Anda di halaman 1dari 11

3.1.

Jenis pengujian

Dalam pelaksanaan praktikum, mahasiswa melakukan 4 pengujian, adapun pengujian


tersebut adalah :
1. Pengujian Kekerasan
2. Pengujian Metalugrafi
3. Pengujian Komposisi Kimia.

3.2.

Persiapan Bahan
1. Mencari Perhitungan Bahan Pb dan Sn

2. Mencari dan Menimbang Pb dan Sn bahan sebelum dilebur

3. Melebur bahan Pb dan Sn


4.
3.3.`Pelaksanaan Praktikum
Praktikum dilaksanakan di Laboratorium Material Fakultas Teknik Universitas Negeri
Medan. Dalam pelaksanaan praktikum ada beberapa hal yang harus diketahui dan
dilaksanakan, yakni persiapan bahan, persiapan alat, keselamatan kerja dan langkah kerja.
A. Pengujian kekerasan (Hardness)
Metode Pengujian
: Vickers
Nama Alat
: Micro Vickers Hardness Tester
Merk Alat
: Super Tech

Hardness Micro Vickers


a. Persiapan Bahan

Adapun persiapan bahan Ada pun langkah persiapan bahan yang dilaksanakan adalah:

Cutting, yaitu pemotongan benda uji yang disesuaikan dengan penampang yang
akan diamati panjang pemotongan biasanya 5-7 mm (dengan menggunakan Mesin
potong)

Mesin potong

Mounting
(pembingkaian),
dilakukan
untuk
memudahkan
penanganan
pemegangan terhadap benda uji yang berukuran kecil atau memiliki bentuk
yang tidak beraturan yang akan sulit ditangani atau dipegang khususnya pada saat
pengamplasan dan pemolesan apabila tidak di mounting.

Mounting

Grinding, yaitu proses meratakan permukaan benda uji dengan menggunakan


kertas amplas anti air secara berurutan mulai dari kekasaran 120, 240, 360,
400, 700, 800, dan 1200, selama proses grinding diberi air untuk mencegah
terjadinya oksidasi pada permukaan benda uji.

Proses grinding

Polishing, yaitu menghaluskan serta menghilangkan goresan goresan selama


proses grinding dengan menggunakan kain bludru (polishing cloth) dan pasta
diamond dengan tingkat kehalusan 6 m, 1 m dan m. sebagai media
pendingin digunakan Luricant Blue atau alkohol 96%

Polishing

Viewing, Pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop optik.

b. Persiapan Alat
Mesin uji kekerasan Vickers (Vickers Hardness Test)
Amplas halus

Mikroskop pengukur (biasanya satu set dengan alatnya)

Mesin percobaan kekerasan vickers (vickers hardness test) yang pertama kali adalah
dengan memasang indentor pyramid diamond, meletakan specimen di tempatnya, menyetel
beban yang akan dipakai, melihat dan mengukur diagonal persegi empat teratas dari bekas
yang terjadi seteliti mungkin.

c. Keselamatan Kerja
Sebelum melakukan pekerjaan harus mendengar instruksi dari kepala laboratorium

terlebih dahulu.
Segara laporkan suatu kendala apa saja yang dapat mengganggu pada saat memulai

proses pekerjaan
Pakailah baju praktek.
Jangan menyandarkan tubuh pada mesin.
Jangan hidupkan mesin untuk hal yang tak berguna
Bekerjalah dengan hati-hati dan jangan terburu-buru.
d. Langkah Kerja
Periksa dan persiapkan material yang hendak untuk untuk diuji.
Periksa dan persiapkan mesin untuk dipakai.
Meletakkan benda uji pada landasan sehingga penampangnya tegak lurus terhadap
mesin.
Melakukan penekanan dengan menekan tombol start
Lakukan pengelihatan dengan vickers hardness test dengan menyetel beban yang akan
dipakai yaitu dengan pemebesaran sampai 1000 x sehingga didapkan untuk tekanan
(F) Sebesar 1000 kgf, melihat dan mengukur diagonal persegi empat teratas dari
bekas yang terjadi seteliti mungkin dengan arah horizontal dan vertikal,
Melakukan penekanan dengan menekan tombol start.
Menunggu speciment ditekan sampai lampu holding padam.
Mengeser posisi indentor dengan sensor kembali, kemudian menghitung diagonal
batas penekanan yang terjadi.
Lakukanlah proses pengujian sebanyak lima kali sehingga diperoleh nilai rata-rata
dari uji kekerasan Vickers tersebut.
Maka didapatkan nilai untuk penguijian kekerasan Vickers.

B. Pengujian Metalurgy (mikrostruktur)


Metode Pengujian
Nama Alat
Merk Alat

: Destruktif
: Microscope Optik
: Olympus BX 41 M

Microscope Metalurgy

a. Persiapan Bahan
Ada pun langkah persiapan bahan yang dilaksanakan adalah:
Cutting, yaitu pemotongan benda uji yang disesuaikan dengan penampang yang
akan diamati panjang pemotongan biasabya 10-12 mm (dengan menggunakan Mesin
potong)

Mesin potong

Mounting

(pembingkaian),

dilakukan

untuk

memudahkan

penanganan/

pemegangan terhadap benda uji yang berukuran kecil atau memiliki bentuk
yang tidak beraturan yang akan sulit ditangani ataupun di pegang khususnya pada saat
pengamplasan dan pemolesan apabila tidak mounting

Mounting

Grinding, yaitu proses meratakan permukaan benda uji dengan menggunakan


kertas amplas anti air secara berurutan mulai dari kekasaran 120, 240, 360,
400, 700, 800, dan 1200 dan 1500 selama proses grinding diberi air untuk mencegah
terjadinya oksidasi pada permukaan benda uji.

Grinding

Polishing, yaitu menghaluskan serta menghilangkan goresan goresan selama


proses grinding dengan menggunakan kain bludru (polishing cloth) dan pasta
diamond dengan tingkat kehalusan 6 m, 1 m dan m. sebagai media
pendingin digunakan Luricant Blue atau alkohol 96%

Polishing

Etching, yaitu mereaksikan benda uji dengan bahan etsa sehingga dapat
memunculkan gambar struktur mikro dengan jelas. (proses etsa menggunakan
menggunakan nital 2%).

Viewing, Pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop optik.

Microscope Optik

b. Persiapan Alat
Sediakan Mikroskop optic untuk melihat mikrostruktur suatu material tersebut .

c. Keselamatan Kerja
Sebelum melakukan pekerjaan harus mendengar instruksi dari kepala laboratorium

terlebih dahulu.
Segara laporkan suatu kendala apa saja yang dapat mengganggu pada saat memulai

proses pekerjaan.
Pakailah baju praktek.
Jangan menyandarkan tubuh pada mesin.
Jangan hidupkan mesin untuk hal yang tak berguna
Bekerjalah dengan hati-hati dan jangan terburu-buru.
d. Langkah Kerja
Setelah selesai dalam tahap persiapan maka akan dilaksanakan tahap pengujian
Periksa dan persiapkan mesin untuk dipakai.
Mengecek apakah sepecimen yang akan diuji sudah layak untuk dilakukan pengujian.
Setelah sudah layak untuk diuji maka proses selanjutnya yaitu melakukan etsa dengan
mengikis daerah batas butir sehingga struktur bahan dapat diamati dengan jelas
dengan bantuan mikroskop optik. Zat etsa bereaksi dengan sampel secara kimia pada
laju reaksi yang berbeda tergantung pada batas butir, kedalaman butir dan komposisi
dari sampel. Sampel yang akan dietsa haruslah bersih dan kering.
Setelah selesai dietsa maka selanjutnya akan dilaksanakan pengujian dengan
mikroskop optic dengan optic pembesaran 5x, 10x, 20x, 50x dan 100x
Maka didapatkan hasil foto dari struktur specimen tersebut
Tetapi dalam hal ini kita belum mendapatkan hasil yang lebih baik untuk
menghasilkan specimen yang lebih baik maka perlu dilakukan proses perlakukan
panas dengan dipanaskan di dalam dapur pemanasan.
Langkah selanjutnya hilangkah hasil etsa dengan cara mempolesnya kembali dengan
kertas pasir.
Setelah selesai maka dilakukanlah pengujian dengan mikroskop optic untuk
mendapatkan hasil yang jauh lebih baik.

C. Pengujian komposisi logam


Metode Pengujian
: Spectrofotometri
Nama Alat
: Spectrometer UV
Merk Alat
: Oxford Instrument Persiapan Bahan

Spectrometer UV
a. Persiapan Bahan
Adapun persiapan bahan yang dilakukan adalah proses grinding menggunakan
kertas pasir 80. Sehingga permukaan tampak rata dan bergaris.

Gambar permukaan logam yang hendak di spectro

b. Persiapan Alat

Spectrometer UV

c. Keselamatan Kerja
Sebelum melakukan pekerjaan harus mendengar instruksi dari kepala laboratorium

terlebih dahulu.
Segara laporkan suatu kendala apa saja yang dapat mengganggu pada saat memulai

proses pekerjaan.
Pakailah baju praktek.
Jangan menyandarkan tubuh pada mesin.
Jangan hidupkan mesin untuk hal yang tak berguna
Bekerjalah dengan hati-hati dan jangan terburu-buru.

d. Langkah Kerja
Panaskan mesin terlebih dahulu 2-3 jam
Pastikan material sudah benar-benar siap untuk di uji
Kemudian letakan benda kerja pada area tempat yang hendak di bakar yang
berlumbang
Kemudian bakarlah material menggunakan menggunakan elektroda dimana terjadi
suhu rekristalisasi,sehingga akan muncul di komputer hasil kandungan berapa
persenkah kadar logam yang ada di material tersebut.
Kemudian angkat material dan gosok lagi material menggunakan kertas pasir 80
Kemudian lakukan berulang-ulang hingga 3 kali percobaan

Kemudian anda dapat melihat rata-rata kandungan kadar logam