Anda di halaman 1dari 19

ANALISIS / PEMETAAN SK-KD

Mata Pelajaran

:Fisika

Kelas/semester

:XII IPA/I

Standar
Kompetensi

Kompetensi Dasar

2.Menerapk
an Konsep
Kelistrikan
dan
Kemagnetan
Dalam
Berbagai
Penyelesaia
n Masalah
dan Produk
Teknologi

2.2 Menerapkan
Induksi Magnetik
dan Gaya Magnetik
pada Beberapa
Produk Teknologi

Tingkatan
Ranah KD
C3

Indikator Pencapaian
Kompetensi

Tingkatan
Ranah
IPK

Kognitif
2.2.1. Memformulasikan
induksi magnet di
sekitar kawat berarus
listrik
2.2.2. Mengapliksikan
hukum Biot-Savart
dan hukum Ampere
untuk menentukan
kuat medan magnet
oleh berbagai bentuk
kawat berarus listrik.
2.2.3. Memformulasikan
gaya magnet (Lorentz)
pada kawat berarus
yang berada dalam
medan magnet atau
partikel bermuatan
yang bergerak dalam
medan magnet.

C3

C3

C3

Materi
Pokok
Gaya
Magnetik
( Gaya
Lorentz) dan
Penerapan
Gaya
Magnetik
Dalam
Industri

Ruang Lingkup
1

Alokasi
Waktu

2 JP

2JP

2 JP

2.2.4. Mengaplikasikan gaya


lorentz pada beberapa
produk teknologi.
C3

Sikap ( Afektif )
Jujur
Disiplin
Kerja Keras
Mandiri
Rasa ingin tahu
Keterampilan (Psikomotor)

Menyusun alat
Menggunakan alat
Mendapatkan data
Menganalisis data
Membuat Laporan
Menyimpulkan hasil

2 JP

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan

: SMAN 10 Padang

Kelas

: XII IPA

Semester

:I

Tema Pelajaran

: Induksi Magentik

Jumlah Pertemuan

: 3 x Pertemuan

Standar Kompetensi : 2. Menerapkan Konsep Kelistrikan dan Kemagnetan Dalam Berbagai Penyelesaian Masalah dan Produk
Teknologi
Kompetensi Dasar

: 2.2 Menerapkan Induksi Magnetik dan Gaya Magnetik pada Beberapa Produk Teknologi

Indikator

:
Cara I

Cara II
Produk
Menghitung besaran gaya magnetik, gaya magnetik yang
dialami oleh kawat yang beraliran arus listrik, gaya magnetik
2.2.1. (C3) Memformulasikan induksi magnet di sekitar kawat berarus
di antara dua kawat sejajar kawat berarus, gaya yang dialami
listrik ( rasa ingin tahu )

Kognitif

2.2.2.(C3) Mengapliksikan hukum Biot-Savart dan hukum Ampere


untuk menentukan kuat medan magnet oleh berbagai bentuk
kawat berarus listrik ( jujur dan mandiri )

2.2.3.(C3) Memformulasikan gaya magnet (Lorentz) pada kawat


berarus yang berada dalam medan magnet atau partikel
bermuatan yang bergerak dalam medan magne ( mandiri , rasa
ingin tahu )

oleh muatan listrik yang bergerak dalam medan magnetik.

Menyimpulkan hasil yang didapatkan dalam percobaan tentang


medan magnetic.
Proses
Mengidentifikasi gaya magnetik, gaya magnetik yang dialami
oleh kawat yang beraliran arus listrik, gaya magnetik di antara
dua kawat sejajar kawat berarus, gaya yang dialami oleh
muatan listrik yang bergerak dalam medan magnetik.
Menjelaskan besaran gaya magnetik, gaya magnetik yang
dialami oleh kawat yang beraliran arus listrik, gaya magnetik
di antara dua kawat sejajar kawat berarus, gaya yang dialami
oleh muatan listrik yang bergerak dalam medan magnetik.

2.2.4.(C3) Mengaplikasikan gaya lorentz pada beberapa produk


teknologi ( rasa ingin tahu dan mandiri )

Sikap ( Afektif )
Jujur
Disiplin
Kerja Keras
Mandiri
Rasa ingin tahu
Keterampilan (Psikomotor)

Menyusun alat
Menggunakan alat
Mendapatkan data
Menganalisis data
Membuat Laporan
Menyimpulkan hasil

Menganalisis prinsip kerja bel listrik dan motor listrik dalam


kehidupan sehari-hari.

Merumuskan Masalah tentang gaya magnetik dalam kehidupan


sehari-hari.

Merencanakan percobaan tentang gerak melingkar beraturan

Psikomotor
Merakit rangkaian percobaan
Mengukur besaran-besaran pada percobaan yang dilakukan
Menganalisis data berdasarkan percobaan
Membuat laporan percobaan yang telah dilakukan
Keterampilan Sosial
Mengemukakan Ide

Bekerja sama dalam kelompok


Jujur
Disiplin
Mandiri
Kerja keras

Tujuan Pembelajaran
Setelah pembelajaran berlangsung peserta didik dapat :
2.2.1.1
2.2.1.2
2.2.2.1
2.2.2.2
2.2.3.1
2.2.3.2
2.2.3.3
2.2.3.4
2.2.4.1

Menghitung besar induksi magnet di sekitar kawat lurus berarus


Menghitung besar induksi magnet di pusat lingkaran berarus.
Menghitung besar induksi magnet pada Solenoida
Menghitung besar induksi magnet di sumbu Toroida.
Menghitung gaya Lorentz pada penghantar lurus berarus.
Menghitung gaya Lorentz antara dua kawat sejajar berarus.
Menjelaskan momen kopel pada Simpal penghantar berarus.
Menjelaskan gaya Lorentz pada partikel bermuatan listrik.
Menyebutkan contoh produk teknologi yang menerapkan prinsip gaya Lorentz.

Afektif
Setelah pembelajaran peserta didik diharapkan dapat :
Mengemukakan Ide
Bekerja sama dalam kelompok
Jujur dalam kehidupan sehari-hari
Disiplin
Mandiri
Kerja keras
Bertanggung jawab
Psikomotor
Setelah pembelajaran peserta didik diharapkan dapat :

Merakit rangkaian percobaan


Mengukur besaran-besaran pada percobaan yang dilakukan
Menganalisis data berdasarkan percobaan
Membuat laporan percobaan yang telah dilakukan
Menyimpulkan hasil percobaan yang dilakukan

Karakter yang diharapkan : rasa ingin tahu, mandiri, kerja keras, bertanggung jawab, dan jujur.

Bahan Ajar
INDUKSI MAGNETIK
Berbagai macam benda dalam induksi magnetic :

Magnet
Arus listrik
Selonoida
Toroida
Motor listrik
Bel listrik

Konsep tentang induksi magnetik

Induksi magnetic

Hukum Ampere
Hukun Bio Savart
Kaidah tangan kanan
Galvanometer

1. Medan magnetik disekitar arus listrik


dB=k

k=

I . dl sin
2
r

0
4

Induktansi magnetik di sekitar penghantar lurus berarus

Induksi magnetik yang ditimbulkan penghantar melingkar berarus


B=

0. I . N
2a

Induksi magnetic pada selonoida

B=

0 I . n
2

Induksi magnetik pada troida


B=

0 I . N
2 a

Gaya Lorentz ( Gaya Magnetik )


Gaya Lorentz merupakan gaya yang bekerja pada sebuah penghantar berarus listrik dalam medan magnet.
Gaya Lorentz pada penghantar berarus pada medan magnet
F = I l B sin
Gaya Lorentz pada muatan listrik yang bergerak pada medan magnetic
Gaya magnetik pada dua penghantar sejajar
B=

0 I 1
2 d

Penerapan Gaya Magnetik


Galvanometer
Motor Listrik
Bel listrik
Alokasi Waktu

: 9 JP

Strategi/Metode/Model Pembelajaran

Strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berfikir (SPPKB)

Model pembelajaran kooperatif tipe TSTS (Two Stay Two Stray)


Teknik pembelajaran kooperatif dua tinggal dua tamu atau two stay-two stray dikembangkan oleh Spencer Kagan
(dalam Lie, 2002:60). Struktur ini memberikan kesempatan kepada kelompok untuk membagikan hasil dan informasi dengan
kelompok lain. Langkah-langkah dalam pembelajaran kooperatif ini adalah sebagai berikut:

1. Pembentukan kelompok heterogen


Pembentukan kelompok dalam kelas ditentukan oleh guru yang lebih mengetahui siswa yang pandai dan siswa yang
lemah. Pembentukan kelompok ini pun harus bersifat heterogen. Siswa-siswa dalam kelompok merupakan campuran siswa
dari tingkat kepandaian, jenis kelamin, dan suku. Sehingga tidak akan ditemui kelompok yang hanya beranggotakan siswa
yang pandai saja atau sebaliknya. Untuk anggota kelompok terdiri dari 4 orang.
2. Penjelasan materi dan kegiatan kelompok
Guru memberikan informasi pada siswa berkenaan dengan kegiatan yang akan dilakukan oleh siswa serta relevansi
kegiatan dengan materi pelajaran. Pada saat guru menjelaskan materi pelajaran, siswa harus sudah berada dalam kelompok
masing-masing. Kemudian, guru memberi tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya. Apabila terdapat kesulitan
dalam interpretasi petunjuk kegiatan siswa dapat meminta bantuan guru.
3. Kelompok memutuskan jawaban yang paling benar dan memastikan setiap anggota kelompok memahami jawaban tersebut.
4. Setelah selesai, dua orang dari masing-masing kelompok akan meninggalkan kelompoknya dan bertamu ke dua kelompok
yang lain. Dua orang yang tinggal dalam kelompok bertugas membagikan hasil kerja dan informasi mereka ke tamu mereka.
5. Tamu mohon diri dan kembali ke kelompok mereka sendiri dan melaporkan temuan mereka dari kelompok lain.
6.

Kelompok mencocokkan dan membahas hasil-hasil kerja mereka.

7. Pemberian Penghargaan
Kelompok yang mempunyai nilai rata-rata tiap anggotanya paling baik, pantas diberi penghargaan.

Metode Pembelajaran

Pada materi ini, guru menggunakan beberapa metode, yaitu :


1. Informasi
2. Demonstrasi
3. Diskusi
4. Latihan

Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan pertama
No Tahap pembelajaran
1

Alokasi
(Menit)

Kegiatan Pendahuluan
Pembukaan
Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam
dan memeriksa daftar hadir siswa.
Apersepsi
Guru menanyakan tentang gaya magnet dan kaidah 10
tangan kanan.
Motivasi
1. Guru mendemonstarasikan tentang medan magnet di
depan kelas dengan esbuah magnet batang dan
didekatkan dengan sebuah logam,lalu apa yg akan
terjadi?
Kegiatan Inti
Eksplorasi
1.Guru meminta siswa untuk melakukan demonstrasi
di depan kelas tentang medan magnet.

Sumber
Belajar
1. Physics
Bilingual
For Senior
High
School
Year XII,
Yudhistira

2. Physics
3A
for

2. Guru memberikan pertanyaan apakah defenisi medan


magnet dalam fisika?
Elaborasi
1. Setelah melakukan demonstrasi, guru dan siswa
75
mendiskusikan tentang :
- Pengertian medan magnet dalam fisika.
- Arah dari induksi magnet.
- Besarnya induksi magnetic.
- Hukum biosavart.
- Besar induksi magnet di sekitar kawat lurus berarus
- Besar induksi magnet untuk kawat lurus berarus
dengan panjang tertentu.
Konfirmasi
1. Guru mengulang dan menanyakan kepada siswa
tentang materi yang telah dipelajari.
2. Guru memberikan latihan tentang materi yang telah
dipelajari
3. Guru menanyakan kepada siswa yang bisa
mengerjakan latihan di papan tulis.
Kegiatan Penutup
5
Guru menuntun siswa untuk menyimpulkan pelajaran.
Guru memberikan informasi untuk materi pertemuan
selanjutnya
Guru memberikan tugas rumah.

No

Pertemuan Kedua
Tahap Pembelajaran

Waktu

senior
high
school 1st
Semester
Grade XII.
Marthen
Kanginan.

Sumber

(Menit)
1

Kegiatan Pendahuluan
Pembukaan
Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam
dan memeriksa daftar hadir siswa.
15
Apersepsi
Guru menanyakan tentang medan magnet pada kawat
berarus
Motivasi
Guru memperlihatkan media animasi tentang
induksi magnet oleh dua kawat lurus sejajar berarus
Kegiatan Inti
Eksplorasi
-

Guru melibatkan peserta didik mencari informasi


induksi magnet oleh dua kawat lurus sejajar berarus
- Guru menyuruh peserta didik membuka buku
sumber.
- Guru menjelaskan konsep induksi magnet oleh dua
kawat lurus sejajar berarus
dan siswa
memperhatikan guru menjelaskan dan mencatat
pelajaran.
110
- Guru menjelaskan besaran besaran pada induksi
magnet oleh dua kawat lurus sejajar berarus
- Guru melibatkan peserta didik secara aktif dalam
proses pembelajaran.
Elaborasi
1. Guru dan siswa mendiskusikan tentang :
- Induksi magnet pada kawat berarus.
- Besar induksi magnet oleh dua kawat lurus sejajar

1. Physics
Bilingual
For Senior
High
School
Year XII,
Yudhistira

2. Physics
3A
for
senior
high
school 1st
Semester
Grade XII.
Marthen
Kanginan.

berarus
2. Guru memberikan contoh soal yang berkaitan
dengan induksi magnet oleh dua kawat lurus
sejajar berarus.

Konfirmasi
1. Guru mengulang dan menanyakan kepada siswa
tentang materi yang telah dipelajari.
2. Guru memberikan latihan dan menginstruksikan siswa
untuk menyelesaikannya di papan tulis.
Kegiatan Penutup
Guru menuntun siswa untuk menyimpulkan pelajaran.
10
Guru memberikan tugas kepada siswa
Guru memberikan informasi untuk materi pertemuan
selanjutnya

No
1

Pertemuan Ketiga
Tahap pembelajaran

Alokasi
(Menit)

Kegiatan Pendahuluan
Pembukaan
Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam
dan memeriksa daftar hadir siswa.
Apersepsi
10
Guru menanyakan tentang hukum Ampere.

Sumber
Belajar
1. Physics
Bilingual
For Senior
High
School
Year XII,

Motivasi
-Guru memperlihatkan media animasi tentang induksi
magnet kawat lingkaran berarus.
Kegiatan Inti
Eksplorasi
-

Guru melibatkan peserta didik mencari informasi


induksi magnet kawat lingkaran berarus
Guru menyuruh peserta didik membuka buku
sumber.
Guru menjelaskan konsep induksi magnet kawat
lingkaran berarus dan siswa memperhatikan guru
menjelaskan dan mencatat pelajaran.
75
Guru menjelaskan besaran besaran pada induksi
magnet oleh kawat lingkaran berarus
Guru menjelaskan tentang penerapan induksi
magnetic pada kehidupan sehari-hari.
Guru melibatkan peserta didik secara aktif dalam
proses pembelajaran.

Elaborasi
Guru dan siswa mendiskusikan tentang :
Induksi magnetic.
Besar induksi magnet kawat lingkaran berarus.
Besar induksi magnet di pusat lingkaran berarus.
Hukum Ampere
Besar induksi magnet pada selenoida.
Usaha oleh gaya-gaya konservatif.
Perbedaan gaya konservatif dan tak konservatif.
Hubungan gaya konservatif dan energy potensial.

Yudhistira

2. Physics
3A
for
senior
high
school 1st
Semester
Grade XII.
Marthen
Kanginan.

Hukum kekekalan energy mekanik.


Hubungan gaya konservatif dan hukum kekekalan
energy mekanik
Konfirmasi
4. Guru mengulang dan menanyakan kepada siswa
tentang materi yang telah dipelajari.
5. Guru memberikan latihan tentang materi yang telah
dipelajari
6. Guru menanyakan kepada siswa yang bisa
mengerjakan latihan di papan tulis.
Kegiatan Penutup
5
Guru menuntun siswa untuk menyimpulkan pelajaran.
Guru memberikan informasi untuk materi pertemuan
selanjutnya
Guru memberikan tugas rumah.

Penilaian
Teknik penilaian
: Tes tulis
Bentuk instrument
: Essay
Kisi-kisi Soal
:
Indikator
2.2.1 Memformulasikan

Tujuan Pembelajaran
2.2.1.1 Menghitung besar induksi

Instrumen

Tingkat Kesulitan
C1 C2 C3 C4

Bobot
Soal

Kunci

induksi magnet di sekitar


kawat berarus listrik

magnet di sekitar kawat lurus


berarus
2.2.1.2 Menghitung besar induksi
magnet di pusat lingkaran
berarus.

2.2.2

Mengapliksikan hukum
Biot-Savart dan hukum
Ampere untuk
menentukan kuat medan
magnet oleh berbagai
bentuk kawat berarus
listrik

2.2.2.1 Menghitung besar induksi


magnet pada Solenoida
2.2.2.2 Menghitung besar induksi
magnet di sumbu Toroida.

2.2.3.1 Menghitung gaya Lorentz


2.2.3

Memformulasikan gaya
magnet (Lorentz) pada
kawat berarus yang berada
dalam medan magnet atau
partikel bermuatan yang
bergerak dalam medan
magne

pada penghantar lurus


berarus.
2.2.3.2 Menghitung gaya Lorentz
antara dua kawat sejajar
berarus.
2.2.3.3 Menjelaskan momen kopel

pada Simpal penghantar


berarus.
2.2.3.4 Menjelaskan gaya Lorentz
pada partikel bermuatan
listrik.
2.2.4.1 Menyebutkan contoh produk
2.2.4. Mengaplikasikan gaya
lorentz pada beberapa
produk teknologi

teknologi yang menerapkan


prinsip gaya Lorentz.

Penilaian Afektif

N
o
1
2
3
4
5
6

Nama
1
Ahadiah ibni omari
Astrid aprilicia
Deril ridwan
Dicky dwi septian
Fitri ramadewi

Jujur
2 3

Aspek yang Dinilai


Disiplin
Kerja Keras
Mandiri
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

Rasa Ingin Tahu


1 2 3 4

7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20

Hafidzurrahman suahiri
Harvilliano fajril
Masyithah putri radila
M. fadli uzzaki
M. rayyan haramain
Nada mawaddah
Nadia zhafirah
Reverina andeska
Rifan ahadi rizki
Sarah permata amy
Tajghina qatrunna firdaus
Ulfah talitha
Vicky anggia ferdina
Wilona olga kavlika
Yolanda audita media

Penilaian Psikomotor
N
o
1
2
3
4
5

Nama
Ahadiah ibni omari
Astrid aprilicia
Deril ridwan
Dicky dwi septian
Fitri ramadewi

Menyusun Alat
1 2 3 4

Aspek yang Dinilai


Mlkukan Prcbn Mnggnkn Alat Mnganlsis Data
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

Membuat Lpran
1 2 3 4

6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20

Hafidzurrahman suahiri
Harvilliano fajril
Masyithah putri radila
M. fadli uzzaki
M. rayyan haramain
Nada mawaddah
Nadia zhafirah
Reverina andeska
Rifan ahadi rizki
Sarah permata amy
Tajghina qatrunna firdaus
Ulfah talitha
Vicky anggia ferdina
Wilona olga kavlika
Yolanda audita media

Sumber Pembelajaran
1. Buku Sumber :
- Marthen Kanginan. 2012. Physics 3A for senior high school 1st Semester Grade XII.
- Yudhistira. 2009. Physics Bilingual For Senior High School Year XII
2. Learning Media : Powerpoint
3. Tools and Material : Notebook Computer, Infocus