Anda di halaman 1dari 10

1

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang Masalah


Lantai merupakan penutup permukaan tanah dalam ruangan di sekitar

rumah. Lantai menjadi tempat pijakan kaki dimanapun kita berada oleh karena itu,
lantai merupakan tempat bersarangnya kuman berbahaya yang berbahaya bagi
kesehatan, jadi kita harus senantiasa menjaga kebersihan lantai setiap harinya.
Kebersihan lantai merupakan salah satu indikasi kebersihan suatu tempat
secara umum dan lantai juga merupakan tempat penularan berbagai penyakit
ataupun penyebaran mikroorganisme. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk
menjaga kebersihan lantai. Contohnya, kebiasaan melepas sepatu sebelum masuk
ke rumah. Selain itu, masyarakat juga menggunakan cairan pembersih lantai untuk
menjaga kebersihan lantai. Cairan pembersih lantai memiliki berbagai macam
kandungan zat kimia yang tentunya masyarakat belum banyak mengetahui akan
bahaya yang dapat ditumbulkan oleh cairan pembersih lantai.
Berangkat dari masalah itulah penulis mengangkat judul Pembersih
Lantai

Bagi

Kesehatan

sebagai

langkah

awal

bagi

penulis

untuk

mensosialisasikan beberapa kandungan aktif dalam cairan pembersih lantai serta


bahaya yang dapat ditimbulkan kepada masyarakat.
1.2

Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka dapat diambil rumusan masalah

sebagai berikut :
1. Bagaimanakah kandungan kimia dalam pembersih kamar mandi dan
lantai?
2. Bagaimanakah mekanisme komponen utama dalam membersihkan kamar
mandi dan lantai?
3. Bagaimanakah prinsip pemilihan bahan dan pembuatan pada hommade
toilet cleaner ?
4. Bagaimanakah bahaya penggunaaan pembersih kamar mandi dan lantai?
1.3

Tujuan
Berdasarkan latar belakang diatas, maka dapat diambil rumusan masalah

sebagai berikut :

1. Mengetahui kandungan kimia dalam pembersih kamar mandi dan lantai.


2. Mengetahui mekanisme komponen utama dalam membersihkan kamar
mandi dan lantai.
3. Mengetahui prinsip pemilihan bahan dan pembuatan pada hommade
toilet cleaner.
4. Mengetahui bahaya penggunaaan pembersih kamar mandi dan lantai.
1.4

Manfaat Makalah
Memberikan wawasan kepada pembaca tentang komponen kimia dalam

dalam pembersih kamar mandi dan lantai, mekanisme komponen utama dalam
membersihkan kamar mandi dan lantai, serta bahaya dari penggunaan
pembembersih kamar mandi dan lantai.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1

Komponen penting dalam pembersih kamar mandi dan lantai dan


fungsinya
Berdasarkan analisis yang diperoleh pada cairan pembersih lantai di

kontrakan, terdapat dua bahan aktif yang berperan dalam pembersihan lantai,
yaitu sebagai berikut :

Benzalkonium Klorida

Benzalkonium Klorida juga dikenal sebagai BZK, yaitu alkil dimetil


benzil ammonium klorida dan ADBAC, adalah bahan aktif-permukaan kationik
dari golongan ammonium kuaterner.Senyawa ini memiliki tiga kategori utama
penggunaan : sebagai biosida, surfaktan kationik, dan bahan transfer fase dalam
industri

kimia.

Zat

kimia

ini

merupakan

campuran

nitrogen

dari

alkilbenzildimetilammonium klorida dengan panjang rantai alkil bernomor-genap.


Bagaimanakah profil senyawa kimia ini ? Di bawah ini akan dijelaskan mulai dari
sifat-sifat, ketersediaan, aplikasi, aktivitas biologi dan keamanannya. Nama lain
benzalkonium klorida ialah N-Alkil-N-benzil-N,N-dimetilammonium klorida,
ADBAC, BC50, BC80, senyawa ammonium kuaterner.
Efek Samping yang umum adalah gatal, iritasi dan hiperemia. Jika terjadi,
sebaiknya pasien menghentikan pengobatan tersebut. Berikut ini juga telah
dilaporkan: Hipersensitivitas: blepharitis, kelopak mata dermatitis ( 0.1-<5%).
Pengobatan : Gatal, iritasi, konjungtivitis, infeksi konjungtiva, misalnya lesi
kornea, keratitis superfisial difus ( 0.1-<5%), mata debit (<0,1%).
Berdasarkan analisis yang diperoleh dari kajian literatur dari internet
tentang komponen utama dalam pembersih lantai, yaitu sebagai berikut :
Desinfektan

Disinfektan adalah produk atau biosida yang digunakan untuk membunuh


mikroorganisme di dalam maupun di permukaan suatu benda mati. Zat ini tidak
harus bersifat sporosidal, melainkan sporostatik yaitu dapat menghambat
pertumbuhan kuman. Antiseptik adalah produk atau biosidayang dapat
menghancurkan atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme di dalam
maupun permukaan suatu jaringan hidup (Brooks et al.,2007). Beberapa
disinfektan yang biasa digunakan sebagai pembersih lantai adalah lysol
(klorofenol dan kresol), karbol (fenol) dan kreolin (Rasmika Dewi Dapdkk.,2008).
2.2

Mekanisme komponen utama dalam membersihkan kamar mandi


dan lantai
1. Benzalkonium Klorida

Mengubah permeabilitas membrane sel, efeknya dapat dihambat oleh bahan


organic, dan tidak bersifat iritatif.
2. Fenol
Zat ini bekerja dengan cara meningkatkan permeabilitas membran
sitoplasma sehingga menyebabkan kebocoran progresif komponen intraseluler.
Permeabilitas proton menyebabkan hilangnya rangkaian fosfolirasi oksidatif,
koagulasi sitoplasma hingga akhirnya terjadi lisis sel.
Fenol biasanya diformulasikan dalam bentuk solusi untuk meningkatkan
daya penetrasinya dan pada konsentrasi 5% bahan ini bersifat bakterisida ,
tuberkulosida, fungisida, dan virusida terhadap virus beramplop. Fenol tidak
efektif terhadap virus tidak beramplop dan spora.
Fenol dan kresol berbau khas dan bersifat korosif terhadap jaringan.
Walaupun demikian, fenol tahan terhadap pemanasan dan pengeringan sehingga
tidak terpengaruh oleh bahan-bahan organik, namun kurang efektif terhadap
spora.
Senyawa golongan ini biasanya digunakan untuk desinfeksi di bak mandi,
permukaan lantai, serta dinding. Keunggulan fenol, yaitu sifatnya yang stabil,
persisten, dan ramah terhadap beberapa jenis material. Kerugiannya, yaitu susah
terdegradasi, bersifat racun, dan korosif.
2.3

Hommade Toilet Cleaner dan prinsip pemilihan bahan dan


pembuatannya

Pada iklan-iklan ditelevisi dan macam macam produk karbol di pasaran,


terdapat salah satu produk karbol yang bergambar cemara. Berdasarkan kajian
literatur yang diperoleh penulis, memang terdapat bahan organik yang dapat
dipakai sebagai bahan pembuat cairan pembersih KM dan lantai yaitu getah pohon
pinus bukan dari getah pohon cemara. Getah pohon pinus di olah melalui proses
penyulingan akan menghasilkan minyak pinus yang dinamakan pine oil dan
residunya dinamakan arpus/gondorukem/gumrosin/siongka. Bentuk arpus mirip
bongkahan batu berwarna coklat kekuninga-kuningan mudah pecah. Arpus inilah
sebagai bahan utama sekaligus sebagai bahan aktif pembuatan karbol Arpus
mengandung desinfektan cocok untuk pembersih lantai sekaligus pembunuh
kuman, bakteri dan jamur sehingga kita terhindar penyakit. Minyak pinus (pine
oil) juga berfungsi sebagai desinfektan dan juga sebagai antiseptic.
Dalam pembuatan karbol ada dua cara yaitu cara dingin dan cara panas.
Cara dingin dengan menggunakan air dingin akan menghasilkan karbol berwarna
seperti kopi susu dan cara panas akan menghasilkan karbol berwarna seperti
minyak goreng. Arpus yang berbentuk bongkahan ini harus ditumbuk sampai
halus supaya mudah dilarutkan nantinya. Selanjutnya simak dibawah ini
Komposisi pembuatan karbol:
1. Arpus 1kg
2. NaOH secukupnya
3. Camper 50 gr
4. Pine Oil/Minyak pinus
5. Air 10 20 liter
Peralatan yang dibutuhkan: Penumbuk, Ayakan, Ember plastik, pengaduk
kayu.
Cara membuat:
1. Larutkan NaOH dalam air 6 liter di Ember plstik aduk rata
2. (1) + Arpus aduk rata dan biarkan beberapa lama
3. Larutkan Camper dalam minyak pinus terjadi larutan homogen
4. (2) + (3) aduk rata
5. (4) + beri sisa air yang dibutuhkan dan siap dikemas

Setelah mengetahui sedikit tentang komposisi bahan kimia dalam


perbersih lantai, mari kita bahas bagaimana cara mengatasi masalah kebersihan
lantai dengan alternatif yang lebih meminimalisir bahan kimia yang ada, sehingga
dampak negatif dari bahan-bahan kimia yang ada dapat kita tekan seminimal
mungkin demi kebaikan diri kita dan kebaikan lingkungan kita.
Berikut sedikit contoh alternatif bahan-bahan alami yang dapat digunakan
dalam pembersih lantai :

Cuka Putih dengan Air


Cuka merupakan bahan disinfektan ringan yang mampu membunuh

bakteri dan kuman sekaligus membantu mendapatkan lantai yang berkilau. Bau
cuka tidak akan bertahan lama setelah mengering di lantai.

Jeruk Lemon, Cuka Putih dan Air


Lemon diketahui memiliki asam yang dapat membersihkan lantai dan

membuatnya bersinar. pada sisi lain, Cuka juga banyak digunakan untuk
membersihkan lantai. Campur cuka putih, jus lemon, air untuk mengepel lantai.
Aroma lemon bisa mengharumkan rumah dengan lebih segar. Meski begitu,
jangan menggunakan bahan pembersih ini di lantai kayu karena lemon dan cuka
dapat merusak kayu.

Minyak Biji Rami dan Air


Bahan yang satu ini bisa digunakan untuk membersihkan dan

mengkilaukan lantai yang menggunakan lapisan kayu.

Baking Soda, Minyak Kayu Putih dan Air


Bahan baking soda memiliki kemampuan untuk menghilangkan noda

membandel dari lantai dan minyak kayu putih memiliki sifat anti-bakteri yang
membunuh kuman dan bakteri plus memberikan aroma yang menyegarkan di
rumah.
Mungkin dengan banyaknya varian alat pembersih rumah tangga yang ada
saat ini, tidak akan mungkin kita bisa 100% terlepas dari pengaruh bahan-bahan
kimia yang ada, namun sedikit informasi yang telah kita bahas diatas setidaknya
dapat mengurangi efek negatif dari bahan kimia dalam alat-alat kebersiahan
sehari-hari kita.

2.4

Bahaya penggunaaan pembersih


Sustainable Consumption and Production (SCP) menyatakan cairan

pembersih lantai mengandung bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan dan
lingkungan. "Iklan cairan pembersih lantai itu sangat menarik konsumen, padahal
bahan kimia yang terkandung di dalamnya berbahaya," kata Koordinator SCP
Lokal Surabaya Retno Widiastuti, Ahad (7/9). Menurut dia, isi iklan yang ada
selalu mendaku (klaim) bahwa cairan pembersih lantai dengan kombinasi bahan
aktif dapat mengangkat dan menghilangkan kotoran pada lantai. "Tidak hanya itu,
tetapi juga diklaim sebagai pembunuh kuman dan melindungi dari bakteri atau
antibakteri. Selain lantai, juga dapat membersihkan kamar mandi, permukaan
kompor, meja, dan kursi, termasuk juga untuk kandang binatang dan tempat
sampah," katanya. Dalam hal itu, masyarakat atau konsumen sering awam dan
mereka beranggapan segala hal yang berhubungan dengan bahan pembersih selalu
bermanfaat bagi kesehatan. "Mereka lupa kalau ada bahan aktif dalam produk
pembersih lantai yang sangat tidak ramah lingkungan dan berbahaya bagi
kesehatan manusia," katanya.
Dari label kemasannya yang beredar diketahui bahwa bahan aktif yang
terkandung dalam bahan pembersih lantai dan lantai kamar mandi adalah Cresylic
Acid (1,5 persen), Ethoxylated Alcohol (4 persen), Benzalkonium Chloride (2
persen), Natrium Lauril Eter Sulfat (2,5 persen), dan Alcohol Ethoxylate Natrium
Lauril Eter Sulfat atau disebut Sodium Laureth Sulfate (SLS). "SLS itu sering
menimbulkan iritasi kulit dan mata, terutama bagi yang sensitif. SLS menjadi
bahan penyebab polusi air (polutan) dan beracun bagi ikan dan organisme air.
Juga, dapat mencemari air tanah kita," katanya. Untuk Cresylic Acid atau disebut
juga cresol dinilai EPA (Environmental Protection Agency) AS sebagai bahan
yang memungkinkan menyebabkan kanker pada manusia (possible human
carcinogens). "Itu didasari uji klinis pada hewan bahwa golongan bahan kimia ini
dapat menyebabkan kanker. Bagi makhluk hidup, jika cresol ini terhirup, dapat
menyebabkan iritasi saluran pernapasan, sedangkan penelitian pada mencit dapat
memengaruhi peredaran darah, hati, ginjal, sistem syaraf, dan penurunan berat
badan," katanya. Selain untuk desinfektan, Cresol sering dipakai sebagai herbisida
dan insektisida. EPA sendiri belum merekomendasikan batas aman untuk

penggunaan Cresylic Acid dalam bentuk konsentrat. Sementara itu, Benzalkonium


Chloride merupakan bahan aktif yang sangat beracun bagi organisme air seperti
ikan. Benzalkonium chloride digunakan dalam bentuk cairan dan konsentrasi 10
persen bersifat toksik bagi manusia, yang dalam jangka waktu yang lama atau
terminum dapat menyebabkan kematian. "Jadi, memilih pembersih lantai dengan
kandungan yang aman untuk manusia adalah yang terpenting. Chlorine adalah zat
kimia berbahaya yang sering digunakan dalam cairan pembersih lantai," katanya.
Untuk mengetahui ada-tidaknya kandungan zat ini dapat dikenali dengan baunya
yang menyengat, biasanya

pada cairan pembersih kamar mandi/toilet.

"Kebanyakan produsen kini tidak lagi menuliskan 'Chlorine' dalam keterangan


produk, tetapi diganti dengan kata-kata lain, misalnya mengandung zat kimia
tertentu. Ini tentu merugikan konsumen. (REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA)
Oleh karena itu, kita sebagai konsumen harus mengenal ciri-ciri zat kimia yang
ada dan berbahaya.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil pembahasan yang telah diuraikan, maka dapat
dikemukakan beberapa kesimpulan sebagai berikut :
1. Kandungan utama kimia dalam pembersih kamar mandi dan lantai
berdasarkan analisis terhadap salah satu produk pembersih lantai adalah
Benzalkonium Klorida, sedangkan menurut kajian literatur kandungan
utamanya adalah zat desinfektan, yaitu fenol
2. Mekanisme Benzalkonium Klorida dalam membersihkan kamar mandi dan
lantai adalah mengubah permeabilitas membrane sel, efeknya dapat
dihambat oleh bahan organic, dan tidak bersifat iritatif.
3. Prinsip pemilihan bahan dalam pembuatan hommade toilet cleaner
adalah ketersediaan bahan, dan bahan utama yang bukan merupakan bahan
kimia dan bahan yang mudah dijangkau dalam kehidupan kita sehari-hari.
4. Bahaya penggunaaan pembersih kamar mandi dan lantai bagi kesehatan
adalah dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan mata, serta dapat
menyebakan kanker.
3.2 Saran
Berdasarkan hasil pembahasan, maka dapat diajukan beberapa saran
sebagai berikut :
1.

Kepada pembaca, agar lebih mensosialisasikan tentang kandungan cairan

2.

pembersih kamar mandi dan lantai.


Kepada masyarakat, diharapkan untuk berhati-hati dalam menggunakan
pembersih kamar mandi dan lantai agar aman bagi kesehatan dan jangan
mudah terpengaruh dengan variasi pembersih kamar mandi dan lantai yang

3.

diikalankan.
Kepada mahasiswa, diharapkan dapat meneliti lebih lanjut tentang bahan
kimia yang aman digunakan dalam pembersih kamar mandi dan lantai.

10

DAFTAR RUJUKAN

Anonim. 2011. Http://Properti.Kompas.Com/Read/2011/08/19/11071259/Bahan


Bahan.Alami.Pembersih.Kamar.Mandi. (Online) Diakses Tanggal 02 Maret 2016
Anonim. 2013. Http://Industri22ajengaviarini.Blogspot.Co.Id/2013/04/BahanKimia-Yang-Melekat-Pada-Tubuh.Html. (Online) Diakses Tanggal 02 Maret 2016
Anonim. 2013. Http://Www.Beritasatu.Com/Tips-Properti/104703-4-BahanAlami-Pembersih-Lantai.Html. (Online) Diakses Tanggal 02 Maret 2016
Anonim.
2014.
Http://Www.Republika.Co.Id/Berita/Gaya-Hidup/Info
Sehat/14/09/07/Nbj6jw-Hatihati-Cairan-Pembersih-Lantai-TernyataMembahayakan-Kesehatan. (Online) Diakses Tanggal 02 Maret 2016
Anonim.
2014.
Https://Wawasanilmukimia.Wordpress.Com/2014/01/21/
Benzalkonium-Klorida-Bahan-Aktif-Dalam-Pelicin-Pakaian . (Online) Diakses
Tanggal 02 Maret 2016
Anonim.
2015.
Http://Www.Putraindonesiamalang.Or.Id/Waspadai-BahanKimia-Rumah-Tangga.Html. (Online) Diakses Tanggal 02 Maret 2016
Malik, Iwan. 2008. Https://Iwanmalik.Wordpress.Com/2008/05/12/TahukahKamu-Karbol/. (Online) Diakses Tanggal 02 Maret 2016
Rahma, Eka. 2015. Penentuan Koefisisen Fenol Dan Pembersih Lantai Yang
Mengandung Pine Oil 2,5 % Terhadap Bakteri Pseudonomonas
Aeruginosa. Laporan Penelitian Pendidikan Dokter (Online) Diakses
Tanggal 27 Februari 2016
Santi, Sintha Soraya. 2009. Penurunan Konsentrasi Surfactan Pada Limbah
Detergen Dengan Proses Photokatalitik Sinar UV. Jurnal Teknik Kimia
(Online), Vol 4, No. 1 (Http://Www.UPN.Ac.Id, Diakses 29 Februari 2016