Anda di halaman 1dari 5

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuasi eksperimen yang
bertujuan untuk menjelaskan atau mengklarifikasi terjadinya sebuah
hubungan dan menjelaskan hubungan sebab sehingga dapat dijadikan
sebagai dasar memprediksi sebuah fenomena. Desain yang digunakan
adalah desain Satu Kelompok Post Tes ( One Shot Case Study).

Pemberian ASI
(Menyusui)

Tingkat Nyeri
Setelah Uji Coba

Pasien Di Uji Coba


Pemberian Susu
Formula (DOT)

Tingkat Nyeri
Setelah Uji Coba

Pasien Di Uji Coba

B. Populasi dan Sampel


1. Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah bayi yang di imunisasi (DPT
HB) di Puskesmas Tamamaung Makassar.

2. Sampel

Tekhnik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah non


probability sampling, dengan menggunakan pendekatan sampling
Purposive Sampling.
C. Tempat dan Waktu Penelitian
1. Tempat
Penelitian ini akan dilakukan di Puskesmas Tamamaung Makassar
2. Waktu Penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan Februari 2016.
D. Instrumen Penelitian
Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan
menggunakan lembar observasi ( skala nyeri). Lembar observasi terdiri
dari :
a. Data demografi
Data demografi meliputi : Nama, umur, jenis kelamin, jenis
imunisasi.
b. Skala Nyeri (FLACC)
FLACC (Face, Legs,

Activity,

Cry,

Consolability).

Behavioral Scale Skala ini digunakan untuk mengkaji intensitas


nyeri pada anak mulai usia 1 bulan- 3 tahun (Glasper &
Richardson, 2006) atau 2 bulan 7 tahun (Hockenben-y &
Wilson, 2009). Skala ini terdiri dan 5 penilaian dengan skor
total 0 untuk tidak ada nyeri dan 10 untuk nyeri hebat. Adapun
penilaian tersebut adalah ekspresi muka (0-2), gerakan kaki (02), aktivitas (0-2), menangis (0-2), kemampuan dihibur (0-2).
Adapun hasil skor perilakunya adalah 0: untuk rileks dan
nyaman, 1-3: nyeri ringan/ ketidaknyamanan ringan, 4-6 nyeri

sedang, 7-10 nyeri berat/ ketidaknyamanan berat (Merkel,


Voepel-Lewis, Shayevitz, et al, 1997 dalam Glasper &
Richardson, 2006; Potts & Mandleco, 2007).
E. Pengumpulan Data
Tekhnik pengumpulan data yang dilakukan guna memperoleh data
yang sesuai di peroleh melalui :
1. Data Primer
Data yang diperoleh secara langsung melalui lembar observasi
(skala Nyeri)
2. Data sekunder
Data yang di peroleh dari si peneliti dari Puskesmas
Tamamaung Makassar mengenai jumlah bayi yang di
imunisasi.
F. Pengolahan dan Analisa Data
Data yang diperoleh kemudian diolah, sedangkan penyajian
datanya dilakukan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dengan
presentasi dan pengolahan tabel. Sebelum data diolah secara sistematik
terlebih dahulu dinyatakan langkah-langkah sebagai berikut :
1. Seleksi
Hal ini bertujuan untuk mengklasifikasi data yang telah masuk
menurutkategori
2. Editing
Merupakan langkah pemeriksaan ulang atau pengecekan
jumlah dan kelengkapan data kemudian dilakukan pengecekan
dengan memeriksa kelengkapan data, kesinambungan dan
keseragaman data.
3. Koding
Setelah data masuk,

setiap

jawaban

dikonversi

atau

disederhanakan ke dalam angka-angka atau symbol-simbol

tertentu sehingga memudahkan dalam pengolahan data


selanjutnya.
4. Tabulasi
Pengelompokan data ke dalam suatu tabel menurut sifat-sifat
yang dimiliki, kemudian data dianalisa secara statistik.
5. Analisa Data
Dilakukan melalui uji hipotesis dan pengolahan data dilakukan
dengan menggunakan program SPSS 13. Data yang terkumpul
selanjutnya
penelitian

diolah,
dengan

yang
uji

meliputi

independen

identifikasi
Sampel

masalah

ttest

untuk

mengetahui hubungan antara variabel independen dan variabel


dependen. Selanjutnya membandingkan efektifitas penurunan
tingkat nyeri pada pemberian Asi dan dengan menggunakan
Dot dengan menggunakan uji statistik paired t-test dengan
tingkat kemaknaan p 0,05.
G. Etika Penelitian
Dalam melakukan penelitian ini, peneliti mengajukan permohonan
persetujuan kepada Direktur RSUP DR Wahidin Sudirohusodo Makassar.
Setelah peneliti mendaptkan persetujuan, kemudian dilakukan penelitian
dengan menekankan pada masalah etika yang meliputi:
1. Anonimity
Untuk menjaga kerahasiaan identitas subjek,

peneliti

tidak

mencantumkan nama subjek pada lembar observasi. Lembar tersebut


hanya diberi kode nomer tertentu.
2. Confidentiality
Kerahasiaan informasi yang telah dikumpulkan dari responden dijamin
oleh peneliti. Data hanya akan disajikan kepada kelompok tertentu
yang berhubungan dengan penelitian ini.
3. Informed Consent

Lembar persetujuan akan diberikan sebelum penelitian dilaksanakan


kepada klien panas yang akan diteliti dengan tujuan agar responden
mengetahui maksud dan tujuan penelitian .Setelah responden
menyatakan kesediaannya, maka harus menandatangani lembar
persetujuan.