Anda di halaman 1dari 3

METODOLOGI PENGHITUNGAN KERUGIAN KEUANGAN

NEGARA

Pada dasarnya metode perhitungan kerugian negara tidak dapat ditetapkan secara baku
untuk dijadikan pedoman/acuan dalam menghitung kerugian negara. Hal ini dikarenakan
modus operandi, kasus-kasus penyimpangan dan bentuk kerugian negara dapat bermacammacam. Dalam pelaksanaan pemeriksaan, pemeriksa dapat memilih metode yang dianggap
paling tepat.
Dalam melakukan penghitungan kerugian negara dapat menggunakan berbagai macam
metode. Dalam Pelaksanaan penghitungan kerugian negara, dapat juga digunakan dua metode
atau lebih sekaligus, tergantung pada kompleksitas pekerjaan dan jenis kontraknya.
Berikut ini adalah beberapa metode yang digunakan dalam melakukan penghitungan
kerugian negara, antara lain:
A.

METODE APPLE TO APPLE COMPARISON

Terminologi apple to apple comparison biasanya digunakan untuk menguji kewajaran


harga dalam pengadaan barang, khususnya barang bergerak. Yang dimaksud dengan metode
perbandingan apple to apple comparison adalah membandingkan dua obyek yang bukan hanya
jenisnya harus sama tetapi unsur-unsur yang membentuk obyek tersebut juga harus sama.
Adapun unsur-unsur yang harus diperhatikan pada saat melakukan perbandingan harga
barang antara lain adalah sebagai berikut:
a.

spesifikasi suatu barang;

b.

biaya pengangkutan;

c.

asuransi;

d.

pajak;

e.

biaya pemasangan;

f.

biaya pengujian barang;

g.

keuntungan rekanan.

Hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan metode ini adalah:


a.

Apabila pengadaan barang dilaksanakan pada tahun tertentu maka harus dibandingkan
dengan dokumen pengadaan lain yang sejenis pada tahun yang sama.

b.

Apabila kontrak menggunakan mata uang asing, maka harus dibandingkan dengan nilai
kurs pada tahun yang sama.

c.

B.

Dalam hal pengadaan barang dilakukan melalui impor, harus diperhatikan sistem
pengangkutannya.

METODE BIAYA PRODUKSI / COST OF PRODUCTION

Metode ini biasanya digunakan dalam pengadaan barang yang spesifik dan tidak ada
barang yang sejenis di pasaran. Untuk menghitung nilai barang tersebut, kita harus
mengetahui unsur biaya yang turut membentuk harga barang tersebut. Unsur biaya dalam
cost of production meliputi antara lain harga bahan, biaya pengangkutan, biaya asuransi,
overhead, biaya pengetesan, biaya tenaga kerja, biaya perakitan/pemasangan, keuntungan
dan lain-lain. Selanjutnya unsur-unsur biaya dalam cost of production tersebut dibandingkan
dengan harga kontrak. Apabila harga kontrak lebih tinggi maka hal tersebut merupakan
kerugian keuangan negara.
C. METODE PERBANDINGAN ANTARA NILAI KONTRAK DENGAN HARGA PASAR ATAU NILAI
PEMBANDING TERTENTU
Metode ini biasanya digunakan dalam pengadaan tanah untuk kepentingan umum oleh
pemerintah. Metode ini hampir sama dengan metode apple to apple comparison, namun
faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam pemberian ganti rugi atas tanah berbeda dengan
faktor-faktor dalam metode apple to apple comparison pengadaan barang.
Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam metode ini antara lain:

D.

a.

nilai nyata/pasar dan NJOP;

b.

lokasi tanah

c.

jenis hak tanah;

d.

peruntukkan tanah;

e.

kesesuaian penggunaan tanah dengan rencana tanah ruang wilayah;

f.

prasarana yang tersedia;

g.

fasilitas dan utilitas;

h.

lingkungan;

i.

dan lain-lain yang mempengaruhi harga tanah.

METODE KERUGIAN TOTAL (TOTAL LOSS)

Dalam metode ini jumlah kerugian keuangan negara ditentukan berdasarkan jumlah
yang dibayarkan/dikeluarkan atau jumlah yang tidak disetor ke kas negara.
Metode ini biasanya digunakan untuk menghitung kerugian keuangan negara atas
penerimaan yang tidak disetor (sebagian atau seluruhnya), pengeluaran atas pelaksanaan
kegiatan fiktif, pengeluaran yang tidak didasarkan pada peraturan perundang-undangan,
pengadaan barang/jasa yang tidak sesuai spesifikasi dan tidak dapat dimanfaatkan, dan
sebagainya.

Kerugian total ini juga bisa dilakukan dengan penyesuaian ke atas atau penyesuaian ke
bawah. Metode penghitungan kerugian keuangan negara dengan penyesuaian ke atas
digunakan apabila untuk penyelesaian kasus kerugian keuangan negara yang terjadi masih
diperlukan biaya (antara lain biaya pemberesan), sehingga jumlah kerugian keuangan negara
dihitung dengan menambahkan kerugian keuangan negara yang terjadi dengan biaya
pemberesan tersebut. Sedangkan metode kerugian keuangan negara dengan penyesuaian
kebawah digunakan apabila barang yang dibeli tersebut, walaupun tidak dapat dimanfaatkan
namun masih bernilai, sehingga nilai barang tersebut dipakai sebagai pengurang dari total
kerugian yang terjadi, atau dengan kata lain kerugian keuangan negara dihitung dengan cara
mengurangkan nilai kerugian keuangan negara yang terjadi dengan nilai barang yang tidak
dapat dimanfaatkan tersebut.
Dalam menggunakan metode kerugian total atas pemberian kredit, unsur bunga dan
denda dapat diperhitungkan sebagai penambah nilai kerugian keuangan negara, atau jumlah
kerugian keuangan negara dihitung sebesar jumlah kredit yang macet ditambah dengan bunga
dan denda.