Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH ILMU PANGAN DAN GIZI

HUBUNGAN ANTARA PERTANIAN PANGAN DAN GIZI


Keterkaitan Produksi dan Konsumsi Ubi Jalar untuk Meningkatkan Gizi Masyarakat

Disusun oleh :
1. Titi Nasrah
2. Diana Ayu Ningrum
3. Anidya Putri .A

(061)
(064)
(085)

JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN


FAKULTAS PERTANIAN DAN PETERNAKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2015

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Ubi jalar memiliki peranan yang besar dalam pembangunan pertanian sehingga
prospeknya sangat cerah apabila dikelola dan dikembangkan. Ubi jalar merupakan komoditas
sumber karbohidrat utama, setelah padi,singkong, terigu dan jagung. Selain itu ubi jalar juga
mempunyai peranan penting dalam penyediaan bahan pangan. Masyarakat Indonesia
sebagian besar mengkonsumsi ubi jalar sebagai makanan tambahan dalam bentuk camilan
maupun lauk pauk sehingga peranannya sebagai penyedia gizi yang dapat dijangkau
masyarakat pedesaan cukup tinggi. Ubi jalar tidak hanya bisa dikonsumsi hanya sekedar
direbus atau digoreng saja. Tapi dapat dijadikan produk pangan yang memiliki nilai jual
tinggi. Ubi jalar dapat dikonsumsi oleh semua kalangan baik anak kecil hingga dewasa yang
dapar dijadikan sumber gizi bagi tubuh. Ubi jalar merupakan bahan yang baik karena
mengandung karbohidrat tinggi serta sumber vitamin dan mineral.
Sampai saat ini jumlah produksi tanaman ubi jalar cukup tinggi dan belum termanfaatkan
secara optimal. Ubi jalar di Indonesia belum dianggap sebagai komoditas penting sementara
di negara maju ubi jalar telah dimanfaatkan sebagai bahan baku pangan dan non pangan. Dari
segi budidaya, tanaman ubi jalar sangat potensial untuk lebih dikembangkan secara nasional
mengingat iklim dan kondisi Indonesia sangat mendukung. Ubi jalar tumbuh dengan baik di
iklim tropis. Ubi jalar dapat diusahakan pada berbagai jenis tanah dengan hasil terbaik bila
dibudidayakan pada lahan persawahan. Penigkatan konsumsi ubi jalar pada masyarakat
sangat diperlukan agar dapat menambah asupan gizi mereka.
1.2 Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini antara lain :
1. Mengetahui tingkat produksi ubi jalar di Indonesia
2. Mengetahui tingkat konsumsi ubi jalar di Indonesia
3. Mengetahui kandungan gizi dan manfaat ubi jalar
1.3 Manfaat
Manfaat dari pembuatan makalah ini antara lain:
1.
Untuk mengetahui tingkat konsumsi ubi jalar dimasyarakat khususnya masyarakat
2.

Indonesia terkait dengan kandungan gizi


Untuk mengetahui pemanfaatan ubi jalar pada pengolahan pangan

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Ubi Jalar
Ubi jalar (Ipomoea batatas) atau ketela rambat atau sweet potato diduga berasal dari
Benua Amerika. Para ahli botani dan pertanian memperkirakan daerah asal tanaman ubi jalar
adalah Selandia Baru, Polinesia, dan Amerika Bagian Tengah. Ubi jalar menyebar ke seluruh
dunia terutama negara-negara beriklim tropika, diperkirakan pada abad ke-16. Orang-orang
Spanyol dianggap berjasa menyebarkan ubi jalar ke kawasan Asia terutama Filipina, Jepang
dan Indonesia. Ubi jalar merupakan tanaman ubi ubian dan tergolong tanaman
semusim(berumur pendek) dengan susunan utama terdiri dari batang, ubi, daun, buah danbiji.
Tanaman ubi jalar tumbuh menjalar pada permukaan tanah dengan panjangtanaman dapat
mencapai 3 m, tergantung pada kultivarnya. Batang tanamanberbentuk bulat, tidak berkayu,
tidak berbuku-buku dan tipe pertumbuhannyategak atau merambat. Daun berbentuk bulat
sampai lonjong dengan tepi rata atauberlekuk dangkal sampai berlekuk dalam, sedangkan
bagian ujungnya meruncing (Rukmana, 1997).

Warna ubi jalar terdiri dari ubi jalar kuning, ubi jalar oranye, ubi jalar putih, ubi jalar
jingga danubi jalar ungu. Ubi jalar berwarna jingga atau oranye mengandung
betakarotentinggi dari pada ubi lainnya. Sementara varietas ubi jalar yang digunakan
untukpangan berdasarkan tekstur daging ubi jalar dapat dibedakan dalam dua golongan,yaitu
umbi berdaging lunak karena banyak mengandung air tidak berserat (agak berair, berdaging
manis) dan umbi berdaging keras karena banyak mengandungpati dan serat (banyak
mengandung tepung) (Sarwono, 2005)
2.2 Komposisi Kimia Ubi Jalar
Ditinjau dari komposisi kimia, ubi jalar potensial sebagai sumber karbohidrat, mineral zat
besi (Fe), fosfor (P), dan kalsium (Ca) dan vitamin A, vitamin C, vitamin B1, dan riboflavin.
Warna daging ubi jalar jingga kemerah merahan memiliki hubungan dengan kandungan
betakaroten lebih tinggi dari pada jenis ubi jalar lainnya. -karoten berfungsi untuk mencegah
dan menanggulangi penyakit mata. Tetapi tidak semua ubi jalarmengandung -karoten yang
tinggi. Ubi jalar yang umbinya berwarna kuningatau putih memiliki kandungan -karoten
lebih rendah. Dari kandungan gizinyayang cukup lengkap ubi jalar dapat melengkapi
kebutuhan gizi bagi kesehatantubuh. Zat yang terkandung di dalam ubi jalar dapat mencegah
berbagai penyakit,mengahasilkan energi, membangun sel sel dalam tubuh, serta
meningkatkanproses metabolisme tubuh (Juanda dan Cahyono, 2000)
Tabel 1. Kandungan gizi dalam tiap 100 gram ubi jalar segar

Banyaknya dalam umbi


No.

Kandungan gizi
Putih

Merah

Kuning *)

Kalori (kal)

123,00

123,00

136,00

Protein (g)

1,80

1,80

1,10

Lemak (g)

0,70

0,70

0,40

Karbohidrat (g)

27,90

27,90

32,30

Kalsium (mg)

30,00

30,00

57,00

Fosfor (mg)

49,00

49,00

52,00

Zat besi (mg)

0,70

0,70

0,70

Natrium (mg)

5,00

Kalium (mg)

393,00

10

Niacin (mg)

0,60

11

Vitamin A (SI)

60,00

7.700,00

900,00

12

Vitamin B1 (mg)

0,90

0,90

0,10

13

Vitamin B2 (mg)

0,04

14

Vitamin C (mg)

22,00

22,0

35,00

15

Air (g)

68,50

68,50

16

Bagian yang dapat dimakan (%)

86,00

86,00

Sumber : Aini,N 2004


2.3 Syarat Tumbuh Ubi Jalar

Untuk budidaya ubi jalar, temperatur berkisar antara 15 sampai 33C diperlukan siklus
vegetatif.Daerah yang mendapat sinar matahari 11-12 jam/hari merupakan daerahyang
disukai. Pertumbuhan dan produksi yang optimal untuk usaha tani ubi jalartercapai pada
musim kering (kemarau). Idealnya tanah harus gembur, mempunyai kedalaman lebih dari 25
cm danmempunyai drainase dangkal.Tanah diolah dandibuat guludan dengan lebar 40-60 cm
dan tinggi 25-30 cm . Jarak antar guludan80-100 cm. Pada tanah berat (berlempung) untuk
membuat guludan yang gemburperlu ditambah 10 ton bahan organik/ha (Rukmana, 1997)
Ubi jalar termasuk tanaman semusim. Tanaman ini cocok ditanam didaerah dengan
ketinggian 500 s/d 1.000 dpl dan suhu 21 s/d 27 derajat Celcius serta mendapat sinar matahari
10 jam per-hari. Kelembapan udara ( RH ) 50% - 60% dengan curah hujan 750 mm- 1.500
mm pertahun. Ubi jalar ideal ditanam ditanah pasir berlempung, gembur, banyak mengandung
bahan organik dengan PH 5,5 7.Ubi jalar yang ditanam dilahan kering, waktu penanman
yang paling baik adalah saat awal musim hujan atau awal kemarau apabila cuaca dalam
keadaan normal. Bila ditanam dilahan persawahan waktu tanam yang tepat adalah pada saat
awal musim kemarau. Sistem penanaman ubi jalar dapat dilakukan secara monokulture atau
tumpangsari. Ubi jalar walaupun tahan kering tetapi pada fase awal pertumbuhan memerlukan
air yang memadai. Penyulaman dilakukan setelah tanaman berumur 3 minggu dan
pemupukan dilakukan pada saat penanaman dan setelah tanaman berumur 45 hari.
Penyiangan dan pembubunan dilaksanakan ketika tanaman mencapai umur 1 bulan setelah
tanam yang diulang saat tanaman berumur 2 bulan.Ubi jalar masa panennya dipengaruhi oleh
berbagai faktor seperti iklim, tingkat kesuburan tanah, varitas dan lokasi penanaman. Apabila
ditanam didataran tinggi maka masa panen akan lebih lama antara 5 s/d 6 bulan sementara
apabila ditanam didataran rendah bisa dipanen saat berumur 3 s/d 4 bulan. Ubi jalar hasil
panen sangat bervariasi tergantung lokasi penanaman. Penanaman didataran rendah bisa
dipanen ubi jalar sebanyak 15 20 ton / hektar. Untuk dataran sedang bisa dipanen ubi
sebanyak 20 25 ton / hektar dan didataran tinggi bisa dipanen 25 30 ton / hektar.Ubi jalar
dapat disimpan hingga 5 s/d 6 bulan bahkan lebih tergantung dari cara penyimpanan. Ubi jalar
yang telah disimpan rasanya lebih manis dibandingkan dengan ubi jalar yang baru saja
dipanen. Cara yang paling praktis agar tahan lama disimpan adalah dibenamkan kedalam
pasir.(Linda,2010)
2.4 Teknik Budidaya Ubi Jalar

Menurut Antarlina(1999) Cara pembudidayaan ubi jalar adalah sebagai berikut :


1.

Penyiapan bibit
Tata cara penyiapan bibit ubi jalar
a. Tentukan tanaman yang sudah berumur 2bln atau lebih, keadaan pertumbuhannya sehat
dan normal
b. Potong batang tanaman untuk dijadikan setek batang sepanjang 20cm-25cm dengan
menggunakan pisau yang tajam, dan dilakukan pada pagi hari
c. Kumpulkan setek pada suatu tempat kemudian buang sebagian daunnya untuk
mengurangi penguapan yang berlebihan
d. Ikat bahan tanaman ( bibit ) rata-rata 100 setek/ikatan lalu simpan ditempat yang teduh
selama 1-7 hari dengan tidak bertumpuk
2.

Penyiapan lahan
Penyiapan lahan bagi ubi jalar sebaiknya dilakukan pada saat tanah tidak terlalu basah
atau tidak terlalu kering agar strukturnya tidak rusak, lengket ataukeras. Penyiapan lahan

dapat dilakukan sebagai berikut :


a. Tanah diolah terlebih dahulu hingga gembur, kemudian dibiarkan selama 1 minggu.
Tahap berikutnya tanah dibentuk guludan-guludan.
b. Tanah langsung diolah bersama an dengan pembuatan guludan-guludan.
Ukuran guludan disesuaikan dengan keadaan tanah. Pada tanah yang ringan ( pasir
mengandung liat ) ukuran guludan adalah lebar bawah 60cm, tinggi 30cm-40cm, dan
jarak antara guludan 70cm-100c
3. Penanaman
Tahap-tahap penanaman ubi jalar yaitu :
a.

Buat larikan-larikan dangkal arah memanjang disepanjang puncak guludan dengan

cangkul sedalam 10cm, atau buat lubang dengan tugal, jarak antar lubang 25cm-30cm.
b. Buat larikan atau lubang dengan tugal sejauh 7cm-10cm dikiri dan kanan lubang tanam
untuk tempat pupuk
c. Tanamkan bibit ubi jalar kedalam lubang hingga pangkal batang terbenam tanah -
bagian, kemudian padatkan tanah dekat pangkal stek.
d. Masukkan pupuk dasar berupa urea bagian + TSP seluruh bagian + KCL bagian dari
dosis anjuran kedalam lubang kemudian tutup dengan tanag tipis-tipis.
BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Tingkat Produksi Ubi Jalar di Indonesia


Tabel 2. Perkembangan produksi ubi jalar Indonesia 2009 2012

Sumber : BPS, 2012


Produksi ubi jalar di Indonesia pada tahun 2012 mencapai 2.483.467 ton. Ini merupakan
produksi terbesar dalam kurun waktu empat tahun terakhir (2009-2012). Tanaman ubi jalar
telah dibudidayakan oleh hampir semua provinsi di Indonesia, kecuali DKI Jakarta. Sentra

utama produksi ubi jalar di Indonesia yang juga merupakan penyumbang terbesar dari total
produksi Indonesia adalah Provinsi Jawa Barat dengan 17,58 persen dari total produksi
nasional, Provinsi Jawa Timur (16,59 persen) dan Provinsi Papua dengan 13,90 persen.
Pulau Jawa dengan total produksi mencapai 1.053.315 ton pada tahun 2012 telah
menyumbang sekitar 42,41 persen terhadap pasokan ubi jalar nasional, diikuti oleh Pulau
Sumatera dengan total produksi sebesar 521,579 atau 21 persen dari total pasokan nasional
dan pada urutan ketiga ditempati oleh Pulau Papua dengan total produksi 355,742 telah
menyumbang sekitar 14,32 persen dari stok nasional.
Secara nasional pertumbuhan produksi ubi jalar dari tahun 20092012 cukup signifikan
hingga mencapai 21 persen, dengan pertumbuhan produksi terbesar atau lebih dari 100 persen
dicapai oleh Provinsi Jambi dan Provinsi Jawa Timur. Meskipun demikian pertumbuhan
terbaik ubi jalar dimiliki oleh Pulau Sumatera dengan tingkat pertumbuhan sebesar 46 persen
pada periode yang sama (2009- 2012), diikuti oleh Pulau Jawa dengan tingkat pertumbuhan
sebesar 28 persen. Sementara pertumbuhan terendah terdapat pada Pulau Papua yang hanya
memiliki pertumbuhan sebesar satu persen selama kurun waktu empat tahun.Namun dari 32
provinsi produsen ubi jalar, 15 provinsi atau sekitar 45 persen wilayah di Indonesiamengalami
penurunan produksi rata-rata hingga 21 persen. Penurunan produksi terbesar dialami
olehProvinsi Kalimantan Timur hingga 49 persen dan terendah adalah Provinsi Riau dengan 3
persendalam kurun waktu empat tahun.
Salah satu penyebab penurunan produksi ubi jalar di Indonesia adalah adanya penurunan
luas arealtanam ubi jalar. Upaya yang masih mungkin dapat dilakukan untuk
meningkatkanproduksi ubi jalar adalah melalui intensifikasi yaitu melalui penggunaan
benihunggul, perbaikan pengelolaan usahatani ubi jalar dengan penggunaan pupukberimbang
dosis, waktu dan cara yang tepat sesuai dengan kondisi dan sifat kimia tanah setempat.

3.2 Tingkat Konsumsi Ubi Jalar di Indonesia


Gambar 1. Perkembangan Konsumsi Ubi Jalar Nasional

Sumber : Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian, 2012


Konsumsi ubi jalar mengalami peningkatan drastis dari tahun 2003 ke tahun 2004 tetapi
mengalami penurunan pada tiga tahun berikutnya. Mengalami peningkatan di tahun 2008 dan
kembali mengalami penurunan di tahun berikutnya. Pada tahun 2009 konsumsi ubi jalar terus
mengalami kenaikan khususnya dari tahun 20102013 dengan rata-rata kenaikan sebesar 10
persen setiap tahunnya.
Penurunan konsumsi ubi jalar pada masyarakat disebabkan karena selama ini masyarakat
menganggap ubi jalar merupakan bahan pangan dalam situasi darurat (kurang makanan),
bahkan dianggap sebagai bahan makanan masyarakat kelas bawah. Di Indonesia 89%
produksi ubi jalar digunakan sebagai pangan dengan tingkat konsumsi 7,9 kg/kapita/tahun,
sedangkan sisanya dimanfaatkan untuk bahan baku industri, terutama saus, dan pakan ternak.
Selama ini penggunaan ubi jalar sebagai bahan pangan masih terbatas dalam bentuk makanan
tradisional, seperti ubi rebus, ubi goreng, kolak, getuk, dan keripik,sehingga citranya rendah.
3.3 Keterkaitan Produksi dan Konsumsi Ubi Jalar untuk Meningkatkan Gizi Masyarakat
Ubi jalar di Indonesia belum dianggap sebagai komoditas penting, sementara di negaranegara maju ubi jalar justru merupakan komoditas yang penting dan mahal dibandingkan

dengan komoditas lainnya. Hal ini dikarenakan oleh beberapa faktor antara lain kurang
dipahaminya manfaat ubi jalar bagi kesehatan tubuh,persepsi masyarakat selama ini yang
masih menganggap bahwa ubi jalar adalah makanan pengganti atau tambahan dan hanya
dikonsumsi oleh masyarakat kelas bawah, masih rendahnya pengetahuan tentang teknologi
pengolahan ubi jalar dan banyak faktor lain.
Pilihan untuk meningkatkan konsumsi ubi jalar bukan pilihan tanpa alasan. Selain sesuai
dengan agroklimat sebagian besar wilayah Indonesia, ubi jalar juga mempunyai produktivitas
yang tinggi, sehingga menguntungkan untuk diusahakan. Alasan lainnya adalah mengandung
zat gizi yang berpengaruh positif pada kesehatan (prebiotik, serat makanan dan antioksidan),
serta potensi penggunaannya cukup luas dan cocok untuk program diversifikasi pangan.
Potensi dan manfaat ubi jalar sebagai bahan pangan alternatif sangatlah besar, terutama
bagiupaya peningkatan gizi manusia, dan ketahanan pangan khususnya di daerah pedesaaan
atau daerah terisolasi. Menurut World Health Organization (WHO), kandungan kalsium ubi
jalar lebih tinggi dibanding beras, jagung, terigu maupun sorghum. Kandungan vitamin A
pada ubi jalar merah sebanyak empat kali dari wortel, sehingga baik untuk pencegahan
kebutaan. Terdapat delapan manfaat ubi jalar menurut berbagai sumber kuliner dan kesehatan,
mencakup kandungan zat besi dan magnesium, vitamin B6, vitamin C, vitamin D, potassium,
beta karoten (vitamin A), anti oksidan, dan memiliki kandungan kadar gula yang rendah.
3.4 Aplikasi ubi jalar dan produksinya
1. Pati
proses pembuatan pati ubi jalar dilakukan dengan memberikan suasana alkali (pH 8,6)
menggunakan kapur. Ubi direndam dalam air kapur dan pati dipisahkan dari pulp dengan
pencucian yang berlebih pada penyaring. Suspensi pati dipucatkan dengan sodium
hipoklorit jika diperlukan dan disentrifuse. Pati basah disimpan dalam concreate tank atau
dikeringkan dengan pengering vakum sampai kadar air 12 %, digiling dan disaring.
2. Untuk produksi gula hasil hidrolisis
Pati ubi jalar dapat digunakan untuk produksi gula hasil hidrolisis. Hidrolisis pati
dilakukan secara enzimatis dengan penambahan enzim amylase dan glukoamylase
sehingga akan dihasilkan glukosa kasar yang merupakan bahan untuk pembuatan sirup
glukosa. Pati ubi jalar dapat digunakan sebagai bahan pembuatan sirup glukosa karena
pati ini memiliki suhu gelatinisasi rendah, relative lebih mudah dihidrolisis oleh enzim amilase.
3. Pemanfaatan pati sebagai pengental, mie, bahan bakery, cake dan cookies

kegunaan pati dalam industry makanan sangat banyak. Pati dapat digunakan
sebahai pengental saus, pudding, dan pengisi pie. Pati ini juga digunakan dalam industry
bakery, untuk membuat cake dan beberapa jenis cookies. Pada pembuatan craker, pati
tergelatinisasi kadang digunakan untuk membuat tepung lebih keras dan hasil lebih
renyah. Selain itu, juga bisa digunakan sebagai kombinasi pembuatan cone es krim.
Dalam permen khususnya permen lunak, pati dapat memberikan bentuk dan tekstur pada
permukaan permen. Permen jeli membutuhkan pati untuk menguatkan bentuk dan
menjaga kelembaban.
Penggunaan tepung ubi jalar sebagai bahan baku pembuatan kue bisa mencapai
100 persen. Pada pembuatan cake dan cookies, penggunaan ubi jalar bisa mengurangi
kebutuhan gula sampai 20 persen

BAB IV
KESIMPULAN
Adapun kesimpulan dari makalah ini antara lain :

1. Pertumbuhan produksi ubi jalar dari tahun 20092012 cukup signifikan hingga mencapai
21 persen, dengan pertumbuhan produksi terbesar atau lebih dari 100 persen dicapai oleh
Provinsi Jambi dan Provinsi Jawa Timur.
2. Penurunan produksi terbesar dialami olehProvinsi Kalimantan Timur hingga 49 persen
dan terendah adalah Provinsi Riau dengan 3 persendalam kurun waktu empat tahun.
3. Potensi dan manfaat ubi jalar sebagai bahan pangan alternatif sangatlah besar, terutama
bagi upaya peningkatan gizi manusia, dan ketahanan pangan khususnya di daerah
pedesaaan atau daerah terisolasi
4. Selain memiliki banyak manfaat, ubi jalar juga bisa diolah menjadi berbagai produk
pangan seperti keripik ubi jalar, kue ubi jalar, es krim ubi jalar dan sebagainya

DAFTAR PUSTAKA
Aini, Nur. 2004. Pengolahan Tepung Ubi Jalar dan Produk-produknya Untuk
Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pedesaan.
Jurnal Pembangunan Pedesaan. III (3): 195-204.

Antarlina, S.S. dan J. S. Utomo. 1999. Proses Pembuatan dan Pengembangan Tepung Ubi
Jalar untuk Produk Pangan. Edisi Khusus Balitkabi No. 15. Balai Penelitian Tanaman
Kacang-Kacangan dan Umbi-Umbian. Malang.
Badan Ketahanan Pangan,Kementrian Pertanian.2012. . Ubi Jalar. CV Yasaguna. Jakarta
BPS.2012. Starch In The Food Industry. Academic Press. New York.
Juanada dan Cahyono.2000. Ekatraksi dan Karakterisasi Sifat Fisiko Kimia dan Fungsional
Pati Beberapa Varietas Talas. Multi Pangan Selina. Jakarta.
Linda.2010. . Es Krim yang Sehat. Trubus Agrisarana. Surabaya.
Rukmana.1997. Ubi Jalar Budi Daya dan Pasca Panen. Kanisius. Yogyakarta
.

Pertanyaan dan Jawaban


1. Sebutkan faktor-faktor yang menyebabkan penurunan konsumsi terhadap ubi jalar!
Jawab :
- Ubi Jalar masih digolongkan sebagai secondary atau tertiary food
- Budaya atau kebiasaan masyarakat yang lebih senang mengkonsumsi makanan siap
saji

Apabila pendapatan seseorang tinggi, mereka menganggap mengkonsumsi ubi jalar

seperti makanan orang desa


2. Apa dampak apabila terlalu banyak dan kurang mengkonsumsi ubi jalar terhadap
kesehatan!
Jawab :
Manfaat Ubi jalar diantaranya dapat mencegah sembelit, Memudahkan buang angin,
menjaga tekanan darah, Mencegah kanker, dan mencegah penyakit Maagh.
Dengan melihat manfaat Ubi jalar kita dapat mengetahui apabila kita berlebihan
mengkonsumsi ubi jalar dapat menyebabkan flatulensi atau diare sedangkan apabila
kekurangan mengkonsumsi ubi jalar tidak ada dampak, hanya saja apabila kita
mengkonsumsi ubi jalar dalam batas yang ditentukan dapat mencegah penyakit-penyakit
yang sudah disebukan diatas.
3. Jenis ubi jalar apa yang paling banyak dikonsumsi di Indonesia!
Jawab :
Ubi Jalar putih dan Ubi jalar ungu.
Masyarakat lebih suka ubi jalar yang bertekstur kering dengan daging umbi putih
kekuningan, karena rasa umbinya manis dan mudah tumbuh dimana saja. Selain itu, Ubi
jalar ungu banyak dimanfaatkan untuk diambil warna ungunyadan produk olahan lainnya
seperti dibuat bakpao telo, pasta, dan lain sebagainya
4. Seandainya anda bekerja dipemerintahan, Bagaimana cara agar minat pengkonsumsian
terhadap ubi jalar dapat meningkat!
Jawab :
- Mengubah Kebiasaan masyarakat
- Melakukan sosialisasi akan manfaat mengkonsumsi ubi jalar dengan kandungan gizi
yang ada di ubi jalar