Anda di halaman 1dari 3

Salah satu peradaban manusia yang hilang karena mayarakat tidak memgang etika dalah Kota

Sodom. Sodom adalah wilayah yang dalam sejarah pernah ditinggali oleh kaum Nabi Nuh. Di
kota tersebut masyarakat melakukan praktik seks menyimpang antar sesama jenis. Hal itu yang
kemudian menjadikan istilah sodomi mengacu pada praktik hubungan seks antar lelaki. Seruan
Nabi Nuh untuk meninggalkan praktik sodomi tersebut tidak diindahkan oleh masyarakat sekitar.
Dan sekarang pertaannya dimanakah kota Sodom sekarang?. Berdasarkan temuan purbakala,
hasil penggalian mengungkapkan bahwa kota tersebut dibangun didekat Laut Mati, di sepanjang
perbatasa Israel dan Yordania. Para arkeolog yang bekerja di wilayah tersebut menemukan buktibukti terjadinya bencana mengerikan disana setelah mempelajari kerusakan parah pada
kerangka-kerangka itu member gambaran atas terjadinya gempa bumi besar yang pernah terjadi
di sana.
Graham Harris, geolog asal Inggris, termasuk ilmuwan yang menemukan bukti meyakinkan atas
hal tersebut. Menurutnya, Sodom dibangun di pesisir Laut Mati, dan penduduknya berdagang
aspal yang tersedia di wilayah tersebut. Di masa lalu, zat hitam lengket itu digunakan sebagai
pelapis tahan air pada perahu, dan perekat bebatuan pada bangunan. Bukti lain yang mendukung
bahwa kota Sodom ada di sana adalah karena daerah pemukiman di pesisir Laut Mati itu berdiri
di atas dataran yang mudah guncang, karena merupakan titik bertemunya dua lempeng tektonik
yang bergerak berlawanan arah. Secara praktis, wilayah itu adalah zona gempa bumi. Lapisan
lahar dan batu basal yang ditemukan selama penggalian juga menjadi bukti kuat telah terjadinya
letusan gunung berapi dan gempa bumi di wilayah itu. Selain itu, di bawah pesisir Laut Mati
terdapat sejumlah besar timbunan gas metana yang mudah terbakar. Ketika gempa bumi terjadi
pada masa itu, diperkirakan guncangannya membakar timbunan gas metana tersebut, dan
kebakaran besar yang terjadi kemudian mengubah permukaan tanah menjadi pasir hanyut.
Peristiwa itu diikuti longsor besar, hingga menenggelamkan kota Sodom di atasnya ke dalam air.
Untuk meyakinkan hipotesis itu, para ilmuwan di Universitas Cambridge melakukan serangkaian
percobaan ilmiah dengan cara membangun miniatur kota Sodom di laboratorium, lalu
mengguncangnya dengan gempa buatan. Tepat seperti yang telah diperkirakan, daratan itu
terbenam, dan miniatur rumah-rumah tergelincir masuk serta terkubur di dalamnya.
Cerita tentang sodom termasuk cerita tertua di dunia disampin cerita-cerita tentang Firaun,
bencana banjir Nuh. Kisah sodom merupakan salah satu cerita yang juga dimuat dalam kitab Al
quran maupun Injil. Cerita ini menggambarkan kisah dua kota yang namanya yang identik

dengan dosa, kemaksiatan, kemerosotan moral. Sodom dan Gomora. Selama bertahun-tahun,
cerita tentang apa yang menimpa mereka menjadi perumpamaan tentang degradasi moral yang
harus dibayar dengan harga mahal.
Mungkin penggambaran mengenai kehidupan manusia di dua kota ini sangat relevan dewasa ini,
dimana manusia telah melakukan berbagai tindakan yang sangat jauh dengan hakekat mereka
sebagai makhluk ciptaan yang Maha suci, bobroknya moral, seakan-akan mereka tidak memiliki
batasan dalam perbuatan. Dimana Perintah-perintah dari Sang Pencipta dan norma-norma dalam
kehidupan bermaysarakat sudah seakan menjadi dongeng turun temurun yang hanya sebatas
mereka dengar dan mereka langgar.
Menurut Republika.co.id. Lalu suatu hari, Allah mengutus tiga malaikat untuk menyamar
menjadi pria yang sangat tampan nan mempesona. Mereka menuju sungai dimana putri Luth
tengah mengabil air. Wahai nona, adakah tempat istirahat disini? ujar salah seorang malaikat
menyamar sebagai musafir, bertanya pada seorang putri Luth.
Melihat wajah yang sangat luar biasa, putri Luth ketakutan mereka akan dilukai warga jika
memasuki negeri Sodom. Tunggulah disini sampai aku memberitahu kalian kepada ayahku dan
kembali, ujar putri Luth lantas segera berlari pulang ke rumah meninggalkan bejana air.
Setibanya dirumah, ia pun melaporkannya pada sang ayah dengan menangis.
Mereka pun menjadi tamu misterius di tempat tinggal Luth. Melihat ketampanan tamunya, Luth
pun merasa ketakutan jikalau warganya mengetahui maka akan terjadi hal buruk pada tamu
tersebut. Ia sangat gelisah karena merasa tak akan mampu melindungi tamunya.
Janganlah kamu takut, jangan pula susah. Sesungguhnya kami akan menyelamatkan kamu dan
pengikut-pengikutmu, kecuali isterimu, dia adalah termasuk orang-orang yang dibinasakan, ujar
utusan tersebut. Mendengarnya, tahulah Luth bahwa tamunya merupakan jelmaan dari malaikat
Allah.
Dengan diam-diam, istri Luth mengabarkan tamu misterius tersebut kepada warga Sodom.
Padahal Luth telah berpesan pada istri dan dua putrinya untuk merahasiakan kehadiran tamu
tersebut. Namun Istri dari nabi bukan jaminan bagi seorang wanita menjadi beriman dan
bertaqwa. Maka berkumpullah para gay di negeri tersebut di rumah Luth. Mereka ingin
menyaksikan dan menikmati ketampanan tamu tersebut.
Sesungguhnya mereka adalah tamuku. Jangan kalian membuatku malu, bertakwalah kepada
Allah dan janganlah kamu membuat aku terhina, seru Luth melihat warga mengepung

rumahnya.
Namun warga tetap keras kepala, mereka menerobos masuk rumah Luth karena hawa nafsu.
Namun dengan kekuasaan Allah, mereka ak mampu melihat para malaikat berwujud manusai
tampan tersebut. Tiba-tiba saja mereka tak mampu melihat. Luth pun tak peduli lagi pada warga
terlaknat tersebut.
Ia segera bergegas meninggalkan negeri Sodom bersama keluarganya. Malaikat berpesan,
Pergilah kamu di akhir malam dengan membawa keluargamu, dan ikutlah mereka dari belakang
dan janganlah seorangpun di antara kamu menoleh kebelakang dan teruskanlah perjalanan ke
tempat yang di perintahkan kepadamu, kata malaikat utusan tersebut terakhir kali sebelum
pergi.
Maka keluarlah Luth dari negeri Sodom bersama istri dan dua putrinya di tengah malam. Mereka
bergegas dan tak menoleh sedikit pun ke negeri yang dimurkai Allah tersebut. Namun
diperjalanan, sang istri berjalan lambat dan terus saja menoleh karena penasaran benarkah adzab
akan menimpa negeri Sodom.
Saat menjelang matahari terbit, Luth dan dua putrinya sampai di sebuah bukit jauh dari Sodom.
Saat itulah terdengar suara bumi dan langit sekan melampiaskan kemarahan. Suara keras
mengguntur dari langit dan menurunkan hujan batu. Bumi pun bergoncang dan membalikkan
Kota Sodom