Anda di halaman 1dari 23

GANGGUAN MENTAL ORGANIK

Gangguan mental organik gangguan mental yang


berkaitan dengan penyakit/gangguan sistemik atau otak.
Gambaran utama:
1. Gangguan fungsi kognitif
Misalnya : daya ingat (memori), daya pikir (IQ), dan
belajar
2. Gangguan sensorium : misalnya gangguan kesadaran
dan perhatian
3. Sindrom dengan mmanifestasi yang menonjol:
persepsi, isi pikiran, suasana perasaan dan emosi

Delirium didefinisikan sebagai onset yang terjadi


secara akut yang mengakibatkan terjadinya
gangguan kognitif secara berfluktuasi dan
gangguan kesadaran.
Delirium adalah sindroma, bukan penyakit, dan
memiliki banyak penyebab, yang semuanya
menghasilkan pola yang sama dari tanda-tanda
dan gejala yang berhubungan dengan tingkat
kesadaran pasien dan gangguan kognitif.

Ciri
gejala
delirium
adalah
penurunan
kesadaran, biasanya terjadi dalam hubungan
dengan gangguan global fungsi kognitif.
delirium memiliki onset mendadak (jam atau
hari), singkat dan berfluktuasi, dan perbaikan
cepat ketika faktor penyebab diidentifikasi dan
dihilangkan,
tetapi
masing-masing
fitur
karakteristik dapat bervariasi pada pasien
individu.

Etiologi
Penyebab utama dari delirium adalah penyakit sistem
saraf pusat (misalnya, epilepsi), penyakit sistemik
(misalnya, gagal jantung), dan intoksikasi atau
withdrawal dari zat-zat toksik.
Neurotransmiter utama yang dihipotesiskan berperan
terhadap delirium adalah penurunan aktivitas asetilkolin
di dalam otak.
Selain itu, penyabab lain timbulnya delirium adalah
toksisitas penggunaan obat antikollinergik (amitriptilin,
doxepin, imipramin, thioridazin, dan chlorpromazine).

Gambaran kunci dari delerium adalah suatu gangguan


kesadaran, yang digambarkan sebagai suatu penurunan
kejernihan kesadaran terhadap lingkungan, dengan
penurunan kemampuan untuk untuk memusatkan,
mempertahankan, atau mengalihkan perhatian.
Keadaan delirium mungkin didahului selama bbrp hari
oleh perkembangan kecemasan, mengantuk, insomnia,
halusinasi transien, mimpi menakutkan di malam hari,
dan kegelisahan.

Pedoman Diagnostik berdasarkan


PPDGJIII
Gangguan kesadaran dan perhatian
Dari taraf kesadaran berkabut sampai dengan koma
Menurunnya kemampuan utk mengarahkan,
memusatkan, mempertahankan, dan mengalihkan
perhatian
Gangguan kognitif secara umum
Distorsi persepsi, ilusi dan halusinasi seringkali visual
Hendaya/terganggu daya pikir dan pengertian abstrak
Hendaya daya ingat segera dan jangka pendek, namun
jangka panjang relatif masih utuh
Disorientasi waktu pada kasus yg berat terdapat
diorientasi personal dan tempat

Gangguan psikomotor
Hipo atau hiperaktivitas dan pengalihan aktivitas yg
tidak terduga dari satu ke yang lain
Waktu bereaksi yang lebih panjang
Arus pembicaraan yang bertambah atau berkurang
Reaksi terperanjat meningkat

Gangguan siklus tidur-bangun:


Insomnia, atau siklusnya terbalik spt mengantuk pada
siang hari
Gejala yg memburuk pada malam hari
Mimpi yangn mengganggu atau mimpi buruk, yg
dapat berlanjut menjadi halusinasi setelah bangun
tidur
Gangguan emosional : depresi, ansietas, lekas marah,
apatis, dll
Onset biasanya cepat, perjalanan penyakit hilang timbul
sepanjang hari, dan keadaan itu berlangsung kurang
dari 6 bulan.

Terapi
Dalam mengobati delirium, tujuan utama adalah untuk
mengobati penyebab yang mendasari.
Bila penyebabnya akibat toksisitas antikolinergik, maka
yang digunakan pisostigmin salsilat 1-2mg IV atau IM.
Obat yang digunakan pada pasien delirium adalah
haloperidol, rentang dosis 2-10mg secara IM.

DEMENSIA

Demensia merupakan sindrom yang ditandai oleh


berbagai gangguan fungsi kognitif tanpa gangguan
kesadaran.
Fungsi kognitif yang dapat dipengaruhi oleh demensia
adalah IQ secara umum, belajar dan ingatan, bahasa,
memecahkan masalah, orientasi, persepsi, perhatian,
konsentrasi, pertimbangan, dan kemampuan sosial.

Gejala klinis demensia:


Adanya penurunan kemampuan daya ingat dan
daya pikir, yang sampai mengganggu kegiatan
harian seseorang seperti : mandi, berpakaian,
makan, kebersihan diri, buang air besar dan
kecil.
Tidak dijumpai gangguan kesadaran,
Gejala dan disabilitas sudah nyata untuk paling
sedikit 6 bulan

13

Pada stadium awal demensia, pasien menunjukkan


kesulitan untuk mempertahankan kinerja mental, fatique,
dan kecendrungan untuk gagal jika itu merupakan suatu
tugas baru atau kompleks.
Ketidakmampuan melakukan tugas menjadi semakin
berat dan meyebar ke tugas2 harian spt belanja,dll.
Akhirnya pasien demensia memerlukan pengawasan
dan bantuan yg terus menerus utk melakukan tugas yg
paling dasar dalam kehidupan sehari-hari

Defek utama dalam demensia melibatkan orientasi,


ingatan, persepsi, fungsi intelektual, pemikiran, dan
semua fungsi tsb mjd progresif saat proses penyakit
berlanjut.

Kriteria Diagnosis Demensia Alzeimer


berdasarkan PPDGJ III
Terdapatnya gejala demensia
Onset bertahap dengan deteriorasi lambat
Tidak adanya bukti klinis, atau temuan dari
peemeriksaan khusus, yang menyatakan bahwa kondisi
mental itu dapat disebabkan oleh penyakit otak atau
sistemik lain yang dapat menimbulkan demensia.
Tidak adanya serangan apoplektik mendadak, atau
gejala neurologik kerusakan otak fokal seperti
hemiparesis, hilangnya daya sensorik, defek lapangan
pandang mata, dan inkoordinasi yang terjadi dalam
masa dini dari gangguan itu.
16

Kriteria Diagnosis Demensia Vaskular berdasarkan


PPDGJ III
Terdapat gejala demensia
Hendaya fungsi kognitif biasanya tidak merata (mungkin
terdapat hilangnya daya ingat, gangguan daya pikir,
gejala neurologis fokal). Daya tilik diri (insight) dan daya
nilai (judgment) secara relati tetap baik.
Suatu onset yang mendadak atau deteriorasi yang
bertahap, disertai adanya gejala neurologis fokal,
meningkatkan kemungkinan diagnosis demensia
vaskuler

17

Donepezil, rivastigmine, galantamine, and tacrine are


cholinesterase inhibitors used to treat mild to moderate
cognitive impairment in Alzheimer's disease.
They reduce the inactivation (breakingdown) of the
neurotransmitter acetylcholine and, thus, potentiate the
cholinergic neurotransmitter, which in turn produces a
modest improvement in memory and goal-directed
thought.

Donepezil is well tolerated and widely used.


Tacrine is rarely used, because of its potential for
hepatotoxicity.
None of these medications prevents the progressive
neuronal degeneration of the disorder.
Memantine protects neurons from excessive amounts of
glutamate, which may be neurotoxic. The drug is
sometimes combined with donepezil. It has been known
to improve dementia.

GANGGUAN MENTAL LAINNYA


AKIBAT KERUSAKAN DAN
DISFUNGSI OTAK DAN PENYAKIT FISIK

Pedoman Diagnostik
Adanya penyakit, kerusakan atau disfungsi otak, atau
penyakit fisik sistemik yang diketahui berhubungan
dengan salah satu sindrom mental yang tercantum
Adanya hubungan waktu dalam bbrp minggu atau bulan)
antara perkembangan penyakit yang mendasari dengan
timbulnya sindrom mental
Kesembuhan dari gangguan mental setelah perbaikan
atau dihilangkannya penyebab yang mendasarinya
Tidak adanya bukti yang mengarah pada penyebab
alternatif dari sindrom mental ini (seperti faktor keluarga
atau stres sbg pencetus)

F06.Gangguan mental lainnya akibat kerusakan


dan disfungsi otak dan penyakit fisik

F06.0 Halusinasi organik


F06.1 Gangguan katatonik organik
F06.2 Gangguan waham organik
F06.3 Gangguan suasana perasaan
F06.4 Gangguan ansietas organik
F06.5 Gangguan dissosiatif organik
F06.6 Gangguan astenik organik
F06.7 Gangguan kognitif ringan

TERIMA KASIH