Anda di halaman 1dari 14

Prota, Promes dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kelas VIII SMP

PAPER
UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH
Pengembangan Program Pembelajaran IPA
yang dibimbing oleh Bapak Sugiyanto
OLEH
Rifka Amilia

(130351615569)

Pendidikan IPA / Offering A

\
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
PRODI PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
Maret 2016

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran


Satuan Pendidikan
Kelas/Semester
Mata Pelajaran
Topik
Pertemuan KeAlokasi Waktu

:
:
:
:
:
:

Sekolah Menegah Pertama


VIII/Semester I
Ilmu Pengetahuan Alam
Zat Aditif dan Za Adiktif
5 pada Bulan November
3 JP (3 x 40 Menit) / 1 pertemuan

A. Kompetensi Dasar
1.1 Mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan tentang aspek fisik dan kimiawi, kehidupan dalam ekosistem, dan
peranan manusia dalam lingkungan serta mewujudkannya dalam pengamalan ajaran agama yang dianutnya.
2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur; teliti; cermat; tekun; hati-hati; bertanggung jawab;
terbuka; kritis; kreatif; inovatif dan peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari.
3.7 Mendeskripsikan zat aditif (alami dan buatan) dalam makanan dan minuman (segar dan dalam kemasan), dan zat adiktifpsikotropika serta pengaruhnya terhadap kesehatan.
4.7 Menyajikan data, informasi, dan mengusulkan ide pemecahan masalah untuk menghindari terjadinya penyalahgunaan zat aditif
dalam makanan dan minuman serta zat adiktifpsikotropika.
B. Indikator Pencapaian Kompetensi
1.1.1

Menyadari peran manusia untuk menjaga kesehatan diri sendiri dan orang lain sebagai bentuk syukur atas ciptaan Tuhan Yang
Maha Esa.

2.2.1

Menunjukkan perilaku ilmiah (rasa ingin tahu, jujur dan teliti) saat melakukan pembelajaran zat aditif dalam makanan.

3.7.1 Mengidentifikasi zat aditif (alami dan buatan) dalam makanan (Segar dan dalam kemasan) serta pengaruhnya terhadap kesehatan
manusia.
4.7.1 Melakukan percobaan untuk menyelidiki pengaruh pewarna makanan pada kesehatan manusia.

C. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari meteri, peserta didik diharapkan dapat melakukan hal hal berikut:
1. Siswa bersyukur atas ciptaan tuhan Yang Maha Esa dengan menyebutkan cara merawat diri sendiri.
2. Siswa memiliki sikap rasa ingin tahu saat pengenalan macam-macam zat aditif pada makanan.
3. Siswa memiliki sikap jujur dan teliti saat melakukan percobaan dalam menyelidiki pewarna makanan pada kesehatan manusia.
4. Siswa dapat mengidentifikasi pengertian zat aditif buatan dan zat aditif alami .
5. Siswa dapat menyebutkan contoh zat aditif baik buatan maupun alami pada bahan makanan.
6. Siswa dapat menjelaskan mengenai dampak penggunaan zat aditif alami dalam makanan segar terhadap kesehatan manusia.
7. Siswa dapat menjelaskan mengenai dampak penggunaan zat aditif (buatan dan alami) dalam makanan kemasan terhadap kesehatan
manusia.
8. Siswa dapat menyelidiki pengaruh pewarna makanan pada kesehatan manusia dengan percobaan sederhana.
D. Materi Ajar
a. Pengertian Zat Aditif
Setiap hari kita memerlukan makanan untuk mendapatkan energi (karbohidrat dan lemak) dan
untuk pertumbuhan sel-sel baru, menggantikan sel-sel yang rusak (protein). Selain itu, kita juga
memerlukan makanan sebagai sumber zat penunjang dan pengatur proses dalam tubuh, yaitu vitamin,
mineral, dan air. Sehat tidaknya suatu makanan tidak bergantung pada ukuran, bentuk, warna,
kelezatan, aroma, atau kesegarannya, tetapi bergantung pada kandungan zat yang diperlukan oleh
tubuh. Suatu makanan dikatakan sehat apabila mengandung satu macam atau lebih zat yang
diperlukan oleh tubuh. Setiap hari, kita perlu mengonsumsi makanan yang beragam agar semua jenis
zat yang diperlukan oleh tubuh terpenuhi. Hal ini dikarenakan belum tentu satu jenis makanan
mengandung semua jenis zat yang diperlukan oleh tubuh setiap hari. Supaya orang tertarik untuk
memakan suatu makanan, seringkali kita perlu menambahkan bahan-bahan tambahan ke dalam
makanan yang kita olah. Bisa kita perkirakan bahwa seseorang tentu tidak akan punya selera untuk
memakan sayur sop yang tidak digarami atau bubur kacang hijau yang tidak memakai gula. Dalam hal
ini, garam dan gula termasuk bahan tambahan. Keduanya termasuk jenis zat aditif makanan. Zat aditif
bukan hanya garam dan gula aja, tetapi masih banyak bahan-bahan kimia lain.
Zat aditif makanan ditambahkan dan dicampurkan pada waktu pengolahan makanan untuk
memperbaiki tampilan makanan, meningkatkan cita rasa, memperkaya kandungan gizi, menjaga

makanan agar tidak cepat busuk, dan lain sebagainya . Bahan yang tergolong ke dalam zat aditif
makanan harus dapat:
memperbaiki kualitas atau gizi makanan;
membuat makanan tampak lebih menarik;
meningkatkan cita rasa makanan; dan
membuat makanan menjadi lebih tahan lama atau tidak cepat basi dan busuk.
Zat-zat aditif tidak hanya zat-zat yang secara sengaja ditambahkan pada saat proses
pengolahan makanan berlangsung, tetapi juga termasuk zat-zat yang masuk tanpa sengaja dan
bercampur dengan makanan. Masuknya zat-zat aditif ini mungkin terjadi saat pengolahan, pengemasan,
atau sudah terbawa oleh bahan-bahan kimia yang dipakai.
b. Macam Zat Aditif
Zat-zat aditif tidak hanya zat-zat yang secara sengaja ditambahkan pada saat proses pengolahan
makanan berlangsung, tetapi juga termasuk zat-zat yang masuk tanpa sengaja dan bercampur dengan
makanan. Masuknya zat-zat aditif ini mungkin terjadi saat pengolahan, pengemasan, atau sudah
terbawa oleh bahan-bahan kimia yang dipakai. Zat aditif makanan dapat dikelompokkan menjadi dua
golongan, yaitu:
1. zat aditif yang berasal dari sumber alami, seperti lesitin dan asam sitrat;
2. zat aditif sintetik dari bahan kimia yang memiliki sifat serupa dengan bahan alami yang sejenis, baik
susunan kimia maupun sifat/fungsinya, seperti amil asetat dan asam askorbat.
Ada berbagai macam bahan aditif yang biasa ditambahkan pada makanan. Ada yang dibuat secara
alami maupun sintetik. Macam bahan aditif antara lain adalah sebagai berikut.
a. Bahan pewarna
Bahan pewarna adalah bahan aditif yang berfungsi meningkatkan kualitas kenampakan bahan
makanan. Bahan pewarna dapat berupa pewarna alami dan buatan. Contoh Pewarna Alami adalah
kunyit dan pandan. Contoh pewarna buatan adalah eritrosin.
b. Pemanis
Bahan pemanis yang alami dan biasa dipakai pada makanan dan minuman adalah gula pasir, gula
aren, gula kelapa, gula lontar, atau gula bit. Rasa manis dapat muncul karena bahanbahan tersebut
mengandung sukrosa. Pemanis buatan yang dapat dipakai pada bahan makanan dalam batas-batas
tertentu antara lain aspartam, sakarin, kalium asesulfam, dan siklamat. Pemanis buatan memiliki
tingkat kemanisan yang melebihi sukrosa beberapa kali lipat. Bahan pemanis dapat berupa pemanis

alami dan buatan: Pemanis alami yang biasa dipakai adalah gula sedangkan pemanis buatan biasa
dikonsumsi oleh orang yang menderita sakit kencing manis.
c. Pengawet
Pengawet adalah bahan yang ditambahkan untuk memperpanjang masa simpan produk makanan
dan minuman. Pengawetan secara alami dapat berupa pemanasan, pengasapan, pengeringan, dan
pembekuan. Pengawetan secara kimiawi dapat dilakukan dengan penambahan beberapa macam
bahan kimia. Bahan kimia yang boleh ditambahkan pada makanan antara lain asam benzoat, kalsium
benzoat, asam propionat, dan kalsium propionat.
d. Penyedap makanan.
Penyedap makanan dipakai untuk meningkatkan rasa dan aroma. Penyedap rasa adalah bahan
tambahan makanan yang dipakai untuk meningkatkan cita rasa makanan. Penyedap rasa ada yang
diperoleh dari bahan alami maupun sintetik. Contoh penyedap makanan dari bahan alami adalah
jahe, ketumbar, dan gula. Sedangkan contoh penyedap makanan dari bahan sintetis adalah MSG.
c. Dampak Penggunaan Zat Aditif
Zat aditif tersebut biasanya muncul pada proses pengolahan makanan. Secara keseluruhan, penggunaan zat- zat aditif untuk
campuran makanan dapat berdampak positif dan negatif. Berikut ini adalah uraiannya. Ayo cermati.
1. Dampak Positif Penggunaan Zat Aditif
Berbagai macam penyakit dapat muncul dari kebiasaan manusia mengkonsumsi makan yang kurang memperhatikan
keseimbangan gizi. Misalnya, penyakit gondok yang berupa pembengkakan kelenjar pada leher. Penyakit gondok
disebabkan karena tubuh kurang mendapatkan zat iodin. Penyakit gondok dapat dicegah dengan mengkonsumsi bahan
makanan yang mengandung zat iodin. Zat iodin dapat kita peroleh dari garam dapur yang biasa digunakan untuk
memberikan rasa asin pada makanan. Selain penyakit gondok, kekurangan iodin dapat pula menyebabkan penyakit
kretinisme (kekerdilan). Orang yang memiliki penyakit diabetes melitus (kencing manis) perlu menjaga kestabilan kadar
gula dalam darahnya. Penyakit ini dapat disebabkan karena pola hidup yang tidak sehat. Untuk menjaga kestabilan kadar
gula dalam darah, bagi penderita diabetes melitus disarankan untuk mengkonsumsi sakarin (pemanis buatan) sebagai
pengganti gula. Kekurangan konsumsi makanan yang mengandung vitamin dapat menimbulkan berbagai penyakit pada
manusia, misalnya penyakit Xerophtalmia. Penyakit Xerophtalmia merupakan penyakit yang menyerang mata, yaitu

terjadinya kerusakan pada kornea mata. Penyakit ini jika tidak diatasi, maka dapat menimbulkan kebutaan. Untuk
menghindari penyakit Xerophtalmia, perlu mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin A.
2. Dampak Negatif Penggunaan Zat Aditif
Kemajuan teknologi di bidang pangan dapat memacu manusia untuk menciptakan bahan makanan dengan
kualitas yang makin baik. Kualitas makanan yang baik tidak dapat dilihat dari bentuk tampilan luarnya saja, akan tetapi
yang paling penting adalah kandungan gizi dalam makanan tersebut.
Saat ini telah banyak ditemukan makanan yang unggul karena telah melalui berbagai proses produksi sehingga
memiliki ketahanan yang lebih lama jika dibandingkan dengan kondisi normalnya. Misalnya, ikan sarden dalam kemasan
kaleng dapat bertahan berbulan-bulan, bahkan hingga satu tahun lamanya tanpa mengalami pembusukan. Ikan sarden
tersebut dapat bertahan lama setelah ditambahkan zat pengawet pada proses produksi makanan tersebut. Namun, bahan
makanan yang menggunakan zat pengawet tidak dapat dikonsumsi setelah melewati masa kadaluarsa.
Beberapa bahan makanan yang berdampak negatif terhadap orang yang mengkonsumsinya adalah sebagai
berikut

Penggunaan sakarin sebagai pemanis buatan secara berlebihan, dapat merangsang tumbuhnya sel-sel tumor kandung
kemih.
Penggunaan garam siklamat dapat membuat proses metabolisme tubuh menghasilkan senyawa sikloheksamina,
dimana senyawa ini dapat menjadi penyebab penyakit kanker, dan mengganggu sistem pencernaan.
Formalin dan boraks yang sebenarnya merupakan bahan pengawet non-pangan namun masih sering dipakai untuk
mengawetkan makanan, menimbulkan dampak yang kompleks bagi kesehatan, diantaranya: gangguan sistem syaraf,
pendarahan di lambung, komplikasi pada otak, gagal ginjal, dan berbagai jenis penyakit lainnya yang menyerang
organ otak, hati, ginjal, serta kulit (Bahaya Formalin & Bahaya Boraks).
Monosodium Glutamat (MSG) atau vetsin dapat menyebabkan Chinese Restaurant Syndrome, yaitu rasa sakit pada
bagian kepala, seperti kepala berdenyut serta pusing. Selain itu juga dapat merusak jaringan syaraf, trauma, stress,
hipertensi, depresi, alergi kulit dan mempercepat penuaan.
Zat sulfit serta turunannya merupakan pemicu serangan asthma.

Hampir semua jenis zat aditif pewarna dapat memicu terjadinya reaksi anapilaksis, yakni reaksi terhadap alergi yang
akut dengan disertai shock secara tiba-tiba.
Zat nitrat dengan berbagai macam variasinya merupakan pemicu terjadinya reaksi gatal-gatal dan munculnya bilurbilur pada kulit.
Natamysin untuk mengawetkan makanan dapat menyebabkan mual dan muntah, diare, dan menurunnya nafsu makan.
Kalium Asetat pada zat pengawet dapat menjadi penyebab rusaknya fungsi ginjal.
Kalsium Benzoat pada zat pengawet dapat memicu serangan asthma.
Kalsium dan Natrium propionate yang digunakan secara berlebihan, dapat menjadi peyebab penyakit migren, sulit
tidur dan kelelahan.
Rhodamin B pada zat pewarna dapat menyebabkan kanker, keracunan paru-paru, dan penyakit pada hidung,
tenggorokan, serta usus.
Sunset Yellow pada zat pewarna dapat merusak kromosom.
Quinoline Yellow pada pewarna makanan, mengakibatkan hyperplasian, hypertrophy, dan carcinomas kelenjar tiroid.
Carmoisine pada zat pewarna, menjadi penyebab kanker hati serta menimbulkan alergi.
Natrium metasulfat untuk pengawet makanan, dapat menyebabkan alergi kulit.
Ponceau 4R untuk pewarna makanan bisa menimbulkan anemia serta kepekatan hemoglobin.
Nitrit dan Nitrat pada pengawet makanan, dapat menimbulkan keracunan, sulit bernapas, mengurangi kemampuan sel
darah dalam membawa oksigen ke organ-organ tubuh, anemia, radang ginjal, sakit kepala, dan muntah-muntah.
Siklamat pada zat pemanis, menjadi penyebab penyakit kanker (karsinogenik).
Sakarin pada zat pemanis dapat menimbulkan infeksi serta kanker kandung kemih
Aspartan sebagai pemanis buatan, adalah penyebab gangguan saraf dan tumor otak.
Sulfur Dioksida pada zat pengawet, dapat mennyebabkan luka lambung, serangan asma, kanker, alergi, serta mutasi
genetic.
CFC dan Tetrazine pada zat pewarna bisa merusak organ ginjal, hati serta meningkatkan risiko hiperaktif pada anakanak.

E. Metode Pembelajaran

1 Pendekatan

: Scientific

2. Metode

: Diskusi dan Eksperiment

3. Model

: Problem Based Learning

F. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1


Tahapan Dan

Kegiatan Siswa

Langkah-Langkah
PBL
Pendahuluan

1. Siswa berdoa sebelum pembelajaran


2. Siswa menyimak video pewarna makanan dan
produk makanan yang mengandung pewarna yang
ada di depan kelas (Mengamati)
3. Siswa mengemukakan masalah yang timbul dari
video dan pengamatan produk makanan.
Merumuskan Masalah
Siswa 1, Di makanan itu ada bahan-bahan yang
(No 3)
tidak dikenal bu.
Siswa 2, Jadi makanan itu ada yang berbahaya
bu.
Siswa 3, Berarti kita tidak boleh makan makanan
itu bu, karena tidak baik bagi kesehatan.(untuk
jawaban no.4)

Sumber
Belajar

Kegiatan Fasilitas

Video,
Produk
makanan,
Guru

1. Melakukan pembukaan dengan salam


pembuka dan berdoa untuk memulai
pembelajaran
2. Mengecek absensis siswa, kerapihan
tempat duduk dan kondisi kebersihan
kelas, serta menyebutkan judul materi
yang akan dibahas.
Anak-Anak, hari ini kita akan
mempelajari bab Zat Aditif dan Zat
Adiktif
3. Menyuruh siswa untuk memperhatikan
video, setelah itu memperhatikan

Keteranga
n

(20 Menit)

4. Siswa menjawab apersepsi berupa pertanyaan dari


guru.
P1 :
Siswa 1, tidak tahu bu.
Menganalisis Masalah
Siswa 2, Zat aditif itu tidak baik bagi kesehatan
bu
(No 4)
Siswa 3. Zat Aditif itu tidak baik jika digunakan
pada makanan(untuk jawaban no.6)
P2 , P3, P4: tidak ditanyakan karena siswa belum
tahu
5. Siswa Bertanya mengenai zat aditif dalam makanan.
Siswa 1, Ibu, apakah zat aditif itu semuanya tidak
baik?
6. Siswa menyimak penjelasan mengenai tujuan
pembelajaran dan agenda percobaan yang akan
dilakukan.
7. Siswa dibagi menjadi 7 kelompok yang terdiri dari 4
siswa.

berbagai produk makanan.


4. Guru menanyakan siswa mengenai apa
yang dapat ditangkap dari video yang
telah ditampilkan.
Nah, setelah kalian melihat video dan
memperhatikan produk makanan ini,
apa yang dapat kalian sampaikan?
5. Mengaitkan materi yang kita pelajari
dengan kebesaran Tuhan
Nah anak-anak ternyata makanan yang
kita makan mengandung bahan-bahan
yang belum tentu baik bagi kesehatan,
ternyata tuhan itu menciptakan banyak
zat yang kita tidak kita kenal. Oleh
karena itu kalian harus lebih hati-hati
dalam mengkonsumsi makanan
disekitar
6. Memberi apersepsi dengan
mengajukan pertanyaan yang relevan
dengan materi yang dibahas yaitu
Apa itu zat aditif?
Apa saja macam zat aditif?
Apakah Ada zat aditif dalam
makanan?
Apakah pengaruh zat aditif dalam
makanan bagi kesehatan manusia?
8. Menjawab pertanyaan siswa dengan
singkat (tidak berceramah). Wah,

pertanyaan yang bagus dari siswa 1. Zat


aditif itu tidak semuanya tidak baik.oleh
karena itu tolong simak tujuan dan
percobaan yang akan kalian lakukan.
Nanti kalian akan mengetahui jawaban
dari siswa 1.
9. Menjelaskan mengenai tujuan, dan
agenda pembelajaran.
Nah,, karena kalian belum tahu tentang
zat aditif. Hari ini kita akan melakukan
pembelajaran mengenai zat aditif. Dan
juga nanti ada percobaan juga mengenai
zat aditif(pewarna) dalam makanan yang
sering kalian makan
10. Membagi siswa menjadi 7 kelompok
yang terdiri dari 4 siswa.
Inti

Merumuskan
Hipotesis
(No 3)

Mengumpulkan Data

1. Siswa mengamati berbagai produk makanan yang


telah disediakan (saus tomat, cincau cendol). Dan
mengamati LKS yang diberi guru.
2. Siswa diberi kesempatan untuk mengidentifikasi
sebanyak mungkin masalah yang berkaitan dengan
pengertian zat aditif, macam zat aditif dan contohnya
dalam makanan, dampak zat aditif dalam makanan
bagi kesehatan manusia. (Mengamati)
3. Berdasarkan tujuan Pembelajaran dan LKS yang
telah diterima, siswa memberikan hipotesis dan
menuliskannya pada lembar kerja siswa
4. Siswa memulai percobaan. Dan mengumpulkan data
yang berdasarkan LKS yang telah diberikan.

Produk
1.Mengatur siswa untuk duduk bersama
Makanan,
kelompoknya dan menyiapkan alat dan
LKS,
bahan bagi setiap kelompok.
2.Menyuruh setiap kelompok mengamati
Buku
LKS dan kemudian berbagai produk
Teks,
makanan yang telah disediakan (saus
Internet,
tomat, cincau, dan cendol).
Guru
3.Memberi kesempatan untuk
mengidentifikasi zat aditif (pengertian,
macam, dan pengaruh zat aditif dalam
makanan bagi kesehatan manusia)
4.Mempersilahkan siswa untuk melakukan

(10 Menit)

40 Menit
(No 4-6)

(No 4)

Pengujian Hipotesis
(No 7)

Penutup

Merumuskan
Rekomendasi dan
Pemecahan Masalah
(No 2)

(Mencoba/Mengumpulkan Data atau Informasi)


5. Siswa menuliskan data yang telah diambil pada
lembar kerja siswa (Mencoba/Mengumpulkan Data
atau Informasi)
6. Siswa berdiskusi untuk mengisi pertanyaan yang ada
di LKS.
7. Siswa mencari sumber rujukan untuk memverifikasi
dan menguatkan hasil pengamatan (melalui internet
dan buku text) (Mengasosiasi/menganalis data)
1. Siswa menyimpulkan hasil pengamatan yang telah
didiskusikan dan menuliskannya pada LKS.
(Mengkreasikan)
2. Siswa memberikan saran menganai cara manusia
menjaga tubuhnya dari zat aditif dalam makanan.
Siswa 1, Manusia harus lebih teliti dalam memilih
makanan yang dikonsumsi
Siswa 2, Manusia harus tau apa saja zat aditif
yang tidak baik bagi kesehatan
(Mengkomunikasikan)
3. Beberapa siswa mereview hasil kegiatan yang telah
dilakukan di depan kelas. (Mengkomunikasikan)
3. Siswa bersama guru bersama-sama mereview dan
menyimpulkan hasil pembelajaran.

kegiatan berdasarkan LKS yang ada


5.Mengamati aktivitas siswa (Afektif dan
Psikomotorik)
6.Setelah siswa melakukan percobaan dan
mendapatkan data, guru menyuruh
siswa untuk memverifikasi jawaban
data yang mereka peroleh dengan
sumber belajar yang ada (buku dan
internet)
LKS,
Buku
Teks,
Guru

1.Mengamati kegiatan siswa saat


menyimpulkan hasil percobaan.
2.Menyuruh siswa untuk memberikan saran
menganai cara manusia menjaga
tubuhnya dari bahan zat aditif dalam
makanan.
Setelah kalian percobaan, kalian
sudah tahu makanan apa yang
mengandung zat aditif berbahaya,
menurut kalian bagaimana cara
manusia menjaga tubuh kalian dari zat
aditif dalam makanan?
3.Menyuruh beberapa siswa untuk
mereview hasil kegiatan yang telah
dilakukan di depan kelas.
4.Mereview dan menyimpulkan hasil
pembelajaran bersama siswa.
5.Memberikan penghargaan bagi siswa
yang aktif dan kelompok yang terbaik.
6.Memberikan tugas kepada siswa.
7.Menutup pembelajaran dengan membaca

30 Menit
(No 7)

20 Menit

dan doa.

G. Lembar Kerja Siswa


Menyelidiki Pewarna pada Makananyang Aman bagi Tubuh
Pastikan pewarna pada makanan yang dikonsumsi adalah pewarna yang aman
Apa yang harus disiapkan?
1. Bahan makanan berpewarna yang akan diuji (saus tomat, cincau cendol dll) masing-masing 50 gram
2. Air 50 ml
3. Pistil dan mortal
4. Pipet
5. Benang wol
6. Kaki tiga
7. Kawat kasa
8. Pemanas bunsen/lampu spirtus
9. Gelas kimia
10. Deterjen

Apa yang harus dilakukan?


1. Campurkan 50 gram bahan makanan yang akan diuji dengan 50 ml air, kemudian dihaluskan
2. Masukkan masing-masing bahan makanan yang akan diuji ke dalam gelas kimia yang berbeda
3. Celupkan beberapa potongan benang ke dalam masing-masing gelas kimia
4. Panaskan masing-masing gelas kimia dengan pemanas bunsen/lampu spirtus. Pastikan kaki tiga, kawat kassa dan gelas kimia
tersusun dengan benar. Berhati-hatilah saat menyalakan bunsen. Gunakan sarung tangan tahan panas untuk mengangkat gelas
kimia yang telah dipanaskan.
5. Dinginkan sampai benar-benar dingin.
6. Ambil benang wol yang telah dicelupkan pada larutan bahan makanan. Cucilah benang wol tersebut dengan deterjen.
7. Bandingkan hasilnya dalam tabel dengan memberi tanda centang (V), sesuai dengan hasil pengamatan. Pewarna makanan yang
aman dikonsumsi akan hilang dari benang saat benang dicuci
Tabel hasil pengamatan
N

Jenis Bahan

Warna Hilang

o
1
2
3
4
5

Apa yang dapat kamu simpulkan?

Warna tidak Hilang

Berdasarkan data pengamatan, buatlah kesimpulan yang menyatakan jenis-jenis bahan makanan yang menggunakan pewarna
aman atau tidak aman.