Anda di halaman 1dari 7

BAB III

METODOLOGI
3.1 Waktu dan Tempat Penelitian
Kerja Praktek dilaksanakan pada tanggal 10 Agustus sampai
dengan pada tanggal 18 September 2015, di kantor Pusat Penelitian
dan pengembangan Geologi Kelautan (P3GL) Bandung di bidang
lingkungan.
3.2 Alat dan Data yang digunakan
Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam pengolahan data
Ground Penetrating Radar adalah 1 unit komputer, dan software
RADAN 5.
Data yang digunakan adalah data hasil survei Pusat Penelitian dan
Pengembangan Geologi Kelautan (P3GL) Bandung pada bidang
lingkungan mengenai utilitas Gedung PU Jakarta.
3.3 Metode Penelitian
Pada Kerja Praktek ini fokus

yang dikerjakan yaitu pada

pengolahan data.
3.1.1 Prosesing Data Ground Penetrating Radar (GPR)
Setelah memperoleh data Ground Penetrating Radar (GPR), maka
data-data tersebut harus diproses. Prosesing data Ground Penetrating
Radar (GPR) melibatkan modifikasi sehingga dapat lebih mudah
divisualisasikan dan di interpretasi. Karena data yang diperoleh dari
survei Ground Penetrating Radar (GPR) mirip dengan data yang
diperoleh dari data survei seismik refleksi, banyak teknik yang sama
yang digunakan untuk prosesing data seismik juga digunakan untuk
prosesing data Ground Penetrating Radar (GPR). Pada banyak kasus,
seperti yang dihadirkan oleh Benson (1995). Sangat sedikit prosesing

data yang dibutuhkan untuk menemukan target yang di inginkan.


Langkah-langkah yang diperlukan untuk memproses data survei
Ground Penetrating Radar (GPR) :
1. Konversi Data ke Penggunaan Format Digital
Pada kebanyakan unit GPR terbaru, data secara otomatis direkam
dalam format digital. Dalam survei yang dilakukan oleh Benson
(1995), data di plot dan direkam pada pita magnetik untuk dapat
digunakan di komputer. Data unit Ground Penetrating Radar (GPR)
yang diperoleh dari Geophysical Survey System, dimasukkan ke
komputer dan diproses dengan perangkat lunak yang telah disediakan
oleh perusahaan yang sama. Sebagian unit Ground Penetrating Radar
(GPR) cukup canggih untuk pengolahan dan mencetak data pada saat
itu juga dilapangan. Ada banyak format file yang berbeda, dan ada
banyak program yang dapat digunakan untuk mengkonversi format
file yang berbeda.
2. Minimalisi Gelombang Directdan Gelombang Udara dari Data
Pada batas antara permukaan tanah dan udara pada saat berada
dibawah antena Ground Penetrating Radar (GPR) sering kali
ditemukannya amplitudo refleksi yang besar. Adanya nilai perbedaan
daya konduktivitas antara tanah dan udara yang tinggi mengakibatkan
terjadinya gelombang direct dan gelombang udara yang dapat
membuat refleksi dari objek dibawah permukan menjadi kabur atau
tidak dapat terlihat dengan jelas.

Gambar 3.1 Gelombang direct dan gelombang udara


Gelombang direct ini dapat di hilangkan dengan komputasi waktu
tempuh dan panjang gelombang, kemudian dengan mengurangkan
gelombang teoritis sepanjang lebar gelombang dari gelombang aslinya
pada setiap trace Ground Penetrating Radar (GPR). Dalam banyak
kasus, seperti Brewester and Annan (1994), gelombang ini tidak
dihilangkan

karena

mempengaruhi

penafsiran

data

Ground

Penetrating Radar (GPR).


3. Penyesuaian Amplitudo (Amplitude Adjustements) pada Data
Dalam banyak kasus batrai unit Ground Penetrating Radar (GPR)
dapat melemah selama survei sedang berlangsung. Hal ini dapat
mengakibatkan trace Ground Penetrating Radar (GPR)

dengan

amplitudo refleksi yang semakin lemah selama survei. Menentukan


waktu habisnya batrai dari waktu ke waktu, kemudian mengalihkan
masing-masing trace dengan suatu konstsnta untuk memperbaiki
pengurangan tersebut kita dapat mengkoreksi masalah ini.
4. Penyesuaian Penguatan (Gain adjustments) pada Data
Selama sinyal transmisi dari unit Ground Penetrating Radar (GPR)
menembus tanah, akan terjadi atenuasi terhadap trace Ground
Penetrating Radar (GPR). Atenuasi

dapat dikoreksi dengan cara

menyesuaikan penguatan pada setiap trace. Ada persamaan nuntuk

komputasi penyesuaian penguat (Smemoe 1999). Dalam satu model


masing-masing nilai data pada keseluruhan jejak harus dikalikan
dengan suatu faktor yang berhubungan dengan kedalaman sinyal :

ti' azi ti

....(3.1.1)

Dengan :

ti' Koreksi Penguatan Amplitudo Trace


a Faktor Konstanta Penyesuaian Penguatan

zi Kedalaman dari Trace


ti Amplitudo Trace Asal

Persamaan diatas terkadang belum memberikan hasil yang realistis,


faktor eksponen penesuaian penguatan dapat digunakan untuk koreksi
atenuasi :

ti' ti e azi

Dengan :

ti' Koreksi Penguatan Amplitudo Trace


ti Amplitudo Trace Asal
e Faktor Eksponen Penysuaian Penguatan

zi Kedalaman Trace

.....(3.1.2)

5. Penyesuaian statis (Static Adjustment)


Penyesuaiann ini bertujuan untuk menghilangkan efek yang
disebabkan oleh perubahan elevasi dan peningkatan antena Ground
Penetrating Radar (GPR).

6. Filtering Data
Tujuan

dari

filtering

adalah

untuk

menghilangkan

noise

background yang tidak diinginkan. Contoh dari noise background


tersbut yaitu antena ponsel atau power transsmission line yang berada
pada area pengambilan data, benda- benda seperti ini dapat
menimbulkan

noise yang tidak diinginkan sepanjang trace pada

frekuensi tertentu. Untuk menghilangkan noise ini data trace-domain


dikonversi dalam bentuk domain frekuensi dengan

mengunakan

transformasi fourier. Frekuensi yang diinginkan disaring, dan trace di


konversi kembali menjadi domain time dengan menggunakan invers
transformasi fourier. Olhoeft (2000) mendiskusikan hasil filtering
survei

GPR.

Strategi

filtering

meliputi

band

pass

filtering

(Menghilangkan sinyal frekuensi rendah), dan hight pass filtering


( Menghilangkan sinyal frekuensi tinggi).
7. Velocity Analisis
Velocity analisis melibatkan penentuan kecepatan gelombang pada
material bawah permukaan, kemudian megubah travel time ke
kedalaman. Ini akan lebih mudah dilakukan dengan metode yang
diuraikan oleh Benson (1995). Dalam pendekatannya Benson
menentukan kecepatan tanah dekat bawah permukaan dengan
pengujian konstanta dielektrik relatif dengan menggunakan persamaan
sebagai berikut :

c
r

....(3.1.3)

Dengan :
v Cepat rambat energi elektromagnet pada material
c Cepat rambat cahaya 30cm / nano sec ond

r Konstanta dielektrik relatif

Kedalaman tiap refleksi dibawah permukaan ditentukan dengan


rumus sebagai berikut :

dr

vtr
2

...(3.1.4)

Dengan :
d r Kedalaman Reflektor
v Cepat rambat energi elektromagnetik pada material

tr Waktu tempuh ke reflektor dalam two-way travel time (diambil

dari trace Ground Penetrating Radar (GPR))


Greaves et al. (1996) menggunakan uji common midpoint (CMP)
dan metode yang lebih rumit dalam menentukan variasi kecepatan
dibawah permukaan. Metode yang mereka lakukan memberi hasil
yang lebih akurat untuk kedalaman reflektor bawah permukaan, maka
metode yang digunakan oleh Benson (1995) cukup memadai untuk
kebanyakan analisis.

8. Migrasi
Migrasi adalah suatu prosedur untuk mengubah permukaan yang
telah terekam dalam data GPR kedata dengan lokasi Heterogenesis
bawah permukaan pada posisi yang benar .

Data Sekunder Visualisasi 2D

Pengolahan Data Dengan Software


RADAN 5.0

Stacking

FILTERING
(Spatial Filter)

Migrasi
Gambar 3.2 Diagram Alir
Pengolahan data GPR

Dekonvolusi