Anda di halaman 1dari 2

Pertimbangan Aseptik Dalam Pemilihan Peralatan Gigi

Pertimbanga aseptiik telah menjadi suatu pendorong kekuatan desain peralatan gigi
dan dapat meningkatkan fungsi efisiensi, serta dengan peningkatan estetik karakteristik
desain alat. Keberisihan dan kemungkinan pencegahan kontaminasi, secara internaldan
eksternal, merupakan poin kunci utama pada peralatan gigi,seperti elemen desain yang dapat
mengontrol dengan cepat dan mudah terjadinya infeksi.
Pelaksanaan aseptik lingkungan telah berkembang, bervariasi dari berbagai tipe alat,
khususnya patient-care equipment pada bagian operasi, desain telah ditingkatkan senyaman
mungkin. Pembatas yang kedap digunakan untuk mencegah kontaminasi dan menurunkan
penggunaan desinfeksi. Peralatan dengan kompenen yang dapat dilepas, dapat disterilisasi
untuk penggunaan kembali, atau terdapat disposabele item, selanjutnya dapat mrningkatkan
kemampuan dalam standar asepsis. Berikut merupakan suatu kunci dari suatu alat yang harus
dievaluasi :
1. Desain alat eksternal : bentuk dan tepian material harus secara langsung dibersihkan,
didesinfeksi, dan dipelihara.
2. Pergantian alat dan kontrol : halus atau hand off kontol peningkatan asepsis
3. Potensial internal pada kontaminasi, seperti kontaminasi waterline di dental unit,
merupakan salah satu pertimbangan asepsis ketika memilih dan memelihara alat.
4. Peralatan bongkar pasang pada peratalan untuk pasien yang dapat disterilisasi
5. Pemeliharaan peralatan dan penjualan alat harus mengikuti tindakan yang aseptik
6. Komunikasi elektronik, rekamaan, dan peralatan tambahan dapat membawa
keuntungan asepsis.

Desain Alat Eksterna


Ketika pemilihan alat, harus mempertimbangan kemungkinan kontaminasi dan
kebersihan. Kualitas alat yang baik dapat terlihat dari penampakan alat yang halus,

lembut, dan detail yang baik. Meskipun hal tersebut tidak menjamin asepsis dari alat,
karakteristik tersebut dapat meningkatkan kemampuan kontrol infeksi.
Permukaan pada peralatan operasi dilindungi dengan teknologi sistem yang baik dari
pemakain, melembabkan, dan bahan yang dapat mencegah kerusakan. Lapisan,
penghubung, dan pertelakatan harus halus dan tertutup sebaik mungkin untu mencegah
adanya retensi kontaminasi dan rembesan cairan, seperti desinfektan. Material harus
dipilih yang dapat menjaga permukaan tetap bersih dan desinfektan dengan kerusakan
minimal, bentuk yang sederhana,halus, dan mudah dibersihkan.
Kenyamanan dan desain alat memotivasi perusahaan untuk mengembangkan dental
chair dengan beragam warn dan tekstur. Materil pada dental chair harus didesain sebaik
mungkin untuk mecegah terjadinya kontaminasi.