Anda di halaman 1dari 16

ANEMIA GIZI BESI

OLEH:
Departemen Gizi Kesehatan Masyarakat
FKM USU

Zat besi (Fe):


Dalam darah merupakan komponen Hb
Dalam otot merupakan komponen
mioglobin
Fungsi Fe:
-Mengangkut O2 (Hb)
-Menyimpan O2 (Mioglobin)
-Membantu enzim dalam proses
pembakaran

Banyaknya zat besi yang dapat dimanfaatkan


tergantung pada tingkat penyerapan dalam
lambung dan usus bagian atas.
Tingkat penyerapan dipengaruhi oleh:
1. Jenis makanan sumber zat besi (nabati 16% lebih rendah dari hewani 7-22%)
2. Vit C akan memperbaiki penyerapan Fe
3. Asam oksalat, fitat, fosfat, dan tanin akan
menghambat penyerapan Fe.

Faktor Berpengaruh thdp Penyerapan


Zat Besi
Faktor Makanan
Faktor memacu penyerapan besi bukan haem
yi : vitamin C, daging, unggas, ikan, makanan
laut lain
Ph rendah
Faktor mghambat penyerapan zat besi bukan
haem yi : pitat, polifenol
Faktor Pejamu (host)
Status zat besi
Status kesehatan (infeksi, malabsorbsi)

Sumber Makanan Mengandung Besi


Jenis Zat Besi

Sumber

Haem

Daging, ikan, unggas, hsl


olahan darah. Terhitung 1015% asupan besi di neg
industri, <10% asupan besi di
neg brkemb. Ketersediaan
hayati 20 30%
Serealia, umbi, sayuran,
kacang. Ketersediaan hayati
brgntg ada tidaknya faktor
pemacu dan penghambat yg
dikonsumsi brsamaan
Tanah,debu, air, wajan besi.
Ketersediaan hayati rendah
Ketersediaan hayati
ditentukan oleh komponen

Bukan Haem :
- Zat besi makanan
- Zat besi cemaran
- Zat besi fortifikasi

Kebutuhan Besi
Asupan besi harian perlu u mengganti besi
hilang melalui tinja, urine, kulit sebanyak 14
ug/kg bb/hari
Kehilangan besi utk laki-laki dewasa 0,9 mg
dan wanita dewasa 0,8 mg
Kebut selama hamil meningkat utk pertumb
janin, plasenta, peningkatan volume darah ibu
sebanyak 1000 mg selama hamil
Trimester I : 0,8 mg/hari
Trimester II dan III : 6,3 mg/hari
Selama menyusui zat besi hilang dr ASI : 0,3
mg

KECUKUPAN ZAT BESI RATA-RATA PER HARI


KELOMPOK UMUR

ZAT BESI (mg)

0-6 bulan

7-12 bulan

1-3 tahun

4-6 tahun

7-9 tahun

10

10-12 tahun

14

13-15 tahun

17

16-19 tahun

23

20-59 tahun

13

> 60 tahun

13

10-12 tahun

14

13-15 tahun

19

16-19 tahun

25

20-59 tahun

26

> 60 tahun

15
+ 20

Laki-laki:

Perempuan:

Hamil

PENYEBAB DEFISIENSI BESI (Fe)


Penyebab Tak Langsung
Ketersediaan Fe dalam bahan
makanan rendah
Praktek pemberian makanan
kurang baik
Sosial ekonomi rendah
Komposisi makanan kurang
beragam
Ada zat penghambat absorpsi
Pertumbuhan fisik
Kehamilan & menyusui
Perdarahan kronis
Parasit
Infeksi
Pelayanan kesehatan rendah

Penyebab Langsung
Jumlah Fe dalam makanan
tidak mencukupi kebutuhan

Absorpsi Fe rendah
Kebutuhan Fe meningkat

Kehilangan darah

DEFISIENSI ZAT BESI (Fe) TERJADI DALAM BEBERAPA


TAHAP
Cadangan Fe dalam hati rendah, tetapi untuk
pembentukan sel darah merah masih cukup
Penyediaan Fe untuk sel darah merah menurun, tetapi
kadar Hb belum terpengaruh
Terjadi penurunan kadar Hb Anemia

ANEMIA GIZI
Anemia adalah suatu keadaan dimana kadar hemoglobin
(Hb) dalam darah kurang dari normal.
Kelompok masyarakat
Kadar Hb ( g/dl)
Anak balita 11
Anak usia sekolah 12
Wanita dewasa
12
Laki-laki dewasa
13
Ibu hamil
11
Ibu menyusui (> 3 bulan) 12

Pengukuran kadar Hb dengan metode cyanmethemoglobin

Nutritional Supplementation and Anemia


WHO definition of severe anemia: Hemoglobin < 7 g/dL
Level of risk
Moderate anemia (Hgb 711 g/dL): Not increased
Severe anemia: Significant risk
Severe anemia associated with:
Low birth weight newborns
Premature newborns
Perinatal mortality
Increased maternal mortality and morbidity

PENYEBAB ANEMIA
Kekurangan zat gizi, berupa: vitamin (asam folat, vit B12,
vit C & vit E) dan mineral (Fe dan Cu)
Di Indonesia umumnya disebabkan kekurangan Fe (zat
besi) sehingga disebut Anemia Gizi Besi (AGB)
Anemia gizi besi di masyarakat atau dikenal dengan kurang
darah merupakan salah satu masalah gizi utama di
Indonesia, yang dapat diderita oleh seluruh kelompok umur
mulai bayi, balita, anak usia sekolah, remaja, dewasa, dan
lanjut usia.

Prevalensi AGB di Indonesia (SKRT 1995):


Kelompok
umur

Laki-laki

Perempuan

Total

Balita
Usia sekolah
10-14 tahun
15-44 tahun
45-54 tahun
55-64 tahun
65 tahun
Ibu hamil
Ibu menyusui

35,7
46,4
45,8
58,3
53,7
62,5
70,0

45,2
48,0
57,1
39,5
39,5
40,5
45,8

40,0
47,3
51,5
48,9
48,9
51,5
57,9
50,9
45,1

Tanda & Gejala Anemia Defisiensi Besi


Tanda dan gejala tdk khas dan sering
tdk jelas spt pucat, mudah lelah,
berdebar, sesak napas. Pucat dilihat
dari telapak tangan, kuku, konjungtiva
palpebra
Tanda kurang khas bisa juga berupa
anoreksia, infeksi tinggi, kelainan
perilaku ttt, kinerja intelektual &
kemampuan kerja menurun

AKIBAT YANG DITIMBULKAN


1.

Gangguan/hambatan pertumbuhan, baik sel tubuh


maupun sel otak sehingga:
Pada ibu hamil dapat menyebabkan:
- keguguran
- lahir prematur
- BBLR (BB < 2500 gram)
- Anemia berat kematian karena perdarahan

2.

Menurunkan daya tahan tubuh sehingga mudah


terkena penyakit infeksi

3.

Kurang Hb kurangnya oksigen yang ditransport ke


sel tubuh dan sel otak, sehingga letih, lesu, cepat
capek akibatnya:
prestasi belajar menurun
produktivitas kerja menurun

UPAYA PENANGGULANGAN
Meningkatkan konsumsi zat besi & zat gizi lain (vit C dan
vit B) melalui penyuluhan
Fortifikasi bahan makanan (tepung terigu, mie, roti, dsb)
Suplementasi zat besi (tablet dan sirop besi)
Menanggulangi penyakit infeksi & investasi cacing