Anda di halaman 1dari 20

Gambaran Umum Mengenai Analisis Laporan Keuangan

Pengertian Laporan keuangan adalah hasil akhir dari proses akuntansi yang meyediakan informasi keuangan
mengenai suatu perusahaan kepada pihak-pihak yang berkepentingan sebagai bahan pertimbangan dalam
pengambilan keputusan keuangan.
Laporan Keuangan Terdiri dari:
Laporan Rugi Laba yaitu suatu laporan yang memperlihatkan hasil-hasil yang telah diperoleh serta biaya
biaya yang dikeluarkan oleh suatu perusahaan selama 1 periode akuntansi.
Laporan Perubahan Modal atau Laporan Laba Ditahan yaitu laporan yang memperlihatkan perubahan
modal sendiri dalam 1 periode akuntansi.
Neraca yaitu suatu laporan yang sistematis tentang kondisi keuangan perusahaan (aktiva, hutang dan modal)
pada suatu tanggal tertentu.
Laporan Arus Kas yaitu laporan yang memperlihatkan sumber dan penggunaan dana selama 1 periode
akuntansi.
Catatan atas Laporan Keuangan yaitu laporan yang menyajikan keterangan keterangan tentang kebijakan
kebijakan perusahaan.
Lalu tujuan penyusunan laporan keuangan itu sendiri adalah untuk memberikan informasi tentang posisi
keuangan dan kinerja keuangan serta kemajuan yang telah dicapai suatu perusahaan yang bermanfaat bagi
pengguna laporan keuangan, sekarang atau dimasa yang akan datang dalam rangka membuat keputusan
keputusan ekonomi.
Fungsi laporan keuangan
Merumuskan, melaksanakan dan mengadakan penilaian terhadap kebijaksanaan kebijaksanaan yang dianggap
perlu.
Mengorganisir dan mengkoordinasikan kegiatan kegiatan atau aktivitas dalam perusahaan.
Merencanakan dan mengendalikan aktivitas sehari hari dalam perusahaan.
Mempelajari aspek, tahap tahap kegiatan tertentu dalam perusahaan.
Menilai keadaan atau posisi keuangan dan hasil usaha perusahaan.
Dan untuk laporan keuangan itu sendiri didalamnya terdapat beberapa pihak yang berkepentingan
terhadap laporan keuangan. Mereka berhak mengikuti perkembangan suatu perusahaan tersebut dan bisa
dibilang sangat perlu untuk mengetahui kondisi keuangan suatu perusahaan itu.

Dan pihak - pihak yang berkepentingan adalah sebagai berikut :


Pemilik Perusahaan atau Equity Investor
Biasanya bisa bersifat perseorangan atau investor (para pemegang saham). Mereka berhak tahu, karena ingin
mengetahui seberapa sukses yang telah dicapai guna untuk meramalkan kemungkinan yang akan terjadi di masa
yang akan datang. Informasi ini begitu berguna karena digunakan sebagai dasar apakah perusahaan tersebut
masih layak dipertahankan kepemilikannya atau lebih baik dijual saja?
Kreditur atau credit Grantes
Mereka yang dimaksut disini adalah penanam modal jangka panjang yang dapat berupa pihak dari Bank.
Manajer atau Pimpinan Perusahaan
Manajer disini perlu untuk tahu posisi laporan keuangan yang dipimpinya, sehingga dapat menyusun rencana
yang lebih baik pada periode yang mendatang baik dari segi system pengawasan maupun kebijakan yang
lainnya.
Instasi Pemerintah atau Regulators
Disini instasi pemerintah sangat berkepentingan dengan laporan keuangan perushaaan dikarenakan untuk
menentukan besarnya pajak yang harus ditanggung oleh perusahaan, jumlah tenaga kerja yang diserap oleh
perusahaan dan beberapa data lainnya untuk menyusun rencana dan program program pembangunan ekonomi
dan kesejahteraan social.
Internal dan External Auditors
Mereka juga sangat berkepentingan dikarenakan menggunakan rasio rasio laporan keuangan untuk mengukur
penggunaaan atau pemanfaatan asset perusahaan. Sedangkan untuk ekstern membuktikan kebenaran data hasil
analisis auditor intern sesuai keinginan pihak manajemen perusahaan.
Corporate Employees
Pekerja/karyawan disini perlu mengetahui perkembangan perusahaan tempatnya bekerja, sehingga mengetahui
posisi persaingan perushaan. Disini yang diutamakan untuk inforasi yang berhubungan dengan gaji, komisi,
bonus, dll.
Supplier
Sebagai pelanggan juga memerlukan informasi keuangan perusahaan untuk mengetahui apakah kerja sama
selama ini yang terjalin bisa dipertahankan atau tidak untuk masa yang akan datang.

Analisa Laporan Keuangan Untuk Menilai kinerja


Di pasar modal, laporan keuangan perusahaan memiliki fungsi yang sangat strategis. Laporan
keuangan merupakan informasi yang menggambarkan dan untuk menilai kinerja perusahaan, terlebih
bagi perusahaan yang sahamnya telah tercatat dan diperdagangkan di bursa. Informasi yang terdapat
dalam laporan keuangan perusahaan dapat memberikan analisa laporan keuangan untuk menilai
kinerja perusahaan yang juga mencerminkan fundamental perusahaan sehingga informasi tersebut
dapat memberikan landasan bagi keputusan investasi. Ada bagian dalam laporan keuangan yang
sering tidak diperhatikan investor, seperti laporan direksi atau manajemen perusahaan. Padahal, pada
bagian tersebut manajemen sering kali menjelaskan mengenai perjalanan perusahaan selama ini,
prospek dan recana mereka kedepannya. Dari sini Anda juga dapat melihat seberapa yakin manajemen
terhadap prospek perusahaan. Dari ulasan manajemen ini Anda dapat pula melihat perkembangan
bisnis terakhir, produk, persaingan dan kondisi keuangannya.

Angka-angka yang tertera dalam laporan keuangan itu menggambarkan kinerja perusahaan dan
kemampuan manajemennya dalam mengelola usaha tersebut. Dari angka tersebut juga dapat dijadikan
dasar untuk memproyeksikan apa yang akan terjadi.
Angka-angka pada laporan keuangan ibarat bahan mentah yang tidak ada gunanya jika tidak diolah
lebih dulu. Caranya yaitu dengan menggunakan rasio-rasio keuangan. Analisa rasio-rasio pada laporan
keuangan bermanfaat untuk membantu Anda untuk melakukan berbagai analisis atas kinerja keuangan
perusahaan. Anda juga harus membandingkan dengan laporan keuangan dan rasio-rasio sebelumya,
setidaknya sampai lima tahun kebelakang untuk mengetahui tren bisnisnya. Untuk mengetahui bagus
tidaknya angka rasio yang Anda peroleh, Anda harus membandingkannya dengan rasio perusahaanperusahaan lain disektor sejenis atau dengan rasio rata-rata sektor tersebut. Melalui angka-angka rasio
keuangan, pemakai dapat membuat berbagai analisis kinerja perusahaan termasuk keputusan
investasi. Secara umum, rasio keuangan dibagi kedalam beberapa kelompok seperti : rasio likuiditas,
rasio aktivitas, rasio utang atau leverage, rasio kemampulabaan, serta rasio saham.

Berikut beberapa rasio penting yang umum digunakan dalam berbagai analisis atas laporan keuangan.
1.

Current Ratio (Rasio Lancar). Rasio keuangan ini menunjukan sejauh mana aktiva lancar
dapat menutupi kewajiban lancar. Semakin besar hasil perbandingan aktiva lancar dengan hutang
lancar, semakin tinggi kemampuan perusahaan untuk menutupi kewajiban jangka pendek.
Current Ratio = Aktiva Lancar / Utang Lancar

2.

Quick Ratio. Mengukur apakah perusahaan memiliki aset lancar (tanpa harus menjual
persediaan) untuk menutup kewajiban jangka pendeknya. Semakin tinggi quick ratio perusahaan,
semakn baik kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban lancarnya.
Quick Ratio = (Aktiva Lancar persediaan) / Utang Lancar

3.

Debt to Equity Ratio (Rasio Utang atas Modal). Rasio keuangan ini sering disebut dengan
istilah Rasio Laverage, menggambarkan struktur modal yang dimiliki oleh perusahaan, dengan
demikian dapat dilihat struktur resiko tidak tertagihnya hutang. Semakin kecil angka rasio ini
semakin baik.
Debt to Equity = Total Utang / Ekuitas

4.

Total Debt to Total Asset. Menggambarkan aktiva yang dipergunakan oleh perusahaan untuk
menutup hutang baik jangka pendek maupun jangka panjang.
Total Debt to Capital Asset = Total Utang / Total Aktiva

5.

Operating Profit Margin. Rasio keuangan ini mengukur seberapa besar sumbangan penjualan
terhadap laba operasi. Rasio ini semakin besar semakin baik.
OPM = Laba Operasi / Penjualan

6.

Net Profit Margin. Rasio keuangan ini mengukur seberapa besar sumbangan penjualan
terhadap laba bersih perusahaan. Rasio ini semakin besar semakin baik.
NPM = Laba Bersih / Penjualan

7.

Return on Equity (ROE) . Menggambarkan seberapa besar sumbangan keuntungan terhadap


pemegang saham.
ROE = Laba Bersih / Ekuitas

8.

Return on Asset (ROA) . Mencerminkan seberapa besar laba yang bisa dicetak perusahaan
dengan menggunakan seluruh asetnya.
ROA = Laba Bersih / Total Aset

9.

Asset Turnover. Menunjukan kemampuan manajemen mengelola seluruh investasi (aset)


untuk menghasilkan penjualan.
Asset Turnover = Penjualan Bersih / Total Aktiva

10.

Receivable Turnover. Menunjukan berapa kali piutang dagang perusahaan berputar dalam
satu tahun.
Receivable Turnover = Penjualan Kredit / Piutang Dagang

11.

Inventory Turnover. Menunjukan berapa kali persediaan barang dagangan perusahaan


berputar dalam suatu periode tertentu.
Inventory Turnover = Harga Pokok Penjualan / Persediaan

12.

Account Payable Turnover. Menunjukan perputaran utang dagang dalam suatu periode
tertentu.
Account Payable Turnover = Harga Pokok Penjualan / Utang Dagang

13.

Earning Per Share (EPS) . Rasio keuangan ini menggambarkan jumlah laba yang dihasilkan
perusahaan untuk tiap saham yang diterbitkan.
EPS = Laba Bersih / Jumlah Saham

14.

Price Earning Ratio (PER) . Menggambarkan apresiasi pasar terhadap kemampuan


perusahaan dalam menghasilkan laba. PER dihitung dalam satuan kali. Bagi investor, semakin
kecil PER-nya semakin bagus karena berarti saham tersebut relatif murah.
PER = Harga Saham / EPS

15.

Book Value (Nilai Buku Saham). Menggambarkan perbandingan total dana pemegang saham
terhadap jumlah saham.
BV = Total Ekuitas / Jumlah Saham

16.

Price to Book Value (PBV) . Rasio keuangan ini menggambarkan seberapa besar pasar
menghargai nilai buku saham suatu perusahaan. Makin tinggi rasio ini, berarti pasar percaya akan
prospek perusahaan.
PBV = Harga Saham / Nilai Buku Saham

Pada dasarnya penyusunan Laporan Keuangan Perusahaan dimaksudkan sebagai alat bantu bagi
manajemen (intern) untuk mengetahui kondisi keuangan sehingga dapat menentukan kebijakan
keuangan secara tepat. Sedangkan bagi pihak luar (Pemodal, maupun Kreditur) laporan keuangan
perusahaan dapat dipakai sebagai alat untuk pengambilan keputusan dalam melakukan investasi.

Aktivitas pendanaan (financing activities) adalah metode yang digunakan dalam perusahaan untuk
mendapatkan uang guna membayar kebutuhan-kebutuhan perusahaan. Terdapat dua sumber
pendanaan eksternal yaitu investor ekuitas (pemilik atau pemegang saham) dan kreditor (pemberi
pinjaman). Keputusan tentang komposisi aktivitas pendanaan tergantung pada kondisi di pasar
keuangan. Pasar keuangan merupakan sumber potensial untuk pendanaan. Investor menyediakan
pendanaan dengan harapan mendapatkan pengembalian atas investasi, setelah mempertimbangkan
pengembalian yang diharapkan (expected return) dan risiko.
Aktivitas pendanaan juga diartikan sebagai aktivitas yang mengakibatkan perubahan dalam jumlah
serta komposisi modal dan pinjaman perusahaan.
Pengembalian (return) adalah bagian dari investor ekuitas atas laba atau reinvestasi laba. Distribusi
laba (earning distribution) adalah pembayaran dividen kepada pemegang saham. Dividen dapat
dibayar langsung dalam bentuk tunai atau dividen saham, atau secara tidak langsung melalui
pembelian kembali saham. Pembayaran dividen (dividend payout) mengacu pada proporsi laba yang
didistribusikan, yang sering dinyatakan dalam rasio atau prosentase, yaitu rasio pembayaran dividen
(dividend payout ratio).
Reinvestasi laba (earnings reinvestment) atau laba ditahan mengacu pada penahanan laba dalam
perusahaan untuk digunakan dalam bisnis perusahaan; yang disebut pula pendanaan internal (internal
financing). Reinvestasi laba sering diukur dengan rasio penahanan. Rasio laba ditahan (earnings
retention ratio) mencerminkan proporsi laba ditahan, yang didefinisikan sebagai satu dikurangi
dividend payout ratio.
Selain dari investor, perusahaan juga bias memperoleh pendanaan dari kreditor. Terdapat dua jenis
kreditor: (1) kreditor hutang, yang secara langsung meminjamkan uang kepada perusahaan, dan (2)
kreditor operas, yang meminjamkan uang kepada perusahaan sebagai bagian dari operasinya.
Pendanaan hutang sering terjadi melalui pinjaman (loan) atau melalui penerbitan efek seperti obligasi.
Pemberi hutang meliputi organisasi seperti bank, institusi simpan pinjam, dan institusi keuangan atau
non keuangan lainnya. Pendanaan kreditor berbeda dengan pendanaan ekuitas dalam hal perjanjian
atau kontrak, yang umumnya mensyaratkan pembayaran kembali pinjaman dengan bunga pada
tanggal tertentu. Bunga tidak selalu dinyatakan dalam kontrak tersebut melainkan secara implicit.
Periode pinjaman bervariasi dan tergantung pada keinginan kreditor dan perusahaan. Pinjaman dapat
berjangka waktu 50 tahun atau lebih, atau kurang dari seminggu.
Seperti investor ekuitas, kreditor berkepentingan atas pengembalian dan risiko, namun berbeda dari
investor ekuitas, pengembalian kreditor umumnya ditentukan dalam kontrak pinjaman. Sedangkan

pengembalian dari investor ekuitas tidak dijamin dan tergantung pada tingkat laba di masa depan.
Risiko kreditor adalah kemungkinan kegagalan perusahaan untuk membayar kembali pinjaman dan
bunga.
Dari pemaparan dan penjelasan diatas dapat kami simpulkan bahwa aktivitas pendanaan adalah suatu
cara yang dilakukan perusahaan untuk memperoleh uang untuk menutupi kebutuhan-kebutuhan
perusahaan. Sumber pendanaan eksternal ada dua yaitu pemilik atau pemegang saham, dan pemberi
pinjaman.
Kewajiban
Kewajiban (liabilities) merupakan klaim pihak luar atas aset dan sumber daya perusahaan kini dan
masa depan. Kewajiban dapat berupa pendanaan atau operasi dan biasanya didahulukan dari pada
pemegang ekuitas. Kewajiban dapat dibagi menjadi dua yaitu kewajiban lancar dan kewajiban tidak
lancar.
Kewajiban Lancar Atau Jangka Pendek Merupakan kewajiban yang pelunasannya memerlukan
penggunaan aset lancar atau munculnya kewajiban lancar lainnya. Periode yang diharapkan untuk
menyelesaikan kewajiban adalah periode mana yang lebih panjang antara satu tahun dan satu siklus
operasi perusahaan. Secara konsep, perusahaan harus mencatat seluruh kewajiban pada nilai sekarang
seluruh arus kas keluar yang diperlukan untuk melunasinya.
Pada praktiknya kewajiban lancar dicatat pada nilai temponya, bukan pada nilai sekarangnya, karena
pendeknya waktu penyelesaian utang. Terdapat dua jenis kewajiban lancar, jenis pertama timbul dari
aktivitas operasi, meliputi utang pajak, pendapatan diterima dimuka, uang muka, urang usaha, dan
beban operasi akrual lainnya, seperti utang gaji. Jenis kedua kewajiban lancar timbul dari aktivitas
pendanaan, meliputi pinjaman jangka pendek, bagi utang jangka panjang yang jatuh tempo dan utang
bunga.
Kewajiban Tak Lancar atau Jangka Panjang
Kewajiban tak lancar atau jangka panjang merupakan kewajiban jatuh temponya tidak dalam waktu
satu tahun atau siklus operasi, mana yang lebih panjang. Kewajiban ini meliputi pinjaman, obligas,
utang, dan wesel bayar. Kewajiban tak lancar beragam bentuknya, dan penilaian serta pengukurannya
memerlukan pengungkapan atas seluruh batasan dan ketentuan. Pengungkapan meliputi tingkat
bunga, tanggal jatuh tempo, hak konversi, fitur penarikan, dan provisi subordinasi. Pengungkapan
meliputi pula jaminan, persyaratan menyisihkan dana pelunasan, dan provisi kredit berulang.
Obligasi merupakan bentuk kewajiban tak lancar yang umum. Nilai nominal obligasi bersama tingkat
kuponnya menentukan bunga yang dibayarkan atas obligasi tersebut. Penerbitan obligasi kadang kala
menjual obligasi pada harga dibawah nilai nominal (diskon) atau diatas nilai nominal (premium).
Diskon atau premium mencerminkan penyesuaian atas harga obligasi untuk menghasilkan tingkat

pengembalian yang diminta pasar. Obligasi akan dilaporkan pada nilai wajar masing-masing (yaitu
nilai pasarnya) pada saat tanggal neraca dan bukannya melaporkan nilai obligasi dengan biaya setelah
amortisasi.
Dari penjelasan diatas dapat kami simpulkan bahwa kewajiban lancar adalah kewajiban yang
pelunasannya menggunakan aset lancar atau munculnya kewajiban lancar lainnya. Pada praktiknya
kewajiban lancar dicatat pada nilai temponya bukn pada nilai waktu sekarang. Ada dua jenis
kewajiban lancar yaitu yang timbul dari aktivitas pendanaan dan yang timbul dari aktivitas operasi.
Sedangkan kewajiban tak lancar adalah kewajiban yang jatuh temponya tidak dalam satu tahun atau
siklus operasi.
Analisis Kewajiban
Auditor merupakan satu sumber keyakinan dalam identifikasi dan pengukuran kewajiban. Auditor
menggunakan tekhnik seperti konfirmasi langsung, melakukan telaah atas notulen rapat, membaca
kontrak dan perjanjian, serta bertanya kepada pihak-pihak yang memahami kewajiban perusahaan
untuk meyakinkan diri mereka bahwa perusahaan mencatat seluruh kewajibannya. Sumber keyakinan
lain adalah akuntansi berpasangan atau ayat berganda yang mensyaratkan adanya jurnal penyeimbang
antara perolehan aset, sumber daya atau biaya dengan kewajiban atau pembebanan sumber daya.
Keakuratan dan kewajaran jumlah utang dapat dicek dengan rekonsiliasi jumlah utang dengan dengan
pengungkapan beban bunga dan pembayaran bunga. Setiap perbedaan yang tidak dapat dijelaskn
memerlukan analisis lebih lanjut atau memerlukan penjelasan manajemen. Jika kewajiban dinyatakan
lebih rendah dari seharusnya, kita harus mewaspadai penyajian laba lebih tinggi dari yang seharusnya
karena beban yang lebih rendah atau ditangguhkan. Kita harus menganalisis penjelasan berikut
ketentuan, kondisi, dan batasannya. Hasil analisis ini dapat mempengaruhi penilaian kita atas resiko
dan pengembalian perusahaan.

Sewa
Sewa merupkan bentuk pendanaan yang populer, khususnya dalam beberapa industri tertentu. Sewa
(lease) merupakan perjanjian kontraktual antara pemilik (lessor) dan penyewa (lesse). Perjanjian
tersebut memberikan hak kepada lesse untuk menggunakan aset yang dimiliki lessor, selama masa
sewa. Sebagai balasannya, lesse membayar sewa yang disebut pembayaran sewa minimum. Perjanjian
mewajibkan

lesse

untuk

membayar

selama

periode

yang

ditentukan.

Dua metode alternatif untuk akuntansi sewa mencerminkan perbedaan dalam kontrak sewa. Sewa
yang mengalihkan manfaat dan resiko kepemilikan secara substansial dicatat sebagai perolehan aset
dan menimbulkan kewajiban bagi lesse. Sama halnya dengan lessor yang mencatat sewa tersebut
sebagai penjualan dan transaksi pendanaan. Jenis sewa ini disebut dengan sewa pendanaan (capital

lease).
Jika diklasifikasikan sebagai sewa guna modal usaha ini, baik aset yang disewakan maupun kewajiban
sewa diakui dalam neraca. Sewa lainnya dicatat sebagai sewa operasi (operating lease). Keputusan
untuk mencatat sewa sebagai capital lease atau operating lease dapat berpengaruh secara signifikan
terhadap laporan keuangan. Analisis harus berhati-hati untuk mempelajari karakteristik ekonomi sewa
perusahaan dan mengklasifikasi ulang bila perlu.
Pembahasan pendanaan sewa bagi lesse dimulai dengan penjelasan pengaruh klasifikasi sewa
terhadap laporan laba rugi dan neraca. Selanjutnya adalah analisis pengungkapan sewa dengan
mengacu pada pengungkapan oleh best buy. Kemudian disediakan metode untuk menklasifikasi ulang
operating lease menjadi capital lease bila karakteristik ekonomi mendukungnya. Dibahas pula dampak
klasifikasi sewa terhadap laporan keuangan dan pentingnya klasifikasi ulang sewa bagi analisis
laporan keuangan.
Dari pemaparan diatas dapat penyusun simpulkan bahwa sewa merupakan suatu perjanjian antara
pemilik dan penyewa yang memberikan hak kepada penyewa untuk memakai aset pemilik selama
sewa berlangsung dan imbalan bagi pemilik adalah sipenyewa harus memberikan pembayaran sewa
yang disebut sewa minimum selama sewa berlangsung.

Manfaat Pascapensiun
Pemberi kerja sering menyediakan manfaat bagi pekerja pascpensiun. Terdapat dua bentuk manfaat
pascapensiun ini : (1) Manfaat pensiun (pension benefit), dimana pemberi kerja menjanjikan manfaat
moneter kepada pekerja pascapensiun, dan (2) Manfaat lain pascapensiun pekerja dimana pemberi
kerja memberikan manfaat lain (biasanya nonmoneter) pascapensiun terutama pemeliharaan
kesehatan dan asuransi jiwa. Kedua jenis manfaat menghadirkan tantangan konseptual yang sama bagi
akuntansi dan analisis.
Analisis pengungkapan manfaat pascapensiun penting dilakukan, karena besarnya kewajiban maupun
karena kompleksitas aturan akuntansi. Terdapat prosedur lima langkah untuk menganalisis manfaat
pascpensiun : 1) Menentukan dan merekonsiliasi biaya dan kewajiban (atau aset) manfaat ekonomis
dan yang dilaporkan, 2) Membuat penyesuaian yang diperlukan atas laporan keuangan, 3)
Mengevaluasi asumsi aktuaria dan dampaknya pada laporan keuangan, 4) Memeriksa paparan risiko
pensiun, dan 5) Mempertimbangkan implikasi arus kas program manfaat pascapensiun.
Dari penjelasan diatas, maka dapat kami simpulkan bahwa terdapat dua manfaat pascapensiun, yaitu
manfaat pensiun pemberi kerja menjanjikan manfaat moneter kepada para pekerja, dan manfaat lain

pascapensiun pemberi kerja memberikan manfaat nonmoneter untuk pemeliharaan kesehatan dan
asuransi jiwa.

Kontinjensi Dan Komitmen


Kontinjensi (contingencies) merupakan keuntungan dan kerugian potensial yang penyelesaiannya
bergantung pada satu atau lebih peristiwa dimasa depan. Kerugian kontinjensi yang disebut kewajiban
kontinjensi/ bersyarat (contingent liability) merupakan klaim potensial atas sumber daya perusahaan.
Kewajiban kontinjen timbul dari perkara hukum, ancaman pengambilalihan, penagihan piutang, klain
atas garansi produk atau kerusakan produk, garansi kinerja, perhitungan pajak, resiko yang
diasuransikan sendiri, dan kerugian properti akibat bencana.
Kerugian kontinjensi harus memenuhi dua kondisi agar dapat dicatat sebagai kerugian. Pertama,
besar kemungkinan bahwa aset aakan turun nilainya atau kewajiban akan timbul. Kedua, jumlah
kerugian harus dapat diestimasikan dengan memadai. Jika perusahaan tidak mencatat kerugian
kontinjensi karena salah satu atau kedua kondisi tidak terpenuhi, perusahaan harus mengungkapkan
kontinjensi dalam catatan atas laporan keunangan jika kerugian mungkin terjadi. Catatan tersebut
melaporkan sifat kontinjensi dan estimasi kerugian atau kisaran kerugian kontinjen tersebut tidak
dapat diestimasi.
Komitmen (commitments) merupakan klaim potensial atas sumber daya perusahaan berdasarkan
kinerja dimasa depan sesuai kontrak. Komitmen tidak diakui dalam laporan keuangan karena
peristiwa seperti penandatanganan kontrak atau penerbitan pesanan pembelian bukan merupakan
transaksi yang lengkap. Contoh tambahan adalah kontrk jangka panjang yang tidak dapat dibatalkan
untuk membeli barang atau jasa pada harga tertentu, dan kontrak pembelian aset tetap yang harus
dibayar selama masa konstruksi.
Dari pemaparan diatas maka dapat kami simpulkan bahwa kontinjensi adalah keuntungan atau
kerugian potensial yang diselesaikan dengan satu atau lebih peristiwa dimasa depan. Sedangkan
komitmen merupakan klaim potensial atas sumber daya perusahaan dimasa depan sesuai kontrak.

Pendanaan Diluar Neraca


Pendanaan diluar neraca (off-balance-sheet financing) adalah tidak tercatatnya kewajiban pendanaan
tertentu. Selain sewa, terdapat rancangan pendanaan diluar neraca lainnya, dimulai dari yang

sederhana sampai yang sangat kompleks. Rancangan ini merupakan bagian dari tatanan yang selalu
berubah, dimana saat ketentuan akuntansi atas transaksi pendanaan diluar neraca diterapkan untuk
lebih mencerminkan kewajiban, diciptakan transaksi baru yang inovatif untuk menggantikannya.
Salah satu cara untuk mendanai properti, pabrik, dan peralatan adalah meminta pihak luar untuk
mendapatkannya, dan perusahaan sepakat untuk menggunakan aset tersebut serta menyediakan dana
yang cukup untuk melunasi utang. Contoh rancangan ini adalah purchase agreements dan through-put
agreement dimana perusahaan sepakat untuk membeli barang sejumlah tertentu melalui fasilitas
pemrosesan, atau take or pay arrangements dimana perusahaan memberikan jaminan untuk membayar
sejumlah tertentu barang, diperlukan atau tidak. Perusahaan menempatkan transaksi ini sebagai
investasi dalam ekuitas dan tidak mengonsolidasikannya dalam laporan keuangan perusahaan. Dengan
demikian

pendanaan

tersebut

tidak

masuk

dalam

kewajiban.

Dari penjelasan diatas dapat penyusun simpulkan bahwa pendanaan diluar neraca adalah pendanaan
tertentu yang tidak tercatat. Terdapat rancangan pendanaan diluar neraca lainnya, dimulai dari yang
sederhana sampai yang sangat kompleks.

Ekuitas Pemegang Saham


Mengacu pada pendanaan oleh pemilik (pemegang saham) perusahaan. Ekuitas dipandang klaim
pemilik atas aset bersih perusahaan. Klaim pemegang sekuritas ekuitas umumnya berada dibawah
kreditor, yang berarti klaim kreditor dipenuhi terlebih dahulu. Umumnya terdapat variasi senioritas
klaim pemegang saham atas aset bersih. Pemegang saham dihadapkan pada resiko tinggi perusahaan.
Pada saat yang sama, pemegang saham memiliki kemungkinan pengembalian maksimum karena
ketika mereka berhak atas seluruh pengembalian setelah hak kreditor terpenuhi. Analisis kita atas
ekuitas harus mempertimbangkan pengukuran dan pelaporan standar ekuitas pemegang saham.
Pentingnya analisis pengungkapan tersebut adalah untuk mengingatkan kita adanya potensi kenaikan
jumlah saham yang beredar. Dampak dilusi pada laba dan nilai buku perlembar saham bergantung
pada faktor-faktor seperti jumlah yang diterima atau hak lain yang diberikan saat konversi sekuritas
dilakukan. Harus diakui bahwa dilusi merupakan biaya nyata (arus kas keluar) bagi perusahaan biaya
yang sedikit diakui secara formal dalam laporan keuangan.
Akun-akun dalam ekuitas pemegang saham umumnya tidak mempengaruhi penentuan laba, sehingga
tidak banyak mempengaruhi analisis laba. Informasi yang lebih relevan bagi analisis adalah komposisi
pos modal pada pembatasan-pembatasan yang berlaku. Komposisi ekuitas penting karena dapat
memengaruhi hak sisa atas saham biasa, serta hak resiko dan pengembalian bagi investor ekuitas. Hak
tersebut meliputi hak partisipasi dividen, hak konversi, serta berbagai opsi dan kondisi yang
mencerminkan sekuritas yang kompleks yang sering kali diterbitkan karena kesepakatan merger

sebagian besar merupakan ekuitas yang memiliki dampak dilusi. Perubahan tersebut penting untuk
disusun ulang dan dijelaskan dalam akun modal.
Dari pemaparan diatas dapat kami simpulkan bahwa pemegang saham dihadapkan pada resiko tinggi
perusahaan. Pada saat yang sama, pemegang saham memiliki kemungkinan pengembalian maksimum
karena ketika mereka berhak atas seluruh pengembalian setelah hak kreditor terpenuhi.

Kesimpulan
Aktivitas pendanaan adalah suatu cara yang dilakukan perusahaan untuk memperoleh uang untuk
menutupi kebutuhan-kebutuhan perusahaan. Sumber pendanaan eksternal ada dua yaitu pemilik atau
pemegang saham, dan pemberi pinjaman.
Kewajiban lancar adalah kewajiban yang pelunasannya menggunakan aset lancar atau munculnya
kewajiban lancar lainnya. Pada praktiknya kewajiban lancar dicatat pada nilai temponya bukn pada
nilai waktu sekarang. Ada dua jenis kewajiban lancar yaitu yang timbul dari aktivitas pendanaan dan
yang timbul dari aktivitas operasi. Sedangkan kewajiban tak lancar adalah kewajiban yang jatuh
temponya tidak dalam satu tahun atau siklus operasi.
Sewa merupakan suatu perjanjian antara pemilik dan penyewa yang memberikan hak kepada penyewa
untuk memakai aset pemilik selama sewa berlangsung dan imbalan bagi pemilik adalah sipenyewa
harus memberikan pembayaran sewa yang disebut sewa minimum selama sewa berlangsung.
Terdapat dua manfaat pascapensiun, yaitu manfaat pensiun pemberi kerja menjanjikan manfaat
moneter kepada para pekerja, dan manfaat lain pascapensiun pemberi kerja memberikan manfaat
nonmoneter untuk pemeliharaan kesehatan dan asuransi jiwa.

Perusahaan menginvestasikan aset dalam sekuritas investasi . Beberapa investasi merupakan


penyimpanan sementara kelebihan kas dalam bentuk sekuritas yang diperdagangkan . Tujuan investasi
ini adalah untuk menggunakan kas yang menganggur secara produktif. Sekuritas investasi dapat
berupa sekuritas hutang atau sekuritas ekuitas
Akuntansi Ekuitas
Akuntansi metode ekuitas (equity method accounting) diperlukan untuk investasi antarperusahaan di
mana perusahaan investor mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap perusahaan yang
diinvestasi, tetapi tidak mengendalikannya. Akuntansi metode ekuitas pada umumnya digunakan

untuk investasi "saham dengan hak suara" (voting stock) sebesar 20% sampai 50% dari sekuritas
ekuitas perusahaan.
Penggabungan Usaha
Keputusan penggabungan usaha meliputi revaluasi seluruh aset dan kewajiban yang diakuisisi
menjadi nilai pasar. Perusahaan melakukan penggabungan usaha dengan alasan yang beragam
diantaranya alasan ekonomis dan tidak nyata. Alasan ekonomis penggabungan usaha adalah (1)
memperoleh sumber bahan baku, fasilitas produksi, teknologi, jaringan pemasaran, atau pangsa pasar
yang tidak ternilai; (2) menjamin sumber keuangan atau akses terhadap sumber keuangan; (3)
memperkuat manajemen; (4) meningkatkan efisiensi operasi; (5) mendorong diversifikasi; (6)
mempercepat masuk ke pasar; (7) mencapai skala ekonomi; (8) memperoleh manfaat pajak.
Sekuritas Derivatif
Analisis Aktivitas Antar Perusahaan dan Aktivitas Internasional
1. Sekuritas Investasi
2. Akuntansi Ekuitas
3. Penggabungan Usaha
4. Sekuritas Derivatif
5. Pilihan Nilai Wajar
Dalam menjalankan usahanya, perusahaan memiliki berbagai macam resiko. salah satunya adalah
resiko pasar.Untuk mengurangi resiko tsb,perusahaan melakukan lindung nilai. Instrumen keuangan
yg merupakan lindung nilai diantaranya futures, opsi dan swap contract. Instrumen instrumen tersebut
disebut derivatif.
Untuk Securitas yang diklasifikasikan sebagai available-for sale dan securitas yang diklasifikasikan
sebagai held to maturity , semua pelaporan perusahaan harus mengungkapkan nilai wajar agregat,
keuntungan kotor yang belum direalisasi , kerugian kotor yang belum direalisasi, dan konsep biaya
amortisasi berdasarkan jenis securitas utama sebagai masing-masing tanggal dimana laporan posisi
keuangan disajikan
Untuk investasi pada sekuritas hutang yang diklasifikasikan sebagai available-for-sale dan securitas
yang diklasifikasikan sebagai held-to-maturity , semua pelaporan perusahaan harus mengungkapkan
informasi mengenai jatuh tempo kontrak dari securitas tersebut sejak tanggal laporan terbaru dari
posisi keuangan yang disajikan.
Untuk setiap penjualan atau transfer dari securitas yang diklasifikasikan dalam kelompok held-tomaturity , jumlah biaya perolehan diamortisasi dari penjualan atau peralihan securitas, maupun yang
belum direalisasi keuntungan atau kerugian , dan keadaan yang menyebabkan keputusan untuk
menjual atau peralihan securitas harus diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan untuk setiap
periode dimana hasil usaha disajikan .
Untuk setiap periode dimana hasil usaha disajikan , perusahaan harus mengungkapkan :

Analisis Sekuritas Investasi


Memisahkan

Kinerja

dan

Aset

Operasi

dari

Kinerja

dan

Aset

Investasi

(Mengapa??)
kinerja investasi perusahaan dapat mendistorsi kinerja operasi yang sesungguhnya. Maka,seorang
analis akan mengeluarkan semua keuntungan (kerugian) yang terkait dengan aktivitas investasi
termasuk dividen, pendapatan bunga, dan keuntungan dan kerugian yang telah dan belum direalisasi
saat mengevaluasi kinerja operasi. Seorang analis juga perlu memisahkan aset operasi dan non operasi
saat menentukan tingkat pengembalian aset operasi.
Menganalisis distorsi akuntansi dari sekuritas
Berikut adalah daftar distorsi potensial yang disebabkan oleh akuntansi untuk sekuritas investasi yang
harus diwaspadai seorang analis:
Peluang untuk mengakui penjualan keuntungan (gains trading): Standar memberikan kesempatan
mengakui penjualan keuntungan bagi sekuritas tersedia untuk dijual dan sekuritas yang dimiliki
hingga jatuh tempo.
Kewajiban yang diakui sebesar biaya.
Definisi sekuritas ekuitas yang tidak konsisten. Klasifikasi berdasarkan niat: Klasifikasi (dan
akuntansi) atas sekuritas investasi bergantung pada niat manajemen, yang mengacu pada tujuan
manajemen dalam kaitannya dengan disposisi sekuritas.
Mekanisme Akuntansi
Terdapat beberapa hal penting terkait dengan metode akuntansi ekuitas:
Akun investasi mencerminkan proporsi kepemilikan ekuitas pemegang saham atas perusahaan
investasi. Laba investasi (proporsi kepemilikan atas laba perusahaan investasi) harus dipisahkan dari
laba operasi utama dalam analisis laba perusahaan investor
Berbeda dengan pelaporan available for sale securities dan trading securities yang lebih dulu
dibahas dalam bab ini, investasi yang dicatat dengan metode ekuitas dilaporkan pada harga perolehan
yang disesuaikan, bukan pada nilai pasar.
Investor harus menghentikan penggunaan metode akuntansi ekuitas bila investasi menurun sampai
nol dan tidak mencatat tambahan kerugian kecuali investor menjamin kewajiban perusahaan investasi,
atau sebaliknya berkomitmen untuk menyediakan dukungan keuangan lebih lanjut bagi perusahaan
investasi.
Jika jumlah investasi awal melebihi proporsi kepemilikan atas nilai buku perusahaan investasi,
kelebihan

tersebut

dialokasikan

pada

aset

disusutkan/diamortisasi selama masa manfaatnya.


Implikasi Analisis

berwujud

dan

aset

tidak

berwujud

yang

1. Pengakuan Laba Perusahaan Investasi


Metode akuntansi ekuitas mengasumsikan bahwa setiap dolar yang dihasilkan oleh anak perusahaan
setara dengan setiap dolar yang dihasilkan untuk investor, meskipun tidak diterima tunai.
2. Investasi Modal yang Tidak Diakui
Akun investasi sering disebut sebagai konsolidasi satu baris, karena akun investasi tersebut
mencerminkan persentase kepemilikan investor atas ekuitas pemegang saham perusahaan investasi.
3. Cadangan Pajak atas Laba Anak Perusahaan yang Tidak Dibagikan
Jika laba anak perusahaan yang tidak dibagikan termasuk dalam laba akuntansi sebelum pajak induk
perusahaan (melalui konsolidasi atau metode akuntansi ekuitas), diperlukan cadangan pajak (tax
provision).
Mendefinisikan Derivatif
1. (futures contract) merupakan perjanjian antara dua atau lebih pihak untuk membeli atau menjual
komoditas tertentu atau aset keuangan pada tanggal tertentu di masa depan (yang disebut tanggal
penyerahan) pada harga tertentu.
2. (swap contract) merupakan perjanjian antara dua pihak atau lebih untuk menukar arus kas masa
depan.
3. (option contract) memberikan hak pada suatu pihak bukan kewajiban untuk melakukan suatu
transaksi.
Klasifikasi dan Akuntansi Derivatif
Pengungkapan Instrumen Derivatif
1. Pengungkapan Kualitatif
Biasanya menjelaskan jenis aktivitas lindung nilai yang dilakukan perusahaan dan metode akuntansi
yang digunakan.
2. Pengungkapan Kuantitatif
Menyajikan informasi kuantitatif terkait dengan aktivitas lindung
3. Risiko Tingkat Bunga yang Dihadapi
Aktivitas lindung nilai terkait dengan tingkat bunga adalah perjanjian swap. Biasanya, utang dengan
tingkat bunga variabel memberikan tingkat bunga yang lebih rendah dibandingkan utang dengan
tingkat bunga tetap. Jadi, perusahaan dapat menurunkan biaya bunganya melalui swap.
4. Risiko Nilai Tukar Valuta Asing
Risiko nilai tukar valuta asing terkait dengan investasi pada anak perusahaan, dan utang anak
perusahaan yang dinyatakan dalam valuta asing
Analisis Derivatif

1. Tujuan penggunaan derivatif mengidentifikasi tujuan perusahaan menggunakan derivatif dinilai


sangat penting. hal ini disebabkan oleh resiko terkait dengan derivatif spekulasi lebih tinggi
dibandingkan derivatif untuk lindung nilai.
2. Resiko yang dihadapi dan Efektivitas strategi lindung nilai
Saat seorang analis menyimpulkan bahwa suatu perusahaan menggunakan derivatif sebagai lindung
nilai, ia harus menganalisis risiko dasar suatu perusahaan, strategi manajemen risiko perusahaan,
aktivitas lindung nilainya, dan efektivitas operasi lindung nilai.
3.Risiko Khusus Transaksi versus Risiko Perusahaan secara Keseluruhan
Perusahaan melakukan lindung nilai atas risiko khusus yang terkait dengan transaksi, komitmen, aset,
dan/atau utang tertentu. Meskipun melindungi risiko tertentu biasanya mengurangi keseluruhan risiko
yang dihadapi perusahaan terhadap variabel ekonomi mendasar, perusahaan jarang menggunakan
derivatif dengan tujuan untuk melakukan lindung nilai atas keseluruhan risiko perusahaan.
4. Cakupan dalam Laba Operasi atau Non-operasi
Masalah analisis lainnya adalah apakah keuntungan dan kerugian instrumen derivatif yang sudah
(belum) direalisasi akan dimasukkan sebagai bagian dari laba operasi atau non-operasi. Jika derivatif
merupakan instrumen lindung nilai, keuntungan dan kerugian belum (sudah) direalisasi seharusnya
tidak termasuk dalam laba operasi.
Ketentuan Nilai Wajar
1. Aset dan Kewajiban yang Sesuai untuk Pilihan Nilai Wajar
SFAS 159 memperbolehkan perusahaan untuk melaporkan rangkaian luas aset (kewajiban) keuangan
pada nilai wajarnya. Namun, hal berikut tidak diperkenankan dalam SFAS 159 untuk dilaporkan
dalam nilai wajarnya, sebagai berikut: (1) investasi pada anak perusahaan yang perlu dikonsolidasi,
(2) aset (kewajiban) imbalan pascapensiun, (3) aset (kewajiban) sewa guna usaha, (4) kontrak asuransi
jenis tertentu, (5) komitmen pinjaman, dan (6) investasi metode ekuitas dengan kondisi tertentu.
2. Ketentuan Pelaporan
Jika perusahaan memilih pilihan nilai wajar untuk aset (kewajiban), ketentuan berikut ini akan
mengikutinya:
Nilai yang tercatat dari aset (kewajiban) dalam neraca akan selalu pada nilai wajarnya pada saat
tanggal neraca.
Semua perubahan dalam nilai wajar aset (kewajiban), termasuk keuntungan dan kerugian yang
belum direalisasikan akan dimasukkan dalam laba bersih.
Perusahaan dapat memilih untuk melaporkan porsi keuntungan dan kerugian yang belum direalisasi
secara berbeda dengan komponen arus kas (seperti bunga, dividen, atau keuntungan dan kerugian
yang belum diakui) atau bersama-sama.

Implikasi Analisis
1. Keandalan Pengukuran Nilai Wajar
Analis memiliki tugas untuk mengevalusi keandalan pengukuran nilai wajar dan akibatnya terhadap
laporan

keuangan.

2. Adopsi Oportunistis dari SFAS 159


SFAS 159 memperbolehkan suatu perusahaan melakukan pembatasan siginifikan mengenai aset atau
kewajiban khusus apa yang dapat diberlakukan pilihan nilai wajar. Seorang analis perlu melakukan
verifikasi apakah pemilihan nilai wajar merupakan tindakan oportunistis dengan tujuan mempercantik
laporan keuangan.
Akuntansi Penggabungan Usaha
FASB mengeluarkan dua standar penting (SFAS 141 "Business Combination" dan SFAS 142
"Goodwill and Other Intangible Assets") terkait dengan akuntansi dan pelaporan penggabungan
usaha. Standar ini mengharuskan penggunaan metode pembelian dalam akuntansi akuisisi dan tidak
diamortisasinya goodwill.
Dalam akuntansi metode pembelian, perusahaan harus mengakui nilai pasar wajar aset berwujud dan
aset tak berwujud yang diperoleh dalam neracanya yang diakui bersamaan dengan nilai pasar wajar
dari kewajiban yang diasumsikan. Selanjutnya, aset berwujud disusutkan dan aset tak berwujud yang
dapat diidentifikasi diamortisasi selama estimasi masa manfaatnya. SFAS 142 menyatakan bahwa
goodwill tidak lagi diamortisasi. Pendekatan nonamortisasi ini, akan diaplikasikan pada goodwill
yang telah diakui sebelumnya maupun goodwill yang baru diperoleh. Goodwill akan diuji setiap tahun
untuk penurunan nilai. Jika nilai buku goodwill melebihi nilai wajarnya, rugi penurunan nilai akan
diakui sebesar selisih tersebut.
Laporan keuangan konsolidasi melaporkan hasil operasi dan kondisi keuangan perusahaan induk dan
anak perusahaannya dalam satu perangkat laporan.
Mekanisme Konsolidasi
Konsolidasi meliputi dua langkah: agregasi dan eliminasi. Pertama, laporan keuangan yang telah
dikonsolidasi menggabungkan aset, kewajiban, pendapatan, dan beban anak perusahaan dengan pos
yang berhubungan dengan laporan keuangan perusahaan induk. Langkah kedua adalah mengeliminasi
transaksi antarperusahaan (atau pos resiprokal) untuk menghindari penghitungan ganda (double
counting) atau laba yang diakui prematur.
Penurunan Nilai Goodwill
Goodwill yang dicatat dalam proses konsolidasi memiliki umur yang tak terbatas, dan karenanya tidak
diamortisasi. Namun, goodwill ditelaah setiap tahun untuk penurunan nilai (impairment).

Akuntansi
Penyatuan untuk Penggabungan Usaha
Perbedaan antara metode penyatuan dan akuntansi pembelian terletak pada jumlah yang dicatat
sebagai investasi awal dalam perusahaan yang diakuisisi.
Untuk analisis, berikut adalah ringkasan akibat yang mungkin timbul dari akuntansi penyatuan yang
membedakannya dari akuntansi pembelian:
Aset diperoleh dan dibawa pada nilai buku, bukan pada nilai pasar yang tersedia.
Penyajian aset yang lebih rendah (understatement) menghasilkan ekuitas gabungan yang lebih
rendah.
Penyajian aset yang lebih rendah (understatement) (termasuk persediaan, aset tetap, goodwill, dan
aset tidak berwujud) menghasilkan beban yang lebih rendah (seperti harga pokok penjualan,
penyusutan, dan amortisasi) dan menghasilkan laba yang lebih tinggi.
Penyajian aset yang lebih rendah kemungkinan menghasilkan keuntungan penghentian aset yang
lebih

tinggi.

Penyajian ekuitas yang lebih rendah atau penyajian laba yang lebih tinggi menghasilkan rasio return
on investment-ROI yang lebih tinggi.
Laporan laba rugi dan neraca gabungan disajikan kembali untuk seluruh periode yang dilaporkan.
Masalah-masalah dalam
Penggabungan Usaha
Pertimbangan Kontinjen, yi kondisi dimana disetujui bahwa penambahan uang akan dibayarkan oleh
pembeli kepada penjual jika target kinerja masa depannya tercapai oleh perusahaan yang dikombinasi.
Dengan sistem akuntansi kini, pembayaran masa depan dengan pengembalian tinggi, diakui sebagai
tambahan biaya pembelian ketika uang sudah dibayarkan (biasanya disebut kenaikan goodwill).

Alokasi Total Biaya


Setelah total harga/biaya perolehan aset yang diakuisisi dapat ditentukan, harga perolehan tersebut
harus dialokasikan ke masing-masing aset. Aset yang dapat diidentifikasi meliputi aset tidak berwujud
dan aset berwujud. SFAS 141 mengharuskan perusahaan untuk mengidentifikasi dan menilai kategori
aset tak berwujud yang spesifik, meliputi:
1. Merek dagang dan aset lain yang terkait dengan pemasaran.
2. Kesepakatan untuk tidak bersaing.
3. Daftar pelanggan, kontrak, dan aset lain yang terkait dengan pelanggan.
4. Aset tak berwujud yang terkait dengan seni artistik seperti tulisan atau lagu, video dan bahan
audiovisual, termasuk program televisi dan video musik.

5. Aset tidak berwujud yang terkait dengan hubungan kontraktual seperti lisensi, royalti, iklan, dan
kontrak manajemen, perjanjian sewa guna usaha atau waralaba, hak penyiaran, kontrak kerja, dan
sejenisnya.
6. Paten, perangkat lunak komputer, basis data, rahasia dagang atau formula rahasia, dan aset lain
yang terkait dengan teknologi.
Masalah-masalah dalam Penggabungan Usaha
Utang dalam Laporan Keuangan Konsolidasi
Kewajiban dalam laporan keuangan konsolidasi tidak beroperasi sebagai lawan aset.
Keuntungan dari Penawaran Perdana Saham Anak Perusahaan
IPO menjadi makin umum dilakukan oleh anak perusahaan karena perusahaan berusaha mendapatkan
laba yang tidak diakui (unrecognized gain) dalam nilai saham anak perusahaannya, dan pada saat
yang sama mempertahankan pengendalian atas anak perusahaan.
Penjualan dan Pendapatan sebelum Akuisisi
Saat akuisisi anak perusahaan dilakukan di pertengahan tahun, perusahaan hanya melaporkan ekuitas
mereka dalam pendapatan dari anak perusahaan dari tanggal akuisisi ke depan. Terdapat dua metode
menurut GAAP untuk mencapai hal tersebut:
1. Perusahaan dapat menerbitkan laporan laba rugi konsolidasi dengan penjualan, beban, dan laba
anak perusahaan dari tanggal akuisisi ke depan.
2. Perusahaan dapat melaporkan dalam laporan laba rugi konsolidasinya penjualan dan beban anak
perusahaan seluruh tahun dan menarik laba sebelum akuisisi sehingga hanya laba setelah akuisisi
yang dimasukkan dalam laba bersih konsolidasi.
Push-Down Accounting
Akuntansi pembelian (purchase accounting) mensyaratkan aset dan kewajiban perusahaan yang
diakuisisi dimasukkan dalam laporan keuangan konsolidasi perusahaan pengakuisisi pada nilai
pasarnya.
Masalah-masalah dalam Penggabungan Usaha
Keterbatasan Tambahan dalam Laporan Keuangan Konsolidasi
1. Laporan keuangan masing-masing perusahaan yang membentuk entitas yang lebih besar tidak
selalu dibuat berdasarkan basis yang dapat diperbandingkan.
2. Laporan keuangan konsolidasi tidak mengungkapkan pembatasan penggunaan kas di masingmasing perusahaan.
3. Perusahaan dengan kondisi keuangan yang buruk sering kali digabungkan dengan perusahaan yang
kondisi keuangannya kuat, sehingga mengaburkan analisis kitakarena aset satu perusahaan yang

dikonsolidasikan tidak dapat digunakan untuk membayar kewajiban perusahaan yang lain.
4. Tingkat transaksi antarperusahaan tidak dapat diketahui, kecuali prosedur yang mendasari proses
konsolidasi

dilaporkan

laporan

konsolidasi

umumnya

hanya

menyajikan

hasil

akhir.

5 Akuntansi untuk konsolidasi anak perusahaan keuangan dan asuransi menimbulkan masalah khusus
bagi analisis.
Konsekuensi Akuntansi Goodwill
Definisi akuntansi atas goodwill. Goodwill merupakan selisih lebih antara harga perolehan dan nilai
pasar wajar aset bersih yang diperoleh dalam transaksi pembelian. Dari segi analis, Goodwill
mencerminkan nilai ekonomis nyata seperti nama dagang yang memerlukan pengembangan dan
pemeliharaan yang mahal dan kelebihan pembayaran karena harapan yang tidak realistis, antusiasme
yang berlebihan, atau tiadanya penilaian, atau analisis yang tepat.