Anda di halaman 1dari 31

PATOLOGI SISTEM PENCERNAAN

Drh. Hernomoadi Huminto, MVS


Dr. Drh. Eva Harlina, MSi

BAGIAN PATOLOGI
DEPARTEMEN KLINIK, REPRODUKSI DAN PATOLOGI
FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2014

RONGGA MULUT
Kelainan yang ditemui di rongga mulut dapat disebabkan oleh:
Gangguan pertumbuhan
Trauma
Keracunan
Peradangan
Infeksius: viral, bakterial, fungal
Autoimun
Neoplasma
GANGGUAN PERTUMBUHAN
Cleft palate (palatoschisis): sumbing
- Kegagalan bergabungnya tulang-tulang maksilaris
- Lubang terbentuk di palatum durum dengan berbagai ukuran
- Mengganggu proses menyusui & makan, menyebabkan infeksi kronis
rongga hidung
- Disebabkan oleh kelainan genetik atau pemberian preparat steroid
selama kebuntingan
Cleft lip/Hare lip/Brachygnathia
- Superior: pemendekan maksila
- Inferior: pemendekan mandibula

a. Cleft palate

b. Cleft lip

Pergigian
- Anomali gigi
- Gigi dewasa tidak tumbuh atau gigi susu yang tidak lepas
- Odontodystrophy:
Hipoplasia enamel: reaksi sekunder pada anjing yang terinfeksi virus
distemper
Keracunan fluorin, malnutrisi, defisiensi vitamin A
TRAUMA
Fraktura tulang-tulang maksila dan mandibula
Dislokasi sendi rahang
Benda asing: sering ditemukan tulang di rongga mulut anjing

STOMATITIS DAN GINGIVITIS

Terminologi umum untuk peradangan pada rongga mulut: stomatitis


Peradangan pada lidah: glossitis
Peradangan pada gingiva: gingivitis
Peradangan rongga mulut dapat disebabkan oleh agen infeksius viral,
bakterial, fungal maupun trauma, bahan kimia ataupun penyakit
sisemik
Bentuk: vesicula, macula, papula, erosi hingga ulkus
Gejala klinis yang umum: anoreksia (karena kesakitan saat mastikasi),
hipersalivasi.

1. VESICULAR STOMATITIS
Vesikula: lepuh, yaitu peninggian epidermis atau membrana mukosa yang
kecil, berbatas jelas dan mengandung cairan sereous.
Jika ditemukan tanda atau lesio stomatitis pada penyakit-penyakit di
bawah ini, segera laporkan pada Dokter Hewan yang Berwenang:
1. Foot and Mouth Disease/ FMD/PMK (Picornavirus): ruminansia, babi
(tidak ditemukan di US)
2. Vesicular Stomatitis (Rhabdovirus): ruminansia, babi, kuda
(ditemukan di US)
3. Vesicular Exanthema (Calicivirus): babi (tidak ditemukan di US)
4. Swine Vesicular Disease(Enterovirus): babi (tidak ditemukan di US)
Stomatis yang ditimbulkan oleh penyakit2 tsb tidak bisa dibedakan secara
PA &HP.
Menimbulkan kerugian ekonomi karena berat badan turun, aborsi -- stress
karena kesakitan pada rongga mulut, kulit maupun teracak
Infeksi sekunder menyebabkan endotoksemia
Pada FMD, lesio kadang dijumpai pada esophagus, rumen, puting dan
vulva

(a) Lepuh yang pecah, domba, FMD


Vesicular Exanthema

b)

Lepuh

yang

pecah,

babi,

Foot and Mouth Disease, bovine


2. EROSIF dan ULSERATIF STOMATITIS
Disebabkan oleh infeksi nvirus, defisiensi vitamin C, uremia
Bentuk: stomatitis erosif dan stomatitis ulseratif
Erosi: kehilangan lapisan superfisial dari epidermis atau membrana
mukosa
Ulser: kehilangan semua lapisan dari epidermis atau membrana
mukosa, kadang hingga ke membrana basalis
Penyakit-penyakit viral yang menimbulkan stomatitis erosifhingga
ulseratif:
1. Bovine Viral Diarrhea-Mucosal Disease (BVD-MD)
2. Malignant Catarrhal Fever (MCF)
3. Rinderpest
4. Bloe Tongue
5. Equine Viral Rhinotracheitis
6. Feline Calicivirus
BVD MUCOSAL DISEASES
Sangat menular, tidak selalu menyebabkan kematian
Gejala klinis: demam, diare, tidak vesikula tapi ulserasi di mukosa,
leukopenia
Serotipe virus: cythopathic dan non cytopathyc
Kejadian penyakit Normal:
- Terjadi pada hewan-hewan yang immunocompetent (hewan dengan
kekebalan baik)
- Menimbulkan gejala subklinis atau penyakit yang ringan
Kejadian penyakit Mukosal:
- Infeksi berlangsung pada 4 bulan kebuntingan
- Aborsi, mumifikasi fetus, gangguan pertumbuhan (hipoplasia
cerebellum)
Hewan yang survive (bertahan):
- Infeksi berlangsung persisten
- Terjadi pada kelompok hewan immunotoleran
Infeksi persisten, hewan immunotolerant, menyebabkan:
- Superinfeksi dengan strain cytopathyc

Tidak mampu membentuk kekebalan yang efektif


Infeksi yang berlangsung parah:
- Fatality rate mendekati 100%
- Anoreksia, diare berdarah,
demam, nasal discaharge
yang
berbentuk
mukus,
ulserasi sepanjang saluran
pencernaan

BVD - Mucosal Disease

MALIGNANT CATARRHAL FEVER


Disebabkan oleh beberapa tipe herpes virus gamma
Menyerang sapi, rusa, dan ungulata lainnya
Terdapat dua serotipe virus:
- Herpes virus ovine tipe 2 (di Amerika Utara)
- Alcelaphine herpes virus tipe 1: endemik pada wildebeest di Afrika;
menyerang ruminansia di bonbin dan juga sapi-sapi Afrika
PA: ulserasi pada mukosa, edema, nasal discharge yang mukopurulen,
lymphadenopathy
HP: - proliferasi limfoid
- fibrinoid vascular necrosis:nekrosis pada dinding pembuluh darah

Erosi dan ulkus pada palatum


gusi, dan buccal papillae

durum,

(a). Erosi dan ulkus pada lidah


(b) Fibrinoid vascular necrosis
3. STOMATITIS NEKROTIK

DIFTERIA ANAK SAPI (Necrobacillosis orolaryng)


Stomatitis yang berakhir dengan nekrosis
Necrobacillosis orolaryng: nekrosis -- di daerah oral hingga laring -agen berbentuk filament coccoid gram negatif
Disebabkan Fusobacterium necrophorum yang hidup di lingkungan &
saluran nafas atas
Pemicu: kandang yang kotor, defisiensi nutrisi, ada penyakit lain, atau
didahului luka akibat sonde lambung, spekulum dan alat pencekok
lainnya
Nekrosa terjadi di lidah, palatum, pipi, pharyng, laryng dan pangkal
trakea berupa ulkus dengan tepi yang tegas, bagian tengah ulkus

dilapisi eksudat kering berwarna kuning kelabu (fibrinonekrotik). Saat


kronis tepi ulkus menyembul, pertanda terbentuk fibrosis.
Komplikasi: kematian oleh toksemia/fusobakteremia, asphyxia oleh
eksudat, bronchopneumonia aspirasi dan ulserasi mukosa rumen
F. necrophorum juga menyerang orolaryng spesies lain. Pada primata
lesio disebut noma.

(a) Stomatitis nekrotikan di palatum durum


akibat
infeksi
Fusobacterium
necrophorum)

(b) Glossitis nekrotikan

(c). Fusobacterium necrophorum (PAS).

FELINE CALICIVIRUS
Disebabkan oleh RNA virus
Virus memiliki kemampuan bermutasi yang tinggi
Menimbulkan tingkat virulensi yang bervariasi
Infeksi yang persisten:
Menimbulkan gejala klinis yang minimal
Virus ditularkan melalui saliva, sekresi nasal dan feses
Gejala klinis:
Ulcus di lidah dan bantalan telapak
Wajah dan conjunctiva edema
Pneumonia pada kitten

4. PAPULAR STOMATITIS
Papula: peninggian kulit atau membrana mukosa yang kecil, berbatas
jelas
Pustula: pengumpulan pus di atas atau di bawah kulit atau membrane
mukosa
Makula: lesio lingkaran kecil yang tidak berwarna di kulit atau membran
mukosa yang tidak menonjol dipermukaan
BOVINE PAPULAR STOMATITIS
Menyerang anak sapi umur 1 bulan -- 2 tahun
Disebabkan oleh virus parapox
Lesio berupa proliferasi epidermis berbentuk papula, nodula, macula di
lidah, gingiva, palatum, esophagus, rumen dan omasum
Membentuk inclusion body intrasitoplasma yang eosinofil

(b)

(c)

Bovine papular stomatitis. (a), (b): Papula ditemukan di palatum durum,


buccal cavity.
(c). Ballooning degeneration dari sel epitel pada
stratum spinosum

CONTAGIOUS ECTHYMA (ORF)


Menyerang domba dan kambing, namun jarang pada manusia
Disebabkan oleh virus parapox
Lesio: proliferasi epidermis di bibir, mulut, ambing
Menyebabkan penurunan berat badan/keterlambatan pertumbuhan
karena nyeri
Termasuk penyakit yang self limiting

Radang - lepuh - pecah. - keropeng. Sel epitel epidermis hyperplasia


(proliferative dan degenerasi hidropis), inclusion body intrasitoplasmik.

PAPILLOMATOSIS
Disebabkan oleh kelompok papova virus, menyebabkan bovine papilloma
virus dan canine papilloma virus
Papilloma (warts/kutil) dapat tumbuh di mukosa rongga mulut, esophagus
dan rumen (sapi)
Lesio biasanya menghilang dengan sendirinya

WOODEN TONGUE (LIDAH PAPAN)


Disebabkan oleh bakteri Actinobacillus lignieresii
Peradangan membentuk abses yang kronis sehingga disebut peradangan
granulomatosa kronis (pyogranuloma)
Terbentuk fibrosis yang hebat, menyebabkan lidah mengeras sehingga
disebut lidah papan
Mikroskopis: adanya fenomena Splendore-Hoeplli: koloni bakteri yang
dikitari struktur eosinofil antibody. Sering juga ditemukan granul sulfur di
daerah peradangan.

(a), (b). Lidah papan yang disebabkan oleh radang


pyogranuloma akibat infeksi A. lignieresii. (c) Fenomena SplendoreHoeplli: radiating amorphic eosinophilic, clublike structures composed of
Ig molecules.
GLOSSITIS UREMIA
Lesio yang umum dijumpai pada kasus gagal ginjal pada anjing dan jarang
ditemukan di kucing
Gejala klinis:
- Mukosa buccal sianotik

- Ulcerasi di lidah dengan tepi ulkus yang membengkak


Mikroskopis: Epitel mukosa yang nekrosis dengan ulserasi
- Nekrosis arteriol kecil di lidah
- Lesio vaskula yang iskemik
- Berhubungan erat dengan kadar ammonia darah dan pembentukan
lesio

(a)

(b) Erosi-ulkus lidah karena uremia (c) Glossitis iskemik


pada uremia
Ulkus lidah karena uremia

PENYAKIT PERIODONTAL

Peradangan yang bersifat destruktif pada gingival -- terbentuk


crevice/celah
Bakteria subgingival terus berproliferasi sehingga menyebabkan
kerusakan yang mendalam: merusak stroma gingival, ligament
periodontal dan tulang alveolar
Dampak: gigi lepas, bakterimia, osteomyelitis, bacterial endocarditis

(a). Celah pada gusi


akibat periodontitis
LESIO PROLIFERATIF DAN NON-NEOPLASTIK RONGGA MULUT
Hiperplasia gingiva: merupakan proliferasi jaringan gingival yang nonneoplastik
Disebabkan peradangan kronis yang berhubungan erat dengan penyakit
periodontal
Sering ditemukan pada anjing-anjing kelompok brachycephalic
Ditemukan fokus fokus radang dan ulserasi

Mikroskopis: ditemukan jaringan fibrous yang matang, hiposellular

EPULIS
Fibromatous epulis
Tumbuh diantara gigi, di palatum durum atau dekat gigi, melekat pada
periosteum namun tidak menginvasi tulang
Massa fibrous tumbuh dari ligament periodontal
Lesio kenyal, keras berwarna pink kelabu
Hampir sama penampilannya dengan hiperplasia gingiva

KELENJAR LUDAH

Sialoadenitis: peradangan pada kelenjar ludah (jarang ditemukan


pada bidang veteriner)
Sialodacryoadenitis (SDA) disebabkan oleh virus corona pada tikustikus laboratorium; pada anjing yang mengalami rabies atau distemper
Ranula: terbentuknya kista atau distensi saluran sublingual atau
kelenjar mandibula
- Terjadi di dasar mulut sepanjang lidah.
- Penyebab tidak diketahui.
Salivary mucocoele (sialocoele): pseudocyst yang berisi saliva yang
menyebabkan peradangan dengan formasi jaringan granuloma
- Penyebab diduga karena trauma, benda asing atau sialolith
- Sialolith: batu di kelenjar atau di duktus
- Terbentuk dari epitel kelenjar yang terlepas dan dikelilingi oleh
mineral
Tumor: biasanya berasal dari epitel kelenjar atau duktus
(adenoma/adenokarsinoma). Bisa juga berasal dari mesenkim atau
mixed tumor termasuk osteosarcoma

ESOPHAGUS
Fungsi dalam digesti:
Meneruskan bolus pakan dari pharynx ke lambung dengan kontraksi otototot dinding esophagus
Lapis mukosa epitel banyak lapis, berguna untuk menangkal pakan kasar,
dan diberi mucus pelindung yang berfungsi sebagai pelicin sehingga
bolus mudah lewat
Perjalanan esophagus:
Dari bagian belakang pharynx berupa spinkter/pintu masuk
Esophagus berjalan di leher
Memasuki rongga thorax, melalui pangkal jantung, menembus
diaphragma
Sesampainya di rongga perut menyambung dengan lambung dengan
membentuk pintu/spinkter masuk lambung
Gangguan spinkter esophagus atas:
Sewaktu menelan bolus pakan, bagian pakan salah masuk trakhea,
membawa kontaminan mikroba, menyebabkan terjadi trakheitis dan
bronchopneumonia aspirasi
Berbagai penyebab salah telan: tonsillitis, pharingitis, radang epiglottis
(penutup pangkal trakhea sewaktu menelan), laryngo-tracheitis
Gangguan fungsi spinkter esophagus bawah:
Reflux esophagitis
Beberapa individu sewaktu menelan, spinkter bawah terbuka terlalu lama,
sehingga asam lambung naik lalu merusak mukosa esophagus
Vomitus berlebihan/berulang menimbulkan asam lambung merusak
mukosa esophagus
Penyakit yang timbul akibat hambatan di esophagus:
Esophagitis
Hewan kecil sering mempermainkan benda asing (CA/corpus alienum
yang bukan pakan) dengan mulutnya seperti batu, bola, yang tertelan
dan berhenti di esophagus
Hewan kelaparan/rakus tanpa mastikasi dengan benar, langsung menelan
pakan yang masih terlalu besar kemudian berhenti di esophagus (CA
pakan)
Mega esophagus
Kelemahan syaraf untuk kontraksi/kerusakan otot-otot dinding esophagus
menyebabkan terjadi akumulasi pakan dalam esophagus di daerah
anterior lambung, sehingga lama-kelamaan esophagus melar (mega
esophagus)

Dinding esophagus mengalami luka primer (tumor, infestasi cacing


Spirocerca lupi), stenosis (penyempitan), dapat menimbulkan mega
esophagus
Stenosis esophagus pada ruminansia menimbulkan gagal eruktasi, gas
terakumulasi dalam retikulorumen (timpani) dan membengkak, rongga
abdomen meluas mendesak rongga dada, paru dan jantung sulit
mengembang, hewan mati oleh asphyxia.

(a). Sarang/nodul cacing Spirocerca lupi.


Spirocerca lupi.

(b).

Cacing

TEMBOLOK
Esophagus pada avian memiliki perluasan lokal: tembolok
Radang tembolok (ingluvitis)
Ingluvitis candidiosis: infeksi khamir/candida pada unggas
- Penebalan dan nekrosa epitel banyak lapis dinding dalam tembolok
- Pada epitel tsb. dijumpai pseudohyphae dan spora candida
- Khamir ini umumnya menyerang individu yang sedang mengalami
imunosupresi akibat infeksi virus Gumboro.
Pada penderita HIV sering ditemui mengalami stomatitis candidiosis
Ingluvitis proliferatif
Pada burung merpati, tembolok terinfeksi protozoa Trichomonas sp.
sehingga menimbulkan radang dengan jaringan nekrotik berlebihan
Akibatnya merpati betina tidak mampu memproduksi susu tembolok
untuk anak-anaknya.

LAMBUNG

Lambung ruminansia ada 4 bagian: rumen, retikulum, omasum dan


abomasum

Lambung 1, 2, dan 3 tempat digesti mikrobial. Dari lambung-lambung ini


dihasilkan energi (laktat, piruvat, dll) yang langsung diabsorpsi dan
memasuki darah
Abomasum adalah lambung kelenjar sebagaimana non-ruminansia

Lambung ruminansia dari pandangan kanan. Diaphragma (garis merah)


menempel pada retikulum (15). Esophagus (17), limpa (18) menempel di
sebelah kiri atas rumen (1-13).
Ruminasi pada rumiansia
Ruminansia: sapi, kerbau, kambing, domba, kijang, dll
Pada ruminansia, esophagus digunakan kembali setelah merumput, untuk
melakukan ruminasi
Ruminasi dimulai dengan regurgitasi: ingesta/pakan dalam retikulum
kembali memasuki esophagus lalu ke rongga mulut, untuk dimastikasi
agar lebih lembut, lalu ditelan lagi melalui esophagus ke dalam rumen
Ada saatnya gas yang terbentuk oleh fermentasi mikrobial dalam retikulorumen mengalami eruktasi (pengeluaran gas lambung melalui mulut).
Sapi memproduksi gas
50 L/jam, domba & kambing 5 L/jam
Gas harus keluar melalui esophagus dengan kecepatan tinggi. Bila
terhambat, timbul timpani (akumulasi gas besar-besaran dalam retikulorumen) yang dapat membunuh ruminan.
Anatomi dan Histologi Saluran Cerna

Sel
Chief dan sel parietal

Sel mukus

(b)
(a) Vesikula sekretori mengandung pepsinogen, tampak di apikal
sitoplasma sel chief.
(b)Di dalam sitoplasma sel parietal tampak berwarna agak cerah tempat
asam/HCl dipompakan.

Sel mucus: mensekresi mukus yang bersifat alkaline


Sel parietal: mensekresi HCl
Sel Chief: mensekresi pepsinogen (yang akan menjadi pepsin, enzim
proteolitik)
Sel G: mensekresi hormon gastrin

Sel Mukus
Mensekresi mukus (di lambung maupun usus)
Mukus yang bersifat alkaline: memproteksi epitel dari asam dan enzimenzim pencernaan
Mengandung HCO3: sebagai buffer pH proteksi alkaline untuk melawan
keasaman
Menyediakan lingkungan yang lengket agar Ig A dapat melekat
Menyediakan lubricant (proteoglikan), yang membentuk lapisan licin dan
tipis
Memproteksi epitel agar tidak mudah robek
Kerusakan epitel lambung akan segera diganti dengan epitel yang baru
dengan
cara
epitel
melar
membentuk
lamellipodia
(yang
mengikutsertakan aktin & cytoskeleton) sehingga dapat membungkus
area yang rusak
HARDWARE DISEASE
Paku atau benda asing lainnya yang tertelan menembus diafragma,
sambil membawa kontaminan mikroba dari retikulumm, kemudian
melukai kantong jantung dan otot jantung. Akibatnya kantong jantung
mengalami perikarditis traumatika dan paru-paru mengalami pneumonia
gangrenosa

(a) (b)
(c)
Paku menembus dinding retikulum (a) dan benda asing lainnya (b)
menyebabkan perikarditis traumatika (c).
BLOAT/KEMBUNG/TIMPANI
Pencernaan ruminansia mengandalkan fermentasi mikroba dalam retikulorumen. Pembentukan gas dalam kompartemen lambung ini selalu dibuang
dengan cara bersendawa/eruktasi, dan gas naik lewat esofagus keluar
dari mulut. Bila lumen esofagus tersumbat (obstruksi), maka gas tidak
keluar tetapi terkumpul dalam retikulo-rumen dan timbul kondisi
kembung.
Bloat/kembung/tympani: kondisi melarnya retikulo-rumen oleh akumulasi
gas yang berlebihan. Berasal dari over fermentasi atau obstruksi
esophagus. Paling sering ditemukan pada sapi, tetapi tidak jarang
ditemukan pada domba dan kambing.
Dua tipe kembung
1. Frothy bloat/kembung berbusa (prymary tympani)
2. Free gas bloat/kembung tanpa busa (secondary tympani)
Kembung tanpa busa
Terjadi pada hewan yang tak mampu bersendawa sehingga gas terkumpul
dalam rumen akibat obstruksi esophagus (benda asing, abses, tumor),
motilitas/kontraksi
retikulo-rumen
terhambat,
reticular
adhesion,
kerusakan inervasi syaraf ke rumen).
Ruminan terbaring pada punggung tidak dapat melalkukan sendawa (akan
di operasi)
Kembung berbusa
Sering akibat hijauan muda yang dalam fermentasinya mengeluarkan gas
yang terperangkap dalam busa.
DILATASI LAMBUNG DAN VOLVULUS

(a).

Gastric

dilation

(b). Volvulus
Gastric dilation (melar):
Terbentuk gas berlebihan akibat fermentasi pakan (banyak biji-bijan,
kuda, sapi).
Obstruksi intestinal
Lambung melar dapat menyebabkan ruptur dinding lambung.
Ciri ruptur antemortum: adanya perdarahan dan peradangan (fibrin).
Gastric volvuls
Lambung terpuntir diawali karena lambung melar/dilatasi akibat penuh
pakan/udara
Lambung berotasi pada penggantungnya/mesenterium 180 0, 2700 atau
3600.
Akibatnya terjadi gastric volvulus.
Ikut terpuntir esophagus atau mesenterium, yang akan menimbulkan
cincin anemis
Limpa ikut terlipat sehingga berbentuk huruf V
HERNIA DIAPHRAGMATIKA

Hati dan lambung masuk ke rongga dada, menggencet paru-paru dan


jantung
Hernia diaphragmatika disebabkan oleh trauma tumpul (pukulan,
tendangan, tabrakan) pada dinding perut
Jika disebabkan oleh tusukan, tusukan tersebut menembus diaphragma
RADANG LAMBUNG

Untuk mendiagnosa kelainan pada saluran pencernaan, cermati isi lumen


dan perubahan pada mukosanya.

(a) (b)
(a) dan (b) Nekropsi lambung, dilakukan penyayatan pada curvatura
mayor. Rugae/lipatan mukosa lambung hiperemia, lambung kosong
pakan, hanya lendir, diagnosa PA: gastritis kataralis
(a)
(b)
(c)
a.

GASTRITIS HEMORRHAGIS
Anjing yang mengalami sindrom uremia, salah satu cirinya ditemukan
lesio berupa gastritis uremia
Gastritis uremia menghasilkan eksudat berbentuk muco-hemoragis
hinga hemoragis berat
b. LAMBUNG DENGAN ULKUS KRONIS
Adanya resiko mengalami peritonitis, perdarahan kronis atau
pembentukan adenokarsinoma
Disebabkan iritasi yang berulang, menyebabkan timbulnya peradangan
kronik aktif di tepi ulkus
Tepi ulkus menjadi tebal dan merah
c. ABOMASITIS HEMORRHAGIS AKUT PADA RUMINANSIA
Tiga penyebab:
- Stres sehingga terbentuk ulcus/tukak lambung
- Luka karena CA
- Infeksi parasit yang berat, biasanya H. contortus
Tukak lambung sering diakibatkan kondisi stress pada pedet sapihan yg
dikumpulkan dalam jumlah besar untuk penggemukan.
Tukak lambung karena stress menimbulkan perdarahan kronis
CA ujung tajam: luka/ulkus

CA penyumbat: phytobezoar, pillibezoar (bola rambut), gumpalan


tali/plastik
Resiko Abomasitis
- Produksi getah lambung berkurang (HCl & enzim)
- Diantara fungsi getah abomasum adalah membunuh mikroba yang
tiba bersama pakan di rumen, retikulum & omasum
- Mikroba rumen yang mati dalam abomasum digunakan untuk
sumber nutrisi yang di absorpsi di usus halus
- Terjadi infeksi mukosa abomasum dan terbentuk tukak lambung
- Juga dapat menjadi penyebab enteritis
Resiko lain abomasitis hemorrhagis:
Anemia (RBC menghilang)
Hipoalbunemia/hipoproteinemia (plasma menghilang)
Edema umum (hipoproteinemia, karena protein plasma sebagai
pengikat cairan)
Jika terjadi edema paru atau edema otak, timbul kematian

GASTRITIS HIPERTROPIK (hipertrofi sel mucus saja)

Penebalan rugae
Disebabkan oleh retensi kronis gastrik fluid ataupun reflux cairan
empedu
Disebabkan juga oleh infestasi Haemonchiosis & ostertagiosis pada
abomasum
Sel pembentuk asam lambung hypoplasia
Akibatnya pepsinogen tidak menjadi pepsin
Mikroba
retikulo-rumen
tidak
terbunuh,
sehingga
dapat
menyebabkan abomasitis & enteritis

RUMENITIS

a
bc
(a) Rumenitis kronis karena Fusobacterium necrophorum (b) Rumenitis
karena Mucormycosis, yang didahului dengan atoni rumen dan pH rumen
yang meningkat.

USUS

Vili secara keseluruhan ditutupi oleh entrocyte yang matang dan


absortif.
Diantara entrocyte ditemukan sel goblet, sel yang mensekresi mucus.
Sel-sel entrocyte hidup hanya beberapa hari, setelah mati sel akan
terlepas dan masuk ke lumen untuk kemudian menjadi bagian dari
ingesta yang selanjutnya dicerna dan diserap
Kripta Lieberkuhn adalah bagian villi yang melipat ke bawah, yang
terdiri atas epitel-epitel muda yang berperan dalam sekresi primer.
Bagian dasar dari kripta adalah stem sel, yang secara terus-menerus
membelah dan menjadi sumber dari semua epitel untuk kripta maupun
villi.
Peradangan akan menstimulasi sel Paneth untuk mensekresikan
bahan-bahan antimikroba yang poten, yaitu:
- Defensin:jika terpapar bakteri (baik Gram positif maupun negatif),
atau produk bakteri seperti lipopolisakarida, muramyl dipeptida dan
lipid A

Lysozyme dan
antimikrobia

phospholipase

A2,

yang

merupakan

zat

Peyer
halus

Peyer Paches (PP): Nodul/folikel


tempat akumulasi sel-sel limfoid,
makrofag dan sel-sel dendritik
Lapis epithelium absortif terhadap
antigen dan penjuluran Dendritic
Cell bersifat phagocityc terhadap
antigen

patches (PP) di usus

Dendritic Cell (DC): makrofag


APC (Antigen Presenting Cell)
Penjuluran DC mencapai lapis
epithelium

Dendritic Cell (DC)

(a)

(b)

(c)

(a) Ujung villus sehat: langsing, jumlah sel mononukleus dalam propria
sedikit, bagian dari propria seperti kapiler jelas
(b) Enteritis: villus atrofi (memendek dan bengkak), jumlah sel leukosit
dalam propria meningkat
(c) Neutrofil: infeksi bakteri pathogen telah menembus barrier
epithelium, perusak telah melukai villi, epithelium terkelupas (deskuamasi
atau erosi)

ENTERITIS
ENTERITIS KATARRHALIS

Mikroskopis: metaplasia dari sel-sel goblet


(pembentuk lendir)
Mukosa usus hiperemia, bengkak
(bergelombang), berkaca-kaca, dengan
eksudat lendir/mucus (lendir pada kilauan
cahaya tampak menjadi keunguan).
Penyebab: iritasi ringan, infeksi dini, infeksi
ringan

ENTERITIS FIBRINOSA
Villi yang nekrosa dan
eksudat fibrin yang
mengelupas/
deskuamasi
Sisa mukosa
meninggalkan luka
terbuka/ulkus

ENTERITIS FIBRINOSA pada SALMONELLOSIS.

Necrotic enteritis
NECROTIC ENTERITIS (NE)
Dijumpai pada ayam yang disebabkan oleh Clostridium perfringens
Bakteri anaerob ini berasal dari kolon dan sekum
Migrasi bakteri dibantu oleh gerakan antiperistaltik usus
Mencapai usus halus kemudian menimbulkan enteritis

Umumnya didahului enteritis oleh coccidia

BUTTON ULCER

Ulkus kronis berbentuk kancing pasca enteritis fibrinous


Hewan karier, menjadi sumber penular bakteri salmonella dari fesesnya,
yang dapat mengkontaminasi air dan pakan bagi hewan lain

MYCOBACTERIUM PARATUBERCULOSIS

Mukosa usus

bergelombang oleh M.
paratuberculosis

Fokus akumulasi sel-sel epiteloid, sel raksasa tipe Langhans yang dikitari
oleh sel-sel mononukleus (limfosit, makrofag) dan fibroblast.

Mycobacterium paratuberculosis
Lipatan mukosa usus bergelombang (corrugated) oleh adanya sarangsarang granuloma pada propria mukosa.
Infeksi bakteri ini menimbulkan radang kronis dengan stimulus berlebihan
pada makrofag sehingga menjadikan sel-sel epitheloid dan syncytia
epitheloid membentuk sel raksasa tipe Langhans.
Sarang inflamasi kronis, granulomatous pada paratuberculosis terbentuk
di propria villi usus terutama ileocecal dan lgl mesenterica
PANLEUKOPENIA/DISTEMPER KUCING/PARVOVIRUS ENTERITIS

Enteritis hemorrhagis yang segmental (jejunum dan sedikit ileum).


Virus merusak kripta usus, menyisakan epitel regeneratif yang berisi
inclusion body intra nucleus

ENTERITIS HEMORRHAGIS

Penyebab: Eksudat megandung darah di lumen usus


Adanya enzim pencernaan membuat darah menghitam
Coccidial
enteritis ayam
- Parvovirus enteritis anjing dan kucing
- Encylostomiaisis (ancylostoma enteritis anjing).

PERITONITIS (RADANG SEROSA RONGGA PERUT)

Peritonitis

di

lapis

luar

saluran

cerna.
Peritonitis di kapsula
hati, limpa, pankreas dan
ginjal.

Dapat terjadi di:


Lapis dalam dinding rongga perut
Lapis luar pembungkus saluran cerna
Kapsula hati, limpa, pankreas dan ginjal
Mesenterium, omentum, air sac, lemak abdomen
Indikator peritonitis parah: cairan keruh/fibrinus dalam rongga perut
(bedakan dengan ascites)
TORSIO INTESTINAE

Torsio intestinae

Torsio intestinae (usus terpelintir) akan menjepit mesenterium tempat


lalunya buluh darah
Akibatnya usus mengalami infark

INTUSSUSCEPTIO/INVAGINASIO INTESTINAE

Intesusceptio/invaginasio intestinae

Mesenterium terjepit sehingga vaskula terkunci


Akibatnya usus iskemia lalu infark

Anda mungkin juga menyukai