Anda di halaman 1dari 8

Jurnal Emitor

Vol. 13 No. 02

ISSN 1411-8890

SAKLAR LAMPU OTOMATIS DAN TIMER YANG DAPAT DIATUR UNTUK


MENYALAKAN DAN MEMADAMKAN SOUND SISTEM PADA PERSEWAAN
STUDIO MUSIK
1

Heru Supriyono , Bruri Setio Wahyudi , Bana Handaga


1
2

Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta

Alumnus Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta


3

Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta


Kontak email: herusupriyono@gmail.com

ABSTRAKSI
Pada pengelolaan sebuah persewaan studio musik, perlu orang yang secara rutin mengecek berapa orang yang ada
di dalam ruangan studio, lama pemakaian dan apakah semua peralatan sudah dimatikan setelah digunakan.
Kegiatan rutinitas ini bisa digantikan oleh sebuah sistem elektronis yang bisa menangani pekerjaan tersebut.
Artikel ini membahasa perancangan, pembuatan dan implementasi sistem penyakelaran lampu otomatis dengan
fasilitas timer untuk sebuah studio musik. Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang dan membuat suatu sistem
kontrol otomatis berbasis mikrokontroler AT89C51 untuk menyalakan dan memadamkan backsound mengggunakan
timer dan penyalaan serta pemadaman lampu didalam ruangan berdasarkan jumlah orang yang masuk dan keluar
ruangan dengan menggunakan sensor LDR yang kemudian diimplementasikan pada persewaan studio musik
Violet. Dari hasil pengujian didapatkan kesimpulan bahwa alat yang dirancang mampu bekerja dengan baik
sehingga mampu menangani pekerjaan rutin yang biasanya dikerjakan secara manual oleh pengelola.
Key words: Saklar lampu otomatis; studio musik; timer, mikrokontroler AT89C51.

ABSTRACT
To manage a music studio rental, one person shoul check the number of people are in the room, how long they use
the studio and are all electric facilities have been turned off. This routine activities could be replaced by using an
electronic system. This paper discusses designing and implementation of automatic switching using timer for music
studio rental. The objective of the research is to design and build an electronic control systems based on
microcontroller AT89C51 to turn on and off music instrumentation, lamps, and all electric facilities automatically
using LDR sensor for music studio rental and then implement the newly built system for Violet music studio
rental. The test results show that the developed system able to work properly as expected so that is able to handle
routine work done by man previously.
Key words: automatic lamp switching; music studio; timer; microcontroller AT89C51.

I. PENDAHULUAN
Berdasarkan
pengetahuan
dan
pengalaman penulis, peralatan elektronik yang
ada didalam studio musik antara lain
pendingin ruangan/air conditioning (AC),
backsound gitar, backsound bass dan
backsound vokal. Untuk penerangan, studio
musik
dengan
luas
3x4m2
cukup
menggunakan sebuah lampu. Semua peralatan
elektronik didalam studio musik tersebut
menggunakan saklar konvensional kecuali AC
karena sudah menggunakan remote control.
Rutinitas pada persewaan studio musik violet
antara lain sebagai berikut, jika ada penyewa,

seorang penjaga studio akan menanyakan


berapa lama penyewa akan menggunakan
studio dan memberitahu bahwa penyewa yang
boleh masuk studio maksimal 8 orang.
Kemudian penjaga studio akan menyalakan
satu persatu peralatan elektronik yang ada di
dalam studio. Setelah waktu pemakaian studio
akan habis, penjaga studio memberitahukan
kepada penyewa bahwa waktu pemakaian
akan segera habis. Setelah penyewa selesai
menggunakan studio, penjaga studio akan
memadamkan kembali satu persatu peralatan
elektronik yang ada di dalam studio

Heru Supriyono, Bruri Setio Wahyudi, Bana Handaga, Saklar Lampu Otomatis Dan Timer Yang Dapat
Diatur Untuk Menyalakan Dan Memadamkan Sound Sistem Pada Persewaan Studio Musik

tersebut. Untuk biaya penggunaan


studio dihitung per-jam, tetapi jika penyewa
ingin menyewa misalnya satu setengah jam,
maka biaya akan ditambah setengah dari
harga per-jam.
Penulis sering menjumpai seorang
penjaga studio musik tidak memadamkan
kembali lampu dan peralatan sound sistem
setelah penyewa studio musik selesai
menggunakan studio musik. Dengan tidak
dipadamkannya peralatan sound system, maka
komponen seperti transistor yang ada didalam
sound system tersebut walaupun sudah
dipasang pendingin dan menyala dalam waktu
yang cukup lama akan semakin panas dan
mempercepat kerusakan sound system itu
sendiri. Persewaan studio musik yang penulis
jumpai selama ini belum ada yang
mengaplikasikan suatu alat untuk menyalakan
dan memadamkan lampu secara otomatis serta
timer yang dapat diatur untuk menyalakan dan
memadamkan peralatan sound sistem. Alat
penampil lamanya waktu pemakaian studio
juga belum digunakan pada persewaan studio
musik yang ada saat ini. Padahal penampil
lamanya waktu pemakaian studio sangat
diperlukan agar penyewa studio tahu kapan
waktu pemakaian studio akan habis. Selama
ini, jika waktu pemakaian studio akan habis,
maka penjaga studio selalu memberitahukan
kepada penyewa bahwa waktu pemakaian
studio akan segera habis. Persewaan studio
musik dengan luas 3x4m2 tersebut maksimal
untuk 8 orang. Karena jika orang yang ada di
dalam studio lebih dari 8 orang, maka ruangan
akan terasa sesak dan udara di dalam studio
terasa panas walaupun sudah dipasang AC
serta akan mengurangi kenyamanan penyewa
dalam bermain musik. Selain itu, penyewa
khususnya pemain gitar, bass dan vokal tidak
akan leluasa dalam bergerak karena
banyaknya orang yang melebihi kapasitas
ruang yang sempit tersebut.
Untuk mempermudah kerja penjaga
persewaan studio musik, maka perlu dibuat
suatu alat yang dapat mengontrol peralatan
elektronik dan penampil jumlah orang
didalam ruangan serta lamanya waktu
pemakaian studio musik secara otomatis. Dari
uraian diatas, maka penulis tertarik untuk

merancang dan membuat suatu sistem kontrol


peralatan elektronik didalam ruangan pada
persewaan studio musik dengan menggunakan
mikrokontroler. Sistem kontrol tersebut
berfungsi
untuk
menyalakan
dan
memadamkan lampu di dalam ruangan yang
bekerja berdasarkan pendeteksian jumlah
orang yang masuk dan orang yang keluar dari
ruangan dan menampilkan jumlah orang yang
ada dalam ruangan tersebut pada peraga 7segment serta timer yang dapat diatur dan
ditampilkan
pada
7-segment
untuk
menyalakan dan memadamkan sound system
pada persewaan studio musik. Alat yang
dirancang dan dibuat kemudian diujicoba
pada studio musik Violet.
II. TINJAUAN PUSTAKA
Penelitian mengenai timer dan
penyakelaran
otomatis
berbasis
mikrokontroler menarik minat beberapa
peneliti. Pada tugas akhir yang telah disusun
oleh Endah Suprihatiningrum (2003) yang
berjudul Aplikasi Mikrokontroler Sebagai
Penyaklaran Lampu Menggunakan Sensor
Cahaya peneliti memaparkan alat yang
dibuat menggunakan sensor proyektil yang
berfungsi untuk mendeteksi gerakan dalam
ruangan pada jarak 3 meter yang diaplikasikan
pada sebuah kamar. Noor Hasyim (2006)
membuat alat untuk penghitungan kendaraan
di area parkir yang dirancang untuk
menghitung mobil yang masuk dan keluar
dari area parkir dan jumlah parkir yang tersisa
kemudian ditampilkan pada 7-segment.
Penghitungan dirancang untuk ruang parkir
dengan kapasitas maksimal 200 mobil. Sensor
yang digunakan adalah 2 buah photo transistor
yang diletakkan pada pintu masuk dan pintu
keluar area parkir. Penelitian lainnya adalah
tugas akhir yang dilakukan oleh Tri Handoko
(2006) yang berjudul Prototype Otomasi
Untuk Panjang Kain Dengan Menggunakan
Mikrokontroller. Secara garis besar, sistem
yang digunakan adalah penghitungan waktu
mundur dengan 7-segment terdiri dari 2 buah
untuk penekanan keypad maksimum sampai
angka 99. Alat akan berhenti secara otomatis
ketika angka yang ditampilkan pada 7segment menunjukkan angka 00.

Vol. 13 No. 02

METODE
PERANCANGAN
SISTEM
Diagram blok rangkaian peralatan
yang dibuat diperlihatkan pada Gambar 1.
Sensor light dependent resistor (LDR)
berfungsi untuk mendeteksi jumlah orang
yang masuk dan jumlah orang yang keluar.
Keypad berfungsi untuk mengatur /
menentukan berapa lama waktu pemakaian
studio yang diinginkan. Mikrokontroler
berfungsi untuk mengendalikan tampilan 7segment, relay dan buzzer berdasarkan sinyal
masukan dari sensor LDR dan Keypad.
Tampilan 7-segment
berfungsi untuk
menunjukkan jumlah orang yang ada di dalam

ruangan dan menunjukkan lamanya timer.


Relay 1 berfungsi untuk menyalakan dan
memadamkan lampu ruangan. Relay 2
berfungsi
untuk
menyalakan
dan
memadamkan peralatan sound sistem
berdasarkan lamanya timer yang telah diatur.
Buzzer berfungsi sebagai alarm pada saat
orang yang berada didalam ruangan lebih dari
8 orang. Rangkaian keseluruhan alat yang
dibuat dapat dilihat pada Gambar 2 dan
diagram alir program pada mikrokontroler
dapat dilihat pada Gambar 3.
Gambar
Keseluruhan
LAMPU

1N 4001
S 9013

Gambar 1. Diagram blok sistem


saklar lampu otomatis dan timer yang dapat
diatur yang dibuat pada penelitian ini.

5
220V
4

2
1

P3.0

Relay DC

+5V

5
3

2
1

1N4001

S 9013
10K

P3.1

Sound
Sistem
+5V

P1.6
P1.5

#
+5V

Rc
5K
6

R1
5K

R
LDR

P3.2
S901
3

Rbias
10K

P1.4
P1.3

2K2

12MHz
30pf

+5V
Rc
5K
6

R1
5K

Sensor
LDR

Mikrokontroler

Tampilan
7-segment
Relay 1

Keypad
B

R
LDR

Rangkaian

Rbias
10K

P1.0
VCC
P1.1
P0.0
P1.2
P0.1
P1.3
P0.2
P1.4
P0.3
P1.5
P0.4
P1.6
P0.5
P1.7
P0.6
P0.7
RST
EA/VPP
P3.0
P3.1 ALE/PROG
PSEN
P3.2
P3.3
P2.7
P3.4
P2.6
P3.5
P2.5
P3.6
P2.4
P3.7
P2.3
XTAL2
P2.2
XTAL1
P2.1
GND
P2.0

220 x7
a
f
e

g
d

a
b

g
d

vcc
2N2907

2N2907

a
b

g
d

vcc
2N2907

a
b

g
d

vcc
2N2907

a
b

g
d

vcc

a
b

vcc

2N2907

g
d

a
b

g
d

vcc

2N2907

2K2 x7

+5V

2N2907
BUZZER
Skema Rangkaian Keseluruhan
D 400 010 121

Lampu

Relay 2
Buzzer

2N2907

Bruri Setio Wahyudi

vcc

AT89C51

+5V

P3.3
S901
3

+5V

P1.2
P1.1
P1.0

10K

Relay DC

Relay AC

Skema

+5V

220V

2.

10K

III.

ISSN 1411-8890

10uf/16v

Jurnal Emitor

BackSound
G

Heru Supriyono, Bruri Setio Wahyudi, Bana Handaga, Saklar Lampu Otomatis Dan Timer Yang Dapat
Diatur Untuk Menyalakan Dan Memadamkan Sound Sistem Pada Persewaan Studio Musik

Mulai
B
Nolkan semua keluaran
dan 7-segment

Aktifkan Buzzer
(Tanda sistem aktif)

Cek Sensor
Normal / Tidak
?
Ya

Tidak

Ubah ke
7-segment

Aktifkan Interupt External


(Sensor 1 & sensor 2)

Tampilkan

Tampilkan Display
Opening

Masuk ke Memo
7-segment
Cek
Keypad
Tidak

Tidak

Ditekan
?
Ya
Tampilkan Display
Pijet Sing Bener

Tidak

# Ditekan
?
Ya

Ditekan
?
Ya

Clear Tampilan dan


Memo 7-segment

Aktifkan Buzzer
(tanda setelah
tombol # ditekan)

Set Timer Untuk


Interupt Timer

Inisialisasi Angka
Yang Ditekan
A

Jurnal Emitor

Vol. 13 No. 01

ISSN 1411-8890

Jalankan Sistem
Penghitungan Mundur

Aktifkan
Relay Sound

Cek Interupt dan Ubah Angka


Perdetik Untuk Tampilan dan
Pengecekan Sensor Untuk
Penghitung Orang

Tampilkan ke
7-segment

Interupt
Timer
?

Digit
Penghitung
Orang = 9
Tidak
?

Tidak

Ya

Ya
Aktifkan Buzer
(tanda lebih dari
8 0rang)

Sudah 20X
?
Tidak

Non Aktifkan
Relay Sound
Tidak

Non Aktifkan
Relay Lampu

Matikan Semua Sistem


(Reset)

Tidak
B

Tidak

Digit
Penghitung
Orang = 0
?
Ya

Power Off
?

Kurangi Angka
Tampilan dan Memo
7-segment dengan 1

Interupt
Sensor
?
Ya

Ya

Waktu Habis
(Nol)
?

Tidak

Ya
Aktifkan Buzzer
(tanda waktu habis)

Display
End

Inisialisasi 7-segment
Penghitung Orang
Non Aktifkan
Relay Sound
Tidak

Orang
Pertama
Masuk
?
Ya
Aktifkan
Relay Lampu

Ya
End

Gambar 3. Diagram alir sistem timer dan saklar lampu otomatis

Heru Supriyono, Bruri Setio Wahyudi, Bana Handaga, Saklar Lampu Otomatis Dan Timer Yang Dapat
Diatur Untuk Menyalakan Dan Memadamkan Sound Sistem Pada Persewaan Studio Musik

IV. PENGUJIAN ALAT


Pengujian terhadap alat yang dibuat
dibagi menjadi Dalam bab ini akan dibahas
tentang pengujian alat yang bertujuan untuk
mengetahui hasil kerja rangkaian sesuai yang
telah direncanakan. Dalam Pengujian alat ini
digunakan
beberapa
peralatan,
yaitu:
multimeter digital, multimeter analog, logic
tester LED, stop watch. Setiap sinyal masukan
dan sinyal keluaran dari tiap-tiap blok
rangkaian diuji satu persatu, Pengujian
dilakukan dengan cara mengukur tegangan
input dan tegangan output pada setiap blok
rangkaian tersebut. Pengujian yang dilakukan
pada tiap-tiap blok rangkaian alat, antara lain
meliputi : sensor cahaya dengan LDR, Keypad
Matrik 4x3, penampil 7-segment, relay,
buzzer, catu daya. Gambar 4 menunjukkan
implementasi alat pada persewaan studio
musik Violet sedangkan Gambar 5
menunjukkan bagian-bagian alat yang dibuat.

Backsound
Gitar

Backsound
Bass

Kabel

Backsound
Vokal

AC

Relay untuk Sound sistem

Rangkaian Mikrokontroler
Pintu
Sensor LDR

7-Segment penampil lamanya Timer

KETERANGAN:
Luas ruangan 3x4m 2
Ukuan pintu 200x80cm
Lampu berada didalam studio diatas drum

7-Segment penampil jumlah orang

Pintu bagian
dalam studio

Gambar 4. Denah ruangan dan rencana


penempatan alat pada persewaan
studio musik Violet.

Gambar 5. Bagian-bagian sistem yang


dibangun secara keseluruhan
Pada saat ada orang pertama masuk
ruangan, relay aktif kemudian lampu ruangan
akan menyala dan 7-segment penampil jumlah
orang didalam ruangan menunjukkan angka 1,
berarti ada satu orang di dalam ruangan
tersebut. Selanjutnya apabila ada orang kedua,
ketiga dan seterusnya masuk ruangan, maka
tampilan 7-segment penghitung jumlah orang
akan menunjukkan jumlah orang yang ada di
dalam ruangan tersebut. Jika orang yang
berada didalam ruangan lebih dari 8 orang,
maka sistem akan menyalakan buzzer.
Sebaliknya apabila ada orang keluar ruangan,
maka 7-segment penampil jumlah orang
didalam ruangan akan menunjukkan sisa
orang yang ada didalam ruangan tersebut.
Kemudian pada saat orang terakhir
meninggalkan ruangan, relay aktif untuk
memadamkan lampu ruangan dan tampilan 7segment penampil jumlah orang akan
menunjukkan angka 0, berarti sudah tidak ada
orang di dalam ruangan tersebut.
Untuk menyalakan dan memadamkan
peralatan sound sistem tergantung pada berapa
lama waktu yang akan ditentukan, misalnya
jika waktu yang dikehendaki adalah 1 jam,
maka keypad yang ditekan adalah angka
01.00.00 kemudian dilanjutkan menekan
tombol enter # dan tampilan 7-segment
penampil lamanya Timer menunjukkan angka
01.00.00 kemudian relay aktif untuk
menyalakan sound sistem. Rangkaian timer
tersebut menggunakan sistem down counter
(menghitung mundur) waktu yang telah
ditentukan. Peralatan sound sistem tersebut
akan padam secara otomatis jika 7-segment

Heru Suproyono, Bruri Setio Wahyudi, Bana Handaga, Saklar Lampu Otomatis dan Timer Yang Dapat
Diatur Untuk Menyalakan dan Memadamkan Sound Sistem Pada Persewaan Studio Musik

menunjukkan angka 00.00.00. Ketika ada dua


orang yang masuk atau keluar ruangan secara
bersamaan (berdampingan), mikrokontroler
hanya dapat membaca orang yang masuk atau
keluar ruangan tersebut satu orang. Hal ini
disebabkan karena sensor LDR melakukan
perhitungan jumlah orang berdasarkan
tertutup atau tidaknya cahaya yang menyinari
kedua sensor LDR tersebut.
Hasil pengujian alat untuk penghitung
jumlah orang didalam ruangan diperlihatkan
pada Tabel I.
Untuk pengujian timer, penulis
membandingkan penghitungan waktu pada
sistem alat yang penulis buat dengan timer

yang ada pada hand phone Sony Ericsson


W830i. Hasil pengujian perbandingan waktu
sistem Timer alat dengan Timer Hand Phone
diperlihatkan pada Tabel II. Dari hasil
pengujian perbandingan waktu sistem Timer
alat yang penulis dengan Timer pada Hand
Phone menunjukkan bahwa tampilan sistem
timer alat yang penulis buat dengan sistem
timer pada Hand Phone selama 1 2 jam
sama dan tidak mengalami pergeseran waktu.
Jadi sistem timer yang penulis buat sudah
bekerja sesuai dengan timer pada Hand Phone
dan dapat digunakan untuk mengontrol
peralatan backsound sesuai dengan standard
timer
pada
Hand
phone.

Tabel I. Hasil pengujian alat untuk penghitung jumlah orang di dalam ruangan
Jumlah
Jumlah
Tampilan
Orang di
Orang
Orang
Lampu Buzzer/Alarm
7-Segment dalam ruangan
Masuk
Keluar
0
Padam Tidak Berbunyi
A
1
1
1
Menyala Tidak Berbunyi
B
2
2
2
Menyala Tidak Berbunyi
C
3
3
3
Menyala Tidak Berbunyi
D
4
4
4
Menyala Tidak Berbunyi
E
5
5
5
Menyala Tidak Berbunyi
F
6
6
6
Menyala Tidak Berbunyi
G
7
7
7
Menyala Tidak Berbunyi
H
8
8
8
Menyala Tidak Berbunyi
I
9
9
9
Menyala
Berbunyi
J
8
3
5
5
Menyala Tidak Berbunyi
K
8
8
0
0
Padam Tidak Berbunyi
L

Tabel II. Hasil pengujian pengujian perbandingan sistem Timer alat dengan
Timer Hand Phone
Tampilan
Tampilan
Tampilan
Tampilan
Pengesetan
Awal
Perbandingan
Timer
Awal
7-Segment
Timer
Timer
waktu setelah
Hand
7-segment
Alat
Hand hone
Phone
10 menit
00 50 00
00 50 00
15 menit
00 45 00
00 45 00
1 jam
01 00 00
01 00 00
30 menit
00 30 00
00 30 00
45 menit
00 15 00
00 15 00
60 menit
00 00 00
00 00 00
10 menit
01 20 00
01 20 00
1,5 jam
01 30 00
01 30 00
15 menit
01 15 00
01 15 00
30 menit
01 00 00
01 00 00

Pergeseran
waktu
-

Heru Supriyono, Bruri Setio Wahyudi, Bana Handaga, Saklar Lampu Otomatis Dan Timer Yang Dapat
Diatur Untuk Menyalakan Dan Memadamkan Sound Sistem Pada Persewaan Studio Musik

2 jam

02 00 00

02 00 00

45 menit
60 menit
75 menit
90 menit
10 menit
15 menit
30 menit
45 menit
60 menit
90 menit
75 menit
105 menit
120 menit

00 45 00
00 30 00
00 15 00
00 00 00
01 50 00
01 45 00
01 30 00
01 15 00
01 00 00
00 45 00
00 30 00
00 15 00
00 00 00

00 45 00
00 30 00
00 15 00
00 00 00
01 50 00
01 45 00
01 30 00
01 15 00
01 00 00
00 45 00
00 30 00
00 15 00
00 00 00

V. KESIMPULAN
Setelah melakukan perancangan, pengujian dan analisa hasil pengujian alat dapat ditarik
kesimpulan bahwa sistem timer untuk backsound dapat berfungsi dengan baik. Setelah
dibandingkan dengan stopwatch, perhitungan waktu mundur pada sistem timer sama dengan
perhitungan waktu mundur yang ada pada stopwatch.
DAFTAR PUSTAKA
1. Agfianto Eko Putra, 2002. Belajar Mikrokontroler AT89C51/52/55, Teori dan Aplikasi.
Yogyakarta: Gava Media.
2. Albert Paul Malvino, 2003. Prinsip-Prinsip Elektronika, Buku Satu. Terjemahan Ir. Alb.
Joko Santoso. Jakarta: Salemba Teknika.
3. Endah Suprihatiningrum, 2003. Aplikasi Mikrokontroler Sebagai Penyaklaran Lampu
Menggunakan Sensor Cahaya. Surakarta: UMS.
4. Noor Hasyim, 2006. Penampil Jumlah Mobil Berbasis Mikrokontroler. Surakarta: UMS.
5. Paulus Andi Nalwan, 2003. Teknik Antarmuka dan Pemrograman Mikrokontroler
AT89C51. Jakarta: Elek Media Komputindo.
6. Tri Handoko, 2006. Prototype Otomasi Untuk Panjang Kain Dengan Menggunakan
Mikrokontroller. Surakarta: UMS.
7. Wasito. S, 1995. Vademekum Elektronika, Edisi Kedua. Jakarta : Gramedia Pustaka
Utama.