Anda di halaman 1dari 5

I.

LATAR BELAKANG
Untuk mengetahui besaran energi listrik yang digunakan dibutuhkan

sebuah alat yang disebut KWH meter. KWh-meter merupakan suatu alat yang
digunakan oleh pihak PLN untuk mengukur dan menghitung jumlah pemakaian
energi listrik yang dikonsumsi oleh pelanggan (konsumen listrik).
KWh-meter yang dikenal umum oleh masyarakat adalah kWh-meter
konvensional (analog). KWh-meter ini banyak dipakai baik di lingkungan
perumahan, perkantoran maupun industri. Pada umumnya KWH meter yang
digunakan oleh PLN adalah KWh meter analog. Tetapi KWh ini mempunyai
kelemahan, salah satunya adalah dengan sistem pembayaran paskabayar, dapat
memungkinkan pelanggan menunggak tagihan listrik. Untuk mengatasi hal
tersebut maka dibuat sebuah KWh-meter digital dengan sistem prabayar. Sehingga
pelanggan harus membeli voucher khusus untuk dapat menggunakan listrik dari
PLN. Nilai voucher ini akan terus berkurang seiring dengan pemakaian listrik.
Apabila nilai voucher hampir habis akan diberi indikator pemberitahuan dan
sistem akan memutus daya apabila nilai voucher habis. Selain itu tampilan nilai
dari kWh-meter konvensional yang masih berupa analog akan menyulitkan
seseorang dalam pembacaannya. Hal ini dapat menyebabkan adanya kesalahan
pembacaan/ pencatatan nilai kWh-meter oleh petugas pencatat nilai kWh-meter.
Kesalahan dalam pembacaan/pencatatan nilai kWh-meter berakibat dipihak
penyedia jasa listrik mengalami kerugian dan pembukuan yang dilakukan menjadi
tidak teratur, sedangkan dipihak konsumen akan terjadi ketidaksesuaian antara
jumlah rekening yang harus dibayar dengan pemakaian listrik yang tercatat.

II.

PRINSIP KERJA
KWh-meter digital PLN menggunakan sistem prabayar. Ketika pelanggan

resmi menjadi pengguna kWh-meter digital maka pelanggan akan mendapat


sebuah kartu prabayar (ID Card). Kartu prabayar selain sebagai nomor identitas
pelanggan prabayar, juga berfungsi sebagai alat transaksi pembelian energi listrik
(token stroom). Pembelian token stroom dapat dilakukan di kantor pelayanan PLN
terdekat dan di bank yang telah bekerjasama dengan pihak PLN.

Pengisian ulang pulsa dilakukan dengan cara memasukkan 20 digit angka


yang terdapat pada struk token stroom. Apabila proses pengisian berhasil maka
sisa pulsa kWh-meter yang masih ada sebelumnya akan segera ditambahkan
dengan jumlah pulsa kWh yang baru saja diisikan.

Keluaran dari sensor tegangan dan sensor arus akan diintegrasikan oleh
komponen pengali (multiplier). Sebelum masuk ADC, keluaran dari rangkaian
pengali akan disearahkan oleh rangkaian penyearah. Sebuah Analog to Digital
Converter (ADC) berfungsi untuk mengubah sinyal kontinu (analog) menjadi
keluaran diskrit/digital. Komponen memori berfungsi untuk menyimpan informasi
digital berupa bilangan-bilangan biner, sedangkan indikator operasi akan
memberikan sinyal kasat mata, yang menunjukan bahwa alat ukur sedang
beroperasi. Output dari rangkaian ADC akan diproses oleh 3 mikroprosesor dan
hasil akhir dari seluruh proses kWh-meter elektronik yaitu berupa energi listrik
yang sedang dipakai dan informasi sisa pulsa kWh akan ditampilkan pada display.

Penjelasan dari masing-masing blok sistem adalah sebagai berikut :


1. Listrik dari PLN yang akan dialirkan ke pelanggan (beban) terlebih dahulu
dialirkan melalui MCB yang berfungsi sebagai pembatas arus sekaligus
pengaman bila terjadi short circuit.
2. Fuse berfungsi sebagai pengaman apabila pada rangkaian kontrol terjadi short
circuit.
3. Rele berfungsi sebagai penghubung atau pemutus aliran listrik dari PLN ke
kWh-meter dan beban.
4. KWh-meter digunakan untuk mengukur dan menghitung energi listrik yang
dikonsumsi sesuai dengan beban yang dipakai.
5. Rangkaian power supply berfungsi sebagai catu daya untuk rangkaian
mikrokontroler dan unit sistem.
6. Mikrokontroller ATMega8535 berfungsi sebagai pusat kendali sistem dan
diprogram dengan menggunakan bahasa C embedded.
7. Sensor optocoupler dipasang sedemikian rupa pada kWh-meter untuk
mendeteksi putaran piringan kWh-meter.
8. Keypad digunakan untuk proses isi ulang pulsa kWh.
9. LCD berfungsi untuk menampilkan hasil dari seluruh proses

III.

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN


III.1

KELEBIHAN
1. Tidak ada lagi pencatatan meter, tapi kwh meter prabayar akan
selalu di kontrol setiap 6 bulan.
2. Tdk ada lagi sanksi pemutusan, pastinya karena kita sendiri
yang kelola pemakaianya.
3. Cara pembacaan mudah.
4. Cara pengisianya yg mudah.

III.1

KELEMAHAN
1. Kwh meter prabayar sangat sensitif terhadap sesuatu yang
bersifat abnormal misalnya

pada

kondisi

seperti

getaran,

pengaruh panas, hujan, petir dan lain lain


2. Kwh meter prabayar memiliki switch yang berada pada cover
penutup meter prabayar yang bila dilepas akan mengalami lost
tegangan yang berakibat hilangnya arus listrik (mati lampu). hal
ini bertujuan untuk menghindari pencurian listrik
3. Kwh meter prabayar memiliki sensifitas yang tinggi mulai dari
pendeteksian instalasi yang buruk sampai ke fenomena
induksi(arus bocor), misalnya pada instalasi ada kabel yang
terkelupas dan menyentuh tembok, maka sensor pada meter
prabayar langsung memutuskan aliran listrik(mati lampu) karena
meter prabayar memiliki perhitungan akurasi yang tinggi, serta
meter prabayar mampu menghitung nilai arus yang masuk(fasa)
dengan arus pengembalian(netral),jika nilai arus pengembalian

tidak sama dengan arus yang masuk, maka terjadi lost tegangan
yang mengakibatkan listrik padam(mati lampu)

IV.

PENGEMBANGAN TEKNOLOGI KWH METER DIGITAL