Anda di halaman 1dari 15

PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKROHIDRO

INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA

DISUSUN OLEH:
FIKRI WIRAYUDHA

111120029

CHOMSANI NURHIDAYAT111120033

INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA


FAKULTAS TEKNIK
TEKNIK ELEKTRO

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Adanya krisis energi listrik pada sistem kelistrikan pada masing-masing
daerah di Indonesia sudah dapat dipastikan akan mengakibatkan terjadinya
kelangkaan energi, hal ini disebabkan karena pasokan listrik yang tersedia dengan
jumlah pemakaian listrik oleh pelanggan tidak seimbang. Kita dapat
membayangkan kemungkinan yang lebih buruk pada masa mendatang, yaitu
ketika jumlah rumah semakin bertambah dan sekaligus semakin gemar akan
listrik, baik untuk penerangan maupun menghidupkan berbagai peralatan.
Banyak nya sumber daya air yang terdapat pada suatu daerah dapat kita
manfaatkan sebagai sumber daya energi terbarukan. Karena pada zaman ini bahan
bakar yang terbuat dari fosil sudah banyak berkurang, oleh karena itu pembangkit
listrik tenaga mikro hidro ini dapat dikatakan sebagai energi alternatif yang tepat
dan dapat digunakan. Dengan jumlah air yang melimpah pada setiap daerah maka
dapat kita manfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga mikro hidro.
Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) adalah pemabngkit listrik
yang memanfaatkan energi mekanik air untuk selanjutnya diubah menjadi energi
listrik. Pada prinsipnya sama dengan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).
Bedanya daya yang dihasilkan kecil yakni kurang dari 100 kilo watt. Secara
teknis, PLMH memiliki tiga komponen utama yaitu air (sumber energi), turbin
dan generator. Air yang mengalir dengan kapasitas tertentu disalurkan dari
ketinggian tertentu menuju rumah instalasi (rumah turbin). Di rumah instalasi, air
tersebut akan menumbuk turbin yang akan menerima energi air tersebut dan
mengubahnya menjadi energi mekanik berupa berputarnya poros turbin. Poros
yang berputar tersebut kemudian ditransmisikan ke generator dengan mengunakan
kopling. Dari generator akan dihasilkan energi listrik yang akan masuk ke sistem
kontrol arus listrik sebelum dialirkan ke rumah-rumah atau keperluan lainnya.

1.2. Tujuan

Makalah ini dibuat dengan maksud agar pembaca mengetahui tentang apa
itu PLTMH, apa peredaannya dengan minihidro dan PLTA, bagaimana prinsip
kerjanya, apa komponen-komponen penyusunnya.
1.3. Batasan Masalah
Makalah ini dibatasi pada fenomena turbin, khususnya pengertian dari
PLTMH, prinsip kerja, perhitungan teknis, perhitungan ekonomis, komponen
PLTMH, kelebihan dan kelemahaannya.

BAB II
ISI

1. Pengertian Pemangkit Listrik Tenaga Mikrohidro


Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) adalah pembangkit listrik
berskala kecil (kurang dari 100 kW), yang memanfaatkan tenaga (aliran) air
sebagai sumber penghasil energi. PLTMH termasuk sumber energi terbarukan dan
layak disebut clean energy karena ramah lingkungan. Dari segi teknologi, PLTMH
dipilih karena konstruksinya sederhana, mudah dioperasikan, serta mudah dalam
perawatan dan penyediaan suku cadang. Secara ekonomi, biaya operasi dan
perawatannya relatif murah, sedangkan biaya investasinya cukup bersaing dengan
pembangkit listrik lainnya. Secara sosial, PLTMH mudah diterima masyarakat
luas (bandingkan misalnya dengan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir). PLTMH
biasanya dibuat dalam skala desa di daerah-daerah terpencil yang belum
mendapatkan listrik dari PLN. Tenaga air yang digunakan dapat berupa aliran air
pada sistem irigasi, sungai y ang dibendung atau air terjun. Kondisi air yang bisa
dimanfaatkan sebagai sumber daya (resources) penghasil listrik adalah memiliki
kapasitas aliran dan ketinggian tertentu dan instalasi. Semakin besar kapasitas
aliran maupun ketinggiannya dari istalasi maka semakin besar energi yang bisa
dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik.
Seperti dikatakan di atas, Mikrohidro hanyalah sebuah istilah. Mikro artinya
kecil sedangkan hidro artinya air. Dalam prakteknya, istilah ini tidak merupakan
sesuatu yang baku namun bisa dibayangkan bahwa Mikrohidro pasti mengunakan
air sebagai sumber energinya. Yang membedakan antara istilah Mikrohidro
dengan Minihidro adalah output daya yang dihasilkan. Mikrohidro menghasilkan
daya lebih rendah dari 100 kW, sedangkan untuk minihidro daya keluarannya
berkisar antara 100 sampai 5000 kW. Lebih dari 5000 kW dapat dikatakan sebagai
PLTA.

2. Prinsip kerja PLT Mikrohidro


PLT Mikrohidro pada prinsipnya memanfaatkan beda ketinggian dan jumlah
debit air perdetik yang ada pada aliran air saluran irigasi, sungai atau air terjun.
Aliran air ini akan memutar poros turbin sehingga menghasilkan energi mekanik.
Energi ini selanjutnya menggerakkan generator dan menghasilkan listrik.
Pembangunan PLTMH perlu diawali dengan pembangunan bendungan untuk
mengatur aliran air yang akan dimanfaatkan sebagai tenaga penggerak PLTMH.
Bendungan ini dapat berupa bendungan beton atau bendungan beronjong.
Bendungan perlu dilengkapi dengan pintu air dan saringan sampah untuk
mencegah masuknya kotoran atau endapan lumpur. Bendungan sebaiknya
dibangun pada dasar sungai yang stabil dan aman terhadap banjir.
Di dekat bendungan dibangun bangunan pengambilan (intake). Kemudian
dilanjutkan dengan pembuatan saluran penghantar yang berfungsi mengalirkan air
dari intake. Saluran ini dilengkapi dengan saluran pelimpah pada setiap jarak
tertentu untuk mengeluarkan air yang berlebih. Saluran ini dapat berupa saluran
terbuka atau tertutup. Di ujung saluran pelimpah dibangun kolam pengendap.
Kolam ini berfungsi untuk mengendapkan pasir dan menyaring kotoran sehingga
air yang masuk ke turbin relatif bersih. Saluran ini dibuat dengan memperdalam
dan memperlebar saluran penghantar dan menambahnya dengan saluran penguras.
Kolam penenang (forebay) juga dibangun untuk menenangkan aliran air yang
akan masuk ke turbin dan mengarahkannya masuk ke pipa pesat (penstok).
Saluran ini dibuat dengan konstruksi beton dan berjarak sedekat mungkin ke
rumah turbin untuk menghemat pipa pesat.
Pipa pesat berfungsi mengalirkan air sebelum masuk ke turbin. Dalam pipa
ini, energi potensial air di kolam penenang diubah menjadi energi kinetik yang
akan memutar roda turbin. Biasanya terbuat dari pipa baja yang dirol, lalu dilas.
Untuk sambungan antar pipa digunakan flens. Pipa ini harus didukung oleh
pondasi yang mampumenahan beban statis dan dinamisnya. Pondasi dan dudukan
ini diusahakan selurus mungkin, karena itu perlu dirancang sesuai dengan kondisi
tanah.
Turbin, generator dan sistem kontrol masing-masing diletakkan dalam
sebuah rumah yang terpisah. Pondasi turbin-generator juga harus dipisahkan dari

pondasi rumahnya. Tujuannya adalah untuk menghindari masalah akibat getaran.


Rumah turbin harus dirancang sedemikian agar memudahkan perawatan dan
pemeriksaan.
Setelah keluar dari pipa pesat, air akan memasuki turbin pada bagian inlet.
Di dalamnya terdapat guided vane untuk mengatur pembukaan dan penutupan
turbin serta mengatur jumlah air yang masuk ke runner/blade (komponen utama
turbin). Runner terbuat dari baja dengan kekuatan tarik tinggi yang dilas pada dua
buah piringan sejajar. Aliran air akan memutar runner dan menghasilkan energi
kinetik yang akan memutar poros turbin. Energi yang timbul akibat putaran poros
kemudian ditransmisikan ke generator. Seluruh sistem ini harus balance. Turbin
perlu dilengkapi casing yang berfungsi mengarahkan air kerunner. Pada bagian
bawah casing terdapat pengunci turbin. Bantalan (bearing) terdapat pada sebelah
kiri dan kanan poros dan berfungsi untuk menyangga poros agar dapat berputar
dengan lancar.
Daya poros dari turbin ini harus ditransmisikan ke generator agar dapat
diubah menjadi energi listrik. Generator yang dapat digunakan pada mikrohidro
adalah generator sinkron dan generator induksi. Sistem transmisi daya ini dapat
berupa sistem transmisi langsung (daya poros langsung dihubungkan dengan
poros generator dengan bantuan kopling), atau sistem transmisi daya tidak
langsung, yaitu menggunakan sabuk atau belt untuk memindahkan daya antara
dua poros sejajar. Keuntungan sistem transmisi langsung adalah lebih kompak,
mudah dirawat, dan efisiensinya lebih tinggi. Tetapi sumbu poros harus benarbenar lurus dan putaran poros generator harus sama dengan kecepatan putar poros
turbin. Masalah ketidaklurusan sumbu dapat diatasi dengan bantuan kopling
fleksibel. Gearbox dapat digunakan untuk mengoreksi rasio kecepatan putaran.
Sistem transmisi tidak langsung memungkinkan adanya variasi dalam penggunaan
generator secara lebih luas karena kecepatan putar poros generator tidak perlu
sama dengan kecepatan putar poros turbin. Jenis sabuk yang biasa digunakan
untuk PLTMH skala besar adalah jenis flat belt, sedang V-belt digunakan untuk
skala di bawah 20 kW. Komponen pendukung yang diperlukan pada sistem ini
adalah pulley, bantalan dan kopling. Listrik yang dihasilkan oleh generator dapat

langsung ditransmisikan lewat kabel pada tiang-tiang listrik menuju rumah


konsumen.

3. Perhitungan Teknis
Potensi daya mikrohidro dapat dihitung dengan persamaan:
daya (P) = 9.8 x Q x Hn x h
dengan:

= Daya (kW)

= debit aliran (m3/s)

Hn = Head net (m)


9,8 = konstanta grav itasi
h

= efisiensi keseluruhan.

Misalnya, diketahui data di suatu lokasi adalah sebagai berikut: Q = 300 m 3/s, Hn
= 12 m dan h = 0,5. Maka, besarnya potensi daya (P) adalah:
P

= 9,8 x Q x Hn x h
= 9,8 x 300 x 12 x 0,5
= 17640 W
= 17,64 kW

4. Perhitungan Ekonomis
Pembangunan PLT Mikrohidro memerlukan investasi yang relatif besar.
Nilai investasi per kW terpasangnya - menurut perhitungan Yayasan Mandiri berkisar antara Rp. 4 juta sampai Rp. 8 juta. Adapun, biay a (harga) listrik per
kWH-nya dihitung berdasarkan biaya awal (initial cost) dan biaya operasional
(operational cost). Komponen biaya awal terdiri dari: biaya bangunan sipil, biaya
fasilitas elektrik dan mekanik serta biaya sistem pendukung lain. Komponen biaya
operasional yaitu: biaya perawatan, biaya penggantian suku cadang, biaya tenaga
kerja (operator) serta biaya lain yang digunakan selama pemakaian.
Contoh perhitungan harga listrik per kWh dari PLT Mikrohidro adalah
sebagai berikut. Misalkan, untuk membangun suatu PLTMH dengan kapasitas
terpasang 1 kW, dibutuhkan biaya awal Rp 4 juta. Umur pakai mikrohidro yang

dirancang adalah 10 tahun dengan biaya operasional Rp. 1 Jut/tahun. Sehingga


total biayanya menjadi Rp. 10 Juta. Maka, biaya rata-rata (Rp) per hari adalah:
Rp/hari =

=
.

biaya awal+biaya operasional


umur pakai(tahun) x jumlah hari/tahun
Rp 4 juta+ Rp10 juta
10 tahun x 365 hari/tahun

= Rp 3836/ hari
Biaya (harga) per kWh ditentukan oleh biaya rata-rata per hari dan besarnya

energi listrik yang dihasilkan per hari (kWh/hari). Energi per hari ini ditentukan
oleh besarnya daya terpasang serta faktor daya. Faktor daya adalah jumlah waktu
(jam) efektif di mana PLT Mikrohidro menghasilkan energi listrik dalam satu hari
(satuannya: jam/hari). Nilai faktor daya dipengaruhi oleh karakteristik (fluktuasi)
aliran air di mana PLTM dibangun.
Jika diasumsikan faktor daya besarnya 12, maka harga energi listrik per
kWh2 adalah:
Harga/kWh =

Biaya/hari
Energi listrik yang dihasilkan(kWh /hari)

Biaya/hari
Daya terpasang(kW ) x faktor daya

Rp3836 /hari
1 kW x 12( jam/hari)

= Rp 320/kWh
5. Perancangan sistem PLT Mikrohidro
Tahap pertama perancangan PLT Mikrohidro adalah studi awal. Studi ini
diawali dengan survey lapangan untuk memperoleh data primer mengenai debit
aliran dan head (beda ketinggian). Debit aliran dapat diukur dengan metode
konduktivitas atau metode Weir. Berdasarkan data tersebut dapat dihitung
perkiraan potensi daya awal. Data lapangan sebaiknya diambil beberapa kali pada

musim yang berbeda untuk memperoleh gambaran yang tepat mengenai potensi
daya dari aliran air tersebut.
Selain itu, perlu dicari data pendukung, yaitu: kondisi air (keasaman,
kekeruhan, serta kandungan pasir atau lumpur), keadaan dan kestabilan tanah di
lokasi bangunan sipil, serta ketersediaan bahan, transportasi dan tenaga trampil
(operator). Setelah survey lapangan, tahap perancangan selanjutnya adalah
pemilihan lokasi dan penentuan dimensi utama, pembuatan analisis keunggulan
dan kelemahan setiap alternatif pilihan, pembuatan sketsa elemen utama,
penentuan tipe serta kapasitas turbin dan generator yang akan digunakan,
penentuan sistem kontrol sistem (manual/otomatis), perancangan jaringan
transmisi dan distribusi serta perancangan sistem penyambungan ke rumahrumah.
Sebelum membangun PLT Mikrohidro di suatu tempat perlu diketahui
dahulu rencana PLN untuk daerah yang bersangkutan, kebutuhan listriknya,
rencana penggunaan daya listrik dan faktor bebannya, studi kelayakan ekonomi
serta kesiapan lembaga pengelola. Setelah semua studi yang diperlukan siap dan
layak, dilakukan proses disain yang lebih lebih rinci, yaitu: pembuatan detail
gambar teknik, penentuan spesif ikasi teknis secara jelas, penyusunan jadwal
kegiatan, penghitungan biaya setiap komponen serta penyiapan pengurus yang
akan mengelola PLTMH. Jika seluruh disain ini telah siap maka pembangunan
PLT Mikrohidro dapat dimulai.
6.

Komponen-Komponen PLT Mikro Hidro

Gambar 2. Komponen-komponen Besar dari sebuah Skema Mikro Hidro

Diversion Weir dan Intake (Dam/Bendungan Pengalih dan Intake)


Dam pengalih berfungsi untuk mengalihkan air melalui sebuah pembuka di bagian
sisi sungai (Intake pembuka) ke dalam sebuah bak pengendap (Settling Basin).

Settling Basin

(Bak Pengendap)

Bak pengendap

digunakan

memindahkan

partikel-partikel pasir

dari air. Fungsi

dari bak pengendap

untuk

adalah sangat penting

untuk

melindungi

komponen-

komponen berikutnya

dari

dampak

pasir.

Headrace (Saluran Pembawa)


Saluran pembawa mengikuti kontur dari sisi bukit untuk menjaga elevasi dari air
yang disalurkan.

Headtank (Bak Penenang)


Fungsi dari bak penenang adalah untuk mengatur perbedaan keluaran air antara
sebuah penstock dan headrace, dan untuk pemisahan akhir kotoran dalam air
seperti pasir, kayu-kayuan.

Penstock (Pipa Pesat)


Penstock dihubungkan pada sebuah elevasi yang lebih rendah ke sebuah roda air,
dikenal sebagai sebuah Turbin.

Turbin dan Generator


Perputaran gagang dari roda dapat digunakan untuk memutar sebuah alat
mekanikal (seperti sebuah penggilingan biji, pemeras minyak, mesin bubut kayu
dan sebagainya), atau untuk mengoperasikan sebuah generator listrik. Mesinmesin atau alat-alat, dimana diberi tenaga oleh skema hidro, disebut dengan
Beban (Load), dalam Gambar 2. bebannya adalah sebuah penggergajian kayu.
Tentu saja ada banyak variasi pada penyusunan disain ini. Sebagai sebuah

contoh, air dimasukkan secara langsung ke turbin dari sebuah saluran tanpa
sebuah penstock seperti yang terlihat pada penggergajian kayu di Gambar 2. Tipe
ini adalah metode paling sederhana untuk mendapatkan tenaga air, tetapi
belakangan ini tidak digunakan untuk pembangkit listrik karena efisiensinya
rendah. Kemungkinan lain adalah bahwa saluran dapat dihilangkan dan sebuah
penstock dapat langsung ke turbin dari bak pengendap pertama. Variasi seperti ini
akan tergantung pada karakteristik khusus dari lokasi dan skema keperluankeperluan dari pengguna.

7.

Kelebihan dan Kelemahan PLTMikrohidro


Setiap pembangkit pasti akan mengalami kelebihan dan kelemahan pada
umumnya, pada observasi lapangan telah didapat beberapa kelebihan dan
kelemahan pada kincir air tersebut. Kelebihan dari PLTMH bahwa terutama pada
rangkaian yang sederhana akan dapat menghasilkan energi listrik yang dapat
dinikmati sebagai fasilitas kebutuhan sehari-hari dengan biaya yang tidak terlalu
mahal, apalagi jika 1 rangkaian digunakan oleh 5 rumah atau lebih akan sangat
terjangkau. Selain perawatannnya mudah juga tidak perlu mengeluarkan biaya

banyak untuk melakukan perawatan tersebut, hanya perlu pelumasan pada gear
jika sudah kasar suaranya dan pengecekan lainnya.
Kelemahannya yaitu pembangkit jenis ini dipengaruhi oleh tidak adanya
penyimpan arus sehingga pada siang hari tidak diaktifkan. Selain itu dengan daya
input sebesar 5000 watt hanya akan menghasilkan daya sebesar 3000 watt saja
karena adanya beban putaran pada transmisi, generator dan pendistribusian,
kerusakan biasanya pada gear dan rantai karena aus dan memuai.
Pada generator keluaran 3000 watt bisanya menggunakan magnet buatan
jadi konsumsi listrik harus konstan, apabila pemakaiannya kecil maka daya
generator ringan dan perputaran generator akan bertambah besar sehingga
generator akan terbakar karena menggunakan magnet buatan, sebaliknya jika
pemakaiannya lebih besar maka perputaran generator akan melambat dan lampulampu akan meredup. Generator jenis ini digunakan oleh 9 rumah.
Pada generator keluaran 500 watt digunakan oleh 2 rumah dan
menggunakan magnet tetap, konsumsi listrik juga harus konstan, karena jika
konsumsi listrik lebih sedikit maka generator akan berputar lebih cepat dan tidak
akan terjadi kebakaran karena menggunakan megnet tetap tetapi bola lampu yang
ada akan menyala sangat terang dan akhirnya akan putus atau meledak karena
kelebihan daya.

BAB III
PENUTUP

Penggunaan PLTMH sangat efektif dan efisien khususnya di daerah


pegunungan yang belum terjangkau oleh PLN. Karena selain dapat menikmati
listrik juga konsumsi biaya yang dikeluarkan juga terjangkau. Proses kerja dari
PLTMH pada intinya apabila arus air dari waduk dialirkan maka akan mengenai
turbin kemudian turbin akan bergerak. Setelah turbin berputar maka secara
otomatis puli akan berputar sehingga generator pun ikut berputar. Didalam
generator akan di ubah energi kinetik menjadi energi listrik yang kemudian
disalurkan ke rumah-rumah. Dan belum ditemukannya alat penyimpan arus pada
PLTMH agar lebih efektif semoga pada generasi yang akan datang dapat
ditemukan yang lebih sempurna dari yang pernah ada dan bisa dinikmati bagi
wilayah pegunungan .

DAFTAR PUSTAKA

http://www.litbang.esdm.go.id/index.php?
option=com_content&view=article&id=79:mikrohidro&catid=80:ketenagalistrika
n-dan-ebtke&Itemid=93
http://dunia-listrik.blogspot.com/2008/09/panduan-pembangunan-pembangkitlistrik.html
http://ebookbrowsee.net/makalah-tentang-tenaga-listrik-tenaga-mikrohidro-pdfd380970459
www.telimek.lipi.go.id/xdata/docs/ELDA09.pdf
http://www.omkris.com/2012/03/pembangkit-listrik-tenagamikro.html#.UsQCwtIW1Bk
www.elsppat.or.id/download/file/w8_a6.pdf
http://webcache.googleusercontent.com/search?
q=cache:http://aulya260202.blogspot.com/2013/03/pembangkit-listrik-tenagamikrohidro.html
http://shalahuddin-hasan.blogspot.com/2010/11/pembangkit-listrik-micro-hydromini.html.