas
Dewasa awal merupakan kelanjutan dari masa remaja. Penemuan identitas diri adalah hal
yang harus pada masa ini. Jika masa ini bermasalah, kemungkinan individu akan mengalami
kekaburan identitas.
b. Kemandirian vs tidak mandiri
c. Sukses meniti jenjang pendidikan dan karir vs gagal menempuh jenjang pendidikan dan karir.
d. Menikah vs tidak menikah (lambat menikah)
e. Hubungan sosial yang sehat vs menarik diri
Dalam menjalani masa dewasa awal, ada beberapa masalah yang menjadi penghambat
perkembangan. Khusus dalam masa dewasa awal, diantara penghambat yang sangat penting
sehingga menyukarkan penguasaan tugas-tugas perkembangan, diantranya:

1. Latihan yang tidak berkesinambungan (discontinuities); sebagai salah satu penghambat


penguasaan tugas-tugas perkembangan dewasa awal, berhubungan erat dengan pengalamanpengalaman belajar dan latihan masa lalu.
2. Perlindungan yang berlebihan (over protectiveness); Bersangkutan dengan pola asuh orangtua
yng pernah dialami dalam masa kanak-kanak.
3. Perpanjangan pengaruh-pengaruh peer-group (prolongation of peer-group influences); Satu
diantara penghambat bagi orang dewasa awal dalam menguasai tugas-tugas perkembangan.
Disini akan terlihat pengaruh kelompok-kelompok khusus bagi perkembangan dewasa awal.
4. Inspirasi-inspirasi yang tidak realistis (unrealistic aspiration); Kesukaran-kesukaran dewasa
awal, dapat ditimbulkan oleh konsep-konsep yang tidak realistis dalam benak pada dewasa awal
(yang baru meninggalkan masa remaja) tentang apa yang diharapkan dengan apa yang dapat
dicapai.

BAB. III PENUTUP


A. KESIMPULAN
Dewasa awal adalah masa transisi dari masa remaja menuju masa dewasa yaitu dewasa
awal. Rentang usinya biasa dimulai dari usia 18-25 tahun, yang ditandai dengan adanya
kematangan dari segi berfikir, afektif dan psikomotor. Seali itu masa dewasa awal adalah masa
di mana individu mengalami berbagai perubahan mulai dari Perkembangan Fisik seperti, transisi
dari masa remaja ke masa dewasa, seksualitas. Perkembangan Kognitif seperti, karier dan
pekerjaan. Dan juga mengalami perkembangan Sosio-emosional seperti, gaya hidup, pernikahan
dan keluarga, gender,relasi dan perkembangan diri. Pada intinya dewasa awal adalah masa
penyesuaian diri terhadap perkembangan-perkembangan baru yang telah mereka alami saat
menuju dewasa dengan cara mereka sendiri yaitu dengan kebebasan yang telah dia dapatkan saat
ini.
Masa dewasa awal merupakan masa peralihan dari masa ketergantungan menuju
kemandirian. Sehingga masa dewasa awal merupakan masa yang paling penting dalam hidup
seseorang. Selain itu juga mengalami transisi secara fisik, intelektual dan peran sosial. Masa ini
kematangan emosi memegang peranan yang sangat penting, sehingga harus bisa menempatakan
dirinya pada situasi yang berbeda. Pada salah satu intinya dikatakan bahwa dewasa awal
merupakan suatu masa penyesuaian diri dengan cara hidup baru dan memanfaatkan kebebasan
yang di perolahnya.
Masa dewasa adalah masa yang sangat panjang (20 40 tahun), dimana sumber potensi
dan kemampuan bertumpu pada usia ini. Masa ini adalah peralihan dari masa remaja yang masih
dalam ketergantungan menuju masa dewasa, yang menuntut kemandirian dan diujung fase ini
adalah fase dewasa akhir, dimana kemampuan sedikit demi sedikit akan berkurang. Sehingga
masa dewasa awal adalah masa yang paling penting dalam hidup seseorang dalam masa penitian
karir/pekerjaan/sumber penghasilan yang tetap.
Masa ini juga adalah masa dimana kematangan emosi memegang peranan penting.
Seseorang yang ada pada masa ini, harus bisa menempatkan dirinya pada situasi yang berbeda;
problem rumah tangga, masalah pekerjaan, pengasuhan anak, hidup berkeluarga, menjadi warga
masyarakat, pemimpin, suami/istri membutuhkan kestabilan emosi yang baik.

B. SARAN
Sebagai individu yang telah memasuki masa perkembangan dewasa awal kita seharusnya
sudah bisa mandiri dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, lebih bertanggung jawab atas
perilaku yang telah diperbuat dan bisa membangi waktu antara pekerjaan, karier dan keluarga.
Dan bisa menggunakan kemampuan intelektualnya dengan baik dalam kehidupan sosial atau
bermasyarakat.
Masa dewasa awal harus mampu mengatur hidup dan bertanggung jawab dangan
kehidupannya. Masa dewasa awal harus mempunyai sifat kemandirian, baik dari segi ekonomi,
emosi, pekerjaan, perkawinan dan sebagainya. Pengoptimalan perkembangan dewasa awal harus
mampu mengarah pada hubungan sosial serta perkembangan intelektual

DAFTAR PUSTAKA
Santrock, John W. 2011. Life-Span Development. Surabaya : Erlangga.
Hurlock, E.B. 1993. Psikologi Perkembangan, Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan.
Jakarta : Erlangga.
Santrock. John W. 2002. A Topical Approach to Life-Span Development. Mc Graw Hill
Papalia, E. Diane, dkk. 2004. Human Development. 9th Edition. Mc Graw Hill
Kenny, James. 1991. Dari Bayi sampai Dewasa. Jakarta : Gunung Mulia
Mamppiare, Andi. 1983. Psikologi Orang Dewasa. Surabaya : Usaha Nasional
Monks, F.J, dkk. 2001. Psikologi Perkembangan : Pengantar dalam Berbagai Bagiannya.
Yogyakarta : Gajah Mada University Pers
Monks,F.J., Knoers,A.M.P & Hadinoto S.R. 2001. Psikologi Perkembangan: Pengantar dalam
Berbagai Bagiannya. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
Hurlock,E.B.1993. Psikologi Perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan
(edisi kelima). Jakarta: Erlangga.
Santrock.2007. Perkembangan Anak.Jilid 1.Jakarta: Erlangga
Santrock.2002. Life-Span Development (Perkembangan Masa Hidup). Jilid 2. Jakarta: Erlangga
Mappiare, Andi. 1983. Psikologi Orang Dewasa. Surabaya: Usaha Nasional
Julius dkk. 1989. Melangkah Menuju Kedewasaan. Yogyakarta: Kanisius
Ayu, Ida. Jurnal: Perbedaan Sikap Terhadap Perilaku Seks Maya Berdasarkan Jenis Kelamin
pada Dewasa Awal. Fakultas Psikologi, Universitas Gunadarma: dayu_sarasvaty@yahoo.com
Qalbinur. Periodesasi Perkembangan Masa Dewasa Awal. http//qalbinur.wordpress/2009/03/27.
Hubungan Sikap terhadap Penundaan Usia Perkawinan dengan Intensi Penundaan Usia
Perkawinan: http/www.averroes.or.id / 2009/03/21
Nurul. Dewasa Dini.http/www.nurul.or.id/2009/02/23
Sari Dewi, Ika. 2006.Kesiapan Menikah pada Wanita Dewasa Awal yang Bekerja. Medan:
Jurusan Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara.
Jurnal Psikologi UIN Suska Riau. Volume 1, Nomor 1, Juni 2005
Jurnal Psikologi UIN Suska Riau. Volume 1, Nomor 1, Desember 2005

[1] Dikutif dari Psikologi Orang Dewasaoleh Andi Mappiare, hal 20 dan Psikologi
Perkembangan oleh Elizabeth E. Hurlock. Hal 246-252
[2] Ida Ayu Putri. Perbedaaan sikap terhadap perilaku seks maya berdasarkan jenis kelamin pada
dewasa awal. Fakultas Psikologi Universitas Gunadarma dayu_sarasvaty@yahoo.com.
[3] Jurnal. Hubungan Sikap Terhadap Penundaan Perkawinan Dengan Intensi Penundaan Usia
Perkawinan. http//www.averroes.or.id.(03.12.2009)
[4] Dalam jurnal Kesiapan Menikah pada Wanita Dewasa Awal yang Bekerja. Ika Sari Dewi.
2006: USU
[5] Jurnal. Kemandirian Mahasiswi UIN Suska Riau Ditinjau dari Ksetaraan Gender. Oleh
Hirmaningsih, S.Psi. Fakultas Psikologi UIN Suska Riau. Volume 1, Nomor 1, Juni 2005
[6] Ibid. Perkembangan Identitas Diri dalam Area Agama pada Remaja Akhir.Oleh Mukhlis.
Fakultas Psikoogi UIN Suska Riau. Volume 1, Nomor 2, Desember 2005
[7] Ibid. Hubungan Antara Sikap Terhadap Aspek Kehalalan dengan perilaku Membeli produk
Makanan dan Minuman Halal pada Mahasiswa Fakultas Syariah IAIN SUSQA Pekanbaru. Oleh
Reni Susanti dkk, Fakultas Psikologi UIN Suka Riau. Volume 1, Nomor 1, Juni 2005