Anda di halaman 1dari 37

PRESENTASI KASUS

DBD
Pembimbing:
dr. Nur Faizah, Sp.A

Disusun oleh:
Novita Lusiana

G4A014079

Yanuar Firdaus

G4A014080

IDENTITAS
Nama : An. A
No. CM : 00229816
Usia
: 8 bulan
Jenis Kelamin : Laki-laki
Alamat : Jl. Jatisari RT. 03 RW. 05 Kelurahan Sumampir Kecamatan
Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas
Agama : Islam
Suku Bangsa : Jawa
Tanggal Masuk RSMS : 25 April 2016 pukul 00.30 WIB
Tanggal Periksa : 25 April 2016 pukul 01.00 WIB

Anamnesis
Keluhan Utama : demam
Keluhan tambahan : batuk kering, pilek
Riwayat penyakit sekarang :
3HSMRS : demam (-), batuk (+) kering, sesak (-), pilek (+) warna bening cair,
mual (-), muntah(-), bab (+) N, bak (+) N, nafsu makan (+) N, nafsu minum (+) N
2HSMRS : demam (+) tinggi, batuk (+) kering, sesak (-), pilek (+) warna bening cair,
mual (-), muntah(+), bab (+) N, bak (+) N, nafsu makan (+) N, nafsu minum (+) N
1HSMRS : demam (+) tinggi, batuk (+) kering, sesak (-), pilek (+) warna bening cair,
mual (-), muntah(+), bab (+) N, bak (+) N, nafsu makan (+) N, nafsu minum (+) N
HMRS : demam (+) tinggi, pasien dibawa ke rumah sakit dengan suhu 39,5C
(hipertermi), batuk (+) kering, sesak (-), pilek (+) warna bening cair, mual (-),
muntah(-), bab (+) N, bak (+) N, nafsu makan (+) N, nafsu minum (+) N. Pasien
sudah dibawa ke PMI diberi parasetamol namun demam tidak membaik sehingga
pasien dirujuk ke IGD RSMS.
HP1 : demam (+) dengan suhu 38,1C, batuk (+) kering, sesak (-), pilek (+) warna
bening cair, mual (-), muntah(-), bab (-), bak (+) N, nafsu makan (+) N, nafsu
minum (+) N. Pasien sudah mendapatkan terapi IVFD RL 10 TPM mikro, propiretik
supp 80 mg, parasetamol IV 80 mg.

Faktor Risiko :
Riwayat kontak dengan pederita ISPA (+) yaitu ayah
pasien
Riwayat kontak dengan pederita DBD yaitu tetangga
pasien

Demam (+) 4 hari


Batuk (+) kering 5 hari
Pilek (+) warna bening cair
5 hari
Muntah (+) 2 hari
Riwayat kontak dengan
pederita ISPA (+) yaitu
ayah pasien

DD :
- Rhinofaringitis
- bronkitis

Demam (+) tinggi 4 hari terusmenerus


Riwayat
kontak
dengan
pederita DBD yaitu tetangga
pasien

DD :
- Demam Berdarah Dengue
- Demam dengue

Riwayat Keluarga

Riwayat penyakit pada keluarga yang


diturunkan/genetik
- riwayat atopik (-)
Riwayat penyakit pada keluarga/tetangga/teman
bermain yang dapat ditularkan
- riwayat kontak dengan penderita ISPA yaitu ayah pasien
- Riwayat kontak dengan pederita DBD yaitu tetangga pasien

Riwayat Pribadi
a) Riwayat kehamilan dan persalinan
Prenatal : ibu G1P0A0, ANC rutin bidan, riw perdarahan -, riw sakit saat hamil Natal : usia kehamilan 38 minggu, lahir di Puskesmas, BBL 3200 gr, PB 47 cm.
Lahir spontan dalam keadaan langsung menangis
Post natal : riw kejang -, Riw kebiruan -, riw ikterik -, riw batuk pilek +
b) Riwayat makanan
0-5 bln : ASI tiap 2-3 jam, durasi minum 10-15 menit
6 bln - sekarang: ASI + tetap diberikan, disertai MP ASI, makanan lunak 2xsehari,
volume cangkir, variasi makanan telur, kadang sayuran, buah-buahan
kualitas : baik
kuantitas : baik

Perkembangan dan Kepandaian


Motorik Kasar
Badan mulai miring-miring : usia 3 bulan
Badan mulai tengkurap : usia 5 bulan
Badan mulai duduk : usia 7 bulan
Motorik halus
Melihat benda bergerak : usia 2 bulan
Berusaha meraih benda : usia 6 bulan

Bahasa
Mengoceh : usia 2 bulan
Mengucapkan 1 kata : usia 6 bulan
Sosial
Dapat tersenyum saat di ajak berbicara :
usia 3 bulan
Tertawa pada ibunya : usia 4 bulan

VAKSINASI
VAKSINASI DASAR

ULANGAN

JENIS

USIA

TEMPAT

USIA

TEMPAT

BCG

2 BLN

bidan

DPT

4,5,6 BN

bidan

POLIO

3,4,5,6, BLN bidan

HEPATITIS

2,4,5,6 BLN

bidan

CAMPAK

Kesimpulan :
- imunisasi campak belum dilakukan
- imunisasi tidak dilakukan sesuai usia pada imunisasi DPT, polio, dan hepatitis

Riwayat penyakit dahulu


- riwayat dirawat di Rumah Sakit sebelumnya disangkal
- riwayat ISPA +
Sosial, ekonomi dan lingkungan
Pasien tinggal bersama ayah, ibu, dan neneknya. Pasien tinggal di daerah padat penduduk.
Rumah beralaskan ubin, atap genteng, dinding lembab, ventilasi cukup. Ukuran rumah 8x9 m.
Pendapatan keluarga perbulan : sekitar RP. 1.500.00,00 / bulan
Anamnesis sistem
- sistem kardiovaskuler : tidak ada keluhan
- sistem respirasi : batuk (+) kering 5 hari, pilek (+) 5 hari
- sistem syaraf : demam (+) 4 hari
- sistem gastrointestinal : muntah (+) 2 hari
- sistem urogenital : tidak ada keluhan
- sistem muskuloskeletal : tidak ada keluhan
- sistem integumentum : tidak ada keluhan

Pemeriksaan Fisik (25 April 2016)


Keadaan Umum : Sedang, Kesadaran : Compos Mentis, Status gizi : status gizi
baik
Vital Sign: N: 120 x/menit, reguler, isi dan tegangan cukup
RR: 30 x/menit, reguler
S: 38.1C
Status Gizi & Antopometri
Anak : Laki-laki

umur: 8 bln Berat Badan: 7,8 kg

WAZ : - 1 (BB normal)


HAZ : - 2,96 (Perawakan pendek)
WHZ : 1,85 (Status gizi baik)
LLA : 15 cm, kesimpulan status gizi : baik

Panjang Badan: 63 cm

Kepala : mesocephal LK=42cm (Normal : 41 - 47.5 cm)


rambut : warna hitam, distribusi merata, tidak mudah dicabut
Ubun-ubun : sutura belum menutup
Wajah : simetris
Mata: palpebra edema -/-, konjunctiva anemis -/- , sklera ikterik -/-, pupil
isokor, diameter pupil 3mm/3mm, RC +N/+N
Hidung : discharge +/+ warna bening cair, nch -/Mulut : sianosis -/-, mukosa basah, faring hiperemis (+), tonsil T1-T1,
lidah kotor (-)
gigi : perkembangan gigi sesuai usia
Leher : JVP tidak meningkat, LNN cervical tidak teraba, kaku kuduk (-),
deviasi trachea (-)
Dada : simetris (+) , retraksi(-)

Jantung :
Inspeksi : ic tidak tampak
Palpasi : ic di sic v lmcs tidak kuat angkat
Perkusi : batas jantung
kanan atas SIC II LPSD
kanan bawah SIC IV LPSD
kiri atas SIC II LPSS
kiri bawah SIC V LMCS
Auskultasi : HR : 120 x/m reguler, s1>s1, A1>A2, P1>P2, M1>M2
Paru
Inspeksi : simetris (+), retraksi(-), ketinggalan gerak (-)
Palpasi : vf dextra = sinistra normal
Perkusi : sonor
Auskultasi : SD vesikuler +/+ normal, RBK -/-, RBH -/-, Wh -/ Abdomen
Inspeksi : cembung
Palpasi : supel
Perkusi : timpani
Auskultasi Bu(+)N

Hati : teraba 1/3 blank heart


Limpa/lien : tidak teraba
Genital : tak
Anus/sekitar : dbn
punggung./vertebra : tak
Rumple leed : + 15

Anggota Gerak
Atas
Kanan

Bawah
Kiri

Kanan

Kiri

Gerakan

bebas

bebas

bebas

Bebas

Trof

eutrof

eutrof

eutrof

eutrof

Tonus

normal

normal

normal

normal

Ref.fsiologis

Biceps (+)
N
Triceps (+)
N

Biceps (+)
N
Triceps (+)
N

Patella (+) N
Achilles (+)
N

Patella (+) N
Achilles (+)
N

Ref.patologis

Hoffman (-)
Tromer (-)

Hoffman (-)
Tromer (-)

Babinsky (-)
Chaddock (-)

Babinsky (-)
Chaddock (-)

Klonus

Tanda
meningeal

Brudzinsky sign I, II, III, IV tidak ada, kernig sign (-),


kaku kuduk (-)

Sensibilitas

Sulit dinilai

Sulit dinilai

Sulit dinilai

Sulit dinilai

Akral

hangat

hangat

hangat

hangat

Rumple leed

+15

Pemeriksaan Tambahan
Laboratorium
Hb: 12
Ht: 35
Leukosit: 9000
Eritrosit: 4,5 juta
Trombosit: 150.000
HJL:
basofl/eosinofl/batang/segmen/limfosit/monosit :
0/0/0/40/46/14

Resume
Anamnesis
Demam (+) 4 hari
Batuk (+) kering 5 hari
Pilek (+) warna bening cair 5 hari
Muntah (+) 2 hari
Faktor Risiko
Riwayat kontak dengan pederita ISPA (+) yaitu ayah pasien
Riwayat kontak dengan pederita DBD yaitu tetangga pasien
Pemeriksaan Fisik
Keadaan Umum : Sedang, kesan status gizi baik
Kesadaran : Compos Mentis
Berat Badan: 7,8 kg

Tinggi Badan: 63 cm

Vital Sign: N: 120 x/menit


RR: 30 x/menit

Resume
Dada : simetris (+) , retraksi(-)
Paru
1.Inspeksi : simetris (+), retraksi(-), ketinggalan gerak (-)
2.Palpasi : vf dextra = sinistra normal
3.Perkusi : sonor
4.Auskultasi : SD vesikuler +/+ normal, RBK -/-, RBH -/-, Wh -/. Hati : teraba 1/3 blank heart
. Limpa/lien : tidak teraba
. Akral superior et inferior : hangat +/+
. Laboratorium :
Ht: 35
Leukosit: 9000
Eritrosit: 4,5 juta
Trombosit: 150.000
HJL:
basofl/eosinofl/batang/segmen/limfosit/monosit : 0/0/0/40/46/14

Daftar masalah (aktif dan inaktif )


Sindrom 1
Demam (+) 4 hari
Batuk (+) kering 5 hari
Pilek (+) warna bening cair 5 hari
Muntah (+) 2 hari

Hidung : discharge +/+ bening cair

Mulut : faring hiperemis (+)

Riwayat kontak dengan pederita ISPA (+) yaitu ayah pasien

RR: 30 x/menit, S: 38,1C


Paru
1. Inspeksi : simetris (+), retraksi(-), ketinggalan gerak (-)
2. Palpasi : vf dextra = sinistra normal
3. Auskultasi : SD vesikuler +/+ normal, RBK -/-, RBH -/-, Wh -/-

. Sindrom 2
.

Demam (+) tinggi 4 hari terus-menerus

Riwayat kontak dengan pederita DBD yaitu tetangga pasien

.
.
.

S: 38,1C
Hati : teraba 1/3 blank heart
Limpa/lien : tidak teraba

Diagnosis Banding (Kemungkinan Penyebab Masalah) :


Sindrom I
- Rhinofaringitis akut et causa virus
- bronkitis
Sindrom II
- Demam Berdarah Dengue grade I
- Demam dengue

Diagnosis Kerja :
- Rhinofaringitis akut et causa virus
- Demam Berdarah Dengue grade I
- Status gizi baik

Terapi
Medikomentosa
IVFD D5% 30 tpm (mikro)
PO Paracetamol 3x0,8 cc
Non medikomentosa
Kompres air hangat jika demam
Minum air putih sedikit-sedikit tapi sering
Pemberian ASI ad libitum
Edukasi Keluarga
. Edukasi tentang penyakit, faktor risiko,
komplikasi, pengobatan, pencegahan, dan cara
penularannya.

Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan IgG, IgM anti dengue
Cek DL ulang
Rencana Monitoring
Monitoring keadaan umum, kesadaran,
dan tanda vital
Monitoring komplikasi

Prognosis
Ad vitam
: Dubia ad bonam
Ad Sanationam : Dubia ad bonam
Ad fungsionam : Dubia ad bonam

TINJAUAN PUSTAKA

Rhinofaringitis
Rhinofaringitis (juga dikenal sebagai nasofaringitis,
coryza akut, atau common cold) adalah penyakit
menular virus dari sistem pernapasan bagian atas
yang mempengaruhi terutama hidung biasanya
selesai dalam tujuh sampai sepuluh hari.

Diagnosa klinis
Stadium awal
berupa sumbatan hidung
bersin-bersin
batuk
nyeri kepala
peningkatan suhu atau normal
sekret hidung yang berlebih dan bersifat encer
kemudian dan kental.
Stadium ini mencapai waktu 3 5 hari

Stadium invasif
Demam
sakit tenggorok
hiperemis, oedem dan ditutup oleh sekret.
berlangsung hingga 2 minggu

Faringitis akut
Faringitis akut adalah infeksi pada faring yang
disebabkan oleh virus atau bakteri, yang ditandai
oleh adanya nyeri tenggorokan, faring eksudat dan
hiperemis, demam, pembesaran kelenjar getah
bening leher dan malaise

Bronkitis
Bronkitis adalah suatu penyakit yang ditandai
adanya dilatasi (ektasis) bronkus lokal yang
bersifat patologis dan berjalan kronik. Perubahan
bronkus tersebut disebabkan oleh perubahanperubahan dalam dinding bronkus berupa
destruksi elemen-elemen elastis dan otot-otot
polos bronkus.

Gejala
Gejala umum bronkitis akut maupun bronkitis kronik adalah:
1. Batuk dan produksi sputum adalah gejala yang paling umum biasanya
terjadi setiap hari. Intensitas batuk, jumlah dan frekuensi produksi
sputum bervariasi dari pasien ke pasien. Dahak berwarna yang bening,
putih atau hijaukekuningan.
2. Dyspnea (sesak napas) secara bertahap meningkat dengan tingkat
keparahan penyakit. Biasanya, orang dengan bronkitis kronik
mendapatkan sesak napas dengan aktivitas dan mulai batuk.
3. Gejala kelelahan, sakit tenggorokan , nyeri otot, hidung tersumbat,
dan sakit kepala dapat menyertai gejala utama.
4. Demam dapat mengindikasikan infeksi paru-paru sekunder virus atau
bakteri

Pemeriksaan fsik
1. Keadaan umum baik: tidak tampak sakit berat
dan kemungkinan ada nasofaringitis.
2. Keadaan paru : ronki basah kasar yang tidak
tetap (dapat hilang atau pindah setelah batuk,
wheezing dan krepitasi)

Demam dengue
Demam dengue (dengue fever, DF) adalah
penyakit yang terutama terdapat pada anak remaja
atau orang dewasa, dengan tanda-tanda klinis
demam, nyeri otot dan/atau nyeri sendi yang
disertai leukopenia, dengan/tanpa ruam (rash) dan
limfadenopati, demam bifasik, sakit kepala yang
hebat, nyeri pada pergerakan bola mata, rasa
mengecap yang terganggu, trombositopenia ringan
dan bintik-bintik perdarahan (petekie) spontan.

Penegakkan Diagnosis
Demam Dengue Ditegakkan bila terdapat dua atau
lebih manifestasi klinis (nyeri kepala, nyeri retroorbital, mialgia/artralgia, ruam kulit, manifestasi
perdarahan, leukopenia) ditambah pemeriksaan
serologis dengue positif; atau ditemukan pasien
demam dengue/ demam berdarah dengue yang
sudah dikonfrmasi pada lokasi dan waktu yang
sama

Demam berdarah dengue


Demam berdarah dengue/DBD (dengue henorrhagic
fever, DHF), adalah suatu penyakit trombositopenia
infeksius akut yang parah, sering bersifat fatal,
penyakit febril yang disebabkan virus dengue. Pada
DBD terjadi pembesaran plasma yang ditandai
hemokonsentrasi (peningkatan hematokrit) atau
penumpukan
cairan
tubuh,
abnormalitas
hemostasis, dan pada kasus yang parah, terjadi
suatu sindrom renjatan kehilangan protein masif
(dengue shock syndrome), yang dipikirkan sebagai

Penegakkan Diagnosis
Berdasarkan kriteria WHO 1999 diagnosis DBD ditegakkan bila semua hal di bawah ini
terpenuhi.
a. Demam atau riwayat demam akut, antara 2-7 hari, biasanya bifasik.
b. Terdapat minimal satu dari manifestasi perdarahan berikut:
- Uji bendung positif.
- Petekie, ekimosis, atau purpura.
- Perdarahan mukosa (tersering epitaksis atau perdarahan gusi), atau perdarahan di
tempat lain.
- Hematemesis atau melena.
c. Trombositopenia (jumlah trombosit 20% dibandingkan standar sesuai dengan umur dan
jenis kelamin.
- Penurunan hematokrit >20% setelah mendapat terapi cairan, dibandingkan dengan nilai
hematokrit sebelumnya.
- Tanda kebocoran plasma seperti efusi pleura, asites atau hipoproteinemia.

Daftar Pustaka
Behrman, Richard E., dkk. 2000. Ilmu Kesehatan Anak
Nelson. Volume 2, Edisi 15. Jakarta: EGC
George L. Adams M.D, Lawrence R. Boies Jr. M.D, Peter
A. Higler M.D. 2011. Buku Ajar Penyakit THT. Edisi 6.
Jakarta: EGC