Anda di halaman 1dari 23

Prosedur Operasional Cabang

Hasil Observasi KCU Daan Mogot

I.

Teller
a. Prosedur awal hari
Teller :
Teller melakukan sign on awal hari untuk dapat mengakses aplikasi BDS-IDS
(6100-Sign On Awal Hari)
Mengaktifkan pinpad agar transaksi yang memerlukan pinpad dapat berjalan
normal (7530-Pengaktifan Pinpad).
Cek 6400 & 6550, pastikan saldo kas awal dan kas akhirnya 0.
Bagi teller yang tidak mempunyai limit persediaan uang tunai, teller harus
mengambil uang tunai dari khazanah dengan membuat TDP terlebih dahulu,
posting di BDS-IDS. Cetak validasi, tanda tangan, teller harus sign off tengah hari
untuk pergi ke khazanah ngambil uang (6300-Sign Off Tengah Hari).
Kabag :
Kabag mengambil cashbox di khazanah dengan mengisi formulir pengambilan
cashbox, dan paraf di formulirnya.

b. Transaksi Setoran Tunai


Dokumen yang diperlukan :
-

Uang Tunai
Slip Setoran
Untuk WIC yang setor 100 juta, lampirkan copy KTP, NPWP & Form Data Pelaku
Transaksi

Alur proses :
Teller :

Nasabah kasih uang tunai & slip setoran


Teller hitung uang di depan nasabah
Cek keaslian uang dengan UV & terawang
Simpan uang di laci teller
Posting transaksi di BDS IDS (1160-Setoran Tunai Transaksi Tanpa Buku)

Kalau nsb bawa buku tahapan, cetak validasi di buku, kalau ngga, langsung cetak
validasi di slip setoran
Periksa kebenaran, tanda tangan di samping validasi
Kasih lembar kedua slip setoran ke nsb
Simpan slip lembar pertama untuk balancing

Kabag :

Kalau nominal setor diatas limit, harus ada supervisi kabag.


Sebelum kabag melakukan override, kabag harus memastikan bahwa hasil input
di layar sama dengan pengisian di slip.
Kabag juga ikut memverifikasi keaslian uang.
Setelah semua yakin, kabag override, dan ikut tanda tangan di cetakan validasi
dengan mengecek kebenaran hasil validasi terlebih dahulu.

Field di BDS IDS (1160-Setoran Tunai Tabungan Tanpa Buku)


No. rekening, Jumlah, Fisik Tunai [Y], Provisi [Y], sumber dana, nama penyetor, jenis
ID, No. ID penyetor

c. Transaksi Setoran Kliring


Dokumen yang diperlukan :
-

Harus nasabah, punya no rekening


Warkat Bank lain
Slip bukti setoran kliring, titipan kliring, dan titipan warkat bca

Alur Proses :
Teller :

Nasabah kasih warkat bank lain dan slip setoran


Teller posting registrasi kliring (1281)
Cetak validasi, periksa kebenaran, tanda tangan.
Slip dan warkat di stempel kliring
Kasih lembar ketiga slip ke nasabah
Secara berkala petugas kliring akan mengambil slip setoran kliring&warkatnya ke
teller, serah terima petugas dan teller dengan menandatangani slip sebelum slip
dipisah, lembar kedua untuk teller, lembar pertama untuk dibawa ke BO untuk
diproses lebih lanjut.

Kabag :

Apabila transaksi kliring diatas limit teller, perlu ada supervisi dari kabag.
Sebelum override, kabag harus memastikan kebenaran dan kelengkapan pengisian
data di slip dan di warkat yang diserahkan nasabah.
Kabag juga harus mengecek stempel kliring.
Setelah cetak validasi, kabag ikut memeriksa kebenaran dan ikut tanda tangan di
samping validasi.

Hasil dari registrasi adalah nomor referensi di hasil cetak validasi.


Untuk inquiry registrasi kliring : 1286
Kode validasi di slip : 1881
Untuk menghapus registrasi kliring ( jika telah diproses, dihapusnya oleh BO, selama
belum dikliringkan)
Biaya kliring ditanggung rekening penerima dan menjadi pendapatan cabang yang
mengkliringkan warkat, didebetnya secara otomatis, kecuali untuk kliring lain-lain.
Field 1281 Registrasi Kliring :
No referensi, ada rekening [ Y jika kliring langsung dikreditkan ke rekening ], no
rekening, jumlah, jumlah warkat.

d. Transaksi Setoran Titipan Kliring / Warkat BCA


Dokumen yang diperlukan :
-

Slip bukti setoran kliring, titipan kliring, dan titipan warkat bca.
Cek/BG Bank lain atau Cek/BG BCA

Alur Proses :
Teller :

Nasabah kasih slip setoran kliring dan warkat ke teller


Teller stempel kliring dan tanggal di warkat dan slip
Posting titipan warkat kliring (1282)
Cetak validasi, cocokin yg di warkat, di slip dan di hasil validasi, tanda tangan.
Kasih slip lembar ketiga ke nasabah
Kasih lembar ke 1 beserta warkatnya ke petugas kliring
Simpan lembar kedua untuk balancing.

Kabag :

Apabila nominal diatas limit teller, perlu ada supervisi dari kabag.
Sebelum override, kabag harus memastikan kebenaran dan kelengkapan pengisian
data di slip dan di warkat yang diserahkan nasabah.
Kabag juga harus mengecek stempel kliring, pastikan field titipan kliring di
ceklis.
Setelah cetak validasi, kabag ikut memeriksa kebenaran dan ikut tanda tangan di
samping validasi.

Field di 1282 Registrasi Titipan Kliring :


No referensi, tanggal jatuh tempo, no rek, jumlah, jumlah warkat, nilai transaksi.
Hasil validasi di slip : 1883

e. Transaksi Tarikan Tunai


Dokumen yang diperlukan :
- Slip penarikan
- Buku tabungan
- Kartu ATM
Alur Proses :
Teller :

Nasabah kasih slip penarikan, buku tabungan, kartu atm ke teller


Teller minta tanda tangan nasabah di belakang slip
Posting di BDS IDS (1110)
Kalau diatas limit, minta override kabag
Swipe kartu di pinpad, nasabah input pin
Cetak validasi di slip penarikan, paraf di sampingny
Cetak mutasi di buku tahapan
Hitung uang di depan nasabah
Kasih uang ke nasabah
Simpan slip penarikan untuk balancing.

Kabag :

Apabila transaksi diatas limit teller atau transaksi tarikan tanpa menggunakan
pinpad, perlu ada supervisi dari kabag.

Sebelum melakukan override, kabag perlu memastikan bahwa tanda tangan


penarik yang dilakukan di hadapan teller, sama dengan tanda tangan yang ada di
kartu identitas atau buku tahapan.
Kabag mencocokkan data yang diinput di aplikasi BDS-IDS sama dengan yang
ada di slip.
Kabag harus memastikan jumlah dan keaslian uang yang disetorkan ke nasabah.
Setelah cetak validasi, kabag ikut memeriksa kebenaran dan ikut tanda tangan di
samping validasi.

Field di BDS IDS (1110 Tarikan Tunai Tabungan) :


No rekening, jumlah, saldo buku, no halaman, no baris, fisik tunai, no seri buku,
keterangan dana dengan buku.

f. Transaksi Tarikan Giro


Dokumen yang diperlukan :
- KTP penarik
- Cek/BG
- Pakai slip setoran untuk transaksi dengan BG
Alur proses :

Nasabah kasih KTP dan warkat


Teller minta tanda tangan di halaman belakang cek
Verifikasi tanda tangan melalui ESV
Cocokkan tanda tangan dengan KTP
Inquiry security code untuk verifikasi warkat
Verifikasi keabsahan warkat (UV, Terawang, Filter)
Posting di BDS IDS (1140)
Cetak validasi di cek/BG, paraf
Cetak validasi di slip setoran kalau pakai BG, paraf
Hitung uang di hadapan nasabah
Kasih uang dan KTP ke nasabah & slip setoran lembar ke 2 kalau pake BG
Simpan cek untuk balancing & slip setoran lembar ke 1.

Kabag :

Kalau diatas limit teller, minta override kabag, kalau diatas 200juta, kabag
konfirmasi ke nasabah, dan countersign.

Field di BDS IDS (1140 Tarikan Tunai Giro) :

No rekening, jumlah, no warkat, no seq, fisik tunai [Y]

g. Transaksi Tarikan Pemindahan Tabungan


Dokumen yang diperlukan :
- Kartu ATM
- Slip Pemindahan Dana Antar Rekening BCA
- Buku Tahapan
Alur Proses :

Nasabah kasih semua dokumen dan tanda tangan di slip


Cocokkan tanda tangan dengan buku tahapan
Posting di BDS IDS (1251)
Override kabag kalau diatas limit
Swipe kartu di pinpad, penginputan pin oleh nasabah
cetak mutasi di buku tahapan
cetak validasi di slip, paraf
kasih slip lembar 2
kartu ATM dan buku tabungan ke nasabah.

Field di BDS IDS (1251-Pemindahan Langsung dengan buku) :


Tarikan : No rekening, jumlah, jenis warkat, no warkat, no seq.
Setoran : No rekening
Provisi : (Dikosongkan kalau tanpa biaya)
Nilai Transaksi

h. Transaksi Tarikan Pemindahan Giro


Dokumen yang diperlukan :
- Cek/BG
- Slip bukti setoran
Alur Proses :

Nasabah kasih cek/BG ke teller


teller inquiry security code untuk verifikasi warkat
verifikasi keabsahan warkat (UV, Terawang, Filter)
posting di BDS IDS (1253)
kalau diatas limit teller, minta override kabag
kalau diatas 200juta, kabag konfirmasi ke nasabah, dan countersign
cetak validasi di cek/BG, paraf

cetak validasi di slip setoran kalau pakai BG, paraf


kasih slip lembar 2
simpan cek & slip setoran lembar ke 1 untuk balancing.

Field BDS IDS (1253-Pemindahan Langsung Giro) :


Tarikan : No rekening, jumlah, jenis warkat, no warkat, no seq.
Setoran : No rekening
Provisi : (Dikosongkan kalau tanpa biaya)
Nilai Transaksi

i. Transaksi Pengebonan Uang ke Khazanah


Dokumen yang diperlukan :
-

Slip TDP

Alur Proses :

Teller membuat TDP


Posting TDP (1422 & 1411) sepengetahuan kabag (paraf)
cetak validasi, cek kebenaran, paraf
kasih TDP ke petugas kas, petugas paraf di TDP
hitung uang bersamaan dengan teller
teller terima uang beserta TDP Cr (biru)
simpan slip TDP
simpan uang di laci

j. Transaksi Setoran Uang ke Khazanah


Dokumen yang diperlukan :
- Uang Tunai
- Slip TDP
Alur Proses :

Teller membuat TDP

Posting TDP (1412 & 1421), sepengetahuan kabag (paraf)


cetak validasi, cek kebenaran, paraf
kasih uang dan TDP Cr ke petugas kas, petugas paraf di TDP
hitung uang bersamaan dengan teller
teller terima TDP Db (merah)
simpan slip TDP

k. Transaksi Penerimaan KU
Dokumen yang diperlukan :
-

Fotocopy KTP (kalau WIC)


Slip permohonan kiriman uang
Sumber dana (uang tunai, tabungan, cek/BG)

Alur Proses :

Nasabah kasih dokumen-dokumen ke teller


untuk transaksi diatas 200juta, kabag konfirmasi ke penerbit warkat, kabag paraf
di warkat
teller verifikasi keaslian warkat
teller membuat TDP
Posting di BDS IDS, sesuai sumber dananya
kabag override dengan verifikasi warkat lagi sebelumnya
2 orang kabag tanda tangan di warkat (countersign)
cetak validasi di warkat, kabag&teller paraf
Posting biaya KU yang dibayar tunai (1411)
cetak validasi di TDP, paraf di samping
kasih slip PPU lembar ketiga ke nasabah
lembar kesatu dan warkatnya ke Back Office
simpan lembar keduanya untuk balancing.

l. Transaksi Penerimaan OR
Dokumen yang diperlukan :
- Harus nasabah
- Untuk nasabah yang bertransaksi diatas 100 USD, perlu mengisi surat pernyataan
diatas materai 6000 dan dokumen underlying, contoh : invoice
- Slip Permohonan Pengiriman Uang
- Sumber Dana (Tunai, Tabungan, cek/BG) Rp atau Valas
Alur Proses :
Kalau sumber dana rupiah :

Nasabah kasih dokumen yang diperlukan


Teller inquiry transaksi valas, kalau transaksi pembelian valas atau akumulasi
transaksi dalam satu bulan melebihi USD 100.000, nasabah harus memberikan
dokumen underlying.
buat checklist transaksi valas dan surat pernyataan

kabag deal kurs TT dengan BO valas.


Kasih TDP debet dan kredit untuk BO.
time stamp di surat pernyataan
teller buat TDP
cetak validasi di checklist valas, cek, paraf
kasih semua dokumen ke BO untuk pengkaitan dokumen
sambil menunggu pengkaitan, teller input debet valas lainnya, buat slip
pembukuan, input TDP kredit, cetak validasi.
posting di 1662 untuk input sumber dana debet rekening tabungan.
posting TDP kredit
kasih dokumen underlying dan slip lembar ketiga ke nasabah.

Kalau sumber dana valas/ dari tabungan BCA Dollar :

Nasabah kasih kartu BCA Dollar, KTP, slip PPU.


Teller mengecek tanda tangan di kartu BCA Dollar dan dicocokkan dengan KTP
Teller mengisi slip tanda terima uang dari rekening valas, minta nasabah tanda
tangan di slip.
Input di aplikasi BDS-IDS menu pendebetan tabungan statement (1213)
Swipe kartu, minta nasabah input pin, override kabag.
Cetak validasi di slip tarikan BCA Dollar.
Membuat TDP
Posting 1422. Cetak validasi di TDP
Teller paraf di seluruh validasi.
Serahkan slip PPU lembar ketiga ke nasabah.
Kasih slip PPU dan TDP ke SPO.
Menerima serah terima slip TDP kredit.

m. Transaksi Penerimaan Banknotes (Setoran)


Nasabah memberikan formulir permohonan pembelian/penjualan uang kertas
asing/cek perjalanan, KTP, banknotes
Pastikan formulir telah diisi secara lengkap, jelas, dan benar.

Cocokkan kesesuaian antara formulir dan banknotes, dengan kartu identitas


nasabah.
Teller memberi tahu kurs transaksi yang berlaku, kalau nasabah minta deal, kasih
tau kabag, kabag yang berhubungan dengan SPO bagian banknotes untuk
melakukan deal.
Setelah nasabah setuju dengan kursnya, teller time stamp di formulir.

Cek keaslian banknotes, hitung jumlah banknotes, dan cocokkan dengan


formulirnya.
Serahkan banknotes dan formulir ke SPO.

SPO mengembalikan formulir lembar 2 dan nota yang telah ditandatangani ke


teller.
Teller mencocokkan antara formulir dan nota.

Teller bikin TDP dan posting 1421&1422, cetak validasi, tanda tangan.
Kembalikan KTP, formulir lembar ketiga, dan nota ke nasabah.
Serahkan formulir, nota dan slip TDP ke SPO, SPO tanda tangan di TDP setelah
diperiksa kebenaran hasil validasinya.
SPO akan mengembalikan TDP debet ke teller.

n. Penanganan Selisih lebih atau kurang


Saat proses balancing sementara, apabila ada selisih pembulatan yang jumlahya kecil,
contoh : selisih kurang kas pembulatan Rp. 22,00 , teller langsung input di BDS-IDS
(1431) dan membuat slip pembukuan > cetak validasi di slip.
Apabila selisih akibat kurang/lebih bayar > teller membuat berita acara yang
ditandatangani oleh Kabag > bikin slip pembukuan > cetak validasi.
o. Penangan transaksi reversal koreksi
Apabila koreksi dilakukan untuk transaksi hari ini :

Teller posting koreksi di BDS-IDS sesuai jenis koreksinya


kabag override
cetak validasi di belakang slip transaksinya, teller paraf di sampingnya
posting transaksi yang sebenarnya.
Apabila koreksi dilakukan untuk transaksi hari lalu :

Teller harus membuat nota debet / nota kredit


posting koreksi di BDS-IDS sesuai jenis koreksinya
kabag override
cetak validasi di belakang slip transaksinya, teller paraf di sampingnya
posting transaksi back value
2 orang pejabat override
cetak validasi di belakang nota, paraf.

p. Penanganan Transaksi Reversal CTO

Untuk mengetahui apakah ada selisih karena CTO, saat balancing sementara,
teller mengecek di BDS-IDS (6640-Inquiry Screen Transaksi Global)
kalau ada, teller posting transaksi di BDS-IDS sesuai jenis selisihnya
bikin slip pembukuan untuk jurnal manual dan buat GMSnya
teller dan kabag tanda tangan di GMS
kasih GMS dan slip pembukuan ke back office bagian pembukuan.

q. Balancing Akhir Hari

II.

Teller memisahkan slip transaksi sesuai jenisnya


jumlah di slip dihitung dengan mesin tell
Teller hitung uang di laci
cetak 6660 (aktivitas teller), 1288 (laporan registrasi teller kliring), 6400
(inquiry balancing total teller), dan 6550 (Inquiry balancing total THP)
bandingkan semua laporan, cocokkan laporan aktivitas teller dengan slip yang ada
bandingkan juga 6520 (Balancing Uang Tunai) dengan 6510 (Balancing Teller)
setor uang ke khazanah
bikin TDP dan posting di BDS-IDS (1412&1421) dengan supervisi kabag
cetak validasi di TDP
nonaktifkan pinpad
tutup teller di 6530 atas persetujuan kabag
tanda tangan di seluruh laporan hasil tutup teller
simpan seluruh dokumen di lemari belakang tempat back office yang terkunci.

Back Office

a. Transaksi pengebonan uang tunai dari teller

Petugas khazanah terima TDP dari teller


cocokkan validasi dengan isi slip, paraf di sampingnya
hitung uang bersamaan dengan teller
kasih uang ke teller beserta TDP kredit
simpan slip TDP debit, dikumpulin
saat sudah tidak ada yang ngebon, posting seluruh slip ke BDS-IDS
cetak validasi di slip, paraf

apabila nominal diatas limit petugasnya, kabag override.

b. Transaksi setoran uang tunai dari teller

Petugas khazanah terima uang tunai dari teller beserta TDP nya
hitung uang bersamaan dengan teller
simpan uang di sampingnya
mencocokkan uang tunai dengan yang tertulis di TDP, paraf
kasih TDP debit ke teller
posting semua TDP kredit yang terkumpul
cetak validasi, paraf
apabila nominal diatas limit petugasnya, kabag override.

c. Transaksi Setoran ke pihak ketiga (GAS)

Konfirmasi penyetoran uang ke SOA via aplikasi sentralisasi kas dengan


persetujuan kabag
input denominasi uang yang akan disetor
buat TTPP
saat petugas kas datang, dia minta nomer respon dari kantornya via telepon, dan
diberikan ke petugas khazanah untuk di input di aplikasi BDS-IDS untuk dicek
kebenarannya
posting penerimaan uang di BDS-IDS
cetak validasi di TTPP
serah terima uang dengan kabag
kabag cocokkin uang tunai dengan yang ditulis di TTPP
pengantar uang tanda tangan di TTPP
lembar TTPP yang asli dibawa oleh pihak ketiga, dia memberikan fotocopy
idcardnya
konfirmasi lagi ke SOA
supervisi kabag
posting di 1412 & 1421.

d. Transaksi penarikan uang dari pihak ketiga

Konfirmasi penarikan uang tunai ke SOA via aplikasi sentralisasi kas, atas
persetujuan kabag.
Input denominasi uang yang akan ditarik, kalau mau uang baru, isi di field
keterangan: uang baru
Cetak hasil konfirmasi, tanda tangan oleh kabag.
Penarikan bisa dilakukan hari ini (adhoc), bisa juga datengnya keesokan hari
(regular), hanya beda di biaya pengiriman.

Waktu maksimal konfirmasi : adhoc jam 15.00 ; regular jam 14.00 ; koreksi jam
15.00
Saat petugas pengantar uang (kurir) datang, ID Card kurir di foto copy untuk
dilampirkan.
Petugas khazanah posting TDP 1411 & 1422, cetak validasi, tanda tangan petugas
dan kabag.
TDP biru disimpan untuk balancing, yang merah (Db) dilampirkan bersamaan
dengan official receipt.
Hitung uang bersama kabag, cocokkan fisik tunai yang diterima dengan yang
tertera di official receipt yang diberikan oleh kurir.
Konfirmasi ke SOA bahwa uang telah diterima.

e. Balancing Akhir Hari Kas

Setelah menerima uang setoran dari teller, petugas khazanah posting seluruh TDP.
Petugas kas membereskan uang sekalian dihitung, bersamaan dengan kabag.
Masukkan uang ke brangkas, sebelumnya, cek dulu stok uang di brankas.
Cocokkan dengan rincian uang (6540-Perhitungan Uang Tunai Cabang), petugas
kas dan kabag sama sama mencatat jumlah uang yang ada, petugas kas mencatat
perincian saldo di IBS (6512), kabag mencatat di kertas selembar untuk kemudian
dibandingkan kedua hasil perhitungan tsb.
Cetak hasil perincian saldo di kertas kosong, tanda tangan oleh petugas dan
pejabat.
Petugas kas ngtell seluruh TDP yang ada hari itu.
Cetak balancing sementara
Cocokkan angka hasil tell TDP dengan laporan balancing sementara
Kalau ada selisih lebih, langsung, ditarik langsung dari uang tunai. Kalau selisih
lebih dari 20.000, baru dibuatka berita acaranya.
Apabila ada selisih, petugas harus mencari selisihnya sampai ketemu, reversal.
Kabag menutup brankas, disaksikan oleh petugas kas.

f. Kliring Penyerahan
Staff :
Petugas kliring secara berkala mengambil warkat bank lain dan slip kliring ke
teller.
Tanda tangan di slip, serahkan slip kliring lembar kedua ke teller.
Pisahkan slip dan warkat, kelompokkan antara warkat titipan dan warkat yang
telah jatuh tempo. Warkat yang jatuh tempo hari H kodenya 1281
Periksa hasil validasi teller pada slip setoran kliring.

Input nomor referensi di BDS-IDS (1231) untuk mengelompokkan mana warkat


lokal dan mana warkat intercity.
Pastikan data yang di layar sama dengan yang di slip.
Cetak dan pastikan kebenaran validasi, paraf.
MICR warkat yang akan dikliringkan hari itu.
Capture data warkat pada aplikasi SKEN.
Tell nominal warkat, cocokkan dengan hasil perhitungan pada mesin MICR/hasil
SKEN.

Kabag :

Kabag mengecek pemeliharaan data warkat, kalau ada warkat yang seharusnya
belum dikliringkan.
Fisik warkat diperiksa, diperhatikan tanggal penyerahan pada stempel kliring,
cocokkan hasil validasi dengan warkatnya.
Upload data kliring ke pusat via aplikasi BDS-IDS. Nanti pusat tarik datanya pake
aplikasi SKUD.
Kirim warkat oleh trans warkat (pihak ketiga) disaksikan oleh kabag. Kurir
menghitung kembali jumlah warkat per batch, dicocokkan dengan yang ditulis
oleh SPO di buku pengiriman yang telah di paraf oleh SPO.

Karena cabang sudah tersentralisasi, yang posting TDP Kredit oleh Sentra Operasi.
Two days kliring, uang akan terkredit ke nasabah secara otomatis by system.

g. Monitoring Tolakan Kliring

Bank Indonesia mengirimkan warkat beserta Surat Keterangan Penolakan dari


Bank asal ke SOA.
SOA akan update tolakan kliring di bullboard mybca.
SPO akan mengecek setiap pagi, dan membuat rekapan tolakan kliring untuk
diberikan ke CSO, sebagai tanda serah terima.
SOA akan mendebet langsung rekening nasabah pada H+1, ada juga yang
dibalikin dulu ke cabang yang mengkliringkan kalau ada nomor rekening yang ga
jelas.
SPO menelepon ke nasabah untuk memberitahukan kalau ada kliring yang
ditolak.
Nasabah akan diminta datang ke cabang untuk mengambil warkatnya dengan
membawa bukti copy slip setoran kliring.

h. Proses Titipan Kliring


Setelah warkat dan slip dari teller dipisahkan, slip dengan kode validasi 1282
adalah slip titipan warkat kliring.

Input di BDS-IDS (8640), nomor referensinya, tanggal jatuh temponya, nomor


rekening, jumlah warkat, warkat local/intercity, berita.
Cetak validasi di slip. Periksa kebenarannya, paraf.

i. Proses Titipan Pemindahbukuan


Setelah warkat dan slip dari teller dipisahkan, slip dengan kode validasi 1282

adalah slip titipan warkat BCA.


Input di BDS-IDS (8640) nomor referensinya, tanggal jatuh temponya, nomor
rekening, jumlah warkat, warkat local/intercity, berita, total.
Cek keaslian warkat dengan UV, filter, dan cek specimen
Kalau nominal transaksi diatas limit staff, kabag ikut memperhatikan proses
pemeriksaan dan postingnya, sekalian memberikan override.
Cetak validasi di belakang warkat dan di slip, periksa kebenaran, paraf.

j. Balancing Kliring
Cetak 7190 (laporan lagi kliring&warkat BCA)
Cocokkan dengan 6680 (aktivitas teller kliring, titipan warkat BCA dan Bank
lain), staff paraf.
Diliat lagi oleh kabag, diperiksa antara fisik warkat dengan laporan aktivitas
titipan kliring, kabag paraf.
Staff pisahin warkat dan slipnya, masukkin ke cashbox bersamaan dengan kabag.

k. Penginputan KU
PPU dari teller diterima, beserta TDPnya.
Slip di input di BDS IDS (5201-Posting PPU-KU Keluar)
Kasih slip ke kabag untuk diperiksa sebelum di release.
Kalau ada salah di slipnya bisa diganti oleh staff, dengan persetujuan kabag.
l. Balancing KU / OR
Saat sore hari, SPO menghitung jumlah nominal di PPU dengan tellstrook.
Hitung biaya KU / OR.
Hitung juga total TDP.
Bandingkan antara jumlah total biaya dan nominal KU / OR dengan jumlah total
TDP, harus sama.

m. Tolakan KU

Tolakan KU keluar terjadi karena ada kesalahan atau perbedaan nama dan nomor
rekening.
Pagi hari, kabag cetak laporan tolakan KU, cari fisik PPUnya untuk di print
laporan PPUnya, kasih alasan kenapa KU ditolak.
Bandingkan antara laporan tolakan KU dengan laporan PPUnya.
Kalau hasilnya sama, berarti nasabah yang salah, harus bikin PPU baru&giro
baru. Biaya KU akan hangus, dana KU sudah terkredit otomatis ke rekening
pengirim.
Kalau ternyata beda, berarti SPO yang salah, nasabah bikin giro & PPU baru,
dana terkredit langsung ke rekening pengirim, biayanya dibebaskan dengan
perstujuan minimal KPO.

n. Penginputan OR
Staff :

SPO terima PPU + TDP debet dari teller


Cek hasil validasi teller.
Posting data OR di aplikasi BDS-IDS (4311-4312)
Posting TDP menyusul di akhir.
Serahkan slip PPU ke Kabag.

Kabag :

Kabag memeriksa hasil posting OR dengan mengakses menu 4321-Check &


Release OR di BDS-IDS.
Input nomor PPUnya.
Periksa kecocokkan nomor rekening penerima, nama penerima, dokumen
underlying, dan nominalnya, di tell)
Data yang sudah diperiksa akan berubah status dari 00 menjadi 01 jika data
cocok, klik Y pada field Data Valid, atau berubah status menjadi 02 jika data
tidak cocok, klik N pada field Data Valid.
Jika data telah valid, kabag bisa release data transaksi ke host. Status data berubah
menjadi 04 jika telah di-release.
Kabag paraf di PPU, kolom releaser.

o. Banknotes
Petugas SPO melihat kurs counter dari aplikasi BC06.
Syarat transaksi banknotes :
1. Banknotes yang akan diperjualbelilkan harus tersedia.
2. Dana untuk pembayaran banknotes harus tersedia.
3. Banknotes yang diterima harus dapat dipastikan keasliannya.
4. Jumlah banknotes yang diterima harus sesuai dengan yang ditulis di formulir.

5. Untuk transaksi pembelian banknotes dengan sumber dana rupiah, jika total
pembelian atau total akumulasi transaksi selama sebulan melebihi atau ama
dengan USD 100.000, nasabah wajib memberikan dokumen underlying.
Alur transaksi :
1. SPO menerima formulir permohonan pembelian/penjualan uang kertas
asing/cek perjalanan. Cocokkan dengan banknotes.

2. Input data tranksaksi di aplikasi banknotes.


3. Cetak nota pembelian/penjualan uang kertas asing melalui menu cetak nota,
untuk proses settlement kredit atas transaksi pembelian banknotes.
4. Cocokkan nota dengan formulirnya, tanda tangan keduanya.
5. Serahkan nota dan formulir ke teller.
6. Formulir lembar kesatu, dan nota lembar kesatu kembali ke SPO beserta TDP.
7. Tanda tangan di TDP, dan serahkan TDP debet ke teller.

Transaksi jual beli banknotes dengan PPC :


1. SPO menghubungi dealer PPC melalui telepon, memproses transaksinya di
aplikasi, dan serah terima atas banknotes yang ditransaksikan.
2. Transaksi tersebut secara otomatis akan meng-update data stock banknotes
yang ada di KCU maupun di PPCm serta akan menghasilkan jurnal secara
otomatis oleh aplikasi yang dipakai.

p. Valas

Saat pagi hari, SPO Valas membroadcast kurs valas hari ini ke nasabah-nasabah
besar.
SPO mencetak M-Rate update kurs dan update Posisi Devisa N. Cek saldo valas,
yang besar-besar di jual2in ke treasury, yang saldo minus dibeli-beliin.
Setiap ada nasabah yang akan beli valas, SPO valas melakukan deal kurs dan
langsung update di PDN, siapa yang beli, capem mana saja, nasabah mana aja,
jual ke siapa aja.
Teller bertransaksi dengan SPO menggunakan TDP, sedangkan CaPem
bertransaksi dengan SPO di KCU menggunakan KOT.
Alur transaksi :
- Terima checklist transaksi valas, slip transaksi, dan dokumen underlying (jika
ada),.
- Verifikasi dokumen underlying.

III.

Input transaksi ke aplikasi RET


Isi dan paraf di checklist transaksi valas.
Inquiry dokumen underlying (1655), jika belum terdaftar, lakukan regitrasi di
aplikasi BDS-IDS (1651).
- Lakukan pengaitan dokumen underlying di BDS-IDS (1657).
- Simpan dokumen underlying dan surat peryataan. Kasih slip transaksi dan
checklist txn valas ke teller untuk proses settlement (pendebetan/pengkreditan
rekening)
Hal-hal yang harus diperhatikan pada dokumen underlying :
- Nama pada dokumen underlying harus sama dengan nama pembeli valas.
- Nama dan alamat penerbit dokumen underlying harus jelas.
- Jenis barang yang tercantum dalam dokumen underlying harus sesuai dengan
bidang usaha penerbit dokumen.
- Tanggal transaksi harus setelah atau sama dengan tanggal dokumen.
- Setelah dokumen diperiksa, kabag paraf di checklist transaksi valas.
Monitoring transaksi pembelian valas terhadap rupiah dapat dilakukan melalui
menu inquiry di aplikasi BDS-IDS dan laporan R-5348 (untuk memonitor apakah
transaksi deal telah dilakukan settlement atau belum, laporan R-5349 (untuk
memonitor dokumen underlying yang sudah didaftarkan, dan laporan valas (untuk
melihat transaksi yang berhasil dan gagal dikirim)

CSO

a. Pembukaan rekening tabungan


Nasabah memberikan KTP, SIM & NPWP.
CSO menjelaskan mengenai tahapan.
Cek apakah nasabah tersebut telah memiliki CIS, di BDS-IDS (9111) dengan
menginput nama & alamat customer. Bisa juga dengan menginput tgl lahir&nama,
no telp, atau no NPWP.
Input data nasabah di BDS Web, menu proses pembukaan rekening, pengisian
formulir pembukaan rekening uga dilakukan di BDS Web.
Cetak formulir pembukaan rekening.

Nasabah tanda tangan di formulir FATCA dan di kolom ketentuan pemegang kartu
pada formulir pemrek.
Nasabah memberikan sumber dana. CSO membuat slip bukti setorannya,
ditandatangani oleh nasabah.
Nasabah tanda tangan diatas materai, bagian pernyataan nasabah.

CSO memberikan buku tahapan, dengan mengisi buku register dulu sebelumnya.
Nasabah tanda tangan di buku tahapan, yang sesuai dengan di KTP.
CSO cetak nama, no rekening dan nama cabang di kepala halaman awal buku
tahapan.

Kabag menandatangani halaman depan buku tahapan dan override di BDS Web
untuk aktivasi pin, override menggunakan keybca.
Swipe kartu, nasabah input pin yang baru.

Cetak validasi di formulir pemrek.


Serahkan pemrek ke kabag untuk diperiksa, dicocokkan kebenaran hasil validasi,
kabag tanda tangan di form pemrek.

b. Pembukaan rekening Giro


Nasabah membawa KTP, NPWP, Surat Referensi dari AO/RO, dari bank lain, dari

pejabat bank yang berwenang. Untuk nasabah perusahaan, wajib membawa akta
pendirian dan anggaran dasar, SIUP, serta TDP.
CSO mengisi formulir permohonan pembukaan rekening tambahan & fasilitas,
karena nasabah telah memiliki rekening di BCA.
Nasabah mengajukan pemberian kuasa, untuk melakukan permohonan buku
cek/BG, untuk penandatanganan di specimen, dengan mengisi formulir surat
kuasa dan memberikan identitas asli penerima kuasa.
Verifikasi pengisian form pemrek ke nasabah, dan minta nasabah tanda tangan di
form.
Fotocopy KTP nasabah dan paraf di hasil copynya.

Minta persetujuan kabag, input pembukaan rekening di BDS Web.


Minta kartu instant ke pemegang stock.
Catat nomor kartu di form pemrek, dan aktivasi pin dengan swipe kartu dan minta
nasabah input pin.
Kasih kartu identitas ke nasabah, dan minta nasabah setoran awal di teller.

c. Pembukaan rekening Deposito


Sumber dana bisa dengan cek/BG atau dari tabungan.
Nasabah memberikan NPWP, KTP, buku tahapan & kartu ATM.
CSO menyiapkan formulir pembukaan rekening deposito berjangka, formulir
FATCA&bilyet depositonnya dengan mengisi terlebhi dahulu di buku register
bilyetnya.
Cek 9470 (rekening related customer) untuk mengetahui CIS dan kepemilikan
rekening sumber dananya.
Cek data customer di 9431 untuk dicocokkan dengan KTPnya.

Nasabah diminta membeli materai.


CSO mengisi formulir pembukaan deposito, dan formulir FATCA, konfirmasi lagi
ke nasabah soal pengisiannya, minta nasabah tanda tangan di formulir tersebut.

CSO menanyakan metode pembayaran bunganya mau seperti apa (ARO, Non

ARO, atau AROplus)


CSO paraf di formulir, cetak validasi di formulir.
Fotocopy semua identitas nasabah, dan diparaf oleh CSOnya.
Cetak data hasil 9225 rekening baru di formulir pemrek.
Serahkan formulir-formulir yang telah di validasi ke kabag. Kabag cek hasil
cetak, dicocokkan dengan pengisiannya, dan di tandatangan oleh kabag.
Teller melakukan pendebetan tabungan dengan buku (1113).
Swipe kartu, nasabah diminta input pin di pinpad, minta kabag override.
Cetak hasilnya di buku tahapan.
Posting di BDS-IDS 1983 Penempatan Deposito Berjangka.
Cetak bilyet Deposito. Cetak validasi di form pemrek, diparaf oleh
CSO&kabagnya.
Tanda tangan diatas materai oleh KOC dan Kabag, distempel.
Serahkan bilyet deposito dan form pemrek lembar copyan ke nasabah.

d. Penutupan rekening
Pastikan yang menutup rekening adalah pemilik rekening dengan melihat kartu
identitas, Kartu ATM, buku tahapan, liat form pembukaan rekeningnya.
CSO mengisi formulir penutupan rekening, verifikasi ke nasabah, nsb tanda
tangan.
Cocokkan data penutupan rekening dengan formulir pemrek.

Tanya nasabah mau cairin sisa saldo kemana, isi slip bukti setoran.
Minta persetujuan pejabat di formulir penutupan rekening.
Posting penutupan rekening di BDS Web, override Kabag.
Cetak validasi dan bubuhkan paraf.

Kasih Stempel REKENING DITUTUP pada form penutupan rekening dan


buku.
Gunting kartu dan buku.

Serahkan proses pencairan dana ke teller.


Serahkan kartu identitas ke nasabah, simpan semua berkas penutupan rekening.

e. Ganti Kartu yang rusak


Nasabah memberikan kartu ATM yang lama, buku tahapan, NPWP, dan KTP.
CSO mengisi formulir fasilitas formulir FATCA. Minta nasabah menandatangani.
CSO melakukan verifikasi pin di BDS Web dengan mengisi data penggantian
kartu, override kabag.

CSO masuk ke menu registrasi kartu paspor baru, override Kabag.


Cetak validasi di formulir fasilitas.
Swipe kartu, dan nasabah diminta input pin untuk aktivasi pin.
Cetak data lagi di formulir.
Nasabah tanda tangan di belakang kartu baru.
Gunting kartu lama.
Serahkan formulir ke Kabag untuk diperiksa dan ditandatangani. Kabag
memeriksa kebenaran validasi terlebih dahulu.

f. Ganti Buku Tahapan Gold


Nasabah memberikan buku tahapan yang lama, kartu ATM, dan KTP.
CSO harus memastikan buku yang lama sudah penuh atau rusak.
Sobek halaman permohonan buku di lembar terakhir buku tahapan, diisi oleh
CSO, nasabah tanda tangan, dan di time stamp.
Swipe kartu di 8970-Cetak buku kecil baru, input nomor serial buku baru dan
nomor serial buku lama.
Nasabah diminta enter pin untuk verifikasi pin.

Cetak data nasabah di kepala buku baru, nasabah tanda tangan.


Minta kabag tanda tangan di buku baru, dan di stempel BCA.
Cetak saldo terakhir nasabah di buku baru.

g. Permohonan Cek / BG
Nasabah datang ke counter service membawa KTP dan resi permohonan cek/BG
Periksa kecocokkan tanda tangan di resi, dengan tanda tangan specimen di BDS

IDS (9740).
CSO membuat slip tanda terima CSO sebagai bukti untuk pengambilan cek/BG
nantinya.
Time stamp di bagian belakang slip.
Nasabah tandatangan di slip, kasih slip lembar kedua ke nasabah.
Simpan slip yang asli + resinya, CSO tandatangan di memo.
Kasih resi, TDP, dan daftar resi yang telah ditandatangani oleh Kabag dan Kalay
ke SPO.
SPO akan mengecek jumlah resi yang diberikan, dicocokkan dengan TDP dan
daftar resi, juga mengecek apakah CSO telah paraf di seluruh resi.

h. Permohonan Fasilitas (KBI, M-BCA, KBB)

Nasabah memberikan kartu ATM, kartu KTP, dan buku tahapan.


CSO membantu mengisi formulir fasilitas.
Nasabah dan CSO menandatangani formulir di bagian kuasa pendebetan
rekening
CSO inquiry m-bca di BDS Web.

CSO menanyakan nomor rekening ke nasabah dan cek di 9471-rekening related


customer untuk mengetahui kepemilikan rekening bener punya dia atau bukan,
Buka aplikasi BDS Web untuk verifikasi pin, nasabah diminta input pin di pinpad,
dengan override kabag.
Cetak valiasi di formulir

Aktivasi finansial di BDS Web, untuk registrasi m-BCA. klikBCA, dll. Nasabah
input pin dan no.telp, override kabag.
Kembalikan buku tahapan, KTP, dan NPWP ke nasabah.

Kasih formulir fasilitas ke kabag untuk diperiksa kecocokkan pengisian dengan


validasi, kabag tanda tangan di formulir
CSO menjelaskan tentang fasilitasnya. Nasabah diminta mencoba fasilitasnya
telah aktif atau belum.

i. Pengambilan buku cek / BG


Nasabah datang ke counter service dengan membawa copy slip tanda terima CSO
yang telah diberikan saat permohonan cek/BG beserta checklist pengambilan BG.
CSO update di laporan delivery order, nasabah tanda tangan disitu.

time stamp di slip


Kasih slip dan cek/BG nya ke nasabah.
j. Permintaan mutasi harian / rekening Koran
Nasaah datang ke service counter untuk minta mutasi dengan memberikan nomor
rekeningnya saja. Nasabah yang dateng udah biasa, udah ada surat kuasanya.
Cetak mutasi di kertas kosong.

CSO megisi slip bukti setoran untuk pendebetan biaya mutasi sebesar 2500 per
lembar.
Nasabah tanda tangan di slip, dan membayar biayanya.

Serahkan copy slip storan lembar kedua untuk nasabah beserta hasil cetakan
mutasinya.

k. Balancing akhir hari

Cetak laporan ganti buku (8920), cetak mutasi harian (8950), cetak laporan
pengaktifan warkat (8210), dan laporan aktivasi pin (9590)
Kabag akan memeriksa seluruh dokumen transaksi pada hari itu. Periksa
kecocokkan antara data yang di posting dengan fisik yang terlihatnya. Periksa
laporan aktivitas CSO.
Yang sudah diperiksa, di tanda tangan oleh Kabag.

l. Penanganan keluhan & pemeriksaan laporan Control-D


Nasabah datang dengan keluhan membeli pulsa via e-banking, tidak masukmasuk pulsanya, tapi uang di rekeningnya telah terdebet.
CSO akan menanyakan nomor rekening nasabah untuk inquiry mutasi harian.

CSO liat CIS nasabah, minta KTP nasabah, dan mengisi formulir keluhan.
Berikan alasan keluhannya di formulir.

m. Pengkinian Data
Pengkinian data dilakukan sembari nasabah bertransaksi, CSO akan menanyakan
apakah data nasabah masih berlaku.
Melihat data nasabahnya di BDS-IDS di 9600, untuk inquiry liat profil nasabah.

Apabila ada perubahan, CSO mengisi slip perubahan data (ditulis tanggal, nomor
nasabah, no rekening, nama, dan perubahan datanya apa)
CSO juga membantu mengisi form FATCA. Nasabah yang menandatanganinya, di
form FATCA dan di slip perubahan data.
Ubah data nasabah di menu 9612 BDS-IDS.

Time stamp di slip perubahan data.


Cetak data nasabah baru di kertas kosong.
Satukan hasil cetak tersebut dengan slip perubahan data, foto copy KTP, dan

serahkan ke Kabag.
Kabag akan memeriksa slip perubahan data, dicocokkan antara pengisian, dengan
yang ada di validasi.

Kabag tanda tangan di kertas cetakan tersebut.