Anda di halaman 1dari 3

2.

3 Kinerja Kendaraan
2.3.1 Karakteristik Pejalan Kaki
Karakteristik pejalan kaki merupakan salah satu faktor utama dalam melakukan
perencanaan, perancangan, serta pengoperasian pada fasilitas-fasilitas transportasi. Analisa
karakteristik pejalan kaki dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa parameter penentu,
yaitu sebagai berikut (Putra, 2012).
a. Kecepatan Pejalan Kaki, yaitu kecepatan rata-rata pejalan kaki dalam berjalan, dan
dinyatakan dengan satuan meter/detik.
b. Jumlah Aliran Pejalan Kaki, yaitu jumlah pejalan kaki yang melintasi suatu titik dalam
satu satuan waktu tertentu, dan umumnya dinyatakan dengan satuan jumlah pejalan
c.

kaki/menit atau jumlah pejalan kaki/15 menit.


Aliran Per Satuan Lebar, yaitu rata-rata aliran pejalan kaki per satuan lebar efektif jalur

jalan, dan dinyatakan dengan satuan jumlah pejalan kaki/menit/meter.


d. Platoon, yaitu gambaran beberapa pejalan kaki yang berjalan berjajar atau berkelompok,
yang umumnya terjadi tanpa disengaja dan disebabkan oleh faktor lampu lalu lintas atau
faktor lain.
e. Kepadatan Pejalan Kaki, yaitu jumlah rata-rata pejalan kaki per satuan luas di dalam jalur
berjalan kaki atau daerah antrian, dan dinyatakan dengan jumlah pejalan kaki/meter2
f. Ruang Pejalan Kaki, yaitu rata-rata ruang yang tersedia untuk setiap pejalan kaki dalam
daerah jalur berjalan kaki atau antrian, dan dinyatakan dengan meter 2/jumlah pejalan
kaki. Parameter ini merupakan kebalikan dari kepadatan pejalan kaki.
2.3.2 Kinerja Arus Individual Pejalan Kaki
Kinerja arus pejalan kaki merupakan ukuran efisiensi arus pejalan kaki, yang diukur
dengan berbagai parameter yaitu sebagai berikut.
a. Kecepatan Rata-rata Pejalan Kaki
Pejalan kaki memiliki kecepatan berjalan yang bervariasi, tergantung pada beberapa
faktor seperti usia dan jens kelamin, lokasi, tingkat kepadatan jalur berjalan kaki, dan
sebagainya. Berdasarkan variasi kecepatan tersebut, akan didapatkan kecepatan rata-rata
pejalan kaki, yaitu dengan rumus sebagai berikut.

av=

L
T1

Keterangan :
av: kecepatan Rata-rata Pejalan Kaki (meter/detik)
L: panjang perjalanan pejalan kaki (meter)
T1: waktu tempuh rata-rata tiap arah pejalan kaki (detik)

b. Percepatan
Percepatan adalah besaran perubahan kecepatan pejalan kaki akibat konflik, yang
hasilnya dapat berupa percepatan maupun perlambatan. Percepatan didapatkan dengan
rumus sebagai berikut.
a=

v 2v 1
T1

Keterangan :
a: percepatan (meter/detik2)
V1: kecepatan pejalan kaki rata-rata tiap arah gerakan (meter/detik)
V2: kecepatan pejalan kaki akibat konflik antarpejalan kaki (meter/detik)
T1: waktu tempuh rata-rata tiap arah pergerakan pejalan kaki (detik)

c. Tundaan
Tundaan individu pejalan kaki adalah perbedaan antara waktu perjalanan rata-rata pejalan
kaki dengan waktu perjalanan akibat konflik antarpejalan kaki, dibagi dengan panjang
perjalanan. Tundaan didapatkan dengan rumus sebagai berikut.
T 2T 1
d=
L
Keterangan :
d: tundaan (detik/meter)
T1: waktu tempuh rata-rata tiap arah pergerakan pejalan kaki (detik)
T2: waktu tempuh akibat konflik antar pejalan kaki (detik)
L: panjang perjalanan pejalan kaki (meter)

d. Indeks Ketidaknyamanan
Nilai indeks ketidaknyamanan akan bernilai nol ketika perpindahan terjadi dengan
keseragaman, yaitu kecepatan konstan. Indeks ketidaknyamanan didapatkan dengan
rumus sebagai berikut.
I=

dxL
T1

Keterangan :
I: indeks ketidaknyamanan
d: tundaan (detik/meter)
L: panjang perjalanan pejalan kaki (meter)
T1: waktu tempuh rata-rata tiap arah pergerakan pejalan kaki (detik)

2.3.3 Potensi Konflik Pergerakan Arus Pejalan Kaki


Konflik yang dapat terjadi dalam pergerakan arus pejalan kaki ketika pejalan kaki melalui
suatu jalan adalah konflik pergerakan dua arah (Bi-Directional Conflicts) dan konflik pergerakan
menyilang (Cross Directional Conflicts). Bi-Directional Conflicts merupakan kondisi ketika dua
atau lebih pejalan kaki dari arah yang berlawanan berjalan, sementara Cross Directional
Conflicts adalah kondisi ketika dua atau lebih pejalan kaki berjalan dari arah yang berbeda-beda
sehingga memungkinkan antarpejalan kaki untuk bertabrakan.

Gambar: Bi-Directional Conflicts

Gambar: Cross Directional Conflicts

Daftar Pustaka
Putra, Muhajirin Syah. 2012. Analisis Karakteristik Dan Aktivitas Pedestrian. Medan:
Universitas Sumatera Utara.