Anda di halaman 1dari 12

TKK614205

POLIMER

Oleh:
Mochamad Risad Wicaksono / 3335140280
Tisya Ardiana Pratiwi / 3335141362
Wahyu Saepulloh / 3335140644
Yudith Raka Aditya / 3335140314

KELAS B

TAHUN 2015
Jl.Jendral Sudirman Km.3 (Cilegon), Cilegon, Banten 42435, Indonesia

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR......................................................................................i
DAFTAR ISI....................................................................................................ii
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang................................................................................1
1.2 Tujuan...............................................................................................1
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Klasifikasi Polimer..........................................................................2
2.2 Manfaat Polimer..............................................................................3
2.3 Sifat Sifat Mekanik.......................................................................4
2.4 Sifat Sifat Termal..........................................................................4
2.5 Sifat-Sifat Listrik.............................................................................6
2.6 Sifat-Sifat Kimia..............................................................................7
2.7 Aplikasi Industri Polimer...............................................................8
BAB 3 KESIMPULAN...................................................................................9
DAFTAR PUSTAKA

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan
Rahmat, Inayah, Taufik dan Hinayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan
penyusunan paper ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana.
Semoga paper ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun
pedoman bagi pembaca dalam administrasi mengenai polimer dalam keteknik
kimiaan.
Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Ibu Wardalia ST., MT
dan kepada semua pihak yang telah membantu dalam proses pembuatan paper ini.
Paper ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat
membangun sangat kami harapkan demi sempurnanya paper ini.

ii

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Polimer merupakan ilmu pengetahuan yang berkembang secara aplikatif.
Kertas, plastik, ban, serat-serat alamiah, merupakan produk-produk polimer.
Polimer merupakan ilmu yang sangat dinamis. (Saiful Waris Ahmat.2012)
Polimer terdiri dari unit molekul yang disebut monomer. Jika monomernya
sejenis disebut homopolimer, dan jika monomennya berbeda akan menghasilkan
kopolimer. Polimer alam yang telah kita kenal antara lain: selulosa, protein, karet
alam dan sejenisnya. (Saiful Waris Ahmat.2012)
Jadi dapat disimpulkan bahwa Polimer adalah sebuah molekul panjang
yang mengandung rantai-rantai atom yang dipadukan melalui ikatan kovalen,
hidrogen dan Van Der Waals yang terbentuk melalui proses polimerisasi. Pada
umumnya polimer dikenal sebagai materi yang bersifat non-konduktif atau
isolator. (Andri Kurniawan.2013)
Oleh karena itu, sangat dibutuhkan pengetahuan yang baik tentang konsepkonsep dasar polimer, guna dapat memahami dan mengembangkan ilmu polimer.
Plastik merupakan salah satu bahan yang paling umum kita lihat dan gunakan.
Bahan plastik secara bertahap mulai menggantikan gelas, kayu dan logam. Hal ini
disebabkan bahan plastik mempunyai beberapa keunggulan, yaitu: ringan, kuat
dan mudah dibentuk, anti karat dan tahan terhadap bahan kimia, mempunyai sifat
isolasi listrik yang tinggi, dapat dibuat berwarna maupun transparan dan biaya
proses yang lebih murah. Namun begitu daya guna plastik juga terbatas karena
kekuatannya yang rendah, tidak tahan panas mudah rusak pada suhu yang rendah.
Keanekaragaman jenis plastic memberikan banyak pilihan dalam penggunaannya
dan cara pembuatannya. Plastik adalah suatu polimer yang mempunyai sifat-sifat
unik dan luar biasa. (Saiful Waris Ahmat.2012)
1.2 Tujuan
Adapun tujuan dalam pembuatan paper ini adalah untuk memahami sifatsifat dan mengetahui aplikasi industri polimer.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Klasifikasi Polimer
2.1.1

Berdasarkan sumbernya polimer dapat dikelompokkan dalam 3 kelompok,


yaitu:
1. Polimer Alam, yaitu polimer yang terjadi secara alami. Contoh: karet
alam, karbohidrat, protein, selulosa dan wol.
2. Polimer Semi Sintetik, yaitu polimer yang diperoleh dari hasil
modifikasi polimer alam dan bahan kimia. Contoh: selulosa nitrat
(yang dikenal lewat misnomer nitro selulosa) yang dipasarkan dibawah
nama - nama Celluloid dan guncotton.
3. Polimer sintesis, yakni polimer yang dibuat melalui polimerisasi dari
monomer - monomer polimer. Polimer sintesis sesungguhnya yang
pertama kali digunakan dalam skala komersial adalah dammar Fenol
formaldehida. Dikembangkan pada permulaan tahun 1900-an oleh
kimiawan kelahiran Belgia Leo Baekeland (yang telah memperoleh
banyak sukses dengan penemuanya mengenai kertas foto sensitif
cahaya), dan dikenal secara komersial sebagai bakelit.

2.1.2

Berdasarkan Bentuk Susunan Rantainya Dibagi atas 3 kelompok yaitu:


1. Polimer Linier, yaitu polimer yang tersusun dengan unit ulang
berikatan satu sama lainnya membentuk rantai polimer yang panjang.
2. Polimer Bercabang, yaitu polimer yang terbentuk jika beberapa unit
ulang membentuk cabang pada rantai utama.
3. Polimer Berikatan Silang (Cross linking), yaitu polimer yang
terbentuk karena beberapa rantai polimer saling berikatan satu sama
lain pada rantai utamanya. Jika sambungan silang terjadi ke berbagai
arah maka akan terbentuk sambung silang tiga dimensi yang sering
disebut polimer jaringan.

2.1.3

Berdasarkan Jenis Monomer Dibagi atas dua kelompok:


1. Homopolimer, yakni polimer yang terbentuk dari penggabungan
monomer sejenis dengan unit berulang yang sama.
2. Kopolimer, yakni polimer yang terbentuk dari beberapa jenis monomer
yang berbeda.
Kopolimer ini dibagi lagi atas empat kelompok yaitu:
a. Kopolimer acak. Dalam kopolimer acak, sejumlah kesatuan
berulang yang berbeda tersusun secara acak dalam rantai
polimer. - A - B - B - A - B - A - A - A - B - A -

b. Kopolimer silang teratur. Dalam kopolimer silang teratur


kesatuan berulang yang berbeda berselang - seling secara
teratur dalam rantai polimer. - A - B - A - B - A - B - A - B - A
B A-
c. Kopolimer blok. Dalam kopolimer blok kelompok suatu
kesatuan berulang berselang - seling dengan kelompok
kesatuan berulang lainnya dalam rantai polimer. - A - A - A - B
- B - B - A-A- A B
d. Kopolimer cabang/Graft Copolimer. Yaitu kopolimer dengan
rantai utama terdiri dari satuan berulang yang sejenis dan rantai
cabang monomer yang sejenis. B B B B - A A A A A
A A A A A- B B
2.1.4

Berdasarkan Sifat Termal Dibagi 2 yaitu:


1. Termoplastik, yaitu polimer yang bisa mencair dan melunak. Hal ini
disebabkan karena polimer - polimer tersebut tidak berikatan silang
(linier atau bercabang) biasanya bisa larut dalam beberapa pelarut.
2. Termoset, yaitu polimer yang tidak mau mencair atau meleleh jika
dipanaskan. Polimer - polimer termoset tidak bisa dibentuk dan tidak
dapat larut karena pengikatan silang, menyebabkan kenaikan berat
molekul yang besar.

2.2

Manfaat Polimer

Manfaat Polimer Kita hidup dalam era polimer, plastik, serat, elastomer, karet,
protein, selulosa semuanya ini merupakan istilah umum yang merupakan bagian
dari polimer. Dari contoh-contoh di atas dapat kita bayangkan bahwa polimer
mempunyai manfaat yang besar dalam semua bidang kehidupan. Adapun manfaat
dari polimer ini antara lain sebagai berikut:
1. Dalam bidang kedokteran: banyak diciptakan alat-alat kesehatan seperti:
termometer, botol infus, selang infus, jantung buatan dan alat transfusi darah.
2. Dalam bidang pertanian: dengan adanya mekanisasi pertanian.
3. Dalam bidang teknik: diciptakan alat-alat ringan seperti peralatan pesawat.
4. Dalam bidang otomotif: dibuat alat-alat pelengkap mobil.

2.3

Sifat Sifat Mekanik


3

1.

Sifat sifatnya sangat berubah karena temperature, kadang-kadang berbeda


banyak meskipun dalam daerah temperature yang relative rendah. Karena
ketahanan panasnya buruk, diperlukan perhatian yang cukup untuk tidak
dipakai pada temperature tinggi.

2.

Karena sifat viskeolastik yang dapat diamati, banyak bahan biasa


mengalami pemelaran dan relaksasi tegangan. Terutama bagi polietilen dan
polipropilen, yang gaya antar molekulnya lemah dan dikonfigurasikan hanya
oleh gaya van der waal, perlu perhatian khusus. Akan tetapi pada bahan
polimer yang mempunyai banyak ikatan hydrogen dengan gaya antar molekul
yang kuat dan demikian juga plastic termoset yang terbentuk dengan ikatan
kovalen tiga dimensi, pengaruh tersebut di atas agak kurang.

3.

Bahan harus dipilih secara hati-hati karena beberapa diantaranya


ketahanan impaknya kecil. Akan tetapi, sekarang telah dikembangkan plastic
yang mempunyai kekuatan impak tinggi seperti polikarbonat, polisulfon,
poliasetal, dan sebagainya.

4.

Demikian juga bagi bahan yang tidak tahan lelah. Ada beberapa bahan
yang dapat mengatasi tegangan tarik sederhana dan pemelaran tetapi tidak
tahan terhadap kelelahan karena terjadi kombinasi beban antara penekanan dan
penarikan.

5.

Apabila dicelupkan ke dalam minyak, pelarut, air dengan surfaktan dst,


beberapa bahan tahan untuk waktu singkat, tetapi apabila disertai tegangan
dapat terjadi retak dan akhirnya putus. Terhadap bahan tersebut harus hati-hati.

6.

Regangan sisa dari pencetakan terjadi waktu pemanasan, mudah


menyebabkan retakan karena tegangan.

7.

Bahan yang cukup stabil harus dipilih, menghindari bahan ini yang tidak
tahan radiasi ultra violet, oksigen, dst.

2.4

Sifat Sifat Termal

1. Koefisien Pemuaian Termal


Koefisien pemuaian panjang karena panas adalah sederhana apabila bahan
bersifat isotropi, tapi apabila struktur bahan berbeda di setiap arah maka
diperlukan suatu pertimbangan khusus. Jadi pada setiap pembahasan koefisien
pemuaian panjang perlu diingat bahwa bahan polimer sering dibuat anisotropi
pada proses pembuatannya. Serat dan film yang jelas dibuat anisotropi perlu

diberi tanda pada arah yang bersangkutan, perlu pula diingat bahwa pada film dan
serat sering terjadi enyusutan karna panas, karena apabila temperature naik, cara
pengumpulan molekul berubah oleh pergerakan termal dari molekul. Selain itu
keadaan yang lebih rumit telah diketahui seperti ikatan silang progresif atau
dehidrasi.
2. Panas Jenis

Panas jenis bahan polimer kira-kira 0,25-0,55 cal/g/C , yang lebih besar
dibandingkan dengan bahan logam, juga lebih besar dibandingkan dengan
keramik. Hal ini disebabkan karena panas jenis adalah panas yang diperlukan
untuk pergerakan termal dari molekul molekul dalam strukturnya, sedangkan
energi kinetik termal dari molekul lebih besar dari energy relaksasinya kisi kristal.
3. Koefisien Hantaran Termal
Koefisien hantaran termal adalah harga yang penting bagi bahan polimer
sehubungan dengan panas pencetakan dan penggunaan produknya. Mekanisma
perhantar panas pada bahan polimer juga merupakan akibat propagasi panas
pergerakan molekul.
Pada bahan polimer berkristal seperti polietilenn hantaran panasnya
menjadi lebih baik kalau kristalinitasnya menjadi lebih besar (masa jenisnya lebih
besar juga). Kalau strukturnya menjadi anisotropik seperti pada serat dan film,
koefisien hantaran termal pada arah kerangka molekul yang tersusun oleh rantai,
menjadi agak lebih besar. Kalau diisi dengan serat gelas, silica atau pengisi bahan
organik lainnya, hantaran termal menjadi lebih baik.
4. Titik Tahan Panas
Jika temperature bahan polimer naik, pergerakan molekul menjadi aktif ke
titik transisi, yang menyebabkan modulus elastik dan kekerasannnya rendah,
sedangkan tegangan patahnya lebih kecil dan perpanjangannya lebih besar.
Serempak dengan itu, sifat listrik, ketahana volume, tegangan putus dielekrik dan
seterusnya menjadi lebih kecil dan pada umumnya konstanta dielektrik menjadi
besar. Kalau temperaturnya melewati titik transisi , bahan termoplastik seperti
karet menjadi lunak, dan selain perubahan pada sifat-sifat diatas modulus
elastiknya juga tiba-tiba berubah. Selanjutnya pada temperature tinggi bahan
berkristal, kristalnya meleleh dan dapat mengalir.

2.5 Sifat-Sifat Listrik


5

1. Kekuatan Hancur Dielektrik


Sejauh mana suat isolator bisa bertahan terhadap tyegangan listrik
tergantung pada kekuatan hancur dielektrik dan kekuatan dielektrik. Yang pertama
adalah tegangan listrik minimum untuk merusak suatu isolator, yang dinyatakan
oleh tegangan hancur dibagi oleh tebalnya isolator pada saat rusak. Yang kedua
adalah tegangan listrik maksimum dimana bahan masih bertahan, yang
mempunyai arti tegangan dijamin aman bagi produk. Kekuatan hancur dielektrik
berkurang karena tebalnya bertambah, dan harga tersebut lebih tinggi pada bagian
yang tipis.
2. Tahanan Isolasi
Kalau tegangan DC diberikan pada isolator yang terbuat dari bahan
polimer, arus listrik lewat melalui bagian dalam dan permukaannya. Perbandingan
tegangan DC yang diberikan dan arus listrik total disebut tahanan isolasi. Kalau
tegangan DC diberikan pada bahan polimer, arus volume berkurang dengan
berjalannya waktu sampai harga tertentu setelah waktu yang lama. Oleh karena itu
biasanya di dalam standar pengujian bahan dipakai waktu satu menit setelah
dimulai. Selama tegangan rendah, hokum Ohm berlaku untuk arus tersebut tetapi
kalau tegangan lebih besar, arus listrik bertambah dan dipercepat, maka hokum
tersebut tidak berlaku.
3. Tahanan Permukaan
Arus permukaan adalah arus listrik mengalir melalui air yang terkandung
dan bahan lain yang bersifat hantaran yang melekat pada permukaan bahan
polimer, dst. Polietilen dengan sifat higroskopiknya yagmkecil, disperse internal
dari air merupakan variable yang langsung pada absorpsi air dan pengeringan, dan
seimbang dalam waktu yang singkat. Bahan lain menunjukkan rekasi yang agak
terhambat
4. Konstanta Dielektrik
Kalau dua dielektrik ditempatkan dalam satu ekeltroda dan diberi tegangan
DC, maka muatan listrik disimpan di antara kutub, hal ini lebih besar terjadi
dalam hampa udara. Perbandingan energi tersimpan dalam hampa udara per
satuan volume dielektrik persatuan tegangan disebut konstanta dielektrik dalam
bahan polimer.

5. Elektrifikasi
6

Bahan polimer diberi listrik oleh pemisahan, gesekan, dan pengelupasan


dari berbagai bahan lain. Elektrifikasi disebabkan oleh lapisan ganda listrik yang
terjadi pada antar muka bahan, jadi kalau dipisahkan, muatan listrik tetap dijaga
oleh keduanya. Karena sering terjadi gangguan pencegahan diusahakan dengan
mengilangkan melalui tanah, pengontrolan kelembaban, atau mencampurkan
bahan anti statik pada polimer. Sebagai perlakuan anti statik adalah
mencampurkan bahan lain kepada polimer yaitu bahan karbon yang mempunyai
hantaran listrik baik atau beberapa jenis polimer yang mempunyai sifat serupa,
atau dengan jalan melapisi permukaannya oleh bahan yang bersifat higroskopik
dan menghantar listrik.
2.6 Sifat-Sifat Kimia
1. Kelarutan
Bahan bermolekul besar menunjukan kelarutan yang rumit dalam hal
melarut dibanding dengan bahan bermolekul kecil. Kalau bahan polimer
dijenuhkan oleh bahan pelarut yang baik, maka pada umumnya polimer tersebut
akan membengkak, didispersikan dan dilarutkan.
1.1 Faktor yang menentukan kelarutan adalah
a. Temperatur larutan
b. Berat Molekul
c. Kristalinitas
d. Kepolaran
e. Pelarut Campuran
2. Tahanan Kimia
Ketahanan kimia berada di daerah luas mulai dari bahan yag sukar
diserang oleh setiap bahan kimia seperti politetraflouroetilen sampai ke bahan
mudah larut dalam pelarut organik seperti dalam asetat dan alkohol, umpamanya
polivinil asetat. Polimer yang mempunyai kelompok eter, ester dan amida mudah
terhidrolisa oleh asam. Selulosa, polyester, poliamid dan polimetil akrilat
mempunyai kecenderungan tersebut. Apabila polietilen bersentuhan dengan asam
bersentuhan dengan asam belerang pekat atau asam nitrat, akan diserang dan
terurai menerima akibat dari sulfonasi, nitrasi dan oksidasi pada cincin bensin.
Resin urea, resin melamin dan resin epoksi menjadi lemah didalam asam kuat.
Terutama resin fenol, dan resin metal metakrilat menerima akibat pengoksidasian
asam, sedangkan resin fenol, resin urea, resin melamin dan banyak resin
kondensasi formalin lain sangat dipengaruhi oleh alkali kuat.
2.7 Aplikasi Industri Polimer
7

Saat ini pemanfaatan polimer sudah meliputi berbagai aspek kehidupan.


Polimer dapat dimanfaatkan antara lain sebagai bahan pengemas, mainan anakanak, tekstil, peralatan rumah tangga, peralatan elektronik, peralatan transportasi
hingga peralatan kedokteran. Industri polimer berkembang pesat selama beberapa
dekade terakhir; bahkan industri polimer dapat dipandang sebagai industri dasar
pada negara industri. Berikut adalah aplikasi polimer dalam bidang industri :
1. Polimer komersial, yaitu polimer yang disintesis dengan biaya murah dan
diproduksi secara besar - besaran. Polimer komersial pada prinsipnya terdiri
dari 4 jenis polimer utama yaitu: Polietilena, Polipropilena, Poli(vinil klorida),
dan Polisterena. Polietilena dibagi menjadi produk massa jenis rendah (< 0,94
g/cm3 ), dan produk massa jenis tinggi (> 0,94 g/cm3 ). Perbedaan dalam
massa jenis ini timbul dari strukturnya yakni: polietilena massa jenis tinggi
secara esensial merupakan polimer linier dan polietilena massa jenis rendah
bercabang. Plastik - plastik komoditi mewakili sekitar 90% dari seluruh
produksi termoplastik dan sisanya terbagi diantara kopolimer stirena
butadiena, kopolimer akrilonitril butadiena stirena (ABS), poliamida dan
poliester
2. Polimer teknik, yaitu polimer yang memiliki sifat unggul tetapi harganya
mahal. Konsumsi plastik teknik kimia hingga akhir tahun 1980-an mencapai
kira - kira 1,5 x 109 kg/tahun diantaranya poliamida, polikarbonat, asetal,
poli(fenilena oksida) dan poliester mewakili sekitar 99% dari pemasaran. Yang
tidak diperhatikan adalah bahan - bahan berkualitas teknik dari kopolimer
akrilonitril butadiena stirena, berbagai polimer terfluorinasi dan sejumlah
kopolimer serta bahan paduan polimer yang meningkat jumlahnya. Ada banyak
kesamaan dalam Polimer: Ilmu Material 13 pasaran plastik - plastik teknik
tetapi plastik - plastik ini dipakai terutama dalam bidang transportasi seperti
(mobil, truk, pesawat udara), konstruksi (perumahan, instalasi pipa ledeng,
perangkat keras), barang - barang listrik dan elektronik (mesin bisnis,
komputer), mesin - mesin industri dan barang - barang konsumsi. Selain
polimer - polimer yang telah diperlihatkan, kopolimer dan paduan polimer
teristimewa yang disesuaikan untuk memperbaiki sifat (mutu) semakin
bertambah jumlahnya. Pemasaran plastik - plastik teknik tumbuh dengan cepat
dengan proyeksi pemakaian yang meningkat hingga 10% per tahun.
3. Polimer fungsional (functional polymers). Polimer ini dihasilkan dan
dikembangkan di negara maju dan dibuat untuk tujuankhusus dengan
produksinya dalam skala kecil. Contohnya yaitu: kevlar, nomex, textura,
polimer penghantar arus dan foton, polimer pekacahaya, membran, biopolimer.
BAB III
KESIMPULAN
8

Polimer adalah sebuah molekul panjang yang mengandung rantai-rantai


atom yang dipadukan melalui ikatan kovalen, hidrogen dan Van Der Waals yang
terbentuk melalui proses polimerisasi. Polimer juga dapat dibedakan berdasarkan
sumbernya, berdasarkan bentuk susunan rantainya, berdasarkan jenis monomer,
dan berdasarkan sifat termal. Adapun manfaat dari polimer dalam bidang
kedokteran banyak diciptakannya alat-alat kesehatan seperti: termometer, botol
infus, selang infus, jantung buatan dan alat transfusi darah, dalam bidang
pertanian dengan adanya mekanisasi pertanian, dalam bidang teknik diciptakan
alat-alat ringan seperti peralatan pesawat, dalam bidang otomotif dibuat alat-alat
pelengkap mobil.
Polimer memiliki sifat-sifat seperti sifat mekanik, sifat termal, sifat listrik,
dan sifat kimia yang setiapsifatnya memiliki karakter yang berbeda. Polimer juga
dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengemas, mainan anak-anak, tekstil, peralatan
rumah tangga, peralatan elektronik, peralatan transportasi hingga peralatan
kedokteran. Industri polimer berkembang pesat selama beberapa dekade terakhir;
bahkan industri polimer dapat dipandang sebagai industri dasar pada negara
industri.

DAFTAR PUSTAKA